cover
Contact Name
Muhammad Darma Halwi
Contact Email
muhammaddarmahalwi@gmail.com
Phone
+6285253587076
Journal Mail Official
muhammaddarmahalwi@gmail.com
Editorial Address
Persada Banten Blok A3, Kota Serang, Banten, Indonesia
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28302567     DOI : -
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia is a medium of information and socialization regarding the results of service from the entire academic community about various kinds of innovations, development efforts, and solutions to various problems in society. Scope: Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicine, Arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony Human development and national competitiveness Poverty alleviation based on local resources Management of rural and coastal areas with local wisdom Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and MSMEs Development of environmentally sound technology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 221 Documents
Peningkatan Kompetensi Kader Kesehatan dalam Pencegahan Ulkus Diabetikum Melalui Edukasi Partisipasif dan Simulasi di Suruh Kalang: Improving the Competence of Health Cadres in Diabetic Ulcer Prevention Through Participatory Education and Simulation in Suruh Kalang Wahyuni, Endah Sri; Mike Chelsea; Ramadhani, Karisma Dian
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.630

Abstract

Kasus Diabetes Mellitus (DM) semakin meningkat, baik secara local, nasional maupun global. Gangguan pada insulin menyebabkan tubuh kurang maksimal dalam mengelola karbohidrat. Gangguan sirkulasi dan persyarafan sering terjadi pada penderita DM. Salah satu manifestasi klinis pada DM adalah adanya luka yang sulit sembuh dan beresiko tinggi menyebabkan ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum sendiri dapat menyebabkan kecacatan dan beresiko terjadi amputasi jika tidak dilakukan penanganan dengan baik. Salah satu upaya promosi kesehatan pencegahan ulkus diabetikum adalah keterlibatan dan pemberdayaan kader kesehatan. Kader Kesehatan merupakan ujung tombak dalam pencegahan maupun penanganan kesehatan di masyarakat.. Upaya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan berperan penting dalam menyampaikan informasi tentang kesehatan di masyarakat. Salah satu upaya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan adalah edukasi. Adanya edukasi terhadap 30 peserta kader kesehatan terbukti meningkatkan pengetahuan dengan skor rata-rata meningkat dari 60 (pre-test) menjadi 75 (post-test). Edukasi disampaikan melalui metode ceramah, diskusi, demonstrasi senam kaki dan simulasi (role play).
Pemberdayaan Pemuda Kreatif Kalimantan Selatan melalui Optimalisasi Teknologi Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha: Empowering South Kalimantan's Creative Youth through Digital Technology for Enhanced Business Competitiveness Putro, Hendro Yulius Suryo; Sari, Nina Permata; Rahmatullah, Akhsanul; Mara, Andry Ananda Putra Tanggu; Annisa, Najwa; Putri, Namira Kamelia
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.672

Abstract

Pemberdayaan pemuda kreatif merupakan strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor industri kreatif, namun rendahnya kapasitas manajerial dan pemanfaatan teknologi digital menjadi tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi manajemen usaha dan keterampilan pemasaran digital pemuda mitra Kalsel Kreatif Forum (KKF) melalui pelatihan tematik dan pendampingan berbasis teknologi. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan empat sesi, praktik langsung, dan evaluasi dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui angket pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pada domain manajemen usaha dari 64,00 menjadi 86,00 dan pada domain pemasaran digital dari 58,00 menjadi 82,00. Penerapan aplikasi https://kalselkreatif.id sebagai platform lokal buatan manduri turut berkontribusi dalam perluasan pasar dan peningkatan brand awareness peserta. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif mitra KKF serta strategi pendampingan adaptif dalam mengatasi tantangan literasi digital dan keterbatasan infrastruktur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis pelatihan dan digitalisasi dapat memperkuat daya saing pelaku usaha kreatif dan layak direplikasi pada wilayah serupa
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Edukasi Pemberian ASI dan Pemanfaatan Pangan Fungsional untuk Pencegahan Stunting di Desa Sumorame, Sidoarjo: Capacity Building of Posyandu Cadres in Breastfeeding Education and Functional Food Utilization for Stunting Prevention in Sumorame Village, Sidoarjo Shofiya, Dian; Hafid, Fahmi; Ma’arif, Mohammad Zainul; Halimah, Husnul; Salsabila, Qizza; Azmi, Afifah; Sari, Devita Kurnia; Ismah, Fildzah Zatil; Adelia, Kartika Rifqi; Loka, Lovieta Parasayu Shinta; Triantika, Mei Linda; Fur’qon, Firman Oktaviano; Prayoga, Ahmad Aditya
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.717

Abstract

Stunting pada anak balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Sumorame, Kabupaten Sidoarjo. Salah satu faktor kunci pencegahan stunting adalah praktik menyusui yang optimal, khususnya pemberian ASI eksklusif. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam melakukan edukasi menyusui serta pemanfaatan pangan fungsional berbasis lokal untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Metode pelaksanaan berupa edukasi interaktif, demonstrasi pembuatan pangan fungsional, serta pendampingan kader selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam menyampaikan materi edukasi menyusui serta kemampuan mengolah pangan fungsional yang mendukung laktasi. Pada kelompok ibu hamil, peningkatan pengetahuan mendekati signifikansi statistik (p = 0,058), menunjukkan adanya dampak positif dari intervensi meskipun masih terbatas. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan cakupan ASI eksklusif dan berpotensi menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan
Pemantauan Pola Asuh dan Tumbuh Kembang Balita Cegah Stunting Melalui Intervensi Gizi Menu “Si MENANG”: Monitoring Parenting Patterns and Toddler Growth and Development to Prevent Stunting through Nutritional Intervention with the 'Si MENANG' Menu Mangalik, Gelora; Surtania, Surtania; Tampubolon, Rifatolistia; Lamaliwa, Wynda Lestari; Monikasari, Monikasari
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.728

Abstract

Masalah gizi, khususnya stunting, menjadi tantangan serius di Kota Salatiga dengan prevalensi 16,9% pada tahun 2023. Stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan kognitif anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memantau pola asuh dan tumbuh kembang balita stunting melalui intervensi gizi dengan menu “Si MENANG”. Metode yang digunakan adalah intervensi langsung selama enam bulan pada 10 balita stunting. Intervensi mencakup pemberian menu terencana, pemantauan konsumsi harian melalui home visit, pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) bulanan, serta skrining perkembangan (KPSP) dan pola asuh menggunakan kuesioner. Hasil dari intervensi gizi dengan menu “Si MENANG” yaitu adanya perbaikan status gizi yang signifikan yaitu underweight (BB/U) turun dari 30% menjadi 11%, sangat pendek (TB/U) turun dari 20% menjadi 0%, dan tidak terdapat gizi kurang di akhir intervensi (BB/TB), namun ditemukan inkonsistensi pola asuh umum (otoriter 60%) dan pola asuh makan (demokrasi 80%). Meskipun pengetahuan gizi ibu mayoritas baik (80%), hasil skrining perkembangan anak (KPSP) menunjukkan ketidakstabilan, dengan mayoritas hasilnya meragukan. Intervensi gizi efektif dalam memperbaiki status gizi antropometri. Namun, inkonsistensi pola asuh dan perkembangan anak yang tidak stabil menunjukkan perlunya program pendampingan yang tidak hanya berfokus pada gizi, tetapi juga pada penguatan pola asuh orang tua secara holistik untuk dampak yang berkelanjutan
Revitalisasi Dewi Satoe (Desa Wisata Safety Tourisme) dalam Upaya Promosi Digital Pariwisata serta Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Revitalization of Dewi Satoe (Safety Tourism Village) in Digital Tourism Promotion and the Implementation of Occupational Safety and Health Putu, Indah Sintya Dewi; Astriani, Ni Made Dwi Yunica; Dewi, Komang Trisna Sari; Pratama, Agus Ari
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.758

Abstract

Desa Pemuteran memiliki potensi ekowisata besar melalui pengelolaan wisata berbasis masyarakat, salah satunya ekowisata Giri Kerthi dengan jalur trekking menuju Bukit Udeng-Udengan dan Bukit Batu Kursi. Namun, jalur trekking yang terjal dan berbatuan menimbulkan risiko keselamatan, sementara banyak pemandu wisata belum memiliki pengetahuan memadai tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, promosi ekowisata masih terbatas pada brosur dan promosi mulut ke mulut, dengan minimnya pemanfaatan media digital karena keterbatasan keterampilan pemasaran daring. Program pengabdian ini bertujuan merevitalisasi Desa Pemuteran sebagai Desa Wisata Safety Tourism (Dewi Satoe) melalui penguatan promosi digital dan penerapan standar K3. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan, pelatihan, pendampingan, dan transfer teknologi. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pelatihan K3 dan BHD, serta indikator capaian digital melalui pembuatan website resmi dan aktivasi media sosial. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan pemandu, dari 17 responden kategori kurang dan 20 cukup menjadi 33 kategori baik pasca pelatihan. Pada keterampilan, sebelum pelatihan 35 responden kategori kurang dan 14 cukup, meningkat menjadi 30 kategori baik. Dari sisi promosi digital, mitra kini memiliki website aktif dan akun media sosial yang mampu menjangkau audiens lebih luas dibandingkan metode promosi sebelumnya. Kesimpulan program ini terbukti meningkatkan kapasitas pemandu wisata dalam keselamatan dan keterampilan darurat, sekaligus memperkuat promosi digital yang berdampak langsung pada daya saing Desa Pemuteran sebagai destinasi wisata aman, berkelanjutan, dan berpotensi meningkatkan kepuasan serta jumlah kunjungan wisatawan.
Ayah Garda Depan: Program Pemberdayaan Keluarga Berbasis Edukasi dan Mentoring Kolaboratif dalam Pencegahan Stunting di Desa Sungai Alang: Ayah Garda Depan: A Family Empowerment Program Based on Collaborative Education and Mentoring for Stunting Prevention in Sungai Alang Village Laily, Nur; Putri, Andini Octaviana; Zwagery, Rika Vira; Rahman, Fauzie; Wulandari, Anggun; Anggraini, Lia; Navijay, Ahmad; Jannah, Alya Miftahul; Agusetiawan, Muhammad Andrian; Filsahani, Nuraida Keisya; Ridhani, Gusti Al Azmi Akhmad
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.778

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia dengan prevalensi nasional 21,5% pada tahun 2023. Angka lebih tinggi tercatat di Kalimantan Selatan dan Kabupaten Banjar, bahkan mencapai 32,43% di Desa Sungai Alang pada Desember 2024. Faktor risiko utama meliputi rendahnya pengetahuan gizi, pemberian ASI yang tidak optimal, minimnya partisipasi di posyandu dan Bina Keluarga Balita, serta tingginya paparan asap rokok. Masalah mendasar terletak pada pola asuh yang kurang optimal akibat minimnya keterlibatan ayah, yang umumnya masih dipandang sebatas pencari nafkah. Sebagai upaya solutif, Program Ayah Garda Depan dilaksanakan di Desa Sungai Alang dengan tujuan mentransformasi peran ayah menjadi mitra aktif dalam pengasuhan anak. Program ini mencakup sosialisasi, konseling, KIE, pembentukan Komunitas Ayah Berkelas, pemilihan role model ayah, mentoring, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi difokuskan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan komitmen ayah dalam mendukung ibu dan pengasuhan anak. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta telah memiliki pengetahuan baik sejak awal, sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest pengetahuan (p=0,625). Hal ini mengindikasikan bahwa tantangan utama bukan terletak pada aspek pengetahuan, melainkan pada transformasi sikap dan perilaku nyata dalam praktik pengasuhan. Oleh karena itu, intervensi yang lebih intensif, berulang, dan berbasis komunitas masih sangat diperlukan agar tercapai perubahan perilaku yang berkelanjutan. Rekomendasi diarahkan pada pendampingan berkelanjutan, integrasi dengan posyandu dan BKB, penyediaan media edukasi praktis, serta kolaborasi lintas sektor, agar program ini berkelanjutan dan berkontribusi pada penurunan stunting.
Pendampingan Gizi dan Kesehatan Mental dengan Pangan Lokal Bergizi pada Ibu Hamil Anemia di Wilayah Puskesmas Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi: Nutrition and Mental Health Support Using Nutritious Local Foods Among Pregnant Women with Anemia in the Bojong Rawalumbu Public Health Center Area, Bekasi City Palupi, Khairizka; Marsidi, Sitti Rahmah; Siahaan, Maya Fernandya; Mulyadewi, Zalfa; Aurelia, Annisa Mega; Setyasih, Meyrina Arung; Resmana, Rima Putri; Soliah, Alvia; Faradillah, Gladys; Kamila, Lewiyshefa Vandra
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.785

Abstract

Anemia dan gangguan kesehatan mental seperti depresi serta kecemasan merupakan dua kondisi yang sering dialami ibu hamil dan berdampak buruk terhadap kesehatan ibu dan janin. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil anemia mengenai gizi dan kesehatan mental melalui pendekatan edukatif berbasis pangan lokal bergizi. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, dengan melibatkan 8 ibu hamil anemia. Metode pengabdian dilakukan melalui penyuluhan dan pembagian materi edukasi. Evaluasi efektivitas dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 20 pertanyaan. Hasil menunjukkan adanya interaksi diskusi aktif dan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 80,62 menjadi 82,22 setelah penyuluhan. Kesimpulannya, pendampingan gizi dan kesehatan mental dengan pangan lokal bergizi merupakan sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil anemia. Pengabdian selanjutnya disarankan mencakup demonstrasi pengolahan pangan lokal dan sesi konsultasi kesehatan mental guna meningkatkan kesadaran emosional serta membekali keterampilan dasar dalam menghadapi stres dan kecemasan
Pengembangan Kelompok Pengrajin Tenun Sarung Donggala Berbasis Gedogan Dengan Pewarnaan Alami Dari Limbah Aman Untuk Kesehatan Di Desa Mekar Baru: Empowering Donggala Sarong Weaving Artisans through Gedogan-Based Techniques with Eco-Friendly Natural Dyes from Health-Safe Waste in Mekar Baru Village Syahadat, Dilla Srikandi; Daswati, Daswati; Amalinda, Finta; Jufri, Muhammad Ali
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.812

Abstract

Masalah rendahnya kemandirian ekonomi penenun Donggala, yang dipengaruhi oleh keterbatasan manajemen usaha, alat produksi, dan pemasaran menjadi permasalahan pada kelompok penenun sarung Donggala di Desa Mekar Baru. Kondisi ini menyebabkan rendahnya daya saing produk tenun sarung Donggala dan berpotensi mengancam keberlanjutan warisan budaya. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial serta meningkatkan keterampilan mitra dalam berwirausaha melalui penguatan kemampuan teknis dan nonteknis. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan teknis (peningkatan produksi) dan nonteknis (manajemen pemasaran dan administrasi) menggunakan metode ceramah dan learning by doing. Keberhasilan program diukur melalui indikator peningkatan hasil produksi, persentase peningkatan keterampilan, dan peningkatan pengetahuan berdasarkan kuesioner pra dan pasca pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan 80% mitra mampu mempraktikkan keterampilan mewarnai menggunakan bahan pewarna alami, kapasitas produksi meningkat 60% setelah penggunaan alat tenun baru, dan 70% pengetahuan mitra meningkat terkait pengolahan benang menggunakan bahan alami, manajemen usaha dan pemasaran, namun hanya 20% mitra yang mampu meningkatkan kemampuan pemasaran online dengan menggunakan platform facebook. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan kemandirian ekonomi mitra. Untuk keberlanjutan program, PKM menyediakan modal awal dalam bentuk bahan baku untuk tiga kali produksi kain tenun, sehingga pengrajin dapat terus berproduksi, serta dilakukan pengusulan penetapan Desa Mekar Baru sebagai desa binaan.
Optimalisasi Kapasitas Kognitif untuk Pencegahan Stunting Melalui Pendekatan Edukasi Multimodal di Desa Sungai Alang: Optimization of Cognitive Capacity for Stunting Prevention Through a Multimodal Educational Approach in Sungai Alang Village Rahman, Fauzie; Laily, Nur; Wulandari, Anggun; Faisal, Muhammad Ali; Yustikasari, Intan; Rifani, Rizqi; Alifa Nayla, Nurul; Rahma, Amelia; Zainal Khadafi, Muhammad; Keisya Filsahani, Nuraida; Azmiyannoor, Muhammad; Mulia Wati, Ratna
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.844

Abstract

Tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, melatarbelakangi kegiatan pengabdian masyarakat ini. Meskipun edukasi pencegahan stunting telah banyak dilakukan, efektivitasnya pada komunitas dengan pengetahuan awal yang tinggi masih perlu dikaji. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan kapasitas kognitif masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pendekatan edukasi multimodal yang integratif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan yang memanfaatkan kombinasi media power point, poster, dan video promosi kesehatan, yang dilaksanakan di Desa Sungai Alang dengan melibatkan 24 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pembandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 95,00 menjadi 97,08. Secara statistik, tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p=0,276), yang kemungkinan disebabkan oleh ceiling effect dimana pengetahuan awal peserta sudah tinggi. Namun, secara kualitatif, pendekatan multimodal ini berhasil mempertahankan pemahaman masyarakat dan mendapat respons antusias. Disimpulkan bahwa untuk masyarakat dengan pengetahuan awal tinggi, intervensi edukasi perlu didesain lebih mendalam, aplikatif untuk komunitas dengan pengetahuan awal yang sudah tinggi, dan berkelanjutan dengan melibatkan kader serta fokus pada kelompok berisiko. Kegiatan ini memberikan implikasi penting terhadap pengembangan strategi edukasi stunting yang lebih efektif dan kontekstual
Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Bahaya Mikroplastik melalui Program Sekolah Laut di Kampung Tabla Supa, Jayapura: Increasing Public Awareness of the Dangers of Microplastics through the Sea School Program in Tabla Supa Village, Jayapura Anou, Kezia Noviani; Bakri, Nur Fadilah; Rejauw, Korinus; Wanimbo, Efray
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.851

Abstract

Permasalahan mikroplastik di wilayah pesisir semakin mengkhawatirkan karena berdampak pada ekosistem laut sekaligus kesehatan manusia. Sekitar 60%-90% komposisi sampah pantai di Indonesia adalah sampah plastik. Dampak dari pencemaran ini tidak hanya mengancam kehidupan biota laut, tetapi juga dapat berbalik menyerang kesehatan manusia melalui rantai makanan. Pantai Amai di Kampung Tabla Supa, Kabupaten Jayapura, merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang rentan terhadap pencemaran plastik akibat aktivitas wisatawan dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya mikroplastik dan sikap masyarakat pesisir tentang kesadaran tidak membuang sampah sembarangan didaerah pantai, khususnya Komunitas Jaga Laut, melalui Program Sekolah Laut. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi awal dengan pemangku kepentingan lokal, sosialisasi bahaya mikroplastik menggunakan kuisioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, aksi bersih pantai yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, serta pemasangan spanduk dan distribusi brosur sebagai media edukasi. Adapun sasaran dalam pengabdian ini adalah masyarakat sekitar Pantai Amai khususnya para pemuda sebanyak 22 orang. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan baik dari aspek pengetahuan maupun sikap. Pada aspek pengetahuan, jumlah peserta dengan kategori baik meningkat dari 40,9% menjadi 100% dengan nilai p<0.05. Sementara pada aspek sikap, peserta dengan kategori baik meningkat dari 31,8% menjadi 86,4% dengan nilai p<0.05. Dengan meningkatnya literasi ekologi dan kepedulian masyarakat, komunitas pesisir memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga laut dari pencemaran plastik. Adapun keberlanjutan program ini yaitu mengadakan workshop pengelolaan sampah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis sehingga tidak hanya bermanfaat dari segi kebersihan lingkungan namun mampu menaikkan taraf hidup masyrakat pesisir Pantai Amai, Kampung Tabla Supa.