Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Prinsip Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) dalam Meningkatkan Kinerja Kepala Madrasah di MTS Al-Faaizun Watang Palakka Siti Aisyah; Nurlia Nurlia; Astuti Astuti
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 3 No. 1 (2021): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v3i1.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBM) dalam meningkatkan kinerja kepala madrasah di MTs Al Faaizun Watang Palakka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, obesrvasi, dan dokumentasi. Data-data itu kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis model interaktif dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip MBM dalam meningkat-kan kinerja kepala madrasah, yaitu: 1) Prinsip ekuifinalitas berjalan dengan baik, yaitu dengan membuat suatu strategi sesuai kondisi madrasah baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang; 2) Prinsip desentralisasi juga berjalan dengan baik, yaitu ketika guru mengalami kesulitan yang harus dilakukan adalah melakukan berbagai cara salah satunya dengan menggunakan pendekatan persuasif; 3) Pengelolaan mandiri berjalan dengan baik yaitu madrasah tersebut mampu mengembangkan tujuan pengajaran dengan menggunakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP); 4) Prinsip inisiatif manusia berjalan dengan baik namun masih perlu dikembangkan dari segi kewirausahaannya. Adapun implikasi dari penelitian ini adalah pemberian teladan bagi warga madrasah, pelaksanaan tupoksi, menyusun perenca-naan madrasah, mengembangkan organisasi sesuai kebutuhan, jiwa kewirausahaan dalam pengadaaan sumber belajar peserta didik, dan strategi dalam pelaksanaan supervisi akademik. Kata Kunci: manajemen berbasis madrasah, kinerja kepala madrasah Abstract This study aims to determine the principles of school-based management (MBM) in improving the performance of madrasah principals at MTs Al Faaizun Watang Palakka. The research approach is qualitative using interview techniques, documentation, and observation. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis with three stages, namely the reduction stage, data display and the conclusion or verification stage. The results of the research show that the application of the principles of School Based Management in improving the performance of madrasah principals, namely the principle of equality is running well, by making a strategy according to the conditions of the madrasah both in the short, medium and long term, the principle of decentralization is also running well. , that is, when teachers experience difficulties, what must be done is to do various ways, one of which is by using a persuasive approach, self-management works well, namely the madrasah is able to develop teaching objectives using the Subject Teacher Conference (MGMP), the principle of human initiative works well but still needs to be developed in terms of entrepreneurship. Some of the implications are examples of noble morals for communities in madrasas, carrying out main tasks and functions, planning madrasahs, developing organizations according to needs, having entrepreneurial instincts in managing products or services as learning resources for students, and strategies for implementing academic supervision of teachers.
CAREER WOMEN IN MASLAHAH MURSALAH PERSPECTIVE Rusli, Muhammad; Kara, Aisyah; Kurniati; Hamzah; Zakirah, Zakirah; Muhammad
Jurnal Adabiyah Vol 22 No 2 (2022): Islamic Humanities
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jad.v22i2a3

Abstract

This research aims to know the career women in the perspective of maslahah mursalah in Rappocini District, Makassar City. This research is field-based qualitative research and uses a normative theological (syar'i) research approach. The sources of research data are primary data and secondary data. Data collection methods used such as: observation, interviews, documentation and reference searches. The results of this study indicate that first, the profile of a career woman has a dual role; besides being a housewife, she also has a career by working outside the home. As long as they can carry out their obligations as a wife/mother to their husbands and children, maintain and respect the husband's status as the head of the family and the work is in line with Islamic values. The second, Meanwhile women have the right to work outside the home as long as they get permission from their husbands and do not disturb the harmony of their families. A solid religious education supported by a strong economy will result a prosperous and harmonious family. The third, as the maslahah mursalah view, three legal provisions allow a married woman in a career, a woman with no financial support is allowed to become a career woman, in this case, called daruriyyat. الملخص وهذه الدراسة تتمثل يف الدراسة النوعية القائمة على البحث امليداين، وتنتهج املدخل الالهويت املعياري أو الشرعي، وأما مصدر بياانهتا فنوعان: مصدر رئيسي، ومصدر اثنوي، حيث مت جتميع هذه البياانت عن طريق مالحظات ومقابالت وتوثيق ومتابعة للمراجع املكتبية، وأما األسلوب الذي مت به تنظيم هذه البياانت فيكون أبربع خطوات، وهي: اختصار البياانت، وعرضها، وحتقيقها، واستنتاجها .ودلت نتائج الدراسة على ما أييت: 1 )أن املرأة العاملة تلعب دورين: تدير املنزل، والعمل خارج البيت، وذلك ما أهنا قادر ة على القيام بواجباهتا األساسية حنو زوجها وأوالدها مع احرتامها لزوجها حيث تعمل خارج البيت أعماال ال ختالف الشريعة، 2 )أن احلجة اليت تستدل هبا امل رأة للخروج يف العمل خارج البيت هي اإلذن من زوجها و كان خروجها ال يعكر انسجام األسرة، فإن الرتبية الدينية القوية إذا عززها االقتصاد املتني ستؤدي إىل رفاهية األسرة وانسجامها، 3 )أن موقف املصلحة املرسلة من خروج املرأة للعمل يتمثل يف ثالثة شروط، أوهلا: أن ليس هناك من ينفق عليها، ففي هذه احلالة جيوز هلا اخلروج للعمل ألهنا تكون يف حالة ضرورية، واثنيها: أن خترج املرأة للعمل من أجل مساعدة زوجها يف زايدة الدخل األسري وخروجها هذه احلالة حتسيين، واثلثها: أهنا إذا خرجت للعمل على نية إسقاط مكانة زوجها كقائد األسرة، فخروجها يف هذه احلالة حمظور و هذا ما يطلق عليه اسم احلاجيات. كلمات مفتاحية: نساء ، مهنة ، مصلحة مرسلة Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wanita karir dalam perspektif maslahah mursalah di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis lapangan dan menggunakan pendekatan penelitian normatif teologis (syar'i). Sumber data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain: observasi, wawancara, dokumentasi dan pencarian referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, profil wanita karir memiliki peran ganda; selain sebagai ibu rumah tangga, ia juga berkarir dengan bekerja di luar rumah. Sepanjang mereka dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri/ibu terhadap suami dan anak-anaknya, menjaga dan menghormati status suami sebagai kepala keluarga dan pekerjaannya sejalan dengan nilai-nilai Islam. Kedua, perempuan berhak bekerja di luar rumah sepanjang mendapat izin dari suaminya dan tidak mengganggu keharmonisan keluarganya. Pendidikan agama yang kokoh didukung oleh ekonomi yang kuat akan menghasilkan keluarga yang sejahtera dan harmonis. Ketiga, menurut pandangan maslahah mursalah, ada tiga ketentuan hukum yang membolehkan wanita yang sudah menikah berkarir, wanita yang tidak memiliki dukungan finansial diperbolehkan menjadi wanita karir, dalam hal ini disebut daruriyyat. Kata Kunci: Wanita; Karir; Maslahah Mursalah
Sexual harassment among disabilities in Makassar City: An Islamic law perspective Tulhidayah, Radhiah; Kara, Siti Aisyah; Santalia, Indo; Jafar, Usman; Alwi, Zulfahmi
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v10i2.25849

Abstract

The main objective of the research is to find out the risk of sexual harassment of persons with disabilities in Makassar City from the perspective of Islamic Law. This type of research is qualitative research (field research), with the research approach being theological-normative, sociological, and juridical. Primary data sources were eight subjects. The subjects were five women with disabilities, a psychologist, two social workers, and a religious figure. The secondary data is obtained through books, journal articles, government data, laws, fatwas, and research reports by utilizing libraries, online databases, and websites of related institutions. The data collection methods used are observation, interviews, documentation, and reference searches. Data processing and analysis techniques are carried out in three stages: data reduction, presentation/display, and conclusion drawing. The results of this study show, from an Islamic law perspective, that the protection of women with disabilities is supported by principles such as human dignity (al-Karāmah al-Insāniyah), equality (al-Musawah), justice (al-'Adalah), and freedom (al-Hurriyah). Islam underscores the importance of safeguarding and respecting the rights of all individuals, including those with disabilities. Islamic sanctions for sexual harassment can range from ta'zir (discretionary punishments) to had (prescribed punishments), depending on the severity of the offense. These Islamic principles align with human rights standards and provide a foundation for fostering a more equitable and secure environment for women with disabilities. The research implications include the development of an Islamic law-based protection system, raising social awareness, and establishing a support network to create a safe environment for women with disabilities.
Konsep Poligami menurut Pandangan Perempuan PNS di Kota Makassar terhadap Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 Pasal 4 Ayat (2) Perspektif Maqasid Al-Syari'ah Andi Airiza Rezki Syafa’at; Aisyah Kara; Asni; Kurniati; Indo Santalia
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.361

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan perempuan Pegawai Negeri Sipil di Kota Makassar terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 ayat (2) dalam perspektif Maqashid Syari’ah. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan mengambil data lapangan (Field Research) melalui penelurusan hasil wawancara bersama wanita Pegawai Negeri Sipil, dilakukan dengan pendekatan hukum empiris, pendekatan kualitatif, serta pendekatan maqāṣid al-syarī’ah. Adapun sumber data penelitian ini adalah wawancara Wanita Pegawai Negeri Sipil dan aktivis Wanita di Kota Makassar. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Lalu, Teknik pengolahan dan analisis data yang dilakukan dengan melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, verifikasi data, analisis data, dan penarikan Kesimpulan. Adapun pengujian keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi dengan sumber dan triangulasi dengan teori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pandangan perempuan PNS di kota Makassar terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 ayat (2) menunjukkan bahwa ada 14 orang setuju dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 Ayat 2, sedangkan 10 orang tidak setuju dengan peraturan tersebut. 2). Dalam perspektif Maqashid Syari’ah Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1990 Pasal 4 ayat (2) tersebut menunjukkan bahwa yang sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 Ayat 2 adalah Hifz al-Nafs dan Hifz al-Mal. Sebaliknya, Maqashid Syari'ah yang tidak sejalan dengan peraturan tersebut adalah Hifz al-Din dan Hifz al-Aql.
AL-FAQR DALAM PERSPEKTIF HADIS Vera Ayu Oktoviasari; Erwin Hafid; Siti Aisyah Kara
Lunggi Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu problematika yang sangat pelik yang dihadapi umat manusia. Masalah kemiskinan selalu menjadi penyakit yang menggelayuti setiap negara, tidak terkecuali di Indonesia. Kompleksitas dari permasalahan tersebut tidak hanya menyangkut kemiskinan itu sendiri melainkan juga implikasinya yang merasuk ke seluruh aspek kehidupan, yaitu pada tingkat keadaan kesehatan, sarana prasarana pendidikan, korupsi yang semakin merajalela, pengagguran dan PHK yang menjadi ketakutan setiap orang, di mana dampak besar berikutnya adalah terabaikannya kesejahteraan umat atau masyarakat. Metode penelitian yang diterapkan dalam kegiatan penelitian ini adalah metode penelitian Lebrary Research. Metode Dapat ditarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah terkait hadis yang berbicara tentang al-faqr baik itu pada makna tekstual dan kontekstual sangat banyak. Makna al-faqr secara umum diartikan sebagai orang yang memiliki kekurangan materi. Dalam perspektif hadis Nabi makna ini juga ditegaskan tapi kekurangan itu tidak hanya berkisar pada materi tapi juga yang berkaitan dengan non materi, seperti kemiskinan pada rohani. Al-faqr dan al-miskin berkonotasi makna yang sama yaitu defenisi bagi mereka yang tidak memiliki materi yang cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya, hanya saja secara faktor atau menyebabkan terjadinya kemiskinan itu berbeda antara keduanya. Faqr disebabkan faktor kelemahan fisik sedangkan miskin penyebabnya adalah struktural dan kultural. Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang menjadi miskin baik itu sebab internal (fisik), struktural (sistim) dan kultural. Karena itu Islam juga datang dengan solusi yang beragam, baik itu dorongan atau motivasi untuk senantiasa berusaha, perbaikan sistim ekonomi (larangan riba), maupun pemberian bantuan instant (dalam bentuk zakat, infak, sedekah).
Fuat Sezgin's Thoughts on Hadith Criticism: Revisiting Ignaz Goldziher's Views on Doubts about the Authenticity of Hadith Nasir, Muhammad Alwi; Zulfahmi Alwi; Siti Aisyah Kara
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v8i3.8807

Abstract

Ignaz Goldziher's views on hadith have elicited both support and criticism from Muslim scholars. Fuat Sezgin, a prominent Islamic scholar, disputed Goldziher's claim that hadiths narrated by classical scholars were inauthentic due to their reliance on sanad rather than matan criticism. Sezgin contends that the oral tradition of hadith transmission and his identification of some false hadiths in Sahih Bukhari weaken Goldziher's argument. This paper examines the differing perspectives of Ignaz Goldziher and Fuat Sezgin on hadith. Utilizing a literature research approach, it employs a descriptive-analytical method to elucidate the ideas of these two scholars. The research concludes that Goldziher's critique arose from a fundamental misunderstanding, as the narration method he criticized differed from that of classical scholars. Furthermore, the assertion that hadith was not documented in writing until later stages is refuted, as the Companions had recorded it in the Shahifah during the Prophet's time. Goldziher's identification of false hadiths in Bukhari is attributed to his focus on matan, leading him to consider them as fabrications by Bukhari.
Hak Politik Perempuan Perspektif Muslimah Wahdah Islamiyah Di Kota Makassar (Analisis Siyasah Syar’iyyah) Ade Ihwana Ilham; Sitti Aisyah Kara; Fatmawati; Usman; Zulfahmi
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hak politik perempuan perspektif muslimah wahdah islamiyah di kota Makassar (Analisis siyasah syar’iyyah). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan teologi normatif dan sosiologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hak politik  perempuan Muslimah Wahdah Islamiyah memiliki hak untuk memilih dan Hak Amar ma’ruf Nahi Mungkar. Perempuan boleh ikut berpartisipasi dalam politik dengan menggunakan hak suara. Sedangkan Perempuan untuk di pilih menjadi pemimpin wahdah Islamiyah tidak merekomendasikan untuk Waliyul amr, Adapun untuk calon legislatif perempuan, maka belum direkomendasikan melihat belum adanya kebutuhan yang mendesak akan hal tersebut, disamping pertimbangan maslahat dan mudaratnya dari berbagai sisi, dan fakta belum adanya SDM dan logistik yang memadai kaum perempuan. Perempuan Wahdah Islamiyah menjalani peran kepemimpinannya dalam scope tertentu, menjadi ketua lembaga tertentu yang ada di masyarakat atau komunitas, yang di dalamnya terdapat kaum perempuan saja, karena tidak ingin bercampur baur dengan kaum laki-laki dan akan menghindarinya menurut kesanggupannya, tidak mencari-cari jalan untuk bercampur dengan laki-laki dan tidak mendorong orang lain melakukannya.
Interaksi Sosial Muslim Dengan Non Muslim Perspektif Hadis Bahrah, Mena; Kara, Aisyah; Sakka, Abdul Rahman
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14623380

Abstract

Islam  mengajarkan  hubungan  seorang  manusia tidak hanya kepada Tuhannya, namun manusia juga diwajibkan untuk membangun hubungan dengan sesama manusia lainnya (Habluminnas). Hubungan tersebut juga tidak terbatas pada interaksi antar pemeluk agama yang sama. Islam telah mengajarkan cara berinteraksi dengan pemeluk agama lain melalui al-qur’an dan sunnah. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melihat hubungan social antara muslim dengan non-muslim menurut perspektif hadits. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Adapun hasil dari artikel ini menunjukkan bahwasannya Rasulullah SAW telah menjelaskan bagaimana cara berinteraksi dengan non-muslim yaitu melalui hadits-haditsnya, seperti hadits tentang: bersikap baik kepada non-muslim, mendo’akan keluarga non- muslim yang memusuhi kita, bertukar hadiah dengan non-muslim, menerima hadiah dari non-muslim tanpa tahu niat baik atau buruk, melindungi hak non-muslim dan menghormati orang yang sudah wafat. 
Pemimpin Amanah Dalam Perspektif Hadis Tematik: Konsep Ideal Bagi Indonesia Hasyim, Junaedi; Kara, Aisyah; Sakka, Abdul Rahman
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14619518

Abstract

Dalam perspektif Islam, pemimpin ideal memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menjadi pengarah atau pengambil keputusan. Seorang pemimpin juga diharapkan menjadi penolong dan pelindung bagi masyarakat yang dipimpinnya, terutama dalam menghadapi tantangan, kesulitan, dan bencana. Tanggung jawab seorang pemimpin meliputi segala hal yang terjadi di wilayah kepemimpinannya, termasuk memastikan kesejahteraan, keselamatan, dan perlindungan bagi warganya. Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu menunaikan amanah dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan keadilan, sebagaimana diajarkan dalam ajaran Islam. Dalam hadis-hadis tematik, pemimpin digambarkan sebagai seseorang yang tidak hanya memegang kekuasaan, tetapi juga berkomitmen untuk menjalankan tugasnya demi kebaikan bersama dan mempertanggungjawabkannya kepada Allah SWT serta masyarakat yang dipimpinnya. Pemilihan pemimpin bertujuan untuk menciptakan harmoni, mewujudkan tujuan bersama, dan memastikan keberlanjutan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh anggota kelompoknya. Konsep ini menjadi relevan sebagai pedoman untuk menciptakan kepemimpinan yang ideal di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan politik, sosial, dan kemanusiaan. 
Polygamy in the Perspective of Hadith: Justice and Equality among Wives in A Polygamy Practice Husain, Rahmin T.; Ahmad, Arifuddin; Kara, Siti Aisyah; Alwi, Zulfahmi
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 23, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v23i1.1954

Abstract

This article aims to overview some hadith[s] concerning justice and equality among wives in the practice of polygamy. This is literature-based research. In this study, documentation technique was employed in order to collect the data and used takhrij al-Hadith approach. Then, they were analysed by using descriptive analysis method. The result reveals that polygamy might be allowed in certain conditions, especially when a husband could be just and equal in a household among his wives. Practically, this requirement is somewhat challenging. Besides faith and obedience, justice and equality in a family can only be achieved if there is a high optimism, strong confidence, and good paradigm. Although some wives consider it as ‘ain al-sukhty (hatred paradigm), others percieve it as ‘ain al-ridha (pleased paradigm). Unfortunately, to overcome this problematic matter for polygamists in the recent day, justice and equality as the key points in a household should realistically be understood well as what the Prophet Muhammad Peace Be Upon Him (PBUH) had practiced. A positive atmosphere is likely possible to realize in a polygamous household.