Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Perasan Sari Buah Nanas (Ananas Comosus (L). Merr) sebagai Masker Gel Kaki Novita Sari, Helsa; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2843

Abstract

Gel memiliki kemampuan melembabkan dengan bahan yang banyak mengandung banyak air, memiliki efek sejuk yang baik digunakan pada cuaca panas. Kemampuan melembabkan suatu sediaan seperti pada gel juga memberikan efek melembutkan, serta mencegah iritasi pada kulit. Sediaan gel lebih banyak digunakan karena rasa dingin pada kulit, mudah menyerap dikulit, dan mudah dicuci. Tujuan penelitian untuk m engetahui masker gel kaki yang mengandung perasan sari buah nanas memiliki karateristik yang baik dan memenuhi syarat, dan untuk mengetahui masker gel kaki yang mengandung perasan sari buah nanas memiliki aktivitas exfoliasi yang baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini eksperimental, sampel yang digunakan adalah perasan buah nanas. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diambil dari hasil pengambilan sampel, pengumpulan sampel, identifikasi sampel, pengelolaan sampel, pembuatan perasan, skrining fitokimia, variasi konsentrasi dari formulasi masker gel, uji mutu fisik dan aktivitas exfoliasi perasan buah nanas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perasan sari buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) mempunyai kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, tanin, saponin, glikosida, steroid dan flavonoid, masker gel kaki perasan sari buah nanas memenuhi persyaratan uji mutu fisik yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan waktu lama sediaan mengering. Pada uji exfolasi masker gel kaki perasan sari buah nanas memenuhi syarat kelembapan dan elastisitas.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) Harti, Sri; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3174

Abstract

Infeksi merupakan jenis penyakit yang sering terjadi, terutama infeksi pada kulit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit adalah bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan beberapa infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, impetigo dan infeksi luka. Bahan alam yang mempunyai potensi sebagai antibakteri adalah buah nanas. Bagian buah nanas yang sering terbuang adalah bonggolnya. Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) mengandung senyawa kimia yang bermanfaat antara lain adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan glikosida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak dan aktivitas antibakteri ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut Etanol 96%. Metode uji aktivitas antibakteri adalah dengan difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) yang digunakan adalah 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas mengandung senyawa metabolit skeunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, glikosida. Ekstrak bonggol nanas memiliki aktivitas antibakteri dengan luas zona hambat pada konsentrasi 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50% berturut-turut adalah 0; 10,9; 15,16; 17,53; 22,2 mm. Semakin tinggi konsnetrasi maka semakin luas zona hambatnya. Analisis data menggunakan one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna dengan nilai P<0,05. Kata Kunci: Bonggol Nanas, Sabun Cair, Staphylococcus aureus
FORMULASI DAN KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN EMULGEL OLEORESIN CABAI (Capsicum Oleoresin)) A'dilah, Nur; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti; Zulmai Rani
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3213

Abstract

Cabai (Capsicum sp) adalah tanaman perdu dari famili solonacae (suku terong-terongan) yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan capsaicin pada cabai disinyalir mampu meredakan rasa sakit atau nyeri. Sensasi panas dari capsaicin ini akan membantu mengurangi nyeri otot dan sendi yang dirasakan. Nyeri dapat diatasi dengan sediaan topikal salah satunya adalah emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan sediaan emulgel oleoresin cabai (Capsicum oleoresin) dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan span 80. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pemeriksaan karakteristik fisik yang dilakukan meliputi organoletis, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, daya lekat, stabilitas dan sentrifugasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sediaan emulgel minyak cabai dapat diformulasikan dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan span 80. Hasil karakteristik fisik sediaan emulgel minyak cabai menunjukkan bahwa F1 adalah formula paling baik dengan hasil pengujian yaitu sediaan homogen; tipe emulsi m/a; pH 6,51; daya sebar 5,9; daya lekat 1.96 detik; tidak memisah pada uji sentrifugasi dan stabil selama 4 minggu penyimpanan pada suhu ruang.
OPTIMASI SEDIAAN EMULGEL OLEORESIN LADA HITAM (Piper nigrum (L.)) SEBAGAI PEREDA NYERI DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Maulana Putri, Yasinta; Sari Lubis, Minda; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3256

Abstract

Lada hitam merupakan buah dari tanaman Piper nigrum yang telah dikeringkan yang memiliki rasa dan aroma yang khas. Buah lada hitam mengandung senyawa metabolit salah satunya yatu piperin. Senyawa piperin disinyalir dapat meredakan rasa sakit atau nyeri. Nyeri yang dirasakan dapat diatasi dengan sediaan topikal salah satunya emulgel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula optimum sediaan emulgel oleoresin lada hitam (Piper nigrum (L.)) dengan campuran tween 80, span 80 dan propilen glikol yang dihasilkan dari metode Simplex Lattice Design. Tahapan penelitian ini meliputi identifikasi sampel oleoresin lada hitam, optimasi dengan metode Simplex Lattice Design menggunakan software Design Expert® versi 13. Respon yang digunakan meliputi uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Formula optimum yang diperoleh dengan metode Simplex Lattice Design kemudian diverifikasi dengan SPSS® dengan metode one sapmle t-test. Selanjutnya sediaan emulgel formula optimum dilakukan uji karakteristik fisik, keamanan, kesukaan serta efektivitas sebagai pereda nyeri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formula optimum emulgel ladaoleoresin lada hitam yang diperoleh dengan metode Simplex Lattice Design yaitu tween 80 1%, span 80 5%, dan propilen glikol 5%. Kata kunci : Emulgel, Piper nigrum (L.), Simplex Lattice Design, Formula Optimum, Pereda Nyeri
GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD DR. PIRNGADI KOTA MEDAN Wilda Septia; Kiki Rawitri; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3351

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk terapi infeksi bakteri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara retrospektif dari bulan Januari – Desember 2023 terhadap 300 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Identifikasi penggunaan antibiotik berdasarkan data rekam medik yang terdiri dari resep pasien dan catatan pemberian obat. Hasil evaluasi kuantitatif penggunaan antibiotik diperoleh ceftriaxone menjadi antibiotik dengan penggunaan terbanyak yaitu 2142 vial. Diikuti oleh levofloxacin, meropenem dan cefotaxime. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah ceftriaxone (56,06%) pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi
Penentuan Kadar Vitamin C Pada Sediaan Krim Pemutih Wajah yang Beredar di Pasar Online Dengan Metode Titrasi 2,6-Diklorophenol Indophenol Anugrah, Bayu; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Daulay, Anny Sartika
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v3i1.1963

Abstract

Krim pemutih wajah merupakan produk yang tersusun dari beberapa bahan kimia atau bahan lainnya yang mampu memutihkan wajah dalam waktu yang singkat. Untuk mengetahui kadar Vitamin C yang terdapat pada sediaan krim wajah yang beredar di pasar online diuji dengan metode analisis kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Vitamin C pada sediaan krim pemutih wajah yang beredar di pasar online. Tujuan penggunaannya dalam jangka waktu lama agar dapat mengurangi hiperpegmentasi pada kulit. Tetapi penggunaan yang terus-menerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 2,6-Diklorophenol Indophenol. Metode ini merupakan metode yang paling baik digunakan pada penetapan kadar Vitamin C karena spesifik sehingga tidak dipengaruhi oleh senyawa lainnya. Kelebihan metode ini yaitu reaksi yang terjadi secara kauntitatif sehingga dapat diketahui jumlah atau kadarnya. Dari hasil penelitian menunjukkan kadar Vitamin C pada sampel kosmetik pemutih wajah yaitu Amos Siang dan Amos Malam, Collagen Siang dan Collagen Malam, Walet Siang dan Walet Malam, Temulawak Siang dan Temulawak Malam. Perolehan kadar Vitamin C pada Amos Siang 0,0298% sedangkan kadar Vitamin C pada Amos Malam 0,0245% kadar Vitamin C pada Collagen Siang 0,0355% kadar Vitamin C pada Collagen Malam 0,0350% kadar Vitamin C pada Walet Siang 0,0298% kadar Vitamin C pada Walet Malam 0,0528% kadar Vitamin C pada Temulawak Siang 0,023% kadar Vitamin C pada Temulawak Malam 0,023%.
ANTIBACTERIAL TEST OF ETHANOLIC EXTRACT NANOPARTICLES FROM ARUM MANIS MANGO LEAVES (MANGIFERA INDICA L. VAR. ARUM MANIS) AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS Lubis, Nadya Frestika; Rahayu, Yayuk Putri; Nasution, Haris Munandar; Lubis, Minda Sari
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i2.1687

Abstract

Secondary metabolites with antibacterial properties have been found in arummanis mango leaves. Alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids, and steroids, especially the mangiferin molecule found in several mango varieties, are also present in arum manis mango leaf extract. Mangiferin has shown action on Staphylococcus aureus as an antibacterial agent that can prevent the development of bacteria. Staphylococcus aureus is one of the bacteria that triggers skin infections. In this research, extract nanoparticles and inhibition tests against staphylococcus aureus bacteria were prepared using extract nanoparticles and ethanol extract of arum manis mango leaves. The manufacture of nanoparticles in this study was carried out because smaller and nanometer-sized materials have more special chemical and glass characteristics; their small size has a greater surface area to volume ratio than larger particles. Nanoparticles are small particles ranging in size from 1 to 1000 nm. A particle size analyzer is used to characterize nanoparticles. Using the disc diffusion method, antibacterial activity tests were carried out at concentrations of 25%, 50%, and 75%, using nanoparticle extracts, and 2.5%, 5%, and 7.5% for extract concentration. The results of the extract nanoparticle size characterization were 40.2 nm. The bacterial inhibition zones of arum manis mango leaf extract obtained at concentrations of 25%, 50%, and 75% were 11.9, 14.4, and 15.4 mm, respectively. Meanwhile, the inhibition zones of nanoparticle bacteria extract 2.5%, 5%, and 7.5% were 15.5, 17.5, and 18.3 mm, respectively. The concentration of 2.5% nanoparticle extract has the inhibition power of bacteria equivalent to that of 75% ethanol extract, so it says that the nanoparticles can reduce the size dose and have an inhibition power in the moderate sensitivity category.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Titin Agustina; Yayuk Putri Rahayu; Minda Sari Lubis; D.Elysa Putri Mambang
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i4.2645

Abstract

Tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) digunakan untuk pengobatan herbal, yang memiliki senyawa antraquionon, senyawa asam amino triphophan, arginin, asam ursolat, flavonoid yang dapat menurunkan lemak dalam darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak etanol daun mengkudu dapat dijadikan formulasi sediaan sabun padat dan untuk mengetahui apakah sediaan sabun padat ekstrak etanol daun mengkudu memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variable bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk simplisia dan ekstrak etanol daun mengkudu mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/triterpenoid, dan glikosida. Hasil uji mencakup, hasil uji organoleptik, hasil uji homogenitas, hasil uji iritasi, hasil uji tinggi busa dan stabilitas busa, hasil uji kelembaban, hasil uji kesukaan relawan. Memiliki hasil nilai suka pada sediaan sabun padat daun mengkudu dengan aktivitas antibakteri pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, daya hambat 23,36 mm, 24,76 mm, dan 26,63 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
PENETAPAN KADAR KLORIN PADA BEBERAPA MERK PEMBALUT WANITA YANG ADA DI PASARAN DENGAN METODE IODOMETRI Daulay, Anny Sartika; Lubis, Minda Sari; Sandika, M Teguh
Jurnal Farmanesia Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v4i2.2706

Abstract

Sanitary napkin is a device product used by women during menstruation, sanitary napkins function to absorb blood from the vagina so that the blood that comes out does not interfere. Currently, there are many problems that arise in sanitary napkins, due to the presence of chlorine additives which function as an ingredient in the initial bleaching process of sanitary napkins. The purpose of this study was to identify the color reaction test, and to determine the chlorine content by iodometry method in sanitary napkins on the market. This research is an experimental study using a sample of sanitary napkins on the market. Sampling by random sampling (random). Determination of chlorine in sanitary napkins by testing qualitatively with a color reaction and quantitatively using the iodometric method.Based on the results of the study, it was found that of the 5 (five) samples used, 3 (three) positive samples contained chlorine, namely samples A, B and sample C. The chlorine content obtained in sample A was 0.0035%, sample B was 0.0014 % and sample C is 0.0027%. According to YLKI, the normal threshold for the use of chlorine in sanitary napkins is 5-55 ppm, so the samples tested still meet the stipulated conditions.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI HEMISELULOSA DALAM PEMBUATAN MIKROPARTIKEL Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Sitinjak, Iyustri Ririn
Jurnal Farmanesia Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v5i2.2733

Abstract

Hemicellulose (corncob isolated) is a natural polymer that is nontoxic, mucoadhesive, biodegradable, biocompatible and has a low level of immunogenicity, so it is very good to be used as a drug carrier and in the development of pharmaceutical preparations. Hemicellulose in this study will be made in the size of microparticles, where the microparticles are preparations with a particle size of 1-1000 m. The microparticles in this study were encapsulated by varying the concentration of hemicellulose as a carrier combined with STPP (Sodium tripolyphosphate) as a cross-linker or as a crosslinking agent and Propylene Glycol (PG) as a solvent and metronidazole as a model drug. Variations in the concentration of hemicellulose made were 100 mg, 200 mg, 300 mg, 400 mg and 500 mg. The purpose of this study was to see how the effect of variations in hemicellulose concentration on particle size and the characterization of the formed microparticles. The microparticle characterization results obtained have particle sizes at F1= 453.36 m, F2= 635.93 m, F3= 717.32 m, F4= 893.22 m and F5= 918.57 m. The yield obtained at F1 = 80.29% , F2 = 82.50%, F3 = 90.47%, F4 = 87.65% and F5 = 90.75% while the solubility test results show that the microparticles are easily soluble in an atmosphere. alkaline and at high temperatures, while at low temperatures and acid conditions it is difficult to dissolve until practically insoluble.
Co-Authors A'dilah, Nur Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adjelie, Tiara Afifah, Puan Ibni Alfi Wahyudi Nasution Alma Dhita Shafira Amaliana, Amaliana Andjelie, Tiara Anggraini, Dea Puspa Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Ariandi Arianti, Sellin Arina Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Ayuningrum, Annisa Bambang Hermanto Chairina Milda Cindy Marlina Tambunan Cut Dian Mala Luthfia D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D.Elysa Putri Mambang Debi Meilani Dena, Mutia Denni Bahari Dewa, Fasca Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dinda Sari Utami Efendi, Tania Tiara Ellyza, Chella Emmy Wiriandini Fauziah Zain Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Nurul Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Husna, Miftahul Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Ika Fitriani Indah Nasution Inna Myesha Junia Fitri Hayani Juwita, Sukma Karismawati Karlina Butar Butar Khoyrill Muttiin Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Nadya Frestika Lubis, Nurazizah Lubis, Zulkifli Ismail M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Matondang , Fikriyah Hafni Maulana Putri, Yasinta Meutia, Cut Meylisa Pratami Br Sinaga Miftahul Jannah Milwani Harahap Miranza, Nona Misna Rosalinda Hutabarat Mohd. Bilal Muhammad Amin Nasution Muhammad Tegar Tri Rizky Nadia Salsabilla Nasution , Muhammad Amin Nasution, M Pandapotan Nasution, M. Pandapotan Nasution, Vevi Sarah Nia Novranda Pertiwi Ningtias, Anggitha Novi Yuliandari Novita Sari, Helsa Novriani Putri Santia Nur Asia, Nur Nuratika, Eli Nurfadilla, Kiki Nurul Salsa Abya Ritonga Nurwijayanti Pulungan, Anili Fithri Purba , Intan Sabila Putri Purba, Juvantri Fablo Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Rafita Yuliarti Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rahma Maulidia Fitri Rahmi, Sofia Ramadhan , Yusril Rambe, Sitiapsah Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rati Satri Situmorang Rezky , Deswita Ina Riani, Nur Aslin Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Ritonga , Nur Sakina Ritonga , Septi Ani Ritonga, Oktavia Rohmah, Roihanah Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga Safitri , Nurhaliza Sagita Marina Simatupang Sandika, M Teguh Sari, Syilvi Rinda Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu silalahi, zahra salsabila Sinaga, Rosalinda Mahdalena Sindi, Sindi Siregar , Misbah Siregar , Runisya Maugin Utami Siregar, Hikmatussabaria Siregar, Rina Paramitha Siti Aisyah Jamil Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Slamet Indarjo Sri Harti Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Murni Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Surendro, Yasmeen Nazhifah Amani Syafa Nadira Ashiilah Syafira, Nona Syafirna, Nada Tia Nazilla Titin Agustina Trisha Wulan Erja Ummu Safura Sirait Vera Kristiana Wan Dian Safina Widya, Rizka Wilda Septia Winda Aulia Yadi, Hervi Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Yuliana Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Fitria Siti Zahira Ahmad, Madani Zannah , Muhamad Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulhij, Fizrya Zulmai Rani