This Author published in this journals
All Journal Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal SOLMA Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Jurnal Dewantara Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Journal on Education Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam) Jurnal Penelitian Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Journal of Management and Islamic Finance Berkala Ilmiah Pendidikan TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Jurnal Kajian Pendidikan Islam Journal of Advanced Islamic Educational Management TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Bustanul Ulum Journal of Islamic Education Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam SYAIKHONA: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah Ashlach : Journal of Islamic Education Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Qoumun: Journal of Social and Humanities Indonesian Journal of Social Science and Education Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora SITUSTIKA FIKUNMA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Peran Guru Pai Dalam Mebentuk Akhlak Peserta Didik Di Lembaga PPTQ Nurul Huda Meli Luwu Utara Muhammad Rizal Amri; Hawin Fitriyani; Dedi Andrianto
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6375

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan akhlak peserta didik di tengah perkembangan teknologi dan pengaruh lingkungan sosial yang dapat memengaruhi perilaku remaja. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual di lingkungan sekolah berbasis pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlak peserta didik di PPTQ Nurul Huda Meli Luwu Utara, serta mengidentifikasi strategi, faktor pendukung, dan hambatan dalam proses pembinaan akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai Mu’allim, Murabbi, Mursyid, dan Uswatun Hasanah dalam pembentukan akhlak peserta didik. Strategi pembinaan dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pendekatan persuasif, serta interaksi intens antara guru dan peserta didik. Faktor pendukung berasal dari lingkungan pesantren yang religius dan sistem organisasi santri, sedangkan hambatan utama berasal dari pengaruh media sosial dan keterbatasan pengawasan teknologi. Solusi yang dilakukan berupa penguatan pengawasan, pemberian nasihat secara personal, dan kerja sama dengan orang tua peserta didik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan akhlak akan lebih efektif apabila didukung oleh keteladanan guru dan lingkungan pendidikan yang religius.
Implementasi Pendidikan Al Qur'an Bersanad Berbasis Online: Studi Kasus Lembaga Maisura Foundation, Banyumas Yuli Irawan; Afifudin Ahmad Robbani; Dedi Andrianto
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan Al-Qur’an bersanad berbasis online di Maisura Foundation Banyumas. Perkembangan pembelajaran daring sejak masa pandemi Covid-19 mendorong lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran digital, termasuk dalam pendidikan Al-Qur’an. Namun, pembelajaran Al-Qur’an secara online sering dianggap kurang efektif karena proses talaqqi dan musyafahah secara tradisional menuntut adanya interaksi tatap muka langsung antara guru dan murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pendiri lembaga, guru, dan peserta didik di Maisura Foundation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur’an bersanad berbasis online dapat dilaksanakan secara efektif apabila didukung oleh guru yang kompeten, jaringan internet yang stabil, sistem pembelajaran privat, interaksi visual melalui video call, serta penerapan adab belajar yang baik. Implementasi talaqqi dan musyafahah secara online tetap mampu menjaga kesinambungan sanad apabila dilakukan sesuai standar pembelajaran dan berada dalam pengawasan guru. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendidikan Al-Qur’an berbasis online memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di daerah terpencil, pekerja dengan keterbatasan waktu, dan pembelajar dewasa yang merasa kurang nyaman belajar secara offline. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Al-Qur’an bersanad berbasis online menjadi inovasi pendidikan penting di era digital tanpa menghilangkan autentisitas dan kualitas transmisi keilmuan Al-Qur’an.
From Classroom To Public Space: How Communication Education Shapes Critical Citizenship Farah Diba; Rika Handayani; Ludfi; Dedi Andrianto; Muhamad Towil Akhirudin
Qoumun: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Qoumun: Journal of Social and Humanities
Publisher : Cv. Kayaswara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65097/qoumun.v2i1.147

Abstract

Purpose of the study: This study aimed to map how classroom communication education practices transform into citizens' critical participation capacities in the public sphere, addressing fundamental questions raised by the digital public sphere's transformation, marked by polarization, misinformation, and discursive fragmentation. Methodology: A Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA approach was applied, based on 47 Scopus- and Sinta-indexed articles published between 2015 and 2025. Main Findings: The findings reveal four main dimensions connecting communication education with critical citizenship: critical media literacy, dialogic pedagogy, deliberative digital participation, and resistance to dominant discourses. The study concludes that communication education should be reconceptualized as a transformative social praxis, integrating Habermasian public sphere theory, Freirean critical pedagogy, and digital citizenship approaches to address contemporary challenges to deliberative democracy. Novelty/Originality of this study: The novelty lies in the systematic integration of Habermasian public sphere theory, Freirean critical pedagogy, and digital citizenship approaches into a single transformative social praxis framework for communication education specifically mapping how classroom practices translate into critical participation capacities in the digital public sphere an integrative model not previously documented in the context of addressing polarization, misinformation, and discursive fragmentation in contemporary deliberative democracy.
PENGARUH HAFALAN AL-QUR'AN TERHADAP KUALITAS SPIRITUAL PESERTA DEWASA DI LEMBAGA BIMBINGAN AL-QUR'AN RISALATUNA JAKARTA SELATAN Dhorifah; Fitriyani, Hawin; Andrianto, Dedi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48333

Abstract

  This study aims to analyze the effect of Qur'an memorization on the spiritual quality of adult participants at the Risalatuna Qur'an Guidance Institution, South Jakarta. The study was motivated by the assumption that memorizing the Qur'an can improve spiritual awareness, emotional calmness, worship discipline, and closeness to Allah. However, in practice, not all participants who memorize the Qur'an experience significant spiritual improvement. This research employed a quantitative correlational approach involving 40 adult participants selected through purposive sampling techniques. Data were collected using questionnaires on spiritual quality consisting of 24 statement items and supported by data on the participants’ level of Qur'an memorization. The collected data were analyzed using Pearson Product Moment correlation and simple linear regression analysis. The findings revealed that there was a positive relationship between Qur'an memorization and the spiritual quality of adult participants with a correlation coefficient value of 0.315, indicating a low relationship level. The significance value obtained was 0.051, which indicates that the relationship was not statistically significant at the 5% significance level, although it approached significance. The coefficient of determination showed that Qur'an memorization contributed 9.9% to the spiritual quality of participants, while the remaining 90.1% was influenced by other factors such as religious environment, worship habits, and psychological conditions. Therefore, Qur'an memorization still plays a role in improving spiritual quality, although it is not the dominant factor affecting spiritual development.
Strategi Penanaman Nilai Tasawuf dalam Menghadapi Krisis Moral Generasi Muda Fendi Andrianto; Nugroho Priyo Utomo; Annisa Embun Prisillia; Ian Hermawan; Ismail Mubarok
Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jipsoshum-widyakarya.v4i2.6308

Abstract

The moral crisis occurring among the younger generation in the digital era is influenced by various factors, such as the development of information technology, the influence of social media, and the weakening of spiritual values ​​in everyday life. This condition is characterized by the emergence of hedonistic, individualistic, and consumerist behavior, and low social awareness. This study aims to analyze strategies for instilling Sufi values ​​in addressing the moral crisis of the younger generation. The study used a descriptive qualitative approach with a literature study method (library research). Data were obtained from various relevant journals, books, and scientific articles, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that Sufi values ​​such as sincerity, patience, trust (taqkal), humility (tawadhu'), contentment (qana'ah), and self-reflection (muhasabah) play an important role in character formation and spiritual strengthening of the younger generation. The instillation of these values ​​can be done through the family, educational, and community environments. Thus, Sufi values ​​can be an effective strategy in shaping a young generation with noble character, integrity, and the ability to face the challenges of modern life.
Konsep Pemberian Hukuman Dalam Pendidikan Anak Menurut Kholid Bin Hamid Al Hazimy (Studi Analisis Kitab Ushul At-Tarbiyah Al-Islamiyyah) Mahda Laila Badriati Shofa; Hawin Fitriani; Dedi Andrianto
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.1037

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep pemberian hukuman dalam pendidikan anak menurut Kholid bin Hamid Al-Hazimy sebagaimana tertuang dalam kitab Ushul At-Tarbiyah Al-Islamiyyah. Kajian dilatarbelakangi oleh maraknya praktik hukuman yang tidak proporsional di lembaga pendidikan yang bertentangan dengan prinsip pendidikan Islam humanistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research) dan analisis isi (content analysis). Data primer diperoleh dari kitab Ushul At-Tarbiyah Al-Islamiyyah, sedangkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah dan literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman dalam perspektif Al-Hazimy bersifat korektif, preventif, dan humanistik ditempatkan sebagai metode terakhir setelah keteladanan, pembiasaan, nasihat, dan pengawasan tidak berhasil. Hukuman harus memenuhi empat prinsip: proporsionalitas, gradualitas, edukatif, dan kemanusiaan. Pembahasan mengkonfirmasi bahwa pemikiran Al-Hazimy selaras dengan temuan riset psikologi pendidikan modern yang menolak hukuman fisik serta teori positive discipline yang menekankan pembangunan tanggung jawab intrinsik anak. Relevansi konsep ini dengan paradigma perlindungan anak dan pendidikan karakter kontemporer menjadikannya model pedagogis yang aplikatif bagi lembaga pendidikan Islam.
Pengaruh Dimensi Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien pada Jaringan Klinik Anak Perusahaan BUMN: Analisis Multilevel Suryo Andrianto; Cindyana Gunawan
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 9 No. 3 (2026): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/6ps4sy84

Abstract

The purpose of this study was to examine the effects of healthcare personnel services, service time, service conformity, clinic facilities, and administration and registration on patient satisfaction while accounting for patients nested within clinics. The method used a quantitative analysis of de-identified secondary survey data collected from January to December 2025, comprising 2,740 patients from 17 clinics in a State-Owned Enterprise subsidiary clinic network. A two-level linear mixed model with a clinic random intercept was estimated using restricted maximum likelihood. The results showed that the null-model intraclass correlation coefficient was 51.17%. In the full model, service conformity had the strongest positive effect (b = 0.399; p < 0.001), followed by clinic facilities (b = 0.041; p = 0.001). Healthcare personnel services, service time, and administration and registration were not significant. Between-clinic variance declined by 55.76%, although the remaining random intercept was significant (p = 0.008). The conclusion is that expectation fulfillment and clinic facilities should be prioritized, while persistent between-clinic differences require unit-specific quality improvement. Keywords: Clinic Network, Multilevel Analysis, Patient Satisfaction, Secondary Data, Service Quality
Implementasi Metode Turki Utsmani dalam Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Pesantren Sulaimaniyah Jakarta Islamic Centre Mohammad Luthfi Hanif; Hawin Fitriyani; Dedi Andrianto
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7295

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode Turki Utsmani dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Pesantren Sulaimaniyah Jakarta Islamic Center. Metode ini memiliki keunikan berupa sistem putaran urut mundur per halaman di setiap juz yang menekankan keseimbangan antara hafalan baru (ziyadah), pengulangan (muroja’ah), dan kedisiplinan target. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari ustadz dan santri yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap 11 ruang kelas, dan dokumentasi hasil 197 santri, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode berlangsung terstruktur melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode ini sangat efektif untuk akselerasi, di mana 98 santri (49,7%) menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu <1 tahun, dan 83 santri (42,1%) <2 tahun. Faktor pendukung utama adalah sistem hubungan kasih sayang (mahabbah) ustadz-santri, meskipun dihadapkan pada kendala psikologis berupa kejenuhan dan gangguan fokus akibat gadget pada hari libur.
Penerapan Metode Role Play Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Dan Implikasinya Terhadap Keterampilan Berbicara Wenda Koiman; Hawin Fitriyani; Dedi Andrianto
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 5 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/jkpi.v5i2.319

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs) masih cenderung berorientasi pada aspek gramatikal dan hafalan, sehingga keterampilan berbicara (mahārah al-kalām) siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Role Play serta menganalisis implikasinya terhadap keterampilan berbicara siswa di MTs PPTQ MSI Natar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas VIII dan guru bahasa Arab, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Role Play mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dari 44% menjadi 91%, serta meningkatkan keterampilan berbicara yang meliputi kelancaran (60% menjadi 80%), keberanian (55% menjadi 85%), penguasaan kosakata (65% menjadi 82%), dan kejelasan artikulasi (62% menjadi 78%). Selain itu, sebagian besar siswa memberikan respon positif, dengan 90% menyatakan pembelajaran lebih menyenangkan dan 87% merasa lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Arab. Dengan demikian, Role Play terbukti meningkatkan keterampilan berbicara dan motivasi belajar dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs.
Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Laptop Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web Sri Setiyowati; Andrianto Heri Wibowo
SITUSTIKA FIKUNMA Vol. 15 No. 2 (2026): Volume 15 nomor 2 tahun 2026
Publisher : Admin Situstika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laptop merupakan perangkat penting yang digunakan dalam kegiatan pendidikan, pekerjaan, dan komunikasi digital. Namun, pengguna sering mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi jenis kerusakan laptop karena gejala yang muncul dapat memiliki kemiripan antara satu kerusakan dengan kerusakan lainnya. Permasalahan tersebut menyebabkan pengguna membutuhkan bantuan awal sebelum melakukan perbaikan ke teknisi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pakar diagnosis kerusakan laptop berbasis web menggunakan metode Certainty Factor (CF). Metode CF digunakan untuk menghitung tingkat keyakinan terhadap hasil diagnosis berdasarkan gejala yang dipilih pengguna dan nilai keyakinan pakar. Sistem dirancang melalui tahapan pengumpulan pengetahuan, penyusunan basis aturan, perancangan basis data, implementasi antarmuka, dan pengujian. Fitur sistem meliputi pengelolaan data gejala, data kerusakan, basis aturan, proses konsultasi, hasil diagnosis, dan rekomendasi solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan diagnosis awal berdasarkan kombinasi gejala yang dipilih pengguna. Sistem ini diharapkan dapat membantu pengguna memperoleh informasi awal mengenai kemungkinan kerusakan laptop dan langkah penanganan yang sesuai.