Claim Missing Document
Check
Articles

Melodi Ilahi: Membongkar Keindahan Stilistika al-Mustawa al-Shauti dalam Surat Ad-Dhuha Wildan Rinanda Komara; Rizzaldy Satria Wiwaha
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/diwan.v16i1.1423

Abstract

This research aims to analyze the stylistics of the Ad Dhuha letter in relation to al-Mustawa al-Shauti. It is a type of library research that relies on data from written sources. The method used is content analysis. The results of this research reveal that there is harmony in each part of the verse. The distinctiveness and uniqueness of the sound in Surah Ad Dhuha is dominated by syllables with the arrangement consonant - vowel - consonant - long vowel (c v c v v). From the perspective of consonant types, it is dominated by semivowel consonants in the form of the letter alif maksurah (?), which is repeated eight times in verses 1-8.
NILAI AKSIOLOGIS DALAM USLŪBIYYAH SURAH AL-‘ADIYĀT: Analisis Terhadap Nilai Estetika, Edukatif, Persuasif Dan Spiritual Abdul Rahmat Fauzi; Taufiq Sutya Rahman; Rizzaldy Satria Wiwaha
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11717

Abstract

Abstrak. Kajian stilistika Al-Qur’an selama ini lebih banyak berfokus pada identifikasi bentuk kebahasaan, sedangkan nilai dan tujuan penggunaan gaya bahasa masih relatif kurang dikaji. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk uslūbiyyah dalam Surah Al-‘Adiyāt serta menganalisis nilai-nilai aksiologis yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui integrasi stilistika dan aksiologi. Data bersumber dari teks Surah Al-‘Adiyāt dan didukung oleh berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surah ini memuat gaya bahasa pada aspek fonologis, morfo-sintaksis, semantik, dan retoris, seperti qasam, taukīd, iltifāt, dan tashwīr. Bentuk-bentuk tersebut tidak hanya memperkuat makna, tetapi juga membangun efek emosional dan kognitif bagi pembaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya bahasa dalam Surah Al-‘Adiyāt memiliki fungsi komunikatif yang merepresentasikan nilai estetika, edukatif, persuasif, dan spiritual secara terpadu.
Analisis Stilistika dan Balāghah Surah Al-ʻalaq Kajian Aspek Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Semantik, dan Uslub Alwi Salam; Abdul Jabbar Mukhtar; Rizzaldy Satria Wiwaha
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.445

Abstract

Penelitian ini menganalisis Surah Al-ʻAlaq sebagai wahyu pertama Al-Qur'an melalui pendekatan integratif stilistika modern dan balāghah klasik untuk mengungkap iʻjāz kebahasaan yang terkandung di dalamnya. Analisis dilakukan pada lima dimensi utama: fonologis, morfologis, sintaksis, semantik, dan retorika, dengan fokus pada bagaimana bunyi, bentuk kata, struktur kalimat, jaringan makna, dan perangkat retoris bekerja secara terpadu. Pada dimensi fonologis, Surah Al-ʻAlaq menunjukkan pola rima yang dinamis (qāf, mīm, alif maqṣūrah, hā’, dan bā’) yang berfungsi membangun suasana makna, dari hentakan perintah membaca hingga penegasan resolusi spiritual. Pada dimensi morfologis dan sintaksis, pemilihan bentuk seperti الْأَكْرَمُ, عَلَّمَ, الرُّجْعَى, الزَّبَانِيَةَ, dan كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ, serta susunan kalimat seperti اقْرَأْ tanpa objek, penegasan bertingkat كَلَّا – إِنَّ – لَـ, rangkaian أَرَأَيْتَ, dan struktur ancaman لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا menunjukkan adanya keputusan linguistik yang sangat terencana untuk mengintensifkan tekanan makna. Pada dimensi semantik dan balāghah, repetisi, oposisi, dan hiponimi berpadu dengan majāz, kināyah, qaṣr, iltifāt, taqdīm, ṭibāq, tarṣīʻ, dan رَدُّ العَجُزِ عَلَى الصَّدْرِ membentuk narasi padat tentang manusia, ilmu, kesombongan, dan kedekatan kepada Allah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi stilistika–balāghah merupakan pendekatan yang saling melengkapi dan layak dikembangkan sebagai kerangka analisis untuk surah-surah lain dalam kajian iʻjāz Al-Qur'an.
The Values of Character Education in the Poem "Tears of Lamentation" by Ibn Rumi Rizzaldy Satria Wiwaha; Fitma Nailurrahmi; Hilma Auliya Fauziyatullah; Abdul Malik Qimanullah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.2052

Abstract

The existence and role of Arabic literature in world civilization cannot be denied, particularly from the perspective of scholars. This is because Arabic literature has significantly contributed to the development of modern civilization. This study aims to analyze the meaning and sorrow in Ibn Rumi's elegy, explore the character education values embedded within it, and examine the linguistic style used to express his grief. This research employs a qualitative approach using the library research method, involving the review of various books, journals, and other publications related to the research topic. The findings reveal that the poet's life events influenced the emotional expression in his elegy, enhancing the beauty of the language style used.
The Complexity of Relationships between Individuals, Society, and Power in the Literary Works of Al-Mutanabbi Nurhilaliah Fitri Sholehah; Astri Khodimatus Sholihah; Channah Qotrunnada; Rizzaldy Satria Wiwaha; Dadan Rusmana
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.2053

Abstract

Al-Mutanabbi ranks as one of the most renowned poets in the history of Arabic literature, with his poems reflecting his complex personality and ambitions. This research aims to explore the main themes in Al-Mutanabbi's works, such as identity, self-pride, praise, social critique, and commentary on societal dynamics. By employing textual analysis and historical study methods, this research examines how Al-Mutanabbi used poetry to express his thoughts, construct his self-image, and deliver critiques of social conditions and patronage relationships during his time. The findings reveal that Al-Mutanabbi consistently projected a strong sense of confidence and pride in his works, portraying himself as a great poet. He built relationships with rulers through laudatory poems but also expressed bold criticism of opponents and the societal conditions of his era. His immense ambition is evident in his works, which often highlight the conflict between personal aspirations and the socio-political challenges of the Abbasid era. This study provides new insights into the relationship between a poet's life and the literary works he produces. It also emphasizes how poetry serves as a tool for constructing self-identity and responding to the dynamics of power in the classical era.
PERKEMBANGAN SEJARAH STILISTIKA DI BARAT DAN ARAB: EKSPLORASI KOMPARATIF CORAK STILISTIKA Abdul Malik Qimanullah; Diva Sekar Nur Haqim; Rayhan Muhamad Ridwan; Channah Qotrunnada; Rizzaldy Satria Wiwaha
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 8 No 2 (2025): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v8i2.48578

Abstract

Dalam tinjauan historis dan keilmuan, masih terdapat kekosongan kajian yang secara khusus dan komprehensif membandingkan perkembangan stilistika dalam dua tradisi besar Barat dan Arab dalam kerangka yang tidak hanya deskriptif-historis, tetapi juga bersifat analitis-konseptual. Selama ini, penelitian tentang stilistika di Barat dan Arab lebih sering dikaji secara parsial dan terpisah, sehingga belum banyak yang mengungkapkan titik temu dan perbedaan mendalam antara keduanya secara sistematis. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: sejauh mana pendekatan dan orientasi epistemologis stilistika dari dua dunia ini dapat saling memperkaya dalam konteks analisis teks sastra dan religius.Penelitian ini menunjukkan bahwa stilistika Barat berakar dari tradisi retorika Yunani Kuno yang kemudian berkembang ke arah pendekatan linguistik fungsional dan semiotik pada abad ke-20. Di sisi lain, stilistika Arab berakar pada tradisi balāghah, khususnya dalam konteks keindahan ekspresif Al-Qur’an, yang kemudian mengalami revitalisasi melalui teori stilistika Barat modern. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dan menemukan bahwa meskipun berbeda dalam orientasi awal, kedua tradisi kini saling berkonvergensi, khususnya dalam konteks analisis sastra dan wacana religius. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan linguistik dan estetis dari kedua tradisi sebagai kontribusi terhadap pengembangan ilmu stilistika global. Kata Kunci: Balāghah, Bahasa, Perbandingan, Retorika, Sastra, Stilistika
Makna Ideasional pada Teks Video YouTube Guru Gembul “Cara Mengukur Kadar Intelektualitas Seseorang”: Analisis Linguistik Fungsional Sistemik Nissa Media Utami; Muhammad Aceng Tata; Rizzaldy Satria Wiwaha
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.4669

Abstract

Bahasa dipandang sebagai sistem semiotik sosial yang memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi ideasional, fungsi interpersonal, dan fungsi tekstual. Fungsi ideasional berkaitan dengan kemampuan bahasa untuk merepresentasikan pengalaman manusia, baik pengalaman yang bersifat fisik, mental, maupun sosial. Penelitian ini bermaksud mengetahui makna ideasional serta maksud yang terkandung dalam teks video yang berjudul cara mengukur kadar intelektualitas seseorang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menganalisis makna ideasional dengan teknik pengumpulan data pustaka. Peneliti mengacu kepada teori yang dikemukakan oleh M.A.K Halliday yaitu Linguistik Fungsional Sistemik (LSF) berkaitan dengan makna ideasional. Terdapat enam jenis proses yaitu proses material, proses mental, proses verbal, proses perilaku, proses relasional dan proses eksistensial. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa guru gembul lebih banyak menggunakan proses material dan proses mental. Penggunaan gaya bahasa menunjukkan strategi komunikasi yang argumentatif, retoris, dan reflektif untuk menyampaikan gagasan mengenai intelektualitas. Perpaduan tersebut membuat penyampaian materi menjadi lebih komunikatif, menarik, serta mendukung penyampaian makna ideasional dalam konten video.
AL-USLUBIYYAH DALAM TRADISI LINGUISTIK ARAB: PERSPEKTIF TEORITIS DAN HISTORIS Hamzah Fathurrohman; Ahmad Sururi; Rizzaldy Satria Wiwaha
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.16814

Abstract

Language functions not only as a means of communication but also as a medium of expression that embodies aesthetic and rhetorical values. In linguistic studies, variations in language use related to modes of expression are examined within the field of stylistics, which in the Arabic linguistic tradition is known as al-uslubiyyah. This study aims to explore the theoretical concept of al-uslubiyyah, the stylistic elements within the Arabic linguistic tradition, its historical development, and its role in the analysis of the Arabic language. The research employs a qualitative method with a library research approach. The findings reveal that al-uslubiyyah is a field of study that analyzes language style through various linguistic dimensions, including phonological, morphological, syntactic, semantic, and rhetorical aspects, while also taking into account the context of communication in language use. Furthermore, the development of al-uslubiyyah demonstrates a continuity between the classical tradition of balaghah (Arabic rhetoric) and modern linguistic approaches. Stylistic studies also play a significant role in understanding the characteristics of language style in literary works, religious texts, and academic discourse in Arabic. Based on these findings, it can be concluded that al-uslubiyyah constitutes a comprehensive approach to Arabic language analysis, as it integrates linguistic, aesthetic, and communicative dimensions, thereby contributing significantly to a deeper understanding of the meaning, function, and beauty of the Arabic language.
ANALISIS PEMIKIRAN CHARLES BALLY DAN AMIN AL-KHULY DALAM STILISTIKA MODERN Achmad Amin Zuhdi; Apip Ansurulloh Sidiq; Rizzaldy Satria Wiwaha
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16924

Abstract

ABSTRACT This article examines the ideas of two prominent scholars in stylistics from different intellectual traditions: Charles Bally, representing the European linguistic tradition, and Amin Al-Khuly, representing the tradition of Arabic literary criticism. Using a comparative-analytical approach, this study explores the core concepts developed by each scholar, including Bally’s concept of affective value and Al-Khuly’s principle of manhaj al-adabi (literary method). The findings indicate that despite their different intellectual backgrounds and contexts, both scholars share significant epistemological commonalities, particularly in their emphasis on the relationship between language, expression, and culture. This study contributes to the development of comparative stylistics in the Indonesian academic context while fostering scholarly dialogue between Western and Arabic stylistic traditions in contemporary language and literary studies. Keywords: stylistics, Charles Bally, Amin Al-Khuly, affective value, manhaj al-adabi, linguistics ABSTRAK Artikel ini mengkaji pemikiran dua tokoh stilistika yang berasal dari tradisi intelektual berbeda, yakni Charles Bally dari tradisi linguistik Eropa dan Amin Al-Khuly dari tradisi kritik sastra Arab. Melalui pendekatan komparatif-analitis, kajian ini menelusuri konsep-konsep inti yang dibangun oleh masing-masing tokoh, termasuk gagasan affective value dalam stilistika Bally dan prinsip manhaj al-adabi (metode sastra) dalam pemikiran Al-Khuly. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun keduanya bertolak dari tradisi dan konteks yang berbeda, terdapat titik-titik pertemuan epistemologis yang signifikan, terutama dalam hal penekanan terhadap hubungan antara bahasa, ekspresi, dan kebudayaan. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan stilistika komparatif di lingkungan akademik Indonesia, sekaligus membuka ruang dialog antara tradisi stilistika Barat dan Arab dalam konteks kajian bahasa dan sastra kontemporer. Kata Kunci: stilistika, Charles Bally, Amin Al-Khuly, affective value, manhaj al-adabi, linguistik
GAYA BAHASA PERSUASIF DALAM DAKWAH DIGITAL BERBAHASA ARAB: KAJIAN STILISTIKA DAN BALAGHAH PADA CERAMAH DI YOUTUBE Latifah, Vina; Dhiya Ulhaq, Ulayya; Satria Wiwaha, Rizzaldy; Rusmana, Dadan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.54586

Abstract

This study aims to describe the persuasive language styles employed in the YouTube sermons of Sheikh Sa’ad Al-Shathri, Sheikh Dr. Malik Hussein Sha’ban, and Sheikh Uthman Al-Khamis, and to analyze the relationship between stylistic and rhetorical (balaghah) elements in enhancing the effectiveness of Arabic digital preaching. The study focuses on identifying forms of persuasive language, stylistic features that contribute to linguistic beauty and appeal, and rheto rical devices that strengthen preaching messages for audiences in the social media era. This research adopts a qualitative approach using a descriptive-analytical method. Primary data were obtained from the sermon videos of the three scholars available on YouTube, while secondary data were collected from books, scholarly journals, and relevant previous studies. Data were gathered through observation, note-taking, and documentation techniques. The analysis was conducted interactively through data reduction, classification, interpretation, and conclusion drawing, employing the perspectives of stylistics and balaghah. The findings reveal that persuasive language in Arabic digital preaching is constructed through a harmonious integration of stylistic and rhetorical elements. Sheikh Sa’ad Al-Shathri tends to employ a reflective and spiritual style, Sheikh Dr. Malik Hussein Sha’ban adopts an emotional and inspirational approach, while Sheikh Uthman Al-Khamis emphasizes argumentative and dialogical strategies. The identified stylistic elements include religious diction, repetition, and rhetorical questions, whereas the rhetorical devices consist of tasybih, isti‘arah, majaz and kinayah. These elements enhance message attractiveness, strengthen audience comprehension, and generate emotional, spiritual, and intellectual influence, thereby supporting the effectiveness of digital preaching through YouTube.
Co-Authors Aan Hasanah Abdul Jabbar Mukhtar Abdul Malik Qimanullah Abdul Rahmat Fauzi Abidin, Yusuf Zainal Achmad Amin Zuhdi Ade Arip Ardiansyah Aep Kusnawan Ahmad Kholil Al-Maghfur Ahmad Sobri Maulana Ahmad Sururi Alwi Salam Andi Mappaenre Anneu Rosyanti Suryana Apip Ansurulloh Sidiq Arifin, Bambang Samsul Arsal, Fathur Riyadhi Asep Sopianudin Astri Khodimatus Sholihah Atiatulwafiroh , Siti Azhar, Ruly Syaepul Budiyanto, Cepi Busthomi Ibrohim Channah Qotrunnada Channah Qotrunnada Dadan Rusmana Dalimunthe, Reza Pahlevi Dedih Wahyudin, Dedih Dhiya Ulhaq, Ulayya Diki Achmad Zulkarnaen Diva Sekar Nur Haqim engkos kosasih Engkos Kosasih Engkos Kosasih Faizziah Auliannisa Fajar Islamy, Mohammad Rindu Fajrurrohman, Fajrurrohman Fauzi, Safran Fitma Nailurrahmi Hafsari , Siti Hamzah Fathurrohman Hanifah, Siti Nur Hidayati, Alfi Nur Hijrin, Uus Husni Hilma Auliya Fauziyatullah Hirji, Taufik Lalu Turjiman Ahmad Latifah, Vina Lina Marlina Lubis, Taufik Haris Mappaenre, Andi Mohamad Erihadiana, Mohamad Mostafa, Mohamed Abd El Motaleb Muhamad Fikri Muhamad Ridwan, Rayhan Muhammad Aceng Tata Muhammad Jamil Muhammad Miftah Fathurrohman Muhlisin, Mumu Mushthafa Shadiq Al-Rafi'i Muslimah, Anisa Siti Mustain Mustain Nasrulloh, Emil Nissa Media Utami Nissa Media Utami Nuraini, Yeni Nurfalah, Fauzan Nurhafizah Nurhafizah Nurhilaliah Fitri Sholehah Nurudin Mahmudi Pachrizal, Ade Rahimahullah, Dinan El Haq Rahmah, Sofia Laila Ramdani, Aldi Rayhan Muhamad Ridwan Rifai, Ilyas Ruly Syaepul Azhar Ruswandi, Uus Sarah Fauziah Siti Masyitoh Solihah, Siti Rohmah Fitria Somanudin, Somanudin Supianudin, Asep Syafitri, Rima Amalia Syawali, Cecep Helmi Taufiq Sutya Rahman Tiana Nur Azizah Suparman Wafiroh, Siti Atiatul Wahyudin Darmalaksana Wicaksono, Muhammad Bagus Wildan Rinanda Komara Wiwik Handayani Yeni Nuraini Yeni Nuraini Yordan, Andika Yusuf Zuldin, Muhammad