Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DAN GLUKOSA DARAH PADA WANITA USIA DEWASA-TUA DI DESA MANDIRAJA WETAN Fajar Husen; Nuniek Ina Ratnaningtyas
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v10i3.5371

Abstract

Penyakit degeneratif menjadi salah satu hal yang banyak dijumpai di pedesaan. Prevalensi penyakit degeneratif seperti diabetes, stroke, asam urat dan hipertensi masih terus meningkat setiap tahun. Komplikasi yang muncul dengan tingginya kadar asam urat sangat berhubungan erat dengan hiperurisemia, sehingga penting sekali untuk diketahui dan memonitor kadar asam urat serta glukosa darah agar komplikasi yang mungkin muncul seperti penyakit kardiovaskuler akibat tingginya kadar glukosa darah dan asam urat dapat diminimalisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara peningkatan kadar asam urat dan glukosa darah dengan wanita usia lanjut. Pengukuran kadar glukosa darah dan asam urat menggunakan EasyTouch GCU-Meter. Metode penelitian dengan pendekatan cross-sectional, dan untuk dapat menentukan hubungan atau korelasi (r) dan koefisien determinasi (R2) digunakan uji pearson correlation dengan menggunakan software SPSS v.27.0. Hasil studi ini menunjukkan bahwa rata-rata usia responden didominasi wanita dewasa-tua usia 51 – 70 tahun, dengan 90% level asam urat diatas 6.0 mg/dL serta level glukosa dalam darah 66.67% diatas 140 mg/dL (44.67% kategori pra-diabetes dan 20% kategori diabetes). Selain itu terdapat hubungan yang kuat (p < 0.05) antara peningkatan level asam urat, glukosa dalam darah serta usia pada responden wanita dewasa-tua, dengan rentang indeks korelasi
Tea Fungus Beverages from Torch Ginger (Etlingera elatior): Total microbial, Physicochemical, and Antioxidant Activity Fitrianto, Nur; Husen, Fajar; Samiyarsih, Siti; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Palindung, Lusia Seti; Azizah, Enur
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 15, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v15i3.47944

Abstract

Functional beverages are needed to maintain health and fitness as a part of the instant lifestyle and degenerative diseases. The scientific findings on torch ginger (Etlingera elatior) flower (TGF) as a tea fungus beverage (Kombucha) are still limited. This research evaluated total microbes, physicochemical properties, and antioxidant activity 7 and 14 days after fermentation (daf) of TGF kombuchas. In addition, TGF in variant 0% (TGF0), 5% (TGF5), 10% (TGF10), and 15% (TGF15) are fermented with 3% of SCOBY, 20% culture, 1% green tea, and 10% sucrose. The antioxidant activities of TGF kombuchas were evaluated by 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and 2,2′-Azino-bis 3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid (ABTS) assay—the phenolic and flavonoid content using Folin-Ciocalteu method-gallic acid equivalent, and quercetin acid equivalent, respectively. The result showed that the fermentation time (p0.05) was affected by the properties of TGF kombuchas. Total microbes, physicochemical properties (pH, acidity, cellulose pellicle weight, phenolic, flavonoid content), and antioxidant activity were higher in 14 than in 7 days. Total soluble solid and total yeast count showed lower values in 14 days. The increase in total bacteria count, TGF15%, led to the highest increasing density from 8.08 ± 0.02Log CFU/mL on seven daf to 13.34 ± 0.04Log CFU/mL on 14 daf. The TGF 10% and 15% kombuchas in 14 dafs showed abundance in phenolic and flavonoid content, 121.45±1.07mg GAE/mL and 1.70±0.04 mg QAE/mL, respectively. During 14 daf and TGF 10%, the Kombucha of torch ginger flower demonstrated high antioxidant activity at 85.92±0.07% DDPH and 63.05±0.97ABTS. It is expected to aid future research into developing functional kombucha beverages.
BIO-PULPING BAGASE SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN KERTAS DENGAN MENGGUNAKAN SPESIES JAMUR PELAPUK PUTIH DAN WAKTU INKUBASI Budiarti, Vio Indah; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Mumpuni, Aris
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 3 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.1798

Abstract

The Biopulping is defined as the biological process of lignin degradation by utilizing microorganisms that produce some enzymes. A microorganism which widely known in the degradation of lignin and cellulose is a group of white-rot fungi. The aims for this research to know the most effective white rot fungi species of G.lucidum, P.tuber-regium, and T.versicolor in the degradation of lignin and cellulose with different incubation time on bagasse substrate. The effectivity of biopulping indicated by the highest degradation of lignin concentration and the lowest degradation of cellulose concentration. This study used an experimental design with Completely Randomized design with a two factorial pattern. The independent variable of this study is white rot fungi species and incubation time while the dependent variable is the concentration of lignin and cellulose. The main parameter was the concentration of lignin and cellulose, supporting parameters were pH, weight loss of substrate and mycelial growth. The result showed the degradation of lignin and cellulose in all treatment. The best degradation of lignin and cellulose showed by species T.versicolor and P.tuber-regium within 30 days of incubation
BIOPULPING BAGASSE DENGAN MENGGUNAKAN JENIS JAMUR PELAPUK PUTIH DAN WAKTU INKUBASI YANG BERBEDA cristy, angelin marhavyna; Mumpuni, Aris; Ratnaningtyas, Nuniek Ina
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 3 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.1878

Abstract

Bagasse is fibrous residue that remains after the sugarcane is crushed to extract it’s juice. It mostly consists of lignocellulosic materials that may provide material for paper production through biopulping process. White rot fungi (WRF) is producers of extracellular ligninolytic enzymes that has the capability to mineralize lignin compounds. Three types of white rot fungi that were used in this study are Phanerochaete chrysosporium, Pleurotus ostreatus and Schizophyllum commune. Each of it was inoculated on bagasse substrate within 0, 15, and 30 days of incubation. This study was aimed to know the effect of interaction between white rot fungi and incubation time in the biopulping process and to investigate the most appropriate fungus and incubation time to produce good material for paper making obtained from sugarcane bagasse. The experimental design was done by using Completely Randomized Design (CRD) with a factorial pattern in two factors and analyzed by using Analysis of Variance (ANNOVA) then followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) on highly different significance effect of the treatment. The result of this study showed that S. commune is the most effective fungi to degrade highly lignin content (17.38% to 8.88%) at 30 days of incubation, while P. chrysosporium is the most effective fungi to lowering cellulose content in small amount (23.64% to 19.38%) during 30 days of incubation.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tubuh Buah Coprinus comatus Menggunakan Pelarut dan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Evita, Ellen; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Ryandini, Dini
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1989

Abstract

Coprinus comatus merupakan salah satu jamur yang dapat menghasilkan senyawa bioaktif. Ekstrak dari jamur ini sering digunakan pada bidang medis, seperti anti-kanker, anti-diabetes, dan penyakit kardiovaskular, namun masih belum ada informasi sebagai anti-bakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui jenis pelarut yang menghasilkan rendemen tertinggi dan memiliki aktivitas antibakteri lebih tinggi terhadap E. coli dan S. aureus, mengetahui pengaruh umur simplisia terhadap aktivitas anti-bakteri, mengetahui konsentrasi terendah ekstrak tubuh buah C. comatus yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus, mengetahui aktivitas penghambatan ekstrak etil asetat dan ekstrak etanol terhadap E. coli dan S. aureus. Penelitian ini diawali dengan proses ekstraksi senyawa antibakteri dari C. comatus menggunakan metode maserasi. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi yaitu pelarut etanol dan etil asetat. Pengujian aktivitas anti-bakteri ekstrak C. comatus dilakukan terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Uji aktivitas anti-bakteri menggunakan simplisia berumur 7 bulan yang telah disimpan di lemari pendingin dan dibandingkan dengan ekstrak dari simplisia berumur 4 minggu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penggunaan pelarut dan konsentrasi ekstrak yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki rendemen lebih tinggi dari ekstrak etil asetat, namun aktivitas penghambatan ekstrak etil asetat lebih baik terhadap kedua bakteri dibandingkan ekstrak etanol. Simplisia berumur 4 minggu menunjukkan aktivitas penghambatan yang lebih baik dibandingkan simplisia berumur 7 bulan. Konsentrasi terendah yang dapat menghambat E. coli dan S. aureus adalah konsentrasi 6,75% dari kedua ekstrak. Secara umum lebih baik terhadap S. aureus lebih peka terhadap kedua ekstrak dibandingkan E. coli.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Bahan Tambahan Terhadap Pertumbuhan Miselium Jamur Paha Ayam (Coprinuscomatus) Saputra, Wahyu Dwi; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Mumpuni, Aris
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 2 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.2.3091

Abstract

Abstrak Coprinus comatus merupakan salah satu jamur pangan yang potensial untuk dibudidayakan secara komersial. Jamur C. comatus termasuk ke dalam jamur edible dan medicinal. Tubuh buah C. comatus mengandung antioksidan dan beberapa asam amino esensial. Jamur C. comatus tumbuh optimal pada medium yang mengandung suplemen. penambahan suplemen pada medium tanam jamur bertujuan untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan jamur. Suplemen ditambahkan dengan jumlah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi jenis suplemen dan konsentrasi suplemen yang optimal untuk pertumbuhan jamur C. comatus. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial dengan dua faktor uji yaitu jenis dan konsentrasi suplemen. Suplemen yangdigunakan yaitu dedak padi (bekatul), dedak jagung (ampok), dedak gandum (polar), dan tepung gandum. Konsentrasi suplemen yang digunakan yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu penambahan suplemen dengan Konsentrasi berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan miselium jamur C. comatus. Suplemen yangbaik untuk menumbuhkan jamur C. comatus adalah ampok jagung dan dedak padi. Konsentrasi yang optimal untuk pertumbuhan miselium jamur C. comatus adalah dedak jagung dengan konsentrasi 5% dan dedak padidengan konsentrasi 15%. KataKunci : Coprinus comatus, kecepatan pertumbuhan miselium, penambahan suplemen
POTENSI EKSTRAK ETIL ASETAT Coprinus comatus TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT PADA TIKUS PUTIH MODEL DIABETES Feryawan, Feryawan; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Ekowati, Nuraeni
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 3 No 2 (2021): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2021.3.2.4238

Abstract

Coprinus comatus atau jamur paha ayam mengandung senyawa bioaktif antara lain flavonoid, terpenoid, comatin, tokoferol, dan ergotionin yang berfungsi sebagai antioksidan dan antidiabetes. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang berkaitan dengan gangguan sekresi insulin atau menurunnya sensitivitas insulin yang menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat melebihi normal (hiperglikemia). Hiperglikemia dapat menyebabkan stres oksidatif dan meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS) sehingga memacu terjadinya peroksidasi lipid yang merusak pankreas, ginjal, dan hati. Salah satu cara untuk mengetahui kerusakan hati dengan mengukur kadar enzim hati Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) yang meningkat dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan menentukan berapakah dosis yang efektif ekstrak etil asetat C. comatus dengan dosis yang berbeda terhadap kadar SGOT dan SGPT dalam darah tikus putih model diabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etil asetat C. comatus dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT serta kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi streptozotocin. Ekstrak etil asetat C. comatus dosis 500 mg/kg BB merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar SGOT dan SGPT dalam darah tikus yang diinduksi streptozotocin dengan rerata kadar SGOT sebesar 57,96 ± 1,58 U/L dan SGPT sebesar 29,67 ± 3,56 U/L, serta presentase penurunan kadar SGOT dan SGPT yang dibandingkan kontrol negatif masing-masing sebesar 43,15% dan 68,70%, serta glukosa darah sebesar 19,62%. Kata kunci : Coprinus comatus, diabetes mellitus, SGOT, SGPT
POTENSI EKSTRAK ETIL ASETAT Coprinus comatus TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ PADA TIKUS PUTIH MODEL DIABETES Perdanawati, Anik Laeli; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Hernayanti, Hernayanti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 3 No 3 (2021): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2021.3.3.4239

Abstract

Coprinus comatus atau jamur paha ayam berpotensi sebagai antioksidan dan antidiabetes. Kondisi hiperglikemia pada penderita diabetes mellitus menyebabkan peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS). Sel β pankreas memiliki antioksidan hanya sedikit dibandingkan organ lain. Hal ini menyebabkan stress oksidatif yang memicu reaksi berantai peroksidasi lipid sehingga merusak organ ginjal dan laju filtrasi glomerulus terganggu. Laju filtrasi glomerulus yang terganggu ditandai dengan peningkatan kadar ureum dan kreatinin. Flavonoid yang terkandung dalam C. comatus mampu mendonorkan H+ dan menghentikan reaksi peroksidasi lipid pada ginjal sehingga kadar ureum dan kreatinin menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etil asetat C. comatus terhadap kadar ureum dan kreatinin darah tikus model diabetes dan untuk mengetahui dosis efektif ekstrak etil asetat C. comatus terhadap kadar ureum dan kreatinin darah tikus model diabetes. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dari hasil pengukuran kadar ureum dan kreatinin dianalisis menggunakan uji statistik one way Anova pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat C. comatus berpengaruh terhadap kadar ureum dan kreatinin darah tikus model diabetes. Ekstrak C. comatus dosis 500 mg/kgBB merupakan dosis efektif yang berpengaruh terhadap penurunan kadar ureum dan kreatinin darah pada tikus model diabetes yaitu sebesar 16,66 ± 0,00 mg/dL dan 0,40 ± 0,12 mg/dL. Key words: Coprinus comatus, diabetes mellitus, kreatinin, streptozotocin, ureum
Pengaruh pH dan Waktu Inkubasi Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi β-Glukan Schizophyllum commune Maharani, Amalia Sofia; Ekowati, Nuraeni; Ratnaningtyas, Nuniek Ina
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 4 No 1 (2022): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2022.4.1.4594

Abstract

Schizophyllum commune is a fungus that grows naturally on tree trunks and wood processing waste. This mushroom contains β-glucan compounds which have the potential for drug development in the world of health. The main purpose of this study was to determine the optimum value of pH and incubation time on S. commune's growth, and also the optimum value of pH and incubation time on β-glucan production of S. commune. The research was conducted by experimental method of completely randomized factorial design (CRD factorial). The treatment given includes variations in pH (P) with three levels, namely pH 5 (P1), pH 6 (P2), and pH 7 (P3), and variations in incubation time (W) with three levels, namely incubation time of 20 days (W1), 25 days (W2), and 30 days (W3). . The independent variables were pH and incubation time, while the dependent variables were fungal mycelium growth and β-glucan production. The main parameter observed was β-glucan weight. The supporting parameters were dry biomass weight and the final pH medium. Data analysis was performed by Analysis of Variance (ANOVA) at 95% accuracy levels, followed by Duncan's test (Ducan Multiple Range Test). The results showed that pH and incubation time were significantly affected to the growth and production of β-glucan fungus S. commune. The value of pH 6 and incubation time of 25 days was the optimum condition for the growth of S. commune, and also pH 5 and incubation time of 25 days was the optimum condition for β-glucan production of S. commune.
Optimasi Konsentrasi Glukosa dan Waktu Inkubasi Terhadap Bobot β-Glukan Jamur Schizophyllum commune Apriyani, Tri Rahayu; Ekowati, Nuraeni; Ratnaningtyas, Nuniek Ina
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 3 No 4 (2021): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2021.3.4.4601

Abstract

Schizophyllum commune is a fungus that grows wild in nature which contains β-glucan which has the potential to develop drugs for several diseases and human health. The main purpose of this study was to determine the effect glucose concentration and incubation time on the growth of fungus S. commune and its β-glucan production. The research was conducted by experimental method of completely randomized factorial design (CRD factorial) with two factors carried out in three repetitions. The treatments provided included variations in glucose concentration (G) with three variations, namely 10 g/L (G1), 20 g/L (G2), and 30 g/L (G3), and variations in three different incubation times (W), such as 20 days (I1). , incubation time of 25 days (I2), and incubation time of 30 days (I3). Variables which used in this research independent and dependent variables. The independent variables were glucose concentration and incubation time, while the dependent variables were fungal mycelium growth and β-glucan production. The main parameter observed was β-glucan weight. The supporting parameters were dry biomass weight and the final pH medium. Data analysis was performed by Analysis of Variance (ANOVA) at 95% accuracy levels, followed by Duncan's test (Ducan Multiple Range Test). The results showed that glucose concentration and incubation time were significantly affected to the growth and production of β-glucan fungus S. commune. Glucose concentration of 30 g/L and incubation time of 25 days was the optimum condition for the growth of S. commune and its β-glucan production with an average dry weight of betaglucan is 0.363 g/L
Co-Authors . HERNAYANTI AA Sudharmawan, AA Adi Supriyadi AGUS HERY SUSANTO Agus Irianto Aisyah Tri Septiana Aisyah Tri Septiana Amalia Sofia Maharani Amelia, Aurora Pradipta Andarwanti, Suci angelin marhavyna cristy Anik Laeli Perdanawati Apriyani, Tri Rahayu Ari Asnani Arif Rahman Hikam Aris Mumpuni Ashar, Fadli Atik Retnowati Azhar Faturohman Abidin Azizah, Enur Bahrun Bahrun Bambang Heru Budianto Budiarti, Vio Indah cristy, angelin marhavyna Dalia Sukmawati Daniel Joko Wahyono Dattadewi Purwantini Dhea Rifa Rahmah Edyawati Dian Islamiyati Dian Islamiyati Dini Ryandini Dini Ryandini Dody Novrial, Dody Doso Sarwanto Dyah Fitri Kusharyati Eko Setio Wibowo Ellen Evita Endang Sri Purwanti Endang Sri Purwanti Endang Sri Purwati Endang Sri Purwati Endang Sukara Evita, Ellen Fajar Husen Feryawan Feryawan Feryawan, Feryawan Fitria Dewi Sulistiyono Fitrianto, Nur Fitriya Yuni Wulandari Haris Budi Widodo Herliana, Okti Hernayanti Hernayanti Hernayanti Hernayanti Hernayanti Hernayanti HERNAYANTI HERNAYANTI Hernayanti Hernayanti Hernayanti Hernayanti Irfan Dwiandhono Isnaini Maulida Juni Safitri Muljowati Juni Safitri Muljowati Khasanah, Nur Aini Hidayah Kurniawan Kurniawan Loekas Soesanto Loekas Soesanto M. Yogi Riyantama Isjoni Maharani, Amalia Sofia Maria Mardhitama Maharani MU'AFA, RAFID HILMY Muntahanah, Siti Nahdatulia, Yasinta Nawangtantrini, Gita Ningrum, Ema Wahyu Noverita Nur Aini Hidayah Khasanah Nur Aini Hidayah Khasanah Nur Fitrianto Nuraeni Ekowati Nuraeni Ekowati Nuraeni Ekowati Nuraeni Ekowati Nuraeni Ekowati Nuraeni Ekowati Nuraeni Ekowati Nuraeni Ekowati Nuraeni Ekowati Nuraeni Ekowati, Nuraeni Nuraini Hidayah Khasanah Oedjiono P.M. Hendrati Palindung, Lusia Seti Perdanawati, Anik Laeli Purnomowati Purnomowati Purnomowati Purnomowati, Purnomowati Purwanto Bekti Santoso, Purwanto Bekti Ratna Stia Dewi Ratri Noor Hidayah Riama Kustianingrum Rifda Naufalin Rizki Maulida Ross Nurul Rohmah Ryan Firman Syah Salamiah Salamiah Saputra, Wahyu Dwi saraswati, esti Siti Samiyarsih Siti Samiyarsih Siti Samiyarsih Slamet Priyanto Sri Hartini Sri Lestari Sri Lestari Suci Andarwanti Supriyadi, Adi Taufiq, Hameda Dhaka Kusuma Tri Rahayu Apriyani Tyas Retno Wulan Ulfa Fadila Rudatiningtyas Ulfa Fadilla Rudatiningtyas Utami, Nurani Ajeng Tri Vika Vidiyanti Vio Indah Budiarti Wahyu Dwi Saputra Wirakhmi, Ikit Netra Witiyasti Imaningsih Yanita Mutiaraning Viastika Yulia, Ana Yuniati, Nilasari Indah Yunida Triana, Noor Zahra, Jauza Ulya