Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS BIBLIOMETRIK PERKEMBANGAN PENELITIAN BIDANG ILMU KEWARGANEGARAAN Darmana, Feni; Sudirman, Arfin; Yomi Romlah, Oom; Trihastuti, Meiwatizal; Bachrudin, Achmad
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2023): PPKn dan Ilmu Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v5i2.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan penelitian bidang Ilmu Kewarganegaraan(Civics) dalam periode 2019-2023, secara spesifik dalam hal: 1) perkembangan publikasi internasionalpada periode tersebut, (2) analisis perkembangan Ilmu Kewarnegaraan kaitannya dalam bidang ilmulain, (3) analisis kerjasama antara peneneliti (co-author analysis), (4) analisis perkembangan publikasiinternasional dengan banyaknya kutipan (citation analysis), dan (5) analisis teks-teks dalam abstrakyang berkaitan dengan Ilmu Kewarnegaraan (Co-words analysis) Analisis bibliometrik digunakan dalammencapai tujuan tersebut melalui database publikasi Dimensions pada perode 2019-2023, dan perangkatlunak Vosviewer. Hasil penelitian ini berupa datameta dalam bentuk tabel, chart, dan pemetaan.
Implementasi Civic Entrepreneur melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif Sukmawati Efendi, Adjeng; Trihastuti, Meiwatizal; andrian
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 (2024): PPKn dan Berbagai dinamikanya
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v6i1.127

Abstract

Fenomena ekonomi kreatif di Indonesia telah hadir di berbagai daerah, ekonomi kreatif sebagai salah satu mengurangi masalah pengangguran misalnya seperti di Desa Sukahaji Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Implementasi civic entrepreneur melalui pengembangan ekonomi kreatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tempat penelitian yaitu di Rumah Jamur Fahira Desa Sukahaji Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Pelaksanaan program ekonomi kreatif di Rumah Jamur Fahira? 2) Nilai-nilai civic entrepreneur yang dilakukan melalui pengembangan ekonomi kreatif? 3) Hambatan dan upaya yang dihadapi oleh Rumah Jamur Fahira dalam pelaksanaan civic entrepreneur pada pengembangan ekonomi kreatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan implementasi civic entrepreneur di Rumah Jamur Fahira telah menerapkan nilai-nilai civic entrepreneur. Nilai-nilai civic entrepreneur tersebut merupakan penjabaran dari nilai-nilai entrepreneur dan nilai-nilai ekonomi kreatif.
Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila Syaadah, Ida; hendar hendrawan, jajang; trihastuti, meiwatizal
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2024): PPKN dan Masyarakat
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v6i2.134

Abstract

Penelitian ini membahas Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan inovatif yang menekankan pada pengembangan karakter dan keterampilan holistik dan pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dapat membentuk profil pelajar yang berkarakter, patriotik, dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penerapan kurikulum merdeka melalui Penguatan Profil Pelajar Pancasila Peserta Didik (2) mengetahui proses penerapan kurikulum merdeka terhadap mata pelajaran Pendidikan pancasila bagi peserta didik dan (3) mengetahui faktor penghambat dalam penerapan kurikulum merdeka melalui pembelajaran pendidikan pancasila bagi peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, metode ini didasari dengan konsep penyelidikan, yang melibatkan penelitian rinci dan berorientasi kasus, atau seri atau kasus individu. Peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat kualitatif dan hasil penelitian menekankan makna dari generalisasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Penerapan kurikulum merdeka disekolah ini masih dalam proses mengikuti alur sesuai dengan prinsip kurikulum merdeka, dalam prinsip kurikulum merdeka ini sekolah bisa memerdeka pembelajaran, akan tetapi dalam proses belajar ada kendala yang dihadapi oleh guru-guru dalam memahami prinsip merdeka belajar tersebut.
Students’ Conceptualization on Citizen Participation in Digital Era: A Mixed Method Research Trihastuti, Meiwatizal; Dianasari, Dianasari; Retnasari, Lisa; Hidayah, Yayuk; Suryaningsih, Anis
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research departs from the assumption that citizen participation can maintain democracy in the atmosphere of a country. This study aims to find out how to conceptualize citizen participation in the digital era with a focus on Ahmad Dahlan University students, Yogyakarta. This research uses mixed methods. The location of the study was at Ahmad Dahlan University Yogyakarta. In data collection, the researcher provided online questionnaire by using Google Form and process the data by using SPSS 24 programs. The results of the study revealed that 1) students at Ahmad Dahlan University Yogyakarta had experience as citizen engagement through several individual and group dimensions. 2) Most of the informants stated that the fulfillment of the rights and obligations of citizens needs to be realized in a structured format. Informants revealed that the lack of citizenship literacy can affect the pattern of involvement as citizens. 3) The experience of student participation at Ahmad Dahlan University Yogyakarta is expected to be able to increase civic intelligence, so that the pattern of participation can be associated with several components in the realization of intelligent and good citizens. This study concludes that student participation culture is influenced by civic literacy, information literacy, self-awareness, and participation alone, but there are also some students who are enthusiastic about following the civic context, but some are passive and only participate. The existence of inequality in participation as a citizen is an indication that there is an ongoing task of Civics to nationalize citizens. Keywords: culture of communication, university student, participation, citizen.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v12.i2.202241
Penguatan Kompetensi Complex Problem Solving Melalui Pembelajaran Keterlibatan di Era Masyarakat Digital Hidayah, Yayuk; Trihastuti, Meiwatizal; Muttaqi, Nabila Ihza Nur; Suhono, Suhono
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 22 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v22i1.64425

Abstract

Complex problem-solving skills are essential competencies for addressing the challenges of an ever-evolving digital society. This study aims to explore the enhancement of these skills through a community engagement approach. The research was conducted with students from Universitas Negeri Yogyakarta, specifically from the Civil Engineering and Planning Education, Electrical Engineering, Architecture, and Law departments, during the 2024 odd semester. A qualitative method was employed, utilizing interviews, participatory observations, and document analysis for data collection.The findings reveal that student participation in community-based programs, such as renewable energy technology development, eco-friendly architectural design, sustainable infrastructure, and digital law solutions, significantly improved critical thinking, multidimensional analysis, and cross-disciplinary collaboration skills. Engagement with the community broadened students' understanding of social, cultural, and technological contexts, fostering the creation of innovative and relevant solutions. The study recommends integrating community-based programs into the curriculum, fostering partnerships with local communities, and providing intensive training to support 21st-century competency development, aiming to produce adaptive and competitive graduates.
Peranan Sosial Media Dalam Memberikan Pendidikan Politik Bagi Masyarakat Hidayah, Yayuk; Sujastika, Ismi; Trihastuti, Meiwatizal
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 4 No. 1 (2024): Harmoni Budaya: Pendidikan Karakter, Kesadaran Hukum, Kearifan Lokal, dan Parti
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v4i1.1969

Abstract

Politik adalah seni untuk mencapai kekuasaan. Berbagai kebijakan politik dibuat oleh pemerintah sebagai produk politik. Politik yang sehat selalu melibatkan masyarakat sebagai objek politik utamanya. Di era yang serba canggih saat ini proses keikutsertaan masyarakat dalam berpolitik dapat dilakukan melalui berbagai cara dan dapat memanfaatkan beragam media, utamanya media teknologi. Teknologi informasi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan politik yang disiarkan melalui media berteknologi dapat sampai kepada masyarakat dengan mudah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan sosial media dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Adapun metode penelitian yang digunakan. adalah adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Proses analisis data dilakukan dengan melakukan reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sosial media berperan secara langsung dan positif dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat di Indonesia.
Efektivitas Penggunaan Bahan Ajar Video Interaktif Hak Asasi Manusia (VIKTIF HAM) untuk Perkuliahan Hak Asasi Manusia Rarasati, Ida Putri; Trihastuti, Meiwatizal; Baihaqi, Muhammad Iqbal
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 4 No 2 (2020): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v4i2.2685

Abstract

This article was to determine the validity, practicality testing and effectiveness of human rights learning. The method used research and develeopment (RnD) that aims to develop multimedia Viktif HAM teaching materials, to test the effectiveness of teaching materials in achieving learning objectives. The results showed that in the developing Viktif HAM teaching materials, was knowing potential problems and collecting data, making prototypes of teaching materials, conducting expert validation and revision, small and large scale field trials. Based on the results of expert validation, the developed teaching materials are in the very valid category with an average validation score of 89.2% in all aspects of assessment. Students as respondents also gave a positive response with a questionnaire score of 92.5% showing a very valid quality without revision. The effectiveness of the use of Viktif HAM teaching materials in lectures was calculated by analyzing the results of pre and post tests using N-Gain showing an average of 0.77. So it can be concluded that Viktif HAM human rights teaching materials are effectively used for human rights learning. Keywords: Human Rights Learning, Interactive Video, Teaching Materials
Repositioning legal logic in the civic education curriculum to build critical citizens Hidayah, Yayuk; Trihastuti, Meiwatizal; Jannah, Nita Maghfiratul
Education of Law Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Education of Law Journal
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edulaw.v1i2.2270

Abstract

Rapid socio-political change and the spread of disinformation demand that Citizenship Education move beyond the rote memorisation of legal norms and instead foster citizens who are capable of critical legal reasoning. This article proposes the repositioning of legal logic as a key epistemic framework within the Citizenship Education curriculum so that learners do not only know what the law states, but also understand why and how law operates in practice. Using a juridical-normative approach combined with qualitative content analysis of curriculum documents, textbooks, and teaching guidelines, this study examines the extent to which dimensions of legal logic—such as deductive–inductive reasoning, juridical argumentation, the distinction between legality and legitimacy, and the assessment of justice in legal norms—are integrated into teaching and learning processes. The findings indicate that the curriculum and learning materials remain dominated by a descriptive-dogmatic approach that positions law as a fixed text rather than as a field of public rationality open to argumentative debate. The proposed repositioning involves a shift from normative pedagogy to critical-argumentative pedagogy by incorporating case analysis exercises, mock trials, and constitutional debates grounded in legal logic into students’ learning experiences. Theoretically, this article strengthens the bridge between legal theory and citizenship education theory, while practically it offers recommendations for curriculum developers, teachers, and education policymakers to design learning that cultivates citizens who are critical, reflective, and responsible both legally and ethically.
PENGARUH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP KARAKTER CIVIC ENTREPRENEURSHIP PADA MAHASISWA Ashshidiq, Muhammad Hasbi; Trihastuti, Meiwatizal; Darmana, Feniawati
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 1 (2026): Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v8i1.253

Abstract

Penelitian ini dilarbelakangi oleh Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki peran sebagai usaha dalam membekali pengetahuan peserta didik serta kemampuan dasar yang berkenaan dengan hubungan warga negara serta warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Penerapan Pendidikan Kewarganegaraan dalam hal karakter berwirausaha akan mendorong para pelaku usaha untuk tumbuh sesuai dengan perkembangan zaman. Keberadaan Civic Entrepreneur dalam bentuk ekonomi kerakyatan dapat mendorong terciptanya lapangan pekerjaan sehingga dapat menjadi solusi bagi pemerintah dalam mengatasi permasalahan ekonomi. Penelitian ini menganalisis Apakah Pendidikan Kewarganegaraan berpengaruh terhadap terbentuknya karakter civic entrepreneur pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) STKIP Pasundan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pada Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Karakter Civic Entrepreneur, karena hasil menunjukan bahwa nilai determinasi yang diperoleh sebesar, 45, 7% dan sisanya 54,3% ditentukan oleh variabel lain diluar penelitian ini.
BUDIDAYA MAGGOT SEBAGAI PRAKTIK CIVIC ENTREPRENEURSHIP DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Anjani, Seli; Trihastuti, Meiwatizal; Romlah, Oom Yomi
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 1 (2026): Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v8i1.257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak Civic Entrepreneurship dalam meningkatkan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat melalui budidaya maggot di Desa Kopo, Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan lingkungan dan ekonomi, khususnya pengelolaan sampah organik yang belum optimal dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap enam narasumber, yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua TPS, Ketua dan Anggota KPM, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Civic Entrepreneurship di Desa Kopo berjalan melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan program budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi lokal. Faktor-faktor keberhasilan meliputi kepemimpinan yang partisipatif, dukungan pemerintah desa, keterlibatan aktif warga, serta inovasi dalam edukasi dan pemasaran. Program ini juga menciptakan dampak positif seperti pembukaan lapangan kerja baru, peningkatan kesadaran lingkungan, serta terciptanya pola pikir mandiri di masyarakat. Budidaya maggot menjadi contoh nyata Civic Entrepreneurship yang mampu mengintegrasikan nilai sosial dan ekonomi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.