p-Index From 2021 - 2026
7.735
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Orang Tua dalam Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Tetti Solehati; Alifa Rufaida; Avicena Farhan Ramadhan; Mega Nurrahmatiani; Nurul Taopik Maulud; Olga Sandrela Mahendra; Vera Rosaria Indah; Wahib Abdul Rahman; Yanti Hermayanti; Cecep Eli Kosasih; Henny Suzana Mediani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2912

Abstract

Kekerasan seksual pada anak (KSA) merupakan maslah pada masyarakat di seluruh dunia. Orang tua memiliki peran penting dalam pencegahan KSA. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengetahuan, sikap, perilaku, orangtua dalam mencegah KSA. Desain penelitian Systematic Reviews. Pencarian artikel menggunakan panduaan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) menggunakan database dan search engine: Medline, Academic Search Complete, Pubmed, Cinahl, Sience direct. Terkumpul 1.122 artikel sesuai dengan kata kunci, kemudian dilakuakn screening dan penilaian artikel sehingga terpilih 14 artikel yang eligible. Hasil penelitian menemukan 7 tema mengenai pencegahan KSA bagi orangtua, yaitu: pengetahuan, sikap, perilaku, persepsi, keraguan, tanggungjawab, dan pengalaman orang tua dalam mencegah KSA. Dengan demikian orang tua dalam melakukan pencegahan KSA tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, perilaku tapi juga faktor keraguan, tanggung jawab, persepsi, dan pengalamam sebagai salah satu hal yang dapat mendukung ataupun menghambat pencegahan KSA.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK AUTISME DI SLB Rai Nurussakinah; Henny Suzana Mediani; Dadang Purnama
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.854 KB) | DOI: 10.37058/jkki.v15i2.1255

Abstract

Di Indonesia angka kejadian anak autisme sebanyak 2.4 juta, sedangkan di Kabupaten Garut angka kejadiannya belum diketahui. Anak penyandang autisme sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak autisme. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling dengan jumlah sampel 34 orang. Rancangan penelitian ini merupakan pendekatan deskriptif kuantitatif . Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) yang berjumlah 14 pertanyaan. Tingkat kecemasan ini menunjukkan semua responden mengalami tingkat kecemasan ringan sebanyak 1 responden (2.9%), 20 responden (58.7%) dengan tingkat kecemasan sedang, dan kecemasan berat sebanyak 13 responden (38.0%). Kesimpulan : hasil ini menunjukkan bahwa cenderung orang tua berada pada tingkat kecemasan sedang dimana orang tua hanya berfokus pada pikiran yang menjadi perhatiannya dan masih dapat melakukan sesuatu sesuai arahan. Diharapkan peran perawat memberikan masukan informasi dan pemahaman untuk mengurangi tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak autisme khususnya ibu, agar setiap ibu yang memiliki anak autisme dapat memahami dan mampu berperan secara optimal dalam mengasuh anaknya
Kebutuhan Spiritual dan Pemenuhan Spiritual Pasien COVID-19 Sherly Manurung; Henny Suzana Mediani; Aan Nuraeni
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 4 No 2 (2022): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v4i2.4323

Abstract

This study aims to determine spiritual needs, fulfill spiritual needs and examine problems or obstacles from health workers in meeting the spiritual needs of COVID-19 patients. The method used is a literature review by browsing articles on the Pubmed, SAGE and Google Scholar databases. The results showed that the spiritual needs of COVID-19 patients increased along with the illness they experienced. Spiritual support is provided by all health professionals, from nurses, doctors and other health workers, with prayer, singing and statements of support that are carried out at the bedside and virtually. The obstacles that often arise are the lack of health workers and their understanding of meeting the spiritual needs of patients. In conclusion, all health professionals can carry spiritual needs such as prayer, singing and statements of support. Barriers often faced in patients' spiritual fulfillment are the number of health workers and the lack of understanding of spiritual concepts from health workers. Keywords: Spiritual Needs, COVID-19 Patients, Spiritual Care
EDUKASI KESEHATAN MELALUI MEDIA SOSIAL DAN WEBINAR TENTANG UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Sukmawati Sukmawati; Furkon Nurhakim; Lilis Mamuroh; Henny Suzana Mediani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i3.38581

Abstract

Stunting saat ini masih menjadi masalah gizi yang dialami oleh anak bawah balita, hal ini terbukti masih tingginya angka kejadian stunting baik di dunia maupun di Indonesia. Penyebab utama stunting adalah kurangnya gizi kronis dalam 1000 hari pertama kehidupan. Kurangnya pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor terjadinya stunting dan edukasi merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil  untuk mengetahui upaya pencegahan stunting. Metode yang dilakukan dalam pengabdian pada masyarakat ini adalah edukasi pencegahan stunting melalui media sosial Instagram dan webinar. Peserta kegiatan adalah calon ibu, ibu hamil, ibu yang mempunyai anak balita, kader, dan masyrakat umum. Jumlah pengikut akun Instagram @yokcegahstunting berjumah 76 pengikut dan peserta webinar 58 orang. Analisis data univariat menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan edukasi dan hasil uji Wilcoxon didapatkan p Value 0.000 atau terdapat pengaruh edukasi terahadap pengetahuan peserta. Diharapkan ibu untuk menjaga asupan gizi selama 1000 hari petama kehidupan dan untuk petugas kesehatan diharapkan melakukan promosi kesehatan secara rutin dan berkesinambungan untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting.
Pengaruh Faktor Maternal terhadap Insidensi Stunting pada Anak Balita di Negara Berkembang: Narrative Review Henny Suzana Mediani; Anita Setyawati; Sri Hendrawati; Ikeu Nurhidayah; Nuraziza Fatturahmi Firdianty
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4160

Abstract

Stunting merupakan masalah gangguan nutrisi pada anak yang masih menjadi fokus perhatian secara global  karena berpengaruh terhadap kualitas anak di masa depan. Tujuan review artikel ini untuk menganalis faktor maternal yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di negara berkembang. Desain yang digunakan adalah narrative review dengan database terdiri dari PubMed, Science Direct, EBSCOhost, serta search engine Google Scholar. Kata kunci dalam penelitian ini menggunakan boolean frase. Kriteria inklusi pada narrative review ini yaitu children stunting, pregnant women, maternal factors. Hasil telaah literatur didapatkan 1.160 artikel, dan yang memenuhi kriteria hanya 16 artikel. Hasil penelaahan literatur didapatkan 7 faktor maternal yang berkontribusi insidensi stunting pada anak balita di negara berkembang antara lain pendidikan formal ibu, body mass index (BMI) ibu, tinggi badan ibu, usia ibu, antenatal care, kesehatan mental ibu, dan niat kehamilan. Faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap penurunan gen dan perawatan pada anak stunting. Kejadian stunting pada anak balita di negara berkembang sebagian besar terjadi karena faktor maternal dan antenatal care. Model pencegahan stunting yang berbasis pada masyarakat dan keluarga menjadi salah satu alternatif untuk menurunkan stunting pada anak.
Efektifitas Probiotik Yogurt terhadap Kejadian Diare pada Anak Usia Pra-Sekolah Rifda Nur Achriyana Arif; Ai Mardhiyah; Henny Suzana Mediani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4221

Abstract

Diare merupakan penyakit kedua terbanyak pada anak. Sebagian besar pengobatan diare hanya berfokus pada mengatasi dehidrasi, namun untuk mengurangi frekuensi diare belum jelas. Maka salah satu terapi komplementer adalah dengan menggunakan probiotik yoghurt. Tujuan review ini mengevaluasi efektivitas yoghurt probiotik pada anak dengan diare akut. Penelitian ini menggunakan metode systematic review, menggunakan 4 database: PubMed, CINAHL, EBSCO dan ScienceDirect. Sampel penelitian adalah pasien anak usia di bawah 12 tahun mengalami diare akut, intervensi yang diberikan berupa Pemberian strain bakteri probiotik dan pemberian yogurt serta artikel ditulis dalam Bahasa Inggris dan full text. Hasil pencarian literatur ditentukan 10 artikel. Ditemukan 8 artikel yang menyatakan bahwa pemberian bakteri probiotik dan yoghurt yang mengandung probiotik dan yoghurt plain (non-probiotik) mampu menurunkan frekuensi, durasi dan pencegahan diare pada anak. Kesimpulan penelitian ini menemukan penggunaan probiotik dengan jenis kombinasi multi strain probiotik, maupun single probiotik dengan dosis tertentu terutama bakteri Saccharomyces boulardii dan Lactobaclus rhamnosus dapat membantu mengurangi frekuensi dan durasi diare.
Kualitas Hidup Balita Stunted Sri Hendrawati; Henny Suzana Mediani; Nada Shofi Salsabila
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i5.8448

Abstract

ABSTRACT The incidence of stunting in Indonesia is now a major nutritional problem. Stunted state is the beginning of the occurrence of stunting in children and allows influence also on the quality of life of children. This study aimed to see a picture of the quality of life of stunted toddlers. This research design used quantitative descriptive research. The population to be studied were all children with stunting aged 2-5 years in the Banjaran Community Health Center working area, Bandung Regency. The sampling technique used in this study was total sampling with a sample of 151 children. Assessment of the quality of life of stunted children was measured using the PedsQLTM 4.0 Generic Core Scales Proxy Parent Report instrument from Varni. Analysis of the data used in this study was univariate analysis using the mean value. The results of this study indicated that stunted children aged 2-5 years have a good quality of life of 59.6% and bad as much as 40.4%. The mean value of the whole individual respondent was 83.2 that was still poor value will be at risk of causing stunted children to become stunted. The conclusion from this study was that the average quality of life of stunted toddlers was good, but the quality of life of stunted toddlers was not necessarily good either. It was expected that parents and health workers can maintain the quality of life of these toddlers who were already good to stay good or even improve by making efforts to prevent stunting. Keywords: Quality of Life, Stunted, Toddler.  ABSTRAK Kejadian stunting di Indonesia kini menjadi permasalahan gizi utama. Keadaan stunted merupakan awal dari kejadian stunting pada anak dan memungkinkan berpengaruh juga terhadap kualitas hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kualitas hidup balita yang mengalami stunted. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang akan diteliti adalah semua anak penderita stunting usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Banjaran Kota Kabupaten Bandung. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 151 anak. Penilaian kualitas hidup anak stunted diukur menggunakan instrumen PedsQLTM 4.0 Generic Core Scales Proxy Parent Report dari Varni. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dengan menggunakan nilai mean. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balita stunted usia 2-5 tahun memiliki kualitas hidup baik sebanyak 59,6% dan buruk sebanyak 40,4%. Nilai mean dari keseluruhan individu responden adalah 83,2 nilai yang masih buruk ini akan berisiko menyebabkan balita stunted menjadi stunting. Simpulan dari penelitian ini adalah rata-rata kualitas hidup balita stunted baik, namun kualitas hidup balita stunting belum tentu baik juga. Diharapkan orang tua dan tenaga kesehatan dapat menjaga kualitas hidup balita yang sudah baik ini agar tetap baik atau bahkan meningkat dengan melakukan upaya penyuluhan untuk pencegahan stunting. Kata Kunci: Balita, Kualitas Hidup, Stunted.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting di Desa Kersamenak Kabupaten Garut Sukmawati Sukmawati; Lilis Mamuroh; Furkon Nurhakim; Henny Suzana Mediani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9621

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan pada anak,  dimana anak mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sebagai akibat dari  asupan nutrisi yang kurang dari kebutuhan dalam 1000 hari pertama kehidupan. Angka stunting di Desa Kersamenak masih tinggi. Salah satu upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui penyuluhan kesehatan yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak termasuk petugas kesehatan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menambah pengetahuan, sikap dan praktik kader kesehatan dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan berupa pelatihan yang dimulai dengan pre test dilanjutkan pemberian materi dengan metode ceramah dan tanya jawab, disesi akhir dilakukan post test. Sebagai tindak lanjut kader kesehatan didampingi untuk menyampaikan kembali materi edukasi pencegahan stunting pada ibu hamil dan ibu yang mempunyai anak dibawah 2 tahun. Jumlah kader yang mengikuti pelatihan sebanyak 30 orang. Setelah dilakukan pelatihan didapatkan hasil terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan, sikap dan praktik kader kesehatan dalam pencegahan stunting.  Hasil uji beda Wilcoxon pada skor pre-test dan post-test menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan pelatihan terhadap pengetahuan dan priktik kader kesehatan (p value < 0.05) dan tidak terdapat pengaruh pelatihan terhadap sikap kader (p value > 0.05) tentang pencegahan stunting. Untuk lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik kader kesehatan dalam pencegahan stunting diperlukan pelatihan secara kontinyu dengan metode yang lebih mendalam Kata kunci : Kader Kesehatan, Pelatihan, Stunting  ABSRACT Stunting is a health problem in children, where children experience failure to thrive due to chronic malnutrition as a result of nutritional intake that is less than what is needed in the first 1000 days of life. The stunting rate in Kersamenak Village is still high. one of the efforts to prevent stunting can be done through health education which can be carried out by various parties, including health cadres. The purpose of this service is to increase the knowledge, attitudes, and practices of health cadres in preventing stunting. The method used is in the form of training which begins with a pre-test followed by the provision of material using the lecture and question and answer method, in the final session a post-test is carried out. As a follow-up, the health cadres are assisted to re-deliver educational materials on stunting prevention for pregnant women and mothers with children under 2 years old. The number of cadres who attended the training was 30 people. After the training was carried out, it was found that there was an increase in the average knowledge, attitudes, and practices of health cadres in preventing stunting. The results of the Wilcoxon differential test on the pre-test and post-test scores showed that there was a significant effect of training on the knowledge and practice of health cadres (p-value <0.05) and there was no effect of training on the attitudes of cadres (p-value > 0.05) regarding stunting prevention. To further improve the knowledge, attitudes, and practices of health cadres in prevention, continuous training with more in-depth methods is required Keywords: Health Cadres, Training, Stunting
Terapi Kompres Dingin Untuk Menurunkan Skala Nyeri Akut Pasien Fraktur : Systematic Review Trias Eka Nurlela; Henny Suzana Mediani; Urip Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v7i1.2559

Abstract

The unpleasant experience of post-fracture patient pain can affect hemodynamics and impaired mobilization. One of the non-pharmacological therapies, cold compress therapy has proven to be effective for treating acute pain in fracture patients. This review is to explore and evaluate the association with cold compress therapy in the management of acute pain in fracture patients and the outcomes provided for patients with various types of fractures. A systematic review was carried out using three electronic databases, namely Google Schoolar, PubMed and Journal of Islamic Nursing using key words in the search for articles determined using PICO. P: Patients with fractures, I: acute fracture pain, C: the effectiveness of cold compresses O: lowering the pain scale. Quasi-Experimental Articles published between 2013-2019 in English and Indonesian. This review looks at various types of fractures which assesses the effect of cold compress therapy in reducing the acute pain scale in fracture patients. Based on the search found 378 articles. Obtained 7 Quasi Experimental articles (165 participants) were identified and assessed for pain. Cold compress therapy is generally given with companion intervention starting from 10-15 minutes, with a temperature of 5 -10˚C using cold water (could pack) is effective for reducing pain and edema. Cold compress therapy is an easy and simple therapy that can be used as a companion to pharmacological therapy and has proven effective for fracture patients. We recommend using this therapy for fracture patients from the first 4 hours post-fracture or 7-8 hours post-surgery to reduce pain from 4-5 to a 3-2 scale.
Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Stunting dan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Pada Balita di Desa Linggar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Sri Hendrawati; Henny Suzana Mediani; Nenden Nur Asriyani Maryam
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9708

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Selain itu cakupan deteksi dini tumbuh kembang balita juga masih jauh dibawah target yang ditetapkan yaitu 90%. Upaya pencegahan stunting dan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) yang dilakukan di Posyandu belum optimal. Untuk deteksi tumbuh kembang, di posyandu hanya dilakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan saja. Kader kesehatan belum mampu melakukan deteksi dini dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita secara komprehensif. Melalui kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM), tim pelaksana PPM melakukan pemberdayaan terhadap kader kesehatan di Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mengenai upaya pencegahan stunting dan SDIDTK pada balita dengan tujuan untuk membantu kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kewaspadaan terjadinya stunting dan deteksi dini tumbuh kembang pada balita serta bagaimana cara menanggulangi dan mengatasinya. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah kader kesehatan sejumlah 30 orang. Metode kegiatan ini dilakukan melalui tahapan identifikasi/ pengkajian; penetapan masalah; pelaksanaan kegiatan dengan ceramah, simulasi, diskusi, dan praktikum; evaluasi dan pendampingan; dan rencana tindak lanjut. Pengukuran pengetahuan pada kegiatan ini diperoleh menggunakan kuesioner pretest dan posttest, sedangkan pengukuran kemampuan psikomotor berdasarkan lembar cheklist observasi. Data dianalisis dengan distribusi frekuensi, nilai mean, dan dependent t-test. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan kader sebelum 65,82 (SD = 12,39) dan setelah 84,23 (SD = 11,51) kegiatan pemberdayaan, dengan rata-rata peningkatan skor 18,41 (SD = 12,94) (p=0,000; α=0,05). Pada kemampuan psikomotor kader kesehatan menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah dilakukan kegiatan. Melalui kegiatan ini pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan dapat meningkat dalam upaya pencegahan stunting dan SDIDTK pada balita. Hasil kegiatan ini merekomendasikan perlunya rencana tindak lanjut yaitu pencegahan stunting dan SDIDTK pada balita oleh kader kesehatan yang sudah dilatih dan dilakukan evaluasi secara berkelanjutan bekerjasama dengan puskesmas sekitar. Kata Kunci: Balita, Kader Kesehatan, Pencegahan, Stunting, Tumbuh KembangABSTRACT The incidence of stunting in Indonesia is still quite high. In addition, the coverage of early detection of toddler growth and development is still far below the set target of 90%. Efforts to prevent and stimulate, detect, and early intervention for growth and development at posyandu have yet to be optimal. For growth and development detection, at posyandu, only weighing and measuring height are carried out. Health cadres have yet to comprehensively carry out early detection and intervention of deviations in the growth and development of toddlers. Through Community Service activities, the team empowered health cadres in Linggar Village, Rancaekek District, Bandung Regency, regarding efforts to prevent stunting and stimulate, detect, and early intervention for growth and development in toddlers to assist health cadres in increasing knowledge, understanding, and awareness of the occurrence stunting and early detection of growth and development in toddlers and how to overcome it. The target audience for this activity is 30 health cadres. This activity is carried out through the stages of identification/assessment; problem determination; implementation of activities with lectures, simulations, discussions, and practicum; evaluation and assistance; and follow-up plans. Measurement of knowledge in this activity was measured using a pretest and posttest questionnaire, while psychomotor abilities were measured on observation checklist sheet. Data were analyzed by frequency distribution, mean value, and dependent t-test. The results of the activity showed that there was a difference in the average knowledge score of cadres before 65.82 (SD = 12.39) and after 84.23 (SD = 11.51) empowerment activities, with an average score increase of 18.41 (SD = 12 .94) (p=0.000; α=0.05). The psychomotor abilities of health cadres showed a significant increase after the activity was carried out. Through this activity, the knowledge and skills of health cadres can increase efforts to prevent stunting and stimulate, detect, and early intervention for growth and development in toddlers. The results of this activity recommended the need for a follow-up plan, namely stunting prevention and stimulate, detect, and early intervention for growth and development in toddlers, by health cadres who have been trained and evaluated continuously in collaboration with the health center. Keywords: Growth and Development, Health Cadres, Prevention, Stunting, and Toddlers.
Co-Authors Aan Nuraeni Abas, Latifa Hidayani Adila, Raisa Ahmad Yamin Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Akbar, M. Agung Alifa Rufaida Anastasia Anna Anita Setyawati Anita Tiara Anjani Fikri Annita Olo Argi Virgona Bangun Arief Khoerul Ummah Audi Siti Sarah Avicena Farhan Ramadhan Azzahra Salsabila Bambang Aditya Nugraha Barkah Waladani Bhekti Imansari Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Chandra Isabella H.P Chatarina Surya Chatarina Suryaningsih da Conceição, José Ximenes Dadang Purnama Dadang Rochman DaiIa DahIia Rojabani Devita Madiuw Dewi Umu Kulsum Dheni Koerniawan Dwi Ningsih Handayani Setianing Budi Eka Puspita Ema Arum Rukmasari Emaliyawati, Etika - Ermiati Ermiati Etika Emaliyawati Evi Nurjanah Fanny Adistie Fanny Adistie Fatima Cabral, Cenia Fauziah Rudhiati francisca sri susilaningsih Fristalia, Mikaela D. Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gusgus Ghraha Ramdhanie Hafitriany, Syifa Aulia Hana Rizmadewi Agustina Helmy Hazmi Hendrawati Hendrawati Hidayat, Nenden Rostini Iceu Amira DA Ihsar, Aini Hayati Iin Inayah Iin Inayah Iin Inayah, Iin Ike Sintia Suci Ikeu Nurhidayah Ikeu Nurhidayah Ikeu Nurhidayah Indah Benita Tiwery Inni Zakiyah Iqra S Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Laili Rahayuwati Lesmana, Sena Lestari, Andini Tri Lilis Lusiani Lilis Mamuroh Linlin Lindayani Mamat Lukman Maria komariah Maya Atikasuri Mediawati, Ati Surya Mega Nurrahmatiani Meri Anggryni Mikaela D. Fristalia Millenika, Valencia Trie Muntiq Jannatunna’im Murtilita, Murtilita Murtiningsih Murtiningsih Nabilah, Nurul Azmi Nada Shofi Salsabila Nadia Amelia Rindiarti Nenden Nur Asriyani Maryam Nenden Nur Asriyani Maryam Neti Juniarti Nita Fitria Novi Novianti Novita Marcelina Kana Wadu Noviyanti Noviyanti Nunung Nurjanah Nunung Nurjanah Nurafni, Ratu Nuraziza Fatturahmi Firdianty Nurul Taopik Maulud Nurussakinah, Nurussakinah Nur’aeni, Aan Olga Sandrela Mahendra Padila Padila Panduragan, Santhna Letchmi Pratiwi, Yayu Rai Nurussakinah Raisa Adila Rakhmawat, Windy Ratnawati, Ai Siti Ratu Nurafni Riezky Fajri Septiani Rifda Nur Achriyana Arif Rifki Febriansyah Rindiarti, Nadia Amelia Riska Fauziah Nurmala Rizka Muliani Rusna Tahir Saifudin, I Made Moh. Yanuar Salsabila, Azzahra Santi MuIyani Selly Amalia Nurhasanah Sena Lesmana Setiawati Setiawati Shabarina, Adilla Sherly Manurung Sifa Nur Afriani Sifa Nuraini Sifva Fauziah Sinta Dwi Ananda Siti Fatimah Siti Yuyun Rahayu Siti Yuyun Rahayu Fitri Sonia Dwiastuti Pratiwi Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Hendrawati Sri Purnama Alam Sri wulandari Sri Wulandari Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sulastini, Sulastini Tahir, Rusna Tan, Julianus Yudhistira Tejaningsih, Oktaviani Tetti Solehati Tetti Solehati Tetti Solehati Theresia Eriyani Theresia Eriyani Tita Puspita Ningrum, Tita Puspita Titin Sutini Titin Sutini Titis Kurniawan Togatorop, Via Eliadora Trias Eka Nurlela Tuti Pahria Urip Rahayu Valencia Trie Millenika Vera Rosaria Indah Wahib Abdul Rahman Wahyu Ilahi Waladani, Barkah Windy Rakhmawati Wiwi Mardiah Wiwi Mardiah Wiwi Mardiah, Wiwi Yanti Hermayanti Yayat Suryati Yayu Pratiwi Zabidah Putit