Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN MAJELIS DZIKIR HUBBUL WATHON DALAM UPAYA BELA NEGARA UNTUK MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL Dody Mulia Harahap; Agus Adriyanto; Achmed Sukendro; Pujo Widodo; Wilopo Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 3 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i3.2023.1322-1330

Abstract

Perkembangan lingkungan masyarakat global yang mengedepankan pola kehidupan pragmatis dan serba instan membuat gejolak masyarakat yang cenderung berbuat apatis dan menurunkan solidaritas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini tentunya   dapat melemahkan rasa nasionalisme dan patriotisme, sehingga perlu ditangani bersama. Kehadiran organisasi keagamaan yang dapat menyejukkan suasana sebagai garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sangat dibutuhkan. Kehadiran Majelis Dzikir Hubbul Wathon sebagai organisasi berciri khas zikir dan amaliah yang selalu mengangkat nilai-nilai nasionalisme, penting diteliti untuk melihat perannya dalam upaya bela negara. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif ini bertujuan untuk menganalis upaya bela negara yang dilakukan Majelis Dzikir Hubbul Wathon dalam keamanan nasional. Upaya bela negara dilakukan dengan memberikan pembekalan tentang bela negara kepada seluruh anggotanya yang akan diimplementasikan  dalam tugas dan fungsinya. Penelitian ini menemukan bahwa Majelis Dzikir Hubbul Wathon telah berperan sebagai agent of change dalam rangka menyebarkan nilai-nilai bela negara untuk mendukung keamanan nasional dengan cara mengimplementasikan program yang dapat menumbuhkan kesadaran 5 kemampuan dasar bela negara seperti: rasa cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin akan Pancasila sebagai dasar ideologi, rela berkorban, dan pembinaan awal kemampuan bela negara. Penelitian ini memberikan saran bahwa upaya bela negara dalam bentuk implementasi nilai-nilai spiritual dapat diaplikasikan dalam berbagai program dan kegiatan kemasyarakatan oleh semua pihak dalam mendukung keamanan nasional. Kata Kunci: peran, upaya bela negara, Majelis Dzikir Hubbul Wathon
STRATEGI BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN KOTA BANDUNG DALAM PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA CIJEDIL KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR GUNA MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL Wira Muharromah; Adi Subiyanto; Fauzi Bahar; Pujo Widodo; Wilopo Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 3 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i3.2023.1131-1137

Abstract

Bencana gempa bumi yang dilanjutkan dengan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 21 November 2022 mengakibatkan adanya 310 korban jiwa dan sejumlah bangunan rumah rusak berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses operasi SAR dalam penanggulangan bencana tanah longsor di Desa Cijedil Kecamatan Cugenang Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Terkait strategi UPT Pencarian dan Pertolongan Bandung dalam penanggulangan bencana tanah longsor di Desa Cijedil Kecamatan Cugenang tahun 2022, 1) Strategi. 2) Pelaksanaan pengerahan dan pengendalian potensi pada operasi SAR dilakukan dengan menjalin koordinasi dan komunikasi dengan potensi SAR di Kabupaten Cianjur. Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan, dalam upaya mengoptimalkan operasi SAR melalui pengerahan dan pengendalian potensi SAR yang dilakukan oleh BNPP, peneliti memberikan beberapa saran dan masukkan. Peneliti memberikan saran kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) agar memperkuat fungsi komando dengan merevisi atau membuat beberapa peraturan maupun kebijakan terkait pengerahan dan pengendalian potensi SAR pada tanggap darurat bencana.Kata Kunci : Strategi; Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan; Penanggulangan Bencana; Tanah Longsor; Keamanan Nasional
SATU DATA BENCANA INDONESIA (SDBI) SEBAGAI ACUAN PENANGGULANGAN BENCANA DALAM MENJAGA MOMENTUM PEMBANGUNAN NASIONAL Hal Ichbhal; Adi Subiyanto; Ernalem Bangun; Pujo Widodo; Wilopo Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 3 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i3.2023.1054-1062

Abstract

Indonesia memiliki risiko bencana yang tinggi dan diperburuk oleh perubahan iklim yang berpotensi menggangu momentum dan pencapaian pembangunan. "Satu Data Bencana Indonesia (SDBI)" yang meliputi pengelolaan data dan statistik tentang risiko bencana, kejadian, dampak serta pemulihannnya. SDBI adalah sumbangsih pemenuhan kewajiban negara untuk melindungi masyarakat Indonesia dari resiko, kejadian, dan dampak bencana. Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bersama-sama mengembangkan Badan Nasional Satu Data Bencana Indonesia (SDBI).. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan dan memberikan wawasan yang luas tentang data bencana sebagai acuan  pemerintah dan implementasinya bagi para pengambil keputusan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif: pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi; teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Platform SDBI dituangkan  dalam Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Satu Data Bencana. Temuan dalm  SDBI, koordinasi, metodologi yang belum baku, dan komunikasi yang kurang baik. Kesimpulannya adalah bahwa praktik metodologi dan prosedur penanggulangan bencana untuk pengumpulan dan pengelolaan data harus dibagi dalam  kelompok kerja teknis untuk memastikan koordinasi. Perlunya pembentukan kelompok kerja teknis yang terdiri dari BPS, BNPB dan BIG dalam pelaksanaan Satu Data Bencana Indonesia sehingga pembangunan nasional tetap berjalan.
KONSTRUKTIVISME SEBAGAI PENDEKATAN UNTUK MEMAHAMI POLITIK DUNIA Fatihah Rizkiyah; Endro Legowo; Abdul Rivai Ras; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 3 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i3.2023.1389-1395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konstruktivisme sebagai  salah satu pendekatan dalam Hubungan Internasional yang berguna untuk memahami politik dunia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan studi Pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konstruktivisme telah menjadi pendekatan yang kokoh untuk memahami politik dunia. Konstruktivisme dalam hubungan internasional muncul pertama kali pada tahun 1980-an, muncul pada periode pasca Perang Dingin yang dapat menjelaskan akhir damai Perang Dingin dan memberikan pengembangan penjelasan yang lebih beragam bagi fenomena internasional kontemporer. Politik internasional atau politik dunia adalah hasil dari suatu konstruksi sosial, yakni agen dan struktur saling mempengaruhi menghasilkan perubahan sosial politik dan struktur ideasional sama pentingnya dengan struktur material adalah asumsi dasar konstruktivisme. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivisme memperluas lingkup dan unit analisis studi hubungan internasional, konstruktivisme dalam memahami politik dunia memiliki kekuatan gagasan, norma dan nilai dalam membentuk politik dunia, bahwa anarki adalah hasil konstruksi negara bersifat konfliktual atau kooperasi tergantung pada negara pembuat keputusan.
Analysis of Determination of Sea Toll Routes in Eastern Indonesia (KTI) Using Dynamic Programming Regita Ernawati; Surachman Surjaatmadja; Pujo Widodo; Herlina Jr. Saragih; Panji Suwarno; Marsetio Marsetio; Surya Wiranto
Dinamika Bahari Vol 4 No 1 (2023): May 2023 Edition
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/db.v4i1.364

Abstract

The sea highway program is part of the fourth pillar, namely the pillars of the maritime economy, infrastructure and increasing welfare, one of the seven pillars of Indonesia's Maritime Policy (KKI). The aim of the Sea Highway Program is to grow the maritime economy by turning the sea into a production and marketi ng center between the Indonesian territory and the islands and surrounding areas. This study aims to analyze the decision of maritime highway routes in Eastern Indonesia Region (KTI) in order to provide the best route with a minimum distance. Four shipping highway routes from Surabaya to Eastern Indonesia Region, namely route T-13 (Tanjung Perak-Rote (Ndao)-Sabu (Biu)-Tanjung Perak), T-14 (Tanjung Perak-Lembata (Lewoleba)-Tabilota/Larantuka- Tanjung Perak), T-15 (Cape Perak-Makassar (Soekarno Hatta)-Jailolo-Morotai (Daruba)-Tanjung Perak), and T-18 (Tanjung Perak-Badas-Bima-Merauke (Kelapa Lima)-Tanjung Perak) combined into 1 (one) route from Tanjung Perak to Merauke, resulting in 1 (one) optimal route with the minimum distance obtained from the smallest value at each stage . This study uses quantitative methods and Multistage Graph problem-solving techniques with Dynamic Programming backward or bottom-up methods, and primary data collection through interviews and secondary data such as: documents/journals/books. The selected optimal route is (Tanjung Perak-Makassar-Tabilota/Larantuka-Sabu (Biu)-Merauke (Kelapa Lima)) with a distance from Tanjung Perak to Makassar is 437 Nm. Makassar to Tabilota/Larantuka is 340 Nm. Tabilota/Larantuka to Sabu (Biu) is 163.8 Nm. Sabu (Biu) to Merauke (Kelapa Lima) is 1261.24 Nm. So that the total shipping distance from Tanjung Perak to Merauke is 2202.04 Nm.
MAKNA SIMBOLIK BUDAYA “Ata Dike” (Manusia Yang Baik/Bermoral/Beradab) DALAM MEMBANGUN PERDAMAIAN, MEWUJUDKAN KEAMANAN NASIONAL (Studi Resolusi Konflik Berbasis Penguatan Nilai Budaya di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur) ANDREAS GAMA LUSI; HALOMOAN FREDDY SITINJAK ALEXANDRA; ADNAN MADJID; PUJO WIDODO
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 4 No 10 (2023): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA - EDISI JUNI 2023
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya konflik komunal di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Konflik komunal ini telah banyak memakan korban jiwa dan harta benda. Upaya pencegahan dan pengendalian konflik oleh pemerintah daerah dan aparat penegak hukum melalui jarlur pengadilan maupun di luar jalur pengadilan tidak juga mengakhiri konflik. Malah eskalasi konflik semakin tinggi akibat dendam dari generasi ke generasi. Tujuan dari penelitian ini mengkaji secara mendalam spirit/kekuatan dari Makna Simbolik Budaya “Ata Dike” (Manusia Yang Baik/Bermoral/Beradab) dalam meresolusi konflik agar terciptanya kehidupan penuh damai. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian ini adalah tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh politik, penegak hukum dan tokoh agama di Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Makna Simbolik Budaya “Ata Dike” (Manusia Yang Baik/Bermoral/Beradab) memiliki kekuatan resolusi konflik masyarakat di Pulau Adonara. Proses resolusi konflik dilakukan dengan ritual-ritual yaitu :1) Gencatan Senjata (ta’o dopi, ledang gala); 2) Proses Pencarian Kebenaran (gahin koda, turu irak); 3) Sumpah Adat (nayu geto, baya bolak); 4) Perdamaian atau Rekonsiliasi (hodi limat atau mela sareka).
Lesson Learned Dalam Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara pada Fase Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Lombok 2018 Dede Saputra; Agus Wibowo; Christine S. Marnani; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4788

Abstract

Abstract The meeting of these three plates causes areas in Indonesia to be vulnerable to earthquakes. Earthquake is a natural phenomenon that cannot be predicted when they will occur. The 2018 earthquake caused the North Lombok District Government to immediately make efforts to deal with the disaster. Improvement requires special attention during the emergency and post-disaster response periods, both from the central and regional governments as well as other parties, so that all residents can improve and be able to carry out their activities until they recover. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques, namely interviews, observation, and document study. The purpose of this study is to make the earthquake event in North Lombok Regency in 2018 a Lesson Learn for all parties, especially in North Lombok district and in general for all Indonesian people so that a disaster-resilient community is formed that has an awareness of the potential disasters that will be faced to contribute to the condition national security. Keywords: Earthquake, Lesson Learned, Emergency Response Phase, Effort and Response. Abstrak Pertemuan ketiga lempeng ini menyebabkan wilayah di Indonesia rentan terhadap bencana gempa bumi. Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi kapan waktu terjadinya. Gempa bumi tahun 2018 mengakibatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk segera melakukan upaya penanganan bencana tersebut. Pembenahan memerlukan perhatian khusus pada masa tanggap darurat dan pasca bencana, baik dari pemerintah pusat dan daerah maupun pihak lainnya, sehingga seluruh warga dapat berbenah dan mampu menjalankan aktivitas hingga pulih kembali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi dan studi dokumen. Tujuan dari penelitian ini menjadikan peristiwa gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2018 sebagai Lesson Learn bagi semua pihak khususnya di kabupaten Lombok Utara dan umumnya bagi seluruh masyarakat Indonesia agar terbentuk masyarakat tangguh bencana yang memiliki kesadaran akan potensi bencana yang akan dihadapi guna berkontribusi pada kondisi keamanan secara nasional. Kata Kunci: Gempabumi, Lesson Learned, Fase Tanggap Darurat, Upaya dan Respon.
Pasca Pandemi Covid-19 dan Pembelajaran yang Didapat Sebagai Antisipasi Ancaman Keamanan Nasional Dimasa Depan M Andrian Putra Pratama; Trismadi; Yusnaldi; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Panji Suwarno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4879

Abstract

Abstrak Pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 yang telah melanda dunia telah berdampak serius terhadap pertahanan dan keamanan nasional di banyak negara, termasuk Indonesia. Virus ini sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, menyebabkan krisis kesehatan global yang serius dan memengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di banyak negara. Oleh karena itu, pandemi Covid-19 harus dipahami dari sudut pandang keamanan nasional, yang meliputi keamanan manusia, stabilitas ekonomi, serta kedaulatan dan keutuhan wilayah. Dalam analisis singkat ini, penulis mencoba melihat pandemi Covid-19 dari perspektif ketahanan nasional Indonesia sebagai bentuk antisipasi ancaman di masa depan. Pembahasan diawali dengan penjelasan mengenai pengertian ketahanan nasional dan dampak pandemi Covid-19 terhadap ketahanan nasional Indonesia. Selain itu, penulis mencoba membahas berbagai kebijakan pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk mencegah ancaman pandemi di masa mendatang. Analisis singkat ini disusun dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan referensi dari berbagai sumber berupa media terpercaya, surat kabar terpercaya dan website lembaga resmi kementerian dan lembaga pemerintahan. Kata kunci: Covid-19, Keamanan Nasional, Stabilitas Negara, Ancaman di masa depan. Abstract At the beginning of 2020 the Covid-19 pandemic that has hit the world has had a serious impact on national security in many countries, including Indonesia. This virus is highly contagious and can spread quickly around the world, causing a serious global health crisis and affecting the social, economic and political life of many countries. Therefore, the Covid-19 pandemic must be understood from the perspective of national security, which includes human security, economic stability, and territorial sovereignty and integrity. In this short analysis, the author tries to see the Covid-19 pandemic from the perspective of Indonesia's national resilience as a form of anticipating future threats. The discussion begins with an explanation of the meaning of national resilience and the impact of the Covid-19 pandemic on Indonesia's national resilience. In addition, the author tries to discuss various Indonesian government policies in dealing with the Covid-19 pandemic and strategic steps that can be taken to prevent future pandemic threats. This brief analysis was prepared using the library research method using references from various sources in the form of trusted media, trusted newspapers and websites of official ministries and government agencies. Keywords: Covid-19, National Security, State Stability, Threats in the future.
Sea Power Indonesia Related to Geopolitics in The South China Sea and Geoeconomics in the North Natuna Sea Sloc & Slit Rahma Agun Aulal Muna; Abdul Rivai Ras; Rudiyanto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Panji Suwarno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4892

Abstract

Abstract This article talks about Indonesia's sea power from a geopolitical perspective in the South China Sea and geoeconomics (Sea Lane of Trade/SLoT) as well as communication lines (Sea Lane of Communication/SLoC) in the North Natuna Sea. The theory used to analyze this journal is the concept of sea power. This article also dissects the wealth of natural resources as well as the strategic position of the country which needs to be utilized optimally for the national interest. The research method used is the descriptive qualitative method. The results of the analysis show that Indonesia has extraordinary natural resource potential for the future. Indonesia's strategic location must be fully utilized and security must be maintained. Keywords: Sea Power, Geopolitics, Geoeconomics, South China Sea, North Natuna Sea SLOC and SLIT
Kerja Sama Kepolisian antara Kepolisian Republik Indonesia Dengan Kepolisian Federal Australia Dalam Peningkatan Keamanan Maritim Tahun 2023 Muhamad Rizal Aria Sandy; Abdul Rivai Ras; Yusnaldi; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Panji Suwarno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4991

Abstract

Abstrak Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah perairan yang lebih luas dari daratannya menjadi tantangan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia dalam mengatasi ancaman kejahatan yang berada di laut. Kemudahan akses untuk pelaku kejahatan masuk dan keluar dari sebuah wilayah kedaulatan negara menjadi sebuah masalah bagi keamanan negara. Batas maritim Australia yang berbatasan dengan wilayah Indonesia bagian selatan dengan garis batas maritim yang sangat panjang dapat menjadi ancaman kejahatan lintas negara bagi keamanan kedua negara tersebut. untuk itu, penelitian kali ini akan membahas peluang kerja sama antara Kepolisian Indonesia dan Kepolisian Australia dalam menangani dan meningkatkan keamanan maritim secara bersama-sama. Menggunakan konsep sistem politik yang dikeluarkan oleh David Easton untuk membahas background kerja sama antara kedua lembaga tersebut dan implementasi kerja sama yang akan dilakukan antara keduanya. Hasil dari penelitian ini adalah pada tahun 2023 antara Polri dan AFP telah menandatangani sebuah naskah perjanjian kerja sama keamanan dalam menangani kejahatan transnasional. Kerja sama keamanan antara Polri dan AFP berkaitan dengan kerja sama dalam menangani tindak kejahatan transnasional dan pengembangan kepasitas. Dengan naskah ini, diharapkan antara Polri dan AFP dapat bekerja sama dalam meningkatkan keamanan, terutama keamanan maritim secara bersama. Hal tersebut berkaitan dengan ancaman keamanan yang ada di laut dan merupakan kejahatan-kejahatan yang bersifat lintas batas karena kemudahan akses bagi pelaku-pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya di perairan batas maritim antara Indonesia dan Australia. Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan implementasi kerja sama dapat maksimal bagi kedua nya dalam meningkatkan keamanan perbatasan secara bersama-sama. Kata Kunci: Polri, Sistem Politik, Keamanan Maritim. Abstract Indonesia as an archipelago with a larger water area than its land is a challenge for the government and all Indonesian people in overcoming the threat of crime at sea. The ease of access for criminals to enter and exit a country's sovereign territory is a problem for state security. Australia's maritime boundary which borders the southern part of Indonesia with a very long maritime boundary line can pose a threat of transnational crime to the security of the two countries. This research will discuss opportunities for cooperation between the Indonesian Police and the Australian FFederal Police in handling and improving maritime security together. Using the concept of political system issued by David Easton to discuss the background of cooperation between the two parties and the implementation of cooperation that will be carried out between the two parties. The result of this research is in 2023 the Indonesian National Police (Polri) and the Australian Federal Police (AFP) have signed a security cooperation agreement in combating transnational crimes. The security cooperation between Polri and AFP relates to cooperation in combating transnational crimes and capacity building. With this new cooperation agreement, it is expected that Polri and AFP will work together to improve security, especially in maritime security. This is related to security threats that exist at the sea and these crimes are cross-border in nature due to the ease of access for criminals to carry out their actions in the maritime boundary waters between Indonesia and Australia. With this agreement, it is hoped that the implementation of cooperation can be maximized for both parties in improving border security together.Keyword: INP, Maritime Security, and Political system. Keywords: INP, Political System, Maritime Security.
Co-Authors Achmed Sukendro Adi Nugroho Adityo Santoso ADNAN MADJID Adriyanto, Agus Agus Mulyana Agus Sudarya Agus Wibowo Ahmad Riyadl Aini Nahdlia Puspita Ajis Nur Efendi Akbar Dwi Putra Akhir Yuliana Setianingrum Amelia Widya Octa Kuncoro Putri Anastasyia Sukma Kundhalini Andi Moh Ghalib ANDREAS GAMA LUSI Anwar Kurniadi Aprianto Trianggoro Putro Arifuddin Uksan Arifuddin Uksan Arifuddin Uksan Ary Randy Avida Mileaningrum Ayu Meiranda Bagus Wahyu Hutomo Bambang Wahyudi Bambang Wahyudi Bangun, Ernalem Barik Ali Amiruddin Bayu Asih Bayu Asih Yulianto Bayu Setiawan Berton Suar Pelita Panjaitan Candra Sholeh Hermawan Chalid Darmawan Charizatul Janna Asdi Putri Chehafni Damanik Christine Marnani Christine S. Marnani Daryono Dede Saputra Deffi Ayu Puspito Sari Dessy Natalia Dewi O. Eka Putri Dhara Syera Fatria Dian Anggraini Dian Ayu Dimas Danur Cahya Djayeng Tirto Djayeng Tirto S. Dody Mulia Harahap Eka Siwi Nurhayati Elieser Ginting Elsa Kristina Hutapea Endyka Triono Dachi Eri Radityawara Hidayat Eri Radityawara Hidayat Erik Aprilian Donesia Ester Nataliana Fachruddin Usuluddin Fadilah Munawaroh Fatihah Rizkiyah Fauzi Bahar Fauzi Bahar Fauziah Gustarina Cempaka Timur Ferdy Ieorocha Firman Setia Budi Gede Sumertha KY Gita Prissandi Grace Carolina Gustin Restu Pangestu Haidul Firman Sitorus Hal Ichbhal Halomoan Alexandra Halomoan Freddy Sitinjak Alexandra Halomoan Freddy Sitinjak Alexandra Hana Putra Heridadi Heridadi Heridadi Heridadi Herlina J uni Risma Saragih Herlina J. Saragih Herlina Jr. Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Saragi Herwist Simanjuntak I Gede Sumertha I Gede Sumertha I Gede Sumertha Kusuma Yanca I Gede Sumertha KY I. Gede Sumertha Ichsan Malik IDK Kerta Widana Immanuel Franthos Papare Julianto Exel Allolayuk Khairul Umam Manik Kusuma Kusuma Kusuma Kusuma Kusuma Kusuma Kusuma Larissa Jusivani Legowo, Endro Lilik Kurniawan M Adnan Madjid M Andrian Putra Pratama Marjanuddin Ali Sidik Marsetio Marsetio Mira Nofrika Sari Moch Yurianto Moch. Jurianto Mochammmad Afifuddin Moh Agus Priono Muhamad Farid Geonova Muhamad Rizal Aria Sandy Muhammad Adham Pradhana Muhammad Adham Pradhana Muhammad Afif Al Fayed Muhammad Amiruddin Muhammad Fajar Romdhon Muhammad Habib Wicaksono Muhammad Habib Wicaksono Muhammad Ihsan Muhammad Surya Bhaskara Nini Aryanti Novia Ayu Rizky Nur Habibatus Sholichah Nurhidayat Nurul Fatin Muhardika Mansyur Nurul Purwaningdyah Dharmastuti Nurwulansari Nurwulansari Pande Made Rony Kurniawan Panji Suwarno Panji Suwarno Panji Suwarno Parluhutan Sagala Petrus P.S Prima Aris Wardhani Priyanto Priyanto Provid Ariantoko Puguh Santoso Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Rahma Agun Aulal Muna Raja Humuntal Manalu Rajasains E. Ras, Abdul Rivai Regita Ernawati Rejang Musi Agastya A. S. W Relycia Solihin Renny Setiowati Resmanto Widodo Resmanto Widodo Putro Reza Mahendra Ridha Ayu Rachmawati Rifan Apriantara Risman, Helda Robbyanandri Pratama Robbyanandri Pratama Robertus Heru Triharjanto Rudiyanto Rudiyanto Rudy Laksmono Said, Budiman Djoko Sakinatunnafsih Anna Salsabila Cherish Okcavia Sartika Khairani Siregar Say Marina Octavia Shelvy Nujuliyani Siswo Hadi Sumantri Siswo Hadi Sumantri Siswo Hadi Sumantri Sobar Sutisna Sovian Aritonang Stellar Mella Subiyanto, Adi Sudibyo Sudibyo Sugimin Pranoto Suhirwan, Suhirwan Sulistiyana Sulistiyana Supriyanto Darmansyah Surachman Surjaatmadja Suyono Thamrin Syaiful Anwar Syamsul Maarif Syamsul Maarif Syamsunasir Syamsunasir Syamsunasir Syamsunasir Syamsunasir Syamsunasir Tamarell Vimy Taufik Akbar Teguh Prasetyo Trismadi Trismadi Ully Ngesti Pratiwi Uly Maria Ulfah Utama, Anang Puji Vania Amelia Annava Wibisono Poespitohadi Widodo Widodo Widodo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wira Muharromah Wiranto, Surya Yoga Aztrianto Yudhawira Bhaskara Sembiring Yulian Tri Saptono Yulian Tri Saptono Yuliana Anggun Pertiwi Yusnaldi Yusnaldi