Claim Missing Document
Check
Articles

Membaca Sejak Dini: Kebiasaan Membaca di Kalangan Siswa Sekolah Dasar Iklima Lutfiah Hanum; Seni Apriliya; Resa Respati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3605

Abstract

Kebiasaan membaca merupakan perilaku literasi yang terbentuk melalui prroses bertahap dan tidak terjadi secara instan. Untuk menumbuhkan kebiasaan tersebut, sekolah melaksanakan berbagai strategi, salah satunya melalui program Duta Baca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pelaksanaan program Duta Baca dalam membentuk kebiasaan membaca siswa, yang ditinjau dari aspek frekuensi dan durasi membaca, ragam bacaan, strategi memperoleh bacaan, serta daya serap terhadap bacaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mixed methods dengan desain explanatory sequential. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, yang dilengkapi dengan observasi dan wawancara sebagai data pendukung. Subjek penelitian terdiri dari 38 siswa yang hadir pada saat pengambilan data dilakukan. Analasis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membaca siswa secara umum berada pada kategori sedang, dengan rincian: 33 siswa kategori sedang, 4 siswa kategori rendah, dan 1 orang siswa kategori tinggi. Setiap aspek kebiasaan membaca juga berada pada kategori sedang. Kesimpulannya, program Duta Baca cukup efektif dalam membentuk kebiasaan membaca siswa, meskipun sebagian siswa masih berada pada kategori sedang. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah memberikan penguatan program melalui pelatihan, dukungan, dan variasi literasi yang lebih menarik.
Pengembangan media card match untuk pembelajaran Aksara Sunda bagi siswa kelas V SD Yuda Andika Prayoga; Resa Respati; Dwi Alia
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i1.26228

Abstract

Abstract This study aims to develop an innovative learning medium in the form of card match for teaching Sundanese script within the local content curriculum of Sundanese Language. The novelty of this media lies in its specific focus on Sundanese script, making it more relevant to local learning needs compared to the general applications of paired cards, which are often used for broader subjects. The research employs a Design-Based Research (DBR) method, involving iterative stages of design, development, and evaluation of the product. The final product was tested in field trials, where student responses indicated an eligibility rate of 88%, suggesting the media’s high suitability as a learning aid. The findings show that a focused approach to Sundanese script enhances the relevance and effectiveness of local content learning, thereby enriching students' learning experience of cultural heritage. This study’s results are expected to contribute significantly to the preservation of Sundanese script and provide an engaging, effective alternative learning media for students. Keyword: Sundanese Script, Card Match, Design-Based Research. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran inovatif berupa kartu berpasangan (card match) untuk materi aksara sunda dalam Muatan Lokal Bahasa Sunda. Kebaharuan media ini terletak pada fokusnya yang spesifik pada aksara sunda, sehingga lebih relevan dengan kebutuhan pembelajaran lokal dibandingkan aplikasi kartu berpasangan yang biasanya diterapkan pada materi yang lebih umum. Metode penelitian yang digunakan adalah Design-Based Research (DBR), yang melibatkan tahapan desain, pengembangan, dan evaluasi produk secara iteratif. Produk yang dihasilkan diuji melalui uji coba lapangan, di mana penilaian respons siswa menunjukkan persentase kelayakan sebesar 88%, yang mengindikasikan bahwa media ini sangat layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan terfokus pada aksara sunda dapat meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran Muatan Lokal, sehingga dapat memperkaya pengalaman belajar siswa terhadap warisan budaya daerah. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi penting dalam upaya pelestarian aksara Sunda serta memberikan alternatif media pembelajaran yang menarik dan efektif bagi siswa. Kata Kunci: Aksara Sunda, Card Match, Design-Based Research.
Analisis miskonsepsi siswa pada materi bunyi di kelas V Sekolah Dasar Denti Rahmawati; Ghullham Hadu; Resa Respati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i1.26843

Abstract

Miskonsepsi merupakan pemahaman yang tidak tepat tentang suatu konse, salah dalam menggunakan nama konsep, salah dalam mengklasifikasikan contoh-contoh konsep, kebingungan terhadap konsep-konsep yang berbeda, ketidakcocokan dalam menghubungkan berbagai konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miksonsepsi siswa kepada materi bunyi di kelas V SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas V SD Negeri Wangkelang III dengan jumlah siswa 26 dengan siswa laki-laki berjumlah 16 dan siswa perempuan berjumlah 10 Sebagai kelas yang akan digunakan untuk penelitian.. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data pada peneltian ini menggunakan 4 tahapan diantaranya: 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) Penyajian data, 4) Penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini yaitu miskonsepsi yang terjadi pada peserta didik keseluruhan dari 10 soal yang mempunyai miskonsepsi paling rendah adalah pada soal nomor 1 yaitu tentang menyebutkan sifat-sifat bunyi yang dipresentasekan dengan 88, 46% atau dari 26 peserta didik yang menjawab benar ada 24 peserta didik. Kemudian miskonsepsi paling tinggi yakni pada soal nomor 5 yakni mengelompokkan bunyi keras dan pelan dengan 17 peserta didik mengalami miskonsepsi yang dipresentasikan sebesar 57,69%.  
Hubungan pola asuh permisif dengan perkembangan psikososial peserta didik kelas V di Sekolah Dasar Elsa Lestari; Ahmad Mulyadiprana; Resa Respati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i1.26853

Abstract

Abstract This study aims to explore the relationship between permissive parenting and the psychosocial development of fifth-grade students at SDN Anaka. The research employs a correlational method with Spearman's test to measure the relationship between the independent variable (permissive parenting) and the dependent variable (psychosocial development). Data were collected using questionnaires distributed to 35 parents and students, selected through purposive sampling. The results indicate a significant and strong relationship between permissive parenting and psychosocial development, with a Spearman correlation coefficient of 0.946 at a 99% confidence level (p < 0.01). Linear regression analysis revealed that an increase of one unit in permissive parenting improves psychosocial development scores by 1.167 units. This study highlights the importance of appropriately applied permissive parenting in supporting children's psychosocial development, particularly in fostering responsibility, self-confidence, and tolerance. These findings provide insights for parents, educators, and policymakers to improve parenting strategies to optimize child development. Keywords: permissive parenting, psychosocial development, students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pola asuh permisif dengan perkembangan psikososial peserta didik kelas V di SDN Anaka. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan uji Spearman untuk mengukur hubungan antara variabel independen (pola asuh permisif) dan variabel dependen (perkembangan psikososial). Data diperoleh melalui angket yang diberikan kepada 35 orang tua dan peserta didik, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan perkembangan psikososial peserta didik, dengan koefisien korelasi sebesar 0,946 pada tingkat kepercayaan 99% (p < 0,01). Analisis regresi linear menunjukkan bahwa peningkatan satu unit pada pola asuh permisif dapat meningkatkan skor perkembangan psikososial sebesar 1,167 unit. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan pola asuh permisif secara tepat untuk mendukung perkembangan psikososial anak, khususnya pada aspek tanggung jawab, kepercayaan diri, dan toleransi. Hasil ini diharapkan menjadi panduan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan untuk memperbaiki strategi pengasuhan demi mendukung perkembangan anak secara optimal. Kata Kunci: pola asuh permisif, perkembangan psikososial, peserta didik.
Peningkatan Keterampilan Berbahasa Ekspresif Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Metode Bernyanyi di SPS Taam Annuur Deliya Banondari Sardona; Dian Indihadi; Resa Respati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3843

Abstract

AbstrakBahasa ekspresif adalah kemampuan yang dimiliki anak untuk mengungkapkan apa yang menjadi keinginannya. Menurut pendapat para pakar dapat disimpulkan bahwa bahasa ekspresif merupakan cara seorang anak untuk mengungkapkan perasaan, kata-kata, mimik, intonasi, gerakan dan keinginan secara sederhana namun bermakna untuk orang lain disekitar anak. Ditulisnya artikel ini bertujuan untuk dan mendeskripsikan tentang peningkatan keterampilan berbahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun di SPS Taam Annuur Kota Tasikmalaya. Peneliti menggunakan metode PTK dengan desain siklus yang terus menerus yang dimulai dari : (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi (4) Refleksi atas tindakan yang telah diterapkan dan seterusnya sampai adanya peningkatan pada keterampilan berbahasa ekpresif anak. Terbukti setelah penerapan metode bernyanyi keterampilan berbahasa ekspresif anak kelas A2 meningkat.Kata Kunci: Bahasa Ekspresif, Metode Bernyanyi, Anak Usia 4-5 tahun. AbstractExpressive language is the ability of children to express what they want. In the opinion of experts, it can be concluded that expressive language is a way for a child to express feelings, words, expressions, intonations, movements and desires in a simple but meaningful way for others around the child. The purpose of writing this article is to describe and describe the improvement of expressive language skills of children aged 4-5 years at SPS Taam Annuur, Tasikmalaya City. The researcher uses the CAR method with a continuous cycle design starting from: (1) Planning, (2) Action, (3) Observation (4) Reflection on the actions that have been implemented and so on until there is an increase in children's expressive language skills. It is proven that after the application of the singing method, the expressive language skills of grade A2 children increased.Keywords: Expressive Language, Singing Method, 4-5 years old children
Teacher competence in the use of music learning media in primary schools Resa Respati; Anggit Merliana; Riefki Fiestawa; Rosarina Giyartini; Nindi Citra Setia Dewi
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 10 No 1 (2026): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/eds.v10n1.p110-121

Abstract

Teacher competence is an important factor in optimizing the use of instructional media to create meaningful musical experiences for students, particularly among classroom teachers who do not have a formal educational background in music but are still responsible for teaching music. This study aims to analyze the influence of elementary school teachers’ competence on the use of music learning media. This research employs an explanatory quantitative approach involving a sample of 271 elementary school teachers from five regions in West Java Province, namely Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, and Pangandaran, selected through stratified random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire (reliability α = 0.648 for teacher competence and α = 0.874 for media use) and analyzed using simple linear regression. The results indicate a positive and significant effect of teacher competence on the use of music learning media, with a significance value of 0.000 (< 0.05) and a coefficient of determination (R²) of 0.443. This finding shows that teacher competence explains 44.3% of the variation in the use of learning media. The higher the level of teacher competence, the more effective the use of instructional media becomes. Therefore, strengthening teachers’ professional and pedagogical competence is a key factor in improving the quality and effectiveness of music learning in elementary schools
Internalisasi Permainan Tradisional dalam Mewujudkan Cinta Tanah Air Di Sekolah Dasar SILN Bangkok Anggit Merliana; Resa Respati; Rosarina Giyartini; Pidi Mohamad Setiadi; Riefki Fiestawa
Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/DIMASY.v3i1.116

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menginternalisasikan nilai budaya dan cinta tanah air melalui permainan tradisional pada siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Bangkok. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh menurunnya pengenalan budaya lokal di kalangan generasi muda diaspora akibat globalisasi. Program dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Persiapan meliputi koordinasi dengan sekolah, penyusunan modul, dan penyiapan sarana. Pelaksanaan dilakukan melalui pengenalan dan praktik permainan tradisional yang memuat nilai kerjasama, sportivitas, dan cinta tanah air. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan umpan balik siswa serta guru. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa, serta pemahaman yang baik terhadap nilai budaya dan kebangsaan. Permainan tradisional terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan.
Analisis Pembelajaran Seni Musik pada Materi Ritme di SD Sukaratu Annisa Nabila; Resa Respati
YASIN Vol 6 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i3.10023

Abstract

Although music arts learning has received attention in several previous studies, research specifically discussing rhythm learning in elementary schools remains limited, particularly regarding the implementation of learning and teachers’ needs in teaching rhythm material. This study aimed to analyze the implementation of music arts learning on rhythm material in elementary schools. This study used a descriptive qualitative approach. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation studies, with the research subjects consisting of classroom teachers who were directly involved in SBdP learning, particularly music arts material. The results showed that music arts learning had not been implemented optimally, especially in the teaching of rhythm. Teachers had not explicitly taught rhythm concepts, such as beat patterns, tempo, and rhythmic patterns. In addition, several obstacles were found, including teachers’ limited understanding of rhythm and the unavailability of a systematic rhythm teaching module. These findings are in line with social constructivist theory and Howard Gardner’s theory of musical intelligence, which emphasize the importance of active and meaningful musical experiences in the learning process. The conclusion of this study emphasizes the need to develop a rhythm teaching module that is aligned with the characteristics of elementary school students and teachers’ needs in music arts learning. The implications of this study include enriching studies on music learning in elementary schools and recommending the development of more innovative and contextual rhythm learning tools. This study also opens opportunities for further research on the implementation and effectiveness of rhythm teaching modules in elementary schools.
Penerapan Metode Orff dalam Meningkatkan Kemampuan Ritmis Peserta Didik Sekolah Dasar: Single Subject Research (SSR) Tresna Lia Noer Juliani; Resa Respati
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 4 No 2 (2026): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v4i2.479

Abstract

Rhythmic ability is one of the important elements in music learning at the elementary school level, which includes the ability to follow the beat, maintain tempo, identify and imitate rhythmic patterns, as well as synchronize movement and rhythm. However, in practice, there are still students who experience difficulties in following beats and maintaining rhythmic stability during musical activities. This study aims to determine the improvement of elementary school students’ rhythmic abilities through the implementation of the Orff method. This study employed a Single Subject Research (SSR) method with an A-B-A design. The research subject consisted of one third-grade elementary school student who experienced rhythmic difficulties in musical activities. Data were collected through performance tests. The data were analyzed using descriptive statistics with visual graph analysis presented in graphical form. The results showed that there was an improvement in rhythmic ability after the intervention using the Orff method. In the initial baseline phase (A1), the subject’s average rhythmic ability was 56%. After the intervention phase (B), the rhythmic ability increased to 80.4%, and in the final baseline phase (A2), it further increased to 86.7%. These findings indicate that the Orff method can help improve the rhythmic abilities of elementary school students.
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TANGGA NADA PADA MATA PELAJARAN SENI MUSIK KELAS IV: STUDI KUALITATIF DI SDN PADAWENING Nabila Lusiana Zahra; Resa Respati
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i2.1534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran seni musik pada materi tangga nada di kelas IV SDN Padawening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru kelas IV dan siswa kelas IV di SDN Padawening. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni musik masih didominasi oleh metode ceramah dengan kegiatan praktik yang terbatas. Fasilitas pembelajaran yang tersedia belum memadai dan sumber belajar masih bergantung pada buku teks. Siswa menunjukkan minat pada kegiatan menyanyi, namun mengalami kesulitan dalam memahami konsep tangga nada akibat metode pembelajaran yang kurang variatif. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya inovasi strategi pembelajaran yang lebih interaktif serta penggunaan media pembelajaran yang mendukung guna meningkatkan pemahaman konsep tangga nada dan kemampuan musikal siswa.
Co-Authors Aan Kusdiana Adzani, Zahira Hasyidan Afiffah, Siti Harumatus Afiffah, Siti Harumatus Ahmad Mulyadi Prana Ahmad Mulyadiprana Aini Loita Aini Loita Aini Loita Akbar Maulana Akhmad Nugraha Amani, Tazkya Amelinda Suryanda Pratiwi Amir Prihartono Andra Nata Anggit Merliana Anggit Merliana Aninnafidz Ahmad Naufal Anita Oktavianti Br. Tarigan Annisa Nabila Annisa Widya Garini Anti Santika Anjarani Apriliya, Seni Asep Nuryadin Ayu Shinta Bella Chairunnisaa Chairunnisaa Cindy Aurellia Cipta, Febbry Dadan Nugraha Dede Romi Saepul Rohmat Deliya Banondari Sardona Denti Rahmawati Dian Indihadi Dilla Puspa Najwa Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dini Pratiwi Dwi Alia DWI ALIA, DWI Dwina Nurmila Elsa Lestari Epon Nur&#039;aeni L Epon Nur’aeni L Erin Khoerunisa Euis Aminah Qodarwati Fitri Lestari Gandana, Gilar Ghia Ghaida Kanita, Ghia Ghaida Ghullam Hamdu Ghullham Hadu Gumilar, Pratama Haerani, Zulpa Hana Nurseha Mahmudah Hanipah, Siti Amalia herdiyana, Herdiyana Hidayat, Syarip Hodidjah Hodidjah Hodidjah, Hodidjah Ika Fitri Apriani Iklima Lutfiah Hanum Iqhli Shobihi Ira Laelasari Karlimah Karlimah Khoerunnisa, Pramesti Lestari, Dinda Rizki Loita, Aini Mahardika, Putri Momoh Halimah Monica Monica, Monica Muhammad Rijal Wahid Muharram Muharram, Muhammad Rijal W Muslihin, Heri Yusuf Nabila Lusiana Zahra Nana Ganda Nindi Citra Setia Dewi Nirmalasari, Fania Ayu Nur Azizah Nur Hayati Nur, Lutfi Nuraeni, Neni Nurjanah, Risa Siti Nurussaadah, Thiani Pidi Mohamad Setiadi Putri Alawiyah Putri Andani Intan Permatasari Putriani, Syita Nurcahya Rahma Nur Fauziah Rara Annisa Fazriana Riefki Fiestawa Riefki Fiestawa Rifqy Muhammad Hamzah Rika Mustika Sari Rita Milyartini Rizal Ridwan Suhendar Rizkiana Pratama Rizqia Rahmah Fauziyah Rosarina Giyartini Rosarina Giyartini Sabila Ribathil Wuddat Shinta Herdianti Siti Alifya Shafira Siti Harumatus Afiffah Sri Kartika Dewi Sumardi, Sumardi Susanti, Putri Irma Syarip Hidayat Syifa Mutmainnah Shafarina Tati Narawati Tb. Moh. Irma Ari Irawan Tika Yulianti Tresna Lia Noer Juliani Trianti Nugraheni Ulfah Samrotul Fuadah Ulfah Samrotul Fuadah Utari Dayya Suci Nurani Wiarsih, Wida Mutiara Yuda Andika Prayoga Yudi Sukmayadi Yusuf Suryana