Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI PHYTOCHEMICAL COMPOUNDS PADA EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DENGAN THIN LAYER CHROMATOGRAPHY (TLC) Apriliya, Intan; Rahmatillah, Annie; Luthfiyanti, Niken
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/f43b5e11

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan tanaman yang sangat mudah didapatkan. Di Indonesia, daun salam digunakan sebagai bumbu aromatik yang dapat menambah rasa masakan yang khas. Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan jenis tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, dimana flavonoid termasuk kedalam kelompok metabolit sekunder golongan senyawa yang banyak ditemukan di alam. Metode penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian eksperimental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menstandardisasi ekstrak etanol 70% daun salam dan mengetahui kandungan metabolit sekunder yang ada didalamnya. Untuk mendapatkan ekstrak kental, metode yang digunakan adalah maserasi dengan etanol 70% selama beberapa hari dengan perbandingan 1:10. Setelahnya, di uapkan menggunakan rotary evaporator dan didiamkan diatas waterbath untuk menjadikan kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kental daun salam mengandung kadar air 7,81% dan tidak lebih dari yang distandarkan oleh Farmakope Herbal Indonesia (10%). Kadar abu sebesar 1,83% dan juga susut pengeringan 7,6%. Hasil skrining fitokimia metabolit sekunder daun salam positif adanya senyawa flavonoid dengan nilai Rf yang di hasilkan adalah 0,775 pada pengujian KLT dengan pembanding kuersetin.
EFEKTIFITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA KELINCI JANTAN NEW ZEALDAN (Oryctolagus cuniculus) MODEL DIABETES Suharjaya, Feby Nuranawati; Luthfiyanti, Niken; Ardiyantoro, Bagas
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/d8qnpw41

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolisme yang merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glukosa darah diatas nilai normal. Kadar glukosa darah tinggi dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka yang disebabkan oleh suplai darah tidak maksimal ke area luka dan luka akan sembuh lebih lama. Daun mangga diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, saponin, tanin yang berperan dalam penyembuhan luka diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyembuhan luka diabetes dan mengetahui dosis optimal ekstrak etanol daun mangga arumanis (Mangifera indica L) terhadap kelinci model diabetes yang diinduksi aloksan. Uji aktivitas luka diabetes dilakukan pada 3 ekor kelinci yang diinduksi aloksan melalui intravena. Hewan uji masing – masing diberikan 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (aquadest), kelompok kontrol positif (oxoferin), kelompok konsentrasi 20%, 25% dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangga arumanis (Mangifera indica L.) konsentrasi 25% dan 30% memiliki nilai AUC(Area Under Curve) sebesar (11,42±0,56) dan 11,25±0,65 dosis yang optimal dalam penyembuhan luka diabetes pada kelinci dengan nilai p value (< 0.05).
ANALISIS PERBANDINGAN KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT Larasati, Karina Dwi; Rahmatillah, Annie; Luthfiyanti, Niken
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/amxykb79

Abstract

Skrining fitokimia merupakan tahap yang memberikan gambaran mengenai kandungan senyawa tertentu dari ekstrak yang akan diteliti. Skrining fitokimia dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) menggunakan konsentrasi pelarut yang berbeda. Metode penelitian ini adalah eksperimental. Ekstraksi dengan metode maserasi pada daun nangka menggunakan variasi konsentrasi etanol 50%, 70%, dan 96%. Ekstrak kemudian dilakukan standarisasi dilanjutkan skrining fitokimia secara kualitatif dengan pereaksi tetes dan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil karakterisasi serbuk simplisia daun nangka dengan nilai susut pengeringan sebesar 7,6%, kadar air sebesar 8,14%, kadar abu total sebesar 5,1%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 70% memiliki nilai rendemen ekstrak paling besar yaitu 26,47%, dibandingkan etanol 50% dan 96% yaitu 22,71% dan 24,07%. Hasil karakterisasi ekstrak diperoleh susut pengeringan pada etanol 50, 70 dan 96% secara berturut-turut sebesar 5,8%; 4,6%; 5,3%. Nilai kadar air diperoleh pada etanol 50, 70 dan 96% berturut-turut sebesar 5,6%; 3,33%; 3,78%. Nilai kadar abu total diperoleh pada etanol 50, 70, dan 96% berturut-turut 8%; 8,3%; dan 8,3%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 50%, 70%, dan 96% daun nangka mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, steroid, fenol.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANTIKOAGULAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN ATRIAL FIBRILASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) Dr. MOEWARDI Khusain, Muhammad Fuad Zidane; Luthfiyanti, Niken; Wardani, Tatiana Siska
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/nqca8689

Abstract

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi dan seringkali disertai dengan komplikasi atrial fibrilasi, yang meningkatkan risiko stroke berulang. Penggunaan terapi antikoagulan menjadi tatalaksana penting, namun perlu dipertimbangkan tidak hanya dari segi efektivitas klinis tetapi juga efektivitas biayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya terapi antikoagulan serta menilai cost-effectiveness berdasarkan perhitungan ACER. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif dan metode analisis kuantitatif. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan data pembayaran pasien selama dirawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dalam periode 2025. Analisis data mencakup efektivitas terapi berdasarkan kejadian stroke berulang dengan parameter INR (International Normalized Ratio) dimana dikatakan bebas stroke berulang mendapat angka 2-3, serta analisis biaya medis langsung dari persepektif rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warfarin merupakan antikoagulan yang paling sering digunakan (77,8%) dengan efektivitas 35%, lebih tinggi dari heparin (18%). Namun hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p= 0,112 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara efektivitas kedua terapi. Dari sisi biaya, warfari memiliki total biaya lebih rendah dibandingkan dengan heparin. Analisis ACER menunjukkan bahwa warfarin lebih cost-effective. Uji sensitivitas juga mendukung stabilitas hasil tersebut.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP Propionibacterium acnes Siwi, Melati Daru; Luthfiyanti, Niken; Wardani, Tatiana Siska
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/fd8kjz46

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada masa remaja bahkan hingga dewasa. Salah satu alternatif anti jerawat yang lebih praktis penggunaannya dan lebih ekonomis yaitu sabun wajah. Facial wash atau sabun wajah dengan ekstrak daun sirih memiliki kegunaan sebagai antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan facial wash ekstrak etanol daun sirih mempunyai aktivitas antibakteri, untuk mengetahui bagaimana mutu fisik sediaan facial wash ekstrak etanol daun sirih, dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi sediaan facial wash ekstrak etanol daun sirih yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini merupakan penelitian experiment dengan menggunakan ekstrak etanol daun sirih terhadap bakteri Propionibacterium acne. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif dengan penyajian data dalam bentuk tabel, serta dilakukan analisis secara statistik dengan uji One Way Anova dengan taraf signifikan 5%. Hasil yang diperoleh adalah aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes pada F1 konsentrasi 15% menghasilkan zona hambat sebesar 9,67 mm, F2 konsentrasi 20% menghasilkan zona hambat sebesar 15,7 mm , F3 konsentrasi 25% menghasilkan zona hambat sebesar 7,38 mm.Kata kunci: antibakteri, facial wash, daun sirih
PENGARUH PELARUT TERHADAP FLAVONOID TOTAL, FENOLIK TOTAL dan AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KUNYIT (Curcuma longa L.) dengan METODE ABTS Setyaningrum, Fidya; Raharjo, Danang; Luthfiyanti, Niken
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50198

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan penting dalam menetralkan radikal bebas sehingga dapat mencegah berbagai penyakit degeneratif. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber antioksidan adalah kunyit (Curcuma longa L.), yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut terhadap kadar flavonoid total, fenolik total, serta aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kunyit. Penentuan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri AlCl₃ menggunakan kuersetin sebagai standar, sedangkan kadar fenolik total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu menggunakan asam galat sebagai standar. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode ABTS yang dinyatakan dalam nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pelarut berpengaruh signifikan terhadap kandungan metabolit bioaktif dan aktivitas antioksidan. Ekstrak daun kunyit dengan pelarut metanol menghasilkan kadar flavonoid total sebesar 54,032 mg QE/g, kadar fenolik total sebesar 64,760 mg GAE/g, serta aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 31,396 ppm yang termasuk kategori sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelarut metanol lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa bioaktif daun kunyit dibandingkan pelarut lain, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber alami antioksidan
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lulur Body Scrub Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dengan Metode DPPH: Pengabdian Silvia Mawardani; Tiara Ajeng Listyani; Niken Luthfiyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2824

Abstract

Moringa leaves (Moringa oleifera) are rich in various components of active substances, namely tannins, steroids, triterpenoids, flavonoids, saponins, anthraquinones, and alkaloids. Moringa leaves also contain minerals, essential amino acids, antioxidants, and vitamins. The content of the moringa plant that is efficacious as an antioxidant was found in the leaves, namely the content of vitamin E. Antioxidants are substances that are able to prevent or delay free radical reactions that occur in the lipid oxidation process. This study aimed to determine whether moringa leaf ethanol extract could be made into body scrub preparations that met physical quality standards, to determine the antioxidant activity of moringa leaf extract body scrub preparations, and to determine the concentration of body scrub preparations that were best used as antioxidants. In this study, the DPPH method (1,1-diphenyl-1-picrylhydrazyl) was used, and the extraction method was carried out using the maceration method. The extract was formulated with concentrations of 15%, 25%, and 35%, respectively. The evaluations used in this study included organoleptic test, homogeneity test, pH test, dispersion test, irritation test, and hedonic test. The results of this study showed that the best formulation of moringa leaf extract body scrub (Moringa oleifera) was the 35% formula with an IC₅₀ value of 62.120 μg/ml, categorized as having strong antioxidant activity.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) UNTUK LUKA BAKAR PADA KELINCI NEW ZEALAND WHITE Wardani, Lydia Puspita; Luthfiyanti, Niken; Fitriawati, Anna
Jurnal Delima Harapan Vol 12 No 2 (2025): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v12i2.325

Abstract

Latar Belakang: Penelitian terhadap aktivitas penyembuhan luka bakar ekstrak daun ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L.) dalam bentuk ekstrak secara langsung dengan bentuk sediaan gel yang diujikan pada kelinci New Zealand White . Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L.) dapat digunakan sebagai penyembuhan terhadap luka bakar pada kelinci. Serta untuk mengetahui apakah formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L.) berpotensi dalam penyembuhan luka bakar pada kelinci yang diinduksikan logam. Metode: Pada penelitian ini ekstrak daun ubi jalar ungu diperoleh melalui metode maserasi dan diformulasikan dengan konsentrasi 25%, 35% dan 45%. Basis gel digunakan sebagai kontrol negatif yaitu Karbopol 940 serta gel Bioplacenton® dipakai sebagai kontrol positif, yang diaplikasikan pada luka bakar di punggung kelinci New Zealand White dengan diameter 2 cm . Hasil: Uji aktivitas gel ekstrak daun ubi jalar ungu dilakukan pada 3 kelinci yang setiap formulasinya dilakukan replikasi sebanyak 3 kali dan pengukuran diameter luka diukur setiap hari. Presentasi data penyembuhan luka bakar dijelaskan secara statistik dengan metode One-Way ANOVA . Simpulan: Analisis Berdasarkan One Way ANOVA dari semua perlakuan yang paling efektif adalah ekstrak daun ubi jalar ungu dengan konsentrasi 45.
Analysis of Phenolic Content, Flavonoids, and α-Amylase Enzyme Inhibition Activity of Ethanol Extracts and Clove Stem Fractions (Syzygium aromaticum L.) Oktafia Nur Fatimah; Niken Luthfiyanti; Danang Raharjo
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): IJHET SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia resulting from impaired insulin secretion, insulin action, or both. The condition is associated with severe long-term complications, including cardiovascular disease, nephropathy, neuropathy, and retinopathy, making effective management strategies crucial. One therapeutic approach is the inhibition of the α-amylase enzyme, which plays a key role in the hydrolysis of complex carbohydrates into glucose, thereby controlling postprandial blood sugar levels. Natural products containing bioactive compounds such as phenolics and flavonoids are increasingly being investigated as safer alternatives to synthetic drugs. Clove stalks (Syzygium aromaticum L.), an underutilized byproduct of the clove plant, are known to be rich in these compounds and may serve as a potential natural enzyme inhibitor. This study aimed to analyze the phenolic and flavonoid content as well as α-amylase inhibitory activity of ethanol extract and its fractions (n-hexane, ethyl acetate, and water) obtained from clove stalks. Extraction was carried out using maceration with 70% ethanol, followed by fractionation and analysis with UV-Vis spectrophotometry. The ethanol extract exhibited the highest phenolic and flavonoid levels (44.581 mg GAE/g and 50.491 mg QE/g, respectively), while the ethyl acetate fraction demonstrated the strongest α-amylase inhibitory activity with an IC₅₀ value of 26.303 µg/mL. These findings suggest that the ethyl acetate fraction of clove stalks has promising potential as a natural antidiabetic agent, supporting its development as an alternative functional ingredient in diabetes management.
EVALUASI PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU APOTEKER TERHADAP KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT SELAMA KEHAMILAN DAN MENYUSUI Luthfiyanti, Niken; Ichsan, Burhannudin
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2866

Abstract

Pengobatan selama kehamilan dan menyusui memerlukan perkiraan yang cermat dari rasio risiko/manfaat bagi ibu dan bayinya, sehingga penggunaan obat harus selalu diawasi oleh tenaga kesehatan seperti Apoteker. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku Apoteker terhadap ketepatan penggunaan obat selama kehamilan dan menyusui. Penelitian ini juga menganalisis hubungan faktor demografi dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku Apoteker terhadap ketepatan penggunaan obat selama kehamilan dan menyusui. Studi cross sectional dilakukan pada populasi apoteker di Kota Surakarta yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 193 orang. Pengetahuan, sikap dan perilaku dinilai dengan kuesioner yang disusun oleh peneliti dengan menggunakan literatur pendukung dan dinilai oleh expert judgement. Pengetahuan dikategorikan menjadi baik, cukup dan kurang, sikap dan perilaku dikategorikan menjadi baik dan kurang baik. Analisis hubungan variabel dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan apoteker memiliki pengetahuan baik sebesar 56,1% terhadap ketepatan penggunaan obat selama kehamilan dan menyusui. Apoteker memiliki sikap baik untuk melakukan pelayanan aktif terhadap ketepatan penggunaan obat selama kehamilan dan menyusui sebesar 99,5%. Apoteker memiliki perilaku baik terhadap pelayanan aktif pada ketepatan penggunaan obat pada ibu hamil dan menyusui sebesar 78,5%. Terdapat hubungan yang signifikan (p<0.05) antara lama praktik dengan perilaku Apoteker.