Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Status Ekonomi Keluarga Terhadap Keputusan Karir Siswa di SMP N 3 Lubuk Sikaping Afrina, Afrina; Syam, Hidayani; Wati, Salmi; Pasila Putra, Dodi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa orang siswa tidak mampu menentukan arah karirnya, karena keadaan ekonomi keluarganya rendah. Beberapa orang siswa mengalami kesulitan dalam menentukan keputusan karir antara SMA atau SMK. Orang tua kurang memahami bakat, minat serta potensi yang dimiliki anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status ekonomi keluarga terhadap keputusan karir siswa di SMP N 3 Lubuk Sikaping. Penelitian ini adalah penelitian regresi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 98 siswa dan sampel adalah siswa kelas VIII yaitu 98 siswa SMP N 3 Lubuk Sikaping dengan mengunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket memakai skala likert dan teknik analisis data menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menujukkan uji regresi linear sederhana yaitu Ῠ = 102,681 + 6,83X. Artinya jika status ekonomi keluarga (X), maka nilai konstanta keputusan karir adalah 102,681 dan setiap kenaikan 1% status ekonomi keluarga, maka keputusan karir akan meningkat 6,83. Berdasarkan hasil korelasi di lapangan dapat diketahui r hitung 0,670 > r tabel 0,1986 serta df = N–2, 98-2 = 96 dan juga F hitung > dari F tabel (78,282 > 3,94), jadi Ha diterima dan Ho ditolak dan dalam korelasi “kuat” yang terletak antara 0,60-0,799. Hail uji determinasi 44,9% dan 55,1 % dipengaruhi oleh faktor lain. Jadi terdapat pengaruh status ekonomi keluarga terhadap keputusan karir siswa di SMP N 3 Lubuk Sikaping.
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS MERANGIN Bransika, Dien Muhammad Ismal; Iswantir, Iswantir; Wati, Salmi; Husni, Arman; Zakir, Supratman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6213

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) in Public Universities (PTU) has a strategic role in shaping the character of students who are moderate, religious, and moral. However, in practice, the implementation of PAI still faces various challenges that cause discrepancies between the ideal curriculum and factual implementation in the field. This study aims to examine the curriculum structure, integration of religious moderation values, challenges in developing teaching materials, and the perceptions of lecturers and students regarding the effectiveness of PAI learning at Merangin University. The method used is a qualitative approach with case studies, through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that although the curriculum has referred to PMA No. 33 of 2021, its implementation is still textual, rigid, and has minimal contextualization. The learning method is dominated by lectures, teaching materials tend to be normative, and have not been effectively integrated with other disciplines. The Islamization of knowledge and the value of moderation have not been fully internalized in the learning process. Lecturers face pedagogical limitations, and students lack critical and creative space. This study recommends strengthening lecturer competencies, developing contextual teaching materials, and integrating Islamic values ??with contemporary science as strategies for renewing Islamic Religious Education at PTU. ABSTRAKPendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang moderat, religius, dan berakhlak. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan PAI masih menghadapi berbagai tantangan yang menyebabkan terjadinya diskrepansi antara kurikulum ideal dan implementasi faktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur kurikulum, integrasi nilai-nilai moderasi beragama, tantangan pengembangan bahan ajar, serta persepsi dosen dan mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran PAI di Universitas Merangin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum telah merujuk pada PMA No. 33 Tahun 2021, implementasinya masih bersifat tekstual, kaku, dan minim kontekstualisasi. Metode pembelajaran didominasi ceramah, bahan ajar cenderung normatif, serta belum terintegrasi dengan disiplin ilmu lain secara efektif. Islamisasi pengetahuan dan nilai moderasi belum diinternalisasi secara utuh dalam proses pembelajaran. Dosen menghadapi keterbatasan pedagogik, dan mahasiswa kurang mendapat ruang kritis dan kreatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi dosen, pengembangan bahan ajar kontekstual, serta integrasi nilai keislaman dengan keilmuan kontemporer sebagai strategi pembaruan PAI di PTU.
Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Akidah Akhlak, Budaya Religius terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa di MAN 2 Agam Kecamatan Tilatang Kamang Lathifa, Nurrahmi; M, Iswantir; Wati, Salmi; Charles, Charles
Instructional Development Journal Vol 7, No 2 (2024): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v7i2.32079

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk menganalisis pengaruh kompetensi kepribadian guru Akidah Akhlak terhadap kecerdasan spiritual siswa di MAN 2 Agam, Untuk menganalisis pengaruh budaya religious terhadap kecerdasan spiritual siswa di MAN 2 Agam, Untuk menganalisis signifikan Pengaruh kompetensi kepribadian guru Akidah Akhlak dan budaya religious terhadap kecerdasan spiritual siswa di MAN 2 Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data siswa di MAN 2 Agam Kecamatan Tilatang Kamang dengan Jumlah responden 181 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan Regresi Linear Berganda. Penelitian menyimpulkan bahwa: Hasil pengujian B (koefisien) sebesar 0,124 dan uji “t” pada hipotesis I sebesar 2.749 ini berarti thitung > ttabel sebesar (2.749 > 1.973) dan signifikansi t lebih kecil dari 0,05 (0.007 < 0,05 ) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Akidah Akhlak (X1) berpengaruh signifkan terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa (Y) MAN 2 Agam Kecamatan Tilatang Kamang, hipotesis II pengujian nilai B sebesar 0,556 pengujian uji “t” (6.911 > 1.973) dan signifikansi (0,000 < 0,05) maka Budaya Religius (X2) berpengaruh terhadap Kecerdasan Spiritual siswa (Y) MAN 2 Agam Kecamatan Tilatang Kamang, dan Hipotesis III hasil Uji R adjusted Square sebesar 0, 431 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara Bersama-sama Kompetensi Kepribadian Guru Akidah Akhlak (X1) dan Budaya Religius (X2) terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa (Y) di MAN 2 Agam Kecamatan Tilatang Kamang dengan presentase 43% sedangkan 57% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN MODERN STUDI KASUS PENDIDIKAN PESANTREN DI PONDOK PESANTREN SUMATERA THAWALIB PARABEK Yuliani , Wulantika; Wati, Salmi; Bisdawati, Bisdawati
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education as an effort to improve the quality of human life, both physical and spiritual, individual and social, must be based on a planned system and followed by the implementation of an appropriate and correct curriculum. This is intended to achieve the desired educational goals and is in line with current developments. Therefore, the success of the educational process is very dependent on the curriculum used, although this does not deny the importance of the role of other educational aspects.Considering that the role of the curriculum in an education system is so vital, every educational institution must be able to implement and systematize a form of curriculum that is considered capable of leading to ideal educational conditions. Conditions that describe the essence of the aim of education in forming individuals who are intellectually capable, skilled and moral and able to demonstrate their existence as an educational institution that is able to survive in every development of the times without having to give up its original identity. as an educational institution that consistently maintains old traditions.
STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENGATASI KECANDUAN SISWA BERMAIN GAME ONLINE HIGGS DOMINO ISLAND DI MTSN 9 AGAM Febrianto, Romi; Husni, Arman; Wati, Salmi; Aprison, Wedra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24954

Abstract

Adapun yang memotivasi penulis melakukan penelitin ini dilatar belakangi oleh kondisi siswa yang krisis terhadap kecanduan bermain game Higgs Domino Island, sehingga dari kecanduan tersebut mempengaruhi adab, tingkah laku serta perilaku siswa yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam/ maka diperlukan sebuah strategi untuk mengatasi krisis tersebut agar siswa tidak terjerumus kepada hal-hal yang berdampak negatif dari kecanduan game tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : apa saja faktor-faktor penyebab siswa kecanduan bermain game Higgs Domino Island dan bagaimana strategi guru Akidah Akhlak dalam mengatasi kecanduan siswa dalam bermain game Higgs Domino Island di MTsN 9 Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh disusun dengan memilih dan menyederhanakan data. Selanjutnya dilakukan penyajian data untuk dapat ditarik kesimpulannya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi yang di pakai oleh guru Akidah Akhlak dalam mengatasi kecanduan siswa bermain game Higgs Domino Island menggunakan strategi secara langsung diantaranya pendekatan personal, pembiasaan, memberikan keteladanan, serta ajakan atau anjuran. Dan strategi secara tidak langsung seperti pengawasan, bekerja sama denga orang tua, dan juga memberikan hukuman dan sanksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab serta dampak negatif dari kecanduan siswa bermain game Higgs Domino Island dan untuk mengetahui strategi dan upaya Guru akidah Akhlak dalam mengatasi kecanduan siswa bermain game Higgs Domino Island. Faktor penyebab kecanduan siswa bermain game Higgs Domino Island disebabkan dari faktor internal dan eskternal, dampak negatif yang ditimbulkan dari game Higgs Domino Island menyebabkan siswa suka berkata kotor,kasar, suka emosi, menghabiskan uang dan waktu, menurunkan samangat dan minat belajar, dan perilaku perjudian online. Faktor penghambat yang menjadi kendala strtegi guru akidah akhlak dalam mengatsi kecanduan siswa bermain game Higgs Domino Island yaitu kurangnya kesadaran siswa, tidak mendengarkan perkataan gur dan orang tua, kurangnya ketelibatan orang tua, dan kerja sama antar sesama guru di sekolah.
Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Konsep Al-Qur’an Hadits di Kelas VII Pondok Pesantren Diniyah Limo Jurai Huda, Ahmad Nurul; Hasibuan, Pendi; Wati, Salmi; Mustafa, Mustafa
ALSYS Vol 5 No 4 (2025): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i4.6572

Abstract

The low level of critical thinking skills among students at Ponpes Diniyah Limo Jurai serves as the background for this study, which is attributed to the predominance of conventional teaching methods such as lectures and passive discussions. This study aims to examine the effectiveness of the cooperative learning model Think Pair Share (TPS) in improving students’ critical thinking abilities. A quasi-experimental method was employed using a posttest-only with nonequivalent groups design. A total of 52 seventh-grade students were randomly divided into two groups: experimental and control, each consisting of 26 students. Data were collected through questionnaires and documentation, and analyzed using normality and homogeneity tests, as well as hypothesis testing with the assistance of SPSS version 30. The results show a significance value (sig-2 tailed) of 0.038 < 0.05, indicating that the application of the TPS model has a significant effect on enhancing students’ critical thinking skills. This finding is supported by observation results showing noticeable improvement in critical thinking during the learning process. Thus, the TPS model is proven to be effective in improving students' critical thinking in Qur’an Hadits instruction. The study implies the need to adopt active learning models such as TPS in the context of Islamic boarding school education.
Integrating Ecopedagogy into the Islamic Religious Education Curriculum to Foster Ecological Awareness Wati, Salmi; Eliwatis; Kuriaya, Kunalan; Akhyar, Muaddyl
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2025): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental degradation and climate change pose serious global challenges that demand educational responses, including in religious education. This study examines the integration of ecological awareness into the Islamic Religious Education (PAI) curriculum through an ecopedagogical approach rooted in Islamic values. Utilizing a literature review method, the study reveals that the current PAI curriculum remains focused on theological aspects, ritual worship, and moral development, while the ecological dimension embodied in Islamic teachings such as the concepts of khalifah fil ard (humans as stewards of the Earth) and fiqh al-bi’ah (environmental ethics) has not been comprehensively accommodated. The analysis indicates a substantial gap between Islamic teachings emphasizing environmental preservation and their implementation at the educational level, resulting in low levels of ecological awareness and concern among students. As a constructive alternative, the development of a more integrative and transformative PAI curriculum incorporating ecopedagogical principles based on Islamic values is proposed. Through this approach, students are expected not only to be religious in a ritual sense but also to develop a high level of ecological consciousness and to internalize social and spiritual responsibilities in preserving the environment. The novelty of this study lies in the formulation of a PAI curriculum model grounded in ecopedagogy that integrates Islamic spirituality with environmental sustainability principles, thus offering practical contributions to character education enhancement and the development of ecological awareness among young Muslim generations. The research findings imply the need for policy reforms and curriculum redesign to ensure Islamic education actively contributes to shaping environmentally responsible future generations.