Claim Missing Document
Check
Articles

Falsafah Adat Minangkabau dan Hubungannya dengan Administrasi Negara Bahari, Krisna Marta; Fitrisia, Azmi; Ofianto, Ofianto
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 4 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i4.338

Abstract

AbstractThe Minangkabau community has a very strong traditional philosophy. This philosophy usually explains the way of life and how to socialize with other people. This then led to the emergence of a government system that is also unique to the Minangkabaum community, namely the Nagari government system that follows the Minangkabau traditional philosophy. This research will be conducted with the aim of being able to see how the implementation of the Nagari government in the Minangkabau community, as well as the various factors that influence it. The approach in this study will use a qualitative approach. The data used are obtained from various previous research results which are considered to still have relevance to this study. The results of this study found that there are 3 pillars in the nagari government called "Tigo Tungku Sajarangan Tali Tigo Sapilin". These three pillars are then supported by the Nagari Customary Density (KAN) and the Nagari Consultative Body (BPRN). In carrying out his life, many petitih petatahs are followed by the Minangkabau community. However, the most well-known petitih petatah is "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato, adat mamakai".Keywords: Nagari, Minangkabau, Customary Philosophy. AbstrakKomunitas Minangkabau memiliki falsafah adat yang sanga kuat. Falsafah ini biasanya menjelaskan mengenai jalan hidup serta bagaimana caranya bersosialisasi dengan masyarakat sesamanya. Hal ini kemudian menyebabkan munculnya sistem pemerintahan yang juga unik bagi komunitas Minangkabau, yaitu sistem pemerintahan Nagari yang mengikuti falsafah adat Minangkabau. Penelitian ini akan dilakukan dengan tujuan untuk dapat melihat bagaimana pelaksanaan dari pemerintahan Nagari di komunitas Minangkabau, serta berbagai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan dalam penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan diperoleh dari berbagai hasil penelitian terdahulu yang dianggap masih memiliki relevansi dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat adanya 3 pilar dalam pemerintahan nagari yang disebut dengan “Tigo Tungku Sajarangan Tali Tigo Sapilin”. Ketiga pilar ini kemudian didukung oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Badan Permusyawaratan Nagari (BPRN). Dalam menjalankan hidupnya, banyak sekali petatah petitih yang diikuti oleh komunitas Minangkabau. Namun petatah petitih yang paling dikenal adalah “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato, adat mamakai”.Kata kunci: Nagari, Minangkabau, Falsafah Adat.
WISATA PANTAI AIR MANIS: STUDI DINAMIKA EKONOMI PELAKU USAHA DARI PENGELOLAAN UPT KE KERJASAMA PSM (2016-2024) Aprilya, Cicil; Fitrisia, Azmi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 2 (2025): PUTERI HIJAU: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v10i2.68229

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika ekonomi pelaku usaha di kawasan wisata Pantai Air Manis, Kota Padang, dalam periode 2016–2024. Penelitian dilakukan untuk memahami dampak perubahan sistem pengelolaan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pariwisata ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Padang Sejahtera Mandiri (PSM) terhadap perkembangan ekonomi masyarakat lokal. Pendekatan yang digunakan adalah metode sejarah, melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi, dengan sumber data berupa wawancara, dokumen resmi, serta literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode 2016–2019, pengelolaan oleh Dinas Pariwisata bersifat administratif dengan keterbatasan SDM dan infrastruktur, sehingga pengembangan destinasi berjalan lambat. Sejak 2019, pengalihan pengelolaan ke PSM membawa perubahan signifikan dalam tata kelola yang lebih profesional, termasuk penerapan sistem pembayaran non-tunai dan penataan area wisata. Transformasi ini meningkatkan kebersihan, kenyamanan, serta transparansi retribusi, sekaligus memperkuat posisi Pantai Air Manis sebagai destinasi unggulan. Dari aspek ekonomi, penelitian menemukan adanya peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal, seperti pedagang makanan, penyedia homestay, penyewa ATV, fotografer, dan pedagang souvenir. Sistem pengelolaan baru memberikan dampak positif melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan penataan area berdagang yang lebih teratur. Namun, tantangan tetap ada, terutama bagi usaha kecil yang terdampak kebijakan tarif dan pengaturan ruang usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan pengelolaan wisata berdampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, meskipun belum sepenuhnya inklusif. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dinamika sosial ekonomi dalam konteks tata kelola pariwisata lokal. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya kebijakan inklusif yang mempertimbangkan keberlanjutan usaha kecil, serta penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dampak ekonomi secara lebih komprehensif.
HUBUNGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI ABAD 20 PRATAMA, TEDDY; FITRISIA, AZMI; FATIMAH, SITI
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v4i4.3769

Abstract

The development of science and technology is greatly influenced by various dominant factors called science. In the golden age of Islam, science and technology developed in the Islamic kingdoms. However, in the end, Muslims' enthusiasm for science weakened due to several reasons, resulting in backwardness of Muslims in various areas of life. This research aims to analytically describe the implications of the relationship between science and technology on Islamic education in the 20th century. The method used in this research is qualitative with an approach referring to data analysis from various library sources in the form of secondary data obtained from articles, journals, news, books and related documents. The results of the study show that science and technology are not only tools in increasing learning efficiency but also trigger a transformation of teaching methodology in Islamic educational institutions. However, this integration faces challenges in the form of adapting Islamic values ??in the wise use of technology. This study emphasizes the importance of synergy between science and Islamic values ??to create an education system that is relevant to the needs of the times without ignoring Islamic identity. ABSTRAKPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dominan yang disebut ilmu pengetahuan. Pada masa keemasan Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang di kerajaan-kerajaan Islam. Namun pada akhirnya semangat umat Islam terhadap ilmu pengetahuan melemah karena beberapa hal sehingga mengakibatkan keterbelakangan umat Islam dalam berbagai bidang kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara analitis implikasi hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap pendidikan Islam abad ke-20. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan mengacu pada analisis data dari berbagai sumber pustaka berupa data sekunder yang diperoleh dari artikel, jurnal, berita, buku dan dokumen terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya menjadi alat bantu dalam meningkatkan efisiensi pembelajaran tetapi juga memicu transformasi metodologi pengajaran di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Namun, integrasi ini menghadapi tantangan berupa adaptasi nilai-nilai Islami dalam pemanfaatan teknologi secara bijak. Studi ini menekankan pentingnya sinergi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam untuk menciptakan sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa mengesampingkan identitas keislaman.
Perkembangan Penjahit Kelurahan Purus: Eksistensi Penjahit Pantai Purus Pasca Pandemi COVID-19 Fitrisia, Azmi; Abror, Abror; Soleh, Friska Muflihun
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 3 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), February
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i3.2090

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan bagi ekonomi dunia. Terkhusus di Padang, penjahit Kelurahan Purus menjadi salah yang paling terdampak. Berdasarkan kategori usaha penjahit purus digolongkan sebagai penjahit kecil dan menengah. Pertanyaannya bagaimana perkembangan usaha jahit dan strategi eksistensi penjahit pasca pendemi Covid-19.metode penelitian menggunakan Deskriptif Kualitatif yang dilakukan dengan kajian pustaka dan data dari lapangan sebagai pendukung. Studi kepustakaan pada Kelurahan Purus, Perpustakaan UNP dan data internet. Wawancara dilakukan dengan pihak kelurahan, penjahit, tim ahli dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini adalah di Kelurahan Purus terdapat kurang lebih 30 orang penjahit. Usaha jahitan pasca pandemic Covid-19 mengalami perkembangan yang lambat. Maka dari itu, para penjahit menggunakan strategi investasi biologis, strategi suksesif, strategi edukatif, dan strategi investasi ekonomi untuk menjaga eksistensi mereka. Pasca pandemic Covid-19 para penjahit Purus secara perlahan telah mulai mendapatkan kekuatan ekonomi mereka kembali. 
Tinjauan Literatur Falsafah Adat Minangkabau : Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Fajria, Rahmah; Fitrisia, Azmi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.994

Abstract

Falsafah hidup “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” menjadi filosofi yang dideklarasikan bagi orang minangkabau pada awal abad ke-19 yang dikenal dengan Piagam Bukit Marapalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan falsafah hidup pada masyarakat minangkabau yaitu “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menggunakan artikel, karya tulis yang berkaitan mengenai falsafah hidup masyarakat minangkabau. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis isi dari artikel – artikel dan karya tulis berupa buku yang telah dikumpulkan sebagai bahan penelitian. Berdasarkan penelitian, kesimpulan yang dapat diambil dari “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” adalah adat dalam mengatur tatanan kehidupan sehari – hari harus sejalan dengan aturan dan ajaran agama islam. Setiap perilaku dan tindakaan dalam kehidupan sehari – hari harus mengimplementasikan ajaran agama islam ditengah – tengah masyarakat minangkabau.
Nilai Filsafat Kato Nan Ampek dalam Komunikasi Masyarakat Minangkabau Srisaparmi, Srisaparmi; Fitrisia, Azmi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.995

Abstract

Kato nan ampek merupakan salah satu filsafat dalam kebudayaan Minangkabau. Etika dan norma dalam melakukan komunikasi pada setiap tingkatan diatur dalam adat melalui kato nan ampek baik dengan sesama maupun yang lebih tua. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan nilai filsafat yang terkandung didalam filsafat kato nan ampek. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal, artikel dan lain sebagainya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kato nan Ampek merupakan tata cara, pedoman dan aturan dalam bertutur bahasa masyarakat Minangkabau dalam berkomunikasi bagi semua orang yang terlibat didalamnya. Kato nan ampek terdiri dari kato mandata, kato mandaki, kato manurun dan kato malereng, memiliki nilai filsafat yang sangat baik dalam melakukan komunikasi antar sesama maupun lebih tua dikalangan masyarakat Minangkabau. Aturan yang dapat dijadikan pedoman dan tata krama dalam melakukan komunikasi.
Cerita Rakyat Nagari Sasak: Analisis Historigrafi Tradisional Fitrisia, Azmi; Danu, Dicha Maulia; Ardipal, Ardipal; Wirdanengsih, Wirdanengsih
Jurnal Kronologi Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i4.1036

Abstract

Folklore is an important part of traditional historiography. Apart from the fact that much of the richness of folklore remains undiscovered, the values contained within it also need to be preserved and passed down from generation to generation. In Minangkabau, every nagari (village community) has its own folklore many of which relate to the origins of the nagari, moral values, cooperation, and other aspects of communal life. This article seeks to explore the historiographical aspects of the folklore found in Nagari Sasak, Ranah Pesisir District, Pasaman Barat Regency. This article seeks to reveal the historiographical aspects contained in the folklore of Nagari Sasak, Ranah Pesisir District, Pasaman Barat Regency. The purpose of this article is to explore the richness of Nagari Sasak’s folklore and to examine the traditional historiographical elements within it. The research data were obtained from various sources, including interviews and online materials. This approach is possible because folklore is often rewritten, critiqued, and analyzed conceptually. The findings show that there are two main folktales in Nagari Sasak: “The Origin of Nagari Sasak” and “The Oath of the Crocodile and the Water.” An interesting aspect of these folktales lies in their transcription process, which marks a progressive step as the socialization and dissemination of local folklore extend beyond the Minangkabau region. Translating these transcribed stories into an international language would make them accessible to a global audience. The two folktales contain complex messages and values, including identity, morality, mutual cooperation, solidarity, helpfulness, love for one’s homeland, responsibility, harmonious relations between humans and nature, environmental awareness, and religious values. However, some anachronisms remain within the narratives. Therefore, this issue deserves attention from amateur historians and professional organizations to improve the accuracy and preservation of such traditional historiographical works.
Pengelolaan Pertanian oleh Petani Berpendidikan Tinggi di Nagari Kampung Batu Dalam Tahun 2005-2024 Sari, Septia Wulan; Fitrisia, Azmi
Jurnal Kronologi Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i4.1010

Abstract

Agriculture, which plays a central role in food security and dominates the employment market for the Indonesian population, is predominantly limited to elementary school graduates. Interestingly, residents of Nagari Kampung Batu Dalam who have attained higher education continue to participate in agriculture. The purpose of this article is to examine how farmers with higher education manage their farms. This research uses a historical research method consisting of heuristic, critical, interpretive, and historiographic stages. Following the eruption of Mount Talang in 2005, the primary commodity shifted from passion fruit to vegetables. This transition period encouraged farmers' children to continue their education to higher education as a form of preparation for the post-disaster future. From 2005–2015, management varied depending on the type of vegetable crop, while from 2016–2024, management focused more on shallots. This adjustment is evident in how they cultivate the land, provide seeds, maintain the plants, and manage the harvest according to needs and changes occurring over time. The results of this study indicate that agricultural management by highly educated farmers reflects the continuity of agrarian traditions, with the ability to adapt to change, thus maintaining their relevant contribution to the socio-economic life of the local community. This study confirms that education does not change their identity as farmers, but rather enriches the way they practice agricultural traditions inherited from previous generations.
Kebijakan Publik di Tingkat Lokal: Studi Kasus Integrasi Nilai Adat dan Partisipasi Publik dalam Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Kampar Mery, Sintya; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.9862

Abstract

Era desentralisasi menuntut pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal dan nilai-nilai adat dalam kebijakan publik. Namun, proses integrasi antara sistem pengetahuan modern-birokratis dengan sistem pengetahuan tradisional-adat seringkali menghadapi ketegangan epistemologis yang mendalam. Studi ini menganalisis proses pemaknaan, operasionalisasi, dan legitimasi nilai-nilai adat Kampar dalam kerangka tata kelola pemerintahan formal di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak yang terlibat (pejabat pemerintah, tokoh adat, anggota DPRD, dan masyarakat adat), observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Pendekatan kualitatif interpretatif dan metode studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan hermeneutika filosofis Gadamer, analisis tematik, dan analisis relasi kuasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai adat di Kabupaten Kampar bersifat instrumental daripada substantif, didominasi oleh logika selektif yang mengadopsi aspek-aspek nilai adat yang kompatibel dengan birokrasi modern. Pengetahuan adat mengalami ketidakadilan epistemik (epistemic injustice), menjadi simbol ceremonial tanpa daya operasional signifikan dalam pengambilan keputusan publik. Partisipasi masyarakat adat dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan juga menunjukkan pola formalistik, dimana kesaksian dan argumen tetua adat dianggap kurang "teknis" dibandingkan data statistik. Studi ini menyimpulkan bahwa transformasi epistemologis yang mengakui kesetaraan berbagai bentuk pengetahuan dan mengembangkan mekanisme dialog sejati antara pengetahuan adat dan modern diperlukan untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif, responsif, dan berkelanjutan. Pengakuan terhadap pluralitas epistemologis bukan hanya relevan secara akademis, tetapi memiliki implikasi praktis signifikan dalam membangun keadilan sosial yang lebih komprehensif di masyarakat multikultural Indonesia.
Nilai Filosofis Tradisi Tabuik Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Pariaman Dewi, Silvina Tri; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara aksiologis nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Tabuik sebagai warisan budaya di kehidupan sosial masyarakat Pariaman. Tradisi tahunan yang memperingati syahidnya Husain bin Ali di Karbala ini telah mengalami dinamika nilai signifikan, bergeser dari ritual yang sakral menuju komodifikasi pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif, dengan menganalisis sembilan tahapan ritual utama Tabuik mulai dari Mambuek Deraga hingga Tabuik Dibuang Kalauik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Tabuik mengandung nilai aksiologi yang kompleks yang terbagi menjadi empat dimensi utama: Religius, Sosial, Estetika, dan Ekonomi. Dialektika nilai Religius dan Ekonomi menjadi fokus, di mana desakralisasi diimbangi oleh fungsi pragmatisnya dalam memperkuat integrasi sosial dan ekonomi lokal Pariaman. Kesimpulannya, nilai filosofis Tabuik bertumpu pada kesetiaan, persatuan komunal, dan utilitas kebudayaan sebagai penggerak pariwisata berkelanjutan.
Co-Authors Abror Abror Abrori, Betriq Adri Febrianto Agusti Efi Agustina Agustina Ahmad Filqi, Egi Aithan, Ibnu Alvadina, Pani Yuni Anggraini, Silvia Antoni, Riri Aprilya, Cicil Ardipal Ardipal Armanda, Mutiara Izzati Arrazak, Muhammad Afdhal Ashilah, Ashilah Puti Salsabila Arfi Azfirmawarman, Dony Azwar Ananda Bahari, Krisna Marta DALIMUNTHE, IRA SHANTY Danu, Dicha Maulia DARMANSYAH . Delmira Syafrini Dewi, Silvina Tri Duereh, Habalee Efendi, Tifani Elpalina, Srimutia Endro, Eki Erianjoni Erianjoni ERIZONA, WAWAN Fajria, Rahmah Fatimah , Siti Fifi, Fifi Febriandiela Fitri, Rahma Geraldine, Geraldine Dwitiya Putri Kirana Gusrini, Esi HABIBANI, RHAYSYA ADMMI HANIFAH, ZARMA Hendra Naldi Hendri Gunawan Hidayat, Aufial Ikhsan, Faisal Indah, Sentia JABAR, SYABRAN Julianti Julianti, Julianti Kennywan, Kennywan Leo Arischa Latifa, Asma Lubis, Finan Sari Marantika, Jerry Mareta, Angye Maria Montessori Mery, Sintya Mudhoffar, Khosyi Mulanda, Dana Mulanda Mulyadi Mulyadi Ngardi, Valensius Nilasari, Vivi Nora. AN, Desri Ofianto Ofianto, Ofianto Oktavia, Yelvi Ompi, Ezra Olly Paus Iskarni Permata, Bunga Dinda Pratama, Gilang Nugraha Pratama, Teddy Putra, Yoga Maulana Putri, Bella Kharisma Qadri Qadri, Qadri Qur'ataini, Tri Rahim, Ridwan Kurnia Rahim Ramadani, Dilla Rizki Rambe, Khoirul Amri Rezeki, Angga Putra Tri Rina, Siska Rizky Putra, Rizky Rohza, Athia Rusdi Safarah, Indri Sari, Septia Wulan Sarjayadi, Sarjayadi Sendika, May Seulalae, Anggos Habil Silva, Ray Siti Fatimah Soleh, Friska Muflihun Srisaparmi, Srisaparmi Syafri Anwar Syahriani, Fadilla Tisman, Riyoca ULFA, SANTI NOFRIA Vanny, Dasti Wardana, Rian Ismi Wirdanengsih, Wirdanengsih Yufriadi, Ferdi Yulanda, Aseng Zaref, Rezki Zen, Najmatul Haya