Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Komunikasi dalam Membangun Citra Perusahaan Berkelanjutan (Studi Kasus Corporate Secretary Pertamina NRE) Moureen Keisya Natania; Wulan Purnama Sari
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36450

Abstract

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), as a renewable energy subholding, requires a well-directed communication strategy to strengthen its sustainable corporate image. This study aims to describe the communication strategy of the Corporate Secretary of Pertamina NRE in building a sustainability-oriented image, as well as to understand the message design, channel selection, and stakeholder management implemented. The research employs corporate communication, corporate secretary, public relations, and corporate image theories as the analytical framework. The method used is descriptive qualitative through in-depth interviews with four informants from the Corporate Secretary division of Pertamina NRE. The results indicate that the communication strategy is structured through the Strategic Communication Framework as an annual guideline for directing ESG messages and the clean energy transition, coordinated with various relevant parties within Pertamina NRE. Implementation is carried out through media communication, stakeholder management, and CID programs. Challenges such as cross-unit coordination and data verification needs are addressed through regular evaluations and strengthened internal communication. Overall, the Corporate Secretary’s strategy contributes to shaping a credible and sustainability-oriented corporate image.   Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) sebagai subholding energi terbarukan memerlukan strategi komunikasi yang terarah untuk memperkuat citra perusahaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi Corporate Secretary Pertamina NRE dalam membangun citra keberlanjutan, serta memahami perancangan pesan, pemilihan kanal, dan pengelolaan pemangku kepentingan yang dilakukan. Penelitian menggunakan teori corporate communication, corporate secretary, public relations, dan citra perusahaan sebagai landasan analisis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan empat informan dari divisi Corporate Secretary Pertamina NRE. Hasil menunjukkan bahwa strategi komunikasi disusun melalui Payung Komunikasi Strategi sebagai pedoman tahunan dalam mengarahkan pesan ESG dan transisi energi bersih, dikoordinasikan dengan berbagai pihak yang berkepentingan di Pertamina NRE. Implementasi dilakukan melalui media komunikasi, stakeholder management, dan program CID. Tantangan seperti koordinasi lintas unit dan kebutuhan verifikasi data diatasi melalui evaluasi berkala dan penguatan komunikasi internal. Secara keseluruhan, strategi Corporate Secretary berkontribusi dalam membentuk citra perusahaan yang kredibel dan berorientasi keberlanjutan.
Analisis Regresi E-WOM oleh Affiliator TikTok terhadap Purchase Intention Alamii Food Michelle Augustine; Wulan Purnama Sari; Lydia Irena
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37201

Abstract

TikTok has solidified its position as a leading social media platform, boasting 184.95 million active users in Indonesia. Its TikTok Affiliate feature enables creators to promote products via videos with yellow shopping carts, generating Electronic Word-of-Mouth (E-WOM) that influences consumer purchase decisions. This study employs the Theory of Reasoned Action (TRA) and Information Adoption Model (IAM) to examine how E-WOM from TikTok affiliator affects purchase intention for Alamii Food products. Using a quantitative approach, data were collected through surveys from 130 respondents exposed to affiliate content and analyzed with Partial Least Square (SmartPLS). The results demonstrate a significant positive influence of E-WOM on purchase intention (T-statistic = 26.657, p-value = 0.000), with E-WOM explaining 69.0% of the variance in purchase intention (R-Square = 0.690) and the model showing strong predictive power (Q-Square = 0.415). The findings confirm that proactive collaboration with affiliates through product seeding effectively builds E-WOM that enhances purchase intention. Therefore, businesses are advised to actively partner with TikTok affiliator to optimize their digital marketing communication strategies. TikTok telah berkembang menjadi platform media sosial terbesar kelima di dunia, dengan 184,95 juta pengguna aktif di Indonesia. Fitur TikTok Affiliate memungkinkan kreator mempromosikan produk melalui video berkeranjang kuning, membentuk Electronic Word-of-Mouth (E-WOM) yang berpotensi memengaruhi minat beli audiens. Penelitian ini menggunakan Theory of Reasoned Action (TRA) dan Information Adoption Model (IAM) untuk memahami bagaimana sikap, norma subjektif, serta kualitas dan kredibilitas informasi dari E-WOM affiliator TikTok dapat memengaruhi niat beli audiens. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis regresi sederhana diterapkan pada 130 responden yang terpapar konten affiliator, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square (SmartPLS) dengan pengujian reliabilitas, validitas, R-Square, Q-Square, dan bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-WOM berpengaruh signifikan dan positif terhadap purchase intention dengan nilai T-statistic 26,657 dan p-value 0,000. Variabel E-WOM mampu menjelaskan 69,0% variasi purchase intention (R-Square = 0,690), sementara nilai Q-Square sebesar 0,415 mengindikasikan model memiliki daya prediksi kuat. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa strategi kolaborasi aktif dengan affiliator melalui product seeding efektif membangun E-WOM yang berdampak pada peningkatan minat beli. Implikasinya, pelaku usaha disarankan secara proaktif menjalin kemitraan dengan affiliator untuk mengoptimalkan komunikasi pemasaran digital.
Komunikasi Interpersonal dalam Perspektif Teori Negosiasi Wajah: Studi pada Rumah Tangga Pasangan Muda Christin Kurniawati Ruki; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.36256

Abstract

When entering the early stages of marriage, couples often lack sufficient experience in managing conflict, so negotiating skills to maintain harmony are crucial. This study aims to analyze the strategies young couples use to negotiate face in dealing with marital conflict. This study uses the concept of facework from Brown and Levinson, which was later developed by Ting-Toomey into Face Negotiation Theory, which explains that each individual strives to maintain, protect, and restore their face through certain communication styles. To understand the dynamics of marital relationships, this study also uses the patterns of marital relationships in the household proposed by Subiyanto, namely property owner, head complement, senior junior partner, and equal partner. The research method used is a qualitative approach with in-depth interviews with young couples with marriages under five years old. The results show that face negotiation occurs in various forms of conflict influenced by relationship patterns, communication experiences, and cultural values. Couples with an equal partner pattern tend to demonstrate more open and mutually supportive communication compared to other more hierarchical patterns that show a tendency to dominate in maintaining personal face. Ketika memasuki fase awal pernikahan, pasangan sering kali belum memiliki pengalaman yang memadai dalam mengelola pertentangan, sehingga kemampuan bernegosiasi untuk menjaga keharmonisan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pasangan muda menegosiasikan wajah dalam menghadapi konflik rumah tangga. Penelitian ini menggunakan konsep facework dari Brown dan Levinson yang kemudian dikembangkan oleh Ting-Toomey menjadi Face Negotiation Theory, yang menjelaskan bahwa setiap individu berusaha mempertahankan, melindungi, dan memulihkan wajahnya melalui gaya komunikasi tertentu. Untuk memahami dinamika dalam hubungan rumah tangga penelitian ini juga menggunakan pola hubungan suami istri dalam rumah tangga yang dikemukakan oleh Subiyanto, yaitu owner property, head complement, senior junior partner, dan equal partner. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada pasangan muda dengan usia pernikahan di bawah lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiasi wajah terjadi dalam berbagai bentuk konflik yang dipengaruhi oleh pola relasi, pengalaman komunikasi, serta nilai budaya, pasangan dengan pola equal partner cenderung menunjukkan komunikasi yang lebih terbuka dan saling mendukung di bandingkan pola lain yang lebih hierarkis menunjukkan kecenderungan dominasi dalam mempertahankan wajah pribadi.
Dinamika Komunikasi Internasional Anak Pasca Perselingkuhan Orang Tua Artika Naila Vania; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol. 10 No. 1 (2026): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v10i1.37137

Abstract

The family is the foundation for child development, because it is in this environment that children first learn values, norms, and behavior patterns before interacting more widely at school and in society. When family functions weaken due to prolonged conflict, relationships that are no longer harmonious, or the inability of couples to adapt, the risk of divorce becomes higher. The study aims to describe changes in children's interpersonal communication patterns after divorce due to infidelity. The research uses a qualitative descriptive method with interviews, observations, and literature studies such as books, journals, and previous research. The results show that divorce due to infidelity triggers a significant shift in communication between children and parents. A phenomenon of realignment of relationships occurs, where emotional closeness shifts to figures who are considered safer and more supportive. Interactions that were previously warm become more infrequent, rigid, and distant, especially towards the parent who committed adultery, who is seen as a source of emotional discomfort. The restoration of communication is greatly influenced by emotional support from the non-adulterous parent and the immediate environment, such as peers, extended family, or teachers who provide a safe space to express feelings and emotional balance. Keluarga menjadi fondasi awal bagi perkembangan anak, sebab di lingkungan inilah anak pertama kali mempelajari nilai, norma, dan pola perilaku sebelum berinteraksi lebih luas di sekolah dan masyarakat. Ketika fungsi-fungsi keluarga melemah akibat konflik berkepanjangan, hubungan yang tidak lagi harmonis, atau ketidakmampuan pasangan beradaptasi, risiko terjadinya perceraian menjadi lebih tinggi. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan perubahan pola komunikasi interpersonal anak setelah perceraian akibat perselingkuhan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi serta studi literatur seperti buku, jurnal, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian karena perselingkuhan memicu pergeseran signifikan dalam komunikasi anak dan orang tua. Terjadi fenomena realignment relasi, di mana kedekatan emosional berpindah kepada figur yang dianggap lebih aman dan suportif. Interaksi yang sebelumnya hangat bergeser menjadi lebih jarang, kaku, dan berjarak, terutama terhadap orang tua pelaku perselingkuhan yang dipandang sebagai sumber ketidaknyamanan emosional. Pemulihan komunikasi sangat dipengaruhi oleh dukungan emosional dari orang tua non-pelaku serta lingkungan terdekat seperti teman sebaya, keluarga besar, atau guru yang menyediakan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan dan keseimbangan emosionalnya.
Social Media Sentiment Analysis: Public Opinion on Yogyakarta Tourism Wulan Purnama Sari; Nadia Ayu Rahma Lestari; Atwar Bajari; Hanny Hafiar; Puji Lestari
Mediakita Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Fakultas Usluhuddin dan Dakwah UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mediakita.v10i1.2939

Abstract

Social media has become an essential influence in the digital era, as it is today. Various parties, ranging from individuals and institutions, have accounts for multiple purposes. Thus, measuring social media use is essential for assessing its success, including in the tourism sector. Tourism in the digital era uses social media to shape public opinion and attract tourists. On that basis, this study aims to explain and analyze the results of measuring social media sentiment on public opinion of Yogyakarta tourism. The concept of public opinion is used in the study to measure the views of the digital community regarding tourism in Yogyakarta, one of Indonesia’s leading tourist destinations. This study was conducted using a quantitative approach using Brand24 to measure social media sentiment. The results of the study show that sentiment on social media is neutral, indicating that information related to Yogyakarta tourism is objective, with the most reach on TikTok.
Analisis Penerapan E-Government dan Perubahan Interaksi Sosial setelah Mediatisasi di Desa Karang Bajo, Lombok Wulan Purnama Sari
Jurnal The Messenger Vol. 9 No. 2 (2017): July-December
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v9i2.457

Abstract

In Indonesia, the digital era is not only brings difference for people residing in urban areas, but also in rural areas that do not have adequate access in terms of resources. As one example is a village in the province of Lombok named Karang Bajo. Karang Bajo village apply it s government with the use of technology and new media, in other words Karang Bajo Village has introduced a system of E-Government. This is in line with the concept mediatization which can be interpreted as the most important concepts to understand the importance of the media on culture and society. The study was conducted using a qualitative approach and case study method. The results from this research is E-Government applied in Karang Bajo village is still in the billboards stage with primaly puspose because constitution UU No. 6 (2014). The presence of E-Government didn t bring any changes in society s social interaction.
Co-Authors A , Tyas Martika Abner lumika Arung Ai Ping Teoh Aldi Nirjana Alexandra Virginia Alyya Siddiqa, Alyya Amalia, Tasya Syawa Amesz, Mutiara Fransisca Andi Setiawan Andrea, Dika Aqila, Mu’Amar Zaki Archie Gredyon Arrafi, Muhamad Iman Artika Naila Vania Atwar Bajari Audrey Sugito Augustine, Michelle Auliya, Puri Ben Thiodanu Budi Utami Cahyani, Regita Emelia Carolina, Alexandra Carolina, Christine Vonny Catherine Dwitama Shan Catherine Gisela Chandra Ronaldo Chang, Keysha Abigail Christabella, Marvelyn Christin Kurniawati Ruki Christina Christina Christine Natalia Chandra Christine Vonny Carolina Cindy Cindy Claribel Halim Claribel Halim Clarisa Tan Clemens Clemens Daniel Kurniawan Harijanto Devita Novelia Dewi Dewi DF, Filia Klarasinta Dionisius Kevin Doddy Salman Edsel, Audric Eko Harry Susanto Elvi Valentina Enzo Scifo Jauwinata Evelyn Thelia Farid Fatmoko, Adlim Dwi Febi Yola Felicia Masali Felisia Ferina, Sheren Fiona CH Bernadett Fitria, Khofifah Habibah Fransisca Graciela M B Fransisca Kristy Franslie, Reynaldo Frinico Alfian Friscilla Purnama Sari Gavrila, Sherina Grace Nathasya Graceica Octavia Haikal, Faldie Muhamad Hanny Hafiar Hardja, Diovanny Helen, Helen Heru Chandra Litmanen Hetty Karunia Tunjungsari Hidayat, Angel Hokky Putra Pangestu Hutomo Rio Pangesthio Ibanez Vienoza Ngan Ihsan, Zainur Irena, Lydia Ivan Surya Ivander Stefanus Jason Subandi Jennifer Jennifer Jennifer Lauren Jesselyn, Eunike Jessica Febriani Thoeng Jessyca Indra Joko Susilo Jonathan, Maureen Julianto, Irwan Dwi Junaidi Diharyo Karina Wongso KENI KENI Kezia Stephanie Halim Khairunnisa, Julia Khang, Helen Lady Ta, Yesha Lestari, Puji Lestari, Saodah Dwi Lie, Michelle Lioni Lioni Lulu Ferent Lusia Savitri Setyo Utami Maulana, Muhammad Irfan Mei Ie Messy Stella Fabiola Michelle Augustine Michelle Jennifer Michelle, Laurencia Mita Restinia Morisca Morisca Moureen Keisya Natania Myesha Adira Nada, Na Quita Nadia Ayu Rahma Lestari Nigar Pandrianto Nikita, Moira Nirwasita, Wulan Novianty, Melinda Nurtami Soedarsono Paramita, Sinta Pearlees Tjoeng Pesik, Vanessa Thabita Regina Phillip, Olivia Yuriko Prulicia Maharani Nitami PUJI LESTARI Putra, Kiki Pradana Putra, Rio Sanjaya Putri, Aneesa Joenice Qonitha Risky Queennie Millendian Rahmawati, Dea Indi Ravinazan, Ravinazan Reginald Gusli Reniati Reniati Rheza Alfredo Bunyamin Ria Puspitawati Rianty, Fety Fajar Ridwan, Salwa Salsabilla Rika Rachmawati Riris Loisa Risky, Qonitha Riwanda, Josephine Kayla Rizky Ferdy Rizky, Fitri Nur Romi Ferdian Rosario, Fernando Roswita Oktavianti, Roswita Ruth Ambar Santoso, Maria Regina Yanuarika Putri Sella Desember Selvina Suryanto Shafira Nusa Kusuma Shella Oskania Shella Shella shinta Octavia Shinta Octavia, Shinta Sinta Paramita Sinta Paramita Sri Wahyuni Stefany Stefany Stephanie Violita Chandra Sukendro, Gregorius Genep Suzy Azeharie Suzy Azeharie, Suzy Tanuwijaya, Rio Teuku Rezasyah Theja, Calista Takako Thing, Yi Tindaon, Elisabeth Indira Dameria Tomy Andreas Tracy Zagitania Tursilawati , Heri Tuwendi, William Alexander Vendy Octavian Verina Bellini Haryadi Vincent Vincent Viriyaputra, Kevin Vony Anatya William Pradipta Winduwati, Septia Winnie Agustina Wiraguna, Daniel Gabriel Yasir Hudzaifah Yeni Yeni Yoedtadi, M. Gafar Yohanes Yohanes Zhafirah Sholihah