Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN KUALITAS PERSAHABATAN DITINJAU DARI GAYA KELEKATAN PADA MAHASISWA PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN ULM Putri, Lisdayanti Aulia; Anward, Hemy Heryati; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i1.1384

Abstract

Hubungan persahabatan tidak lepas dari adanya ikatan emosional antar individu yang bersahabat yaitu disebut dengan kelekatan dan setiap individu memiliki gaya kelekatan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas persahabatan ditinjau dari gaya kelekatan (gaya kelekatan aman, gaya kelekatan terpreokupasi, gaya kelekatan takut menghindar, dan gaya kelekatan menolak) pada Mahasiswa Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik proportional stratified purposive sampling dengan jumlah subjek 113 orang. Alat ukur yang digunakan yaitu skala kualitas persahabatan menggunakan skala likert dengan jumlah 36 aitem dan skala gaya kelekatan Bartholomew & Horowitz (1991). Teknik anlisis data yang digunakan adalah analysis of variance (ANOVA). Berdasarkan hasil analisis data maka dapat diartikan bahwa ada perbedaan kualitas persahabatan ditinjau dari gaya kelekatan pada Mahasiswa Psikologi. Gaya kelekatan aman berada pada kategori kualitas persahabatan yang lebih tinggi dengan rata rata dibandingkkan gaya kelekatan menolak dengan nilai rata-rata, gaya kelekatan menolak lebih tinggi dari gaya kelekatan terpreokupasi, yaitu dengan nilai rata-rata dan gaya kelekatan takut menghindar berada diposisi kualotas persahabatan paling rendah.
HUBUNGAN PERSEPSI CO-PARENTING DENGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 MARTAPURA Ansyah, Ripyatul; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1600

Abstract

Co-parenting merupakah hal yang penting, karena gangguan dalam hubungan co-parenting memiliki dampak yang merugikan pada perkembangan sosial dan kognitif anak pada tahun-tahun pertama kehidupan hingga masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara persepsi co-parenting dengan interaksi teman sebaya pada siswa SMP Negeri 2 Martapura. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan positif antara persepsi co-parenting dengan interaksi teman sebaya. Semakin tinggi persepsi co-parenting maka semakin tinggi interaksi teman sebaya. Populasi pada penelitian ini berjumlah 131 yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Martapura. Pengambila sampel sebagai subjek dalam penelitian menggunakan purposive random sampling, yaitu teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan atau karakteristik tertentu. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 65 orang siswa, dengan karakteristik yaitu siswa yang diasuh secara langsung oleh ibu dan ayahnya. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisa korelasi product-moment dari Karls Pearson. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan rendah dengan arah kedua variabel adalah positif. Berdasarkan nilai r dapat diperoleh nilai r2 (0,369) = 0,136. Sumbangan efektif persepsi co-parenting dengan interaksi teman sebaya sebesar 13,6% sedangkan 86,4% merupakan sumbangan dari faktor lainnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa siswa dengan persepsi co-parenting tinggi, maka interaksi dengan teman sebaya juga tinggi, artinya siswa dapat memenuhi tugas perkembangan pada remaja untuk mencapai hubungan baru, lebih baik, dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita.
PENERAPAN METODE PICTURE EXCHANGE COMMUNICATION SYSTEM (PECS) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI PADA ANAK DENGAN AUTISME Purnama, Muhammad Aditya Ais; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1661

Abstract

Autisme adalah gangguan perkembangan dan perilaku yang ditandai dengan ketidakmampuan pada komunikasi, sehingga digunakanlah berbagai metode intervensi untuk menanganinya, salah satunya adalah picture exchange communication system (PECS). Picture exchange communication system (PECS) adalah sebuah metode yang menggunakan media seperti gambar-gambar khusus yang bertujuan untuk membantu anak yang mengalami kekurangan dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode picture exchange communication system (PECS) dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi pada anak dengan autisme. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara. Wawancara dilakukan dengan pimpinan tempat penelitian untuk mengetahui gambaran metode yang digunakan pada tempat tersebut, dan gambaran umum subjek. Alat ukur yang digunakan adalah children’s communication checklist (CCC), untuk mengukur keterampilan berkomunikasi subjek sebelum dan sesudah penerapan metode penelitian. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan Wilcoxon signed rank-test, dan hasil menunjukkan bahwa taraf signifikansinya sebesar 0,180 (lebih besaridariinilai alpha 0,05), sehingga hipotesis ditolak. Berdasarkan hasil penelitian,dapat disimpulkan bahwa metode picture exchange communication system (PECS) tidak dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi pada anak dengan autisme secara signifikan, akan tetapi terdapat peningkatan skor keterampilan berkomunikasi subjek penelitian pada hasil pretest ke posttest yang didapatkan dari uji analisis deskriptif sebesar 23,5 poin (dari 44,5 poin menjadi 68 poin).
HUBUNGAN STRATEGI COPING YANG BERFOKUS PADA EMOSI DENGAN BURNOUT BELAJAR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU Regina, Avu; Istiqomah, Ermina; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1634

Abstract

Penelitia ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara  strategi coping yang  berfokus  pada emosi dengan burnout belajar. Jenis sampling yang digunakan yaitu cluster random sampling yang mana peneliti memilih angkatan 2016 yang berjumlah 60 orang sebagai sampel. Penelitian ini iix nggufiakan analisis korelasi Karl Pearson product moment dengan instrumen penelitian yaitu skala strategi coping yang berfokus pada emosi dan skala burnoul belajar. Berdasarkan hasil uji korelasi pearson product moment sebesar (-0,646 ) dan r label 0,254 dengan signifikansi 0,05 sehingga ada hubungan antara strategi coping yang berfokus pada emosi dengon bumout belajar pada mahasiswa program studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru dengan arah kedria hubungan variabel yang negatif, semakin tinggi strategi coping yang berfokus pada emosi inoko semakin rendah burnout belajar dan sebaliknya. Suciba•8• n efektif pada penelitian ini sebesar 42A sedangkan 38A merupakan sumbangan dari faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN PT PELINDO III (PERSERO) CABANG BANJARMASIN Pertiwi, Linda Dwi; istiqomah, Ermina; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan  antara  persepsi  dukungan  organisasi  dengan  keterikatan kerja pada karyawan di PT Pelindo III (Persero) Cabang Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 129 orang karyawan PT Pelindo III (Persero) Cabang Banjarmasin yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala persepsi dukungan organisasi dan skala keterikatan kerja. Metode analisis data menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson. Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan nilai r = 0,460 dengan tarafbsignifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang artinya terdapat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan kerja. Nilai korelasi (r) positif menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi dukungan  organisasi  maka  semakin  tinggi  keterikatan  kerja, dan sebaliknya semakin rendah persepsi dukungan organisasi maka semakin rendah keterikatan kerja. Hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan kerja adalah sebesar 21,2%, sedangkan 78,8%  sisanya adalah dari faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti dalam  penelitian  ini.  Hasil  analisa  tersebut  membuktikan bahwa hipotesis yangbmenyatakan adanya hubungan  antara  persepsi  dukungan  organisasi  dengan  keterikatan kerja dapat diterima.
PENERAPAN METODE DISCRETE TRIAL TRAINING (DTT) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BICARA PADA ANAK YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN BICARA Amalia, RR. Nabila Ghina; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1675

Abstract

Keterlambatan bicara merupakan sebuah keadaan pada anak sebagai ketidaknormalan kemampuan bicara jika dibandingkan dengan kemampuan seusianya. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan kemampuan bicara anak adalah dengan menggunakan metode Discrete Trial Training (DTT). Metode DTT merupakan sebuah metode turunan dari pendekatan Applied Behavior Analysis (ABA) yang sistematik, terstruktur, dan terukur yang didasari oleh model perilaku operant conditioning yakni suatu perilaku tertentu dikendalikan melalui manipulasi imbalan dan hukuman dengan memecah materi menjadi bagian-bagian kecil dalam pengajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan metode Discrete Trial Training (DTT) dalam meningkatkan kemampuan bicara pada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria anak yang mengalami keterlambatan bicara tanpa disertai gangguan lainnya yang berusia dua sampai dengan lima tahun dan tidak sedang menjalani terapi apapun selama intervensi diterapkan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen, yaitu guide screening, observasi dan wawancara. Guide screening dalam penelitian ini menggunakan acuan pada Milestones of Child Development untuk mengetahui gambaran perkembangan bahasa anak. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan Wilcoxon signed rank- test sehingga dapat diketahui bahwa taraf signifikansi yakni sebesar 0,180 yang mana lebih besar dari alpha (0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Discrete Trial Training (DTT) tidak dapat meningkatkan kemampuan bicara secara signifikan pada anak yang mengalami keterlambatan bicara namun tetap terdapat peningkatan nilai rerata pretest dan posttest yang diperoleh subjek.
Manajemen Kesan Pada Youtuber Ditinjau Dari Perspektif Teori Dramaturgi Rinaldy, Muhammad Fadil; Hidayatullah, M. Syarif; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2826

Abstract

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2019 tercatat sebanyak 171 juta jiwa menurut (kominfo). kebanyakan pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan media sosial salah satunya youtube. Meningkatnya jumlah pengguna youtuber di tanah air ini juga didukung oleh jumlah penonton yang besar. Video blog (vlog) merupakan media untuk merepresentasikan diri seorang  youtuber. Dalam vlognya seorang  dapat membentuk dirinya sesuai dengan apa yang ia inginkan. Proses presentasi diri biasanya individu akan melakukan manajemen kesan, tujuannya agar dapat mempengaruhi orang lain, disukai orang lain, ingin memperbaiki posisi, memelihara status dan sebagainya. Penelitian ini berjutuan untuk mengetahui manajemen kesan  pada youtuber berdasarkan aspek, faktor, bentuk dan teknik dari manajemen kesan. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah youtuber terkenal dan  memiliki banyak pengikut di media sosialnya. Subjek berjumlah tiga orang, subjek dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan dan penggalian data menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan ketiga subjek menggunakan manajemen kesan dalam membuat video. FE pemalu, kurang terbuka dengan orang yang baru di kenal. Dalam membuat video FE menampilkan diri apa adanya. RA bersifat ramah dan lucu mudah bergaul dengan orang lain. Dalam membuat video RA menampilkan dirinya sebagai orang yang lucu serta menampilkan dirinya sebagai orang yang bijak dan memberikan masukkan kepada melalui video yang dibuatnya. Subjek RAN bersifat dewasa dan bijak. Dalam konten youtube nya RAN menampilkan dirinya sebagai seorang yang senang bercerita dan membagikan cerita kepada orang lain. Sedangkan dalam keseharian menampilkan diri sebagai orang yang bijak kepada orang lain.
GAMBARAN KEMAMPUAN EMPATI PADA ANAK GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN HIPERAKTIF (GPPH) Saputra, Muhammad Singgih; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2667

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kemampuan empati pada anak Gangguan Pemusatan Perhatian Hiperaktif (GPPH). Menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah pada kemampuan empati pada anak GPPH. Kemampuan empati adalah bagaimana seseorang mengekspresikan perasaan serta emosinya, ikut merasakan apa yang dialami orang lain, yang mana dalam proses pengekspresiannya melibatkan kemampuan afektif dan kognitif. Tiga ciri-ciri kemampuan empati yang harus dimiliki: mendengarkan dengan baik saat orang lain berbicara, menerima sudut pandang orang lain, Peka terhadap perasaan orang lain. Penelitian ini melibatkan tiga partisipan anak GPPH dan enam orang significant other. Subjek pertama L (8 tahun), subjek kedua (10 tahun), dan subjek ketiga (11 tahun). Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisa data model Miles dan Huberman. Didapatkan hasil penelitian bahwa kemampuan empati ketiga subjek dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif rendah. Dari indikator mampu mendengarkan orang lain: Subjek hanya mau mendengarkan dari orang terdekatnya saja. Subjek akan mendengarkan namun harus diulang-ulang dan hanya jika orang tersebut dikenal oleh subjek dan dekat dengan subjek selebih itu subjek acuh dan tidak menghiraukan. Menerima sudut pandang orang lain: Subjek juga hanya akan menerima arahan atau sudut pandang itu dari orang-orang terdekatnya juga ataupun orang-orang yang subjek takuti sepeti ayah dan ibunya, dan subjek juga harus diberikan penjelasan secara perlahan. Peka terhadap perasaaan orang lain: Subjek sering kesulitan dalam mengutarakan perasaannya, pada orang-orang terdekatnya seperti pengasuhnya yang sering bersama subjek, subjek bisa mengatakan perasaannya jika subjek sedih, marah, ataupun senang. Subjek sering mengekspresikan itu secara non-verbal, subjek akan mendekati atau mondar-mandir ketika ada orang yang sedih atau sedang marah. Walaupun untuk mengungkapkannya subjek masih kesulitan.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN GRIT PADA PESERTA DIDIK KELAS SEMBILAN SMPN 1 BANJARBARU Kusumawardhani, Indreswari Sita; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1550

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang penting pada kelompok remaja. Dalam praktiknya, peserta didik diharuskan untuk dapat bertahan meskipun dihadapkan pada tuntutan untuk mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Untuk dapat bertahan selama proses belajar di sekolah, dibutuhkan keinginan yang kuat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan semangat jangka panjang atau grit. Salah satu faktor yang mempengaruhi grit pada anak adalah keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan merupakan cara anak untuk merasakan ketersediaan ayah dalam hal waktu dan interaksi, akses kepada ayah, dan tanggung jawab dari peran ayah itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan grit pada peserta didik kelas sembilan SMPN 1 Banjarbaru. Teknik sampling yang digunakan ialah total sampling yaitu 312 peserta didik kelas sembilan SMPN 1 Banjarbaru. Berdasarkan hasil uji korelasi, nilai signifikansi bernilai 0.000 (<0.05) dan nilai korelasi sebesar 0,235 analisis ini menunjukan bahwa ada hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan grit pada peserta didik. Bentuk-bentuk keterlibatan ayah yang dapat diketahui adalah seperti memberikan kasih sayang dan sentuhan emosi, melakukan kontak dan berkomunikasi dengan baik, terlibat dengan seluruh aktivitas anak seperti mengawasi kegiatan anak, menjaga dan memberi perlindungan, berbagi ketertarikan bersama anak, mendukung anak secara finansial, serta banyak melakukan aktivitas bermain yang dilakukan bersama-sama. Sedangkan bentuk-bentuk sikap grit yang muncul dan dapat diketahui adalah diantaranya konsistensi peserta didik pada minatnya, kegigihan peserta didik dalam menjalani kegiatan akademik, mempertahankan satu kegiatan ekstrakulikuler hingga selesai, mampu bangkit kembali disaat mengalami kegagalan atau kesulitan, dan menjalani kegiatan akademik tanpa perasaan terpaksa.
Peran Pola Asuh Otoritatif terhadap Kematangan Beragama pada Remaja di SMAN 1 Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Fatimah, .; Zwagery, Rika Vira; Tanau, Meydisa Utami
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.2631

Abstract

Masa remaja merupakan masa perubahan yang setiap indvidu. Padamasa remaja ini akan mengalami perubahan fisik ataupun psikis. Remaja yang mengalami hal itu cenderung melakukan hal yang beresiko, karena itu remaja adalah individu pertama yang harus di ajarkan jaran agama dan moral, termasuk orangtua mereka. Remaja yang memiliki perilaku yang sesuai dengan aturan moral adalah remaja yang memiliki kematangan beragama yang baik, karena agama pada hakikatnya hanya membawa umatnya menuju dan sebagai orangtua yang mengasuh anak dengan arahan dan bimbingan seperti asuhan otoritatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama pada remaja di SMAN 1 Tebing Tinggi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 59 siswa di SMAN 1Tebing Tinggi, kabupaten balangan, kalimantan selatan, menggunakan metode purposive sampling. Metode menggunakan data instrumen skala otoritatif dan skala kematangan beragama. Metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menghasilkan t hitung sebesar 5,989 dan t tabel sebesar 2,002 sehingga menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (5,989> 2,002). Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama dapat diterima. Metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menghasilkan t hitung sebesar 5,989 dan t tabel sebesar 2,002 sehingga menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (5,989> 2,002). Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama dapat diterima. Metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menghasilkan t hitung sebesar 5,989 dan t tabel sebesar 2,002 sehingga menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (5,989> 2,002). Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama dapat diterima. Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama dapat diterima. Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama dapat diterima. 
Co-Authors . FATIMAH Achmad, Rendy Alfiannoor Agusetiawan, Muhammad Andrian Ahmad Gimmy Prathama Siswadi Ahmad, Hatim Abdussani Haji Akbar, Gigih Hariyanto Amalia, RR. Nabila Ghina Amini, Amelia Amini, Manna Aminy, Rizka Syifa Andini Octaviana Putri, Andini Octaviana Andreas Agung Kristanto, Andreas Agung Anggun Wulandari Ansyah, Ripyatul Asmaul Fauziah Astuti, Jayanti Puji Awanis, Syifa Bonar Hutapea Carine, Mei Chobthamkit, Phatthanakit Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Cokorda Bagus Jaya Dhian Ririn Lestari, Dhian Ririn Ermina Istiqomah, Ermina Esty Aryani Safithry Fauzie Rahman Fazrianti, Noryenni Fernandez, Elaine Frances Filsahani, Nuraida Keisya Firdha Yuserina Fitriyana, Risma Fredrick Dermawan Purba Gazali, Audina Hariyani Hanifa, Indah Mutia Hashim, Intan Hashimah Mohd Hayati, Sari Rifat Hemy Heryati Anward Hikmatul, Hikmatul Husna, Aridha Ishak, Mai Sumiyati Islam, Asadul Jaladin, Rafidah Aga Mohd Jamaluddin, Samudera Fadlilla Jannah, Alya Miftahul Jasmiin, Nadilla Nur Alaika Kemala, Elsa Khan, Aqeel Kusumawardhani, Indreswari Sita Larasati, Diva Amalia Latifah Latifah Leza, Nor Mai Lia Anggraini Lita, Khairina Kurnia Lufityanto, Galang Luh Ketut Suryani M. Syarif Hidayatullah Maisyarah Maisyarah Marina Dwi Mayangsari Muhammad Syarif Hidayatullah, Muhammad Syarif Navijay, Ahmad Neka Erlyani Ngalimun, Ngalimun Norlaila Norlaila Nur Laily Nurul Huda Pangestu, Wishnu Bayu Pertiwi, Linda Dwi Pratiwi, Nofenda Dwi Primasari, Lucia Elena Purnama, Muhammad Aditya Ais Putri, Lisdayanti Aulia Rahkman Ardi Rahmah, Iftihatul Aulia Rahmi Fauzia, Rahmi Regina, Avu Regina, Ayu Ridfah, Ahmad Ridhani, Gusti Al Azmi Akhmad Rinaldy, Muhammad Fadil Rooswita Santia Dewi, Rooswita Santia Rozmi Ismail Rusdi Rusli, Rusdi Safitri, Jehan Salsabila, Ghina Saputra, Muhammad Singgih Saputri, Linda Kamelia Setiarini, Cindy Sinaga, Anestesia Natalia Caesarani Sitanggang, Namora Gloria Siti Raiyati, Siti Sonny Andrianto Tambunan, Tio SM Bey Tanau, Meydisa Utami Utama, Dwi Wisnu Wardati, Winda Wisayanti, Suci Yazi, Karima Yesaya, yesica Yusoff, Ahmad Mustaqim Zainuddin, Akhmad Zhi, Alfred Chan Huan