Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Civic Entrepreneur melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif Sukmawati Efendi, Adjeng; Trihastuti, Meiwatizal; andrian
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 (2024): PPKn dan Berbagai dinamikanya
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v6i1.127

Abstract

Fenomena ekonomi kreatif di Indonesia telah hadir di berbagai daerah, ekonomi kreatif sebagai salah satu mengurangi masalah pengangguran misalnya seperti di Desa Sukahaji Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Implementasi civic entrepreneur melalui pengembangan ekonomi kreatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tempat penelitian yaitu di Rumah Jamur Fahira Desa Sukahaji Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Pelaksanaan program ekonomi kreatif di Rumah Jamur Fahira? 2) Nilai-nilai civic entrepreneur yang dilakukan melalui pengembangan ekonomi kreatif? 3) Hambatan dan upaya yang dihadapi oleh Rumah Jamur Fahira dalam pelaksanaan civic entrepreneur pada pengembangan ekonomi kreatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan implementasi civic entrepreneur di Rumah Jamur Fahira telah menerapkan nilai-nilai civic entrepreneur. Nilai-nilai civic entrepreneur tersebut merupakan penjabaran dari nilai-nilai entrepreneur dan nilai-nilai ekonomi kreatif.
Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila Syaadah, Ida; hendar hendrawan, jajang; trihastuti, meiwatizal
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2024): PPKN dan Masyarakat
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v6i2.134

Abstract

Penelitian ini membahas Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan inovatif yang menekankan pada pengembangan karakter dan keterampilan holistik dan pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dapat membentuk profil pelajar yang berkarakter, patriotik, dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penerapan kurikulum merdeka melalui Penguatan Profil Pelajar Pancasila Peserta Didik (2) mengetahui proses penerapan kurikulum merdeka terhadap mata pelajaran Pendidikan pancasila bagi peserta didik dan (3) mengetahui faktor penghambat dalam penerapan kurikulum merdeka melalui pembelajaran pendidikan pancasila bagi peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, metode ini didasari dengan konsep penyelidikan, yang melibatkan penelitian rinci dan berorientasi kasus, atau seri atau kasus individu. Peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat kualitatif dan hasil penelitian menekankan makna dari generalisasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Penerapan kurikulum merdeka disekolah ini masih dalam proses mengikuti alur sesuai dengan prinsip kurikulum merdeka, dalam prinsip kurikulum merdeka ini sekolah bisa memerdeka pembelajaran, akan tetapi dalam proses belajar ada kendala yang dihadapi oleh guru-guru dalam memahami prinsip merdeka belajar tersebut.
Students’ Conceptualization on Citizen Participation in Digital Era: A Mixed Method Research Trihastuti, Meiwatizal; Dianasari, Dianasari; Retnasari, Lisa; Hidayah, Yayuk; Suryaningsih, Anis
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research departs from the assumption that citizen participation can maintain democracy in the atmosphere of a country. This study aims to find out how to conceptualize citizen participation in the digital era with a focus on Ahmad Dahlan University students, Yogyakarta. This research uses mixed methods. The location of the study was at Ahmad Dahlan University Yogyakarta. In data collection, the researcher provided online questionnaire by using Google Form and process the data by using SPSS 24 programs. The results of the study revealed that 1) students at Ahmad Dahlan University Yogyakarta had experience as citizen engagement through several individual and group dimensions. 2) Most of the informants stated that the fulfillment of the rights and obligations of citizens needs to be realized in a structured format. Informants revealed that the lack of citizenship literacy can affect the pattern of involvement as citizens. 3) The experience of student participation at Ahmad Dahlan University Yogyakarta is expected to be able to increase civic intelligence, so that the pattern of participation can be associated with several components in the realization of intelligent and good citizens. This study concludes that student participation culture is influenced by civic literacy, information literacy, self-awareness, and participation alone, but there are also some students who are enthusiastic about following the civic context, but some are passive and only participate. The existence of inequality in participation as a citizen is an indication that there is an ongoing task of Civics to nationalize citizens. Keywords: culture of communication, university student, participation, citizen.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v12.i2.202241
Penguatan Kompetensi Complex Problem Solving Melalui Pembelajaran Keterlibatan di Era Masyarakat Digital Hidayah, Yayuk; Trihastuti, Meiwatizal; Muttaqi, Nabila Ihza Nur; Suhono, Suhono
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 22 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v22i1.64425

Abstract

Complex problem-solving skills are essential competencies for addressing the challenges of an ever-evolving digital society. This study aims to explore the enhancement of these skills through a community engagement approach. The research was conducted with students from Universitas Negeri Yogyakarta, specifically from the Civil Engineering and Planning Education, Electrical Engineering, Architecture, and Law departments, during the 2024 odd semester. A qualitative method was employed, utilizing interviews, participatory observations, and document analysis for data collection.The findings reveal that student participation in community-based programs, such as renewable energy technology development, eco-friendly architectural design, sustainable infrastructure, and digital law solutions, significantly improved critical thinking, multidimensional analysis, and cross-disciplinary collaboration skills. Engagement with the community broadened students' understanding of social, cultural, and technological contexts, fostering the creation of innovative and relevant solutions. The study recommends integrating community-based programs into the curriculum, fostering partnerships with local communities, and providing intensive training to support 21st-century competency development, aiming to produce adaptive and competitive graduates.
Peranan Sosial Media Dalam Memberikan Pendidikan Politik Bagi Masyarakat Hidayah, Yayuk; Sujastika, Ismi; Trihastuti, Meiwatizal
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 4 No. 1 (2024): Harmoni Budaya: Pendidikan Karakter, Kesadaran Hukum, Kearifan Lokal, dan Parti
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v4i1.1969

Abstract

Politik adalah seni untuk mencapai kekuasaan. Berbagai kebijakan politik dibuat oleh pemerintah sebagai produk politik. Politik yang sehat selalu melibatkan masyarakat sebagai objek politik utamanya. Di era yang serba canggih saat ini proses keikutsertaan masyarakat dalam berpolitik dapat dilakukan melalui berbagai cara dan dapat memanfaatkan beragam media, utamanya media teknologi. Teknologi informasi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan politik yang disiarkan melalui media berteknologi dapat sampai kepada masyarakat dengan mudah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan sosial media dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Adapun metode penelitian yang digunakan. adalah adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Proses analisis data dilakukan dengan melakukan reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sosial media berperan secara langsung dan positif dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat di Indonesia.
Efektivitas Penggunaan Bahan Ajar Video Interaktif Hak Asasi Manusia (VIKTIF HAM) untuk Perkuliahan Hak Asasi Manusia Rarasati, Ida Putri; Trihastuti, Meiwatizal; Baihaqi, Muhammad Iqbal
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 4 No 2 (2020): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v4i2.2685

Abstract

This article was to determine the validity, practicality testing and effectiveness of human rights learning. The method used research and develeopment (RnD) that aims to develop multimedia Viktif HAM teaching materials, to test the effectiveness of teaching materials in achieving learning objectives. The results showed that in the developing Viktif HAM teaching materials, was knowing potential problems and collecting data, making prototypes of teaching materials, conducting expert validation and revision, small and large scale field trials. Based on the results of expert validation, the developed teaching materials are in the very valid category with an average validation score of 89.2% in all aspects of assessment. Students as respondents also gave a positive response with a questionnaire score of 92.5% showing a very valid quality without revision. The effectiveness of the use of Viktif HAM teaching materials in lectures was calculated by analyzing the results of pre and post tests using N-Gain showing an average of 0.77. So it can be concluded that Viktif HAM human rights teaching materials are effectively used for human rights learning. Keywords: Human Rights Learning, Interactive Video, Teaching Materials
Educational Interaction Patterns of Students in Blended Learning during Covid 19 Lisa Retnasari; Yayuk HIdayah; Tia Widyaningrum; Anif Istianah; Meiwatizal Trihastuti
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i2.11893

Abstract

Abstract: The Covid 19 pandemic requires teachers to apply blended learning. This raises several patterns of interaction between teachers and students and various potentials that support and hinder them. This study aims to understand the patterns of educational interaction in blended learning at SDN 210/X Bandar Jaya during the pandemic as well as the obstacles and support in interaction patterns. This research method is descriptive qualitative. Data were obtained from school principals and teachers. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data display and data verification. The results of this study indicate that there are three types of interaction patterns in blended learning at SDN 210/X Bandar Jaya, namely one-way interaction that occurs when the teacher uses the lecture method, two-way interaction that occurs when the teacher uses the combined lecture method with question and answer, and interaction three directions that occur when the teacher uses the discussion method. The supporting factors for educational interaction patterns consist of teachers, facilities and infrastructure, and educational staff, while the inhibiting factors for educational interactions consist of teachers, internet networks, and passive students.Keywords: Educative Interaction, Blended learning, Covid 19 Pandemic  Abstrak: Pandemi Covid 19 mengharuskan guru menerapkan pembelajaran blended learning. Hal ini memunculkan beberapa pola interaksi antara guru dan peserta didik dan berbagai potensi yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola interaksi edukatif dalam pembelajara blended learning di SDN 210/X Bandar Jaya pada masa pandemi serta hambatan dan dukungan dalam pola interaksi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data didapatkan dari kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola interaksi dalam pembelajaran blended learning di SDN 210/X  Bandar Jaya yaitu interaksi satu arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode ceramah, interaksi dua arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode gabungan ceramah dengan tanya jawab, dan interaksi tiga arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode diskusi. Faktor pendukung pola interaksi edukatif terdiri dari guru, sarana dan prasarana, dan tenaga kependidikan, sedangkan faktor penghambat interaksi edukatif terdiri dari guru, jaringan internet, dan pasifnya peserta didik.Kata kunci: Interaksi Edukatif, Blended learning, Pandemi Covid 19
URGENSI ETIKA DEMOKRASI DI ERA GLOBAL: MEMBANGUN ETIKA DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT BAGI MASYARAKAT AKADEMIS MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Nufikha Ulfah; Yayuk Hidayah; Meiwatizal Trihastuti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1576

Abstract

AbstrakIstilah demokrasi secara singkat didefinisikan sebagai pemerintahan atau kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jika ditinjau dari sudut organisasi, negara demokrasi adalah negara yang diselenggarakan berdasarkan kehendak dan kemauan rakyat, negara demokrasi yaitu negara kedaulatan rakyat. Sedangkan etika memiliki arti: ilmu yang membahas tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan; etika dapat juga dijelaskan sebagai “ilmu pengetahuan yang membahas tentang asas-asas akhlak (moral). Adapun visi dari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri yaitu agar menjadi warga negara yang baik yang memiliki civic knowledge, civic dispositions, serta mempu mengartikulasi civic skills (berkaitan dengan kecakapan intelektual: mengidentifikasi, menggambarkan, menjelaskan, menganalisis, menilai, dan mengambil serta mempertahankan posisi atas suatu isu; dan kecakapan partisipatif: berinteraksi, memantau, dan memengaruhi) dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang demokratis. Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat melahirkan warga negara demokratis yang memiliki kecerdasan, kritis, bertanggung jawab serta partisipatif dalam menghadapi perubahan sabagai akibat dan tantangan globalisasi.Kata kunci: Etika Demokrasi,  Demokrasi Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan abstractThe term democracy is briefly defined as the government or power of the people, by the people, and for the people. When viewed from the point of view of the organization, a democratic state is a country organized based on the will and will of the people, a democratic state that is a country of people's sovereignty. While ethics has a meaning: science that discusses what is commonly done or the science of customs; ethics can also be described as "the science of moral principles." The vision of Citizenship Education itself is to be a good citizen who has civic knowledge, civic dispositions, and articulate civic skills (relating to intellectual proficiency: identifying, describing, describing, analyzing, assessing, and taking and maintaining positions on an issue; and participatory skills: interacting, monitoring, and influencing) in the lives of democratic societies, nations, and countries. Citizenship Education is expected to give birth to democratic citizens who have intelligence, critical, responsible and participatory in the face of changes such as the consequences and challenges of globalization.Keywords: Democratic Ethics, Pancasila Democracy, Citizenship Education
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN KONSEP PENEGAKAN HUKUM PADA GENERASI MUDA Tweede Rhamadaniar Subagio; Meiwatizal Trihastuti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1718

Abstract

AbstrakPeran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun konsep penegakan hukum pada generasi muda menjadi awal dalam cita cita warga negara yang baik. Tujuan penelitian ini ialah  mengetahui Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun konsep penegakan hukum pada generasi muda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif studi literatur. Hasil penelitian menunjukan jika peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun konsep penegakan hukum pada generasi muda adalah dapat menjadi wahana dalam peningkatan kesadaran mengenai peran dan tanggung ajwab warga negara pada generasi muda. Selain itu, Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun konsep penegakan hukum memberikan pengetahuan tentang pentingnya penegakan hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Kesimpulan artikel ini adalah Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran dalam upaya membangun konsep penegakan hukum pada generasi mudaKata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, penegakan hukum, generasi muda AbstractThe role of Citizenship Education in building the concept of law enforcement in the younger generation is the beginning of the ideals of good citizens. The purpose of this study was to determine the role of civic education in building the concept of law enforcement in the younger generation. The method used is a descriptive qualitative study of the literature. The results of the study show that the role of Citizenship Education in building the concept of law enforcement in the younger generation is that it can be a vehicle for increasing awareness about the roles and responsibilities of citizens in the younger generation. In addition, Citizenship Education in building the concept of law enforcement provides knowledge about the importance of law enforcement in the life of the nation and state. The conclusion of this article is that Citizenship Education has a role in efforts to build the concept of law enforcement in the younger generationKeywords: Citizenship Education, Law Enforcement, Young Generation
Strengthening global competence through sister school programs Arista Khusnul Fadila; Yayuk Hidayah; Meiwatizal Trihastuti
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Directorate of Research and Community ServiceUniversitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v10i1.91399

Abstract

Civic education is fundamentally mandated to cultivate the requisite skills, character, and knowledge necessary to forge exemplary citizens. Amidst the relentless progression of globalisation, it is an absolute imperative for educators to construct pedagogical strategies strictly aligned with 21st-century demands. Globalisation unequivocally dictates that citizens possess a robust global perspective; therefore, foundational education must definitively foster global citizenship from an early age. Schools serve as indispensable institutions in expanding the cognitive frameworks and international roles of young citizens. Consequently, this study purposefully examines the implementation of the sister school programme as a critical mechanism for developing students' global perspectives. Employing a qualitative Systematic Literature Review methodology, this research rigorously analyses existing empirical evidence. The findings conclusively demonstrate that the sister school programme provides essential platforms for direct, transnational student interaction, thereby playing a paramount role in augmenting global perspectives. Through collaborative pedagogical activities, cross-border communication, and cultural exchange, students systematically broaden their comprehension of cultural diversity. This proactive engagement forcefully cultivates the tolerance and intellectual openness indispensable in the modern era, while definitively fortifying practical competencies in foreign language acquisition and digital communication.