Claim Missing Document
Check
Articles

Inventarisasi Jenis Mangrove di Wilayah Pesisir Desa Sungai Nibung, Kalimantan Barat Ikha Safitri; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Syarif Irwan Nurdiansyah; Mega Sari Juane Sofiana; Andreani Andreani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.109-124

Abstract

Desa Sungai Nibung merupakan salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Kubu Raya, yang telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan konservasi di Kubu Raya. Pesisir Desa Sungai Nibung memiliki potensi sumberdaya alam dengan tingkat keanekaragaman tinggi, salah satunya mangrove. Mangrove memiliki peran penting secara ekologi dan ekonomi. Namun, pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan akan dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem, dan berdampak negatif pada keberadaan dan kelimpahan organisme. Keterbatasan data dan informasi mengenai potensi sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan merupakan kendala utama dalam menentukan pola pengelolaan yang tepat untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mangrove di wilayah pesisir Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - November 2022. Pengambilan data keanekaragaman jenis mangrove dilakukan menggunakan metode eksploratif dengan mencatat semua jenis mangrove yang ditemui di lokasi penelitian. Sampel mangrove diambil bagian akar, batang, daun, bunga, dan buah untuk selanjutnya dilakukan identifikasi. Hasil penelitian menemukan delapan belas spesies mangrove di wilayah pesisir Desa Sungai Nibung, dimana jenis yang paling dominan adalah Avicennia, Rhizophora, Bruguiera, Sonneratia, dan Nypa. Berdasarkan kriteria Red List IUCN, B. hainesii masuk dalam status Critically Endangered (CR) atau terancam punah, sehingga masuk ke dalam prioritas konservasi. Inventarisasi potensi bioekologi dapat dijadikan baseline data dalam mewujudkan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu (ICZM) dan mendukung rencana pengelolaan dan zonasi KKP3K Kubu Raya.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN TEMAJUK KECAMATAN PALOH KALIMANTAN BARAT: COMMUNITY STRUCTURE OF MACROALGAE IN TEMAJUK WATERS PALOH DISTRICT WEST KALIMANTAN Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane; Gusmalawati, Dwi; Rousdy, Diah Wulandari; Aswandi, Aswandi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 1 (2023): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.01.7

Abstract

Makroalga merupakan salah satu potensi sumberdaya laut yang secara ekologis berperan dalam meningkatkan produktivitas primer perairan, bioremediasi berbagai jenis polutan, penyedia oksigen, sumber makanan, dan menyediakan habitat berbagai jenis biota akuatik lainnya. Secara ekonomi, makroalga juga potensial untuk dikembangkan karena mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan di berbagai bidang industri. Keanekaragaman jenis dan kelimpahan makroalga sangat dipengaruhi oleh parameter fisika-kimia perairan. Desa Temajuk, Kecamatan Paloh memiliki keanekaragaman sumberdaya alam, termasuk makroalga. Lokasi pengambilan sampel sebanyak tiga stasiun dan ditentukan menggunakan metode purposive sampling, berdasarkan keberadaan makroalga. Sampling makroalga dilakukan menggunakan kuadrat transek dengan ukuran 10x10 m2 dan pengukuran parameter fisika-kimia perairan menggunakan WQC AZ 8603. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis makroalga yang ditemukan yaitu Padina, Turbinaria, Sargassum, Acanthopora, dan Gracilaria. Dari semua jenis yang teridentifikasi, Phaeophyceae memiliki persen kontribusi lebih besar (60%), serta Padina dan Sargassum memiliki kelimpahan tertinggi, yaitu 21,31 ind/mek 2 dan 19,42 ind/m2 secara berturut-turut. Perairan Desa Temajuk memiliki tingkat keanekaragaman sedang, keseragaman tinggi, dan dominansi rendah. Kondisi perairan mempengaruhi kelimpahan makroalga di perairan Desa Temajuk, Kecamatan Paloh.   Macroalgae is one of the potential marine resources that ecologically plays a crucial role in increasing the water’s primary productivity, bioremediation of various types of pollutants, as food sources, providing oxygen and habitat for various aquatic biota. Economically, macroalgae also potential to be developed because it contains various bioactive compounds that can be used in various industrial fields. Species diversity and abundance of macroalgae are strongly influenced by physio-chemical water parameters. Temajuk Village located in Paloh District has a high diversity of natural resources, including macroalgae. The sampling locations were three stations and determined using purposive sampling method, based on the presence of macroalgae. A sampling of macroalgae was carried out using a quadratic transect with a size of 10x10 m2 and measurement of the physio-chemical parameters was done using WQC AZ 8603 instrument. The results showed that the genera of macroalgae found were Padina, Turbinaria, Sargassum, Acanthopora, and Gracilaria. Among the identified species, Phaeophyceae had the highest percentage contribution (60%), which Padina and Sargassum had the highest abundances, such as 21.31 ind/m2 and 19.42 ind/m2, respectively. The waters of Temajuk have a moderate level of diversity, high uniformity, and low dominance. Water conditions influenced the diversity and abundance of macroalgae in the water of Temajuk, Paloh District.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Desa Sungai Nibung Kabupaten Kubu Raya dalam Penyediaan Tanaman Obat Keluarga Sofiana, Mega Sari Juane; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1504

Abstract

Desa Sungai Nibung terletak di pesisir Kubu Raya, ditempuh selama 2-3 jam perjalanan air, dari Pelabuhan Rasau. Akses transportasi yang cukup sulit menyebabkan perlunya dilaksanakan edukasi tentang penyediaan tanaman obat keluarga yang dapat dijadikan sebagai salah satu pertolongan pertama saat ada warga Masyarakat yang menderita penyakit. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan pembuatan Taman Obat Keluarga sebagai usaha pengobatan mandiri dalam keluarga, dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Hal ini secara langsung akan berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan Masyarakat Desa Sungai Nibung. Kegiatan dihadiri sebanyak 25 orang perwakilan warga masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga dan tim penggerak pendidikan kesejateraan keluarga (PKK). Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah edukatif terkait pemanfaatan tanaman berpotensi obat yang dapat dibudidayakan di pekarangan, dilanjutkan dengan praktek pembuatan taman obat keluarga menggunakan rak bersusun 3, untuk menghindari terendamnya media tanam dengan air laut pada saat terjadinya pasang. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman masyarakat dalam menyebutkan jenis tanaman obat keluarga, khasiat, bagian tanaman yang berkhasiat  dan cara mengolahnya sebelum dikonsumsi. Empowerment of the Sungai Nibung Village Community, Kubu Raya Regency in Providing Family Medicinal Plants Abstract: Sungai Nibung Village is located on the coast of Kubu Raya, a 2-3 hour water journey from Rasau Harbor. Access to transportation is quite difficult, which makes it necessary to carry out education regarding the provision of family medicinal plants which can be used as first aid when a member of the community suffers from illness. The aim of this community service is to socialize the creation of a Family Medicine Park as an independent medical business within the family, by utilizing yard space. This will directly have an impact on increasing the health status of the Sungai Nibung Village Community. The activity was attended by 25 representatives of community members consisting of housewives and the family welfare education team (PKK). The activity was carried out using an educational lecture method regarding the use of potentially medicinal plants that can be cultivated in the yard, followed by the practice of creating a family medicine garden using 3-tiered shelves, to avoid submerging the planting medium in sea water during high tide. The evaluation results show that there has been an increase in public understanding of the types of family medicinal plants, their properties, the parts of the plant that are useful and how to process them before consuming them.
Sosialisasi dan Edukasi Pengawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kalimantan Barat dalam Memperingati Ocean Day 2023 Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Helena, Shifa; Sudiono, Gatot; Kasbutin, Hendri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1539

Abstract

Ocean Day atau hari laut sedunia diperingati setiap tanggal 8 Juni, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting laut dan sumberdaya alam bagi kehidupan manusia, permasalahan, serta aksi kita dalam melindungi potensi yang ada untuk pembangunan secara berkelanjutan. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura dalam memperingati Ocean Day adalah seminar tentang sosialisasi dan edukasi pengawasan kawasan konservasi perairan daerah Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat terkait pembagian zonasi kawasan konservasi dan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha perikanan dalam melakukan aktivitas di kawasan konservasi. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid, dengan total peserta yaitu 100 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, berisi materi edukasi dan sosialisasi tentang kawasan konservasi perairan Kalimantan Barat dan pengawasannya, yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui kuesioner terkait materi yang telah disampaikan, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dengan rata-rata 40% menjadi 90-100% dalam memahami pengelolaan dan pengawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kalimantan Barat.  Socialization and Education on Monitoring of West Kalimantan Regional Marine Protected Areas in Ocean Day 2023 World Oceans Day is celebrated every June 8th, where the aim of increasing awareness about the important role of the ocean and natural resources in human life, problems, and our actions in protecting the existing natural resources potential for sustainable development. One of the activities carried out by the Marine Science Department, Universitas Tanjungpura was a seminar on socialization and education on monitoring of the West Kalimantan regional Marine Protected Area. This activity aimed to increase students' and the public's understanding regarding the conservation areas zone and increase the awareness of fisheries business in carrying out activities in conservation areas. This activity was carried out in a hybrid, with a total of 100 participants. The activity used a lecture method, containing educational and socialization about the West Kalimantan marine conservation area and its monitoring, which was followed by an interactive discussion between participants and presenters. Based on the evaluation carried out through questionnaires related to the subject presented, it showed that there had been an increase in the ability participants with an average of 40% to 90-100% in understanding the management and monitoring of the West Kalimantan Regional Water Conservation Area
Macroalgae Community Structure in the Waters of Temajo Island, Mempawah Regency, West Kalimantan Susrini, Putri Dahyu; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Sofiana, Mega Sari Juane; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Safitri, Ikha
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Macroalgae are thallus plants that do not have organs in the form of roots, stems, and leaves that are not true. The existence of macroalgae as producer organisms contributes to the life of aquatic biota, especially herbivorous organisms in the waters of Temajo Island, Mempawah Regency, West Kalimantan. This study aims to determine the abundance, relative abundance, relative frequency, diversity index, uniformity index, and dominance index in the waters of Temajo Island. This research was conducted in August 2022, the sampling locations were three stations and were determined using the exploratory method based on the presence of macroalgae found. Macroalgae sampling was carried out using a quadratic transect of 10x10 m and based on the research results obtained 5 families, 3 classes, 4 orders, and 6 genera consisting of Sargassum, Turbinaria, Padina, Halimeda, Codium, and Amphiroa. The results of the analysis found that the genus Sargassum had abundance, relative abundance, and relative frequency (K = 0.72-2.35 ind/m2, KR = 49.99%, F = 0.83) of macroalgae communities in the waters of Temajo Island, Mempawah Regency, Kalimantan West, has a low-medium diversity value, low-high uniformity index and low-high dominance index. Keywords: Community Structure, Macroalga, Temajo Island, Mempawah Abstrak Makroalga merupakan tumbuhan thallus yang tidak memiliki organ-organ berupa akar, batang dan daun tidak sejati. Keberadaan makroalga sebagai organisme produsen memberikan sumbangan bagi kehidupan biota akuatik, terutama organisme-organisme herbivor di perairan Pulau Temajo Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kelimpahan, kelimpahan relatif, frekuensi relative, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi di perairan Pulau Temajo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2022, lokasi pengambilan sampel sebanyak tiga stasiun dan ditentukan menggunakan metode Eksploratif berdasarkan keberadaan makroalga yang ditemukan. Sampling makroalga dilakukan menggunakan transek kuadrat dengan ukuran 10x10 m. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 5 famili, 3 kelas, 4 ordo, dan 6 genera yang terdiri dari Sargassum, Turbinaria, Padina, Halimeda, Codium dan Amphiroa. Hasil Analisa mendapatkan Genus Sargassum memiliki kelimpahan, kelimpahan relatif, dan frekuensi relatif (K = 0,72-2,35 ind/m2, KR = 49,99%, F = 0,83) komunitas makroalga di perairan Pulau Temajo Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, memiliki nilai keanekaragaman rendah-sedang, indeks keseragaman rendah-tinggi dan indeks dominansi rendah-tinggi. Kata kunci: Struktur Komunitas; makroalga; Pulau Temajo; Mempawah
Diversity of Gastropods in the Mangrove Area of Desa Bakau Sambas Regency Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Oktavia, Oktavia
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.49032

Abstract

Mangrove forests in Desa Bakau, Sambas Regency, West Kalimantan play an important role as a habitat for various types of aquatic biota, one of them being gastropods. Gastropods are reported to have a wide distribution in both inland and marine waters. Local people catch them for sale and consumption. An inventory of gastropod species in the mangrove area of Desa Bakau can provide initial information regarding the diversity of existing species. This data can be used as a database for sustainable management and utilization of natural resources. The purpose of this study was to identify the species of gastropods in the mangrove of Desa Bakau, Sambas Regency, West Kalimantan. This study used the exploratory method of collecting gastropods at the observation station. The results found 5 types of gastropods in Desa Bakau, such as Cassidula, Ellobium, Cerithidea, Littoraria, and Pirenella. Keywords: gastropods, mangrove, mollusk, Sambas Abstrak Hutan mangrove di Desa Bakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat berperan penting sebagai tempat berbagai jenis biota perairan, salah satunya yaitu gastropoda. Gastropoda dilaporkan memiliki distribusi luas baik di perairan darat maupun laut. Masyarakat setempat melakukan penangkapan untuk dijual dan dikonsumsi. Inventarisasi jenis gastropoda yang ada di area mangrove Desa Bakau dapat menjadi informasi awal mengenai keanekaragaman jenis yang ada. Data tersebut dapat digunakan sebagai database dalam pengelolaan berkelanjutan serta pemanfaatan sumberdaya alam yang ada. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis gastropoda di area mangrove Desa Bakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan mengambil gastropoda yang ada di stasiun pengamatan. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis gastropoda mangrove di Desa Bakau, yaitu Cassidula, Ellobium, Cerithidea, Littoraria, dan Pirenella. Kata kunci: gastropoda, mangrove, moluska, Sambas
Cadmium (Cd) Concentration in Mudskipper, Water and Sediment in the Mangrove Area of Pemangkat West Kalimantan Nurhidayanti, Nurhidayanti; Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.49033

Abstract

Mangrove vegetation has a wide range of distribution on the Indonesian coast, including Pemangkat, Sambas Regency, and West Kalimantan. Near this area, there are various activities, such as industrial, fishing, and shipping which are possible sources of heavy metal pollution. Water pollution caused by heavy metals is one of the serious problems. This condition can reduce water quality and has an impact on aquatic organisms. Monitoring of water quality needs to be done to reduce health problems and maintain the stability of aquatic ecosystems. Mudskipper (Boleophthalmus sp.) can be used as a bioindicator due to its ability to accumulate heavy metals from the environment, especially in mangrove areas. Heavy metal such as cadmium (Cd) is difficult to decompose and toxic to the environment and biota. This heavy metal pollution may originate from port and fisheries activities. The aim of this study was to determine the Cd content in the Mudskipper, waters, and sediment samples. Sampling was carried out at two stations. Analysis of the Cd content was done using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The result showed that concentrations of Cd in the waters and sediment samples were above the threshold. Meanwhile, the Cd level in Mudskipper flesh was still below the maximum limit. Keywords: heavy metal, cadmium (Cd), mudskipper, Pemangkat, West Kalimantan
Community of Phytoplankton as Aquatic Quality Bioindicator in Teluk Melanau Waters Lemukutan Island West Kalimantan Zainal, Zainal; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.49229

Abstract

Lemukutan Island has the potential of natural resources with a high level of diversity, including phytoplankton. Lemukutan Island has been developed as a marine tourism destination and other activities. A way to monitor water conditions is by observing physical, chemical, and biological parameters. This study aimed to determine the community structure of phytoplankton as a water quality bioindicator and analyze the environmental parameters' correlation to the abundance of phytoplankton in Teluk Melanau, Lemukutan Island. Determination of sampling stations using a purposive sampling method. Phytoplankton identification, quantity, biological index, and measurement of environmental parameters were carried out in this study. The results showed that the phytoplankton community consisted of 77 genera and Bacillariophyceae has the highest percentage contribution (90.44%). The most common genera were Cocconeis, Nitzchia, Synedra, and Chaetoceros. The abundance of phytoplankton ranged from 2-1521 ind/L. The biological index showed that Teluk Melanau was in an unpolluted condition. Environmental parameters were still in the optimal range for the growth of phytoplankton. The abundance of phytoplankton is very strongly correlated with salinity, DO, nitrate, and phosphate, strongly correlated with pH and very weakly correlated with brightness, temperature, and current velocity. Keywords: Community structure, phytoplankton, bioindicator, Lemukutan Island. Abstrak Perairan pulau Lemukutan memiliki potensi sumberdaya alam, termasuk fitoplankton. Pada saat ini, pulau Lemukutan telah dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari dan berbagai aktivitas lainnya. Aktivitas tersebut dapat memberikan dampak terhadap kualitas perairan. Salah satu cara melakukan monitoring kondisi perairan yaitu dengan cara pengamatan parameter fisika, kimia, dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton sebagai bioindikator kualitas perairan dan menganalisis korelasi parameter lingkungan terhadap kelimpahan fitoplankton di Perairan Teluk Melanau, Pulau Lemukutan. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling untuk mewakili rona lingkungan yang ada. Identifikasi fitoplankton, kelimpahan, indeks biologis, dan pengukuran parameter lingkungan dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan struktur komunitas fitoplankton terdiri dari 77 genera, dimana Bacillariophyceae merupakan komponen dengan persen kontribusi tertinggi (90,44%). Jenis yang paling banyak ditemukan yaitu Cocconeis, Nitzchia, Synedra, dan Chaetoceros. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 2-1521 ind/L. Indeks biologi menunjukkan bahwa perairan Teluk Melanau berada pada kondisi tidak tercemar. Parameter lingkungan masih dalam rentang optimal untuk pertumbuhan fitoplankton. Kelimpahan fitoplankton berkorelasi sangat kuat dengan salinitas, DO, nitrat, dan fosfat, berkorelasi kuat dengan pH dan berkorelasi sangat lemah dengan kecerahan, suhu, dan kecepatan arus. Kata kunci: struktur komunitas, fitoplankton, bioindikator, pulau Lemukutan.
Abundance of Microplastic in Water of Sungai Terus Desa Sungai Nibung West Kalimantan Qodriati, Tuty; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.49317

Abstract

The problem of plastic waste does not only occur in Indonesia but has become a global issue. The world's production of plastic waste is expected to increase every year. Plastic is persistent and takes a long time to degrade into smaller sizes. Microplastic contamination can be found in coastal and marine areas. These conditions have an impact on the balance of ecosystems, aquatic biota, and human health. As one of the coastal areas, the waters of Desa Sungai Nibung have the potential to microplastic pollution. Therefore, it is important to conduct a study on microplastics in the waters of Desa Sungai Nibung. The aims of this study were to determine the type, abundance, and microplastic polymers in water samples of Sungai Terus, Desa Sungai Nibung, West Kalimantan. The collection of water samples was carried out at four stations with two repetitions. Identification of microplastic types was carried out using a binocular microscope, and identification of microplastic polymer was conducted using FTIR spectrophotometry. The type of microplastic found consisted of fiber, film, pellet, and fragment. Fiber and film had a higher percentage than fragment and pellet. The average total abundance of microplastics was 4.83 x 103 particles/L. The types of polymers found, such as polyethylene (PE), polypropylene (PP), polystyrene (PS), and polytetrafluorethylene (PTFE). Keywords:   abundance; microplastics; polymer; Sungai Nibung Abstrak Permasalahan sampah plastik tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi telah menjadi isu global. Produksi sampah plastik dunia diperkirakan akan mengalami peningkatan setiap tahun. Plastik bersifat persisten dan membutuhkan waktu lama untuk terdegradasi menjadi ukuran yang lebih kecil. Cemaran mikroplastik dapat ditemukan di wilayah pesisir dan laut. Kondisi tersebut berdampak pada keseimbangan ekosistem, biota akuatik, dan kesehatan manusia. Sebagai salah satu wilayah pesisir, perairan Desa Sungai Nibung berpotensi mengalami pencemaran mikroplastik. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan penelitian mengenai mikroplastik di perairan Desa Sungai Nibung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kelimpahan, serta polimer mikroplastik pada sampel air di Sungai Terus, Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pengambilan sampel air dilakukan di empat stasiun dengan dua kali pengulangan. Identifikasi jenis mikroplastik dilakukan dengan menggunakan mikroskop, dan identifikasi jenis polimer mikroplastik dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri FTIR. Jenis mikroplastik yang ditemukan pada sampel air di Sungai Terus, Desa Sungai Nibung terdiri dari fiber, film, pelet, dan fragmen. Jenis fiber dan film memiliki persentase lebih tinggi dibandingkan dengan jenis fragmen dan pelet. Rata-rata kelimpahan total mikroplastik sebesar 4,83 x 103 partikel/L. Jenis polimer yang ditemukan antara lain polyethylene (PE), polypropylene (PP), polystyrene (PS), dan polytetrafluorethylene (PTFE). Kata kunci:  kelimpahan; mikroplastik; polimer; Sungai Nibung
Study on Water Quality for Seaweed Cultivation in Desa Jawai Laut Sambas Regency West Kalimantan Maunala, Adrian; Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.50790

Abstract

Desa Jawai Laut is a coastal village in Sambas Regency, West Kalimantan with the potential of marine waters that can support the community's economy. One of the activities carried out is the seaweed cultivation of Eucheuma cottonii using the longline method. The development of cultivation activities can be supported by optimal water conditions to support seaweed production. The aim of this study was to analyze the water quality in Desa Jawai Laut, Sambas Regency for the development of seaweed cultivation. Determination of location sites was carried out systematically, as many as 7 stations with a distance of 500 m. The water quality index was analyzed using the CCME-WQI method. The results showed that in general, the water quality of Desa Jawai Laut was in a good category with a CWQI value of 80. Stations I and IV were in the excellent category and were recommended as locations for the development of seaweed cultivation. Keywords: Seaweed cultivation, water quality, CWQI Abstrak Desa Jawai Laut merupakan desa pesisir di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dengan potensi perairan laut yang dapat menunjang perekonomian masyarakat. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah budidaya rumput laut Eucheuma cottonii dengan metode longline. Pengembangan kegiatan budidaya dapat ditunjang dengan adanya kondisi perairan yang optimal untuk mendukung hasil produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perairan di Desa Jawai Laut, Kabupaten Sambas untuk pengembangan budidaya rumput laut. Penentuan titik lokasi dilakukan secara sistematik, sebanyak 7 stasiun dengan jarak 500 m. Indeks kualitas air dianalisis menggunakan metode CCME-WQI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas perairan Desa Jawai Laut dalam kategori baik dengan nilai CWQI 80. Stasiun I dan IV masuk ke dalam kategori sangat baik dan direkomendasikan sebagai lokasi untuk pengembangan budidaya rumput laut.  Kata Kunci: Budidaya rumput laut, kualitas perairan, CWQI
Co-Authors . Apriansyah A. Kushadiwijayanto, Arie A.Nurrahman, Yusuf Adelita, Kristina Adinur, Rizki Suanda Adjout, Rebiha Afdal Afdal Agustina, Sella Amriani Amir Andreani Andreani Andryani, Semi Anisa Mulyani Anthoni B Aritonang Anthoni B. Aritonang Apriansyah Aprinsyah, Apriansyah Ardiansyah, Lani Arie A. Kushadiwijayanto Arie A. Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arief Nurrahman, Yusuf Aritonang, Anthoni Batahan Arsad, Sulastri Ashari, Asri Mulya Astuti, Mega Sri Aswandi Aswandi, Aswandi Ayzah, Dzul Khoidzah All Bambang Kurniadi Bariah, Anisah Creani Handayani Dahliana Dahliana dedi irawan Dedi Irawan Desriani Lestari Desriani Lestari Diah Wulandari Rousdy Dwi Gusmalawati Dwiastuti, Indah Edwin Elfrida Ratnawati Elsan Iskin Putra Enjella, Enjella Fadhilah, Wardatul Faizal, Ibnu Farhaby, Arthur M Fiddy Semba Prasetiya Fika Dewi Pratiwi Ginting, Madi Juna Permalem Hanafi Hanafi Harianto Harianto Harianto Hartisa, Natasia Selvi Hasanah, Fadiah Amalia Helena, Shifa Herlina Herlina Hermawansyah, Hermawansyah Hidayat, Maulana Idawati, Nora ilmauwati Qurniasih Imaniraga, Moh Tegar putra Irawan, Suhardi Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Jannati Jannati Juane, Mega Sari Jumlia Karina Elwanda Saputri Kasbutin, Hendri Kurniawan Alam Muza’ki Kushadiwijayanto , Arie Antasari Kushadiwijayanto, Arie A. Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kushadiwiojayanto, Arie Antasari Kusuma, Kwirinus Rio Kusumardana, Setra Lestari, Rita Dwi Ayu Lucky Hartanti Lucky Hartanti Maharani, Ema Mardianto, Tomi Mardini, Delvia Devi Maser, Agnes Putri Maulana, Adrian Maulana, Fiqih Wahyudi Maunala, Adrian Mega Sari Juane Soafiana Mega Sari Juane Sofiana Mega Sari Juane Sofiana Mega Sari Juane Sofiana Mega Sari Juane Sofiana Mega Sari Juane Sofiana Mega SJ Sofiana Mega Sri Astuti Meidiana, Vivin Minsas, Sukal Mohammad Mahmudi Mohammad Reza Monica, Gracelia Muhammad Musa Muliadi Muliadi Muliadi Neva Satyahadewi Nguyen, Duc-Hung Nora Idiawati Nora Idiawati Nur ALiya Zsalzsabil Nurdiansyah , Syarif Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurhidayanti Nurhidayanti, Nurhidayanti Nurrahman , Yusuf Arief Nursofiati, Nursofiati Oktavia Oktavia Oktavia Oktavia oktiyas muzaky Luthfi, oktiyas muzaky Pratiwi, Mutiara Anugerah Prayitno, Dwi Imam Qodriati, Tuty Raden Mohamad Herdian Bhakti Ramajenny, Layla Shinta Ranawudd, Uray Iffat Rembulan, Rindu Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Linda Rozana zana Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto S.J Sofiana, Mega Sakina, Haiwatus Saputra, Dhira Kurniawan Sihombing, Rut Suharni P Sihotang, Nesya Lia Sudiono, Gatot Sukal Minsas Sukal Minsas Sukal Minsas Sulastri Arsad Sumarni, T. Novi Surya Darma Susanto, Hendro Susrini, Putri Dahyu Sy Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Tahirah Hasan Tarigas, Meilinda Tria Taufik Nurcahyanto Tengku Riza Zarzani N Tia Nuraya Trifonia Novi Sumarni Umar Faruk Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, W. Warsidah, Warsidah Wenisda, Fransiska Monita Yudhoyono, Billget Mansirit Yuliono, Agus Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Nurrahman Zainal Zainal Zulfian `B Aritonang, Anthoni