p-Index From 2021 - 2026
6.332
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Al Himayah Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI YUSTISI Ensiklopedia of Journal Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu Menara Ilmu Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman ADHKI: Journal of Islamic Family Law Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam International Journal of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Islamic Circle Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Journal Of Human And Education (JAHE) Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Progressive of Cognitive and Ability Menara Pengabdian Jurnal Salingka Abdimas Jurnal Smart Hukum (JSH) Indonesian Research Journal on Education International Journal of Islamic Thought and Humanities Innovative: Journal Of Social Science Research TOFEDU: The Future of Education Journal Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan
Claim Missing Document
Check
Articles

Internasionalisasi Muhammadiyah Eliyadi, Eliyadi; Elhusein, Shofwan Karim; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Dahlan, Dasrizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi islam yang berdiri pada tahun 1912 di kampung Kauman Yogyakarta. Muhammadiyah didirikan oleh Muhammad Darwis yang lebih dikenal dengan KH. Ahmad Dahlan. Tujuan utama dari organisasi muhammadiyah pada mulanya yaitu untuk mengajak umat islam di Indonesia agar kembali pada ajaran islam yang sebenar-benarnya sesuai dengan al-qur’an dan hadits, bertempat di rumah KH. Ahmad Dahlan sebagai tempat berkumpul untuk mempelajari tentang agama islam, meskipun mendapat berbagai tantangan. Perkembangan Muhammadiyah sangat pesat dan meluas menjadi organisasi yang besar bergerak di berbagai bidang, seperti bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Muhammadiyah mendirikan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren muhammadiyah, rumah sakit dan klinik, perguruan tinggi, panti asuhan, masjid dan sebagainya. Besarnya kontribusi positif yang diberikan oleh muhammadiyah semakin berkembang, bahkan sampai ke luar negeri atau dengan istilah internasionalisasi muhammadiyah. Tujuan penelitian ini untuk menggali informasi tentang peran muhammadiyah dalam kancah internasional, dengan metode penelitian kepustakaan. Dari penelitian diketahui bahwa ada beberapa strategi dalam upaya internasionalisasi muhammadiyah, serta dampak dari internasionalisasi muhammadiyah.
The Reunion as a Catalyst for Divorce: A Case Study of the Padang Religious Court, Indonesia Halim, Syaflin; Asmaret, Desi; Mursal, Mursal; Daharis, Ade; Hebondri
Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Vol 11 No 2 (2024): Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan
Publisher : Hukum Keluarga Islam IAIN LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qadha.v11i2.9752

Abstract

The occurrence of reunions has been recognized as a contributing reason to the increasing divorce rates in Padang City, with evidence of infidelity frequently associated with these gatherings. This paper examines the research gap about the function of reunions in divorce proceedings within the Religious Court jurisdiction of Padang City. The main aim is to investigate the impact of Islamic legal principles on divorce cases prompted by considerations connected to reunion. The study use a descriptive qualitative methodology to collect empirical data from real-world examples for comprehensive examination. This research distinctly emphasizes the convergence of social activities, such reunions, with legal and theological contexts, providing innovative insights into their role in marital strife. The results suggest that reunions may serve as a catalyst for marital breakdown, especially when preexisting relational difficulties are present. Court proceedings frequently exhibit elevated emotional tension, with judges and legal practitioners crucially responsible for upholding civility. Mediation efforts are often impeded by mistrust arising from reunion situations. Nonetheless, the application of Islamic law principles, including the prevention of harm and the promotion of justice, provides fair resolutions for both parties while striving to uphold the sanctity of marriage when possible. This research enhances the debate by recognizing reunions as a distinct and consequential social catalyst in divorce cases and suggesting Islamic legal strategies to alleviate their effects. These findings offer a novel viewpoint for policymakers and legal professionals to tackle rising issues in family law.
Comprehensive Analysis of Al-Ahkam Al-Khomsah: Islamic Law Perspective and Contemporary Implementation Suhaimis, Suhaimis; Saifullah, Saifullah; Kamal, Tamrin; Asmaret, Desi; Julhadi, Julhadi
International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Vol. 5 No. 1 (2025): The International Journal of Education, Social Studies, and Management (IJESSM)
Publisher : LPPPIPublishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/ijessm.v5i1.600

Abstract

This journal article presents a comprehensive analysis of Al-Ahkam Al-Khomsah, a fundamental concept in Islamic jurisprudence that classifies actions into five legal categories: obligatory (wajib), recommended (mandub), permissible (mubah), disliked (makruh), and prohibited (haram). The study explores the traditional Islamic law perspective of these categories, which guide the ethical and legal conduct of Muslims. Additionally, the paper examines how these rulings are interpreted and applied in contemporary contexts, considering the challenges posed by globalization, technological advances, and social changes. The analysis highlights how Islamic scholars have adapted the understanding of Al-Ahkam Al-Khomsah to address modern issues, such as evolving social norms, new technological innovations, and legal systems. Through this exploration, the paper aims to provide a nuanced understanding of how Islamic law continues to shape both individual behavior and societal development in the modern world while remaining rooted in its classical principles. The findings underscore the dynamic nature of Islamic jurisprudence and its capacity to offer relevant guidance in addressing contemporary challenges.
MUHAMMADIYAH JAWA DAN LANDASAN KULTURAL UNTUK ISLAM BERKEMAJAUAN Anwar Pahutar, Agus; Karim Elhusein, Syofwan; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Yasrah Dalimunthe, Rahma
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 1 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i1.214-234

Abstract

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia, telah memainkan peran penting dalam pembentukan dan evolusi Islam di Jawa, Indonesia. Sejak didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta, Muhammadiyah telah berkomitmen pada misi memurnikan praktik Islam dengan menolak pengaruh tradisi lokal yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam murni. Organisasi ini mengadvokasi pendekatan berbasis teks suci, yaitu Al-Qur'an dan Hadis, dan menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial sebagai sarana untuk memajukan masyarakat. Dalam kajian ini, kami menyelidiki bagaimana Muhammadiyah berinteraksi dengan kultur Jawa, yang terkenal dengan kekayaan tradisi dan sinkretismenya. Kami menjelajahi tantangan dan strategi Muhammadiyah dalam mengadaptasi dan kadang-kadang menolak aspek-aspek tertentu dari budaya Jawa dalam upayanya untuk menegakkan versi Islam yang dianggap lebih 'murni'. Fokus utama dari penelitian ini adalah pada dinamika antara pemeliharaan identitas keagamaan dan kebutuhan adaptasi kultural, yang tercermin dalam pendekatan Muhammadiyah terhadap pendidikan, aktivisme sosial, dan partisipasi dalam politik lokal. Analisis ini juga membahas bagaimana Muhammadiyah berusaha menciptakan "Islam Berkemajuan", yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan modernitas dan responsif terhadap perubahan sosial. Dengan mengkaji peran Muhammadiyah di Jawa, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana organisasi keagamaan bisa mempengaruhi dan di pengaruhi oleh konteks kulturalnya, serta implikasinya terhadap pembentukan wajah Islam kontemporer di Indonesia. Kajian ini penting untuk memahami interaksi antara agama dan budaya dalam konteks pluralistik dan dinamis di Indonesia.
Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Kesadaran Hak- Hak Reproduksi Perempuan Usia Pra Nikah di Panti Asuhan 'Aisyiyah Kota Payakumbuh Asmaret, Desi; Halim, Syaflin; Prima, Rezi; Anggraini, Yuliza; Alvira, Selsa; Irfianda, Irfianda
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss2pp378-387

Abstract

The children of the 'Aisyiyah Payakumbuh Orphanage, in their teens, have never been equipped with knowledge about women's reproductive rights. Therefore, it is necessary to be given knowledge about the independence of reproductive rights to break the chain of stunting. This service aims to build awareness and empower orphanage children through the process of increasing awareness of reproductive rights that bring change (transformative) that is independent in maintaining their reproductive health in making the right decisions that are free from discrimination, coercion and violence. In particular, this PKM received a DRTPM grant from the Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Directorate General of Higher Education, Research, and Technology in the field of Community Empowerment in order to realize the Sustainable Development Goals (SDGs), namely a healthy and prosperous life by building partnerships. This service uses socialization, training and continuous cooperation methods to produce outputs in the form of articles in sinta indexed journals, recognition of student credits, publications in electronic mass media, uploading videos of activities on the university's youtube and PKM posters in HaKi kan as well as Cooperation and MoA agreements with the Family Law Study Program and the Faculty of Islamic Religion, University of Muhammadiyah West Sumatra for sustainable programs.
Legality and Implications of International Law on Cooperation between Indonesia and Norway in the Environmental Sector Judijanto, Loso; Asmaret, Desi; Ridwan, Agus Septima; Utomo, Bekti; Sahrul
Jurnal Smart Hukum (JSH) Vol. 3 No. 1 (2024): June-September
Publisher : Inovasi Pratama Internasional. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/jsh.v3i1.896

Abstract

The issue of environmental protection has become a significant concern in international relations, with numerous countries striving to preserve the environment through various initiatives. One such initiative is the conduct of international cooperation, which is implemented through a special program on the environment. This study seeks to ascertain the dynamics of the cooperation between Indonesia and Norway on environmental matters, with a particular focus on the Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) programme, which operated from 2017 to 2021. The objective of this initiative, which falls under the umbrella of environmental cooperation, is the reduction of greenhouse gas emissions resulting from deforestation and forest degradation. The REDD+ program is a funding mechanism designed to support initiatives aimed at mitigating greenhouse gas emissions resulting from deforestation and forest degradation. The methodology employed in this research entails the utilization of qualitative research techniques, namely descriptive analysis, to generate insights from the data collected. This study's theoretical approach is informed by the context of international cooperation, particularly the historical bilateral relationship between Indonesia and Norway. The results of this research indicate the implementation of cooperation between Indonesia and Norway in the environmental sector through the REDD + program between the years 2017 and 2021, which was met with a number of significant challenges. These included issues related to the protection of forests, delays in fulfilling cooperation requirements, and disagreements with indigenous peoples. Additionally, the study identifies the problem of the implementation of Result Based Payments by Norway and the termination of Indonesia-Norway REDD+ cooperation.
Muhammadiyah Berkemajuan: Najib Burhani Prespektif Anzalman, Anzalman; Elhusein, Shofwan Karim; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Dahlan, Dasrizal; Thaheransyah, Thaheransyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12709

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi konsep "Muhammadiyah Berkemajuan" sebagaimana dipahami oleh Najib Burhani, seorang akademisi terkemuka yang mendalami dinamika Muhammadiyah. Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, terus berusaha untuk memajukan masyarakat melalui berbagai bidang. Burhani menekankan bahwa "Muhammadiyah Berkemajuan" mencakup aspek pemikiran, praksis sosial, dan kontribusi global. Dalam hal pemikiran, Muhammadiyah diharapkan mengembangkan ide-ide yang inklusif, progresif, dan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari segi praksis sosial, organisasi ini berfokus pada inovasi dalam pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan program sosial lainnya. Selain itu, Burhani menyoroti pentingnya peran Muhammadiyah dalam dialog peradaban dan kerja sama internasional untuk menghadapi isu-isu global. Konsep ini mengajak Muhammadiyah untuk tetap relevan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa di tingkat lokal dan global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa "Muhammadiyah Berkemajuan" adalah paradigma yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan dinamika perubahan zaman, mendorong inovasi dan adaptasi dalam berbagai aspek kehidupan.
Muhammadiyah Minangkabau : Gerakan Ulama cum Pedagang Firdaus, Khairul; Ras Bumi, Hengki; Elhusein, Shofwan Karim; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13623

Abstract

Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan pada akhir abad ke-19 oleh KH Ahmad Dahlan. Dalam perkembangannya Muhammadiyah sejak berdirinkan sangat berkembangan dengan pesat yang pada awalnya Muhammadiyah hanya berkembangan di pulau jawa dan kebembang di seluruh Indonesia termasuk di Sumatera Barat yang di dirikan oleh Syekh Abdul Karim Abdullah pada tahun 1925 M di Maninjau. Pendirian Muhammadiyah merupakan respons terhadap kondisi sosial dan politik pada masanya, dengan tujuan utama untuk mengembangkan pendidikan, sosial, dan keagamaan masyarakat muslim. Dalam sejarah organiasasi di Indonesia Muhammadiayah mempunyai pengaruh yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Sumatera Barat. Jurnal ini membahas Perkembangan Muhammadiyah di Minang Kabau (Sumatera Barat), serta kontribusinya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, serta tantangan yang dihadapi di era modern.
Regenerasi Ulama Peran dan Kiprah Pesantren dalam Kader Ulama Firdaus, Khairul; Thaheransyah, Thaheransyah; Kamal, Tamrin; SA, Saifullah; Asmaret, Desi; Julhadi, Julhadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17832

Abstract

Regenerasi ulama adalah salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan Islam yang berkualitas. Dalam konteks Indonesia, keberadaan pendidikan formal dan nonformal, khususnya pesantren, memiliki peran krusial dalam mencetak ulama yang mampu menjawab tantangan zaman. Artikel ini membahas peran pendidikan formal (seperti PTI - Perguruan Tinggi Islam) dan pendidikan nonformal (seperti pesantren) dalam proses regenerasi ulama. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur, artikel ini mengidentifikasi pentingnya kedua bentuk pendidikan tersebut dalam membentuk karakter dan kapabilitas ulama muda, baik di tingkat lokal maupun global. Pendapat tokoh ulama, baik dalam maupun luar negeri, turut disertakan untuk memberikan wawasan lebih luas mengenai pentingnya regenerasi ini.
ISLAM BERKEMAJUAN : PERSPEKTIF HAIDAR NASIR Khudri, Nur Saadah; Elhusein, Shofwan Karim; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih detail tentang pemikiran Haidar Nasir sebagai Tokoh Muhammadiyah tentang Islam berkemajuan dimana konsep Islam berkemajuan ini menjadi core value yang dikembangkan oleh organisasi Muhammadiyah saat ini untuk menjawab perubahan sekaligus tantangan zaman. Islam berkemajuan ini dibangun dari semangat keberislaman yang dapat memberikan kebermanfaatan untuk semua umat, dan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dianalisis dengan penelitian keperpustakaan dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber buku, jurnal dan artikel ilmiah yang mempunyai relevansi dengan topik penelitian. Selanjutnya data-data temuan dianalisa secara deskriptif yang mencakup analisis literatur tentang pemikiran Islam berkemajuan menurut Haidar Nasir sehingga dapat membantu pembaca untuk memahami bahwa konsep Islam berkemajuan itu perlu dikembangkan dan diaplikasikan dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini menjelaskan Islam berkemajuan ini merupakan suatu konsep kebaharuan dalam mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Haidar Nasir menekankan bahwa untuk menjadi agama yang dapat memberikan manfaat kepada semua umat maka harus ada sebuah pemikiran yang lebih progresif dan inklusif dalam pelaksanaan ajaran Islam sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.