p-Index From 2021 - 2026
10.18
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Journal of Tourism Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Jurnal Hubungan Internasional JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Jurnal Bina Praja Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik Tourism Scientific Journal Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Abdi Insani Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Community Service and Empowerment Prosiding Conference on Research and Community Services Nusantara Science and Technology Proceedings Global and Policy Journal of International Relations Jurnal Bisnis Indonesia Jurnal Pewarta Indonesia Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Jurnal Kajian Pariwisata KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesian Community Journal Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Global Focus Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Jurnal Adijaya Multidisiplin Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Masip: Jurnal Manajemen Administrasi Bisnis dan Publik Terapan JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Journal of Community Service (JCOS) JOSAR (Journal of Students Academic Research) Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Fajar Barista : Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal SIYAR (Social Issues by Academic Researhers) Journal Pesona Pariwisata Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kreativasi: Journal of Community Empowerment
Claim Missing Document
Check
Articles

Kolaborasi Sosial Kemasyarakatan Triple Helix Untuk Peningkatan Literasi Digital di Desa Wisata Tegaren Nuryananda, Praja Firdaus; Suksmawati, Herlina; Mubah, Ahmad Safril; Wahyuningtyas, Dwi; Zein, Isynariyah; Handayani, Ruci; Rusmiati, Siti Binik
Bakti Cendana Vol 8 No 2 (2025): Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/bc.8.2.2025.206-218

Abstract

Desa Tegaren, Kab. Trenggalek, merupakan desa wisata yang menyuguhkan keindahan alam, budaya, suasana desa yang asri serta penuh dengan prestasi. Masyarakat Tegaren memang sudah menggunakan aplikasi digital ketika berinteraksi, membagikan momen lewat sosial media Instagram, serta kondisi internet di Tegaren sudah cukup mumpuni. Namun, masyarakat Tegaren masih kurang memahami bagaimana memilah dan memilih informasi yang tersedia di internet. Oleh sebabnya, tim pelaksana program merasa pengembangan literasi digital yang dilakukan dengan cara yang benar akan memberikan dampak yang baik juga untuk masyarakat di desa wisata, khususnya Tegaren. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam bentuk mini-series seminar ini menggunakan empat metode, yakni participatory rural appraisal observasi partisipatif, vestibule training, dan impact measurement. Mini-series seminar diadakan dua sesi, dengan sesi pertama membahas literasi digital untuk pemuda Desa Tegaren dan sesi kedua yang berisi materi good governance untuk pengelolaan desa wisata. Diharapkan dengan adanya kegiatan mini-series seminar literasi digital yang diadakan di Desa Tegaren dapat mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang ada di kawasan pedesaan, khususnya di Desa Tegaren.
Pendampingan UMKM Dapoer Mini di Kelurahan Gunung Anyar Melalui Branding Produk Dava Praya Syafa Kurniawan; Noor Rizkiyah; Praja Firdaus Nuryananda
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v1i3.332

Abstract

Gunung Anyar Village is one of the villages in Gunung Anyar sub-district, Surabaya City, East Java Province, Indonesia. Gunung Anyar village has a lot of potential, especially from an economic point of view. The awareness of MSMEs in Gunung Anyar about the importance of branding is still lacking. The need for assistance regarding branding can reduce these problems. In carrying out branding assistance to MSMEs, knowledge about this matter is also important so that when carrying out mentoring it goes well. The main purpose of branding is to create a product that is different from competing businesses. Through this branding assistance, it is hoped that it can increase revenue from product sales, as well as increase sales competitiveness.
Kerjasama Sister City Antara Pemerintah Kota Surabaya dan Kota Kitakyushu Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Tahun 2012-2023 Pandana, Zacky Alifirano; Nuryananda, Praja Firdaus
Global Focus Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jgf.2024.004.01.2

Abstract

Penelitian ini akan mengidentifikasi hasil-hasil program kerjasama sister city Surabaya-Kitakyushu pada tahun 2012-2023 dalam mewujudkan Surabaya Green City dan membandingkan dengan kondisi pengelolaan sampah yang ada saat ini di Kota Surabaya dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Rumusan masalah yakni bagaimana kerjasama sister city antara Pemkot Surabaya dan Pemkot Kitakyushu sebagai upaya pengelolaan sampah tahun 2012-2023 dengan teknik pengumpulan data analisis data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara kedua kota tersebut telah menghasilkan berbagai program seperti daur ulang, fasilitas pengolahan sampah Super Depo Suterejo, Rumah Kompos Wonorejo, PDU Jambangan, Pelestarian Hutan Mangrove, dan PLTSa di TPA Benowo. Program-program tersebut telah menunjukkan peningkatan subtansial dalam pengelolaan sampah yang dapat dihasilkan dari teknologi yang sederhana dan murah sehingga memberikan manfaat dari aspek efisiensi waktu dan pengurangan sampah secara kuantitatif. Meskipun telah memberikan hasil yang nyata, akan tetapi harus tetap diperlukan adanya perbaikan/evaluasi pada fasilitas TPLSa Benowo dan penggunaan metode Takakura yang memerlukan langkah-langkah preventif dan komprehensif.
Lubang Resapan Biopori Jumbo Sebagai Teknologi Tepat Guna Untuk Pengolahan Sampah Organik Kemuning Radhita Cahyani; Dwi Wahyuni, Nurul; Elfrida Laras Candrakusuma; Fadilla Ryandini; Praja Firdaus Nuryananda
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v2i2.417

Abstract

Biopore Infiltration Holes or LRBs are formed by the movement of plant roots, worms, termites and other soil organisms that live in the soil. This hole will later become the passage of air in the ground. The purpose of biopori is to restore soil fertility, protect water bodies, and preserve the environment. So that it can reduce the risk of flooding in areas with less air absorption. Biopori can be used as an appropriate technology that is simple and based on natural resources. Kedung Baruk Group 82 Thematic KKN utilizes biopori as TTG (Appropriate Technology). The method used in the process of making and maintaining LRB is by socializing and disempowering practitioners and the public through increased participation. The goal is to build public awareness about the importance of environmental sustainability in line with community sustainable development goals (SDG’s). Keywords: Biopori, SDGs, Appropriate technology
Permasalahan Kultural dan Pentingnya Kontekstualisasi dalam Penerapan Teknologi dalam Pengembangan Pariwisata Kampung Adat Segunung Nuryananda, Praja Firdaus; Al Fitriani, Alisya Qathrunnada
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.15931

Abstract

Abstrak Kampung Adat Segunung merupakan destinasi wisata di Jawa Timur yang telah mencoba menerapkan teknologi digital untuk mengembangkan desa wisata mereka. Teknologi digital yang diterapkan adalah online ticketing melalui laman website loket.com. Namun ternyata penerapan teknologi digital di Kampung Adat Segunung tidak sesuai dengan premis popular bahwa digitalisasi akan membawa dampak positif pada perkembangan desa wisata. Peneliti menemukan setidaknya ada tiga permasalahan yang membuat penerapan teknologi digital di Kampung Adat Segunung terhambat, yakni 1) adanya pengenaan tarif tambahan yang memberatkan para pengelola destinasi wisata, 2) inkapabilitas dari pengelola destinasi dan pihak ketiga penyedia teknologi untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik, dan 3) adanya penurunan semangat dan partisipasi dari para pemuda sebagai masyarakat lokal di daerah Segunung. Dengan menggunakan metode participatory rural appraisal dan asset-based community development, penelitian ini melibatkan partisipasi aktif dari pengelola Kampung Adat Segunung. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi partisipatoris. Penelitian ini berfokus pada dua konsep kajian, yakni desa wisata dan teknologi digital. Sedangkan salah satu temuan penelitian adalah perlunya kontekstualisasi terhadap kondisi masyarakat lokal dalam penerapan teknologi digital ke desa wisata. Dengan adanya kontekstualisasi, diharapkan teknologi digital yang diterapkan dapat diadopsi dan diadaptasi dengan baik oleh masyarakat lokal dengan menyesuaikan kapasitas dan kababilitas mereka.Kata Kunci : destinasi wisata, teknologi digital, Kampung Adat Segunung, online ticketing AbstractKampung Adat Segunung is a tourist destination in East Java that has tried to apply digital technology to develop their tourist village. The digital technology applied is online ticketing via the loket.com website. However, it turns out that the application of digital technology in Segunung Traditional Village is not in accordance with the popular premise that digitization will have a positive impact on the development of tourist villages. Researchers found that there were at least three problems that hindered the implementation of digital technology in the Segunung Traditional Village, namely 1) the imposition of additional tariffs that were burdensome to tourist destination managers, 2) the incapability of destination managers and third-party technology providers to communicate and coordinate properly, and 3) there is a decrease in enthusiasm and participation from youth as local people in the Segunung area. By using the participatory rural appraisal and asset-based community development methods, this research involved the active participation of the management of the Segunung Traditional Village. The research carried out was a type of qualitative descriptive research, with in-depth interview data collection techniques and participatory observation. This research focuses on two study concepts, namely tourism villages and digital technology. Meanwhile, one of the research findings is the need for contextualization of the conditions of local communities in the application of digital technology to tourist villages. With contextualization, it is hoped that the digital technology that is applied can be properly adopted and adapted by local communities by adjusting their capacities and capabilities.Keywords:  tourist destination, digital technology, Kampung Adat Segunung, online ticketing
PARIWISATA KEBANGSAAN: TOLERANSI DAN PLURALISME DI DESA WONOREJO, KABUPATEN SITUBONDO HIDAYAT, RUSDI; RASDIYAH, RESA; PRABOWO, BUDI; NURYANANDA, PRAJA FIRDAUS; ALAWI, A. MUAMMAR
PETA - Jurnal Pesona Pariwisata Vol. 1 No. 1 (2022): Pesona Pariwisata
Publisher : Program Studi Pariwisata, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/peta.v1i1.6

Abstract

Terletak sangat dekat dengan Taman Nasional Baluran dan pantai timur Jawa Timur, desa Wonorejo merupakan daerah yang sangat potensial untuk pariwisata. Desa ini diberi label sebagai “desa kebangsaan”. Label tidak muncul begitu saja. Wonorejo memiliki masyarakat yang sangat pluralistik. Di sana tinggal tiga agama, yaitu Islam, Kristen, dan Hindu. Karena seolah-olah mencerminkan “Bhinneka Tunggal Ika” Indonesia, mereka hidup di sana dengan rukun dan tingkat toleransi yang sangat tinggi. Wonorejo dengan demikian menjadi tujuan wisata reguler, terutama bagi orang-orang yang mencintai alam. Tapi, desa ini bukannya tanpa masalah. Salah satu kendala yang kami temukan adalah dalam pengelolaan pariwisata mereka. Menggunakan observasi partisipatif dan wawancara mendalam, penelitian kami menemukan celah di desa yang indah ini. Masalah mereka terdiri dari kurangnya manajemen kolektif, pembangunan yang tidak merata, dan krisis kepemimpinan. Dengan menggunakan pendekatan ABCD (pengembangan masyarakat berbasis aset), penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan alternatif solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Menjadi destinasi wisata yang sepenuhnya menghibur alam dengan pluralisme dan toleransi dalam masyarakat akan menjadi tujuan yang sangat mulia untuk dicapai penelitian ini. Kata kunci: kebangsaan, pariwisata, pluralisme, toleransi, desa
ADAPTASI TEKNOLOGI DAN PERMASALAHAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI WISATA KAMPUNG ADAT SEGUNUNG Prasandi, Djenggala; Nuryananda, Praja Firdaus
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 1: Juni 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.1.1-11.2024

Abstract

This article is the result of a study, desk and field research, which was carried out by a team of researchers at the tourist destination of the Kampung Adat Segunung, Carangwulung Village, Jombang, Indonesia. Kampung Adat Segunung has adapted digital technology to encourage their tourism, such as creating a website page, creating Instagram social media, and utilizing the loket.com application as an online ticketing system. However, the adaptations that were made did not automatically encourage tourism in Segunung to become more advanced. Kampung Adat Segunung is now burdened with their dependence on third parties as parties who provide ICT instrument management services for Kampung Adat Segunung. By using a descriptive-qualitative method, the research conducted found that the premise of digital technology adaptation can help the advancement of tourist destinations seems to have to be revised slightly. Adaptation of digital technology must meet the contextual requirements of the location where tourism is located so that it can run more effectively and succeed in driving progress. Kampung Adat Segunung has difficulty identifying this, even though the existing human resources are still not qualified to adapt digital technology. Data collection was carried out by means of library research, participatory observation, and in-depth interviews with the tourism managers of the Kampung Adat Segunung.
The Role of Institutional Collaboration Between Actors in Protecting the Economic Security of Indonesian Migrant Workers With Financial Literacy Utami, Wulan Anggit; Rikza, Ayu; Anggresta, Pujana; Nuryananda, Praja Firdaus
Jurnal Bina Praja Vol 14 No 2 (2022)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.14.2022.373-383

Abstract

This study focuses on the collaboration between the Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Government of Indonesia, the Bhakti Jaya Indonesia Foundation, and the Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur to improve the economic protection of Indonesian migrant workers in Taiwan. The three actors are representatives of state actors and non-state actors. The financial condition of Indonesian migrant workers is often in the spotlight with their inability to get out of the debt trap and consumptive financial management. Moreover, this condition finally seemed to throw away all the hard work of PMI while working abroad. Based on this fact, an institutional collaboration between state and non-state actors has initiated a financial literacy program for Indonesian migrant workers, which is indeed the implementation of the normative law of economic protection in accordance with the mandate of state law. This research was conducted using a qualitative descriptive approach which aims to describe the phenomena raised by the researchers through contextual studies. Researchers also use a literature review instrument to complement the research approach. Meanwhile, researchers used qualitative data analysis that took primary and secondary data for data analysis. This study highlights how the gaps in Indonesian migrant workers' inability to manage their finances can be addressed with good collaboration between state and non-state actors. It is hoped that from this research, there will be many similar programs to improve Indonesian migrant workers' welfare, especially in Taiwan.
IMPLEMENTASI PERAN STAKEHOLDER PENTAHELIX PADA LUMBUNG STROBERI, BATU MELALUI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT Kartika Ramadhani, Savira; Firdaus, Praja
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.2118-2127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan implementasi peran dari pemangku kepentingan wisata model pentahelix pada daya tarik wisata Lumbung Stroberi, Kota Wisata Batu melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam penelitian yang telah dilakukan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kegiatan observasi, tinjauan literatur, fokus diskusi grup, serta wawancara mendalam dengan informan kunci antara lain Direktur Bumdes Raharjo, GEMPAR (Gerakan Pemuda Karang Taruna),  Komunitas Tani GAPOKTAN, dan pekerja di Lumbung Stroberi. Tujuan penelitian ini untuk mendapati seberapa besar pengaruh dari adanya pemangku kepentingan wisata dengan menggunakan model pentahelix melalui program CSR untuk pengembangan wisata di Lumbung Stroberi serta pemberdayaan masyarakat sekitar daya tarik wisata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan telah bekerja sama dengan baik sehingga menghasilkan dampak yang positif terhadap pengembangan wisata di Lumbung Stroberi. Dampak positif tersebut berupa pertumbuhan ekonomi lokal, semakin berkembangnya hubungan antar pemangku kepentingan (stakeholder) wisata dengan berbagai pihak terkait, kelembagaan lokal, bertambahnya petani stroberi yang memiliki keinginan berkolaborasi sebagai bagian dari mitra BUMDes Raharjo dengan tujuan untuk mengembangkan Daya Tarik Wisata Lumbung Stroberi, serta peluncuran paket wisata baru di Lumbung Stroberi.
IMPLEMENTASI KONSEP TRIPLE BOTTOM LINE (TBL) DALAM PENGEMBANGAN LUMBUNG STROBERI UNTUK PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN Jauharie, Mochamad; Firdaus, Praja
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.2083-2089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi konsep Triple Bottom Line di Lumbung Stroberi Kota Wisata Batu. Menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pihak terkait di Lumbung Stroberi Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Triple Bottom Line di Lumbung Stroberi berjalan dengan baik dan sejalan dengan pandangan John Elkington, yang menekankan bahwa pengelola wisata harus memperhatikan aspek finansial (profit), berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat (people), dan menjaga kelestarian lingkungan (planet).
Co-Authors ., Trisfani A. Muammar Alawi A. Muammar Alawi Abdul Rezha Efrat Najaf Adnyana, Made Bambang Afghani, Kevin Al Agustina, Zalfa Nurrahmah Ajinegoro, Brian Tyan Mukti Al Fitriani, Alisya Qathrunnada Alawi, A. Muammar Alfattama, Lona Chinsia Alfiandi Imam Mawardi Aliyah Shafa Nurharyana Alla, Muhammad Anbiya Fath Althafiansyah, Rafif Zaidan Amanda Nazhira Firdaus Amelia Hilda Risky Jenny Eden Amin, Mochamad Sahlan Andre Yusuf T. Putra Andre Yusuf Trisna Putra Anggresta, Pujana Anindyah, Sukma Ardiansyah, Muhammad Irfanny Arin Setiyowati Atabuy Frit Elisa Yonce Athaya Aza Nabil Hibrizi Ayu Rikza Azizullah, Dana Afif Bagus Ariz Faishal Berlianty, Evanie Zahra Bilqis, Thufailah Nafiisah Budi Prabowo Budi Prabowo Budi Prabowo Budi Prabowo Budi Prabowo Budiwitjaksono, Gideon Setyo Dava Praya Syafa Kurniawan Devinta Permata A Didiek Tranggono Didiek Tranggono Djenggala Prasandi Dwi Ari Suryaningrum, Dwi Ari Dwi Wahyuni, Nurul Dwi Wahyuningtyas Eka Elsha Septiyana Elfrida Laras Candrakusuma Eliada Samuel Pasaribu Erna Daniati Evi Triandini Evi Triandini Fadilla Ryandini Febriansyah, Rahmad Ady Femy Atha Fredella Fikri, Kemas Achmad Firdaus Nuryananda Garsione Agni Andrea Gege, Rendy Hamdan, Arva Rizqullah Handayani, Ruci Hapsari, Renitha Hapsari, Renitha Dwi Haq, Jelita Arinal Herlina Sukmawati Herlina Suksmawati Herlina Suksmawati Herlina Suksmawati Herlina Suksmawati Herlina Suksmawati Herlinda Suksmawati Hidayat, Rusdi Hidayat, Rusdi Hilman Hasibur Rohman Hindah Muchtamilatur Rochmah Idhoh Fitriana, Nisa Hafi Imam Taufik Jauharie, Mochamad Jojok Diwridhotjahjono Jojok Dwiridhotjahjono Jojok Dwiridhotjahjono Jojok Dwiridotjahjono Jojok Dwiridotjahjono Joko Mijiarto Joko Mijiarto, Joko Kartika Ramadhani, Savira Kemuning Radhita Cahyani Kusuma, Ade Kusuma, Ade Leily Suci Rahmatin Lestari, Mufida Diah Made Bambang Adnyana Mahayasa, Dias Pabyantara Swandita Masayu, Revina Dwi Maulana, Hendra Mawardi, Alfiandi Imam Megahnanda Alidyan Muammar Alawi Mubah, Ahmad Safril Muhammad Dedy Yanuar Mustika, Yesi Rahma Netta Aprillia Andaresta Putri Netta Aprillia Andaresta Putri Noor Rizkiyah Pandana, Zacky Alifirano Prabowo, Budi - Prasandi, Djenggala Prasetyo, Erlangga Wahyu Prihandono Wibowo Prima, Rama Putra Primawardana Probo Darono Yakti Pujana Anggresta Purwadi MP. Ir Putra, Chrystia Aji Rahmatin, Leily Suci Raihan Nur Rafi RASDIYAH, RESA Rasyidah, Resa Renitha Hapsari Rikza, Ayu Risqi Firdaus Setiawan Riva Dika Adhilni Rizki, Agung Mustika Rosita, Putri Aulia Roziana Febrianita Rudiany, Novita Putri Rusdi Hidayat Nugroho Rusmiati, Siti Binik S, Dedik Fitra Septiandini Saskia Putri, Setiawan, Tho’at Setiyowati, Arin Sugiarto, Sugiarto Sukmawati, Herlina Suksmawati, Herlina Suksmawati, Herlina - Sulistyo, Nanda Tegar Mohamad Arif Wicaksono Tho’at Setiawan Thufailah Nafiisah Bilqis Tiska Khoirotun Nisa Tita Ayu Rospricilia Tjahjono, Jojok Dwirido Tri Lathif Mardi Suryanto Trirahardjo, Muhammad Rizqy Trisna P, Andre Yusuf Trisna, Andre Yusuf Utami, Wulan Anggit W.K. Faizin Ahzani Wahyu Dwi Lestari WAHYUNI Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wibowo, Nur Cahyo Wulan Anggit Utami Wulan Anggit Utami Zainal Abidin Achmad Zein, Isynariyah