p-Index From 2021 - 2026
19.515
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Dan Formulasi Minuman Instan Granul Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior (Jack) R.M.Sm) Dengan Kombinasi Xylitol, Madu Dan Sukrosa Zulhij, Fizrya; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Vol. 7 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/idjpcr.v7i2.18034

Abstract

Kecombrang merupakan tumbuhan dari keluarga Zingiberaceae, tumbuh di banyak tempat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil formula optimum granul instan serbuk bunga kecombrang (Etlingera elatior) dengan kombinasi Xylitol, Madu dan Sukrosa dari Simplex Lattice Design, untuk mengetahui hasil sediaan granul instan yang dilihat dari persyaratan sebagai granul instan. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Granul instan diolah menggunakan simplex lattice design melalui aplikasi Design Expert® versi 13, selanjutnya run formula yang didapat dari aplikasi dan diuji karakteristik fisiknya. Data yang diperoleh kemudian di input kedalam aplikasi dan di dapatkan prediksi formula optimum dari aplikasi, selanjutnya prediksi formula optimum di formulasi lalu dibandingkan antara prediksi software Design Expert® versi 13 dengan menggunakan Uji-t one sample pada software SPSS®. Hasil penelitian menunjukkan granul dengan kombinasi Xylitol, Madu dan Sukrosa pada granul instan serbuk bunga kecombrang (Etlingera elatior) mendapatkan hasil formula yang optimum menggunakan metode simplex lattice design dengan konsentrasi Xylitol (9.6%), Madu (6%) dan Sukrosa (5.4%). Sediaan granul serbuk bunga kecombrang tidak memenuhi persyaratan sebagai granul instan yang dimana pada uji waktu alir mendapatkan hasil t>4-10 gr/detik, kelembaban granul MC>4%.
OPTIMASI DAN FORMULASI GRANUL DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) DENGAN KOMBINASI MANITOL, SUKROSA DAN MADU silalahi, zahra salsabila; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Vol. 7 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/idjpcr.v7i2.18035

Abstract

Tanaman daun singkong (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu tumbuhan obat yang digunakan secara turun temurun. Secara farmakologi daun singkong mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah eksperimental. Formula granul diolah menggunakan simplex lattice design melalui aplikasi Design Expert® versi 13, selanjutnya run formula yang didapat dari aplikasi di formulasi secara konvensional dan diuji karakteristik fisiknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formula optimum granul yang diperoleh yaitu dengan konsentrasi manitol 14%, sukrosa 5,4% dan madu 2,6%. Hasil uji evaluasi yang diperoleh indeks tap 10%, waktu alir 3.58 detik dan sudut diam 24.42o. Hasil pengujian menggunakan Uji-t one sample pada software SPSS Statistic® didapati bahwa nilai p>0,05 sehingga data dinyatakan tidak berbeda signifikan .Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa formula optimum memiliki daya hambat yang kuat.
Sosialisasi Penggunaan Obat dengan Cara Khusus di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara Rani, Zulmai; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar; Yuniarti, Rafita; Lubis, Minda Sari; Pulungan, Ainil Fithri; Kaban, Vera Estefania; Nasri, Nasri; Utami, Dinda Sari
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i1.107

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi, semakin banyak sediaan farmasi yang dikembangkan. Ini termasuk inhaler, pen insulin, suppositoria, obat mata, telinga, dan lain-lain.  Tetes mata (oculoguttae), salep mata (oculenta), pencuci mata (colyria), dan bentuk lain dari obat mata dikenal sebagai optalmika. Penggunaan obat dengan alat khusus ini dapat menimbulkan efek samping dan hal yang tidak diiinginkan jika tidak digunakan secara benar. Hal ini disebabkan kurangnya informasi tentang penggunaan obat, cara penyimpanan dan lama penyimpanan obat pada masyarakat di Desa Kolam. Penyuluhan mengenai penggunaan obat dengan alat khusus ini untuk mencegah terjadinya efek samping atau hal yang tidak diinginkan. Kegiatan pengabdian dilakukan di Dusun I Desa Kolam, masyarakat dilibatkan dalam kegiatan yang dibantu oleh Kader Posyandu Kamboja dan pihak terkait lainnya.  Penyuluhan ini menggunakan ceramah, diskusi, dan pemutaran video. Selain itu, untuk mengetahui seberapa puas masyarakat dengan materi yang disampaikan, dan kuesioner. Pengabdian masyarakat yang dilakukan tim diharapkan dapat memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat, serta cara penggunaan obat dengan alat khusus secara tepat dan benar. Informasi akan pentingnya penggunaan obat, cara penyimpanan obat dan lama penyimpanan obat setelah kemasan dibuka. Hal ini akan berhubungan dengan efek terapi yang diharapkan serta untuk mencegah terjadinya efek samping obat.
ANALISIS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETANOL NIKOTIN EKSTRAK DAUN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) ASAL GAYO DENGAN METODE GC-MS Ulmi, M Rayhan; Supiyani, Supiyani; Daulay, Anny Sartika; Lubis, Minda Sari
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6672

Abstract

Latar Belakang: Tembakau merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia, terutama sebagai bahan baku rokok, dan diketahui mengandung nikotin. Selain itu, potensi tembakau sebagai agen antibakteri juga perlu dieksplorasi mengingat kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Tujuan: untuk menetapkan kadar nikotin pada daun tembakau Gayo (Nicotiana tabacum L). Metode: skrining fitokimia, penetapan kadar secara kuantitatif dengan titrasi asidimetri dan secara kualitatif spektrofotometri GC-MS. Hasil: penentuan penetapan kadar nikotin pada daun tembakau gayo yaitu 1,3% pada serbuk dan 2,9 % pada ekstrak .Uji kualitatif dengan GC-MS diperoleh hasil alkaloid (Nicotine), Golongan heterosiklik nitrogen ( Quinazoline, 8-methoxy-) , eter dan turunan fenol (p-Acetoxyanisole), terpenoid (Neophytadiene, Phytol ,  (+)-Nerolidol , beta-elemene , alpha-Farnesene , dihidroionon) , Alkohol (threo-2-Deuterio-1, 2 – diphenylethanol , Cyclohexanol ) Hidrokarbon Trisiklik (2,2,3,7-Tetramethyltricyclo (5.2.0.0. (1,6)) Undec-3-Ene ) , Diterpenoid( Torreferol).
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SERBUK SARI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN METODE HEAT AND CONGEALING Metami Sihombing, Juliana; Puteri, Cut Intan Annisa; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6909

Abstract

Tablet hisap ialah sediaan yang dapat memuat satu atau lebih zat aktif dengan pemberian bahan tambahan dan pemanis serta dapat larut di dalam mulut. Tablet hisap memiliki berbagai keuntungan yaitu rasanya manis dan penggunaanya mudah. Penelitian ini mengunakan metode heat and congeling yang memenuhi syarat karakteristik tablet hisap yang baik. Pengujian dilakukan menggunakan serbuk sari buah pepaya (SSP) yang diformulasikan mengunakan pengikat gom arab dan putih telur dengan formula F1 (SSP 3 gram dan gom arab 7,5%), F2 (SSP 3 gram dan gom arab 10%), F3 (SSP 3 gram dan putih telur 5%), dan F4 (SSP 3 gram dan putih telur 7%). Selanjutnya dilakukan penilaian fisik untuk tablet hisap yang mencakup sifat-sifat, konsistensi berat, konsistensi ukuran, tingkat kekerasan, tingkat kerapuhan, dan waktu pembubaran. Berdasarkan formula F1, F2, F3, dan F4 yang dibuat dalam penelitian ini, tablet hisap yang dihasilkan yaitu dari formula F1 dan F2. Evaluasi fisik tablet hisap dari formula F1 dan F2 menghasilkan sifat fisik tablet hisap yang baik serta menghasilkan waktu hancur yang cepat yaitu selama 12 menit dan 10 menit. Menggunakan metode heat and congeling memiliki karakteristik tablet hisap yang baik serta dapat hancur di dalam mulut dalam waktu yang singkat. Hal ini menunjukan bahwa waktu hancur tablet hisap serbuk sari buah pepaya telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia.
FORMULASI NANOGEL TABIR SURYA EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm. f. Oktavia, Zela; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Pulungan, Ainil Fithri
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6242

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm. f.) dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat karena kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan nanogel tabir surya berbahan dasar ekstrak etanol lidah buaya untuk melihat kemampuan sebagai tabir surya dengan cara menghitung nilai sun protection factor. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% lalu diuji senyawa metabolit sekunder. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serta uji nilai SPF sebagai penanda aktivitas tabir surya. Sediaan nanogel diformulasikan ke dalam tiga konsentrasi berdasarkan hasil pengujian antioksidan ekstrak lidah buaya. Hasil menunjukkan bahwa sediaan nanogel memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan sediaan topikal. Nilai IC50 dari ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 116,148 µg/ mL. Nilai SPF dari sediaan nanogel berada dalam rentang proteksi sedang dan memiliki nilai tertinggi pada konsentrasi 2500 ppm pada setiap formula. Dengan demikian, nanogel ekstrak lidah buaya berpotensi dikembangkan sebagai sediaan tabir surya alami dengan cara meningkatkan konsentrasi ekstrak sebagi zat aktif yang efektif melindungi kulit dari efek buruk sinar UV dan radikal bebas. Kata Kunci: Lidah buaya, nanogel, antioksidan, tabir surya. ABSTRAC Aloe vera (Aloe vera (L.) Burm. f.) is known as a herbal plant with strong antioxidant activity due to its secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. This study aims to develop a sunscreen nanogel formulation based on aloe vera ethanol extract to assess its efficacy as a sunscreen by calculating the sun protection factor (SPF) value. The extract was obtained through maceration using 96% ethanol solvent, followed by testing for secondary metabolites. Antioxidant activity was assessed using the DPPH method, and SPF value was determined as an indicator of sunscreen efficacy. The nanogel formulation was prepared in three concentrations based on the antioxidant activity test results of the aloe vera extract. The results showed that the nanogel formulation had physical characteristics consistent with the requirements for topical formulations. The IC50 value of the extract indicated moderate antioxidant activity with an IC50 value of 116.148 µg/mL. The SPF value of the nanogel formulation falls within the moderate protection range and reaches its highest value at a concentration of 2500 ppm in each formulation. Thus, aloe vera extract nanogel has the potential to be developed as a natural sunscreen formulation by increasing the concentration of the extract as an effective active ingredient to protect the skin from the harmful effects of UV rays and free radicals. Keywords: Aloe vera, nanogel, antioxidant, sunscreen.
KARAKTERISASI SIMPLISIA, SKRINING FITOKIMIA, DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) Lubis, Asira; Rani, Zulmai; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6272

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu tanaman yang dikenal mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dengan potensi sebagai antioksidan. Antioksidan berperan penting dalam menetralisir radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif serta berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor. Sampel daun kelor diperoleh dari Binjai, Sumatera Utara, kemudian diolah menjadi simplisia kering, diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan dilakukan skrining fitokimia serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH pada panjang gelombang 516 nm dengan spektrofotometer visible. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta steroid yang berperan sebagai antioksidan. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 122,6791 µg/mL, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC₅₀ sebesar 4,8253 µg/mL. Berdasarkan nilai IC₅₀, aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor termasuk dalam kategori sedang. Kesimpulannya, daun kelor mengandung metabolit sekunder dengan kemampuan antioksidan yang dapat berpotensi digunakan sebagai sumber alami penangka radikal bebas.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN TANIN SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIAK-SIAK (Dianella ensifolia (L.) Redoutè) Rifqi, M. Ainur; Yuniarti, Rafita; Lubis, Minda Sari; Nasution, Haris Munandar
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6294

Abstract

Daun siak-siak (Dianella ensifolia (L.) Redoutè) merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris digunakan dalam pengobatan penyakit infeksi, namun kajian ilmiah terkait kandungan metabolit sekunder dan aktivitas biologisnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total, tanin, serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun siak-siak terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis melalui pereaksi AlCl₃ dan natrium asetat, sedangkan kadar tanin ditentukan dengan metode Folin–Ciocalteu menggunakan asam galat sebagai standar. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi ekstrak 10%, 15%, dan 20%, dengan antibiotik sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun siak-siak mengandung flavonoid total sebesar 52,98 ± 0,26 mg/g dan tanin sebesar 196,47 ± 118,78 mg/g. Aktivitas antibakteri meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan zona hambat pada konsentrasi 20% masing-masing sebesar 22,8 mm, 24,167 mm, dan 27,067 mm yang tergolong aktivitas antibakteri sangat kuat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa daun siak-siak memiliki potensi sebagai sumber antibakteri alami yang kaya senyawa polifenol dan berpeluang dikembangkan sebagai bahan fitofarmaka.
EFEKTIVITAS JUS JAMBU BIJI MERAH DAN JUS APEL DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Hutagalung, Victor H; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6341

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat, termasuk di Indonesia. Upaya pengendalian kadar glukosa darah tidak hanya melalui terapi medis tetapi juga melalui intervensi nutrisi berbasis pangan lokal yang kaya antioksidan. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas pemberian jus jambu biji merah (Psidium guajava L.) dan jus apel (Malus domestica) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan di praktik dokter. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental non-randomized pre–post test dengan dua kelompok perlakuan, masing-masing 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kedua kelompok mendapatkan perlakuan konsumsi jus buah masing-masing, dan kadar glukosa darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat Easy Touch GCU dan metode enzimatik GOD-PAP. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat untuk menilai perbedaan kadar glukosa sebelum dan sesudah pemberian jus. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi jus jambu biji merah dan jus apel secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah (p<0,05). Penurunan rata-rata kadar glukosa darah lebih besar pada kelompok jus apel (163,83 mg/dL) dibanding kelompok jus jambu biji merah (198,20 mg/dL). Temuan ini menegaskan bahwa kedua jus berpotensi sebagai intervensi nutrisi alami dalam membantu pengelolaan kadar glukosa darah, dengan jus apel menunjukkan efektivitas lebih tinggi. Kesimpulannya, konsumsi jus jambu biji merah dan jus apel dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang bermanfaat untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook.f.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA RONGGA MULUT Dama Yanti, Fradilla; Sari Lubis, Minda; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6365

Abstract

Karies gigi adalah salah satu isu kesehatan yang berkaitan dengan gigi dan mulut, yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, khususnya Streptococcus mutans. Bunga lawang (Illicium verum Hook. f.) dikenal memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri alami. Penggunaan tanaman herbal ini dalam bentuk tablet hisap diharapkan dapat menjadi pilihan terapi alternatif untuk mempertahankan kebersihan serta kesehatan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi tablet hisap dari simplisia bunga lawang dan menguji efek antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat simplisia bunga lawang, diikuti dengan pengujian karakterisasi fisik dan fitokimia. Formula yang menggunakan bahan tambahan untuk penghancur dicampurkan secara proporsional yaitu 10%:10% melalui metode granulasi basah. Evaluasi dilakukan terhadap karakter fisik granul (sudut diam, laju alir, indeks tap) dan tablet (keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur, kerapuhan), serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap Streptococcus mutans. Temuan penelitian menunjukkan bahwa formula tablet hisap memenuhi standar fisik yang ditentukan oleh Farmakope Indonesia, kecuali untuk kekerasan tablet yang sedikit di bawah batas minimal. Pengujian aktivitas antibakteri mengindikasikan bahwa simplisia bunga lawang mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan menunjukkan efek antibakteri yang baik.
Co-Authors A'dilah, Nur Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adjelie, Tiara Afifah, Puan Ibni Alfi Wahyudi Nasution Alma Dhita Shafira Amaliana, Amaliana Andjelie, Tiara Angelina Maghvira Ananda Anggraini, Dea Puspa Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Ariandi Arianti, Sellin Arina Arifna Luthfianida Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Ayuningrum, Annisa Bambang Hermanto Chairina Milda Chairunnisa Rkt Cikal Azura Cindy Marlina Tambunan Cut Dian Mala Luthfia Cut Intan Annisa Putri D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D.Elysa Putri Mambang Dama Yanti, Fradilla Debi Meilani Dena, Mutia Denni Bahari Dewa, Fasca Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dinda Dila Puspita Dinda Sari Utami Efendi, Tania Tiara Ellyza, Chella Elmi Sariani Hasibuan Emmy Wiriandini Fanny Anggreany Santosa fatimah Fauziah Zain Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Nurul Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunte Gabena Indrayani Dalimunthe Gabena Indrayani Dalimunthe Gabena Indrayani Dalimunthe Haris Munandar Nasution Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Hindri Syahputri Husna, Miftahul husna, nadiatul Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Hutagalung, Victor H Ika Fitriani Indah Nasution Inna Myesha Intan Sabila Putri Purba Juliana Metami Sihombing Junia Fitri Hayani Juwita, Sukma Karismawati Karlina Butar Butar Khoyrill Muttiin Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Latifah Hanum Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Lilik Septiana Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Asira Lubis, Nadya Frestika Lubis, Nurazizah Lubis, Zulkifli Ismail M Rayhan Ulmi M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Matondang , Fikriyah Hafni Maulana Putri, Yasinta Metami Sihombing, Juliana Meutia, Cut Meylisa Pratami Br Sinaga Miftahul Jannah Milwani Harahap Miranza, Nona Misbah Siregar Misna Rosalinda Hutabarat Mohd. Bilal Muhammad Amin Nasution Muhammad Tegar Tri Rizky Nadia Salsabilla Nasri Nasri, Nasri Nasution , Muhammad Amin Nasution, M Pandapotan Nasution, M. Pandapotan Nasution, Vevi Sarah Nia Novranda Pertiwi Ningtias, Anggitha Novi Yuliandari Novita Sari, Helsa Novriani Putri Santia Nur Asia, Nur Nuratika, Eli Nurfadilla, Kiki Nurhaliza Safitri Nurul Arafah Nurul Salsa Abya Ritonga Nurwijayanti Oktavia, Zela Oneayu One Pulungan, Anili Fithri Purba, Juvantri Fablo Puspita, Dinda Dila Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Rafita Yuliarti Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rahma Maulidia Fitri Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmi, Sofia Ramadhan , Yusril Rambe, Sitiapsah Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rati Satri Situmorang Rezky , Deswita Ina Riani, Nur Aslin Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Ritonga , Nur Sakina Ritonga , Septi Ani Ritonga, Oktavia rizka Rohmah, Roihanah Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga Safina, Wan Dian Sagita Marina Simatupang Sandika, M Teguh Sari, Syilvi Rinda Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu silalahi, zahra salsabila Sinaga, Rosalinda Mahdalena Sindi, Sindi Siregar , Runisya Maugin Utami Siregar, Hikmatussabaria Siregar, Rina Paramitha Siti Aisyah Jamil Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Slamet Indarjo Sri Harti Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Murni Sri Murni Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulaiman Sulaiman Sulwiyatul K Sani Supiyani Supiyani Supiyani Supiyani Supiyani, Supiyani Surendro, Yasmeen Nazhifah Amani Syafa Nadira Ashiilah Syafira, Nona Syafirna, Nada Syofyan Syofyan Tia Nazilla Titin Agustina Trisha Wulan Erja Ulmi, M Rayhan Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Vera Kristiana Wanda Elvia Putri Widya, Rizka Wilda Septia Winda Aulia Winda Kesuma Yadi, Hervi Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Yuliana Yayuk Yufri Aldi Yuliawati Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Fitria Siti Zahira Ahmad, Madani Zannah , Muhamad Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulhij, Fizrya Zulmai Rani