p-Index From 2021 - 2026
8.831
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Politika: Jurnal Ilmu Politik Jurnal Pekommas Jurnal Ilmu Komunikasi Menara Riau: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat Islam Channel : Jurnal Komunikasi ProTVF JOIV : International Journal on Informatics Visualization J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung PRofesi Humas Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Naditira Widya JWP (Jurnal Wacana Politik) Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Semiotika: Jurnal Komunikasi EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Gelar : Jurnal Seni Budaya Lakon Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang Diakom : Jurnal Media dan Komunikasi Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Profetik Jurnal Rupa Simulacra Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Jurnal Riset Komunikasi Kajian Jurnalisme MULTINETICS Jurnal Manajemen Komunikasi DIALEKTIKA Journal of Media and Communication Science (JcommSci) Jurnal Pakarena International Journal of Communication and Society Spirit Publik : Jurnal Administrasi Publik Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal La Sociale Ilomata International Journal of Social Science ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Indonesian Journal of Social Science Research Jurnal Inovasi dan Kreativitas (JIka) International Journal Software Engineering and Computer Science (IJSECS) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Journal International of Lingua and Technology Jurnal Signal eProceedings of Management Journal of Community Services: Sustainability and Empowerment Naditira Widya Proceeding of International Conference on Art, Media, and Culture (ICAMAC) Jurnal Studi Islam dan Sosial Journal of Information System & Business Management (ISBM) Jurnal Manajemen Maranatha Jurnal Ilmu Siber Journal of Communication, Business and Social Science (JCOBS)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ProTVF

Nasionalisme Dalam Narasi Cerita Film (Analisis Narasi Tzvetan Todorov Pada Film Habibie & Ainun) Azis Maulana; Catur Nugroho
ProTVF Vol 2, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1578.595 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v2i1.12042

Abstract

Sebagai sebuah karya seni, film merupakan hasil dari proses kreatif berbagai unsur, di antaranya teater, seni musik, seni rupa, seni suara, dan teknologi dengan kekuatan gambar sebagai bentuk visualisasi. Penyampaian pesan film untuk penonton dapat dilihat dari sudut pandang narasi yang digunakan. Hal ini dikarenakan narasi berkaitan dengan cara bercerita, cara sebuah fakta dalam film disajikan atau diceritakan kepada penonton. Tzvetan Todorov memiliki teori narasi yang mengatakan bahwa sebuah film atau cerita memiliki bagian. Film Habibie & Ainun menjadi film yang paling banyak ditonton di antara film-film sejenis yang ada di Indonesia. Jumlah penonton bioskop film Habibie & Ainun hingga saat ini telah mencapai 4,5 juta penonton dan menduduki peringkat ketiga untuk film dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip nasionalisme dalam narasi cerita film Habibie & Ainun dilihat dari analisis narasi pada bagian cerita awal, tengah dan akhir film. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Habibie & Ainun merupakan film yang mengandung prinsip nasionalisme. Prinsip nasionalisme yang terlihat dalam narasi cerita awal yaitu prinsip kepribadian dan prestasi. Pada narasi cerita tengah terdapat semua prinsip nasionalisme yaitu kesatuan, kepribadian, kesamaan, kebebasan dan prestasi. Terakhir, prinsip nasionalisme pada narasi cerita meliputi prinsip persatuan dan kepribadian.
RELASI KUASA MEDIA DAN ISU GENDER DALAM PROGRAM TELEVISI DI INDONESIA Catur Nugroho
ProTVF Vol 2, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.786 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v2i2.20816

Abstract

Media saat ini bukan lagi sebagai media penyampai pesan (mediasi) tetapi telah menjadi media yang mempengaruhi opini dan sikap masyarakat (mediatisasi). Media massa akan bergerak dinamis diantara pusaran-pusaran kepentingan yang sedang bermain, baik kepentingan ekonomi, sosial maupun politik. Media di Indonesia banyak dikuasai konglomerat media yang memiliki banyak perusahaan media dalam berbagai platform, baik berupa media mainstream maupun media baru. Hanya sedikit media di Indonesia yang merupakan perusahaan media diluar konglomerasi media, salah satunya adalah media televisi NET.TV. di tengah persaingan bisnis media di Indonesia yang sangat ketat, NET.TV hadir memberikan warna baru dalam dunia pertelevisian dengan mengusung semangat anak muda dan generasi masa kini. Penelitian ini menganalisis salah satu program acara NET.TV yang merupakan program talkshow, yaitu Satu Indonesia, episode Sultan Hamengkubuwono X. Dengan menggunakan metode analisis wacana kritis model Norman Fairclough, penelitian ini mencoba membongkar wacana tentang feminisme yang dikonstruksi NET.TV dalam tayangan programnya. Dari berbagai alat kebahasaan yang digunakan NET.TV dalam program acara dialog “Satu Indonesia” episode Sultan hamengku Buwono X, terdapat tiga alat yang menandai representasi tokoh yang terlibat dalam acara ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kebahasaan berupa diksi, penggunaan kalimat, dan pemilihan tata bahasa yang digunakan NET.TV telah menempatkan tema mengenai suksesi kepemimpinan di Yogyakarta yang berkaitan dengan isu kesetaraan gender sebagai sesuatu yang tak perlu dirisaukan seluruh kalangan masyarakat. Selain  itu aspek kebahasaan juga telah menempatkan tokoh Sultan dan institusi keraton dan Gubernur dalam representasi yang positif. Hal ini erat kaitannya dengan penggunaan bahasa dan penguasaan wacana menjadi alat bagi penguasa untuk melanggengkan hegemoninya.
Co-Authors Adlina Ghassani Ainun Soffani Aisyah Nurul Kusumastuti Aminuyati Amylia Meilani Annisa, Dennisa Teguh April Lia Hananto Aryanto, Dhanu Astari, Dewa Ayu Cistaning Astri Wulandari Atwal Arifin Azis Maulana Bambang Sunarto Bukhori, Rora Arviana Chairunnisa Widya Priastuty Christianto Richardus, Wisma Nugraha Cian Ramadhona Hassolthine Cistaning, Dewa Ayu Deddy Prihadi Deni Hardianto Devi Tassya Tiara Anggreini Dewa Ayu Cistaning Dewa Ayu Cistaning Astari Dien Noviany Rahmatika Durahman, Dudung Eichler, Luiz Emanuela Athalia Febriansyah, Delfin Firman Pribadi Freddy Yusanto Gema Nusantara Bakry Ghema Ajis Saputra Habibi, Burhan Yusuf Hadi Purnama Hadiniyati, Ghina Handriyotopo Handriyotopo Hasan, Yassar Henny Yulianti Huda, Muhammad Chairul I Putu Handara Widya P Ilham Pria Kusuma Ilman Kadori Indra Hutami Irawan, Bei Harira Isnata, Dita Jaka Waskita Jasmine Alya Pramesthi Justicia Chantika Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Kharisma Nasionalita Kusuma, Ilham Pria Lestari, Dannisa Maulita Martha Tri Lestari Mekeng , Ambros Magnus Rudolf Meyrawati A, Octania Miswadi Miswadi Moch Yunus Kholis Mochamad Afi Adani Moh Faidol Juddi Muchammad Wahyu Adiyanto Mufti Arief Arfiansyah Muhammad Ray Febriano Muna, Fatimath Muslihudin, Muslihudin Mutaqin, Yudha Ibnu Nastain, M Nastain, M. Nastain, Muhamad Nova Nafisatul Maula Nugraha, Pulung Wicaksana Nugraha, Wisma Ch. R. Nur Asma Robiatul Adawiyah Octavia, Dilla Olivya Naldi Permata, Dela Cahyaning Prasetya, Muhamad Anjas Prasodjo, Matias Pratama, Rifta Alifia Putra Pujiono, Bagong Putu Isma Saraswati Qathrunnada, Zalfa Rahmayani, Audina Reformasi, Era Revina, Angelia Rizca Haqqu Roro Retno Wulan Sandi, Kadia Saskita Anzelia Indrawati Shania Nurul Syarifa Silva, Tiago Silvina Novia Purwandari Soleman, Soleman Soni Sadono Sugeng Bayu Wahyono Sugeng Nugroho Sunoto, Noto Susanto, Noto Susilawati, Agnes Dwita Syahid Abdullah Syilfa Fakhira Syilfa Fakhira Tambunan, William Jeans Tatik Harpawati Topik Mulyana Tukino, Tukino Ucuk Darusalam Wa Ode Suci Rahmayani Wibowo, Adi Kusna Wulandari, Arieska Wulandari, Astri Yassar Hasan Yoga Walanda Caesareka Yoga Yogi Kurniawan Zalfa Qathrunnada