Claim Missing Document
Check
Articles

DEEP BREATHING EXERCISE INTERVENTIONS TO REDUCE DYSPNEA IN PATIENTS WITH CARDIOVASCULAR DISEASE: A RAPID REVIEW Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra; Maulana, Indra
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i2.2658

Abstract

Background: Efforts to control the symptoms of shortness of breath in patients with heart disease can be done by practicing breathing techniques. Breathing exercise is a non-pharmacological therapy that can improve the ability of respiratory muscles to improve lung compliance in improving ventilation function and improving oxygenation. Purpose. This literature aims to summarize and explore the potential and level of ease in applying breathing exercises to reduce shortness of breath in patients with cardiovascular disease. Methods: This literature study used a scoping review design based on the PAGER framework. The identification of study results was carried out based on the PRISMA-ScR protocol   . Article searches were conducted through 5 databases, namely EBSCO-hosted Academic Science Complete, PubMed, Sage Journals, ScienceDirect, and Taylor and Francis. Results: A total of 8 studies found this rapid evidence review. The authors used the Randomized Control Trial (RCT) (6), cohort study (1), and quasi experimental study (1) to look at the potential of breathing exercises in reducing dyspnea in patients with cardiovascular disease. Conclusion: The application of breathing exercise interventions has proven useful in improving lung function and activating the parasympathetic system so that it also affects cardiovascular physiological function (systolic TD, diastolic TD, and HR)
IMPACT OF ORAL HYGIENE INTERVENTIONS ON STROKE PATIENTS: RAPID REVIEW Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra; Maulana, Indra
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 4: Desember 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i4.2378

Abstract

Background:Stroke can occur when there is an obstruction to the blood supply to the brain or when there is bleeding in a blood vessel in the brain. Stroke results in decreased neurological function, with clinical consequences depending on the degree of neurological damage. Post-stroke health problems may be exacerbated by poor oral hygiene. Poor oral hygiene results in the accumulation of bacteria in the oral cavity which allows these bacteria to enter the trachea. The purpose of this study was to determine the various oral hygiene interventions that can be carried out and their impact on the health status of stroke patients. Methods: This study uses a rapid review system where after obtaining articles from four databases, articles will be selected and assessed based on inclusion criteria, then a feasibility evaluation is carried out using The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Results: After searching and analyzing, there were 6 articles that were judged to meet the criteria. From these 6 articles, there are 6 oral hygiene interventions that can be performed on stroke patients. Conclusion: The six interventions can have an effect on oral health status such as decreasing PI, GI, Candida colonization, oral hygiene, bleeding gums and preventing the occurrence of SAP (Stroke-Associated Pneumonia)
Manajemen Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Menggunakan Teknik Sipping Ice Pebrianti, Sandra; Shalahuddin, Iwan; Eriyani, Theresia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14834

Abstract

ABSTRAK Pembatasan konsumsi cairan pada pasien CKD mengakibatkan peningkatan frekuensi rasa haus bagi penderitanya. Diperlukan intervensi yang dapat menurunkan frekuensi rasa haus. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan atau keluarga pasien yang menderita CKD di Ruang Agate Bawah RSUD dr.Slamet Garut terkait manajemen rasa haus dengan teknik sipping ice sehingga frekuensi haus berkurang. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan bantuan media poster yang dibagikan kepada masing-masing peserta. Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan diukur melalui nilai pre-test dan post-test yang dikategorikan baik, cukup baik, dan kurang baik. Dari hasil pendidikan kesehatan, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan semua peserta meningkat (100%) secara signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan kesehatan terkait intervensi yang efektif dan mudah diaplikasikan memang diperlukan sehingga pasien dan keluarga dapat menerapkannya juga secara mandiri bahkan ketika sedang tidak berada di fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan evaluasi edukasi menunjukkan hasil yang baik terkait peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai manajemen rasa haus dengan menggunakan teknik mengulum es batu (sipping ice cube). Diharapkan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan ini keluarga dan pasien dapat menerapkan pengetahuan baru yang mereka terima. Kata Kunci: Manajemen Haus, CKD, Sipping Ice, Pasien  ABSTRACT Restriction of fluid consumption in CKD patients results in an increase in the frequency of thirst for sufferers. Interventions are needed that can reduce the frequency of thirst. This health education aims to increase the knowledge of patients and / or families of patients suffering from CKD in the Lower Agate Room of RSUD dr. Slamet Garut related to thirst management with sipping ice techniques so that the frequency of thirst is reduced. The method used is a lecture with the help of poster media that is distributed to each participant. The level of knowledge of participants before and after the activity was measured through pre-test and post-test scores which were categorized as good, quite good, and less good. From the results of health education, it can be seen that the level of knowledge of all participants increased (100%) significantly. Therefore, health education activities related to effective and easy-to-apply interventions are needed so that patients and families can implement them independently even when they are not in health care facilities. The conclusion of the educational evaluation showed good results related to increasing participants' knowledge after being given health education about thirst management using ice cube tapping techniques. It is hoped that after this health education, families and patients can apply the new knowledge they receive.      Keywords: Thirst Management, CKD, Sipping Ice, Patients
Pemberdayaan Keluarga dalam Deteksi dan Intervensi Dini Pertumbuhan untuk Pencegahan Stunting Eriyani, Theresia; Mardhiyah, Ai; Fitria, Nita; Yosep, Iyus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13056

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah masalah pertumbuhan dan perkembangan anak yang terkait dengan kekurangan gizi, paparan infeksi, serta kurangnya rangsangan yang memadai, dan menjadi isu kesehatan yang signifikan di Indonesia. Kabupaten Bandung berada di posisi kedua dalam hal tingkat kasus stunting tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Peran keluarga, terutama ibu, tentu menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting pada balita. Tujuan dari kegiatan ini adalah  memberdayakan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang deteksi dan intervensi dini stunting. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua dengan anak usia 0-5 tahun di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung sebanyak 36 orang. Kegiatan pemberdayaan terdiri atas pelatihan, observasi, dan penyuluan menggunakan metode ceramah. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 84% orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 64% orang tua memiliki sikap mendukung, dan 50% orang tua memiliki perilaku baik. Diharapkan pemberdayaan keluarga mengenai tumbuh kembang terus dilakukan secara berkala agar perilaku, sikap, dan pengetahuan orang tua akan pencegahan stunting dapat terjaga dan tidak mengalami penurunan. Kata Kunci: Anak Usia 0 – 5 Tahun, Keluarga, Pemberdayaan, Stunting ABSTRACT Stunting is a child growth and development problem associated with malnutrition, exposure to infections, and lack of adequate stimulation, and is a significant health issue in Indonesia. Bandung Regency is in second place in terms of the highest rate of stunting cases in West Java Province. The role of families, especially mothers, is certainly at the forefront in preventing stunting in toddlers. The purpose of this activity is to empower families to improve knowledge, attitudes, and behaviors about stunting detection and early intervention. The targets of this activity were 36 parents with children aged 0-5 years in Jelegong Village, Rancaekek District, Bandung Regency. The empowerment activities consisted of training, observation, and counseling using the lecture method. The results of the activity showed that 84% of parents had a good level of knowledge, 64% of parents had a supportive attitude, and 50% of parents had good behavior.  It is hoped that family empowerment regarding growth and development will continue to be carried out regularly so that parents' behavior, attitudes, and knowledge of stunting prevention can be maintained and do not experience a decline. Keywords:  Children Aged 0 – 5 Years, Empowerment, Family, Stunting
Program Pendampingan Kader dalam Monitoring Pertumbuhan Balita 0-5 Tahun dengan Berbasis Aplikasi di Desa Jelegong Kabupaten Bandung Mardhiyah, Ai; Eriyani, Theresia; Rakhmawati, Windy; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Mediani, Henny Suzana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20605

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan teknologi untuk memantau kesehatan balita berdampak besar dalam meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pemantauan tumbuh kembang anak. Dengan teknologi  memungkinkan para ibu untuk berinteraksi dengan petugas kesehatan tentang perkembangan anak-anak mereka dengan lebih cepat dan mudah, sehingga meminimalkan kemungkinan keterlambatan dalam mendeteksi masalah Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader terkait pencegahan stunting pada balita, meningkatkan pengetahuan kader terkait cara melakukan pencatatan dan pelaporan pertumbuhan anak melalui SIP online sehingga dapat mengoptimalkan monitoring pertumbuhan balita berbasis teknologi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan wawancara kepada kader Kesehatan terkait pemanfaatan SIP Online di wilayah tersebut. Sebagian besar kader kesehatan di Desa Jelegong sudah mengetahui pemanfaatan teknologi dalam monitoring pertumbuhan balita dengan menggunakan SIP Online. Perlu dilakukan evaluasi rutin terhadap kapasitas kader dalam memanfaatkan aplikasi SIP daring, serta pemahaman ibu tentang cara memantau pertumbuhan bayi secara digital. Kata Kunci: Balita, Kader Kesehatan, Monitoring, Pertumbuhan, Teknologi ABSTRACT The use of technology to monitor toddler health has a major impact on increasing parental involvement in the process of monitoring child growth and development. Technology allows mothers to interact with health workers about their children's development more quickly and easily, thereby minimizing the possibility of delays in detecting health problems. This study aims to improve the knowledge of cadres regarding the prevention of stunting in toddlers, improve the knowledge of cadres regarding how to record and report child growth through online SIP so that they can optimize technology-based toddler growth monitoring. The method used is counseling and interviews with health cadres regarding the use of Online SIP in the area. Most health cadres in Jelegong Village already know the use of technology in monitoring toddler growth using Online SIP. Routine evaluation of the cadre's capacity in utilizing the online SIP application, as well as mothers' understanding of how to monitor infant growth digitally, is needed. Keywords: Toddlers, Health Cadres, Monitoring, Growth, Technology
Edukasi Teknik Relaksasi Pursed Lip Breathing dan Latihan Intoleransi Aktivitas Walking with Controlled Breathing Pasien Penyakit Jantung Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14833

Abstract

ABSTRAK Dispnea atau sering disebut sebagai sesak napas adalah sensasi subjektif dari pernapasan yang tidak normal seperti sensasi bernapas dengan intensitas yang berbeda-beda. Upaya dalam mengontrol gejala sesak nafas pasien dengan penyakit jantung dapat dilakukan dengan memberikan sebuah manajemen dengan cara non farmakologi dengan Teknik relaksasi. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gejala sesak nafas di ruang Tulip Atas RSUD Sumedang. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan bantuan media poster yang dibagikan kepada masing-masing peserta. Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan diukur melalui nilai pre-test dan post-test yang dikategorikan sangat baik, cukup dan kurang. Dari hasil pendidikan kesehatan, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan semua peserta meningkat (100%) secara signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan kesehatan terkait intervensi yang efektif dan mudah diaplikasikan memang diperlukan sehingga pasien dan keluarga dapat menerapkannya juga secara mandiri bahkan ketika sedang berada dirumah. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan keluarga pasien terkait teknik Relaksasi Pursed Lip Breathing dan Latihan Intoleransi Aktivitas Walking With Controlled Breathing untuk mengurangi gejala sesak dan meningkatkan intoleransi aktivitas yang dirasakan pada pasien jantung. Rekomendasi, Diharapkan semua petugas kesehatan yang ada di ruangan tulip dapat mengaplikasikan Pursed Lip Breathing dan Walking With Breathing Controlled dan menjadi intervensi pendukung yang dilakukan secara rutin 2 kali sehari untuk meningkatkan toleransi aktivitas dan saturasi oksigen pada pasien jantung. Kata Kunci: Edukasi, Relaksasi Pursed Lip Breathing, Walking With Controlled Breathing, Pasien Jantung  ABSTRACT Dyspnea or often referred to as shortness of breath is a subjective sensation of abnormal breathing such as the sensation of breathing with varying intensity. Efforts to control the symptoms of shortness of breath in patients with heart disease can be done by providing a management in a non-pharmacological way with relaxation techniques. This health education aims to improve the quality of life of patients with symptoms of shortness of breath in the Tulip Atas room of Sumedang Hospital. The method used is a lecture with the help of poster media that is distributed to each participant. The level of knowledge of participants before and after the activity was measured through pre-test and post-test scores which were categorized as very good, sufficient and lacking. From the results of health education, it can be seen that the level of knowledge of all participants increased (100%) significantly. Therefore, health education activities related to effective and easy-to-apply interventions are needed so that patients and families can apply them independently even when they are at home. The conclusion is that there is an increase in the knowledge of the patient's family related to Pursed Lip Breathing Relaxation techniques and Walking With Controlled Breathing Activity Intolerance Exercises to reduce symptoms of tightness and increase activity intolerance felt in heart patients. Recommendation, It is expected that all health workers in the tulip room can apply Pursed Lip Breathing and Walking With Breathing Controlled and become a supporting intervention carried out routinely 2 times a day to increase activity tolerance and oxygen saturation in heart patients.          Keywords: Education, Relaxation Pursed Lip Breathing, Walking With Controlled Breathing, Heart patients
Modifikasi Pemahaman Kesehatan Reproduksi Pada Remaja dalam Penguatan Intervensi Spesifik untuk Mencegah Stunting Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20226

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting memerlukan pendekatan multisektoral yang menyasar kelompok rentan, seperti wanita yang menikah muda, ibu hamil, dan calon pengantin. Intervensi efektif mencakup edukasi, konseling, dan demonstrasi praktis yang dimulai sebelum kehamilan dan berlanjut hingga awal kehidupan anak. Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya kesehatan reproduksi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dalam Mengurangi risiko kehamilan dini yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan anak dan Membangun kesadaran remaja terkait pentingnya perencanaan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah Metode Ceramah/ Lecture, Metode Tanya jawab, Metode Diskusi dan Metode demonstrasi. Efektivitas intervensi edukasi yang diberikan kepada para siswa mengenai kesehatan reproduksi sebagai langkah stunting, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pre-test dilakukan sebelum sesi edukasi dimulai untuk mengukur tingkat pengetahuan awal para peserta, sedangkan post-test diberikan setelah kegiatan edukasi selesai untuk mengetahui peningkatan pemahaman mereka. Hasil pre-test menunjukkan bahwa belum semua siswa memahami tentang pentingnya kesehatan reproduksi dalam pencegahan stunting. Nilai rata-rata pre-testmenunjukkan distribusi yang cukup memuaskan, dengan sebagian besar peserta memperoleh nilai 88,79%. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait kesehatan reproduksi, pentingnya tablet tambah darah (TTD), dan kaitannya dengan pencegahan stunting. Kata Kunci: Stunting, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Tablet Tambah Darah, Pencegahan  ABSTRACT Stunting prevention requires a multisectoral approach that targets vulnerable groups, such as young married women, pregnant women, and brides-to-be. Effective interventions include education, counselling, and practical demonstrations that begin before pregnancy and continue until early in the child's life.  Increase adolescents' knowledge of the importance of reproductive health to prepare for a healthy pregnancy in Reduce the risk of early pregnancy that can negatively impact maternal and child health and Build adolescent awareness regarding the importance of family planning that supports optimal child growth and development. The methods carried out in health education are the Lecture Method, the Question and Answer Method, the Discussion Method and the demonstration method.  The effectiveness of educational interventions provided to students regarding reproductive health as a stunting step was evaluated through pre-test and post-test. The pre-test is carried out before the educational session begins to measure the initial level of knowledge of the participants, while the post-test is given after the educational activity is completed to determine the improvement of their understanding. The results of the pre-test show that not all students understand the importance of reproductive health in stunting prevention. The average pre-test score showed a fairly satisfactory distribution, with most participants obtaining a score of 88.79%. The results of the pre-test and post-test showed an increase in students' understanding of reproductive health, the importance of blood supplement tablets (TTD), and its relationship with stunting prevention. Keywords: Stunting, Reproductive Health, Adolescents, Blood Supplement Tablets, Prevention
Management of Dietary Education for Children with Thalassemia at the Thalassemia Polyclinic Bakar, Shabilla Fasa Noor; Yudianto, Kurniawan; Eriyani, Theresia
Journal of Nursing Care Vol 9, No 1 (2026): Journal of Nursing care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v9i1.65090

Abstract

Dietary education in thalassemia major is often neglected due to high nursing workloads. This case report evaluates a structured dietary education intervention using management frameworks to address this gap. The methods are a descriptive study was conducted on a family with three siblings diagnosed with thalassemia major and severe hyperferritinemia. The 3M (Man, Method, Material) analysis identified primary barriers: high procedural workload, lack of SOPs, and absence of educational media. Consequently, a POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) intervention using digital videos and leaflets was implemented to overcome these constraints. The results that the intervention effectively bypassed clinical time constraints. Family health literacy improved substantially, with dietary knowledge scores increasing from 2 out of 5 to a perfect 5 out of 5, sustained over a five month follow-up. Behavioral changes in meal preparation were reported, although immediate serum ferritin reduction was not yet observed. Structured education utilizing digital media effectively bridges the gap between patient needs and limited nursing resources. Integrating digital tools into routine practice and establishing SOPs are recommended to ensure comprehensive management and improve long-term patient outcomes.
Gambaran Celebrity Worship Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni; DA, Iceu Amira; Eriyani, Theresia; Komariah, Mariah; Rosidin, Udin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18592

Abstract

Celebrity worship adalah ketertarikan berlebihan terhadap kehidupan pribadi selebriti yang dapat berdampak pada konsep diri dan kesejahteraan psikososial. Fenomena ini semakin meningkat seiring perkembangan teknologi dan media sosial yang memudahkan interaksi antara penggemar dan selebriti. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat celebrity worship di kalangan mahasiswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen Celebrity Attitude Scale (CAS) versi bahasa Indonesia. Sebanyak 257 mahasiswa yang dipilih melalui stratified random sampling berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 17–23 tahun dan sebagian besar adalah perempuan. Sebanyak 70,8% responden berada pada kategori Intense-Personal, 16% pada kategori Entertainment-Social, dan 13,2% pada kategori Borderline-Pathological. Temuan ini menunjukkan adanya keterikatan emosional yang kuat, keterlibatan dalam diskusi sosial mengenai selebriti, serta kecenderungan obsesif terhadap selebriti pada sebagian mahasiswa. Hasil ini mengindikasikan perlunya perhatian terhadap dampak psikososial dari celebrity worship di kalangan mahasiswa.
Co-Authors Aat Sriati Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Aini, Astri Mufti Aisha Chaerani Murti Ayudiapala, Deysa Bakar, Shabilla Fasa Noor Bambang Aditya Nugraha Dadang Purnama Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dinda Sari Agustina Dyah Setyorini Dyah Setyorini Efri Widianti Ema Arum Rukmasari Ermiati Ermiati Firman Sugiharto Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Gihon Jessi Novita Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hesti Platini Iceu Amira DA Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Irman Somantri Ismanto Manik Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Karwati, Karwati Khoirunnisa, Fadila Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Mahali, Nia Ainun Nadina Maria Komariah Maria komariah Mediawati, Ati Surya Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Mulya, Adelse Prima Murti, Aisha Chaerani Nenden Nur Asriyani Maryam Neng Della Monika Nintyas, Felantina Restyar Nita Fitria Nita Fitria Novia Rahmawati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Ofni Stephany Lumban Raja Priladani , Dhea Shobriana Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni Purnama, Anita Putri, Hani Amelia Qurhadzam, Muhammad Galiem Rahma Elfa Aulia Regita Suryadi, Yasmina Dwi Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti, Ristina Riyanti Riyanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rotua, Hana Pritika Rukmasari, Ema Salsabila, Yosalia Mahirah Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Sena Yudipaty Siti Nur Fatimah Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sugiharto, Firman Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Taty Hernawaty Toharudin Toharudin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yanti Hermayanti Yulianita, Henny