p-Index From 2021 - 2026
16.647
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Bidan Prada MEDISAINS Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Berita Ilmu Keperawatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Journal Of Holistic Nursing Science Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Jurnal Medika Malahayati Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas Healthy-Mu Journal Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Al-Asalmiya Nursing: Journal of Nursing Sciences NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN Journal Of Bionursing Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Nutrix Journal Jurnal Peduli Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Penelitian Pena Medika : Jurnal Kesehatan Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan MAHESA : Malahayati Health Student Journal PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Journal of Management Nursing Jurnal Pengabdian Masyarakat GENIUS JOURNAL (General Nursing Science Journal) Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat INDOGENIUS Jurnal Cakrawala Ilmiah Borneo Community Health Sevice Journal Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal of Community Health Development (JCHD) Jurnal Keperawatan Notokusumo Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Al Makki Health Informatics Journal Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Medika: Medika Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Multidisciplinary Indonesian Center Journal Journal Of Bionursing Servitia: Journal of Community Service and Engagement Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN LAMA RAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Faira Nazarida Faesar; Adiratna Sekar Siwi; Amelia Andini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.2837

Abstract

Ketidakpastian kesembuhan pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) berpotensi menimbulkan kecemasan pada keluarga. Kondisi kritis pasien, keterbatasan interaksi, serta keterbatasan informasi dari tenaga kesehatan menjadi faktor yang melemahkan beban psikologis keluarga. Selain itu, durasi perawatan yang panjang di ICU dapat meningkatkan tekanan emosional dan mempengaruhi kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan secara rasional. Kecemasan yang dialami oleh anggota keluarga pasien yang menerima perawatan di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Margono Soekarjo akan menjadi fokus penelitian ini. Tim peneliti dalam penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan metodologi kuantitatif berdasarkan korelasi deskriptif. Sebanyak delapan puluh tiga keluarga pasien yang setuju untuk berpartisipasi dipilih secara acak untuk penelitian ini. Kuesioner kecemasan yang disebut Skala Kecemasan Penilaian Diri Zung (ZSAS) dan lembar untuk mengukur lamanya rawat inap digunakan sebagai instrumen. Untuk menganalisis data, uji korelasi Spearman Rank digunakan. Sebagian besar pasien memiliki lama rawat inap sedang (4-7 hari), dan sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan. Uji statistik menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara tingkat kecemasan keluarga dan lama rawat inap (p < 0,05). Lamanya waktu yang dihabiskan pasien di unit perawatan intensif (ICU) merosot langsung dengan tingkat kecemasan keluarga. Hasil ini menunjukkan bahwa lama rawat pasien menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kondisi psikologis keluarga. Oleh karena itu, diperlukan dukungan psikologis dan komunikasi yang efektif dari tenaga kesehatan kepada keluarga selama proses perawatan intensif. 
Hubungan Status Fisik Asa (American Socety Of Anesthesiologist) Dengan Waktu Pencapaian Bromage Score 2 Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal Di RS Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto Rahmat Danus; Wilis Sukmaningtyas; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.106

Abstract

Spinal Anestesi Spinal anestesi merupakan blok regional dengan menyuntikkan obat anestesi ke dalam ruang subarachnoid. Anestesi dapat berdampak pada sistem syaraf pusat. Efek pada sistem syaraf pusat lainnya termasuk mengantuk, kepala terasa ringan, gangguan visual dan pendengaran, dan kecemasan. Faktor- faktor yang mempengaruhi pemulihan motorik ekstermitas inferior pasien pasca anestesi spinal, adalah jenis dan dosis obat anestesi, penyebaran obat, efek vasokontriksi, lengkung tulang belakang, umur, jenis kelamin, obesitas, posisi operasi serta status fisik America Society of Anesthesiologist (ASA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status fisik America Society of Anesthesiologist (ASA) dengan waktu pencapaian bromage score 2 pada pasien spinal anestesi di ruang pemulihan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel yang digunakan sebanyak 56 sampel. Analisa data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok data tersebut memiliki hubungan karena nilai signifikansi p-value= 0,000 yaitu kurang dari 0,05, artinya hubungan antara status fisik (ASA) dan waktu pencapaian bromage score 2 signifikan secara statistik. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan status fisik (ASA) dengan waktu pencapaian bromage score 2 dan semakin tinggi ASA maka semakin lama waktu pencapaian bromage score 2
Penerapan Pursed Lips Breathing Dalam Asuhan Keperawatan Pada Pasien Ensefalopati Hepatikum Dengan Pola Nafas Tidak Efektif Di Ruang High Care Unit (HCU) RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Selnia Anindia Pramesti; Adiratna Sekar Siwi; Eike Irliana Wahyuni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.133

Abstract

Ensefalopati hepatikum merupakan gangguan neurologis akibat akumulasi racun dalam darah, seperti amonia, yang seharusnya disaring oleh hati. Gejala klinis yang kerap ditemui salah satunya adalah sesak napas akibat pola napas tidak efektif. Kondisi ini kerap dijumpai pada pasien dengan riwayat penggunaan jangka panjang Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang bersifat hepatotoksik. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah teknik Pursed Lips Breathing (PLB). Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan teknik pursed-lip breathing pada pasien Ensefalopati Hepatikum dengan pola napas tidak efektif di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Studi dilakukan melalui observasi selama 3 hari, dengan intervensi PLB selama 2 x 24 jam pada tanggal 11–12 Maret 2025. Hasil studi menunjukkan bahwa pada hari pertama, pasien mengalami sesak napas berat dengan frekuensi napas 24x/menit dan saturasi oksigen 96%. Setelah dilakukan intervensi PLB, hari kedua menunjukkan adanya peningkatan saturasi menjadi 98%, dan pasien mulai merasa lebih nyaman. Pada hari ketiga, sesak napas semakin berkurang dengan frekuensi napas menurun menjadi 22 x/menit dan saturasi tetap stabil di angka 98%. Penerapan teknik Pursed Lips Breathing selama 2 x 24 jam terbukti efektif dalam menurunkan keluhan sesak napas dan memperbaiki pola napas pasien.
Penerapan Fisioterapi Dada Pada Pasien Pneumonia Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Di Ruang HCU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Winda Eka Astuti; Adiratna Sekar Siwi; Eike Irliana Wahyuni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.139

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit peradangan menular yang menyerang jalan napas disertai gejala yakni batuk dan terasa sesak. Keadaan ini disebabkan oleh faktor infeksius yakni virus, bakteri mikoplasma (jamur) dan inhalasi zat lain seperti cairan dalam paru dan bercak awan (plak keruh). Gejala umum pada pasien dengan pneumonia yaitu adanya batuk, demam, hidung tersumbat, napas dangkal atau cepat, sulit bernapas dan lemas. Fisioterapi dada terdiri dari serangkaian tindakan keperawatan seperti auskultasi, clapping, vibrasi, dan postural drainase. Penggunaan teknik clapping dan vibrasi ini memungkinkan sputum lebih mudah dikeluarkan, memungkinkan sputum terlepas dari dalam saluran pernapasan, selanjutnya akan keluar dari mulut dengan proses batuk. Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif untuk mengetahui masalah praktik keperawatan pada pasien pneumonia yang mengalami masalah suplai oksigen, penelitian ini dilakukan pada tanggal 10-12 Maret 2025. Subjek pada laporan kasus adalah Tn. K dengan pneumonia. Pada saat pengkajian klien mengeluh hidungnya tersumbat, terkadang merasa nyeri dada saat batuk, napas dirasakan memberat, demam, batuk grok-grok berulang. Peneliti merumuskan masalah utama dengan diagnosa bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan napas. Dalam melaksanakan tindakan keperawatan Tn. K dengan pneumonia dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama 3 hari pada klien didapatkan masalah teratasi. Harapan peneliti dari penulisan laporan kasus ini agar mahasiswa, institusi pendidikan dan pihak RS dapat memberikan acuan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan pneumonia
Hubungan Frekuensi Penggunaan Media Sosial Dengan Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Gangguan Kesehatan Reproduksi: Infeksi Menular Seksual Steffani Fransisca; Pramesti Dewi; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.153

Abstract

Media sosial memiliki peran krusial dalam penyebaran informasi seputar Infeksi Menular Seksual (IMS), yang pada gilirannya memengaruhi pengetahuan dan sikap remaja. Penelitian ini berupaya menguji hubungan antara seberapa sering remaja menggunakan media sosial dengan pemahaman dan pandangan mereka tentang IMS. Studi ini menggunakan metode korelasional dengan desain cross-sectional. Teknik sampel menggunakan total sampling sebanyak136 siswa/i kelas X dan XI SMK Swagaya 2 Purwokerto. Uji Analisa menggunaka Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (64%) tergolong pengguna media sosial aktif dengan 51,5% memiliki pengetahuan yang memadai dan 89% menunjukkan sikap yang cukup terkait media sosial. Analisis lebih lanjut mengungkap adanya korelasi positif antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat pengetahuan (p=0.002, koefisien kontingensi (CC) 0.261) serta sikap (p=0.004, CC 0.246) responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara seberapa sering remaja di SMK Swagaya 2 Purwokerto menggunakan media sosial dengan tingkat pengetahuan dan sikap mereka mengenai infeksi menular seksual.
Tekanan Darah Pada Pasien Sectio Caesarea Selama Intra Anestesi Spinal Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Dewi Umaiyah Nur Rokhmah; Amin Susanto; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.248

Abstract

Sectio Caesarea (SC) dengan anestesi spinal sering disertai komplikasi hipotensi yang berisiko mengganggu hemodinamik ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik pasien serta menggambarkan rata-rata tekanan darah selama 30 menit pertama pasca spinal. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan 50 sampel pasien SC di RSI Banjarnegara. Hasil menunjukkan mayoritas pasien berusia 20–25 tahun (46%), dengan IMT obesitas (42%) dan riwayat SC sebelumnya (56%). Tekanan darah rata-rata menurun progresif sejak menit ke-5 hingga ke-30, dengan 56% pasien mengalami hipotensi. Maka disimpulkan, penurunan tekanan darah merupakan efek umum anestesi spinal dengan risiko tertinggi dalam 15 menit pertama, sehingga pemantauan ketat diperlukan untuk mencegah komplikasi.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Tekanan Darah Pre Operasi General Anestesi Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Amandha Christiani Hasyim; Amin Susanto; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.410

Abstract

Prosedur operasi dapat menimbulkan rasa takut dan cemas yang memicu kecemasan preoperatif. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan berisiko menimbulkan komplikasi selama maupun setelah operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan tekanan darah pada pasien preoperatif. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 70 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data tekanan darah diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan sphygmomanometer, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner standar. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan analisis univariat kecemasan pada pasien pre operasi sebagian besar cemas ringan berjumlah 44 orang (62,9%). Tekanan darah pasien pre operasi dengan tekanan darah hipertensi stage 2 berjumlah 25 orang (35,7%). Ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara tekanan darah dan tingkat kecemasan (r = 0,716; p = 0,001). Korelasi positif ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin tinggi pula tekanan darah pasien pre operasi. Korelasi positif menunjukkan bahwa peningkatan tingkat kecemasan sejalan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien preoperatif.
Penerapan Intervensi Suctioning Dalam Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gastric Outlet Dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Kardinah Tegal Auliya Anisa Putri; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.447

Abstract

Gastric Outlet Obstruction (GOO) adalah kondisi yang menyebabkan hambatan pengosongan lambung menuju duodenum sehingga dapat menimbulkan penumpukan isi lambung, mual, muntah, dan risiko aspirasi. Gastric Outlet Obstruction (GOO) merupakan penyumbatan pada keluaran lambung yang menyebabkan mual, muntah, dan distensi abdomen sehingga memerlukan tindakan laparotomi. Pasien pascaoperasi dengan GOO yang dirawat di ICU sering mengalami penurunan refleks batuk akibat efek anestesi dan penggunaan ventilator, sehingga terjadi retensi sekret yang mengganggu bersihan jalan napas. Masalah keperawatan yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif. Salah satu intervensi penting untuk mengatasinya adalah tindakan suction melalui jalan napas atau dekompresi lambung. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas tindakan suction terhadap peningkatan bersihan jalan napas pada pasien pascaoperasi laparotomi dengan GOO di ICU RSUD Kardinah Kota Tegal. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan yang mencakup pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek penelitian satu orang yaitu pasien berusia 47 tahun dengan keluhan sesak napas dan sekret berlebih. Tindakan suction dilakukan selama tiga hari dengan pemantauan frekuensi napas dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah tindakan.Hasil menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen dari 85–90% menjadi 93–96% serta penurunan bunyi napas tambahan setelah dilakukan suction. Pasien tampak lebih tenang dan pola pernapasan menjadi lebih efektif. Tindakan suction terbukti mampu meningkatkan bersihan jalan napas, memperbaiki pertukaran gas, serta menurunkan risiko aspirasi. Kesimpulannya, tindakan suction merupakan intervensi keperawatan yang efektif dan aman bila dilakukan dengan teknik yang benar, meliputi praoksigenasi, tekanan negatif yang sesuai, durasi singkat, dan penerapan prinsip aseptik.
Penerapan Vap Bundle Dan Rom Exercise Untuk Pencegahan Komplikasi Prolonged Mechanical Ventilation Dan Imobilisasi Pada Asuhan Keperawatan Ny. N Post Re-Laparatomi Dengan PDT Di Ruang ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Krisviadi Ahmat Solikhin; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.464

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan komplikasi umum pada pasien ICU yang menggunakan ventilator mekanik lebih dari 48 jam, berkontribusi pada peningkatan morbiditas dan mortalitas. Selain itu, pasien ICU berisiko mengalami komplikasi imobilisasi seperti kelemahan otot dan kekakuan sendi. Studi kasus ini bertujuan menerapkan VAP bundle dan latihan Range of Motion (ROM) pada Ny. N, pasien post re-laparatomi dengan Percutaneous Dilatational Tracheostomy (PDT) di ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Intervensi yang dilakukan berupa penerapan VAP bundle dan latihan ROM. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan bersihan jalan napas, penurunan produksi sputum, dan perbaikan nilai analisa gas darah. Latihan ROM mampu mempertahankan rentang gerak sendi dan mencegah kekakuan. Kesimpulan studi ini adalah penerapan VAP bundle dan latihan ROM efektif dalam mencegah komplikasi prolonged mechanical ventilation dan imobilisasi pada pasien ICU dengan ventilasi mekanik jangka panjang.
Penerapan Posisi Semifowler Untuk Mengurangi Sesak Nafas Pada Tn.N Post Thorakotomi Dengan Diagnosa Medis Tumor Paru Di ICU RSUD Prof. Dr. Margono Seokarjo Purwokerto Nurun Nabila; Adiratna Sekar Siwi; Respati Wahyu Ardianto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.513

Abstract

Pasien post-thorakotomi dengan diagnosis medis tumor paru sering mengalami sesak napas akibat nyeri insisi, penurunan ekspansi paru, dan gangguan mekanika ventilasi pasca pembedahan. Kondisi tersebut meningkatkan kerja napas serta risiko komplikasi pulmoner, sehingga diperlukan intervensi keperawatan yang berfokus pada optimalisasi ventilasi dan oksigenasi. Posisi semifowler (30°–45°) diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis pada pasien post-thorakotomi untuk mengurangi tekanan pada diafragma, meningkatkan ekspansi paru, dan membantu menurunkan derajat sesak napas. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada pasien Tn. N dengan diagnosis medis post-thorakotomi akibat tumor paru yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Pengumpulan dan analisis data dilakukan melalui proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi hasil. Intervensi keperawatan berupa penerapan posisi semifowler (30°–45°) dilaksanakan selama dua hari perawatan, yaitu pada 16–17 September, sesuai kondisi klinis pasien. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan indikator gangguan pertukaran gas sebelum dan sesudah intervensi, meliputi frekuensi napas, saturasi oksigen (SpO₂), serta keluhan subjektif sesak napas. Hasil menunjukkan adanya perbaikan fungsi respirasi, ditandai dengan penurunan frekuensi napas dari 27×/menit menjadi 20×/menit dan saturasi oksigen yang tetap stabil pada angka 100%. Secara subjektif, pasien tampak lebih rileks dan melaporkan penurunan keluhan sesak napas, yang mengindikasikan peningkatan efektivitas ventilasi dan kenyamanan pernapasan setelah penerapan posisi semifowler. Penerapan posisi semifowler terbukti efektif dalam mengurangi sesak napas, menurunkan frekuensi napas, dan menstabilkan saturasi oksigen pada pasien post-thorakotomi dengan tumor paru, sehingga layak direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis di ruang intensif.
Co-Authors A. Rizal Fadly Ade Suryana Adika Citra Kinanti Alfianto, Candra Alivian, Galih Noor Amanah, Khalifatun Nurul Amandha Christiani Hasyim Amelia Andini Amin Susanto Amin Susanto Anisa Octanela Ayudati Annisa Nurul Azizah Anton Suhendro Apriliyani, Ita Aprilliyani, Ita Arfisco Oroh Arif Imam Hidayat Ariyani, Prilia Antik Arni Nur R Arni Nur Rahmawati Asri Nur Rahmawati Astuti, Winda Eka Astuti, Yuria Dwi Ataria, Meysi Nazakha Rambu Atun Raudotul Marifah Auliya Anisa Putri Awal Tunis Awal Tunis Ayunika, Viqtanesya Bekti Sri Utami Biran, Rakhel Maharani Putri Yusyah Budi S, Martyarini Cahyaningrum, Etika Dewi Danang Tri Yudono Danang Tri Yudono Deti Ratnaningsih Devi Irawan Dewi Umaiyah Nur Rokhmah Dewi, Isna Nurul Selviana Dwi Puji Putranti Eike Irliana Wahyuni Eike Irliana Wahyuni Eike Irliana Wahyuni Eka Septia Ningsih eka septia ningsih Elsa Widiyani Ema Wahyu Ningrum Etika Emaliyawati Fadly, A. Rizal Faira Nazarida Faesar Fajar Ilham Fathoni Fajar Ilham Fathoni Fatimah, Sari Febi Septiani Fidha Fairuz Syafira Fifi Aninditya Rachmawati Fisabili, Putri Fitriani Nissa Rahayu Fitriani Nissa Rahayu Fitroh, Syifa Nuraini Friska Ambarwati Friska Olyfia Shelen Ghani, Farid Gunawan, Adi Gunawan Halimah, Kharisma Nur Hartini, Tuti Hidayat, Arif Imam Hidayat, Wiwit Arif Hilmi, Aanisah Holifah Holifah Indah Susanti Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti, Indri Heri Indri Wijayanti Intan Kusuma Wardani Intan Lanita Hapsari Intan Ita Apriliyani Ita Ita Prayulis Iwan Purnawan Khairin Wanda Aurelia Khomalasari, Intan Dwi Khusnul Khotimah Kittikorn Nilmanat Krisviadi Ahmat Solikhin Kurnianingsih, Tri Kurniawan, Wasis Eko Kusnuraini, Tresna Larasati, Dewi Antika Latifah Leni Hartati Lutfi Alifatu Zahro Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Mamat Setiawan Maria Paulina Irma Susanti Mariah Ulfah Mauliddiyah, Diyaul Maya Safitri Melinda, Rahma Mesayu, Salma Fadzila Mucholih, Mucholih Muliana, Dwi Mulyaningrat, Wahyudi Mulyaningsih, Amalia Erna Mundi Sayekti Murniati Murniati Mustofa, Adi Nabila Fitria Wulandari Nabila, Nurun Nadia Fitraningtyas Nisa, Lailatul Nistiani, Mia Noor Rochmah Ida Ayu Trisno Putri Novianti, Rika Nuri Wulandari, Nuri Nurun Nabila Nurya Nurya Nurya Nurya Nurya Nurya, Nurya Oktaviani, Catur Resti ophan Heri Wibowo Pramesti Dewi Pramesti Dewi Pramesti, Selnia Anindia Putri, Indria Nirmala Rachman, Giriandra Tegar Rahayu, Fitriani Nissa Rahmat Danus Rahmat Danus Rahmaya Nova Handayani Rahmaya Nova Handayani Rakhel Maharani Putri Yusyah Biran Refa Teja Muti Respati Wahyu Ardianto Rina Nur Aeni Ririn Wahyu Utami Ririn Wahyu Utami Rivaldy, Sahrul Rohayanih Rohayanih Rohayanih, Rohayanih Sa'adah, Anirotus Saputri, Adelia Sebayang, Septian Mixrova Selnia Anindia Pramesti Selnia Anindia Pramesti Septavianada Jihan Septavianada Jihan Azhar Septian Mixrova Sebayang Septiana Mixvora Sebayang Septiana Mixvora Sebayang Setia Aji, Tatang Kurniawan Setia Aji, Tatang Kurniawan Setyawati, Martyarini Budi Setyawati, Martyarini Budi Sidik Awaludin Siti Haniyah Solikhin, Krisviadi Ahmat Steffani Fransisca Steffani Fransisca Suandika, Made Suandika suci khasanah Suci Khasanah Suci Khasanah - Susanto, Amin Tastrya Nur Yunita Tatang Kurniawan Setia Aji Taufik Romansyah Teguh Widodo Tejo Saksono Tin Utami Tin Utami - Titi Supriyatin Tobiin, Tobiin Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Ana Ramdan Tri Kurnianingsih Tri Sumarni Tri Sumarni Tri yanto Triana, Noor Yunida Tyas, Bekti Kusumaning Utami, Mega Putri Utami, Ririn Wahyu Wahidah, Silvi Nuraeni Wahyuningsih, Ratih Walohtae, Fa-is Waraporn Kongsuwan Wibowo, Tophan Heri Widodo, Taat Agung Widodo, Taat Agung Wijaya, Intan Puspa Wilastri, Eti Wilis Sukmaningtyas Winda Eka Astuti Wirakhmi, Ikit Netra Woung Ru Tang