Claim Missing Document
Check
Articles

Manfaat Pengetahuan Administrasi Publik Terhadap Kebijakan Publik Berbasis Keadilan Sosial Meilia, Wike Putri; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2411-2419

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana pengetahuan administrasi publik berkontribusi dalam pembentukan kebijakan publik yang berlandaskan keadilan sosial. Menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini menganalisis berbagai dimensi pengetahuan administrasi publik yang relevan dengan formulasi kebijakan berbasis keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika administrasi publik, Organisasi Publik, Desain Organisasi dan Teori Keputusan  merupakan dimensi-dimensi kunci yang sangat berperan dalam merumuskan kebijakan yang adil dan inklusif. Administrasi publik memiliki kontribusi penting dalam memfasilitasi pembangunan kepentingan publik yang inklusif, membuka ruang partisipasi warga negara, mewujudkan prinsip kesetaraan, dan mengantisipasi tantangan masa depan. Namun, berbagai tantangan seperti ada sejumlah hambatan seperti koordinasi antar lembaga yang kompleks, kurangnya komunikasi efektif, dan persoalan administratif yang masih menghalangi penerapan keadilan sosial dalam kebijakan. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar peran administrasi publik diperkuat melalui penerapan prinsip negara hukum secara konsisten, pelaksanaan good governance yang menyeluruh, serta penanggulangan korupsi dan praktik klientelisme. Pemahaman mendalam tentang administrasi publik menjadi kunci dalam mengarahkan kebijakan agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tinjauan Epistemologi Sebagai Basis Rasionalitas Dalam Pengambilan Keputusan Kebijakan Publik Putri, Hanifah Nilau; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2420-2427

Abstract

Pengambilan keputusan dalam kebijakan publik memerlukan landasan epistemologi yang kuat agar prosesnya rasional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran rasionalitas epistemologi dalam filsafat ilmu sebagai dasar pengambilan keputusan kebijakan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi mampu menjembatani antara bukti ilmiah dan nilai-nilai normatif dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik, sekaligus memperkuat legitimasi publik melalui transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, epistemologi terbukti relevan sebagai dasar rasionalitas dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. Dengan demikian kesimpulannya epistemologi memberikan fondasi konseptual yang esensial untuk memperkuat kualitas pengambilan keputusan publik yang rasional, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Pengelolaan Pertanian oleh Petani Berpendidikan Tinggi di Nagari Kampung Batu Dalam Tahun 2005-2024 Sari, Septia Wulan; Fitrisia, Azmi
Jurnal Kronologi Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i4.1010

Abstract

Agriculture, which plays a central role in food security and dominates the employment market for the Indonesian population, is predominantly limited to elementary school graduates. Interestingly, residents of Nagari Kampung Batu Dalam who have attained higher education continue to participate in agriculture. The purpose of this article is to examine how farmers with higher education manage their farms. This research uses a historical research method consisting of heuristic, critical, interpretive, and historiographic stages. Following the eruption of Mount Talang in 2005, the primary commodity shifted from passion fruit to vegetables. This transition period encouraged farmers' children to continue their education to higher education as a form of preparation for the post-disaster future. From 2005–2015, management varied depending on the type of vegetable crop, while from 2016–2024, management focused more on shallots. This adjustment is evident in how they cultivate the land, provide seeds, maintain the plants, and manage the harvest according to needs and changes occurring over time. The results of this study indicate that agricultural management by highly educated farmers reflects the continuity of agrarian traditions, with the ability to adapt to change, thus maintaining their relevant contribution to the socio-economic life of the local community. This study confirms that education does not change their identity as farmers, but rather enriches the way they practice agricultural traditions inherited from previous generations.
Kebijakan Publik di Tingkat Lokal: Studi Kasus Integrasi Nilai Adat dan Partisipasi Publik dalam Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Kampar Mery, Sintya; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.9862

Abstract

Era desentralisasi menuntut pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal dan nilai-nilai adat dalam kebijakan publik. Namun, proses integrasi antara sistem pengetahuan modern-birokratis dengan sistem pengetahuan tradisional-adat seringkali menghadapi ketegangan epistemologis yang mendalam. Studi ini menganalisis proses pemaknaan, operasionalisasi, dan legitimasi nilai-nilai adat Kampar dalam kerangka tata kelola pemerintahan formal di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak yang terlibat (pejabat pemerintah, tokoh adat, anggota DPRD, dan masyarakat adat), observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Pendekatan kualitatif interpretatif dan metode studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan hermeneutika filosofis Gadamer, analisis tematik, dan analisis relasi kuasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai adat di Kabupaten Kampar bersifat instrumental daripada substantif, didominasi oleh logika selektif yang mengadopsi aspek-aspek nilai adat yang kompatibel dengan birokrasi modern. Pengetahuan adat mengalami ketidakadilan epistemik (epistemic injustice), menjadi simbol ceremonial tanpa daya operasional signifikan dalam pengambilan keputusan publik. Partisipasi masyarakat adat dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan juga menunjukkan pola formalistik, dimana kesaksian dan argumen tetua adat dianggap kurang "teknis" dibandingkan data statistik. Studi ini menyimpulkan bahwa transformasi epistemologis yang mengakui kesetaraan berbagai bentuk pengetahuan dan mengembangkan mekanisme dialog sejati antara pengetahuan adat dan modern diperlukan untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif, responsif, dan berkelanjutan. Pengakuan terhadap pluralitas epistemologis bukan hanya relevan secara akademis, tetapi memiliki implikasi praktis signifikan dalam membangun keadilan sosial yang lebih komprehensif di masyarakat multikultural Indonesia.
Efisiensi Anggaran Pemerintah Daerah dalam Pespektif Filsafat Ilmu: Sebuah Kajian Literatur Wulandari, Afni; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i1.367

Abstract

Efisiensi anggaran pemerintah daerah menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pengelolaan keuangan publik. Namun, upaya mencapai efisiensi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penganggaran, tetapi juga memerlukan landasan pemikiran ilmiah yang sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi anggaran pemerintah daerah melalui perspektif filsafat ilmu dengan meninjau tiga dimensi utama: epistemologi, ontologi, dan aksiologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif untuk menelaah konsep filosofis dan relevansinya terhadap praktik penganggaran daerah. Temuan menunjukkan bahwa efisiensi anggaran yang berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila proses kebijakan didasarkan pada pengetahuan yang valid (epistemologis), memahami hakikat kebutuhan publik secara objektif (ontologis), dan berorientasi pada nilai kemaslahatan serta keadilan sosial (aksiologis). Implikasi hasil penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi dimensi filosofis dalam penyusunan anggaran guna mewujudkan kebijakan yang lebih rasional, bernilai, dan efektif bagi masyarakat.
Nilai Filosofis Tradisi Tabuik Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Pariaman Dewi, Silvina Tri; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara aksiologis nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Tabuik sebagai warisan budaya di kehidupan sosial masyarakat Pariaman. Tradisi tahunan yang memperingati syahidnya Husain bin Ali di Karbala ini telah mengalami dinamika nilai signifikan, bergeser dari ritual yang sakral menuju komodifikasi pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif, dengan menganalisis sembilan tahapan ritual utama Tabuik mulai dari Mambuek Deraga hingga Tabuik Dibuang Kalauik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Tabuik mengandung nilai aksiologi yang kompleks yang terbagi menjadi empat dimensi utama: Religius, Sosial, Estetika, dan Ekonomi. Dialektika nilai Religius dan Ekonomi menjadi fokus, di mana desakralisasi diimbangi oleh fungsi pragmatisnya dalam memperkuat integrasi sosial dan ekonomi lokal Pariaman. Kesimpulannya, nilai filosofis Tabuik bertumpu pada kesetiaan, persatuan komunal, dan utilitas kebudayaan sebagai penggerak pariwisata berkelanjutan.
Fenomena Rojali dan Rohana: Tinjauan Filsafat Ilmu terhadap Transformasi Perilaku Konsumen di Era Resesi Indonesia 2025 Lubis, Finan Sari; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9658

Abstract

Penelitian kualitatif-deskriptif ini bertujuan mengeksplorasi Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan hanya nanya) sebagai respons adaptif konsumen terhadap proyeksi Resesi Indonesia 2025 melalui tinjauan kritis Filsafat Ilmu. Pendekatan yang digunakan adalah Library Research (Studi Kepustakaan). Data dikumpulkan melalui telaah literatur ilmiah yang sistematis, meliputi jurnal dan laporan akademis kredibel yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025 (Adlini et al., 2022). Analisis data dilakukan dengan Content Analysis dan Thematic Analysis untuk menyusun sintesis konseptual. Temuan utama menunjukkan bahwa Rojali merupakan manifestasi rasional dari strategi Precautionary Saving (Perbanas, 2025) dan cerminan keberhasilan Self-Control kognitif dalam menahan keinginan sesaat untuk berbelanja. Secara filosofis, penelitian ini menegaskan bahwa fenomena ini berakar pada Ontologi Nominalisme (realitas subjektif), yang menuntut pendekatan anti positivisme (idiografis) untuk menggali makna di baliknya. Kontribusi teoretis utama adalah pengembangan kerangka Voluntarisme Konsumen. Kesimpulan utama menekankan bahwa perilaku konsumen saat ini didominasi oleh kewaspadaan mendalam. Implikasi kebijakan menyarankan bahwa stimulus ekonomi tidak akan efektif tanpa didukung oleh reformasi struktural yang memperkuat kepercayaan dan stabilitas jangka panjang. Penelitian lanjutan berbasis lapangan direkomendasikan untuk memvalidasi kerangka Voluntarisme Konsumen.
Nilai Kearifan Lokal Pada Pelestarian Lingkungan Ikan Larangan Lubuak Landua Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat Rina, Siska; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9676

Abstract

Konservasi sumber daya perairan daratan (PUD) di Indonesia semakin mendesak akibat tekanan aktivitas manusia dan hilangnya habitat ikan lokal. Salah satu pendekatan yang terbukti adaptif ialah konservasi berbasis kearifan lokal, seperti tradisi Lubuk Larangan di Sumatera Barat. Penelitian ini menelusuri nilai-nilai kearifan lokal dalam praktik Ikan Larangan di Lubuak Landua, Nagari Aua Kuniang, Kabupaten Pasaman Barat, serta perannya dalam pelestarian lingkungan berkelanjutan. Tradisi ini berakar sejak 1852 oleh Buya Lubuak Landua, dengan prinsip Local Accountability, di mana masyarakat lokal memegang kendali penuh terhadap pengelolaan sumber daya air. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai adat setempat berperan penting dalam menjaga kelestarian ikan dan ekosistem sungai. Tata kelola Ikan Larangan bertumpu pada tiga pilar utama: mitos lokal, hukum adat, dan kelembagaan adat yang kokoh. Secara ekologis, tradisi ini efektif menjaga keberlanjutan populasi ikan bernilai ekonomi serta kebersihan sungai. Selain fungsi ekologis, kawasan ini juga berkembang menjadi destinasi wisata religi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Epistemologi Digital: Tantangan Baru Filsafat Pengetahuan di Era Artificial Intelligence Hidayat, Aufial; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5239

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah secara mendasar cara manusia memahami, membangun, dan memvalidasi pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan epistemologis yang muncul akibat integrasi AI dalam sistem pengetahuan manusia serta implikasinya terhadap filsafat pengetahuan kontemporer. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah literatur nasional terkini mengenai keterkaitan antara epistemologi, teknologi digital, dan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya fenomena epistemologi digital menandai pergeseran dari epistemologi berbasis manusia menuju sistem techno-epistemic yang dikonstruksi melalui interaksi manusia dan algoritme. Kondisi ini memunculkan krisis justifikasi (black box problem) akibat tidak transparannya proses pengambilan keputusan oleh mesin, sekaligus menuntut penguatan literasi digital, refleksi etis, dan tanggung jawab epistemik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa epistemologi digital merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan filsafat pengetahuan di Indonesia, sehingga diperlukan reorientasi kurikulum filsafat, peningkatan literasi digital akademik, dan kolaborasi interdisipliner agar perkembangan AI dapat diarahkan selaras dengan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebertanggungjawaban ilmiah.
PEMAPARAN EPISTEMOLOGI ILMU DALAM PARADIGMA POSITIVISME DAN POST-POSITIVISME Rahim, Ridwan Kurnia Rahim; Fitrisia, Azmi; Ofianto
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 8 No. 1 (2023): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma ilmu pengetahuan berpengaruh terhadap perkembangan ilmu dan kemajuan peradaban manusia saat ini. Dalam proses tersebut, filsafat dan metodelogi penelitian memiliki peran penting bukan hanya dalam membentuk ilmu pengetahuan. Eksestensi ilmu pengetahuan melalui pandangan filsafat adalah menempatkan ilmu pengetahuan secara jujur dan obyektif. Tujuan dari artikel ini adalah sebagai konsep dalam mendeskripsikan perkembangan filsafat dan bukan oleh ilmu itu sendiri dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Metode yang di gunakan dalam artikel ini adalah metode kajian pustaka. Data yang di gunakan berupa data sekunder yang berupa hasil-hasil pemikiran yang tertuang dalam buku dan jurnal baik yang nasional maupun terakreditas yang memuat topik tentang filsafat, positivisme dan post positivitisme. Hasil dalam artikel ini akan mengupas isi dari pemaparan filsafat ilmu dalam paradigma penyamarataan ilmu-ilmu manusia dengan ilmu-ilmu alam (POSITIVISME) dan pemikiran yang menggugat asumsi dan kebenaran-kebenaran (POST-POSITIVISME).
Co-Authors Abror Abror Abrori, Betriq Adri Febrianto Agusti Efi Agustina Agustina Ahmad Filqi, Egi Aithan, Ibnu Alvadina, Pani Yuni Anggraini, Silvia Antoni, Riri Aprilya, Cicil Ardipal Ardipal Armanda, Mutiara Izzati Arrazak, Muhammad Afdhal Ashilah, Ashilah Puti Salsabila Arfi Azfirmawarman, Dony Azwar Ananda Bahari, Krisna Marta DALIMUNTHE, IRA SHANTY Danu, Dicha Maulia DARMANSYAH . Delmira Syafrini Dewi, Silvina Tri Duereh, Habalee Efendi, Tifani Elpalina, Srimutia Endro, Eki Erianjoni Erianjoni ERIZONA, WAWAN Fajria, Rahmah Fatimah , Siti Fifi, Fifi Febriandiela Fiqri, Ikhwan Naufal Fitri, Rahma Geraldine, Geraldine Dwitiya Putri Kirana Gusrini, Esi HABIBANI, RHAYSYA ADMMI HANIFAH, ZARMA Hendra Naldi Hendri Gunawan Hidayat, Aufial Ikhsan, Faisal Indah, Sentia JABAR, SYABRAN Julianti Julianti, Julianti Kennywan, Kennywan Leo Arischa Latifa, Asma Lubis, Finan Sari Marantika, Jerry Mareta, Angye Maria Montessori Meilia, Wike Putri Mery, Sintya Mudhoffar, Khosyi Mulanda, Dana Mulanda Mulyadi Mulyadi Ngardi, Valensius Nilasari, Vivi Nora. AN, Desri Ofianto Ofianto, Ofianto Oktavia, Yelvi Ompi, Ezra Olly Paus Iskarni Permata, Bunga Dinda Pratama, Gilang Nugraha Pratama, Teddy Putra, Yoga Maulana Putri, Bella Kharisma Putri, Hanifah Nilau Qadri Qadri, Qadri Qur'ataini, Tri Rahim, Ridwan Kurnia Rahim Ramadani, Dilla Rizki Rambe, Khoirul Amri Rezeki, Angga Putra Tri Rina, Siska Rizky Putra, Rizky Rohza, Athia Rusdi Safarah, Indri Sari, Septia Wulan Sarjayadi, Sarjayadi Sendika, May Seulalae, Anggos Habil Silva, Ray Siti Fatimah Soleh, Friska Muflihun Solly Aryza Srisaparmi, Srisaparmi Syafri Anwar Syahriani, Fadilla Tisman, Riyoca ULFA, SANTI NOFRIA Vanny, Dasti Wardana, Rian Ismi Wirdanengsih, Wirdanengsih Wulandari, Afni Yufriadi, Ferdi Yulanda, Aseng Zaref, Rezki Zen, Najmatul Haya