Articles
PERBEDAAN PERILAKU MENOLONG ANAK USIA DINI YANG DIBERIKAN METODE CERITA MORAL YANG MENEKANKAN EMOSI NEGATIF TOKOH DAN METODE CERITA NONMORAL
Leza, Nor Mai;
Zwagery, Rika Vira;
Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v2i2.1662
Perilaku menolong penting bagi anak usia dini untuk membangun hubungan baik dengan lingkungan. Menolong melibatkan niat dan perilaku. Perilaku menolong dapat dikembangkan dengan metode cerita. Niat menolong dapat dibentuk dengan penilaian moral terhadap tindakan tokoh cerita, sedangkan perilaku menolong dapat difasilitasi oleh emosi negatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perilaku menolong anak usia dini yang diberikan cerita moral yang menekankan emosi negatif tokoh dan cerita nonmoral. Penelitian dilakukan di PAUD Terpadu Telkom Banjarbaru. Subjek berjumlah 30 orang yang dibagi kedalam kelompok eksperimen dan kontrol dengan purposive sampling. Intrumen penelitian dengan lembar wawancara pemahaman cerita, lembar wawancara niat menolong dan lembar observasi perilaku menolong. Berdasarkan hasil uji ancova pada niat menolong diperoleh p=0.010<0.05,berarti ada perbedaan niat menolong anak usia dini yang diberikan metode cerita moral yang menekankan emosi negatif tokoh dan metode cerita nonmoral. Hasil uji ancova pada perilaku menolong diperoleh p=0.115>0.05, berarti tidak ada perbedaan niat menolong anak usia dini yang diberikan metode cerita moral yang menekankan emosi negatif tokoh dan metode cerita nonmoral. Berdasarkan hasil tersebut, maka cerita moral yang menekankan emosi negatif tokoh dapat memfasilitasi anak dalam mendorong niat menolong dibandingkan dengan metode cerita nonmoral, namun kedua cerita tidak memiliki dampak berbeda dalam memfasilitasi perilaku menolong anak.
Hubungan Persepsi Identitas Budaya Dengan Penyesuaian Diri Akademik pada Anak TKI Ilegal Malaysia yang Bermigrasi ke Kalimantan Selatan
Hayati, Sari Rifat;
Zwagery, Rika Vira;
Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v4i1.2139
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terbagi menjadi dua yaitu legal dan ilegal.Apabila sesama TKI ilegal memiliki keluarga di negara tujuan, maka anak mereka tidak akan mendapat perlindungan hukum dan hak pendidikan yang layak di negara asing sehingga harus dimigrasi kembali ke Indonesia untuk mendapatkan hak tersebut. Anak-anak yang dimigrasi kembali ke Indonesia cenderung berada dalam budaya yang berbeda sehingga mereka menghadapi kendala yang dapat menghambat penyesuaian diri dilingkungan akademik yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi identitas budaya dengan penyesuaian diri akademik pada anak TKI ilegal Malaysia yang bermigrasi ke Kalimantan Selatan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi identitas budaya dengan penyesuaian diri akademik pada anak TKI ilegal Malaysia yang bermigrasi ke Kalimantan Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster purposive sampling dengan sampel adalah siswa kelas XI dari 10 Sekolah Menengah Kejuruan yang menerima siswa repatriasi di Kalimantan Selatan berjumlah 64 orang. Analisispenelitian menggunakan uji korelasi Karl Pearson product moment dengan instrumen penelitian yaitu skala penyesuaian diri dan skala persepsi identitas budaya. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara persepsi identitas budaya dengan penyesuaian diri akademik pada anak TKI ilegal Malaysia yang bermigrasi ke Kalimantan Selatan dengan arah kedua hubungan variabel yang positif, dimana ketika terjadi peningkatan persepsi identitas budaya maka penyesuaian diri akademik juga akan mengalami peningkatan dan sebaliknya.Kata kunci: persepsi identitas budaya, penyesuaian diri akademik, anak TKI ilegal
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN FLOW AKADEMIK PADA SISWA DI DAERAH LAHAN GAMBUT
Primasari, Lucia Elena;
Mayangsari, Marina Dwi;
Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v2i1.1624
Keadaan lingkungan yang kurang mendukung membuat siswa kesulitan dalam proses belajar, seperti halnya siswa di daerah lahan gambut yang sering kali terganggu akibat adanya asap dari kebakaran hutan dan juga banjir yang diakibatkan oleh hujan lebat. Siswa diharapkan mampu merasakan flow meskipun belajar ditengah keadaan yang kurang mendukung, oleh karena itu mereka harus membangun resiliensi agar membantu mereka bertahan dalam keadaan yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara resiliensi dengan flow akademik. Subjek penelitian ini berjumlah 232 orang. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi meliputi skala resiliensi dan skala flow akademik. Tehnik analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan resiliensi dengan flow akademik pada siswa di daerah lahan gambut, semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi juga flow akademik, sebaliknya semakin rendah resiliensi maka semakin rendah juga flow akademik pada siswa. Koefisien determinasi menunjukkan hubungan resiliensi terhadap flow akademik sebesar 4,3% sedangkan 95,7% sisanya sumbangan dari faktor lain selain resiliensi.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN MEMORI ANAK DI TK X BANJARMASIN
Yazi, Karima;
Zwagery, Rika Vira;
Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v3i2.2654
Masa usia dini merupakan masa dimana anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, semua yang anak dengar dan lihat terserap dalam pikirannya. Anak lebih mudah mengingat sesuatu yang dipelajari dari objek yang mereka lihat dan praktikkan sehingga dapat diterima dalam memori. Salah satu yang memberikan dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan anak adalah intensitas penggunaan gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan memori pada anak di TK X Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa di TK X Banjarmasin yang berusia 5 tahun. Penelitian ini menggunakan sampel dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 74 anak dengan kriteria yaitu anak berusia 5 tahun, anak yang menggunakan gadget dan bukan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan tiga alat ukur yaitu skala intensitas penggunaan gadget, Children’s Memory Questionnaire-Revised (CMQ-R) yang diadaptasi dari Hedges, Drysdale dan Levick (2015), serta Marlowe-Crowne Social Desirability Scale (MCSDS) yang dikembangkan oleh Crowne dan Marlowe (1960) yang telah diadaptasi oleh Widhiarso (2011). Analisis data menggunakan nonparametrik korelasi parsial spearman’s rho dengan bantuan SPSS versi 24. Berdasarkan hasil analisis korelasi parsial didapatkan hubungan positif antara intensitas penggunaan gadget dengan memori dengan nilai r = 0,373. Hal ini berarti semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka semakin kurang baik memori pada anak, sebaliknya semakin rendah intensitas penggunaan gadget maka semakin baik memori pada anak. Koefisien determinasi menunjukkan sumbangan efektif intensitas penggunaan gadget dengan memori sebesar 13,9% sedangkan 86,1% sisanya adalah sumbangan dari fakor-faktor lain.
Pengaruh Prophetic Intelligence terhadap Kecenderungan Depresi pada Pengurus KSI Asy-Syifa FK ULM
Zainuddin, Akhmad;
Safitri, Jehan;
Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v6i1.7082
Depresi masih menjadi gangguan psikologis tertinggi dalam 3 dekade terakhir di negara mayoritas muslim seperti Indonesia. Prophetic intelligence adalah kondis kejiwaan individu yang terbebas dari penyakit hati berupa syirik, fasiq, nifaq dan kufur sehingga mampu untuk mengambil pelajaran dan hikmah baik dari segi lahir maupun batin, sehingga muncul keinginan untuk melakukan perbaikan yang lebih baik, lebih positif, dan lebih benar. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah terdapat hubungan prophetic intelligence terhadap kecenderungan depresi pada muslim. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah the Beck Depression Iventory-II (Indo BDI-II) dan Prophetic Intelligence Scale (PIS) yang sudah diadaptasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 171 orang dari KSI Asy-Syifa FK ULM. KSI Asy-Syifa FK ULM adalah organisasi kemahasiswaan yang berorientasikan nilai-nilai keislaman. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat prophetic intelligence subjek berada pada kategori tinggi 74,9%, sedang 25,1% dan rendah 0%, sedangkan tingkat kecenderungan depresi berada pada kategori tinggi 0%, sedang 19,9% dan rendah 81,1%. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara prophetic intelligence terhadap kecenderungan depresi. Semakin tinggi prophetic intelligence maka semakin rendah kecenderungan depresi dan sebaliknya
Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Etos Kerja Guru SMP Negeri di Tanjung
Pangestu, Wishnu Bayu;
Hidayatullah, M. Syarif;
Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v4i1.2835
Pendidikan merupakan salah satu pilar untuk membangun dan kualitas bangsa. Guru adalah bagian dari sistem pendidikan, karena mereka memiliki peran penting untuk membentuk generasi sekarang dan masa depan, dan karenanya peningkatan kualitas guru merupakan hal yang mendesak. Salah satu faktor yang mempengaruhi etos kerja guru yakni personal yang didalamnya memuat tentang kepercayaan diri sehingga diasumsikan berakibat pada perilaku yang tidak profesional dalam mengajar. Berkaitan dengan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya, etos kerja dikatakan sebagai faktor penentu dari keberhasilan individu, kelompok, institusi, dan juga yang terluas ialah bangsa dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap etos kerja. Populasi dalam penelitian ini yaitu guru SMP Negeri yang ada di Tanjung dalam penelitian berjumlah 145 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling yang mana peneliti mengambil sampel secara acak hingga tercapai jumlah sampel total yang telah ditetapkan yakni 60 guru yang diantaranya dari SMPN 1 hingga 8 Tanjung. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan instrumen penelitian yaitu skala efikasi diri dan etos kerja Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri terhadap etos kerja dengan hasil t hitung > t tabel (29,739 > 2,00172). Didapatkan hasil sumbangan efektif atau pengaruh efikasi diri terhadap etos kerja sebanyak 93,8% dan sisanya 6,2% merupakan faktor lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh efikasi diri terhadap etos kerja guru SMP Negeri di Tanjung. Apabila efikasi diri tinggi maka semakin tinggi pula etos kerja yang dimiliki.
Pengaruh Pemujaan Selebriti terhadap Kepuasan Hidup Penggemar BTS (ARMY) Kalimantan Selatan
Pratiwi, Nofenda Dwi;
Zwagery, Rika Vira;
Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 7, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v7i1.9021
Fenomena budaya dan hiburan Korea Selatan yang disebut dengan Korean Wave sedang berada dipuncak ketenaran, salah satunya adalah fenomena BTS Meal. Ditemukan banyak penggemar yang berusia dewasa awal mengagumi selebriti favoritnya secara berlebihan pada ARMY Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemujaan selebriti terhadap kepuasan hidup pada dewasa awal penggemar BTS (ARMY) Kalimantan Selatan. Sampel penelitian sebanyak 200 orang partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan Celebrity Worship Scale (CAS) dan The Satisfaction With Life Scale (SWLS). Analisa data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif pemujaan selebriti terhadap kepuasan hidup pada dewasa awal penggemar BTS (ARMY) Kalimantan Selatan. Semakin tinggi pemujaan selebriti maka semakin tinggi kepuasan hidup. Kata kunci : Pemujaan selebriti, kepuasan hidup, dewasa awal
PERBEDAAN PERILAKU MENOLONG PADA ANAK USIA DINI YANG DIBERIKAN CERITA MORAL YANG MENEKANKAN EMOSI NEGATIF PENGAMAT DENGAN CERITA NONMORAL DI PAUD IDAMAN BANJARBARU
Fitriyana, Risma;
Zwagery, Rika Vira;
Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v2i2.1672
Dalam berbagai perilaku moral, salah satunya adalah perilaku menolong meskipun pada usianya mereka tidak terlepas dari egosentrisme. Awal masa anak-anak ditandai dengan “moralitas melalui paksaan”. Menurut sudut pandang anak-anak, perbuatan yang “salah” adalah yang mengakibatkan hukuman, baik oleh orang lain maupun oleh faktor lain. Perilaku menolong melibatkan dua aspek yang berbeda, yaitu niat menolong dan perilaku menolong. Niat adalah keputusan atau rencana untuk melakukan perilaku. Perilaku menolong dapat difasilitasi oleh emosi tertentu. Penumbuhan perilaku menolong dapat diupayakan dengan strategi penerapan metode bercerita. Cerita moral dapat difasilitasi dengan emosi tertentu, salah satunya emosi negatif seperti rasa takut dan malu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan niat dan perilaku menolong kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di PAUD Idaman Banjarbaru. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ialah purposive sampling yaitu 15 anak pada setiap kelompok (eksperimen dan kontrol). Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Mann-Whitney karena distribusi data tidak normal (<0,005). Berdasarkan hasil Uji Mann-Whitney nilai signifikansi untuk niat menolong bernilai 0.078 (>0.05) dan perilaku menolong bernilai 0. 0,066 (>0.05), analisis ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan perilaku menolong dan niat menolong pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini bisa saja disebabkan adanya faktor proactive history, emosi dan lingkungan.
HUBUNGAN ANTARA LOKUS KONTROL DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA MASYARAKAT DI WILAYAH TAMBANG BATUBARA ASAM-ASAM
Tambunan, Tio SM Bey;
Erlyani, Neka;
Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v1i2.1556
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lokus kontrol dengan perilaku altruisme pada masyarakat di wilayah tambang batubara Asam-Asam. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 58 orang masyarakat RT 17 Desa Asam- Asam yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala lokus kontrol dan skala perilaku altruisme. Metode analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil uji korelasi product moment didapatkan nilai r = 0,513 sebesar 0,000 (p< 0,05), yang artinya nilai (r) positif ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara variabel lokus kontrol dengan perilaku altruisme. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara lokus kontrol dengan perilaku altruisme pada masyarakat di wilayah tambang batubara Asam-Asam. Hubungan lokus kontrol dengan perilaku altruisme yang didapatkan dalam penelitian ini sebesar 26,3% sedangkan 73,7% sisanya adalah dari faktor-faktorjlain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Hubungan Kepercayaan Diri dengan Body Dissatisfaction pada Mahasiswa Laki-Laki Universitas Lambung Mangkurat yang Melakukan Perawatan Skincare
Amini, Amelia;
Zwagery, Rika Vira;
Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 7, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v7i2.9464
Body dissatisfaction adalah pemikiran dan perasaan negatif terhadap bentuk tubuh ideal dengan tubuh sebenarnya, body dissatisfaction pada individu dapat dipengaruhi oleh kepercayaan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan kepercayaan diri dengan body dissatisfaction pada mahasiswa laki-laki Universitas Lambung Mangkurat yang melakukan perawatan skincare. Sampel penelitian ini 210 laki-laki usia 18-25 tahun menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian ini adalah correlation product moment, dengan pengumpulan data menggunakan skala PEI dari Shrauger (1995) dan BAS-2 dari Tylka dan Wood-Barcalow (2015). Hasil penelitia ini menunjukan r = 0,535; n = 210; p = 0,000< 0,05; yang artinya adanya hubungan kepercayaan diri dengan body dissatisfaction pada mahasiswa laki-laki. Nilai korelasi menunjukan arah hubungan positif antar variabel, yang berarti semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin tinggi juga body dissatisfaction pada mahasiswa laki-laki yang melakukan perawatan skincare, dan sebaliknya semakin rendah kepercayaan diri maka semakin rendah juga body dissatisfaction pada mahasiswa laki-laki yang melakukan perawatan skincare.