Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN NEGARA TERHADAP PERLINDUNGAN HUKUM NARAPIDANA AKIBAT PANDEMI COVID-19 DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Rabith Madah Khulaili Harsya; Anis Kurahmawati; Abdul Fatakh
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v8i1.14294

Abstract

Covid-19 has been declared a pandemic by the World Health Organization (WHO). Apart from causing a health emergency, the presence of this virus also has implications for several sectors such as finance which stem from an unstable economy. Based on this, the role of the state is needed to guarantee its prevention and handling. Indonesia as a constitutional state must guarantee certainty and protection by temporarily suspending coaching as a form of protection for convicts. Philosophically, the issuance of a circular letter from the director general of correctional institutions has considered the situation where cases of the spread of the Covid-19 outbreak are increasing day by day, so that the director general of correctional institutions acts as responsible for the situation in correctional institutions and continues to coordinate with the minister of law and human rights. (as the oversight of the penitentiary).This type of research is library research (library research), in the sense that all data sources come from written materials in the form of books, documents, magazines and texts that are related to the topic of discussion through a review of various literature related to research which includes primary, secondary data. , dantertier. The data collected, read.The results of this study, namely the results of this study are to explain and explain the role and efforts of the state in handling the pandemic as a form of manifestation of the purpose of the presence of the state, namely to protect the entire Indonesian nation. Keywords: The Role of the State, Legal Protection, and Guidance.
DINAMIKA POLITIK HUKUM PERBANKAN SYARIAH PASCA UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2008 Abdul Fatakh; Rabith Madah Khulaili Harsya
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 8 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v8i2.16406

Abstract

Syari’ah economic practice actually has been widely recognized by Indonesian Moslem. However, a new positive   form of   this   practice   only   begins   after   reformation   period   by the establishment of Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992, and Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah. Act on Syari’ah Banking has been delivered as the governmental appreciation and accommodation to public norms (living law). Moreover, economic practice   access   with syari’ah principle becomes so facilitated, and thus, any   banking   conventional   activities appear   being   easily   conducted   in   benefiting   banks   in   general   while   preserving   the costing pattern and other issues based on syari’ah principle.This type of research is library research (library research), in the sense that all data sources come from written materials in the form of books, documents, magazines and texts that are related to the topic of discussion through a review of various literature related to research which includes primary, secondary data. , dantertier. The data collected, read.The political dynamics of sharia economic law in legislation as a form of juridical implementation of sharia economics can be seen from Law of the Republic of Indonesia Number 7 of 1992 concerning Banking, where sharia banks are understood as profit-sharing banks. The rest of the sharia banks must comply with conventional-based general banking regulations. Key Words: Regulation, Syaria’ah Banking, Competence
DINAMIKA POLITIK HUKUM PERBANKAN SYARIAH PASCA UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2008 Abdul Fatakh; Rabith Madah Khulaili Harsya
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 8 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v8i2.16406

Abstract

Syari’ah economic practice actually has been widely recognized by Indonesian Moslem. However, a new positive   form of   this   practice   only   begins   after   reformation   period   by the establishment of Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992, and Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah. Act on Syari’ah Banking has been delivered as the governmental appreciation and accommodation to public norms (living law). Moreover, economic practice   access   with syari’ah principle becomes so facilitated, and thus, any   banking   conventional   activities appear   being   easily   conducted   in   benefiting   banks   in   general   while   preserving   the costing pattern and other issues based on syari’ah principle.This type of research is library research (library research), in the sense that all data sources come from written materials in the form of books, documents, magazines and texts that are related to the topic of discussion through a review of various literature related to research which includes primary, secondary data. , dantertier. The data collected, read.The political dynamics of sharia economic law in legislation as a form of juridical implementation of sharia economics can be seen from Law of the Republic of Indonesia Number 7 of 1992 concerning Banking, where sharia banks are understood as profit-sharing banks. The rest of the sharia banks must comply with conventional-based general banking regulations. Key Words: Regulation, Syaria’ah Banking, Competence
PENJUALAN BARANG GADAI DI BANK BJB SYARIAH KABUPATEN KUNINGAN MENURUT TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH Rabith Madah Khulaili Harsya; Wasman Wasman; Ubaidillah Ubaidillah; Abdul Fatakh; Frida Alkhansaa’ Adzkia
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v7i1.10627

Abstract

Bank memberikan manfaat besar bagi masyarakat sebagaimana fungsinya untuk menghimpun dan menyalurkan dana. Bank syariah menawarkan berbagai fasilitas dan produk pembiayaan dengan prinsip syariah. Akad rahn merupakan produk yang cukup diminati masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman kepada bank syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitiannya diperoleh Penjualan Barang Gadai di Bank BJB Syariah Kabupaten Kuningan menggunakan akad qard, rahn, dan ijarah.  Jenis barang gadai yang dijual bank sama dengan jenis penerimaan barang gadai yaitu berupa Logam Mulya 17-24 karat, Emas Kuning 16-24 karat, dan Perhiasan 17-23 karat.  Proses pentaksir perhiasan emas dikerjakan oleh petugas taksir dengan menggunakan peralatan khusus untuk memperoleh nilai emas, diantaranya timbangan untuk mengukur berat emas dan batu uji karatase. Harga jual emas ditaksir melalui dua cara, yaitu: menggunakan berat jenis dan diuji oleh zat kimia.Kata Kunci: Penjualan Barang Gadai, Bank BJB Syariah, Hukum Ekonomi Syariah.
Transformasi Komisi Pemberantasan Korupsi Terhadap Alih Status Pegawai Menjadi ASN Tinjauan Hukum dan Fiqh Siyasah Muhammad Zaky Naufal Salim; Sugianto Sugianto; Rabith Madah Khulaili Harsya
PEPAKEM: JURNAL HUKUM TATA NEGARA DAN POLITIK ISLAM Vol 1 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/pepakem.v1i1.118

Abstract

Sejak disahkan UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, terjadi perubahan besar dalam struktur lembaga tersebut. Salah satu perubahan yang mencolok adalah konversi status pegawai KPK menjadi ASN sesuai Pasal 1 ayat (6) UU tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kewenangan KPK terkait transisi status pegawai menjadi ASN, dengan mempertimbangkan perspektif Fiqh Siyasah pada Pasal 1 ayat (6) dan Pasal 69C UU Nomor 19 Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan bersifat normatif, dengan data yang diperoleh dari literatur, dokumen, dan artikel yang relevan dengan fungsi, wewenang, dan posisi KPK dalam konteks transisi status pegawai menjadi ASN sesuai UU Nomor 19 Tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revisi UU KPK mengakibatkan pegawai KPK secara otomatis menjadi ASN, dan terdapat perubahan dalam struktur organisasi KPK. Dari sudut pandang Fiqh Siyasah, terdapat persamaan dan perbedaan antara KPK dan Wilayah al-Mazhalim. Wilayah al-Mazhalim dalam hukum Islam adalah lembaga peradilan yang lebih tinggi dan berada di bawah naungan sultah tanfidhiyah (eksekutif). Meskipun KPK ditempatkan dalam ranah eksekutif, wewenangnya tetap independen yang sejalan dengan prinsip Fiqh Siyasah.
Efektivitas Pemberian Bantuan Hukum Pro Bono Terhadap Masyarakat Tidak Mampu Di PBH Peradi Sumber  Menurut Tinjauan Mashlahah Maulana Yusup; Rabith Madah Khulaili Harsya; Jefik Zulfikar Hafizd
PEPAKEM: JURNAL HUKUM TATA NEGARA DAN POLITIK ISLAM Vol 2 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/pepakem.v2i1.121

Abstract

Dalam kehidupan bermasyarakat seringkali terjadi konflik antara individu yang yang mengakibatkan salah satu pihak menjadi korban dan berurusan dengan hukum. Oleh sebab itu Negara harus turut pro aktif melindungi masyarakatnya untuk memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keadilan dan memiliki kedudukan yang sama dihadapan hukum, upaya untuk merealisasikannya melalui pemberian bantuan hukum secara pro bono yang merupakan tanggung jawab advokat bagi masyarakat yang tidak mampu, salah satu lembaga yang mengelola Pro bono adalah Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH PERADI) Sumber Kabupaten Cirebon. Melihat permasalahan tersebut penulis merasa perlu mengkaji mengkaji lebih dalam terkait efektivitas pemberian bantuan hukum secara pro bono berdasarkan tinjauan mashlahah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitiannya diperoleh Regulasi utama berasal dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2008. PBH PERADI Sumber telah memberikan bantuan hukum pro bono yang efektif, dipengaruhi oleh faktor hukum, penegak hukum, sarana, masyarakat, dan kebudayaan. Tinjauan mashlahah menunjukkan kesesuaian dengan prinsip kebaikan, kemaslahatan masyarakat, dan pencapaian kesejahteraan. Dengan demikian, PBH PERADI Sumber telah efektif dan sesuai dengan syariat Islam dalam menjalankan amanat Undang-undang pro bono.
Co-Authors Abdul Fatakh Agustina , Ika Ahmad Ridwan Alfansuri Jacob, Muhammad Salman Alisyah Pitri andrew shandy utama, andrew shandy Anis Kurahmawati Arief Fahmi Lubis Arjulayana , Arjulayana Arnes Yuli Vandika Asyri Febriana Badruddin Nasir Basri Basri Basri, T. Saiful Bhaskoro, Aryo Bobby Ferly Chatun, Sri Deny Susanto Dita Dismalasari Dewi Dwi Kartika Prananingrum Fadil Mas’ud Fatima Suatrat Feriyanti, Yang Gusti Frida Alkhansaa’ Adzkia Frida Alkhansaa’ Adzkia Gunawan, Untung Hafizi, Royyan Hasibuan, Kalijunjung Herlinda Herlinda, Herlinda Herni Ramayanti Hudjolly hudjolly Ifah Masrifah Indriya Fathni Ira Meiyenti Ismail Ismail Iwan Harsono Jacob, Muhammad Salman Alfansuri Jefik Zulfikar Hafizd Judijanto, Loso Kalijunjung Hasibuan Karina, Mila Lala, Andi Loso Judijanto Maulana Yusup Mokodenseho, Sabil Muhammad Rifai Muhammad Salman Alfansuri Jacob Muhammad Zaky Naufal Salim Nabain Idrus Nuraini , Rini Prananingrum, Dwi Kartika Priyana, Yana Rahanra, Nicodemus Rahayu Retnaningsih Rahmawati Rais, Muhammad Tasbir Retnaningsih, Rahayu Rizka, Nanda Dwi Robert Alex Serang Rohmah, Umdah Aulia Rudi Rahman Sa'diyah, Sa’diyah Sabil Mokodenseho Sahrul, Sahrul Sakmaf, Marius Supriyanto Samud Samud, Samud Saryanto Saryanto Saryanto Saryanto Silaban, Yabes Sentosa Sugianto Sugianto Sukaesih, Atjih Susanto, Deny Syafrullah, Muhammad Deddy Syamsul Efendi Triyantoro, Andri Ubaidillah, Ubaidillah Umdah Aulia Rohmah Umdah Aulia Rohmah Usman Tahir Vinno Petrus Manoppo Wamafma, Filep Wasman Wasman Winarto, Tri Yabes Sentosa Silaban Yana Priyana Zulkham Sadat Zuwanda Zuwanda, Zulkham Sadat