Claim Missing Document
Check
Articles

Etika dan Hukum dalam Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Privasi Digital di Indonesia Judijanto, Loso; Harsya, Rabith Madah Khulaili
Sanskara Hukum dan HAM Vol. 3 No. 03 (2025): Sanskara Hukum dan HAM (SHH)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/shh.v3i03.543

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) menimbulkan tantangan signifikan terhadap privasi digital di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Studi ini mengeksplorasi dimensi etis dan hukum dampak AI terhadap privasi digital dalam konteks Indonesia, dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Temuan utama menunjukkan bahwa kerangka hukum Indonesia saat ini, seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) 2022 dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), menyediakan landasan dasar untuk perlindungan privasi digital namun belum mengatur secara spesifik isu-isu terkait AI seperti pengambilan keputusan otomatis dan akuntabilitas algoritma. Pertimbangan etika, termasuk transparansi, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, masih kurang dieksplorasi dalam kebijakan Indonesia yang mengatur AI. Dengan membandingkan lanskap hukum Indonesia dengan praktik terbaik global, studi ini mengidentifikasi celah kritis dan memberikan rekomendasi, termasuk pengembangan undang-undang khusus AI, integrasi standar etika, dan promosi literasi digital. Temuan ini bertujuan untuk berkontribusi pada tata kelola AI yang bertanggung jawab, menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan privasi digital di Indonesia.
Socialization of Strengthening Lecturers' Motivation and Mentality in Implementing the Tri Dharma of Higher Education: Pengabdian Rabith Madah Khulaili Harsya; Atjih Sukaesih Syahid; Usman Tahir; Alisyah Pitri; Nicodemus Rahanra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2089

Abstract

The author conducted this outreach to fellow writers to improve Mental Health and Motivation among fellow colleagues. The fellow writers consisted of fifteen lecturers at several universities, namely UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Sultan Syarif Kasim State Islamic University Riau, Jayapura University of Science and Technology, Al-Mujaddid Sabak Islamic Institute, Satya Iyata Mandala University. The author hopes that lecturers who are currently carrying out their obligations under the Tri Dharma of Higher Education will remain motivated and mentally strong so that the Tri Dharma of higher education can be completed well, be beneficial, and can advance civilization. The success of fellow authors is also the success of the author personally.
A Comprehensive Study of The Criminalization of Parental Violence Against Children (Legal, Human Rights, and Sharia Perspectives) Herni Ramayanti; Rabith Madah Khulaili Harsya; Asyri Febriana; Nabain Idrus; Syamsul Efendi
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 7 No. 2 (2025): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v7i2.9493

Abstract

This study is a qualitative study with a descriptive approach, namely an approach that aims to describe each main topic in this study, including the criminalization of children by parents from the perspective of Indonesian law, the criminalization of children by parents from the perspective of human rights, and the criminalization of children by parents from the perspective of sharia law. The data used in this study are secondary data that researchers obtained from books, scientific articles, laws and regulations, websites, and so on. The data obtained was analyzed using the stages of data collection, data selection, data reduction, and drawing conclusions. The conclusion in this article show that from an Indonesian legal perspective, criminalization or violence against children is subject to varying penalties depending on the type of criminalization or violence committed. In physical violence in the form of abuse, the maximum penalty is three years and six months and/or a fine of Rp. 72,000,000.00 for minor abuse. The maximum penalty is five years if the child experiences serious injuries with a fine and/or Rp. 100,000,000.00 for abuse that causes serious injuries. And is subject to a maximum of fifteen years imprisonment and/or a fine of Rp. 300,000.00 if the child dies. If the violence is committed by a parent, a third of the sentence is added. In contrast to physical criminalization, parents can be sentenced to a minimum of five years imprisonment and a maximum of fifteen years if they commit sexual violence against their child, an additional one-third. From a human rights and Islamic law perspective, this is a heinous and prohibited act and the perpetrator must be punished according to the level of criminalization and violence.
Tinjauan Yuridis terhadap Tanggung Jawab Platform Digital atas Konten Ilegal Menurut Hukum Indonesia Khulaili Harsya, Rabith Madah
Sanskara Hukum dan HAM Vol. 4 No. 01 (2025): Sanskara Hukum dan HAM (SHH)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/shh.v4i01.609

Abstract

Pertumbuhan pesat platform digital di Indonesia telah memudahkan komunikasi, perdagangan, dan berbagi informasi, namun juga mempercepat penyebaran konten ilegal seperti pencemaran nama baik, ujaran kebencian, pornografi, dan pelanggaran hak cipta. Studi ini melakukan tinjauan hukum mengenai tanggung jawab platform digital atas konten ilegal berdasarkan hukum Indonesia. Menggunakan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menganalisis ketentuan undang-undang, mekanisme regulasi, dan interpretasi yudisial, dengan fokus pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019, dan Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2020. Temuan menunjukkan bahwa Indonesia mengadopsi model tanggung jawab bersyarat: platform diwajibkan untuk menghapus konten ilegal atas pemberitahuan pemerintah, namun tetap dapat dituntut pertanggungjawaban dalam kasus kelalaian. Tantangan yang diidentifikasi meliputi definisi yang tidak jelas tentang konten terlarang, hambatan penegakan hukum lintas batas, ancaman terhadap kebebasan berekspresi, dan kapasitas institusional yang terbatas. Wawasan perbandingan dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara Asia Tenggara menunjukkan kebutuhan akan pedoman yang lebih jelas, pengawasan independen, dan kewajiban transparansi yang lebih kuat. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun Indonesia telah mengembangkan kerangka hukum dasar, reformasi diperlukan untuk menyeimbangkan regulasi konten dengan perlindungan hak konstitusional dan inovasi digital.
Education On Simplifying Digital-Based Village Administrative Affairs Nuraini , Rini; Harsya, Rabith Madah Khulaili; Arjulayana , Arjulayana; Meiyenti , Ira; Agustina , Ika
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.544

Abstract

When the author carried out service for one month, namely in Pekalangan village for two weeks and in Pekalangan village for two weeks, the author discovered exactly the same problem, namely the complexity of managing administration in rural areas. After that, the author held discussions with other colleagues and found a solution to simplify the village administration program. As a result, the authors agreed to propose creating a website in each village with the main aim of making it easier for village residents to manage administration. The research results show 1). When observing for two weeks in each of the villages of Bojong Loa and Pakalaang, the author found similar problems, namely the difficulty of managing administration in both villages. 2). The author suggests a solution for village officials to form an IT team, coordinating with local governments, in this case the Tanggerang city government and Cirebon Regency, so they can create a website. 3). The village website functions to make it easier for rural communities to take care of administrative matters such as administering KK, KTP, KIP, KIM, making it easier for people to get information, and as a form of transparency in the use of village funds. 4). The village website has been implemented and is successful in several villages such as Kertamulya village and has succeeded in making it easier for village residents to take care of administration.
The Role Of Religious Moderation In Countering Radicalism In The Village Harsya, Rabith Madah Khulaili; Ridwan, Ahmad; Sa'diyah, Sa’diyah; Chatun, Sri; Susanto, Deny
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.594

Abstract

This article comes from the author's service in the villages of Bulak and Bandar Baru for 1 month in these villages. This dedication began with the writer/devotee's sense of concern for villages that have great potential to be invaded by radicalism. This program is also a priority for BNPT and the Government of the Republic of Indonesia. "National preparedness as part of prevention is mandated by law, and we will implement this in village strengthening activities later, because if villages are ready, there is no room for terror groups to invite young people to become part of them," said the Commissioner General. Pol. Boy Rafli Amar. The results in this article show 1). One of the places where radicalism has the potential to enter is rural areas due to education, literacy and so on. 2). The teaching of religious moderation is a teaching that upholds the values of tolerance, four, and so on by relaxing the rules in religion. 3). Therefore, the writer/devotee decided to carry out education on religious moderation in order to counter radicalism in rural areas. This program is also in line with the BNPT and Indonesian Government programs.
Analysis of Challenges and Prospects for Dispute Resolution through the National Sharia Arbitration Board in the Indonesian Legal Context Judijanto, Loso; Harsya, Rabith Madah Khulaili; Prananingrum, Dwi Kartika; Saryanto, Saryanto; Retnaningsih, Rahayu
West Science Islamic Studies Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Islamic Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsiss.v2i01.587

Abstract

This research explores the challenges and prospects for dispute resolution through the National Sharia Arbitration Board within the Indonesian legal context. Utilizing qualitative research methods, including interviews, case studies, content analysis, and comparative analysis, the study identifies institutional challenges such as resource constraints, procedural complexities, and limited jurisdiction. Legal and cultural factors, including the harmonization of laws, cultural sensitivity, and gender equity, are examined. Case studies illustrate the Board's efficacy in family disputes while revealing challenges in handling commercial disputes. Prospects for future development encompass legal reforms, capacity building, and public awareness initiatives. A comparative analysis with global Sharia arbitration bodies provides insights into shared challenges and distinctions. The implications for the Indonesian legal system highlight the need for strategic interventions. Overall, this research contributes to a nuanced understanding of the National Sharia Arbitration Board's role and suggests pathways for its sustainable development
Analysis of the Influence of Legal, Social, and Political Factors on Religious Freedom in Indonesia Harsya, Rabith Madah Khulaili; Mokodenseho, Sabil; Silaban, Yabes Sentosa; Zuwanda, Zulkham Sadat
West Science Law and Human Rights Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Law and Human Rights
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wslhr.v2i01.592

Abstract

This research investigates the influence of legal, political, and social factors on religious freedom in Indonesia through a quantitative analysis. A sample of 150 participants was surveyed, and a structural equation model was employed to examine the relationships between these factors and their impact on perceptions of religious freedom. The results reveal significant positive associations between legal awareness, political dynamics, social attitudes, and religious freedom. The study contributes valuable insights for policymakers, legal practitioners, and advocacy groups seeking to enhance religious freedom in Indonesia
Advantages And Disadvantages Of The Existence Of Rohingya Refugees In Indonesia (Perspective Of Islam, Pancasila And Law) Khulaili Harsya, Rabith Madah; Feriyanti, Yang Gusti; Sahrul, Sahrul; Alfansuri Jacob, Muhammad Salman; Karina, Mila
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8765

Abstract

Meningkatnya jumlah pengungsi spiritual di Indonesia nampaknya menjadi permasalahan bagi Pemerintah untuk menerima atau menolak pengungsi tersebut. Di satu sisi, Indonesia terhambat oleh potensi konflik dengan warga lokal jika diterima karena masalah etika, persaingan tanah, persaingan pekerjaan, dan potensi dominasi karena jumlah pengungsi yang terus meningkat. Namun di sisi lain, pemerintah terjebak pada rasa iba menolong sesama manusia, prinsip dasar HAM, dan persoalan agama, apalagi mayoritas pengungsi Rohingya beragama Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis untung dan ruginya keberadaan pengungsi spiritual di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif mengenai kelebihan dan kekurangan kehadiran pengungsi Rohingny di Indonesia dalam perspektif Pancalsila, Hak Asasi Manusia dan Islam. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang peneliti peroleh dari artikel ilmiah, buku, berita yang kredibel dan lain sebagainya. Data-data tersebut dianalisis secara deskriptif dan kelebihan serta kekurangan keberadaan pengungsi spiritual diukur melalui analisis SWOT. Jika keberadaannya lebih banyak mengandung kekuatan dan peluang maka disimpulkan sebagai keuntungan dan sebaliknya jika lebih banyak mengandung ancaman dan tantangan maka disimpulkan sebagai kerugian.
The Function Of Women's Involvement As Government Employees From The Perspective Of Feminism And Islamic Law Harsya, Rabith Madah Khulaili; Mas’ud, Fadil; Syafrullah, Muhammad Deddy; Winarto, Tri; Ismail, Ismail
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18674

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menguraikan pokok permasalahan yang diangkat dalam penelitian yaitu fungsi keterlibatan perempuan sebagai pegawai pemerintah yang dikaji dari perspektif feminisme dan hukum Islam. Penelitian ini juga memperlihatkan keunggulan keterlibatan perempuan dalam instansi pemerintah dan keunggulan perempuan dibandingkan laki-laki. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang peneliti peroleh dari sumber tidak langsung yaitu buku, artikel ilmiah, majalah, dan website terpercaya. Data yang peneliti peroleh diklasifikasikan menurut bidang sebelumnya, dipilih, direduksi, dideskripsikan, dan ditarik kesimpulan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berawal dari keresahan sebagian perempuan yang perannya terdegradasi. Untuk meluruskan hal tersebut maka peneliti menyusun artikel ini yang akan membahas secara komprehensif tentang fungsi keterlibatan perempuan sebagai pegawai pemerintah dari perspektif feminisme dan hukum Islam. Penelitian ini juga menunjukkan keuntungan keterlibatan perempuan di instansi pemerintah dan keuntungan perempuan dibandingkan laki-laki. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang peneliti peroleh dari sumber tidak langsung yaitu buku, artikel ilmiah, majalah, dan website terpercaya. Data yang peneliti peroleh diklasifikasikan menurut bidang sebelumnya, dipilih, direduksi, dideskripsikan, dan ditarik kesimpulan. Hasil dalam artikel ini menunjukkan Feminisme dan Islam sama-sama memiliki pemikiran yang sama jika dilihat dari segi peran antara laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama. Untuk mendukung pendapat tersebut, pada tahap implementasi perlu adanya kebijakan yang mendukung kedua perspektif tersebut dan mendorong peran perempuan agar lebih besar di berbagai sektor. Kebijakan pelibatan sejumlah perempuan sebagai pegawai di instansi pemerintah merupakan salah satunya. Dengan adanya keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan di instansi pemerintah, peneliti dapat meningkatkan instansi karena dari segi hormon, sikap, dan pemikiran yang berbeda jika dikolaborasikan dengan baik dapat menghasilkan sesuatu yang memuaskan.
Co-Authors Abdul Fatakh Agustina , Ika Ahmad Ridwan Ainun Nazriah Ainurrafiqa Pelupessy Aklima Aklima Aklima Aklima Alfansuri Jacob, Muhammad Salman Alisyah Pitri Andi Lulu Isvany Andi Mohammad Galib andrew shandy utama, andrew shandy Anis Kurahmawati Aprilliany Zahra Nur Azzalia Jacob Arafah, Muhammad Nur Arief Fahmi Lubis Arini, Rani Eka Arjulayana , Arjulayana Arnes Yuli Vandika Asyri Febriana Badruddin Nasir Bambang Julianto Baren Sipayung Basri Basri Basri, T. Saiful Berhitu, Maria Renata Bhaskoro, Aryo Bobby Ferly Chatun, Sri Dani Amran Hakim Darmun Debiyanti Kune Deny Susanto Dian Rositasari Dita Dismalasari Dewi Dwi Anna Kristanti Dwi Kartika Prananingrum Fadil Mas’ud Faiz Muqorrir Kaaffah Fatima Suatrat Feriyanti, Yang Gusti Frida Alkhansaa’ Adzkia Frida Alkhansaa’ Adzkia Gunawan, Untung Hafizi, Royyan Hasibuan, Kalijunjung Herlinda Herlinda, Herlinda Herni Ramayanti Hudjolly hudjolly Ifah Masrifah Indriya Fathni Ira Meiyenti Irwinsyah, Fadly Ismail Ismail Iwan Harsono Jacob, Muhammad Salman Alfansuri Judijanto, Loso Kalijunjung Hasibuan Kaokabah Karina, Mila Lala, Andi Liestyowati Loso Judijanto Metehsa Sembiring Mitra Musika Lubis Mokodenseho, Sabil Muhammad Fachrur Razy Mahka Muhammad Rifai Muhammad Salman Alfansuri Jacob Muis Nabain Idrus Nuraini , Rini Nuralam Prananingrum, Dwi Kartika Priyana, Yana Raden Roro Atiqah Sekararum Rahanra, Nicodemus Rahayu Retnaningsih Rahmawati Rais, Muhammad Tasbir Retnaningsih, Rahayu Rizka, Nanda Dwi Robert Alex Serang Rohmah, Umdah Aulia Rudi Rahman Sa'diyah, Sa’diyah Sabil Mokodenseho Sahrul, Sahrul Sakmaf, Marius Supriyanto Samud Samud, Samud Saryanto Saryanto Saryanto Saryanto Selvia Junita Praja Silaban, Yabes Sentosa Sukaesih, Atjih Supriandi Supriandi, Supriandi Susanto, Deny Syafrullah, Muhammad Deddy Syamsul Efendi Tono Wartono Triyantoro, Andri Ubaidillah, Ubaidillah Umdah Aulia Rohmah Umdah Aulia Rohmah Usman Tahir Vinno Petrus Manoppo Wamafma, Filep Wasman Wasman Winarto, Tri Yabes Sentosa Silaban Yana Priyana Zulkham Sadat Zuwanda Zuwanda, Zulkham Sadat