Claim Missing Document
Check
Articles

Undang-undang Keamanan Siber di Era Digital: Mengatasi Tantangan dan Memastikan Perlindungan Data Harsya, Rabith Madah Khulaili; Jacob, Muhammad Salman Alfansuri; Hafizi, Royyan; Bhaskoro, Aryo; Judijanto, Loso
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-undang Keamanan Siber memiliki peran krusial dalam menanggapi tantangan yang muncul di era digital, terutama terkait dengan pengamanan data. Artikel jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi undang-undang keamanan siber serta dampaknya dalam memastikan perlindungan data. Penelitian ini mengulas dinamika undang-undang keamanan siber, faktor-faktor yang memengaruhi implementasi yang berhasil, dan evaluasi terhadap hasil yang dihasilkannya. Artikel ini dimulai dengan menjelaskan urgensi undang-undang keamanan siber dalam menghadapi perkembangan teknologi di era digital. Pemetaan bentuk undang-undang keamanan siber, peran teknologi, serta dampaknya terhadap perlindungan data menjadi fokus analisis. Analisis mendalam terhadap proses implementasi mencakup keterlibatan pemangku kepentingan, kerangka regulasi, dan peran kepemimpinan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi keamanan siber. Studi kasus dan contoh riil digunakan untuk mengilustrasikan keberhasilan implementasi undang-undang keamanan siber, menyoroti praktik terbaik dan pembelajaran yang dihasilkan. Penelitian ini juga mengevaluasi hasil dari inisiatif undang-undang keamanan siber, mempertimbangkan efektivitasnya dalam mencapai tujuan yang diinginkan dan menanggulangi tantangan perlindungan data. Sebagai kesimpulan, artikel ini berkontribusi pada wacana tentang undang-undang keamanan siber, memberikan wawasan mendalam tentang kompleksitas implementasi dan dampak dari undang-undang yang progresif. Seiring dengan masyarakat yang terus bergerak di ranah digital, membentuk budaya hukum yang adaptif menjadi strategi kunci dalam memastikan keamanan data yang efektif.
Konsep Mahar Pekawinan dalam Fiqh Kontemporer Analisis Mubadalah Harsya, Rabith Madah Khulaili; Rohmah, Umdah Aulia
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v4i2.1973

Abstract

The concept of a marriage dowry from various time formalities considers the sale and purchase transaction, that is, the sale and purchase between the future husband who is the buyer and the father or brother on the basis that the future wife is their material right. At first the guardian i.e. father or grandfather and close relatives who cared for the woman considered the dowry to be their right in exchange for the obligation to care for and nurture the woman. This understanding makes for a sociological reality in Muslim society that exposes women to discrimination, exploitation and violence. Ironically, almost all such destructive treatment is justified by religion. Women are not recognized as fully human like men, so they have no right to represent themselves. Women have always been regarded as objects of law in all laws and regulations, especially those relating to family law. In contemporary fiqh, dowry is defined as the obligatory gift of a man to a woman in the presence of a marriage contract, it is a good protection of Islam and its respect for women is that Islam gives her the right of ownership. The obligation of dowry in the Qur'an in sura an-Nisa verse 4 The imposition of only one subject results in the reading of the text in a patriakhis manner that is not in harmony with Islamic principles. In Islam a text is not specific to gender as the command of prayer, zakat, fasting of course although the editors of mukhatab are men but also target women. Contemporary fiqh does not apply the size of the dowry, meaning that the dowry can be expensive or cheap depending on the situation and the place that occurs. The understanding that requires a dowry on the part of the husband (man) alone is not in harmony with the principle of mubadalah. The reason is because according to mubadalah every sacred text whose mukhotob is male then it can certainly be applied to women. Likewise, with the obligation to give a dowry by men, it can also be from the side of the woman who gives the dowry
The Legal Framework in Addressing Modern Slavery and Human Trafficking a Focus on Indonesia Harsya, Rabith Madah Khulaili; Zuwanda, Zulkham Sadat
The Easta Journal Law and Human Rights Vol. 2 No. 02 (2024): The Easta Journal Law and Human Rights (ESLHR)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/eslhr.v2i02.208

Abstract

The legal, sociological, and practical aspects of stopping human trafficking and modern slavery in Indonesia are examined in this study. The study uses a mixed-methods approach, combining in-depth interviews with key informants from several sectors participating in anti-trafficking operations with normative analysis. The interviews provide rich insights from legal experts, law enforcement authorities, government representatives, NGOs, judicial staff, journalists, international organizations, and social workers; the normative analysis highlights the advantages and disadvantages of Indonesia's legal system. The results highlight difficulties such as a lack of resources, problems with coordination, and socioeconomic variables that increase susceptibility. Regular evaluations of the legal framework, improved coordination, victim-centric strategies, responsible media coverage, and international cooperation are among the recommendations. This study adds to the larger conversation about preventing human trafficking by providing a thorough grasp of the complex issues and viable solutions in the Indonesian setting.
Implementasi Hukum Lingkungan dalam Penegakan Hukum terhadap Pencemaran Sungai di Bandung Judijanto, Loso; Khulaili Harsya, Rabith Madah; Priyana, Yana
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 2 No 12 (2023): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v2i12.874

Abstract

Penelitian ini menyelidiki implementasi undang-undang lingkungan hidup dalam penegakan hukum terhadap pencemaran sungai di Bandung, Indonesia, dengan menggunakan pendekatan analisis kuantitatif. Penilaian kualitas air, evaluasi kerangka hukum, dan analisis penegakan hukum dilakukan untuk memahami secara komprehensif tantangan dan peluang dalam tata kelola lingkungan. Hasilnya menunjukkan adanya variasi polusi yang signifikan di berbagai lokasi sungai, yang menekankan perlunya intervensi yang ditargetkan. Kerangka hukum, meskipun komprehensif, mengungkapkan tantangan dalam hal kejelasan dan penegakan hukum, menggarisbawahi perlunya penyempurnaan peraturan. Efektivitas penegakan hukum berkorelasi positif dengan peningkatan kualitas air, yang menekankan peran penting dari intervensi peraturan. Temuan-temuan yang terintegrasi menawarkan pemahaman yang bernuansa tentang lanskap lingkungan di Bandung, yang memberikan landasan bagi rekomendasi kebijakan dan strategi tata kelola yang berkelanjutan.
POLICE AUTHORITY IN CHANGING THE STATUS OF THE WANTED LIST OF PEOPLE IN THE "VINA" CASE Khulaili Harsya, Rabith Madah; Ferly, Bobby; Rizka, Nanda Dwi; Rais, Muhammad Tasbir; Herlinda, Herlinda
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 4 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i4.15236

Abstract

ABSTRACT This research is a quantitative study with an explanatory approach. The data used in this article are primary data that researchers obtained from an online questionnaire of 350 Mitra Bangunan employees spread throughout Indonesia. The questionnaire consists of 10 statements related to Job Embeddedness, Employee Performance, and Resonant Leadership. The data obtained were analyzed using the smart PLS 4.0 analysis tool. The result in this article show convincingly that the Job Embeddedness variable can have a positive relationship direction and a significant influence on Employee Performance because the P-Values are positive and below the significance level of 0.05, namely 0.011.. In the next row, the second hypothesis can also be accepted and proven. This is due to the same reason, namely the P-Values are positive and below the significance level of 0.05, namely 0.000. On this basis, the first and second hypotheses in this article can be accepted. Keywords: Job Embeddednes, Employee Performance, Resonant Leadership
Corruption Prevention In Village Fund Management Harsya, Rabith Madah Khulaili
VJJ Vol. 2 No. 1 (2020): Veteran Justice Journal
Publisher : VJJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The potential for corruption in the management of village funds and for knowing efforts to prevent corruption in managing village funds. Management of village funds after the issuance of Law number 6 of 2014 concerning Villages experiences various kinds of problems between the emergence of criminal acts of corruption regulated in law number 20 of 2001 concerning Prevention of Corruption, so that the village government is expected to carry out various kinds of prevention against criminal acts of corruption both in terms of policy making, budget allocation and in the mechanism of policy making. Prevention of criminal acts of corruption must continue to be carried out starting from the lowest level, namely the village government so that in the future there will be realized a lawful village community that will increase the structure of good governance. Corruption prevention in managing village funds is trying to identify various modes of corruption in the village, increasing the capacity building of village officials and strengthening the capacity of village facilitators.
SISTEM KONTRAK GANDA DALAM BISNIS ONLINE DI INDONESIA Umdah Aulia Rohmah; Rabith Madah Khulaili Harsya
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 6 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v6i1.8481

Abstract

 ABSTRACT Indonesia occupies the sixth position in the world in the number of internet users in Indonesia according to data obtained from the Ministry of Communication and Information website. In general, E-commerce can be defined as all forms of trade transactions / commerce of goods or services (trade of goods and services) using electronic media. From the data released by Databoks related to the increase in E-commerce in Indonesia, it shows that there are around 143.26 million active users in the E-commerce business. One of the biggest E-commerce in Indonesia is Lazada. Lazada itself is included in the B2C (Business to Concumers) model. This type of business model is quite simple, namely an online shop with its own website address where the seller has stock of products and sells them online to buyers. In practice, lazada always makes breakthroughs in marketing and service. However, in this study, seeing the complexity of the problems faced in E-commerce, the author wants to concentrate on the dual contract system that is in the Lazada Strart-up, as well as all forms of problems and obstacles. The results of this study indicate that the first is, the online contract system on Lazada has complied with the rules of the Civil Code. Second, the dispute resolution procedure by Lazada has been arranged in the Lazada draft contract, and the handling is carried out in accordance with the procedure agreed by the parties. The minimal number of problems shows that the contracts made by Lazada are able to accommodate every need and condition that exists in Lazada Online buying and selling transactions. Key words: double contract system; E-commerce.ABSTRAK Indonesia menempati posisi enam besar dunia dalam jumlah pengguna internet di Indonesia Menurut data yang dapatkan dari web Kemkominfo. Secara umum E-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Dari data yang dirilis oleh Databoks terkait dengan peningkatan E-commerce di Indonesia, menunjukkan bahwa ada sekitar 143,26 juta pengguna aktif dalam bisnis E-commerce. Salah satu E-commerce terbesar  Indonesia adalah Lazada. Lazada sendiri termasuk dalam model B2C (Bussines to Concumers) jenis model bisnis ini cukup sederhana, yakni sebuah toko Online dengan alamat website sendiri dimana penjual memiliki stok produk dan menjualnya secara Online kepada pembeli. Dalam praktiknya lazada selalu membuat terobosan dalam pemasaran dan pelayanan. Namun dalam penelitian ini melihat peliknya masalah yang dihadapai dalam E-commerce penulis ingin konsen kepada sistem kontrak ganda yang ada pada Strart-up Lazada, serta segala bentuk permasalahan dan kendalanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa yang pertama adalah, sistem kontrak Online pada Lazada sudah memenuhi kesesuaian dengan aturan KUHPerdata. Yang kedua, prosedur penyelesaian perselisihan oleh Lazada  sudah tersusun dalam Draft kontrak Lazada, serta penanganan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang disepakati oleh para pihak. Jumlah permasalahan yang minim menunjukkan bahwa kontrak yang dibuat lazada mampu mengakomodir setiap kebutuhan serta kondisi yang ada dalam transaksi jual beli Online Lazada. Kata kunci: sistem kontrak ganda; E-commerce.
MENGEMBALIKAN EKSISTENSI HUKUM BISNIS DAN EKONOMI KERAKYATAN UNTUK MEMAJUKAN EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA DI TENGAH ERA NEO-GLOBALISASI DAN SOSIALISME DEMOKRATIK (SOSDEM) Abdul Fatakh; Wasman Wasman; Rabith Madah khulaili Harsya
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 7 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v7i1.10875

Abstract

Sistem bisnis dan ekonomi berasaskan prinsip syariah yang menjadi sebuah roh dan asas ekonomi kerakyatan di Indonesia, bukan saja sebagai sebuah kawan tidur yang memberikan kenyamanan mimpi buat mereka yang menjadi raksasa ekonomi kapitalisme, yang merongrong civil of society and Indonesia state of country, menjadi lebih sengsara, kalau hal ini terjadi berarti dalam menjalankan sebuah roda ekonomi syariah, misalnya perbankan syariah, hanya sebatas logo dan pura-pura syariah, ini akan menjadi pendustaan terhadap Islam dan Al-Qur’an, maka secara tidak langsung Islam di Indonesia atau Majlis Ulama Indonesia dan Dewan Syariah Nasional belum memaksimalkan pengawasan dan pembangunan mentalitas yang revolusioner terhadap Ekonomi Syariah, dalam berbangsa dan bernegara Indonesia. Untuk Mengembalikan eksistensi hukum ekonomi dan bisnis kerakyatan untuk  memajukan ekonomi syariah di indonesia di tengah era neo-globalisasi dan sosialisme demokratik (sosdem) yaitu Membumikan Prinsip Syariah dalam Bisnis dan Perekonomina Syariah, dengan melakukan Pendidikan bisnis dan Ekonomi Syariah Yang berprespektif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan atau sebaliknya, dalam kondisi yang diselimuti kekautan ekonomi raksasa yaitu Kekuatan Ekonomi Neo Globalisasi ditandai Karakter Kapitalistik oleh kapialisme tersebut, sehingga mengalami keterhambatan yang sangat mendasar sekali terhadap penciptaan ekonomi syariah yang sesungguhnya yang berdasarkan prinsip Syariah (Al-Qur’An dan Hadits) yang menolak Modal Tunggal dan Riba, artinya Islam mengedepankan Modal alaqah (modal Persatuan), dalam penerapannya di lapangan ini terglincir dan terbawa pada arus perekonomian Syariah yang sedikit banyanya dikendalikan kekuatan Arus derasnya Ekonomi Kapitalisme Internasional dan nasional salah satunya permodalan Tunggal atau Perseroan Terbatas, yang dikuasai para komisaris dan pemegang saham yang berangkat bukan modal milik Umat melainkan miliki pemodal-pemodal secara pribadi dan dalam membuat kepastian hukumnya mendapat tekanan itervensi dari mereka, yang memiliki karakter ekpansi, akumulasi dan ekploitasi. Salah satunya ini merupakan Strategi mereka, dalam kondisi Ekonomi Neo-Kapitalisme Globalisasi yang sedang terancam runtuh, sehingga berevoria, sehingga  Kekauatan Ekonomi kerakyatan atau membunuh Civil Society Of Ekonomi Power Islamic (kekauatan ekonomi Islam kerakyatan) berprinsip Al-Qur’an dan Hadits dalam bingkai Pasal 33 Undan-Undang Dasar 1945 belum terbukti sebagai kekuatan Ekonomi Rakyat Indonesia yang di Idealkan, maka salah satunya sebagai solusi yang mendasar  yaitu dengan melakukan perlawanan dan pembangunan bisnis dan ekonomi sektor Kerakyatan dengan mendasarkan Prinsip Syariah yang dijiwai Kesadaran Menghidupkan Al-Qur’an dan Hadits (Keadilan dan Kejujuran) dan kebangsaan Nasionalisme, dalam proses melakukan Revolusi Ekonomi Syariah yang Sempurna, dapat menghancurkan kekauatan praktek kekuatan ekonomi Neo Globalisasi, dan didukung oleh sarana InfraStrukrur dan Supra Struktur dan Kualitas Sumber Daya Masyarakat umumnya Khususnya Umat Muslim Indonesia melalui Menumbuhkan Bisnis dan Ekonomi Syariah Mikro yang modalnya itu terlahir dari kesadaran Umat Islam yaitu dari baitul mal yang dibangun, sebagai kesadaran awal dari terlahirnya atau embrio Ekonomi Syariah yang konsisten dan meolak koopratif kapitalisme. Maka perekonomian Indonesia dengan perekonomian syariah tersebut dapat melahirkan Sosio-Ekonomi dan Sosio-Politik Nasional, mendapatkan berkah Al-Qur’an dan Syafaat Nabi Muhammad, Saw, dan terhindar dari Subhat.Keyword: Hukum Bisnis dan Ekonomi Syariah, Ekonomi Kerakyatan  dan Kapitalisme Neo Globalisasi, Sosiolisme demokratik
IMPLEMENTASI PRINSIP SYARIAH DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN MUDHARABAH PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA PERSPEKTIF PRINSIP BERKONTRAK KUHPerdata SEBAGAI HUKUM POSITIF Abdul Fatakh; Rabith Madah khulaili Harsya
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 7 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v7i2.12550

Abstract

bertumbuhnya perbankkan syariah di Indonesia perkembangannya sangat pesat sekali, di tandai tumbuhnya lembaga keuangan perbankan Syariah dari BUMN dan BUMS, salah satu dari produk perbankan syariah tersebut yang sangat dikenal yaitu pembiayaan mudharabah, kemudian yang membedakan secara prinsip antara perbankan syariah dengan perbankan konvensional yaitu pada akad berkontrak atau perjanjian, dalam konsep dan teori akad berkontrak pembiayaan mudharabah di bank syariah tersebut di atas, menggunakan prinsip dan asas akad Syariah atau hukum Islam, sedangkan perjanjian bank konvensional lebih mengedepankan prinsip-prinsip perjanjian KUHPerdata. Kemudian banyak yang memperdebatkan dan pro kontra tentang Implementasi prinsip-prinsip perjanjian pembiayaan mudharabah perbankan syariah di Indonesia Prespektif prinsip atau akad berkontrak kitab Undang-undang hukum perdata (KUHPerdata) Bagaimana implementasi prinnsip perjanjian Pembiyaan mudharabah perbankan syariah di Indonesia Prespektif KUHPerdata? menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dalam asas-asas akad pembiayaan mudharabah bank syariah? Implementasi Prinsip-prinsip Syariah Perjanjian Pembiayaan Mudharabah Perbankan Syariah di Indonesia Prespektif KUHPerdata sebagai hukum positif, adalah Bisa, karena asas-asas perjanjian KUHPerdata tersebut tidak bertentangan dengan syarak, syariat Islam, hakekat akad atau perjanjian (kontrak), Undang-Undang 1945 dan Pancasila. Walaupun kedua asas memiliki perbedaan sangat mendasar pada filosofi hukum dan secara garis besar perbedaan yang sangat relevan dan signifikan tentang asas akad pembiayaan mudharabah bank syariah dan asas perjanjian menurut KUHPerdata adalah asas akad menurut hukum Islam sah bila tidak bertentangan dengan syariat sedangkan menurut hukum eropa kontinental perjanjian sah bila tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Aspek aspek yang membuat bank syariah dalam perikatan berkontrak perjanjian dengan akad pembiayaan mudharabah antara kreditur dan debitur menggunakan regulasi atau landasan dan atau dasar hukum perjanjian KUHPerdata sebagai hukum positif adalah, karena bank syariah di Indonesia masih dalam satu wilayah negara kedaulatan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan faktor lainnya asas-asas akad pembiayaan mudharabah bank syariah dan asas-asas perjanjian menurut KUHPerdata sebagai hukum positif relevan dan tidak bertentangan dengan syarak dan Undang-Undang 1945 dan Pancasila, untuk rujukannya.hukum Islamnya bisa menggunakan dalam Fatwa Dewan Syariah dan Fatwa MUI.
PERAN NEGARA TERHADAP PERLINDUNGAN HUKUM NARAPIDANA AKIBAT PANDEMI COVID-19 DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Rabith Madah Khulaili Harsya; Anis Kurahmawati; Abdul Fatakh
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v8i1.14294

Abstract

Covid-19 has been declared a pandemic by the World Health Organization (WHO). Apart from causing a health emergency, the presence of this virus also has implications for several sectors such as finance which stem from an unstable economy. Based on this, the role of the state is needed to guarantee its prevention and handling. Indonesia as a constitutional state must guarantee certainty and protection by temporarily suspending coaching as a form of protection for convicts. Philosophically, the issuance of a circular letter from the director general of correctional institutions has considered the situation where cases of the spread of the Covid-19 outbreak are increasing day by day, so that the director general of correctional institutions acts as responsible for the situation in correctional institutions and continues to coordinate with the minister of law and human rights. (as the oversight of the penitentiary).This type of research is library research (library research), in the sense that all data sources come from written materials in the form of books, documents, magazines and texts that are related to the topic of discussion through a review of various literature related to research which includes primary, secondary data. , dantertier. The data collected, read.The results of this study, namely the results of this study are to explain and explain the role and efforts of the state in handling the pandemic as a form of manifestation of the purpose of the presence of the state, namely to protect the entire Indonesian nation. Keywords: The Role of the State, Legal Protection, and Guidance.
Co-Authors Abdul Fatakh Agustina , Ika Ahmad Ridwan Alfansuri Jacob, Muhammad Salman Alisyah Pitri andrew shandy utama, andrew shandy Anis Kurahmawati Arief Fahmi Lubis Arjulayana , Arjulayana Arnes Yuli Vandika Asyri Febriana Badruddin Nasir Basri Basri Basri, T. Saiful Bhaskoro, Aryo Bobby Ferly Chatun, Sri Deny Susanto Dita Dismalasari Dewi Dwi Kartika Prananingrum Fadil Mas’ud Fatima Suatrat Feriyanti, Yang Gusti Frida Alkhansaa’ Adzkia Frida Alkhansaa’ Adzkia Gunawan, Untung Hafizi, Royyan Hasibuan, Kalijunjung Herlinda Herlinda, Herlinda Herni Ramayanti Hudjolly hudjolly Ifah Masrifah Indriya Fathni Ira Meiyenti Ismail Ismail Iwan Harsono Jacob, Muhammad Salman Alfansuri Jefik Zulfikar Hafizd Judijanto, Loso Kalijunjung Hasibuan Karina, Mila Lala, Andi Loso Judijanto Maulana Yusup Mokodenseho, Sabil Muhammad Rifai Muhammad Salman Alfansuri Jacob Muhammad Zaky Naufal Salim Nabain Idrus Nuraini , Rini Prananingrum, Dwi Kartika Priyana, Yana Rahanra, Nicodemus Rahayu Retnaningsih Rahmawati Rais, Muhammad Tasbir Retnaningsih, Rahayu Rizka, Nanda Dwi Robert Alex Serang Rohmah, Umdah Aulia Rudi Rahman Sa'diyah, Sa’diyah Sabil Mokodenseho Sahrul, Sahrul Sakmaf, Marius Supriyanto Samud Samud, Samud Saryanto Saryanto Saryanto Saryanto Silaban, Yabes Sentosa Sugianto Sugianto Sukaesih, Atjih Susanto, Deny Syafrullah, Muhammad Deddy Syamsul Efendi Triyantoro, Andri Ubaidillah, Ubaidillah Umdah Aulia Rohmah Umdah Aulia Rohmah Usman Tahir Vinno Petrus Manoppo Wamafma, Filep Wasman Wasman Winarto, Tri Yabes Sentosa Silaban Yana Priyana Zulkham Sadat Zuwanda Zuwanda, Zulkham Sadat