Claim Missing Document
Check
Articles

PAPARAN SENG DI PERAIRAN KALIGARANG TERHADAP EKSPRESI Zn-THIONEIN DAN KONSENTRASI SENG PADA HATI IKAN MAS Dewi, NK; Perdhana, FF; Yuniastuti, A
Jurnal MIPA Vol 35, No 2 (2012): October 2012
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui paparan seng (Zn) di perairan Kaligarang terhadap ekspresi Zn-thionein dan konsentrasi seng pada hati ikan mas (Cyprinus carpio L). Sebanyak 200 ekor ikan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok 100 ekor. Kelompok kontrol dipelihara di kolam ikan di Balai Benih Ikan Kabupaten Semarang, sedangkan kelompok perlakuan dipelihara pada karamba jaring apung di bagian hilir sungai Kaligarang. Setiap minggu sampel ikan diambil masing-masing lima ekor dari kedua kelompok secara acak untuk diambil organ hatinya dan dianalisis konsentrasi seng dan Zn-thionein. Ikan pada kedua kelompok dipelihara hingga Zn-thionein muncul pada hati ikan. Metallothionein diisolasi dari hati ikan dan dianalisis menggunakan metode High-Performance Liquid Chromatography, dengan larutan standar seng. Setiap satu minggu sekali, konsentrasi seng terlarut pada sampel air dari kedua kelompok diukur dengan metode Atomic Absorption Spectroscopy hingga Zn-thionein muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi seng yang terlarut dalam air sungai Kaligarang adalah 0,078 mg/l, lebih tinggi dari nilai baku mutu air kelas I (0,05 mg/l). Rata-rata konsentrasi seng yang terabsorbi oleh hati ikan mas pada minggu ke-6 adalah 0,025868 mg/l, lebih rendah dari batas maksimum cemaran seng (100 mg/kg). Rata-rata konsentrasi seng pada hati ikan sebesar 0,025868 µg/g dapat menginduksi munculnya Zn-thionein pada hati ikan mas yang hidup di perairan Kaligarang pada minggu ke-6 perlakuan. The research aims to find concentration of dissolved zinc in the water of Kaligarang River and absorbed zinc concentration inside the liver of carp, also to analyze zinc exposure in Kaligarang River toward Zn-thionein induction inside the liver of carp. The concentration of dissolved zinc was measured using Atomic Absorption Spectroscopy method until Zn-thionein emerges. Metallothionein was isolated from the liver of carp and analyzed using High-Performance Liquid Chromatography method, with the standard solution of zinc. The zinc concentration in the water from control group of 0 mg/l, while zinc concentration in the water from Kaligarang River of 0,078 mg/l. Zn-thionein does not emerge at both groups until the fifth week of treatment. Zn-thionein emerge at treatment group in the sixth week with an average concentration inside the liver of carp of 0,025868 µg/g. The result of t-test for zinc concentration inside the liver of carp from treatment group is significantly higher than control group. The concentration of dissolved zinc of 0,078 mg/l (higher than the Threshold Limit Values). The average zinc concentration inside the liver of carp of 0,025868 µg/g (lower than the permitted maximum value) was able to induce the emergence of Zn-thionein at the sixth week of treatment.
Pemetaan Penelitian Bioteknologi terkait Vaksin Covid-19 dan Kontribusi Indonesia: Analisis Bibliometrik selama Pandemi Covid-19 Tahun 2020 Firman Fajar Perdhana
Gunung Djati Conference Series Vol. 6 (2021): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) 6 Tahun 2021
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.273 KB)

Abstract

The Covid-19 pandemic, which is currently threatening humanity, has led to research explosions all over the world, including in Indonesia. Various biotechnology studies on Covid-19 vaccine has not been mapped globally, open the potential for overlapping or research vacancies in certain areas. This study aims to analyze biotechnology research on Covid-19 vaccine and find out the contribution of Indonesian researchers in scientific publication during the Covid-19 pandemic in 2020. A total of 1777 refined documents on topics of biotechnology, Covid-19, SARS-CoV-2, and vaccine were collected from the Scopus database without any limitations. All documents were determined their bibliometric characteristics, including document type, source title, the most productive countries and institutions, top authors, and top citations. The most document type was article-based documents (911 documents). The Journal of Biomolecular Structure and Dynamics was the leading source with 80 documents. The United State of America was the most productive country with 427 publications, followed by India (383) and China (237). The Chinese Academy of Science was the most productive institution with 34 publications, followed by the Ministry of Education China and the National Institute of Health, both with 28 publications. Indonesia ranked the 26th, contributed 23 publications. Bibliometric visualization resulted in four major clusters: (1) the study related to Covid-19 patients, (2) antibody development and technology, (3) drug analysis and activity, and (4) the study of protein related to Covid-19. These findings could be useful to improve knowledge and understanding, also give direction and potential unexplored biotechnological area for further research.
PERANAN SENYAWA FENOLIK DALAM MENURUNKAN GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Made Gendis Putri Pertiwi; Firman Fajar Perdhana
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2856

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang umum terjadi di negara maju dan berkembang. Peningkatan jumlah penderita DM terjadi setiap tahunnya. Kondisi stress oksidatif dipercaya sebagai kunci penyebab timbulnya penyakit DM. Ketidakseimbangan jumlah Reactive Oxygen Species (ROS) dengan antioksidan dalam tubuh mendorong terjadinya kerusakan sel beta-pankreas yang dapat mengakibatkan menurunnya sekresi insulin. Di samping pengobatan DM yang dilakukan dengan penyuntikan insulin ataupun obat-obatan oral sintetis, konsumsi makanan yang kaya senyawa fenolik dapat menjadi salah satu alternatif dalam menurunkan glukosa darah. Senyawa fenolik mampu berperan sebagai agen antioksidan yang mencegah dan menghambat pembentukan radikal bebas dari proses peroksidasi lipid sehingga dapat menekan stress oksidatif pada pankreas. Senyawa fenolik juga berpotensi sebagai inhibitor enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase yang dapat menunda proses pencernaan karbohidrat sehingga absorpsi glukosa menurun. Penghambatan enzim tersebut menjadi salah satu cara dalam menjaga kadar glukosa tetap normal terutama setelah makan. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang tinggi senyawa fenolik dapat menekan resiko timbulnya penyakit degeneratif terutama diabetes.
JURNAL REVIEW: KONDISI VBNC (viable but nonculturable) PADA BAKTERI PATOGEN PANGAN GRAM NEGATIF Yesica Marcelina Romauli Sinaga; Ratih Dewanti-Hariyadi; Firman Fajar Perdhana; Tri Isti Rahayu
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2857

Abstract

Bakteri patogen pangan bukan pembentuk spora dapat memasuki kondisi nongrowing ketika berada dalam kondisi yang tidak mendukung pertumbuhannya, seperti kondisi nutrisi rendah, pH rendah, dan suhu rendah. Salah satu bentuk nongrowing bakteri adalah kondisi VBNC (viable but nonculturable). Bakteri dalam kondisi VBNC tidak dapat membentuk koloni pada media agar yang rutin digunakan untuk enumerasi bakteri, meskipun demikian bakteri ini masih memiliki viabilitas (integritas seluler), dan mampu melakukan aktivitas metabolik yang ditandai dengan kemampuan mengekspresikan protein, respirasi, dan adanya aktivitas enzimatik intraseluler. Dalam kondisi VBNC tersebut, bakteri khususnya patogen, yang terdapat di dalam pangan akan menimbulkan bahaya kesehatan. Hal ini mengkhawatirkan, karena metode pengkulturan yang digunakan mengendalikan keamanan pangan diduga tidak mampu mendeteksi bakteri patogen pangan yang berada dalam kondisi VBNC. Estimasi jumlah bakteri patogen pada pangan yang lebih rendah dari sebenarnya, dan kegagalan mengidentifikasi bakteri patogen pada sampel pangan saat dikulturkan pada media agar cawan, menimbulkan bahaya bagi kesehatan, apabila pangan tersebut dikonsumsi. Oleh karena itu, keberadaan kondisi VBNC bakteri patogen pangan perlu dipelajari lebih lanjut.
PERANAN SENYAWA FENOLIK DALAM MENURUNKAN GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Made Gendis Putri Pertiwi; Firman Fajar Perdhana
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2856

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder commonly in developing countries. The number of DM patient increases anual. Oxidative stress conditions is trigger that cause of DM. An imbalance in the amount of Reactive Oxygen Species (ROS) with antioxidants in the body encourages damage to pancreatic beta-cells that can result in decreased insulin secretion. Beside DM treatment is done by injecting insulin or synthetic oral drugs, consumption foods that is rich phenolic compounds can be an alternative in lowering blood glucose. Phenolic compounds are able to act as antioxidant agents that prevent and inhibit the formation of free radicals from lipid peroxidation processes so that they can suppress oxidative stress in the pancreas. Phenolic compounds also have the potential to act as inhibitors of alfa-amylase and alfa-glucosidase enzymes which can delay the digestion of carbohydrates so that glucose absorption decreases. Inhibiting this enzyme is one way to keep glucose level normal especially after eating. Therefore, consumption foods high in phenolic compounds can reduce the risk of developing degenerative diseases, especially diabetes.
JURNAL REVIEW: KONDISI VBNC (viable but nonculturable) PADA BAKTERI PATOGEN PANGAN GRAM NEGATIF Yesica Marcelina Romauli Sinaga; Ratih Dewanti-Hariyadi; Firman Fajar Perdhana; Tri Isti Rahayu
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2857

Abstract

Foodborne pathogens bacteria may enter a nongrowing state under unfavorable conditions for their growth, such as low nutrient, low pH, and low temperature. One of the nongrowing states of bacteria is a viable but nonculturable (VBNC) state. Bacteria in this VBNC condition can not form colony on agar medium daily used for enumeration of bacteria, despite, these bacteria still have viability (cellular integrity), and able to do metabolic activity like the ability to express protein, to respirate, and to do intracellular enzymatic activity. Under the VBNC state, bacteria especially the pathogens which are present in food will raise a health risk. This is worrying, because the culture method used to control food safety is thought unable to detect foodborne pathogens that are in VBNC state. Estimation of the number of pathogenic bacteria in food that is lower than the actual number, and the failure to identify foodborne pathogenic bacteria in food samples when cultured in agar plates, raise health concerns, if the food is consumed. Therefore, the presence of VBNC state in foodborne pathogenic bacteria needs to be studied further.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN DAGING SAPI MENGGUNAKAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) PADA PEDAGANG BAKSO TUSUK KELILING DI LINGKUNGAN KOTA MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT: Identification Of Beef Content Using PCR In Bakso Tusuk Roves Traders In The Mataram City Environment Lalu Unsunnidhal; Firman Fajar Perdhana; Qabul Dinanta Utama; Raudatul Jannah
Pro Food Vol. 9 No. 1 (2023): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan )
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v9i1.312

Abstract

Daging merupakan sumber protein penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Selain itu, dengan gaya hidup perkotaan yang sibuk dan padat, makanan olahan kini menjadi salah satu sumber protein utama dalam menu makanan seseorang. Konsumen bergantung pada pelabelan makanan untuk memutuskan apakah produk daging yang mereka beli aman dan terpercaya. Oleh karena itu, penting untuk memastikan pelabelan makanan dilakukan dengan cara yang benar untuk menghindari penipuan konsumen. Lebih banyak konsumen saat ini yang peduli dengan kualitas dan keamanan makanan daripada sebelumnya. Penelitian ini memaparkan metode untuk mengidentifikasi dan mendeteksi kandungan daging sapi menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 8 produk bakso tusuk dari pedagang keliling di sekitar Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan daging sapi yang digunakan pada produk yang diuji. Temuan penting utama dalam karya ini adalah spesifisitas primer oligonukleotida untuk daging sapi olahan dan penentuan kandungan daging sapi pada bakso tusuk di sekitar Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pengaruh lama pengeringan ampas tahu menggunakan oven dryer terhadap mutu tempe ampas tahu [The effect of drying time of tofu dregs using an oven dryer on the quality of its tempeh] Yarfaryh, Uswatun Hasanah; Handayani, Baiq Rien; Ariyana, Mutia Devi; Perdhana, Firman Fajar; Namira, Afrisha Sekar
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 28, No 2 (2023): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v28i2.120-128

Abstract

Tofu dregs tempeh is tempeh made from by-products of tofu processing. Tofu dregs tempeh contains high water content to exceed the SNI standard. The objective of this research was to determine the effect and the best result of drying time using an oven dryer at 60oC on the quality of tofu dregs tempeh. The method used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) with seven treatments drying times 0, 15, 30, 45, 60, 7, and 90 minutes at 60oC. Significant difference data were tested for parameters of chemical quality (water content and water activity), and microbial quality (total microbial, mold mass, and mycelium area).  A drying time of 60 minutes is recommended as the best treatment to produce tofu dregs tempeh with the following characteristic of 61.77% water content which has met the requirement of SNI No. 3144:2015; 0.82 water activity (Aw); 5.89 log CFU/g total microbial; 1.72% mold mass and; 30.66% mycelium area.
Tren, Inovasi, dan Keberlanjutan dalam Mathematical Modelling untuk Food Science: Analisis Bibliometrik 2014–2024 Afriansyah, Dilla; Perdhana, Firman Fajar; Zahra, Khoiruz; Adriani, Ika Reskiana
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 6 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v6i2.8078

Abstract

Mathematical Modelling is an essential tool in various aspects of Food Science, particularly in addressing complex challenges such as production process optimization, shelf-life prediction, food waste management, and food safety assurance. This article aims to provide an in-depth analysis of research trends in Mathematical Modelling within Food Science during the 2014–2024 period, based on 350 documents indexed in Scopus. A bibliometric approach was employed using VOSviewer to map keyword relations, collaboration patterns among researchers, and geographical distribution of studies. The results revealed four main clusters of research topics: food safety and disease (Blue Cluster), sustainability and environmental issues (Red Cluster), prediction and process optimization (Yellow Cluster), and technology and innovation in food processing (Green Cluster). These findings underline the critical role of Mathematical Modelling in tackling global food challenges. This article provides recommendations to expand international collaborations and explore artificial intelligence integration in Mathematical Modelling research for food in the future. Keywords: Bibliometrix, Food Science, Mathematical Modelling
Introduksi Teknologi Pengemasan Vakum sebagai Upaya untuk Meningkatkan Masa Simpan Produk di Kawasan Wisata Kuliner Sate Kelurahan Rembiga Ariyana, Mutia Devi; Widyastuti, Sri; Amro, Moegiratul; Rahayu, Tri Isti; Perdhana, Firman Fajar; Handayani, Baiq Rien; Sinaga, Yesica Marcelina Romauli; Weriningsih, Wiharyani; Zuhdia, Lalu Diani; Wati, Husnul
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2328

Abstract

Kelurahan Rembiga merupakan kawasan wisata kuliner dengan aneka sate tradisional di Kota Mataram. Para pedagang sate di Kelurahan Rembiga mengemas produk secara konvensional sehingga tidak memiliki umur simpan yang panjang. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman pentingnya pengemasan produk dan memperkenalkan teknologi pengemasan vakum pada produk sate. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Rembiga, Kota Mataram dengan peserta dari pemilik dan karyawan UMKM sate Rembiga. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan terlaksana dengan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai teknologi pengemasan vakum pada produk sate dalam aspek definisi pengemasan vakum (64%), tujuan pengemasan vakum (44%), jenis produk kuliner yang sesuai dikemas dengan secara vakum (71%), prinsip pengemasan vakum (73%), langkah-langkah pengemasan vakum (73%), dan masa simpan produk kemasan vakum (64%). Keterampilan peserta dalam mengoperasikan portable vacuum sealer mengalami peningkatan 94,47%. Ketertarikan mitra untuk menerapkan metode pengemasan vakum pada produk sate juga meningkat hingga 73%.
Co-Authors A Yuniastuti Adriani, Ika Reskiana Afni, Nur' Agriananta Fahmi Hidayat Agus Supinganto Ahmad Alamsyah Alfu Laily Alfu Laily Amaliah, Wenny Amaliyah, Wenny Amaro, Moegiratul Amro, Moegiratul Amuddin Amuddin Anggraini, Ines Marisya Dwi Ansar Ansar Antesty, Sella Apriani, Tindih Ardo, Laela Atik Sunarmi Attar Riza Maulana Baiq Haulia Ariyanti Baiq Haulia Ariyanti Baiq Rien Handayani Baiq Rien Handayani, Baiq Rien Cicilia, Siska Devi Ariyana, Mutia Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati Dilla Afriansyah Dilla Afriansyah Dina Supriani Dody Handito, Dody Dona Ulpa Elya Antariksana Bachmida Emi Pertiwi Endang Purnama Dewi Erika Yuliana Pratiwi Fakhrul Irfan Khalil Fakhrul Irfan Khalil Febriandito, Muhammad ‘Aidil Firda Yanti Tanjung Firdha Yanti Tanjung Fitri Inayati Fitri Inayati Fitry Hasan Wau Fuad Sauqi Isnain Fuad Sauqi Isnain Gagasage Nanaluih De Side Hanifah Ayu Hanna Salsabila Ramzi Hary Kurniawan Hary Kurniawan Hermansyah Hermansyah Hidayatun Nisa Hijayanti, Yatmi I Kadek Widi Widiastawan I Wayan Sweca Yasa Idayanti, Fitri Imam Maliki Ince Siti Wardatulatifah S Ince Siti Wardatullatifah S Ines Marisya Dwi Anggraini Ines Marisya Dwi Anggraini Ingka Wira Yuda Iqlima Khaerunnisa Iqlima Khaerunnisa Ismi Asmawati Isnaini Puspitasari Isnaini Puspitasari Joko Sumarsono Joko Sumarsono Kirtiyani, Ni Kadek Ayu Astiti Lalu Unsunnidhal Lalu Unsunnidhal Lalu Unsunnidhal Lalu Unsunnidhal Lingga Gita Dwikasari Lingga Gita Dwikasari Lingga Gita Dwikasari, Lingga Gita Lulu Diani Zuhdia Lulu Diani Zuhdia Lumbessy, Salnida Yuniarti M.Azhar Mustafid Made Gendis Putri Pertiwi Made Gendis Putri Pertiwi Made Gendis Putri Pertiwi Made Gendis Putri Pertiwi Made Gendis Putri Pertiwi Made Gendis Putri Pertiwi Made Gendis Putri Pertiwi Made Gendis Putri Pertiwi Putri Pertiwi Marisya Dwi Anggraini, Ines Mey Rizka R. Putri Mey Rizka R. Putri Miraj Fuadi Mi’raj Fuadi Mi’raj Fuadi Mi’raj Fuadi Moegiratul Amaro Moegiratul Amaro Muammar Bima Fahlevi Muhammad Rizqi Alfian Muhammad Zikro Muhammad ‘Aidil Febriandito Muhammad ‘Aidil Febriandito Mulia Aridho Mulia Aridho Murad Murad Murad Murad, Murad Mutia Devi Ariyana Mutia Devi Ariyana Mutia Devi Ariyana Mutia Devi Ariyana Mutia Devi Ariyana Mutia Devi Ariyana, Mutia Devi Namira, Afrisha Sekar Neyla Vista Maramy Nila Susila Wati Nila Susila Wati Nindya Farah Dilla Harpama Ningsi Ningsi NK Dewi Novia Rahayu Nur Hamizah Abdul Ghani OKI SAPUTRA Oki Saputra Pertiwi, Made Gendis Putri Putri Sulhana El Fiesha Balqis Qabul Dinanta Utama Rachmayani, Ika Rahmat Sabani Rahmat Sabani Rasyda, Riezka Zuhriatika Ratih Dewanti -Hariyadi Raudatul Jannah Raudatul Jannah Rendi Gunawan Rendi Gunawan Revata Anwar Reza Kusuma Nurrohman Riani Riani Rini Nofrida Rini Nofrida Risna Lestari Risna Lestari Rizal Fahmi Rizal Fahmi Rizki Muhammad Ibnu Sabilillah Rizki Muhammad Ibnu Sabilillah Rosnah Shamsudin Rossy Fortuna Rozal Ilham Rucitra Widyasari S., Ince Siti Wardatullatifah Sabir Sabir Salnida Yuniarti Lumbessy Saparudin Saparudin Satrijo Saloko Satrijo Saloko Sella Antesty Setyaning Pawestri Setyaning Pawestri Setyaning Pawestri Setyaning Pawestri Setyaning Pawestri Setyaning Pawestri Sri Widyastuti Sri Widyastuti Suharmanto Suharmanto Sukma, Dinda Galuh Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Surya Ananda Firmansyah Tri Isti Rahayu Tri Isti Rahayu Tri Isti Rahayu Tri Isti Rahayu, Tri Isti Unsunnidhal, Lalu USWATUN HASANAH Vrisco Harjanto Wardatullatifah , Ince Siti Wardatullatifah S., Ince Siti Wati, Husnul Wayan Sweca Yasa Wenny Amaliah Weriningsih, Wiharyani Wiharyani Werdiningsih Wiharyani Werdiningsih Wiwin Apriyanditra Yarfaryh, Uswatun Hasanah Yasa, I Wayan Sweca Yeni Sulastri Yeni Sulastri Yesica Marcelina Romauli Sinaga Yesica Marcelina Romauli Sinaga Yuhendra AP Zahra, Khoiruz Zalila, Nurfatin Zanariah Mohd Dom Zuhdia, Lalu Diani Zuhdia, Lulu Diani Zuhriatika Rasyda, Riezka Zulfiana Jayanti