Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Keluarga dalam Deteksi dan Intervensi Dini Pertumbuhan untuk Pencegahan Stunting Eriyani, Theresia; Mardhiyah, Ai; Fitria, Nita; Yosep, Iyus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13056

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah masalah pertumbuhan dan perkembangan anak yang terkait dengan kekurangan gizi, paparan infeksi, serta kurangnya rangsangan yang memadai, dan menjadi isu kesehatan yang signifikan di Indonesia. Kabupaten Bandung berada di posisi kedua dalam hal tingkat kasus stunting tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Peran keluarga, terutama ibu, tentu menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting pada balita. Tujuan dari kegiatan ini adalah  memberdayakan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang deteksi dan intervensi dini stunting. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua dengan anak usia 0-5 tahun di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung sebanyak 36 orang. Kegiatan pemberdayaan terdiri atas pelatihan, observasi, dan penyuluan menggunakan metode ceramah. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 84% orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 64% orang tua memiliki sikap mendukung, dan 50% orang tua memiliki perilaku baik. Diharapkan pemberdayaan keluarga mengenai tumbuh kembang terus dilakukan secara berkala agar perilaku, sikap, dan pengetahuan orang tua akan pencegahan stunting dapat terjaga dan tidak mengalami penurunan. Kata Kunci: Anak Usia 0 – 5 Tahun, Keluarga, Pemberdayaan, Stunting ABSTRACT Stunting is a child growth and development problem associated with malnutrition, exposure to infections, and lack of adequate stimulation, and is a significant health issue in Indonesia. Bandung Regency is in second place in terms of the highest rate of stunting cases in West Java Province. The role of families, especially mothers, is certainly at the forefront in preventing stunting in toddlers. The purpose of this activity is to empower families to improve knowledge, attitudes, and behaviors about stunting detection and early intervention. The targets of this activity were 36 parents with children aged 0-5 years in Jelegong Village, Rancaekek District, Bandung Regency. The empowerment activities consisted of training, observation, and counseling using the lecture method. The results of the activity showed that 84% of parents had a good level of knowledge, 64% of parents had a supportive attitude, and 50% of parents had good behavior.  It is hoped that family empowerment regarding growth and development will continue to be carried out regularly so that parents' behavior, attitudes, and knowledge of stunting prevention can be maintained and do not experience a decline. Keywords:  Children Aged 0 – 5 Years, Empowerment, Family, Stunting
Program Pendampingan Kader dalam Monitoring Pertumbuhan Balita 0-5 Tahun dengan Berbasis Aplikasi di Desa Jelegong Kabupaten Bandung Mardhiyah, Ai; Eriyani, Theresia; Rakhmawati, Windy; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Mediani, Henny Suzana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20605

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan teknologi untuk memantau kesehatan balita berdampak besar dalam meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pemantauan tumbuh kembang anak. Dengan teknologi  memungkinkan para ibu untuk berinteraksi dengan petugas kesehatan tentang perkembangan anak-anak mereka dengan lebih cepat dan mudah, sehingga meminimalkan kemungkinan keterlambatan dalam mendeteksi masalah Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader terkait pencegahan stunting pada balita, meningkatkan pengetahuan kader terkait cara melakukan pencatatan dan pelaporan pertumbuhan anak melalui SIP online sehingga dapat mengoptimalkan monitoring pertumbuhan balita berbasis teknologi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan wawancara kepada kader Kesehatan terkait pemanfaatan SIP Online di wilayah tersebut. Sebagian besar kader kesehatan di Desa Jelegong sudah mengetahui pemanfaatan teknologi dalam monitoring pertumbuhan balita dengan menggunakan SIP Online. Perlu dilakukan evaluasi rutin terhadap kapasitas kader dalam memanfaatkan aplikasi SIP daring, serta pemahaman ibu tentang cara memantau pertumbuhan bayi secara digital. Kata Kunci: Balita, Kader Kesehatan, Monitoring, Pertumbuhan, Teknologi ABSTRACT The use of technology to monitor toddler health has a major impact on increasing parental involvement in the process of monitoring child growth and development. Technology allows mothers to interact with health workers about their children's development more quickly and easily, thereby minimizing the possibility of delays in detecting health problems. This study aims to improve the knowledge of cadres regarding the prevention of stunting in toddlers, improve the knowledge of cadres regarding how to record and report child growth through online SIP so that they can optimize technology-based toddler growth monitoring. The method used is counseling and interviews with health cadres regarding the use of Online SIP in the area. Most health cadres in Jelegong Village already know the use of technology in monitoring toddler growth using Online SIP. Routine evaluation of the cadre's capacity in utilizing the online SIP application, as well as mothers' understanding of how to monitor infant growth digitally, is needed. Keywords: Toddlers, Health Cadres, Monitoring, Growth, Technology
Edukasi Teknik Relaksasi Pursed Lip Breathing dan Latihan Intoleransi Aktivitas Walking with Controlled Breathing Pasien Penyakit Jantung Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14833

Abstract

ABSTRAK Dispnea atau sering disebut sebagai sesak napas adalah sensasi subjektif dari pernapasan yang tidak normal seperti sensasi bernapas dengan intensitas yang berbeda-beda. Upaya dalam mengontrol gejala sesak nafas pasien dengan penyakit jantung dapat dilakukan dengan memberikan sebuah manajemen dengan cara non farmakologi dengan Teknik relaksasi. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gejala sesak nafas di ruang Tulip Atas RSUD Sumedang. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan bantuan media poster yang dibagikan kepada masing-masing peserta. Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan diukur melalui nilai pre-test dan post-test yang dikategorikan sangat baik, cukup dan kurang. Dari hasil pendidikan kesehatan, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan semua peserta meningkat (100%) secara signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan kesehatan terkait intervensi yang efektif dan mudah diaplikasikan memang diperlukan sehingga pasien dan keluarga dapat menerapkannya juga secara mandiri bahkan ketika sedang berada dirumah. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan keluarga pasien terkait teknik Relaksasi Pursed Lip Breathing dan Latihan Intoleransi Aktivitas Walking With Controlled Breathing untuk mengurangi gejala sesak dan meningkatkan intoleransi aktivitas yang dirasakan pada pasien jantung. Rekomendasi, Diharapkan semua petugas kesehatan yang ada di ruangan tulip dapat mengaplikasikan Pursed Lip Breathing dan Walking With Breathing Controlled dan menjadi intervensi pendukung yang dilakukan secara rutin 2 kali sehari untuk meningkatkan toleransi aktivitas dan saturasi oksigen pada pasien jantung. Kata Kunci: Edukasi, Relaksasi Pursed Lip Breathing, Walking With Controlled Breathing, Pasien Jantung  ABSTRACT Dyspnea or often referred to as shortness of breath is a subjective sensation of abnormal breathing such as the sensation of breathing with varying intensity. Efforts to control the symptoms of shortness of breath in patients with heart disease can be done by providing a management in a non-pharmacological way with relaxation techniques. This health education aims to improve the quality of life of patients with symptoms of shortness of breath in the Tulip Atas room of Sumedang Hospital. The method used is a lecture with the help of poster media that is distributed to each participant. The level of knowledge of participants before and after the activity was measured through pre-test and post-test scores which were categorized as very good, sufficient and lacking. From the results of health education, it can be seen that the level of knowledge of all participants increased (100%) significantly. Therefore, health education activities related to effective and easy-to-apply interventions are needed so that patients and families can apply them independently even when they are at home. The conclusion is that there is an increase in the knowledge of the patient's family related to Pursed Lip Breathing Relaxation techniques and Walking With Controlled Breathing Activity Intolerance Exercises to reduce symptoms of tightness and increase activity intolerance felt in heart patients. Recommendation, It is expected that all health workers in the tulip room can apply Pursed Lip Breathing and Walking With Breathing Controlled and become a supporting intervention carried out routinely 2 times a day to increase activity tolerance and oxygen saturation in heart patients.          Keywords: Education, Relaxation Pursed Lip Breathing, Walking With Controlled Breathing, Heart patients
Modifikasi Pemahaman Kesehatan Reproduksi Pada Remaja dalam Penguatan Intervensi Spesifik untuk Mencegah Stunting Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20226

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting memerlukan pendekatan multisektoral yang menyasar kelompok rentan, seperti wanita yang menikah muda, ibu hamil, dan calon pengantin. Intervensi efektif mencakup edukasi, konseling, dan demonstrasi praktis yang dimulai sebelum kehamilan dan berlanjut hingga awal kehidupan anak. Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya kesehatan reproduksi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dalam Mengurangi risiko kehamilan dini yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan anak dan Membangun kesadaran remaja terkait pentingnya perencanaan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah Metode Ceramah/ Lecture, Metode Tanya jawab, Metode Diskusi dan Metode demonstrasi. Efektivitas intervensi edukasi yang diberikan kepada para siswa mengenai kesehatan reproduksi sebagai langkah stunting, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pre-test dilakukan sebelum sesi edukasi dimulai untuk mengukur tingkat pengetahuan awal para peserta, sedangkan post-test diberikan setelah kegiatan edukasi selesai untuk mengetahui peningkatan pemahaman mereka. Hasil pre-test menunjukkan bahwa belum semua siswa memahami tentang pentingnya kesehatan reproduksi dalam pencegahan stunting. Nilai rata-rata pre-testmenunjukkan distribusi yang cukup memuaskan, dengan sebagian besar peserta memperoleh nilai 88,79%. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait kesehatan reproduksi, pentingnya tablet tambah darah (TTD), dan kaitannya dengan pencegahan stunting. Kata Kunci: Stunting, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Tablet Tambah Darah, Pencegahan  ABSTRACT Stunting prevention requires a multisectoral approach that targets vulnerable groups, such as young married women, pregnant women, and brides-to-be. Effective interventions include education, counselling, and practical demonstrations that begin before pregnancy and continue until early in the child's life.  Increase adolescents' knowledge of the importance of reproductive health to prepare for a healthy pregnancy in Reduce the risk of early pregnancy that can negatively impact maternal and child health and Build adolescent awareness regarding the importance of family planning that supports optimal child growth and development. The methods carried out in health education are the Lecture Method, the Question and Answer Method, the Discussion Method and the demonstration method.  The effectiveness of educational interventions provided to students regarding reproductive health as a stunting step was evaluated through pre-test and post-test. The pre-test is carried out before the educational session begins to measure the initial level of knowledge of the participants, while the post-test is given after the educational activity is completed to determine the improvement of their understanding. The results of the pre-test show that not all students understand the importance of reproductive health in stunting prevention. The average pre-test score showed a fairly satisfactory distribution, with most participants obtaining a score of 88.79%. The results of the pre-test and post-test showed an increase in students' understanding of reproductive health, the importance of blood supplement tablets (TTD), and its relationship with stunting prevention. Keywords: Stunting, Reproductive Health, Adolescents, Blood Supplement Tablets, Prevention
Management of Dietary Education for Children with Thalassemia at the Thalassemia Polyclinic Bakar, Shabilla Fasa Noor; Yudianto, Kurniawan; Eriyani, Theresia
Journal of Nursing Care Vol 9, No 1 (2026): Journal of Nursing care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v9i1.65090

Abstract

Dietary education in thalassemia major is often neglected due to high nursing workloads. This case report evaluates a structured dietary education intervention using management frameworks to address this gap. The methods are a descriptive study was conducted on a family with three siblings diagnosed with thalassemia major and severe hyperferritinemia. The 3M (Man, Method, Material) analysis identified primary barriers: high procedural workload, lack of SOPs, and absence of educational media. Consequently, a POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) intervention using digital videos and leaflets was implemented to overcome these constraints. The results that the intervention effectively bypassed clinical time constraints. Family health literacy improved substantially, with dietary knowledge scores increasing from 2 out of 5 to a perfect 5 out of 5, sustained over a five month follow-up. Behavioral changes in meal preparation were reported, although immediate serum ferritin reduction was not yet observed. Structured education utilizing digital media effectively bridges the gap between patient needs and limited nursing resources. Integrating digital tools into routine practice and establishing SOPs are recommended to ensure comprehensive management and improve long-term patient outcomes.
Gambaran Celebrity Worship Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni; DA, Iceu Amira; Eriyani, Theresia; Komariah, Mariah; Rosidin, Udin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18592

Abstract

Celebrity worship adalah ketertarikan berlebihan terhadap kehidupan pribadi selebriti yang dapat berdampak pada konsep diri dan kesejahteraan psikososial. Fenomena ini semakin meningkat seiring perkembangan teknologi dan media sosial yang memudahkan interaksi antara penggemar dan selebriti. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat celebrity worship di kalangan mahasiswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen Celebrity Attitude Scale (CAS) versi bahasa Indonesia. Sebanyak 257 mahasiswa yang dipilih melalui stratified random sampling berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 17–23 tahun dan sebagian besar adalah perempuan. Sebanyak 70,8% responden berada pada kategori Intense-Personal, 16% pada kategori Entertainment-Social, dan 13,2% pada kategori Borderline-Pathological. Temuan ini menunjukkan adanya keterikatan emosional yang kuat, keterlibatan dalam diskusi sosial mengenai selebriti, serta kecenderungan obsesif terhadap selebriti pada sebagian mahasiswa. Hasil ini mengindikasikan perlunya perhatian terhadap dampak psikososial dari celebrity worship di kalangan mahasiswa.
Aksi sosial petualangan rasa: menjelajahi dunia makanan bergizi untuk tumbuh kembang pada anak sekolah dasar Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Sandra Pebrianti
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p63-76

Abstract

Permasalahan gizi seimbang menjadi hambatan utama dalam upaya peningkatan ketahanan pangan karena dapat mengurangi efisiensi pemanfaatan pangan dan menurunkan kualitas sumber daya manusia. Untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkualitas, dibutuhkan pendekatan holistik yang tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan akses, pemanfaatan, dan keberlanjutan pangan bergizi bagi masyarakat khususnya pada anak. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pola makan gizi seimbang yang baik untuk kesehatan dan tercegah dari berbagai penyakit. Melalui pendekatan ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Hasil didapatkan adanya perubahan pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap gizi seimbang untuk memperoleh tumbuh kembang yang optimal. Makanan bergizi memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah dasar, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Rekomendasi untuk Guru dan sekolah, diharapkan mengadakan program edukasi gizi seperti Hari Makan Sehat atau Kantin Sehat untuk mempromosikan kebiasaan makan bergizi.
Teknik Relaksasi Genggam Jari (Finger Hold) terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien dengan Gangguan Nyeri Akut di Ruang Penyakit Dalam Theresia Eriyani; Karwati Karwati; Iwan Shalahuddin; Sandra Pebrianti
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.17029

Abstract

ABSTRACT A hernia is a condition in which a protrusion or lump occurs in one part of the body that should not be there. Actions that can be taken to overcome hernias are surgery, surgery can cause postoperative pain. Objective to reduce pain through pain management. Therefore, researchers are interested in conducting a case study on pain management interventions in patients with acute pain. The research design used is a case study with a nursing process approach. After the implementation of pain management includes identification of location, characteristics, duration, frequency, quality, intensity of pain, identification of pain scale, identification of non-verbal pain responses, providing non-pharmacological techniques to reduce pain, finger grip techniques and advocating for early mobilization and collaboration in providing pharmacology to overcome acute pain in patients. The case study showed significant improvement from the pain scale of 2 (0-10) on the third day, the patient was no longer grimacing, there were no signs of infection, the patient said the pain was reduced and the patient said he could tilt to the left. The analysis of nursing problems in this case study was partially resolved. Analysis of Nursing Problems with Acute Pain in Partially Resolved Cases. The first day is nursing care at night, the second day is done in the morning and the third day is done in the morning. Showing improvement in the patient's condition is evidenced by the pain scale value of 2 (0-10) where the result is included in the range of the mild pain scale. Keywords: Early mobilization, Finger grip, Hernia, Nursing care, Pain management  ABSTRAK Hernia adalah suatu keadaan dimana terjadinya penonjolan atau benjolan pada salah satu bagian tubuh yang seharusnya tidak ada. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hernia yaitu pembedahan, pembedahan dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri post operasi. Tujuan untuk mengurangi nyeri melalui manajemen nyeri. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan studi kasus mengenai intervensi manajemen nyeri pada pasien dengan nyeri akut. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Setelah dilakukan implementasi manajemen nyeri meliputi identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, identifikasi skala nyeri, identifikasi respon nyeri non verbal, memberikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri teknik genggam jari serta menganjurkan untuk mobilisasi dini dan melakukan kolaborasi pemberian farmakologi untuk mengatasi nyeri akut pada pasien. Studi kasus menunjukan perbaikan dengan signifikan dilihat dari skala nyeri 2 (0-10) pada hari ke tiga, pasien sudah tidak meringis, tidak ada tanda- tanda infeksi, pasien mengatakan nyeri berkurang dan pasien mengatakan sudah bisa miring kana miring kiri. Analisa masalah keperawatan pada studi kasus ini teratasi sebagian. Analisa masalah keperawatan dengan Nyeri Akut pada kasus teratasi sebagian. Hari pertama dilakukan asuhan keperawatan pada malam hari, hari kedua dilakukan pada pagi hari dan di hari ketiga dilakukan pada pagi hari. Menunjukan perbaikan kondisi pasien dibuktikan dengan nilai skala nyeri 2 (0-10) di mana hasil tersebut termasuk ke dalam rentang skala nyeri ringan.Kata Kunci: Asuhan keperawatan, Genggam jari, Hernia, Manajemen nyeri, Mobilisasi dini
Intervensi Keperawatan Menurunkan Rasa Haus pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD): a Rapid Review Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin; Bambang Aditya Nugraha; Theresia Eriyani; Devi Nurrahmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.12488

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is one of the increasing health problems. The global prevalence of CKD ranges from 13.4% (11.7-15.1%) of the population, with end-stage kidney replacement around 4.90 - 7.08 million people. To determine effective interventions of thirst management in CKD patients who carried out fluid restriction. The method used is rapid review with article search on four databases, namely, PubMed NCBI, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar. The studies reviewed were empirical studies with quantitative design, and mix-method in English or Indonesian with full text, as well as intervention studies in people with CKD. Based on the results of the analysis conducted, the results of the intervention were obtained namely chewing free sugar gum, sipping ice (ice suction), and gargling with mouthwash. Of the types of interventions found, the highest effectiveness was in the sipping ice intervention (p = 0.000) with a thirst-holding time of ±93 minutes. Thirst management in CKD patients can be done with various interventions, but the principles of fluid restriction must still be observed. Keywords: Chronic Kidney Disease, Interventions, Thirst  ABSTRAK Penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat. Prevalensi CKD secara global berkisar di angka 13,4% (11,7-15,1%) penduduk, dengan stadium akhir yang memerlukan penggantian ginjal sekitar 4,90 - 7,08 juta jiwa. Untuk mengetahui intervensi yang efektif manajemen haus pada pasien CKD yang dilakukan pembatasan cairan. Metode yang digunakan adalah rapid review dengan pencarian artikel pada empat basis data yaitu, PubMed NCBI, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Studi yang ditinjau adalah studi empiris dengan desain kuantitatif, dan mix-method dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia dengan teks lengkap, serta studi intervensi pada penderita CKD. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh hasil intervensi yaitu mengunyah permen karet free sugar, sipping ice (hisap es), dan berkumur dengan mouthwash. Dari jenis intervensi yang ditemukan, efektifitas tertinggi ada pada intervensi sipping ice (p=0,000) dengan waktu menahan haus ±93 menit. Manajemen haus pada pasien CKD dapat dilakukan dengan berbagai intervensi, namun prinsip-prinsip pembatasan cairan yang dilakukan harus tetap diperhatikan Kata Kunci: Chronic Kidney Disease, Intervensi, Rasa Haus 
Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Penurunan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja: Scoping Review Iwan Shalahuddin; Adelse Prima Mulya; Theresia Eriyani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.22676

Abstract

ABSTRACT Risky sexual behavior in adolescents is one of the most pressing public health issues, as it contributes to an increase in the rate of unwanted pregnancies, sexually transmitted infections, and other psychosocial impacts. Family support is believed to play an important role in shaping adolescent behavior, including in sexual contexts. This study is a scoping review that aims to identify and map scientific evidence related to the effect of family support on reducing risky sexual behaviors in adolescents. This study was conducted by searching the literature from PubMed, Scopus, and Google Scholar databases using relevant keywords. The inclusion criteria include English and Indonesian articles published between 2013 and 2023. The results of the analysis showed that forms of family support, such as open communication, parental supervision, as well as emotional closeness, were consistently associated with a low tendency of adolescents to engage in risky sexual behaviors. The results of the scoping review showed that family support had a significant influence on reducing risky sexual behavior in adolescents. Therefore, family-based interventions are strongly recommended as part of adolescent reproductive health promotion strategies. Keywords: Adolescents, Risky Sexual Behaviors, Family Support, Influence, Parent-Child Communication.  ABSTRAK Perilaku seksual berisiko pada remaja adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling mendesak, karena berkontribusi pada peningkatan angka kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan dampak psikososial lainnya. Dukungan keluarga diyakini memainkan peran penting dalam membentuk perilaku remaja, termasuk dalam konteks seksual. Studi ini adalah tinjauan lingkup yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan bukti ilmiah terkait pengaruh dukungan keluarga terhadap pengurangan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini dilakukan dengan mencari literatur dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholarmenggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Inggris dan Indonesia yang diterbitkan antara tahun 2013 dan 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk dukungan keluarga, seperti komunikasi terbuka, pengawasan orang tua, serta kedekatan emosional, secara konsisten berhubungan dengan rendahnya kecenderungan remaja untuk terlibat dalam perilaku seksual berisiko. Hasil tinjauan lingkup menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki pengaruh signifikan dalam mengurangi perilaku seksual berisiko pada remaja. Oleh karena itu, intervensi berbasis keluarga sangat direkomendasikan sebagai bagian dari strategi promosi kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci: Remaja, Perilaku Seksual Berisiko, Dukungan Keluarga, Pengaruh, Komunikasi Orang Tua-Anak.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Aini, Astri Mufti Aisha Chaerani Murti Ayudiapala, Deysa Bakar, Shabilla Fasa Noor Bambang Aditya Nugraha Dadang Purnama Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dinda Sari Agustina Dyah Setyorini Dyah Setyorini Efri Widianti Ema Arum Rukmasari Ermiati Ermiati Firman Sugiharto Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Gihon Jessi Novita Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hesti Platini Iceu Amira DA Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Irman Somantri Ismanto Manik Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Karwati Karwati Khoirunnisa, Fadila Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Mahali, Nia Ainun Nadina Maria Komariah Maria komariah Mediawati, Ati Surya Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Mulya, Adelse Prima Murti, Aisha Chaerani Muta'aliyah, Hikmah Nenden Nur Asriyani Maryam Neng Della Monika Nintyas, Felantina Restyar Nita Fitria Nita Fitria Novia Rahmawati Nur Febriyanti, Aulia Namira Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Ofni Stephany Lumban Raja Priladani , Dhea Shobriana Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni Purnama, Anita Putri, Hani Amelia Qurhadzam, Muhammad Galiem Rahma Elfa Aulia Rahmania, Lilla Zulfa Shofa Regita Suryadi, Yasmina Dwi Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti Riyanti Riyanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rotua, Hana Pritika Rukmasari, Ema Salsabila, Yosalia Mahirah Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Sena Yudipaty Siti Nur Fatimah Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sugiharto, Firman Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Taty Hernawaty Toharudin Toharudin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yanti Hermayanti Yulianita, Henny