Articles
EFEK ANALGESIK EKTRAK DAUN TREMBESI (Samanea saman (Jacq.) Merr.) TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus Musculus)
Nikmatus Sa’adah;
Niswatun Chasanah;
Sawitri Dwi Indah Pertami;
Puspa Dila Rohmaniar;
Agus Aan Adriansyah;
Ahda Mas Ulah
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.216 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27305
Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan. Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat menjadi salah satu tanaman alternatif herbal sebagai analgesik. Senyawa metabolit sekunder flavonoid dan steroid pada ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat berfungsi sebagai analgesik dengan cara menghambat mediator-mediator inflamasi dengan cara menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga kerja enzim siklooksigenase terblokir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) terhadap mencit putih (Mus Musculus). Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel terdiri dari 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. Pemberian larutan secara per oral, kemudian diinduksi nyeri dengan asam asetat 1% secara intraperitonial. Jumlah geliat mencit diamati setiap 5 menit selama 30 menit, lalu dihitung presentase daya analgesik dan efektivitas analgesiknya. Dari hasil penelitian didapatkan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 100mg/kgBB dapat memberikan efek analgesik yang lebih besar yaitu 9,2% dibandingkan dengan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB yang hanya memberikan efek analgesik sebesar 34,7% dan 23,1%. Disimpulkan bahwa terdapat efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) pada mencit putih (Mus Musculus).
The Influence of External Service Quality and Satisfaction on Patient Loyalty in Surabaya Islamic Hospital
Puryanti Puryanti;
Budhi Setianto;
Agus Aan Adriansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 01 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33086/jhs.v16i01.3984
One of the most essential things in the success of a service besides the value of satisfaction is customer loyalty. Loyalty here is an indicator of how many customers want to promote our services without us asking, while repeated visits from customers make customers happy and proud to use our services. This study aimed to measure the value of Customer Satisfaction, Loyalty, and External Service Quality. This study used secondary data, totaling 356 patients who completed a customer satisfaction survey at Surabaya Islamic Hospital. This study showed that the characteristics of the patients at the Surabaya Islamic Hospital were particularly women aged <25 years with a BPJS patient guarantor who lived 5-10 km and had known the Surabaya Islamic Hospital for > 20 years, while in the external service quality customer assessment which included product, organizational image, safety, empathy, reliability, responsiveness at Surabaya Islamic Hospital was good and there was a relationship between External service quality and satisfaction significantly influence patient loyalty at Surabaya Islamic Hospital.
Analisis Proses Pelaksanaan Program Pelatihan Kewirausahaan Bagi Ahli Waris di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda
Arista Putri Sulistiana;
Agus Aan Adriansyah
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51771/jukeshum.v3i2.565
Salah satu program utama yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan yaitu memberikan jaminan sosial yang diselenggarakan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang ditujukan dalam memberikan kesejahteraan bagi para ahli waris atau keluarga dari para tenaga kerja. Salah satu program yang diselenggarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda yakni melaksanakan program pelatihan kewirausahaan ini karena terdapat manfaat ketika tenaga kerja mengalami kecelakaan kerja ataupun meninggal dunia yang diakibatkan oleh kerja. Namun dalam pelaksanaanya terdapat hambatan yakni sulitnya dalam merekrutmen peserta. Sehingga dilakukan inovasi berupa brosur yang bertujuan untuk lebih banyak menyaring peserta dalam program pelatihan kewirausahaan ini. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini yakni melakukan diskusi dan observasi dalam perencanaan perancangan dan juga pelaksanaan inovasi menyebarkan brosur pelatihan kewirausahaan bagi para ahli waris. Penelitian dan pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda pada tanggal Agustus 2022 sampai Desember 2022. Berdasarkan hasil diskusi dan observasi yang dilakukan oleh penyelenggara diperoleh suatu gambaran mengenai fungsi dan tugas dari BPJS Ketenagakerjaan cabang Juanda, serta didiskusikan berbagai prosedur dan alur dalam melaksanakan kegiatan pelatihan kewirausahaan tersebut. Ditujukan kepada seluruh ahli waris untuk dapat ikut serta dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya program pelaksanaan pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda, namun perlu diperhatikan bahwa pihak yang berhak mengikuti program ini hanya tertuju pada ahli waris atau keluarga dari tenaga kerja, bukan untuk umum.
The Effect of Workload, Work Commitment and Work Motivation on Employee Performance at BPJS Employment Branch X
Odilia Ika Auliya;
Agus Aan Adriansyah;
Dwi Handayani;
Novera Herdiani
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jetish.v2i2.703
Perusahaan asuransi dengan persaingan yang tinggi membutuhkan karyawan yang memiliki kinerja yang baik. BPJS Ketenagakerjaan Cabang X belum memenuhi target tenaga kerja aktif dalam tiga tahun terakhir. Fenomena yang terjadi di BPJS Ketenagakerjaan Cabang X adalah beban kerja yang tinggi, kurangnya komitmen pegawai dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, komitmen kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di BPJS Ketenagakerjaan Cabang X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Sampel penelitian ini menggunakan total populasi (sampel jenuh) sebanyak 25 karyawan.Variabel penelitian ini adalah beban kerja, komitmen kerja, motivasi kerja dan kinerja karyawan yang diukur dengan menggunakan instrumen sudut tertutup yang telah lulus etika etika. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan melihat Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden memiliki beban kerja yang sesuai (84%), komitmen kerja yang tinggi (72%), motivasi kerja yang tinggi (84%) dan kinerja yang baik (76%). Bahwa terdapat pengaruh antara beban kerja, komitmen dan motivasi terhadap kinerja karyawan dengan nilai PR (1). Sedangkan diantara beban kerja, komitmen dan motivasi yang memiliki nilai resiko terbesar adalah beban kerja dengan nilai PR (2,63).Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara beban kerja, komitmen kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Saran BPJS Ketenagakerjaan Cabang X memberikan apresiasi kepada pegawai yang dapat mencapai target. Serta memberikan penyegaran dalam bentuk gathering agar karyawan dapat semangat,
LITERATUR REVIEW: EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) TERHADAP KINERJA PUSKESMAS
HUMAYRAH - -;
Agus Aan Adriansyah;
Dwi - Handayani;
Nurul Jannatul Firdausi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jcu.v12i3.1125
Penerapan kebijakan BLUD di Puskesmas memerlukan banyak persiapan. Terdapat beberapa kendala dalam setiap pelaksanaannya, namun petugas selalu berusaha dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Memberikan pelayanan yang berkualitas adalah salah satu tuntutan masyarakat. Maka penelitian ini dibuat untuk me-review hasil penelitian evaluasi implementasi kebijakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terhadap kinerja Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode literature review sumber data yang digunakan berasal dari google scholar dalam rentang waktu 2014-2021. Kata kunci yang digunakan yaitu Puskesmas BLUD dan kinerja Puskesmas. Setelah dilakukan skrinning didapatkan 16 artikel yang relevan dan menjadi bahan analisis dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menganalisis evaluasi implementasi kebijakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terhadap kinerja Puskesmas berasal artikel yang telah di review. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan kinerja pegawai Puskesmas BLUD tergolong baik namun terkendala pada minimnya Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana serta pemanfaatan sistem informasi di Puskesmas. Dampak positif dan negatif penerapan yaitu Puskesmas lebih optimal dalam layanan kesehatan. Faktor penghambat implementasi kebijakan BLUD meliputi SDM, pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana, komitmen pegawai Puskesmas, koordinasi antara pemimpin dan staf serta kompetensi pegawai Puskesmas. Faktor keberhasilan untuk implementasi kebijakan BLUD adalah semangat kerja pegawai dan dukungan dari pemimpin. Kesimpulan dari literature review ini adalah dalam penerapan kebijakan BLUD di Puskesmas perlu diimbangi dengan kualitas SDM, kenyamanan sarana dan prasarana, dukungan pemimpin yang tinggi, koordinasi antara pemimpin dan staf Hal tersebut meminimalisir terjadinya hambatan atau kendala dalam pelaksanaan kebijakan BLUD di Puskesmas.
ANALISIS PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN : STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI SURABAYA
Nur Sa'adah Nashifah;
Agus Aan Adriansyah
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61902/motorik.v16i2.218
Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) merupakan suatu sistem untuk mendokumentasikan laporan insiden pemulihan, analisis dan solusi untuk pembelajaran. Setiap insiden yang terjadi di rumah sakit wajib dilaporkan ke Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KPRS). Namun pada prakteknya pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit masih belum maksimal. Tujuan penelitian studi kasus ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis pelaporan insiden keselamatan pasien yang ada di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, serta data sekunder. Partisipan penelitian ini yaitu pegawai yang melaporkan insiden keselamatan pasien, dan 1 informan yaitu Ketua Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Hasil menunjukkan bahwa masih belum optimalnya pelaksanaan pelaporan insiden keselamatan pasien dikarenakan masih terdapat beberapa permasalahan pada proses pelaporan insiden keselamatan pasien seperti kesalahan dalam pengisian jenis insiden dan grading risiko serta saat pelaporan sering ditemui bahwa yang sering melapor yaitu koordinatornya. Berdasarkan diagnosis masalah melalui diagram fishbone, terdapat 4 akar permasalahan yaitu kurangnya pengetahuan, persepsi takut disalahkan, kurang kesadaran untuk melapor, dan kurang mengerti alur pelaporan. Saran pada permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan sosialisasi guna refresh terkait insiden keselamatan pasien, alur pelaporan, budaya no blaming, serta evaluasi secara berkala dari Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KPRS) ke tiap-tiap unit.
ANALISIS PELAPORAN PROFIL INDIKATOR MUTU INSTANSI PELAYANAN KESEHATAN: STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI SURABAYA
Fauziah Rizki Anggarwati;
Agus Aan Adriansyah
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61902/motorik.v16i2.221
Pelaporan indikator mutu unit merupakan upaya untuk mengetahui kinerja masing-masing unit, serta dapat dijadikan acuan dalam meningkatan kualitas mutu di rumah sakit. Jika terjadi keterlambatan dalam pelaporan indikator mutu, maka akan terjadi keterlambatan pada perbaikan indikator mutu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaporan profil indikator mutu unit di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian studi kasus ini adalah wawancara dan observasi dengan pendekatan studi kasus serta desain cross sectional. Informan penelitian ini yaitu Ketua Sub Komite Peningkatan Mutu RSI Jemursari Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, serta data sekunder. Populasi yang diteliti yaitu seluruh Quality Champion Link di RSI Jemursari Surabaya sebanyak 46 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Prosedur pengambilan datanya melalui data sekunder yang diperoleh peneliti lalu klarifikasi data dengan observasi dan wawancara dengan pihak Sub Komite Peningkatan Mutu di RSI Jemursari Surabaya. Hasil menunjukkan bahwa pada pelaksanaan pelaporan indikator mutu unit masih belum optimal dikarenakan unit yang belum lengkap dalam mengisi pelaporan indikator mutu unit sebanyak 30%. Sehingga tidak dapat melakukan perbaikan indikator mutu selama 3 bulan. Berdasarkan diagnosis masalah melalui diagram fishbone, terdapat 4 bagian yaitu manusia, motivasi, peralatan, dan metode. Masing-masing bagian memiliki akar permasalahan masing-masing, yaitu pada bagian manusia akar permasalahannya berupa banyak pekerjaan pada setiap unit dan lupa mengisi pelaporan; pada bagian motivasi terdiri dari kurang tertarik dengan reward dan kurang kesadaran untuk ketepatan pelaporan; pada bagian peralatan terdiri dari komputer yang digunakan kurang memadai dan sinyal wifi terganggu; dan pada bagian metode terdiri dari tidak mengerti alur pelaporan. Saran pada penelitian ini lebih diupayakan untuk mengingatkan Quality Champion Link (orang yang bertanggung jawab dalam pelaporan indikator mutu unit) setiap bulannya, serta pemberian reward dan bonus untuk Quality Champion Link.
ANALISIS PELAPORAN PENCAPAIAN TARGET PELATIHAN INTERNAL PEGAWAI: STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA
Nadiya Ulyafasya Rohmani;
Agus Aan Adriansyah;
Listiana Dewi
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61902/motorik.v16i2.283
Di era globalisasi saat ini, dengan berkembangnya zaman persaingan antar Rumah Sakit atau Perusahaan semakin ketat, sehingga sumber daya manusia dituntut untuk mengembangkan dirinya, yaitu salah satunya melalui pelatihan. Target yang harus dicapai pegawai dalam keikut sertaan pelatihan internal yaitu sebesar 70% per tahunnya. Pada umumnya, hasil yang diinginkan dari program pelatihan yaitu penguasaan atau meningkatkan keterampilan pegawai peserta program pelatihan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi serta menganalisis hasil pencapaian target keikut sertaan pelatihan internal di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 1.196 pegawai dengan sampel yang diwawancarai yaitu 5 pegawai. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen Rumah Sakit. Wawancara dilakukan dengan seorang informan, yaitu koordinator pelatihan internal serta coordinator bagian DIKLAT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pegawai yang mendapatkan pelatihan 711 pegawai dari 1.196 pegawai. Maka dapat diketahui bahwa belum tercapainya target pelatihan internal di Rumah Sakit Haji Surabaya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu partisipasi pegawai, motivasi pegawai, keterlambatan dalam mengumpulkan laporan. Akibat dari kurangnya partisipasi pegawai yaitu salah satunya akan menurunnya kompetensi pegawai Rumah Sakit dan akan menyebabkan menurunnya kualitas Rumah Sakit tersebut. Saran pada penelitian ini yaitu memberikan keyakinan dalam menjalankan pekerjaannya dengan memberikan motivasi kepada pegawainya agar dapat mengembangkan kemampuan dan rasa percaya diri.
Pencegahan Kontaminasi Norovirus Sebagai Upaya Menurunkan Kejadian Diare Di PP Putri Wahid Hasyim Bangil
Warda El Maida Rusdi;
Irmawan Farindra;
Nur Zuwariyah;
Agus Aan Adriansyah;
Noer Farakhin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1276
Latar Belakang, ponpes merupakan tempat yang rentan dikarenakan banyak santri yang tinggal dalam satu lingkungan akan meningkatkan penyebaran Norovirus. Dimana penyakit ini dapat menyebabkan diare dan kejadian diare ini kental sekali terjadi di lingkungan pondok. Maka dari itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan personal hygiene sebagai salah satu bentuk pengendalian kejadian Diare yang ditimbulkan oleh Norovirus. Metode, pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Juni 2023 ini dihadiri oleh 40 peserta dari PP Putri Wahid Hasyim Bangil. Kegiatan yang dilakukan berupa Pemberian edukasi, Pembentukan karakter santri dan pengurus dengan games kesehatan dan pembagian pretest dan postest. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif untuk melihat respon peserta dengan dilihat dari antusiasme dan peningkatan pengetahuan peserta dengan menggunakan analisis uji Wilcoxon. Hasil dan Pembahasan, hasil menunjuukan p-value bernilai 0,005. Karena nilal 0,005 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa "Ha diterima". Artinya ada perbedaan antara pengetahuan santri sebelum dilakukan penyuluhan (Pretest) dan setelah dilakukan penyuluhan (Posttest). Kesimpulan, tedapat pengaruh pemberian penyuluhan yang telah dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di PP Putri Wahid Hasyim Bangil terkait Pencegahan Kontaminasi Norovirus sebagai Upaya menurunkan Kejadian Diare.
KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) MASKER DITINJAU DARI PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA
Adriansyah, Agus Aan;
Suyitno, Suyitno;
Sa'adah, Nikmatus
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/ikesma.v17i1.22452
Pertambangan batu pasir di Daerah Gunung Maddah Kabupaten Sampang, merupakan industri informal dengan risiko yang besar untuk mengalami penimbunan debu pada saluran pernapasan dan menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Disamping perusahaan tidak menyediakan APD masker, permasalahan tersebut disebabkan kurangnya pengetahuan dan sikap pekerja terkait penggunaan APD masker di pertambangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD masker pada pekerja tambang batu pasir PT. Sirtu Emas Kabupaten Sampang. Jenis penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebesar 56 pekerja tambang dengan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan p value = 0,004 untuk hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD Masker dan p value = 0,034 untuk hubungan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD Masker. Kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD masker. Semakin baik pengetahuan dan sikap yang dimiliki pekerja, maka pekerja semakin patuh dalam penggunaan APD Masker. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya pengawasan penggunaan APD di lingkungan kerja dan pemberian informasi secara masif pada para pekerja.