Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

A Aktivitas Antioksidan Dan Evaluasi Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urban) Sebagai Anti Aging Permatasari, Dhea Indah; Audina, Mia; Aryzki, Saftia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.410

Abstract

Background: Excessive exposure to sunlight can cause damage to the skin and accelerate the aging process. Therefore, the use of natural antioxidants from plants, such as pegaganleaves, in the form of a gel, can be a solution to protect the skin from damage caused by sun exposure and free radicals. Objective: Understanding the influence of varying concentrations of pegagan leaf extract (Centella asiatica (L.) Urban) on the physical evaluation and antioxidant activity of an anti-aging gel formulation. Methods: This study employed a laboratory experimental method called the one-shot case study. A gel formulation was created with variations in concentrations of pegaganleaf extract as the active ingredient, namely 5%, 10%, and 15%. Results: The influence of variations in concentrations of pegaganleaf extract (Centella asiatica (L.) Urban) on the physical evaluation of the gel, including pH testing, and the antioxidant activity in the gel formulation is highly significant. Conclusion: The research results indicate that variations in the concentration of ethanol extract from pegaganleaves in the anti-aging gel formulation affect the physical evaluation results in terms of pH testing. These variations in the concentration of ethanol extract from pegagan in the anti-aging gel formulation also impact the antioxidant activity results.
E Efektivitas Pemberian Edukasi Dengan Metode Focus Group Discussion (FGD) Menggunakan Media Audio-Visual Terhadap Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Di Desa Kresik Bura Mursidah, Diana Aulia; Saputri, Rina; Aryzki, Saftia; Syamsu, Erlina
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.426

Abstract

Background: Irrational use of antibiotics can lead to therapy failure and the risk of resistance. One of the factors that influence the use of antibiotics is knowledge that can be increased by providing education. The FGD method aims to explore more specific issues related to the topics discussed. Education with audio-visual media facilitates the delivery of information and is more easily accepted by the public. Objective: To analyze the effectiveness of providing education using the Focus Group Discussion (FGD) method using audio-visual media on the rationality of using antibiotics in the people of Kresik Bura Village Method: True experimental with pretest posttest control group design. The sampling technique used was stratified random sampling with a total sample of 100 respondents. This research was conducted in Kersik Bura Village in June 2023-July 2023. Results: The results of the rationality of using antibiotics before education with a rational result of 40%, after being given education there was an increase to 72%. The results of the Wilcoxon test in the control group were 0.180 and in the experimental group 0.000. The results of the Mann-Whitney test obtained a p-value of 0.000. Conclusion: Providing education using the FGD method using audio-visual media is effective in increasing the rationality of using antibiotics.
P Profil Senyawa Alkaloid Dengan Metode Spektroskopi Inframerah (FTIR) Dan Penetapan Kadar Total Alkaloid Dari Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .L) Gamah, Gamah; Nastiti, Kunti; Aryzki, Saftia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.476

Abstract

Background: Jatropha curcas leaves (Jarropha Curcas L.) is a plant that has potential medicinal properties. Empirically, Jatropha leaves (Jarropha Curcas L.) are used by the people of South Kalimantan to expedite the delivery process. One of the compounds that have pharmacological properties in Jatropha curcas leaves is alkaloids. Objective: Knowing the alkaloid compounds using infrared spectroscopy (FTIR) and determining the total alkaloid content of jatropha leaf extract (Jatropha Curcas L) leaf extract. Methods: This study used descriptive qualitative analysis to identify alkaloid functional groups from FTIR results and quantitative analysis to determine total alkaloid content. Results: Preliminary test results using thin layer chromatography on Jatropha curcas leaves (Jatropha Curcas.L) were positive for containing alkaloid compounds. The FTIR results showed that there was an alkaloid compound content in the presence of functional groups which were obtained C-H, C=O, C-O, N-H and aromatic C-H which are characteristics of alkaloid compounds and the total alkaloid content was obtained 5,645 % (g/5g). Conclusion: Jatropha curcas leaf extract (Jatropha curcas L) using FTIR analysis showed the content of alkaloid compounds and the total alkaloid content obtained was 5,645 % (g/5g).    
Monitoring Efek Samping Obat Antihipertensi Di Puskesmas Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Trisia, Trisia; Kurniawati, Darini; Nastiti, Kunti; Aryzki, Saftia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.720

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah mengalami peningkatan dari keadaan normal atau mencapai 140/90 mmHg. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mengalami peningkatan, terutama di Kalimantan Selatan. Penggunaan obat antihipertensi diperlukan untuk mengontrol tekanan darah dan digunakan dalam jangka panjang, namun tidak jarang menimbulkan efek samping yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Maka diperlukan monitoring efek samping obat untuk memantau reaksi tidak diinginkan setelah pemberian obat. Tujuan:  Untuk mengidentifikasi karakteristik pasien yang mengalami efek samping dan mengidentifikasi kejadian efek samping obat antihipertensi. Metode:  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik pusposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan lembar observasional berupa kuesioner. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 56-65 tahun (36,08%), jenis kelamin perempuan (55,70%), pendidikan SD (36,72%) dan bekerja sebagai petani (36,70%). Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Captopril tunggal (44,30%) dan terdapat 110 responden (69,62%) yang mengalami efek samping obat berupa batuk kering (47,27), bengkak (23,63%), pusing (16,36%) dan gatal (12,72%). Simpulan:  Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dari 158 responden, 110 melaporkan mengalami efek samping obat. Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah batuk kering, bengkak, pusing dan gatal.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ulkus Diabetikum Rawat Jalan Di RSUD Ulin Banjarmasin Sindi Kornelia; Mukti, Yusuf Anggoro; Aryzki, Saftia; Salwati, Salwati
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.725

Abstract

Latar Belakang: Ulkus diabetikum adalah komplikasi pasien diabetes melitus yang ditandai dengan luka kronis di kaki yang sulit sembuh, akibat kerusakan saraf dan gangguan alir darah. Resistensi antibiotik terjadi akibat penggunaan yang tidak tepat dan meningkatkan resiko amputasi menjadi masalah signifikan pada penanganan ulkus diabetikum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetikum rawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2023. Metode: Metode penelitian ini obsrvasional deskriftif secara kuantitatif dan kualitatif, diambil secara retrospektif data rekam medis, populasi dan sampel adalah pasien rawat jalan ulkus diabetikum di RSUD Ulin sebanyak 100 sampel. Hasil: Berdasarkan penelitian hasil pada 100 sampel evaluasi metode ATC/DDD dengan total penggunaan antibiotik sebanyak 978,66 DDD/100, antibiotik tertinggi yaitu Cefixim (41,429%) dan antibiotik terendah yaitu Metrodinazole (20,417%). Antibiotik yang termasuk segmen 90% yaitu Cotrimoxazole (36,13%), Cefixim (34,75%), dan Ciprofloxacin (11,18%), sedangkan segmen 10% yaitu Clindamycin (9,54%) dan Metrodinazole (8,41%). Evaluasi metode Gyssens diperoleh kategori 0 sebanyak 40 pasien, kategori I sebanyak 33 pasien, kategori IVA sebanyak 27 pasien. Hasil uji chi square analisis Fisher’s Exact Test kategori Gyssens dengan nilai sig. 0.000<0.05 dan pada penggunaan antibiotik Cefixim, Clindamycin, Ciprofloxacin, Cotrimoxazole, dan Metrodinazole dengan nilai sig. 0.000<0.05. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian penggunaan antibiotik secara kuantitaif dan kualitatif pasien ulkus diabetikum dapat di simpulkan bahwa kuantitas penggunaan antibiotik melebihi standar WHO berpotensi terjadinya resistensi, dan kualitas penggunaan antibiotik pasien ulkus diabetikum rasionalitas dan empiris, dan tidak terdapat hubungan penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetikum rawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin.
FORMULASI DAN EVALUASI KARAKTERISTIK MUTU FISIK SEDIAAN MASKER PEEL-OFF EKSTRAK BAJAKAH TAMPALA (SPATHOLOBUS LITTORALIS HASSK.) Ayuchecaria, Noverda; Aryzki, Saftia; Sari, Anna Khumaira
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2 No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i01.3102

Abstract

Antioksidan topikal banyak digunakan untuk mencegah penuaan dan radiasi sinar UV yang menyebabkan kerusakan kulit, kulit mengkerut dan erythema. Salah satu tumbuhan yang mengandung antioksidan alami adalah bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.). Bajakah tampala mengandung senyawa metabolit sekunder berupa tanin, fenol, steroid, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Senyawa-senyawa ini telah terbukti memiliki daya proteksi terhadap sinar UV, menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan DNA. Antioksidan alami dapat diformulasikan sebagai bahan aktif dalam sediaan-sediaan kosmetik salah satunya adalah sediaan masker gel peel-off. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan masker gel peel-off dari ekstrak bajakah tampala dan mengevaluasi karakteristik mutu fisiknya. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang terdiri dari pembuatan ekstrak bajakah tampala dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Masker gel peel-off dibuat menjadi 4 formulasi yaitu Formula A, B, C dan D. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji waktu mengering dan uji daya sebar. Hasil menunjukan semua formula homogen dan tidak terjadi perubahan organoleptis setelah 14 hari. Rentang pH masker gel peel off yaitu 5,9 – 6,2 yang memenuhi syarat pH kulit. Rentang rentang uji waktu mengering adalah 15 – 17 menit serta diameter daya sebar berkisar antara 3-5,7 cm. Kesimpulan penelitian ini adalah masker gel peel-off ekstrak bajakah tampala (Spatholobus Littoralis Hassk.) dengan komposisi Formula D memenuhi persyaratan uji karakteristik mutu fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, waktu mengering dan daya sebar.
Edukasi Pengolahan Rebusan Daun Salam Untuk Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Sungai Baru Kota Banjarmasin [Edukasi Pengolahan Rebusan Daun Salam Untuk Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Sungai Baru Kota Banjarmasin] Aryzki, Saftia; Noval, Noval; Mubarak, Jaki; Sadlia, Fitri; Sien, Lim Lie; Pramadiyani, Naurinnissa; Nabila, Regina Syifa; Limah, Siti Sali
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261325

Abstract

Abstract. Hypertension is a very important condition in all areas that can cause heart disease and stroke. Hypertension is a very important problem because we often do not realize it. Bay leaves contain tannins to relax the muscles in the arteries that can contain flavonoids have effects namely vasodilation, antiplatelet and anticoagulant due to oxidation that can reduce systole and diastole and improve body organs. The method used in this community service is a case study method by conducting a survey first to the Sungai Baru community environment to determine disease patterns in Sungai Baru using a questionnaire. The target for this community service activity is mothers aged 25-65 years. Abstrak. Hipertensi merupakan kondisi yang sangat penting di semua wilayah karena dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Hipertensi menjadi masalah yang sangat penting karena seringkali kita tidak menyadarinya. Daun salam mengandung tanin yang dapat merelaksasi otot pada arteri dan juga mengandung flavonoid yang memiliki efek vasodilatasi, antiplatelet, dan antikoagulan akibat oksidasi yang dapat menurunkan tekanan sistolik dan diastolik serta memperbaiki organ tubuh. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode studi kasus dengan melakukan survei terlebih dahulu ke lingkungan masyarakat Sungai Baru untuk mengetahui pola penyakit di Sungai Baru menggunakan kuesioner. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu berusia 25-65 tahun.
Activity of Manau Rattan (Calamus manan) Seeds Extract on Reducing Blood Glucose Levels of Male Swiss Webster Mice Komaliya, Risyda; Aryzki, Saftia; Montella, Clara; Norlita, Devi; Mubarak, Jaki
Berkala Kedokteran Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v21i2.24967

Abstract

Diabetes mellitus is a degenerative disease characterized by high blood sugar levels caused by disturbances in insulin secretion in the body. One alternative in dealing with diabetes mellitus is traditional medicine using natural ingredients. One of the plants that has the potential to have anti-diabetic activity is the Manau Rattan Seed (Calamus manan). This study aims to determine the decrease in blood glucose levels of Swiss Webster male white mice using the experimental method with the glucose tolerance method. The test animals were divided into seven groups, namely group I being a negative control given glucose 2 g/Kg BW, groups II and III being positive controls each given metformin at a dose of 1.3 mg/Kg BW, and glibenclamide at a dose of 0 .65 mg/Kg BW, and groups IV, V, VI and VII became the test material from manau rattan seed extract with respective levels of 100 mg/Kg BW, 200 mg/Kg BW, 300 mg/Kg BW, and 400 mg/Kg BW. Based on the results of the data, the percentage of decreased blood glucose levels (%) showed that the best reduction in glucose levels was in group III (glibenclamide) with an average yield of 41.95%. Parametric analysis used One Way ANOVA with a significance value of >0.05, namely 0.431, so there was no significant difference.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Tifoid Rawat Inap di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin dengan Metode Gyssens dan ATC/DDD Dewi, Antung Sinta; Aryzki, Saftia; Nastiti, Kunti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5021

Abstract

Typhoid is a gastrointestinal infection caused by Salmonella typhi. The disease is transmitted through contaminated food and beverages and can spread from infected individuals. Symptoms typically appear 1–3 weeks after exposure and include high fever, malaise, headache, constipation, diarrhea, and enlargement of the liver and spleen. At a hospital in South Kalimantan in 2022, 80% on cases of typhoid treatment can use antibiotics. One study showed resistance of salmonella typhi to antibiotics such as ampicillin, amoxicillin, and chloramphenicol. To evaluate the use of antibiotics both quantitatively using the ATC/DDD methods and qualitatively using the Gyssens methods for hospitalized typhoid patients at Ulin Regional Hospital, Banjarmasin, in 2024. This study uses quantitative data with the Gyssens method and qualitative data with the ATC/DDD method in typhoid patients. The research was conducted over one month, from June to July 2025, at Ulin Hospital Banjarmasin the Sample 7. Quantitative evaluation showed a total of 488,93 DDD/100 patient-days with DU 90% analysis. Qualitative evaluation using the Gyssens method indicated that 71.42% of antibiotic use was rational. Ampicillin was categorized as IVa (1 patient), a combination of Metronidazole, Ceftazidime, and Cefixime was categorized as IVa (1 patient), and five patients receiving combination therapy fell under category 0 (rational). The majority of antibiotic use was considered rational. Antibiotic use in hospitalized typhoid patients at Ulin General Hospital Banjarmasin in 2024 was largely rational.
Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees) dan Daun Meniran (Phyllanthus niruni L.): Antioxidant Activity of the Combination of Ethanol Extract of Sambiloto Leaves (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees) and Meniran Leaves (Phyllanthus niruni L.) Puspita, Melinda Dian; Nastiti, Kunti; Aryzki, Saftia; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12003

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat dan lingkungan yang buruk dapat mengakibatkan kekebalan tubuh tidak mampu menghadapi radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itu maka diperlukannya suatu antioksidan untuk menangkalnya, antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mecegah terjadinya radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Contoh tanaman obat tradisional di Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan adalah tanaman sambiloto dan tanaman meniran. Kedua tanaman tersebut jika dikombinasikan mempunyai potensi farmakologi yang lebih besar dan saling melengkapi. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang paling optimal pada kombinasi ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees.) dan daun meniran (Phyllanthus niruri L.). Penelitian dilakukan di Labolatorium Kimia Universitas Sari Mulia, pada bulan November 2023-Juli 2024. Dilakukan pengumpulan duan sambiloto dan daun meniran, pembuatan ekstrak kental, kemudian setelah itu dilakukan skrining Fitokimia dengan reaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan ekstrak kombinasi 1:1; 1:2 dan 1:3. Data di analisis dengan menggunakan One Way ANOVA. Nilai aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun sambiloto dan daun meniran yg paling optimal terletak pada perbandingan sambiloto: meniran (1:2) dengan hasil nilai IC50 6,19 ppm. Nilai aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun sambiloto dan daun meniran yg paling optimal terletak pada perbandingan sambiloto: meniran (1:2) dengan hasil nilai IC50 6,19 ppm.
Co-Authors Abdi, Muhammad Mahendra Adhea Martin, Muhammad Agustina, Ani Aisyah, Noor Ali Rakhman Hakim Amanda, Era Dea Andriani, Dwi Ika Anggoro Mukti, Yusuf Anna Khumaira Sari Anugrahni, Chindy Monica Ariani, Malisa Astuti, Puspita Aulia, Yunita Ayuchecaria, Noverda Darman, Aprilino Saputra Dewi, Antung Sinta Donaretsi, Olga Nathania Eka Kumalasari Elisa, Audiya Febriani, Carolina Febrianti, Dwi Rizki Fitriyadi Frambudi, M. Noval Gaghauna, Eirene E. M. Gamah, Gamah Gunawan, Zellin Eldina Henno, Mei Humaira, Muhammad Nurridho Alfian Husna, Hafizatul Hutami, Hesti Ida Ayu Putu Sri Widnyani Intan Intan Karelius, Karelius Khadijah, Maulida Komaliya, Risyda Kristiani, Windilla Kurniawati, Darini Kusuma, Citra Agustiani Laili, Rofiatul Lilis Rosmainar Limah, Siti Sali Maharatini, Mei Eklesia Malahayati, Siti Mara, Ignatius Ronaldy Marliani, Siti Mawarid, Muhammad Taufiq Fawwaz Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Monica, Chindy Montella, Clara Mubarak, Jaki Mukti, Yusuf Anggoro Mursidah, Diana Aulia Mustaqimah Mustaqimah Nabila, Regina Syifa Nastiti, Kunti Nata Asi, Seva Bela Niah, Rakhmadhan Norliani, Rahma Norlita, Devi Noval Noval Nur Hidayah Octaviani, Via Okvianingsih, Arum Dwi Permatasari, Dhea Indah Pramadiyani, Naurinnissa Pratiwi, Sinta Puspita, Melinda Dian Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Qibtiyah, Mariatul Rabiatul Adawiyah Rahayu, Eria Wienty Rahmadani Rahmadani Rahmadhania, Eka Rahmawati, Shinta Ramadhan, Novalina Rossa Ramadhani, Alya Ramadina, Najwa Rina Safitri Rina Saputri Rini, Ilma Widya Riza Alfian Rohama, Rohama Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Sadlia, Fitri Saftia Aryzki Salsabila, Shofa Tsuraya Salwati, Salwati Septianto, Gemilang Setia Budi Sien, Lim Lie Sindi Kornelia Siti Rahmawati Sudarya, Maharani Fitria Syamsu, Erlina Syamu, Erlina Trisia, Trisia Uljanati, Khairi Utomo, Yudha Wahyusari, Besty Yanti Yanti Yesika, Yesika Yuwindry, Iwan Zhafirah, Nurul