Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Cyberbullying Pada Siswa di SMA X Kota Bandung Intan Ayudhita Syena; Taty Hernawaty; Anita Setyawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.679 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan internet pada remaja tidak hanya berdampak positif melainkan juga dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya yatu cyberbullying. Seseorang yang terlibat cyberbullying memiliki dampak, seperti perasaan cemas, malu dan marah, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian cyberbullying pada siswa di SMA X Kota Bandung. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi yang dilibatkan berjumlah 743 siswa dari kelas X dan XI di SMA X Kota Bandung. Berdasarkan teknik stratified random sampling didapatkan 260 siswa sebagai sampel penelitian. Pada penelitian ini menggunakan instrumen cyberbullying dari teori yang digunakan oleh peneliti sendiri berdasarkan teori Willard (2007). Data dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 93,1% responden terlibat cyberbullying dan 6,9% tidak terlibat cyberbullying (n=260). Dari responden yang terlibat cyberbullying sebanyak 93,1% (242 siswa) terdapat 4,1% (10 orang) sebagai pelaku, 17,0% (41 orang) sebagai korban, dan 78,9% (191 orang) sebagai pelaku dan korban. Berdasarkan bentuk yang paling banyak terjadi pada responden sebagai pelaku, korban serta pelaku dan korban yaitu bentuk Flaming (41,0%) sedangkan paling sedikit yaitu Cyberstalking (14,9%). Simpulan dari penelitian ini sebagian besar siswa terlibat cyberbullying yang menjadi pelaku dan juga sekaligus menjadi korban, sehingga menimbulkan dampak yang mempengaruhi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya tindak lanjut dari perawat dalam menangani dampak dari masing-masing bentuk cyberbullying khususnya pada kondisi fisik dan psikologisnya. Perawat dapat melakukan penanganan seperti manajemen marah, mengatasi kecemasan dan cara meningkatkan koping yang baik. Kata Kunci: Cyberbullying, Media Sosial, Remaja ABTRACT Background. Internet using in adolescents not only have a positive impact, but also can have a negative impact, one of which is cyberbullying. Someone who involved in cyberbullying has an impact such as feeling embarrassed, anxious and angry, so this research aims to describe the incidence of cyberbullying in students at Senior High School X in Bandung City. The design of this study was a quantitative descriptive methods. The population involved amounted to 743 students from class X and class XI at Senior High School X in Bandung City. Based on the stratified random sampling technique obtained 260 students as the research sample. This research using a cyberbullying instrument from the theory used by the researchers themselves based on Willard's (2007) theory. This study used univariate analysis, so the data were analyzed descriptively and statistically by frequency distribution. The results of this research indicate that 93.1% of respondents involved cyberbullying and 6.9% were not involved in cyberbullying (n=260). Of the repondents involved in cyberbullying 93.1% (242 students) there were 4.1% (10 people) as perpetrators, 17.0% (41 People) as victims, and 78.9% (191 people) as perpetrators and victims. Based on the form, the most occurred to respondents as perpetrators, victims, and perpetrators and victims, namely Flaming form (41.0%) while the least namely Cyberstalking form (14.9%). The conclusions from this research are that most students are involved in cyberbullying as perpetrators and also at the same time become victims, so it can causing an impact. This condition shows that there is a need from nurses's help for follow up this cases in dealing with the impact of each form of cyberbullying especially on their physical and psychological conditions. Nurses can handle such things as anger management, overcoming anxiety and ways to improve coping well. Keywords: Cyberbullying, Social Media, Teenagers
HEALTH BEHAVIOUR PADA PEREMPUAN USIA SUBUR DALAM MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI Widiasih, Restuning; Setyawati, Anita
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2018): May 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.622 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i1.17

Abstract

AbstrakIndonesia masih tertinggal dalam banyak aspek kesehatan reproduksi khususnya pada perempuan. Upaya-upaya promosi dan prevensi kesehatan perempuan pada kelompok perempuan sehat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kondisi kesejahteraan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya promosi kesehatan dan prevensi timbulnya penyakit pada kesehatan reproduksi perempuan usia subur. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif, jumlah sampel 51 perempuan di Wilayah Cikutra, instrument penelitian berupa kuesioner tentang aktivitas perempuan dalam menjaga kesehatan reproduksi. Cara pengumpulan data dilakukan langsung pada responden, data dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan upaya perempuan menjaga kesehatan reproduksi bervariasi yaitu seluruh responden mengikuti program keluarga berencana, menjaga kesetiaan pada pasangan dan upaya untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga dilakukan oleh sebagian besar responden. Disisi lain sedikit perempuan melakukan upaya pencegahan penyakit infeksi sistem reproduksi, dan upaya pencegahan penyakit kanker payudara dan kanker cerviks. Kesimpulan, upaya perempuan menjaga kesehatan reproduksi belum maksimal, perlu perhatian yang lebih dari pemerintah untuk lebih memfasilitasi perempuan dalam meningkatkan kesehatan dan pencegah penyakit reproduksi. Kata kunci; Promosi kesehatan; Pencegahan penyakit; Kesehatan reproduksi perempuan Abstract Please Reproductive Health Behaviour amongst Women of Reproductive Age. Women’s reproductive health in Indonesia is still under expectation. Women’s health promotion and illness prevention programmes are significant to improve women’s wealthiness, in particular, their reproductive health. The objective of this study was to determine women’s health behavior related to health promotion and illness prevention in reproductive diseases and issues. this study applied the descriptive qualitative approach that involved 51 women from sub-district Cikutra, Bandung. Respondents filled in a questioner about women’s health behavior in health promotion and illness prevention related to reproductive health. The data were analyzed using distribution frequency. This study found that all respondents participated in the family planning programmes (100%), the majority of respondents were faithful to their partner (92%), and they understood how to deal with domestic violence (75%). While less of women did illness prevention or screening related to infection of the reproductive system (31%), and breast and cervical cancer (35% and 39%, respectively). Women’s reproductive health behavior is not maximum yet. the Indonesian government needs to provide more attention, facilities, and programmes to enhance women’s health behavior in women’s reproductive health promotion and illness prevention. Keywords: health promotion, illness prevention, women’s reproductive health 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI INDONESIA Setyawati, Anita; Widiasih, Restuning; Ermiati, Ermiati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2018): May 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.948 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i1.38

Abstract

AbstrakPreeklampsia adalah kelainan multisistemik spesifik pada kehamilan yang ditandai oleh timbulnya hipertensi dan proteinuria setelah umur kehamilan 20 minggu. Kondisi yang terjadi pada kasus preeklampsia perlu ditangani dengan tepat karena preeklampsia dapat menimbulkan komplikasi yang serius pada ibu dan janin. Sementara itu, hingga saat ini penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti. Namun demikian, beberapa penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia. Sehingga, studi literatur ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan preeklampsia berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Indonesia. Studi literatur ini dilakukan dengan cara melakukan pencarian artikel pada google cendekia, pengkategorian artikel sesuai kriteria inklusi, dan analisis artikel. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah : faktor-faktor dan preeklampsia. Pada pengaturan lanjutan ditentukan artikel yang dicari adalah artikel pada tahun 2008-2018. Dalam pencarian tersebut didapatkan 887 artikel. Kriteria inklusi yang digunakan dalam pencarian artikel adalah : (1) artikel berisi tentang kejadian preeklampsia di Indonesia, (2) kata kunci yang digunakan dalam pencarian ada dalam judul artikel, dan (3) rancangan penelitian dalam artikel menggunakan case control design. Berdasarkan kriteria inklusi tersebut, maka didapatkan 10 artikel yang dapat dianalisis untuk studi literatur ini. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, telah teridentifikasi bahwa faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia adalah karakteristik ibu, riwayat kehamilan, berat badan, riwayat penyakit kronis, pengetahuan, dan riwayat kontrasepsi. Faktor-faktor resiko yang telah teridentifikasi ini diharapakan dapat digunakan sebagai dasar untuk menganalisis program pencegahan preeklampsia dan menentukan penatalaksanaan yang lebih tepat pada ibu hamil dengan preeklampsi di Indonesia. Kata kunci: faktor, preeklampsiaAbstractLiterature Study: Related Factors With Preeclampsia Events In Indonesia. Preeclampsia is a specific multisystemic disorder in pregnancy characterized by the onset of hypertension and proteinuria after 20 weeks' gestation. Conditions that occur in cases of preeclampsia need to be handled appropriately because preeclampsia can cause serious complications in the mother and fetus. Meanwhile, until now the cause of preeclampsia is not known for certain. Nevertheless, several studies have identified factors associated with the incidence of preeclampsia. Thus, this literature study was conducted to identify factors related to preeclampsia based on the results of studies that have been conducted in Indonesia. This literature study is done by doing an article search on google scholar, categorizing articles according to inclusion criteria, and article analysis. The keywords used in article search are: factors and preeclampsia. In the advanced settings specified article sought is an article in 2008-2018. In this search 887 articles were obtained. The inclusion criteria used in article search are: (1) articles containing the incidence of preeclampsia in Indonesia, (2) the keywords used in the search are in the title of the article, and (3) the research design in the article using case control design. Based on the inclusion criteria, 10 articles can be analyzed for this literature study. Based on the analysis that has been done, has been identified that risk factors associated with the incidence of preeclampsia are mother characteristics, pregnancy history, body weight, history of chronic diseases, knowledge, and history of contraception. These identified risk factors are expected to be used as a basis for analyzing prevention programs of preeclampsia and establishing more appropriate management in pregnant women with preeclampsia in Indonesia. Keywords: factor, preeclampsia
PENGETAHUAN, SIKAP DAN KESIAPAN MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS DALAM PENERAPAN EVIDENCE BASED PRACTICE Harun, Hasniatisari; Herliani, Yusshy Kurnia; Setyawati, Anita
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.109 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i2.309

Abstract

Kebutuhan perawat profesional dapat dicapai melalui program profesi ners yang merupakan bagian dari program pendidikan keperawatan, dimana didalamnya terjadi proses pembelajaran klinik untuk menciptakan perawat profesional yang kompeten. Salah satu peran perawat professional adalah terus mengupdate keilmuan dengan cara menelaah jurnal terbaru untuk mengekplorasi intervensi keperawatan terbaik bagi pasien sehingga mendapat hasil yang optimal. Mahasiswa program profesi ners pada saat jenjang pendidikan perkuliahan telah terlatih untuk menelaah kasus dengan menggunakan metode EBP, namun belum terdapat evaluasi terkait pemahaman mahasiswa terhadap metode tersebut serta penerapannya pada tatanan praktik klinik. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengetahuan, sikap dan kesiapan mahasiswa dalam penerapan evidence based practice (EBP) pada pasien kelolaan di stase keperawatan medikal bedah.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa program profesi ners yang sedang menjalankan praktik klinik dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling, yaitu sebanyak 120 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Evidence Based Practice Questionnaire (EBPQ) dengan menggunakan analisis deskriptif (frekuensi, persentase, rata-rata, dll)Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan mahasiswa pada konsep Evidence based practice adalah baik sebanyak (68%), sebagian besar responden memiliki sikap yang positif (85%) dan lebih dari setengah responden mempunyai kesiapan yang cukup sebanyak (59%). Temuan hasil penelitian ini adalah penting untuk rekomendasi masukan terkait mengembangkan bahan ajar pada lingkup pendidikan keperawatan terkait praktik keperawatan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk pasien
Karakteristik dan Efikasi Diri Keluarga Pasien dengan Infark Miokard Herliani, Yusshy Kurnia; Harun, Hasniatisari; Setyawati, Anita; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.796 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.423

Abstract

Infark miokard menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan tingginya angka kematian dan kecacatan di Indonesia. Perkembangan pengobatan telah banyak terbukti menurunkan angka kematian akibat infark mioard. Dukungan keluarga diperlukan untuk mengoptimalkan penderita patuh terhadap pengobatan dan menjalankan pola hidup sehat sebagai bagian dari rehabilitasi jantung. Efikasi diri menjadi penting dalam memberi dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran karakteristik dan efikasi diri keluarga pasien dengan infark miokard di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang melibatkan 60 anggota keluarga pasien dengan infark miokard yang dirawat di CICU dan HCCU Rumah Sakit Hasan Sadikin. Prosedur pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling dan responden diminta untuk mengisi kuesioner. Hasil penelitian ini, usia rata-rata anggota keluarga pasien adalah 45,58 tahun dan mayoritas berjenis kelamin  perempuan. Hampir setengah dari keluarga pasien memiliki tingkat pendidikan SMA dan lebih dari setengah pasien memiliki riwayat keluarga terkait dengan penyakit jantung. Mayoritas anggota keluarga pasien tidak memiliki pengalaman dalam merawat pasien penyakit jantung sebelumnya. Skor rata-rata efikasi diri anggota keluarga untuk merawat pasien adalah 6,55. Kesimpulannya, memberikan intervensi kepada pasien dan keluarga sangat penting untuk meningkatkan efikasi keluarga dalam merawat pasien infark miokard pasca serangan. Kata kunci: Efikasi diri, infark miokard, karakteristik keluarga  Abstract Characteristics and Self-Efficacy of Family Care Giver of Patient with Myocardial Infarction in Indonesia. Myocardial infarction is one of the diseases that cause high mortality and disability in Indonesia. The development of treatment has been shown to reduce the incidence of death due to myocardial infarction. Family support is essential to optimize the patient's adherence to treatment and promote a healthy lifestyle as part of cardiac rehabilitation. Self-efficacy is important in providing family support. This study aimed to provide an overview of the characteristics and self-efficacy of family of patients with myocardial infarction in Indonesia. This study was a quantitative descriptive study involving 60 family members of patients with myocardial infarction hospitalized at CICU and HCCU in Hasan Sadikin Hospital. The sampling procedure in this study used convenience sampling techniques and respondents were asked to fill out a questionnaire. The average age of the patient's family members was 45.58 years and the majority was female. Nearly half of patients' families have high school education levels and more than half of patients have a family history of heart disease. The majority of patients' family members have no experience in treating heart disease patient previously. The average score for self-efficacy of family members to treat patients is 6.55. Conclusions is giving intervention to patients and families is very important to improve family efficacy in treating patients with myocardial infarction after an attack. Keywords: Self-efficacy, myocardial infarction, family characteristics
STUDI LITERATUR : SCOPING REVIEW GAMBARAN FAKTOR DALAM PREHOSPITAL DELAY PADA PASIEN STROKE Hakiki, Siti Nur; Cecep Eli Kosasih; Anita Setyawati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.475 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i2.869

Abstract

ABSTRACTPrehospital delay in stroke patients occurs after 3-4.5 hours after onset, which can lead to worsening patient's condition if not treated quickly. Prehospital delay influenced by various factors, the aim of this study was to determine the factors of prehospital delay in stroke patients.This study was done with scoping review method by using Google Scholar, Pubmed, Sciencedirect, Ebsco and Researchgate database. The steps of this study consisted of: 1) Questions Identification, 2) Articles Identification, 3) Articles Screening, 4) Data Mapping, 5) Results Compilation, and 6) consultation. 1599 articles were selected based on titles, abstracts, contents, and results according to the inclusion criteria and objectives of this literature study. The screening results were translated into a literature review chart so that 13 articles were obtained and were further analyzed using JBI Critical Appraisal. Inclusion criteria defined were: full text articles, focus of discussion on factors of prehospital delay in stroke patients, as well as population and samples of stroke patients that were over 18 years and/or their family.         This scoping review showed factors that affected prehospital delay in stroke patients were respondent characteristics, distance traveled, stroke symptoms, transportation system, treatment facility, and stroke awareness. An effective transportation system, proper recognition of stroke symptoms, good stroke awareness supported by education and income levels can prevent prehospital delay in stroke patients. However, further research is needed to thoroughly examine the effect these  factors on the prehospital delay in stroke patients. Keyword:  Adult Stroke, Prehospital Delay, Stroke PatientsBibliography         : 77, 1978-2020
THE USE OF COMPLEMENTARY THERAPIES IN CHILDREN AND ADOLESCENTS WITH CANCER : A LITERATURE REVIEW Setyawati, Anita; Mirwanti, Ristina; Nuraeni, Aan
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.907 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i2.941

Abstract

Children and adolescents with cancer can experience unpleasant experiences, such as pain, anxiety, fatigue, sleep disturbances, balance disorders, and even mental, behavioral, and emotional disturbances. These negative experiences lead to decrease in quality of life. A recent research indicates that complement therapies can reduce the terrible effects of cancer. So this literature study aimed to identify the use of complementary therapies in children and adolescents with cancer. This study was a literature review that begins with a search for articles on digital databases, Science Direct and Google Scholar, using the keyword "complementary therapy AND cancer AND adolescents". The inclusion criteria in this study were articles published in 2010-2020, full text, research results, in English, and contained about the use of complementary therapies in children and adolescents (0-18 years) with cancer. Total of 12 articles were analyzed in this literature study. The results of this study showed there are four groups of complementary therapies for children and adolescents with cancer. Complementary and alternative medicine in general, cutaneous stimulation (massage therapy and acupressure), art therapy (group art therapy and creative art therapy), as well as body and mind therapy (eurythmy therapy and yoga), have both physiological and psychological effects. These four therapeutic groups can elicit physiological and psychological responses in children and adolescents with cancer. Patients can feel a reduction in the discomfort. Based on the results of this literature review, nurses and patients' families are expected to provide complementary therapies in the care of children and adolescents with cancer.
Collaborative Management to Reduce Intracranial High Pressure in Patients in the Intensive Care Unit (ICU) Cecep Eli Kosasih; Anita Setyawati; Nisrina Nabila Heryana; Tati Sumarni; Tjong Veren Veronica
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.944 KB)

Abstract

Intracranial pressure is pressure in the head cavity which if increased will cause several problems, these include disturbances in cerebral perfusion pressure and cerebral blood flow. The purpose of this study was to find out how collaborative nursing interventions deal with the increase in ICT in the ICU. The study used a scoping review and article search approach using the PRISMA guidelines and the Cochrane handbook. The article search strategy uses keywords identified based on the PCC framework consisting of ICU patients (population); collaborative nursing intervention (concept); and increased intracranial pressure (context). The keywords used are “intensive care unit patient” OR “ICU patient” AND “collaborative nursing intervention” AND “increased intracranial pressure” OR “ICP”. The total search results for articles in databases PubMed, EbscoHost, SpringerLink, and academic searching engine Google Scholar. After doing this, it was found that 9 articles were used, and contained 5 types of intervention, namely head up with an elevation angle, mechanical ventilation, osmotherapy, hypothermia, and hypertonic saline. The five interventions were found to be effective in reducing ICP for patients treated in the ICU.
Pengaruh Faktor Maternal terhadap Insidensi Stunting pada Anak Balita di Negara Berkembang: Narrative Review Henny Suzana Mediani; Anita Setyawati; Sri Hendrawati; Ikeu Nurhidayah; Nuraziza Fatturahmi Firdianty
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4160

Abstract

Stunting merupakan masalah gangguan nutrisi pada anak yang masih menjadi fokus perhatian secara global  karena berpengaruh terhadap kualitas anak di masa depan. Tujuan review artikel ini untuk menganalis faktor maternal yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di negara berkembang. Desain yang digunakan adalah narrative review dengan database terdiri dari PubMed, Science Direct, EBSCOhost, serta search engine Google Scholar. Kata kunci dalam penelitian ini menggunakan boolean frase. Kriteria inklusi pada narrative review ini yaitu children stunting, pregnant women, maternal factors. Hasil telaah literatur didapatkan 1.160 artikel, dan yang memenuhi kriteria hanya 16 artikel. Hasil penelaahan literatur didapatkan 7 faktor maternal yang berkontribusi insidensi stunting pada anak balita di negara berkembang antara lain pendidikan formal ibu, body mass index (BMI) ibu, tinggi badan ibu, usia ibu, antenatal care, kesehatan mental ibu, dan niat kehamilan. Faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap penurunan gen dan perawatan pada anak stunting. Kejadian stunting pada anak balita di negara berkembang sebagian besar terjadi karena faktor maternal dan antenatal care. Model pencegahan stunting yang berbasis pada masyarakat dan keluarga menjadi salah satu alternatif untuk menurunkan stunting pada anak.
The Effect of Supplementation on Pregnancy for Preventing Preeclampsia: A Literature Review Anita Setyawati; Ermiati Ermiati; Yusshy Kurnia Herliani; Hasniatisari Harun
Padjadjaran Acute Care Nursing Journal Vol 1, No 3 (2020): Padjadjaran Acute Care Nursing Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.6 KB) | DOI: 10.24198/pacnj.v1i3.28879

Abstract

Background: Preeclampsia increases maternal and perinatal morbidity and mortality. Previous studies found that vitamin D, L-arginine, folic acid, or phytonutrient in supplementation form play a role in reducing the incidence of preeclampsia. Objective: This study aimed to investigate the effect of supplementation on pregnancy for preventing preeclampsia.Method: The search strategy was conducted through CINAHL and Medline databases. Five hundred twenty-two articles were retrieved using ‘preeclampsia in pregnancy’ and ‘prevention’ keywords. Further, screening was carried out and resulted in 47 articles. In the end, five articles were included. To be eligible, the articles should be research articles, published from 2009-2019, and published in English.Results: This review found that vitamin D, L-arginine, and folic acid has the ability to prevent preeclampsia. Meanwhile, phytonutrient did not decrease the incidence of preeclampsia.Conclusion: Prescribing vitamin D, L-arginine, and folic acid to pregnant women is more likely to reduce the preeclampsia.Keywords: folic acid, L-arginine, phytonutrient, preeclampsia, vitamin D
Co-Authors Aan Nuraeni Aan Nuraeni Aan Nuraeni Aan Nuraeni Abbellia, Dea Ahmad Jaelani Alawiyah, Melin Aliffa Azwadina Amelia Herwanti, Andriani Anastasia Anna Apriyani, Eka Ardellta, Nasya Arizsyah, Dliyaul Awlia Asti, Meirin Aulia Chandra, Fachdilla Awalin, Fischa Ayu Idaningsih Ayu, Windri Dewi Az Zahra, Aisyah Dwi Barokah Alburaidah, Muhammad Nur Carsilladepasha, Al Fath Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cindi, Aulia Cinta, Lara Clarabelle Puspitadewi Kuncoro Dharojatin, Dora Donny Mahendra Donny Nurhamsyah Dwitami, Egga E, Ermiati Efri Widianti ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Erise Anggraini, Erise Ermiati E Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati, Ermiati, Etika Emaliyawati Finka Laili Nur Adzillah Hakiki, Siti Nur Hakim, Nuraini Halimatusyadiah, Halimatusyadiah Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hasniatisari Harun Hasniatisari Harun Hasniatisari Harun heni heni Henny Suzana Mediani Hikmat Pramajati Humairoh, Balqis Ida Maryati Ikeu Nurhidayah Ilmawan, Kalam Indayani Indayani, Indayani Intan Ayudhita Syena Intan Ayudhita Syena Irna Nursanti Iyos Sutresna Juarta, Tata Kurnia Herliani, Yusshy Kusman Ibrahim Laksono Trisnantoro Lia Yuliana Rachman Lindayani, Emy Ludyta Sutendi Lumbantobing, Valentina Maharani, Shara Marisa Widiarto Maryati Maryati Maschamah, Rahmaningrum Mega Herviyanti Meitha Sari, Dwi Mentari Yesika Putri Merlisma Sari, Selvy Milda Nurul Fitriani Mira Trisyani Mira Trisyani Koeryaman Mohamad Faisal Nurjaman Moudy Muhaiminurrohima Muhamad Makbul Mubarok Munawaroh, Meihati Nabiha Putra, Naka Rashad Nabila Adinda, Puspa Gemala Nabila, Ade Nandi Prima Yudha Nandyta, Alifya Nesya Ningrahayu, Seviyanti Ningsih, Ayu Ida Nisrina Nabila Heryana Nopa Rina Rahayu Novianti, Rika Astri Novianty Ayu Lestari Nur Agustina Ningsih Nur Oktavia Hidayati Nuraeni, Rina Nuraiziza Fatturahmi Nuraziza Fatturahmi Firdianty Nuryani, Reni Oktaviani Oktaviani Padila Padila, Padila Panjaitan, Hendrik Haposan Prayudi, Rafi Priambodo, Ayu Prawesti Prim Suardi Yudanto, Marcelinus Rido Purnama, Ahmad Putri, Jeni Angela Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani Raffi, Muhammad Rahayu Suci Lestari Rahmawati, Aulya Rapani Febbiyanti, Tri Restuning Widiasih Ria Indriani Risal Ardika Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti, Ristina Salsabila, Sabrina Salsabilla Sirega, Septiana Rezeki Sarbini, Amida Sriwianti Setyowati, Rahayu SITI HERLINDA Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Solichah, Nur Umi Aminatus Sopiah, Popi Sri Hartati Pratiwi Sri Hendrawati Sri Lestari kartikawati, Sri Lestari Sugiharti, Ina Sukaesih, N Siti Syahrizal Syahrizal Tati Sumarni Taty Hernawaty Tetti Solehati Titin Mulyati Titin Sutini Tjong Veren Veronica Trianza Putri, Anya Triyanti, Yunita Udin, Ihwanudin Wianti, Arni Yanny Trisyani Yanti Hermayanti Yulistin, Eka Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani, Yusshy Kurnia Yuwansyah, Yeti