Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Pertanian oleh Petani Berpendidikan Tinggi di Nagari Kampung Batu Dalam Tahun 2005-2024 Sari, Septia Wulan; Fitrisia, Azmi
Jurnal Kronologi Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i4.1010

Abstract

Agriculture, which plays a central role in food security and dominates the employment market for the Indonesian population, is predominantly limited to elementary school graduates. Interestingly, residents of Nagari Kampung Batu Dalam who have attained higher education continue to participate in agriculture. The purpose of this article is to examine how farmers with higher education manage their farms. This research uses a historical research method consisting of heuristic, critical, interpretive, and historiographic stages. Following the eruption of Mount Talang in 2005, the primary commodity shifted from passion fruit to vegetables. This transition period encouraged farmers' children to continue their education to higher education as a form of preparation for the post-disaster future. From 2005–2015, management varied depending on the type of vegetable crop, while from 2016–2024, management focused more on shallots. This adjustment is evident in how they cultivate the land, provide seeds, maintain the plants, and manage the harvest according to needs and changes occurring over time. The results of this study indicate that agricultural management by highly educated farmers reflects the continuity of agrarian traditions, with the ability to adapt to change, thus maintaining their relevant contribution to the socio-economic life of the local community. This study confirms that education does not change their identity as farmers, but rather enriches the way they practice agricultural traditions inherited from previous generations.
Kebijakan Publik di Tingkat Lokal: Studi Kasus Integrasi Nilai Adat dan Partisipasi Publik dalam Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Kampar Mery, Sintya; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.9862

Abstract

Era desentralisasi menuntut pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal dan nilai-nilai adat dalam kebijakan publik. Namun, proses integrasi antara sistem pengetahuan modern-birokratis dengan sistem pengetahuan tradisional-adat seringkali menghadapi ketegangan epistemologis yang mendalam. Studi ini menganalisis proses pemaknaan, operasionalisasi, dan legitimasi nilai-nilai adat Kampar dalam kerangka tata kelola pemerintahan formal di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak yang terlibat (pejabat pemerintah, tokoh adat, anggota DPRD, dan masyarakat adat), observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Pendekatan kualitatif interpretatif dan metode studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan hermeneutika filosofis Gadamer, analisis tematik, dan analisis relasi kuasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai adat di Kabupaten Kampar bersifat instrumental daripada substantif, didominasi oleh logika selektif yang mengadopsi aspek-aspek nilai adat yang kompatibel dengan birokrasi modern. Pengetahuan adat mengalami ketidakadilan epistemik (epistemic injustice), menjadi simbol ceremonial tanpa daya operasional signifikan dalam pengambilan keputusan publik. Partisipasi masyarakat adat dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan juga menunjukkan pola formalistik, dimana kesaksian dan argumen tetua adat dianggap kurang "teknis" dibandingkan data statistik. Studi ini menyimpulkan bahwa transformasi epistemologis yang mengakui kesetaraan berbagai bentuk pengetahuan dan mengembangkan mekanisme dialog sejati antara pengetahuan adat dan modern diperlukan untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif, responsif, dan berkelanjutan. Pengakuan terhadap pluralitas epistemologis bukan hanya relevan secara akademis, tetapi memiliki implikasi praktis signifikan dalam membangun keadilan sosial yang lebih komprehensif di masyarakat multikultural Indonesia.
Nilai Filosofis Tradisi Tabuik Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Pariaman Dewi, Silvina Tri; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara aksiologis nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Tabuik sebagai warisan budaya di kehidupan sosial masyarakat Pariaman. Tradisi tahunan yang memperingati syahidnya Husain bin Ali di Karbala ini telah mengalami dinamika nilai signifikan, bergeser dari ritual yang sakral menuju komodifikasi pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif, dengan menganalisis sembilan tahapan ritual utama Tabuik mulai dari Mambuek Deraga hingga Tabuik Dibuang Kalauik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Tabuik mengandung nilai aksiologi yang kompleks yang terbagi menjadi empat dimensi utama: Religius, Sosial, Estetika, dan Ekonomi. Dialektika nilai Religius dan Ekonomi menjadi fokus, di mana desakralisasi diimbangi oleh fungsi pragmatisnya dalam memperkuat integrasi sosial dan ekonomi lokal Pariaman. Kesimpulannya, nilai filosofis Tabuik bertumpu pada kesetiaan, persatuan komunal, dan utilitas kebudayaan sebagai penggerak pariwisata berkelanjutan.
Fenomena Rojali dan Rohana: Tinjauan Filsafat Ilmu terhadap Transformasi Perilaku Konsumen di Era Resesi Indonesia 2025 Lubis, Finan Sari; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9658

Abstract

Penelitian kualitatif-deskriptif ini bertujuan mengeksplorasi Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan hanya nanya) sebagai respons adaptif konsumen terhadap proyeksi Resesi Indonesia 2025 melalui tinjauan kritis Filsafat Ilmu. Pendekatan yang digunakan adalah Library Research (Studi Kepustakaan). Data dikumpulkan melalui telaah literatur ilmiah yang sistematis, meliputi jurnal dan laporan akademis kredibel yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025 (Adlini et al., 2022). Analisis data dilakukan dengan Content Analysis dan Thematic Analysis untuk menyusun sintesis konseptual. Temuan utama menunjukkan bahwa Rojali merupakan manifestasi rasional dari strategi Precautionary Saving (Perbanas, 2025) dan cerminan keberhasilan Self-Control kognitif dalam menahan keinginan sesaat untuk berbelanja. Secara filosofis, penelitian ini menegaskan bahwa fenomena ini berakar pada Ontologi Nominalisme (realitas subjektif), yang menuntut pendekatan anti positivisme (idiografis) untuk menggali makna di baliknya. Kontribusi teoretis utama adalah pengembangan kerangka Voluntarisme Konsumen. Kesimpulan utama menekankan bahwa perilaku konsumen saat ini didominasi oleh kewaspadaan mendalam. Implikasi kebijakan menyarankan bahwa stimulus ekonomi tidak akan efektif tanpa didukung oleh reformasi struktural yang memperkuat kepercayaan dan stabilitas jangka panjang. Penelitian lanjutan berbasis lapangan direkomendasikan untuk memvalidasi kerangka Voluntarisme Konsumen.
Nilai Kearifan Lokal Pada Pelestarian Lingkungan Ikan Larangan Lubuak Landua Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat Rina, Siska; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9676

Abstract

Konservasi sumber daya perairan daratan (PUD) di Indonesia semakin mendesak akibat tekanan aktivitas manusia dan hilangnya habitat ikan lokal. Salah satu pendekatan yang terbukti adaptif ialah konservasi berbasis kearifan lokal, seperti tradisi Lubuk Larangan di Sumatera Barat. Penelitian ini menelusuri nilai-nilai kearifan lokal dalam praktik Ikan Larangan di Lubuak Landua, Nagari Aua Kuniang, Kabupaten Pasaman Barat, serta perannya dalam pelestarian lingkungan berkelanjutan. Tradisi ini berakar sejak 1852 oleh Buya Lubuak Landua, dengan prinsip Local Accountability, di mana masyarakat lokal memegang kendali penuh terhadap pengelolaan sumber daya air. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai adat setempat berperan penting dalam menjaga kelestarian ikan dan ekosistem sungai. Tata kelola Ikan Larangan bertumpu pada tiga pilar utama: mitos lokal, hukum adat, dan kelembagaan adat yang kokoh. Secara ekologis, tradisi ini efektif menjaga keberlanjutan populasi ikan bernilai ekonomi serta kebersihan sungai. Selain fungsi ekologis, kawasan ini juga berkembang menjadi destinasi wisata religi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Epistemologi Digital: Tantangan Baru Filsafat Pengetahuan di Era Artificial Intelligence Hidayat, Aufial; Fatimah, Siti; Fitrisia, Azmi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5239

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah secara mendasar cara manusia memahami, membangun, dan memvalidasi pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan epistemologis yang muncul akibat integrasi AI dalam sistem pengetahuan manusia serta implikasinya terhadap filsafat pengetahuan kontemporer. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah literatur nasional terkini mengenai keterkaitan antara epistemologi, teknologi digital, dan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya fenomena epistemologi digital menandai pergeseran dari epistemologi berbasis manusia menuju sistem techno-epistemic yang dikonstruksi melalui interaksi manusia dan algoritme. Kondisi ini memunculkan krisis justifikasi (black box problem) akibat tidak transparannya proses pengambilan keputusan oleh mesin, sekaligus menuntut penguatan literasi digital, refleksi etis, dan tanggung jawab epistemik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa epistemologi digital merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan filsafat pengetahuan di Indonesia, sehingga diperlukan reorientasi kurikulum filsafat, peningkatan literasi digital akademik, dan kolaborasi interdisipliner agar perkembangan AI dapat diarahkan selaras dengan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebertanggungjawaban ilmiah.
Enhancing social studies achievement through make-a-match cooperative learning Fitri, Rahma; Fitrisia, Azmi
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 10 No. 1 (2026): IRJE |Indonesian Research Journal in Education| in Progress|
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v10i1.33689

Abstract

This classroom action research aimed to improve social studies learning outcomes for Grade VII students at SMPN 1 Batusangkar through the implementation of the Make-a-Match cooperative learning model. The study involved 32 students and was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through observation sheets and achievement tests. The findings revealed a significant improvement in both student participation and academic performance. Classical learning mastery increased from 28% in the pre-action stage to 47% in Cycle I and 84% in Cycle II. The average score also improved from 69 in Cycle I to 78 in Cycle II. The Make-a-Match model fostered active engagement, collaboration, and motivation, contributing to better conceptual understanding. These results indicate that the Make-a-Match strategy is effective in enhancing social studies achievement and classroom interaction at the junior secondary level.    
Co-Authors Abror Abror Abrori, Betriq Adri Febrianto Agusti Efi Agustina Agustina Ahmad Filqi, Egi Aithan, Ibnu Alvadina, Pani Yuni Anggraini, Silvia Antoni, Riri Aprilya, Cicil Ardipal Ardipal Armanda, Mutiara Izzati Arrazak, Muhammad Afdhal Ashilah, Ashilah Puti Salsabila Arfi Azfirmawarman, Dony Azwar Ananda Bahari, Krisna Marta DALIMUNTHE, IRA SHANTY Danu, Dicha Maulia DARMANSYAH . Delmira Syafrini Dewi, Silvina Tri Duereh, Habalee Efendi, Tifani Elpalina, Srimutia Endro, Eki Erianjoni Erianjoni ERIZONA, WAWAN Fajria, Rahmah Fatimah , Siti Fifi, Fifi Febriandiela Fiqri, Ikhwan Naufal Fitri, Rahma Geraldine, Geraldine Dwitiya Putri Kirana Gusrini, Esi HABIBANI, RHAYSYA ADMMI HANIFAH, ZARMA Hendra Naldi Hendri Gunawan Hidayat, Aufial Ikhsan, Faisal Indah, Sentia JABAR, SYABRAN Julianti Julianti, Julianti Kennywan, Kennywan Leo Arischa Latifa, Asma Lubis, Finan Sari Marantika, Jerry Mareta, Angye Maria Montessori Meilia, Wike Putri Mery, Sintya Mudhoffar, Khosyi Mulanda, Dana Mulanda Mulyadi Mulyadi Ngardi, Valensius Nilasari, Vivi Nora. AN, Desri Ofianto Ofianto, Ofianto Oktavia, Yelvi Ompi, Ezra Olly Paus Iskarni Permata, Bunga Dinda Pratama, Gilang Nugraha Pratama, Teddy Putra, Yoga Maulana Putri, Bella Kharisma Putri, Hanifah Nilau Qadri Qadri, Qadri Qur'ataini, Tri Rahim, Ridwan Kurnia Rahim Ramadani, Dilla Rizki Rambe, Khoirul Amri Rezeki, Angga Putra Tri Rina, Siska Rizky Putra, Rizky Rohza, Athia Rusdi Safarah, Indri Sari, Septia Wulan Sarjayadi, Sarjayadi Sendika, May Seulalae, Anggos Habil Silva, Ray Siti Fatimah Soleh, Friska Muflihun Solly Aryza Srisaparmi, Srisaparmi Syafri Anwar Syahriani, Fadilla Tisman, Riyoca ULFA, SANTI NOFRIA Vanny, Dasti Wardana, Rian Ismi Wirdanengsih, Wirdanengsih Yufriadi, Ferdi Yulanda, Aseng Zaref, Rezki Zen, Najmatul Haya