Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Eco-Theology Dalam Perspektif Hadis Relevansinya Terhadap Etika Dan Hukum Lingkungan Hasnia; Abdul Rahman Sakka; Aisyah Kara
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah konsep ekoteologi dalam perspektif hadis serta meninjau relevansinya terhadap etika dan hukum lingkungan. Pendekatan yang diterapkan dalam kajian ini bersifat kualitatif melalui studi literatur (library research), dengan menelusuri, menelaah, dan menafsirkan hadis-hadis yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup, kemudian mengonstruksi implikasinya terhadap kebijakan lingkungan modern. Kajian ini menggunakan analisis tematik (maudhu’i) dan analisis isi (content analysis) untuk menafsirkan prinsip-prinsip etika dan hukum lingkungan yang bersumber dari ajaran Islam. Hadis-hadis terkait pelestarian lingkungan dianalisis menggunakan metode takhrij guna menilai validitas dan autentisitasnya, yang kemudian dipahami melalui perspektif ulama hadis dan fiqhul hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekologi lingkungan hidup dalam pandangan Islam merefleksikan bentuk interaksi harmonis antara manusia, makhluk hidup lain, dan alam semesta. Tindakan seperti melestarikan, mencegah kerusakan, dan memanfaatkan sumber daya secara bijak merupakan wujud tanggung jawab terhadap ciptaan Allah SWT yang Maha Kuasa dan Maha Agung. Dari perspektif ekoteologi hadis, alam semesta dipandang sebagai amanah Ilahi yang wajib dijaga dengan penuh kesadaran moral dan spiritual. Hadis-hadis Nabi SAW mengandung nilai-nilai ekologis yang meliputi prinsip tauhid, amanah, keadilan, serta dimensi ibadah, yang bersama-sama membentuk fondasi teologis bagi etika lingkungan. Oleh karena itu, umat Islam perlu menumbuhkan kesadaran bahwa tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan dan menghindari pencemaran lingkungan merupakan bagian dari ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT.
The Influence of G.H.A. Juynboll’s Hadith Thought on Hadith Studies Setiawan, Ahmad Siddiq; Siti Aisyah Kara; Zulfahmi Alwi
el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu Vol. 6 No. 2 (2025): el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu
Publisher : The Hadith Department, Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought, State Islamic University of Raden Fatah Palembang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/elsunnah.v6i2.26922

Abstract

This article examines G.H.A. Juynboll's thoughts on hadith and their implications for hadith research. This study employs a library research method, using books and articles as primary references for data sources. The results and discussion reveal that Juynboll's thoughts have significantly influenced hadith studies, including: 1) Juynboll's hadith research methods have affected the outcomes of hadith studies conducted by scholars and academics. His views on the ideal transmission chain, as outlined in his common link theory, have drawn considerable criticism from various circles; 2) Juynboll's critique of the jarh wa ta’dil system in hadith research stems from his limited understanding of the information he gathered, leading him to perceive the credibility assessments of narrators by scholars as arbitrary and influenced by subjectivity towards certain narrators; 3) Juynboll's argument to undermine the golden chain by questioning the historicity of Nāfi‘ as a hadith narrator was refuted by Harald Motzki, who demonstrated that Juynboll's shortcomings in collecting historical data were due to his limited comprehension of the aspects inherent in the information he encountered.
Legal Protection for Children Whose Parents Are Online Gambling and Drug Addicts: Maqāṣid Sharī‘a Perspective Sahrul, Muhammad Rifky Akbar; Kara, Siti Aisyah; Ilyas, Musyfikah
Al-Risalah VOLUME 25 NO 2, NOPEMBER (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.vi.58971

Abstract

Legal protection for children is a measure of national civilization, therefore it is mandatory to be attempted according to the capabilities of the nation and state. Because child protection is a legal action that has legal consequences. As educators, parents are responsible for creating a nurturing environment that can provide a sense of security and comfort to children. Based on this responsibility, parents must be good role models for their own children, but this responsibility cannot be fulfilled if parents become thieves and carry out actions that are reproachful, one of which is being involved in drugs and online gambling that occurs in Rade Village. This study aims to describe the condition of parents as drug and online gambling addicts with a phenomenological approach and case studies, data is collected through in-depth interviews with informants. The results of this study indicate that there are no laws and regulations governing the protection of children from parents who are addicted to drugs and online gambling. Parents who are addicted to drugs and online gambling have an impact on children, both in terms of economy, family, children's education, and even children's health, both in terms of children's psychology and physical health. In the maqasyid syaroah, the protection of children from parents who are addicted to drugs and online gambling is included in al daruriyat al khams which includes maintaining religion (hifz ad din), maintaining the soul (hifz an nafs), maintaining family and descendants (hifz an nasabu wal ar raddu), maintaining reason (hifz al aql), and maintaining property (hifz al mal). This category of ad daruriyah al-khams is something that must not be absent (must exist) for the sake of upholding goodness and welfare, both concerning hereafter and worldly affairs. If this aspect does not exist, then it cannot be realized, namely worldly life (chaos) and a life in the hereafter that is suffering and miserable. Legal protection efforts that can be given to children whose parents are addicted to drugs and online gambling are in the form of assistance and determining the child's custody rights so that they do not fall into the hands of irresponsible parents.
PERKAWINAN ANAK DALAM PERSPEKTIF HADIS: STUDI TEMATIK ATAS VALIDITAS DAN PEMAKNAAN Muh. Yunan Putra; Aisyah Kara; Abdul Rahman Sakka
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun pernikahan dini sering dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi, dampak negatifnya dapat sangat merugikan bagi anak-anak yang terlibat. Mereka sering kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, yang berdampak pada masa depan mereka. Penting untuk membahas isu pernikahan dini karena berkaitan dengan berbagai aspek sosial dan budaya yang memengaruhi kehidupan individu serta masyarakat. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian kepustakaan (library research) yang menerapkan metode deskriptif-kualitatif. Pemilihan metode deskriptif-kualitatif dilakukan tidak hanya karena kesesuaiannya dengan objek dan fokus kajian, tetapi juga karena penelitian ini tidak dapat dilakukan melalui prosedur statistik. Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa walaupun dalam Islam pernikahan anak dianggap boleh, namun hal ini bertentangan dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, yang tentunya kebijakan tersebut dengan menimbang berbagai macam alasan dan praktek lapangan yang banyak mengakibatkan dampak negatif akibat pernikahan anak (dini). Bukan berarti pemerintah Indonesia melawan hukum Islam, namun lebih kepada pencegahan setelah melihat berbagai macam kejadian dan dampak negatif
Kritik terhadap Penguasa: Kajian Tematik Hadis dalam Bingkai Demokrasi dan Keadilan Sosial Sudirman M; Abdul Rahman Sakka; St. Aisyah Kara
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.567

Abstract

Kritik terhadap penguasa merupakan bagian penting dalam tradisi Islam yang berakar pada prinsip amar ma‘ruf nahi munkar. Hadis-hadis Nabi SAW secara eksplisit menekankan kewajiban umat untuk menegur penguasa yang zalim, bahkan menyebutnya sebagai bentuk jihad terbaik. Artikel ini membahas kritik terhadap penguasa melalui metode kajian tematik hadis (mawḍū‘ī), dengan menghimpun dan menganalisis hadis-hadis yang relevan, serta mengaitkannya dengan konsep demokrasi dan keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam tidak melarang rakyat untuk mengkritik penguasa, tetapi justru mendorongnya sebagai wujud tanggung jawab moral. Kritik dipandang sebagai instrumen menjaga keadilan, mencegah penyalahgunaan kekuasaan, serta memastikan terwujudnya kemaslahatan umat. Namun demikian, hadis-hadis Nabi juga menekankan pentingnya etika dalam menyampaikan kritik, yaitu dilakukan dengan hikmah, menghindari fitnah, serta menjaga stabilitas sosial. Dalam bingkai modern, nilai-nilai hadis tentang kritik terhadap penguasa sangat relevan dengan prinsip demokrasi yang menekankan partisipasi rakyat dan mekanisme kontrol kekuasaan, serta dengan gagasan keadilan sosial yang menjadi tujuan utama syariat Islam. Dengan demikian, kritik terhadap penguasa dalam Islam dapat dipahami sebagai bagian dari jihad moral yang selaras dengan prinsip demokrasi partisipatoris dan cita-cita keadilan sosial.
Nilai-nilai Akhlak dalam Pembentukan Karakter Menurut Ṣaḥīḥ al-Bukhārī: Moral Values in Character Formation According to Ṣaḥīḥ al-Bukhārī M. Fadli; Aisyah Kara; Abdul Rahman Sakka
JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. 3 No. 2 (2025): JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/frabe856

Abstract

This study examines the moral values of character formation as reflected in the Prophet’s hadiths within Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. It arises from the contemporary crisis of morality and character, emphasizing the need to revitalize prophetic ethics and spiritual values in Islamic education. The aim of this research is to describe the concept of character formation in the Prophet’s traditions, identify key moral values, and analyze their relevance to modern character education. Employing a qualitative method with a thematic (mawḍū‘ī) approach, primary data were collected from Ṣaḥīḥ al-Bukhārī and supported by secondary literature on hadith interpretation and Islamic education. Data were analyzed descriptively and contextually to uncover the relationship between moral values and practical character education. The findings reveal that the hadiths highlight fundamental virtues such as honesty (ṣidq), trustworthiness (amānah), patience (ḥilm), and humility (tawāḍu‘) as the foundation of a noble Muslim personality. These values establish harmony between the human–God relationship (ḥabl min Allāh) and interpersonal ethics (ḥabl min al-nās). Theoretically, this research enriches thematic hadith studies in the discipline of Islamic education; practically, it contributes to developing a hadith-based framework for moral and character education relevant to the challenges of the modern era.
SISTEM SANKSI PERDAGANGAN ANAK MENURUT HUKUM ISLAM Sukirno, Sukirno; Kara, Sitti Aisyah; Jumadi, Jumadi
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 2 (2018): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i2.6738

Abstract

Sistem sanksi terhadap tindak pidana perdagangan anak di Indonesia dan hukum Islam, yaitu di Indonesia di atur dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sedangkan dalam hukum Islam, hukuman bagi pelaku perdagangan orang bisa termasuk jarimah hudud, qishahsh, dan ta’zir tergantung kepada akibat yang ditimbulkan terhadap korban. Kejahatan perdagangan manusia terutama perempuan dana anak berkembang karena adanya berbagai faktor pendorong, satu diantaranya yaitu faktor kemiskinan. Masyarakat miskin yang berada di daerah-daerah terpencil dijanjikan pekerjaan yang gajinya besar mendorong anak-anak tersebut terdorong untuk mengikuti ajakan dari para pelaku. Kondisi tingkat kemiskinan tersebut semakin mudah untuk dipengaruhi dika dibarengi dengan tingkat pendidikan yang rendah. Masyarakat tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menganalisis ajakan dari para pelaku yang menawarkan gaji yang besar jika tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seseorang tersebut tidak ada.
PERAN SULTAN MUHAMMAD MULIA IBRAHIM SYAFIUDDIN DI KESULTANAN SAMBAS 1931-1943 DALAM BIDANG REVITALISASI LEMBAGA PERADILAN AGAMA Posha, Beti Yanuri; Sewang, Ahmad M.; H. Kara, Siti Aisyah; Siraj, Arifuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i1.7297

Abstract

Sambas adalah salah satu Kesultanan Melayu yang cukup lama eksis di tanah Borneo. Kerajaan Islam Sambas atau yang disebut Kesultanan Sambas berdiri pada paruh kedua pertengahan abad ke-17 M. Kesultanan Sambas terkenal besar sejak sultan Sambas yang pertama Sultan Muhammad Syafiuddin I (1631-1668 M). Kejayaan Kesultanan Sambas telah membesarkan nama negeri Sambas, sampai pada Sultan Sambas ke-15 yaitu Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin (1931-1943 M). Raden Muhammad Mulia Ibrahim adalah putra Pangeran Adipati Ahmad bin Sultan Muhammad Syafiuddin II. Pendidikan awal Raden Muhammad Mulia Ibrahim diperolehnya dari lingkungan keluarga terutama pendidikan yang diterapkan oleh kakeknya sendiri Sultan Muhammad Syafiuddin II dan ayahnya Raden Ahmad. Sebelum dinobatkan, pada tanggal 2 Mei 1931 M, Belanda mengikat kontrak politik dengan Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin, bahwa penyelenggaraan pemerintahan Kerajaan Sambas harus menyesuaikan diri dengan ketentuan yang termaktub dalam Staatsblad Pemerintah Hindia Belanda yang disebut dengan Korte Verklaring atau Akte Van Vereband. Kepada sultan sebagai Het Zelfbestuur dikuasakan oleh pemerintah Hindia Belanda antara lain untuk melaksanakan hukum agama Islam dan hukum adat. Adapun peran Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin dalam pengembangan Islam meliputi pembaruan di bidang pendidikan Islam, revitalisasi lembaga peradilan agama dan pranata sosial keagamaan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui dan mengkaji kembali bagaimana peran Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin, khususnya dalam revitalisasi lembaga peradilan agama di Kesultanan Sambas 1931-1943.
PERAN DOSEN WANITA UIN ALAUDDIN DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Safriani, Laela; Kara, Aisyah; Kurniati, Kurniati
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i2.7383

Abstract

Tulisan ini akan mendeskripsikan peran dosen wanita UIN Alauddin Makassar dalam mewujudkan keluarga sakinah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan pandangan dosen wanita UIN Alauddin Makassar tentang keluarga sakinah dan kontribusinya dalam mewujudkan keluarga sakinah. Lokasi penelitian ini di UIN Alauddin Makassar. Sumber data diambil hasil wawancara dengan beberapa dosen wanita di UIN Alauddin Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam bentuk peneliti sebagai instrumen utama, panduan wawancara, serta alat pendukung lainnya seperti kamera dan alat tulis. Teknik pengolahan data mulai pengumpulan data, reduksi data, mengatur data, dan memverifikasi data. Uji validasi data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosen wanita UIN Alauddin Makassar memandang keluarga sakinah sebagai sebuah keluarga yang bukan saja telah mapan secara rohani, ekonomi, dan sosial, melainkan juga telah mampu berkontribusi terhadap lingkungan sekitar bahkan masyarakat. Hal ini sejalan dengan konsep keluarga sakinah III plus menurut Kementerian Agama.Hambatan dalam usaha mempertahankan kesakinahan rumah tangga yaitu terbatasnya waktu untuk berkumpul bersama keluarga, dan kesibukan atau padatnya jam kerja diluar rumah, dan kedua hal ini saling berkaitan satu sama lain. Guna mengatasi hambatan tersebut para dosen wanita UIN Alauddin Makassar memilih untuk bersikap positif dan memanfaatkan secara maksimal waktu yang ada untuk keluarga, dan senantiasa membangun komunikasi dengan keluarga baik itu di dalam rumah maupun di luar rumah. Kontribusi dosen wanita UIN Alauddin Makassar terhadap pembentukan keluarga sakinah melalui empat aspek, yakni aspek agama, ekonomi, sosial, dan psikologis. Kontribusi mereka di aspek agama ditunjukkan melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan-kegiatan agamis di dalam rumah tangga. Di aspek ekonomi, kontribusi mereka sangat nyata karena mereka telah menjadi salah satu pilar ekonomi rumah tangga. Di aspek sosial, mereka telah berhasil menaikkan status sosial rumah tangga dengan profesi mereka sebagai pendidik. Di aspek psikologis, segala konsekuensi positif dari profesi mereka sebagai pendidik telah membebaskan rumah tangga mereka dari perasaan inferior (minder) dan menghadirkan rasa bersyukur.