Claim Missing Document
Check
Articles

Diversity of Ferns (Pteridophyta) in the Montana Zone, Samiran Village, Selo District, Boyolali Regency, Central Java Province Rahmawati, Indah; Santhyami, S
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2023: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ferns (Pteridophyta) are one of the Indonesian flora groups with high diversity and wide distribution, one of which is in the montana zone, an ecosystem zone at an altitude of 1500-2400 m asl. Samiran Village is located in the District of Selo, Boyolali Regency, between two mountains, namely Mount Merapi and Mount Merbabu. This type of research was conducted at an altitude of 1600 m asl to 1800 m asl in Samiran Village, Selo District, Boyolali Regency. This study aims to determine the types of ferns and their distribution in the montane zone of Samiran Village, Selo District, Boyolali Regency. The method used is purposive sampling, a data collection technique based on points determined deliberately with a distance of 10 meters with a total of 21 points carried out in the Montane zone of Samiran village. Fern (Pteridophyta) that have been found in the montana zone of Samiran Village, are group into 2 families of 6 species consisting of Adiantum raddianum C. Presl, Notholaena copelandii c.c. Hall, Adiantum hispidulum Sw., Pityrogramma austroamericana Domin, Cyathea arborea L. Sm, Antrophyum sessilifolium (Cav.) Spr. The Diversity value (H') is 1.22, a category as relatively low. Ferns are most commonly found on soil hosts. The most abundant species were dominated by Adiantum raddianum C. Presl with 107 individuals at 14 out of 21 points. This species is one type of terrestrial fern that is also often found growing between rocks, pool walls, fences, wells, ditches, river banks other damp places. Therefore, this location is a suitable environment for the growth of Adiantum raddianum.
Inovasi Pangan Sehat Puding Daun Kelor Sebagai Pencegahan Stunting Pada Balita Amelia Putri, Eris; Wardhana, Wikrama; Santhyami, Santhyami
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2926

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi dan mencegah stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT) puding daun kelor di Desa Demakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi melalui penyuluhan dan pemberian PMT puding daun kelor. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu tentang gizi dan manfaat daun kelor setelah mengikuti program. Selain itu, puding daun kelor diterima dengan baik oleh balita. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan memberikan alternatif PMT yang bergizi dan disukai anak. Penelitian ini merekomendasikan perluasan program serupa di desa lain untuk menurunkan angka stunting.
Eksplorasi Pengetahuan Lingkungan (Environmental Knowledge), Sikap terhadap Lingkungan (Environmental Attitude) dan Perilaku terhadap Lingkungan (Environmental Behaviour) Mahasiswa Pendidikan Biologi UMS Santhyami, S; Azzam, Nisa Aulia; Fani, Ria Anisa
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.823 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan lingkungan mahasiswa Pendidikan Biologi dan mengaitkannya dengan sikap (attitude) dan aksi nyata yang telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMS semester 6 yang sudah mendapatkan dasar pengetahuan lingkungan. Data dikoleksi melalui survey elektronik (google form) dengan instrumen kuesioner pada 111 orang mahasiswa. Data dikategorikan menjadi tiga kelompok utama: 1) Data personal dan demografik responden, 2) Data pengetahuan lingkungan responden (Environmental Knowledge), 3) Data kesadaran lingkungan responden, yang terdiri dari dua pendekatan, yaitu a) pendekatan umum seputar isu lingkungan, b) pendekatan eksplorasi sikap (Environmental Attitudes) pada empat skala permasalahan lingkungan (polusi suara, udara, air dan tanah) menggunakan kuesioner tertutup skala likert 1-7, 4) Data aksi perilaku peduli lingkungan (Environmental Behaviour) yang telah dilakukan secara sukarela. Secara umum mahasiswa telah memiliki pengetahuan lingkungan yang baik. Pemanasan global adalah permasalahan lingkungan yang paling utama bagi mahasiswa. Analisis eksploratif kesadaran lingkungan (Environmental awareness) menunjukkan secara umum mahasiswa merasa terganggu dengan berbagai polusi baik polusi suara, udara, air dan tanah dimana hampir semua respon lebih tinggi dari nilai tengah skala Likert (3.5). Mahasiswa menampilkan perilaku positif terhadap lingkungan dengan level moderat dimana dari 15 opsi perilaku yang diberikan, terdapat 10 perilaku dengan persentase di atas 50%. Dapat disimpulkan, mahasiswa pendidikan Biologi FKIP UMS memiliki pengetahuan lingkungan yang cukup untuk menimbulkan kesadaran lingkungan dan ditampilkan dalam perilaku positif terhadap lingkungan.
Bentuk Kehidupan (Life-Form) Tumbuhan Penyusun Vegetasi di Desa Geyer, Grobogan, Jawa Tengah Putri, Rina Widhia Metha; Santhyami, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Geyer terletak di Kecamatan Geyer, Grobogan, Jawa Tengah dengan ketinggian 100-500 mdpl. Desa Geyer memiliki kawasan hutan yang memiliki berbaga vegetasi dan dengan berbagai bentuk kehidupan (life-form). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai tipe bentuk kehidupan (life-form) penyusun vegetasi di Desa Geyer, Grobogan, Jawa Tengah. Sampling dilakukan pada 1% luas kawasan hutan yang ada di desa Geyer Grobogan, Jawa Tengah. Ukuran plot yang digunakan adalah 10 x 10 m2 kemudian dilakukan pengamatan pada tumbuhan untuk menentukan bentuk kehidupan (life-form) dari setiap spesies yang ditemukan. Besaran penutupan yang telah diketahui diukur dengan skala Braun-Blaquet yang kemudian dibandingkan dengan bentuk kehidupan (life-form) standar Raunkier. Berdasarkan penelitian ini diketahui adanya dominasi dari jenis bentuk kehidupan (life-form) Phanerophyte (218,75%) kemudian disusul oleh Criptophyte (16,86%) dan Hemicryptophyte (7,31%), selajutnya terdapat Therophyte (1,95%) kemudian diurutan terakhir terdapat Chamaeophyte (0,11%). Presentase Phanerophyte memiliki presentase lebih besar dari presentase standar Raunkier. Sedangkan untk bentuk kehidupan (life-form) lainnya memiliki presentase lebih rendah dibanding dengan presentase standar Raunkier.
Tree Community Composition and Structure of Cacao (Theobroma cacao L.) Based Agroforestry in West Sumatera, Indonesia Santhyami, Santhyami; Basukriadi, Adi; Abdulhadi, Rochadi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 1: March 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i1.10433

Abstract

Kelimpahan Kepiting Mangrove Sebagai Keystone Species di Hutan Mangrove Cengkrong, Kabupaten Trenggalek Paringsih, Novia Citra; Aji, Alfian Chrisna; Nur Cahyono, Prastowo Fajar; Destanto, Andri; Nugroho, Joko; Santhyami, Santhyami
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i1.22951

Abstract

Biota perairan yang terdapat pada area hutan mangrove memiliki peran pada keseimbangan ekologi, salah satunya adalah kepiting. Kepiting termasuk kategori spesies kunci. Kelimpahan kepiting di ekosistem hutan mangrove, khususnya di Hutan Mangrove Cengkrong, Kabupaten Trenggalek penting untuk dilakukan karena mempengaruhi eksistensi organisme lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan kepiting mangrove sebagai Keystone species di Hutan Mangrove Cengkrong, Kabupaten Trenggalek. Penelitian dengan metode survey pada 3 (tiga) stasiun pengamatan. Pada masing-masing transek terdapat plot bujur sangkar dengan ukuran 5x5 m2. Pengambilan sampel di lapangan dengan purposive sampling. Analisis data yang digunakan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies kepiting yang teridentifikasi terdiri dari Sesarma reticulatum, Sesarma guttatum, Uca rosea, dan Cardisoma carnifex. Analisis kelimpahan kepiting yang diperoleh berkisar antara 1,32-1,84 ind/ha. Kesimpulan penelitian ini adalah kelimpahan kepiting di stasiun dua menduduki status kelimpahan tertinggi. 
Keanekaragaman Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara Di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah Roziaty, Efri; Santhyami, Santhyami; Kusumadhani, Annur Indra; Asy’ari, Muhammad Iqbal Bayu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.16523

Abstract

Lichen dapat berfungsi sebagai bioindikator pencemaran udara di suatu daerah karena sifatnya yang sensitif terhadap polusi. Lichen mampu bertahan hidup di lingkungan yang ekstrim. Sensitivitas lichen terhadap pencemaran udara dapat dilihat melalui perubahan keanekaragamannya. Lichen dibedakan menjadi 4 kelompok berdasarkan bentuk thalusnya yaitu Crustose, Foliose, dan Fruticose. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keanekaragaman lichen sebagai bioindikator kualitas udara di Kawasan Kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2021 menggunakan metode kombinasi antara teknik purposive sampling dan eksplorasi (penelusuran lokasi). Hasil penelitian lichen yang dilakukan di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah yang terdiri atas 11 titik ditemukan 12 spesies lichen yang berasal dari 7 famili yang diantaranya Lecanoraceae, Graphidaceae, Parmeliaceae, Caliciaceae, Arthoniaceae, Pyrenulaceae, dan Stereocaulaceae. Jenis lichen tersebut termasuk dalam kelompok talus foliose dan crustose. Nilai indeks keanekaragaman (H’) lichen di Kota Surakarta yaitu 1,92 dimana menunjukan tingkat keanekaragaman yang tergolong sedang. Presentase jumlah koloni lichen tertinggi pada spesies Lepraria lobificans Nyl. yaitu 38% dan terendah Parmelia sp. yaitu 0,07%.
BIODEGRADASI PLASTIK OLEH CAMPURAN BAKTERI LIPOLITIK DI DALAM KOLOM WINOGRADSKY Rahayu, Triastuti; Sidiq, Yasir; Harismah, Kun; Santhyami, Santhyami; Agustina, Putri; Haryanto, Haryanto; Tyastuti, Erma Musbita; Aurelia, Fanisha; Sabdina, Berlian Achya Putri
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.5706

Abstract

Plastik menjadi masalah serius karena sangat lambat didegradasi. Oleh karena itu banyak usaha dilakukan untuk mempercepat degradasinya tetapi belum menunjukkan hasil yang signifikan. Salah satu upaya yang dicoba adalah menggunakan bakteri lipolitik. Tujuan penelitian ini adalah menguji kemampuan degradasi plastik menggunakan campuran bakteri lipolitik dalam kolom Winogradsky. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan 2 faktor perlakuan. Faktor 1; jenis plastik (P1/kresek hitam putih) dan (P2 /bungkus mie instan). Faktor 2; waktu inkubasi (W1/1,5 bulan) dan (W2/3 bulan). Plastik diuji degradasi menggunakan campuran bakteri B9 dan B28 dalam kolom Winogradsky. Data yang dianalisis berupa uji antagonisme dan identifikasi bakteri, persen pengurangan berat kering, SEM, dan FTIR. Kedua isolat tidak menunjukkan antagonisme. Isolat B9 teridentifikasi Staphylococcus saprophyticus, sedangkan B28 adalah Bacillus amyloliquifaciens. Persen pengurangan berat kering P1 lebih besar dibanding P2 sebesar 5,11 (4,91%) dan 4,99 (3,99%) masing-masing untuk 1,5 dan 3 bulan. Permukaan P2 terbentuk kerutan lebih banyak dan terdapat cekungan yang dalam di beberapa titik, sedangkan P1 masih tampak lebih halus. Hasil analisis FTIR P2 menunjukkan  munculnya spektra senyawa amina, alkane dan CO2. Campuran bakteri Staphylococcus saprophyticus dan Bacillus amyloliquifaciens mempunyai kemampuan mendegradasi plastik dalam kolom Winogradsky dan plastik 2 menunjukkan tingkat degradasi lebih lanjut dibandingkan plastik 1.
Ethnobotany across Landscapes in Indonesia: From Urban Markets to Sacred Forests Santhyami, S
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2025: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethnobotany stands at the intersection of biodiversity, cultural heritage, and sustainable development. This lecture explores the dynamic relationships between people and plants across diverse Indonesian landscapes, spanning urban traditional markets to remote sacred forests. Drawing from empirical research conducted in Pasar Gede, a culturally significant traditional market in Surakarta, the presentation highlights how urban ethnobotany thrives within complex multicultural environments. Here, edible, medicinal, and ceremony plants serve not only economic and health-related functions but also act as vessels of cultural identity and memory. The lecture further examines ethnobotanical practices in conservation settings, focusing on sacred forests such as Bukit Badindiang in West Sumatra. Managed through customary law, these forests demonstrate how belief systems, cultural values, and ecological stewardship are deeply intertwined. Local governance based on spiritual and ethical frameworks effectively safeguards rare and ecologically vital plant species, contributing significantly to biodiversity preservation and carbon sequestration. Through case studies, this presentation argues that ethnobotany is not merely about cataloguing plant uses but is an active mechanism for sustaining biocultural diversity. It highlights the urgent need to integrate indigenous knowledge into modern conservation strategies, fostering collaborative models that respect local wisdom while addressing global environmental challenges. Ethnobotany, as demonstrated through these Indonesian landscapes, offers a compelling framework for understanding how culture and nature co-evolve, ensuring resilience for both ecosystems and the communities that depend on them.
Pengembangan Keterampilan Budidaya Tanaman Hias Bagi Kelompok Wanita Tani Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Santhyami, Santhyami; Agustina, Lina; Agustina, Putri; Astuti, Rina; Kusumadani, Annur Indra; Sari, Siti Kartika
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Desember
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v6i1.531

Abstract

Ornamental plant cultivation can be widely beneficial in boosting community economic growth. The ornamental plant business is part of creative economic development and is one way to increase farmers' income towards better purchasing power. Ornamental plant cultivation is considered to have high economic potential, as it can be done on limited land with relatively small capital and a wide market. This community service activity aims to improve the skills and economic independence of members of the Berkah Tani 2 Women Farmers Group (KWT) through training and assistance in ornamental plant cultivation. The program will be implemented in May 2025 using a participatory approach (Participatory Rural Appraisal) that emphasizes active community involvement in every stage of the activity. The stages of this activity are activity preparation, activity implementation, and evaluation, where evaluation is conducted through interviews and observations after the activity is carried out. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge, as seen from their ability to explain the cultivation stages more accurately, an increase in skills, as shown by the success of most participants in practicing plant propagation and maintenance independently, and an increase in motivation, as seen from the members' initiative to increase the number of plants and start planning simple marketing. This activity is expected to become a model for sustainable horticulture-based community empowerment.
Co-Authors Adi Basukriadi Adi Basukriadi ADI BASUKRIADI Agyuni, Khurotul Aji, Alfian Chrisna Al Mubarok, Moh. Isna Alden Ganendra Madhava Priya Hardianto Alfian Chrisna Aji Alfian Chrisna Aji Alif Noor Anna Alifia Zahra Nanda Hasanah Amanullah, Ahmad Yasin Amelia Putri, Eris Aminah Asngad Andri Destanto Anggraeni Ayu Puspitaning Winhar Anggraeni, Saraswati Anita Sukmawati Annisa Katleya Isnaini Annur Indra Kusumadani Ardilla, Berliana Githa Ardiyana Rahma Pertiwi Arifah Sri Wahyuni Arini, Maya Intan Arum Dyah Ripdiyanti Asri Khoirunisa Asy’ari, Muhammad Iqbal Bayu Aurelia, Fanisha Azizah, Faritsa Syifa Azzam, Nisa Aulia Bagas Adityaradja Carissa Rahmitasari Daniar Eka Nur Fauziah Destanto, Andri Desty Sekar Prameswari Dhany Efita Sari Dian Putri Utami Difa Hasna Febriyanti Dinda Putri Purnaning Atmaji Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Safi’i Efri Roziaty Endah Sulistyawati Endang Setyaningsih Eriza Putri Ayu Ning Tias Eriza Putri Ayu Ning Tyas Fadhilah, Arini Fadhilah fadhilah, risma Fani, Ria Anisa Faritsa Syifa Azizah Fauziah, Daniar Eka Nur Febrianti, Ulya Ananda Putri Feby Istifarini Fito Zuhud Abdillah Fitri Wulansari Gunawan Setyadi, Gunawan Guntur Nurcahyanto Haryanto Haryanto Ika Candra Sayekti Ima Aryani Indah Rahmawati Intan Putri Rahmania Istiqomah Bekthi Utami Joko Nugroho JOKO NUGROHO Jumadi Juwita Rahmawati Koesoemo Ratih Kun Harismah Larasati, Anisa Ayu Lilik Tri Rahayu Lina Agustina Listi Septiana Avita Putri M. Galih Wicaksono M. Idris M. Reisa Andika Mandarasy, Mumtaza Masita, Erika Dzikri Mufti Petala Patria Muhammad Galih Wicaksono Muhammad Iqbal Bayu Asy’ari Muhammad Reisa Andika Mutia Ayu Kusuma Novia Citra Paringsih Novia Citra Paringsih Paringsih Nur Cahyono, Prastowo Fajar Nurzahra, Vakha Yulia Paringsih, Novia Citra Peni Indrayudha Permatasari, Nila Prastowo Fajar Nur Cahyono Priyambodo, Panggih Puspitasari, Eka Ayu Putri Agustina Putri Agustina Putri, Almira Rahmadani Putri, Annisa Nur Lathifah Amanda Putri, Listi Septiana Avita Putri, Rina Widhia Metha Rahayu Rahayu Rahmania, Intan Putri Rahmansyah, Rastra Langlang Buana Rina Astuti Rina Astuti Risma Fadhilah Rochadi Abdulhadi Rochadi Abdulhadi Rochadi Abdulhadi rudiyanto Sabdina, Berlian Achya Putri Sagita, Ninit Putry Sari, Siti Kartika Septi Setianingrum Setianingrum, Septi Siti Kartika Sari Siti Kartika Sari Sri Darnoto Sudrajah Warajati Kisnawaty Suparti Suparti Suranto Suranto Suranto Suranto Swari, Azzahra Amay Ririh Tamia Salsha Novita Teguh Imanto Tita Nopiyanti Titik Suryani Titik Suryani Tri Nur Wahyudi Tri Yulianti, Tri Triastuti Rahayu Triastuti Triastuti Tussa’diyah, Yunika Tyastuti, Erma Musbita Utomo, Salsabilla Khaerunnissa Wahyu Joko Santoso Wardani, Eva Diahayu Wardhana, Wikrama Windarti, Septiana Wulandari, Febri Yasir Sidiq Zozy Aneloi Noli