Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG DALAM MENGEMBANGKAN CIVIC ENGAGEMENT DI PERGURUAN TINGGI (SUDI MAHASISWA KKN DI DESA MEKARRAHARJA KECAMATAN TALAGA KABUPATEN MAJALENGKA TANGGAL 10 S.D. 19 AGUSTUS 2018) Cahyono - Cahyono; Yayuk Hidayah; Meiwatizal Trihastuti
Jambura Journal Civic Education Vol 2, No 2 (2022): Vol.2 No.2 November 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v2i2.16673

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui peran KKN Universitas Pasundan Bandung dalam mengembangkan civic engagement di Perguruan Tinggi, Mengetahui upaya dan hambatan dalam aktualisasi civic engagement KKN UNPAS di Desa Mekarraharja Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka . kasus. Data primer dapat diperoleh melalui informasi yang telah dipilih secara manual. Data sekunder adalah dari studi literatur. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengabdian Kepada Masyarakat (KKN) Pasundan Bandung berdampak pada praktik pelibatan bagi mahasiswa, selain itu melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pasundan Bandung dapat mendiversifikasi permasalahan yang terjadi di masyarakat sehingga semoga bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah civic engagement di perguruan tinggi yang salah satunya dapat difasilitasi oleh Pengabdian Kepada Masyarakat (KKN). Selain itu, terdapat upaya dan kendala dalam aktualisasi civic engagement di perguruan tinggi
Educational Interaction Patterns of Students in Blended Learning during Covid 19 Lisa Retnasari; Yayuk HIdayah; Tia Widyaningrum; Anif Istianah; Meiwatizal Trihastuti
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i2.11893

Abstract

Abstract: The Covid 19 pandemic requires teachers to apply blended learning. This raises several patterns of interaction between teachers and students and various potentials that support and hinder them. This study aims to understand the patterns of educational interaction in blended learning at SDN 210/X Bandar Jaya during the pandemic as well as the obstacles and support in interaction patterns. This research method is descriptive qualitative. Data were obtained from school principals and teachers. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data display and data verification. The results of this study indicate that there are three types of interaction patterns in blended learning at SDN 210/X Bandar Jaya, namely one-way interaction that occurs when the teacher uses the lecture method, two-way interaction that occurs when the teacher uses the combined lecture method with question and answer, and interaction three directions that occur when the teacher uses the discussion method. The supporting factors for educational interaction patterns consist of teachers, facilities and infrastructure, and educational staff, while the inhibiting factors for educational interactions consist of teachers, internet networks, and passive students.Keywords: Educative Interaction, Blended learning, Covid 19 Pandemic  Abstrak: Pandemi Covid 19 mengharuskan guru menerapkan pembelajaran blended learning. Hal ini memunculkan beberapa pola interaksi antara guru dan peserta didik dan berbagai potensi yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola interaksi edukatif dalam pembelajara blended learning di SDN 210/X Bandar Jaya pada masa pandemi serta hambatan dan dukungan dalam pola interaksi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data didapatkan dari kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola interaksi dalam pembelajaran blended learning di SDN 210/X  Bandar Jaya yaitu interaksi satu arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode ceramah, interaksi dua arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode gabungan ceramah dengan tanya jawab, dan interaksi tiga arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode diskusi. Faktor pendukung pola interaksi edukatif terdiri dari guru, sarana dan prasarana, dan tenaga kependidikan, sedangkan faktor penghambat interaksi edukatif terdiri dari guru, jaringan internet, dan pasifnya peserta didik.Kata kunci: Interaksi Edukatif, Blended learning, Pandemi Covid 19
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) di Kelas X SMA DARUL FALAH Hanny Rahayu; R. Dudi Rudiatna; Feniawati Darmana; Meiwatizal Trihastuti; Yuyun Yuniarsih
JOEL: Journal of Educational and Language Research Vol. 1 No. 9: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.385 KB) | DOI: 10.53625/joel.v1i9.2038

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran yang berbasis ICT terhadap motivasi belajar peserta didik di SMA Darul Falah. Objek penelitian adalah peserta didik SMA Darul Falah kelas X yaitu untuk melihat kemampuan peserta didik dalam pembelajaran berbasis ICT dalam mata pelajaran geografi apakah meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode tindakan kelas (classroom action research) yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Taggart. Istilah penelitian tindakan kelas untuk menekankan kelas sebagai setting penelitian. Penelitian yang dikembangkan berupa proses pengkajian berdaur yang terdiri dari empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil penelitian ini, motivasi belajar peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT). Belum tampak semangat belajar. Peserta didik lebih banyak mengobrol, tidak fokus pada pelajaran. belum mau berdiskusi, belum mengerjakan tugas dengan baik. Belum tampak kompetisi untuk memperoleh nilai yang baik.Tujuan pembelajaran belum tercapai. Pemahaman materi pelajaran belum tampak. Implementasi pembelajaran berbasis ICT ini memberikan manfaat antara lain lebih praktis dan memudahkan guru dalam penyampaian materi pelajaran. Siswa lebih mudah mengakses informasi yang berkaitan dengan materi pelajaran, hal ini didukung oleh sarana dan prasarana di sekolah yang mendukung proses pembelajaran berbasis ICT yaitu dengan adanya fasilitas internet.
The adaptation of scientific reasoning of prospective teachers for primary education in the perspective of civic science Hidayah, Yayuk; Dewi, Dinie Anggraeni; Trihastuti, Meiwatizal
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v18i1.36916

Abstract

This article aims to determine the adaptation of prospective elementary school teachers' scientific reasoning from a civic science perspective through seminar courses on elementary schools' educational problems. The issue of distance learning during the Corona Virus Disease (Covid) 19 pandemic in Indonesia has led to various highlights and analyzes. The learning scheme's quality and learning scheme are among the most popular questions in this learning scheme. This research uses a case study with a qualitative approach with data collection using interviews, observation, documentation, and literature studies. The results showed that the adaptation of the scientific reasoning of prospective elementary school teachers in a civic science perspective through the Seminar on Educational Problems in Primary Schools has several characteristics,  that is: 1) educational problems in primary schools captured by dominant students in technological literacy, 2) study of educational problems in schools fundamental relates to the realization of smart and good citizens that reflected in attitudes and behavior in the Covid-19 pandemic situation, and 3) there is character building in the adaptation of scientific reasoning in the civic science perspective. Therefore, the research expects to have implications in developing civic education knowledge, especially in elementary school, which aims to strengthen the study of civic education.  
Analisis Perkembangan Agama Dan Moral Siswa Dari Keluarga TKI Di SDN Sri Rejosari Kecamatan Way Jepara Lampung Timur Lia Qurotul Aini; Meiwatizal Trihastuti
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.675 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendreskripsikan tentang perkembangan agama dan moral siswa dari keluarga TKI (Studi kasus di SDN Srirejosari Way Jepara Lampung Timur). Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan observasi yaitu mengumpulkan data dan pengamatan langsung objek yang akan diteliti. Teknik analisa data menggunakan langkah dengan reduksi data, merangkum data yang pokok dan fokus pada hal yang penting. Penyajian data, penyusunan informasi supaya lebih mudah untuk diolah dan dipahami. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa yang orang tuanya menjadi TKI di dapati kurang dalam perkembangan agama dan moral, dengan demikian berbagai upaya yang dilakukan oleh guru dan kerabat terdekat dalam mengembangkan agama dan moral siswa dari keluarga TKI. Kata Kunci : Perkembangan agama dan Moral, Keluarga TKI
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN WAWASAN KEBANGSAAN DI SEKOLAH DASAR Zulfa, Bq.Indana; Hidayah, Yayuk; Trihastuti, Meiwatizal; Simatupang, Ernawati
Jurnal Dikdas Bantara Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v5i1.2183

Abstract

Pembelajaran wawasan kebangsaan merupakan upaya dalam memelihara jati diri bangsa. Wawasan kebangsaan menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya dalam memelihara eksistensi bangsa dengan berlandaskan nilai-nilai luhur. Pembelajaran wawasan kebangsaan di Sekolah Dasar  di maksudkan sebagai upaya pengenalan jati diri bangsa sejak usia dini. Fokus  masalah dalam penelitian adalah bagaimana implementasi pembelajaran wawasan kebangsaan di SDN 193 Caringin Kota Bandung. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekaan deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas VB, peserta didik kelas VB SDN 193 Caringin Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi.  Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, pengajian data dan penarikan kesimpulan.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pembelajaran wawasan kebangsaan di SDN 193 Caringin Kota Bandung adalah terintergarsi dalam mata pelajaran Tematik pada muatan PPKn dan pengkondisian iklim kelas.  Kendala dalam implementasi pembelajaran wawasan kebangsaan di SDN 193 Caringin Kota Bandung yaitu keterbatasan waktu  dan lingkungan tempat bergaul peserta didik yang dapat melunturkan penanaman konsep wawasan kebangsaan. Implikasi dari hasil riset ini untuk pengembangan IPTEK yaitu dapat menambah wawasan mengenai wawasan kebangsaan di Sekolah Dasar.
Memperkuat Integrasi Nasional Di Era Digital : Penguatan Resolusi Konflik Di Era Digital Sebagai Perwujudan Warga Negara Yang Baik HIdayah, Yayuk; Nufikha Ulfah; Meiwatizal Trihastuti
Antroposen: Journal of Social Studies and Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/antroposen.v2i2.5483

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai bagaimana memperkuat integrasi nasional di era digital melalui penguatan resolusi konflik di era digital sebagai perwujudan warga negara yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep resolusi konflik dan bagaimana penerapannya dalam konteks perwujudan warga negara yang baik di era digital . Metode penelitian yang dgunakan adalah pendekatan deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari literatur yang relevan seperti buku, jurnal akademik, dan sumber-sumber online. Data tersebut kemudian dianalisis melalui pendekatan kualitatif untuk menghasilkan temuan-temuan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep resolusi konflik dalam konteks perwujudan warga negara yang baik di era digital ialah dengan memperkenalkan peserta didik pada metode penyelesaian konflik yang berbasis dialog, partisipasi aktif, dan pemecahan masalah yang kreatif. Selain itu, Penerapan konsep resolusi konflik dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya menghargai perbedaan dan mempromosikan perdamaian serta keadilan sosial. Teknologi digital seperti media sosial dan platform online dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antar peserta didik. Namun, penggunaan teknologi digital juga memiliki risiko seperti penyebaran informasi yang tidak valid dan peningkatan polarisasi dan kebencian di media sosial. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana konsep resolusi konflik dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn di era digital dan memberikan implikasi untuk pengembangan kurikulum PKn yang lebih adaptif dengan perkembangan teknologi digital.
The Influence of Teachers’ Leadership and Motivation on Social Science Learning Outcomes MA Yahisha Cihampelas Bandung Trihastuti, Meiwatizal; Latief, Suryawahyuni; Kholid, Mohammad Ridho
Bulletin of Science Education Vol. 1 No. 2 (2021): Bulletin of Science Education
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bse.v1i2.184

Abstract

- The aim of this study was to know the influence of teachers’ leadership and motivation, to know the learning outcomes on learning social science. This research was quantitative with regression linear. The researchers taken 30 students from class XI IPS (social science) 1 Year 2020/2021 at MA Yahisha Cihampelas Bandung. The result show that the hypothesis in this study can be accepted, namely there is an influence of Teachers' Leadership and Motivation on the Social Science Learning Outcomes of Class XI IPS 1 Students 2020/2021 at MA Yahisha Cihampelas Bandung. With a high level of significance. In other words, Teachers' Leadership and motivation can be used as a method to improve student learning outcomes, in this case, Social Science lessons in the teaching and learning process. Keywords: Teachers’ Leadership, Social Science Learning Outcome, Motivation
The Management Orphanage in Henri Fayol's Perspective: A Case Study of the Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Hadlonah Ceper Klaten Fardani, Diah Novita; Trihastuti, Meiwatizal; A. Hasyim, Umar Al Faruq; Reni Andriyani
JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Vol. 6 No. 2 (2021): JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan)
Publisher : Graduate Program Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jmksp.v6i2.5456

Abstract

This article was to find out the substance framework of Henry Fayol's theory, to know the application of management Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Hadlonah Ceper Klaten, and to find out the relevance of Henry Fayol's managerial practice theory applied to the Orphanage LKSA Darul Hadlonah Ceper Klaten. The researchers used qualitative research. Observation and interviews was used in collecting the data. The results indicated that the implementation management Orphanage of LKSA Darul Hadlonah Ceper Klaten in the functions of planning, command or giving orders, coordinating and controlling were going well. The planning system was adjusted to the timeframe that would be needed. Hence, the implementation of planning management was running well. Being able to jointly be responsible with everything related to the utilization of facilities, equipment and personnel needed.
Penguatan Civic Engagement Berbasis Pancasila Untuk Membangun Kesadaran Konstitusional Menuju Warga Negara yang Baik dan Berkelanjutan Pada Era Digital Hidayah, Yayuk; Trihastuti, Meiwatizal; Hakiki, Muhammad; Fadli, Radinal
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v13i1.31573

Abstract

Civic engagement berbasis nilai-nilai Pancasila berperan penting dalam membangun kesadaran konstitusional yang dapat mewujudkan warga negara yang baik dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan civic engagement berbasis Pancasila dalam membangun kesadaran konstitusional guna menciptakan warga negara yang baik dan berkelanjutan. Civic engagement, yang mencakup partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan politik dan sosial, merupakan elemen penting dalam menciptakan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini menggali berbagai teori, penelitian sebelumnya, serta pandangan ahli mengenai hubungan antara civic engagement, Pancasila, dan kesadaran konstitusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa civic engagement yang dibangun atas nilai-nilai Pancasila tidak hanya mendorong partisipasi warga negara dalam kehidupan publik, tetapi juga memperkuat kesadaran konstitusional. Hal ini penting dalam membangun tatanan masyarakat yang demokratis, di mana warga negara tidak hanya memiliki hak, tetapi juga memahami tanggung jawabnya. Kesadaran konstitusional berbasis Pancasila memungkinkan terciptanya keseimbangan antara hak individu dan kepentingan kolektif, yang pada akhirnya mendukung keberlanjutan sosial dan politik. Studi ini merekomendasikan penguatan pendidikan civic engagement berbasis Pancasila dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal untuk membentuk generasi yang sadar hukum, kritis, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan global.