Claim Missing Document
Check
Articles

Citizen Diplomacy Strategies in Football Supporter Communities: A Case Study of Reconciliation Between PSS Sleman and PSIM Yogyakarta Nurgiansah, T Heru; Danial, Endang; Rahmat; Mahpudz, Asep; Karim Suryadi; Nwokeocha, Ifeanyi Martins; Malihah, Elly
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v22i2.64952

Abstract

This article examines how rival football supporter communities in Yogyakarta, namely Slemania (PSS Sleman) and Brajamusti/Mataram Independent (PSIM Yogyakarta), interact. The urgency of this research is that citizen diplomacy is a critical new approach to de-escalating conflict while strengthening social bonds among supporters. The study identifies three key strategies within citizen diplomacy practiced by supporters: cross-group dialogue forums, collaborative social actions (such as blood donations and disaster relief), and digital campaigns aimed at reframing rivalry into an inclusive narrative of solidarity. Drawing on qualitative data from interviews and participant observation, the article analyzes practical implementation challenges, including intergenerational divides and institutional fragility. The findings suggest that while these initiatives remain uneven in reach, they have contributed to a significant reduction in intergroup violence and fostered renewed engagement with national identity among participants. This research offers empirical evidence that citizen-led diplomacy within football culture can serve as a transformative mechanism for social cohesion and civic integration in divided communities.
Penyelesaian Konflik Sosial Melalui Pendidikan Multikultural Nurgiansah, T Heru; Dewantara, Jagad Aditya; Suriaman, Suriaman
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v11i3.32948

Abstract

The purpose of this research is to analyze multicultural education as a solution to resolve social conflicts among students. The method used in this study is qualitative with data collection techniques through observation, interview, and documentation. Multicultural education offers an alternative through the application of educational strategies and concepts based on the utilization of diversity in society, especially those among students such as ethnic diversity, culture, language, religion, social status, gender, ability, age, and race. An approach through multicultural education is important. The education strategy is not only aimed at making it easy for students to understand the courses they are studying, but also to raise their awareness to always behave humanist, pluralist, and democratic. The results showed that Multicultural Education that has been applied in National education is expected to be an agent in the community that bridges the game in the midst of plurality, this can be seen from the substance contained in multicultural education that prioritizes attitudes and principles on democracy, equality, and justice, oriented to humanity, togetherness, and peace. Develop an attitude of recognizing, accepting, and appreciating cultural diversity. With this function, SARA conflict can be prevented.
Memaknai Nasionalisme di Negeri Orang: Studi Profesional Indonesia di Belanda Wiguna, Hudan Ilmi; Saputra, Dimas Arya; Nurgiansah, T Heru; Julianti, Depi Saptika
Journal of Civic and Character Education Vol 1, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v1i2.6182

Abstract

Fenomena migrasi tenaga kerja profesional Indonesia ke luar negeri, khususnya ke negara maju seperti Belanda, menjadi refleksi penting dalam meninjau ulang konsep nasionalisme dalam konteks transnasional. Hidup di negeri orang menghadirkan tantangan identitas yang kompleks sekaligus membuka peluang untuk memaknai ulang cinta tanah air secara lebih inklusif dan reflektif. Artikel ini mengangkat dinamika tersebut dengan menyoroti bagaimana pekerja profesional Indonesia di Belanda mengaktualisasikan nasionalisme melalui integritas kerja, diplomasi budaya, kontribusi sosial, dan partisipasi dalam komunitas diaspora. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan fenomena diaspora, artikel ini menyimpulkan bahwa nasionalisme modern tidak bersifat eksklusif atau simbolik semata, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata dan keterlibatan lintas batas dalam membangun citra positif bangsa. Artikel ini menekankan perlunya redefinisi nasionalisme untuk merespons dinamika global tanpa kehilangan akar kebangsaan.
Perjuangan Kaum Marginal dalam Menuntut Hak Asasi Mereka di Indonesia Ghifari, Muhamad Rafly; Januar, Naufal Fajar; Nurgiansah, T Heru; Julianti, Depi Saptika
Journal of Civic and Character Education Vol 1, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v1i2.6125

Abstract

Kaum marginal merupakan kelompok yang rentan terhadap pelanggaran hak asasi manusia karena posisi sosial, ekonomi, maupun kultural yang tidak menguntungkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk perjuangan kaum marginal di Indonesia dalam menuntut hak-hak dasar mereka, serta tantangan struktural yang dihadapi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap laporan HAM, artikel jurnal, dan kebijakan publik. Hasil menunjukkan bahwa kaum marginal menggunakan berbagai strategi seperti litigasi, advokasi, protes sosial, dan kampanye digital. Meskipun terdapat beberapa keberhasilan, perjuangan ini masih dibatasi oleh hambatan struktural dan minimnya dukungan negara. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan multidisipliner dan intersektoral untuk mewujudkan keadilan sosial yang inklusif.
Pentingnya Pendidikan Pancasila di Sekolah Ramadhan, Ardika Muhammad Tamir; Kusuma, Airlangga Wijaya; Nurgiansah, T Heru; Julianti, Depi Saptika
Journal of Civic and Character Education Vol 1, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v1i2.6183

Abstract

Pancasila memiliki seperangkat nilai, yaitu keilahian, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Situasi di Indonesia saat ini, dapat diidentifikasi dengan melihat sikap dan karakter warga negara Indonesia yang tercermin dalam sikap setiap harinya. Jurnal ini bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan pembelajaran kepribadian (pendidikan karakter) berbasis Pancasila untuk menjadikan generasi muda sebagai masyarakat yang baik, cerdas, dan cinta tanah air. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kepribadian berbasis pancasila sangat bermakna karena dalam perkembangan kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila, itu adalah nilai kepribadian yang religius, hirau sosial, kemandirian, semangat nasional, demokrasi, toleransi, dan disiplin.
Implementasi Bela Negara di Era Modern pada Tingkat Perguruan Tinggi Fauzi, Iqbal Ahmad; Ariska, Riska; Alqadri, Syarif Algie Sepdiansah Siswandi; Nurgiansah, T Heru
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 1, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v1i1.4338

Abstract

Era modern merupakan peluang dan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh orang di dunia, termasuk Indonesia. Semakin pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi akan memberikan dampak yang positif maupun negatif bagi kehidupan manusia. Pancasila merupakan warisan leluhur yang hingga saat ini dijadikan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam berperilaku sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila yang fleksibel dan dapat mengikuti perkembangan zaman membuat nilai-nilai tersebut harus tetap dijaga, dibela, dan dijunjung tinggi oleh seluruh bangsa Indonesia.Bela Negara adalah suatu pengabdian warga negara untuk kepentingan bangsa dan negaranya dalam bentuk apapun. Sikap ini akan membantu dalam upaya memperkuat kondisi bangsa yang besar ini di tengah terpaan arus kemajuan global dan modernisasi yang sangat pesat dan mencakup semua dimensi kehidupan manusia. Dengan begitu, Indonesia akan tetap hidup dalam keberagaman, maju dalam mencapai cita-cita kemerdekaan, dan kuat di mata dunia. Upaya-upaya implementasi bela negara di era modern pada tingkat perguruan tinggi sangat menentukan kelanjutan bangsa Indonesia. Dengan begitu, pada penelitian ini akan mengkaji dan membahas mengenai upaya tersebut dari berbagai referensi yang relevan dengan kehidupan di era modern ini.
Analisis Permasalahan Penerapan Demokrasi dan Prospek Perbaikannya di Indonesia Nurrohman, Rifki; Nugroho, Fahriel Rifkinaldo; Tiastiwi, Utari Nurul; Nurgiansah, T Heru
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 1, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v1i1.4339

Abstract

Indonesia telah melewati perkembangan demokrasi yang bervariasi dari masa ke masa. Demokrasi yang sudah diterapkan Indonesia selama bertahun-tahun ini belum bisa menjadikan pemerintahan menjadi tata kelola yang lebih baik. Demokrasi harus diterapkan sebagai penjamin keadilan sosial dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia bukan hanya sebagai keuntungan politik untuk para pemangku kepentingan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dimana Indonesia memiliki sistem demokrasi yang kurang baik, hal tersebut dengan terindikasinya penurunan skor indeks dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisis lebih lanjut terkait akar permasalahan yang menyebabkan penurunan indeks demokrasi Indonesia serta mengevaluasi penerapan demokrasi di negara Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari penelitian yang sudah ada sebelumnya, dimana pada penelitian ini difokuskan pada proses menelaah atau mengkaji sumber kepustakaan yang berisikan data-data yang relevan dengan pembahasan. Luaran yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu mengetahui permasalahan penerapan demokrasi di Indonesia dan menghasilkan prospek perbaikan demokrasi di Indonesia untuk di masa yang akan datang.
Wawasan Nusantara: Dasar Pemikiran, Penerapan, dan Analisis Contoh Kasus Ismail, Hanif; Ramadhanty, Helza Vivia; Rizky, Muhammad; Nurgiansah, T Heru
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 1, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v1i1.4340

Abstract

Jurnal ini membahas tentang wawasan nusantara, dasar pemikiran, penerapan, dan analisis contoh kasus terkait studi kasus warisan budaya Indonesia yang diklaim oleh Malaysia. Penelitian ini menggali berbagai aspek dari wawasan nusantara sebagai fondasi pemikiran tentang kesatuan dan identitas bangsa Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan analisis konten dan studi kasus, jurnal ini mengidentifikasi dampak dari klaim warisan budaya tersebut terhadap hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, serta implikasinya terhadap pemeliharaan dan pelestarian warisan budaya di kedua negara. Hasil analisis juga menyajikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya diplomasi budaya dalam menyelesaikan konflik yang berkaitan dengan klaim warisan budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pemeliharaan dan pelestarian warisan budaya serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya wawasan nusantara dalam memperkuat identitas bangsa Indonesia.
Politik Pertahanan Nasional Indonesia Kanama, Cannavaro; Raffiq, Fathurizqi; Chrystiano, Laurensius; Nizam, Khairul; Nurgiansah, T Heru
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 1, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v1i1.4341

Abstract

Untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan kestabilan suatu negara dan melindungi kepentingannya dari ancaman dari dalam dan luar, politik pertahanan nasional sangat penting. Jurnal ini membahas definisi politik pertahanan nasional, pelaksanaannya, dan strateginya. Konsep "ketahanan nasional" mengacu pada kemampuan suatu negara untuk berkembang melalui organisasi dan pengelolaan. Ini dilakukan untuk mencapai kesejahteraan dan keamanan yang seimbang dari seluruh aspek kehidupan secara integral, menyeluruh, dan terpadu sesuai dengan ideologi bangsa. Secara umum, ketahanan nasional terdiri dari empat komponen: konsultasi, kerja sama, mandiri, dinamis, dan wibawa. Selain itu, studi kasus sabatik dibahas dalam jurnal ini. Kasus ini mungkin merupakan ilustrasi dari ancaman terhadap pertahanan nasional Indonesia. Wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia mengalami beberapa konflik, termasuk kekurangan personel keamanan dan banyaknya orang yang melintasi perbatasan secara ilegal. Karena itu, perencanaan yang matang dan terintegrasi diperlukan untuk mengatasi segala masalah yang terjadi di wilayah perbatasan. Ini akan melibatkan semua bagian pemerintahan Indonesia dan negara tetangga, dan masyarakat akan menjadi aktor utama dalam meningkatkan keamanan di perbatasan.
Kasus Ambalat Sebagai Tantangan Ketahanan Nasional Bagi Indonesia Yusuf, Muhammad Hadi; Aji, Rayesh Ghiffari; Amalia, Sendi; Nurgiansah, T Heru
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 1, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v1i1.4342

Abstract

Ketahanan nasional merupakan konsep yang penting dalam menjaga keutuhan suatu negara, termasuk Indonesia. Jurnal ini menyajikan penjelasan mengenai konsep ketahanan nasional beserta faktor-faktor yang mengancamnya. Ketahanan nasional merujuk pada kemampuan suatu negara untuk melindungi kepentingan nasionalnya dari ancaman baik internal maupun eksternal, dengan mempertimbangkan aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Jurnal ini mengkaji kasus Ambalat sebagai studi kasus. Kasus Ambalat menjadi representasi nyata dari tantangan terhadap kedaulatan dan keamanan nasional Indonesia di wilayah perbatasan. Kasus Ambalat adalah contoh dari ancaman eksternal bagi Indonesia, dimana sengketa kedaulatan wilayah laut dengan Malaysia menunjukkan kompleksitas dalam menjaga ketahanan nasional di ranah geopolitik. Sementara itu, contoh ancaman internal dapat berasal dari konflik sosial, ketidakstabilan politik, dan gerakan separatis atau radikalisme. Contoh kasus G30S PKI menjadi peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang menggambarkan ancaman internal terhadap ketahanan nasional. Dengan memahami konsep ketahanan nasional dan faktor-faktor yang mengancamnya, pemerintah dan masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memperkuat ketahanan nasional, baik melalui diplomasi, pembangunan pertahanan, pemberdayaan sosial, maupun upaya pencegahan terhadap ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Co-Authors - Sapriya Adam, M. Januar Ibnu Adham, M Januar Ibnu Adham, M. Januar Ibnu Afriyeni, Firli Ahmad, Endang Aji, Rayesh Ghiffari Alqadri, Syarif Algie Sepdiansah Siswandi Amalia, Sendi ana, afifah ochi Anggriawan, Kevlin Arif Prasetyo Wibowo Arifiyanti, Fitria Ariska, Riska Asep Mahpudz Astika Dewi, Made Sri Batubara, Abdinur Bila, Nisrina Salsa Bribin, Maria Bribin Bribin, Maria Lufransiya Bunyamin Maftuh Choerunnisa, Raisa Rafifiti Chrystiano, Laurensius Dadang Sundawa, Dadang Danial AR, Endang Dasim Budimansyah Dewantara, Jagad Aditya Dhiniaty Gularso Efriani Efriani Elly Malihah Endang Danial, Endang Fachry Abda El Rahman Fahruddin Fahruddin Fauzi, Iqbal Ahmad Fazli Rachman Ghifari, Muhamad Rafly Hartanto, Supri Hendri Hendri Herawati, Tri Ratna Hermawan, Yudi Hidayah, Eva Nur Hidayah, Mutia Nur Hubi, Zindan Baynal Iim Siti Masyitoh Insani, Nisrina Nurul Ismail, Hanif Ismiyati, Evita Nur Januar, Naufal Fajar Julianti, Depi Saptika Kabatiah, Maryatun Kanama, Cannavaro Karim Suryadi Karim Suryadi Khairul Nizam Khoerudin, Cep Miftah Kokom Komalasari Kurniasih, Atiqah Kusuma, Airlangga Wijaya Kusumaningrum, Rika Novita muhammad rizky, muhammad Mukhamad Murdiono Mulyani, Heny Nugroho, Fahriel Rifkinaldo Nurrohman, Rifki Nwokeocha, Ifeanyi Martins Palupi, Muncar Tyas Perdana, Oktana Wahyu Permatasari, Mitra Pratama, Febri Fajar Purwanti, Ari Retno Rachman, Fazli Raffiq, Fathurizqi Rahmat Rahmat Rahmat Ramadhan, Ardika Muhammad Tamir Ramadhanty, Helza Vivia Randiawan, Randiawan Ryan Prayogi Saputra, Dimas Arya Septian Aji Permana Slamet Hariyadi Suriaman Suriaman Syamsiar, Syamsiar Taufika, Ryan Tiastiwi, Utari Nurul Wahyuni, Febri Dwi Wardhana, Eka Wisnu Wibowo Heru Prasetiyo Widyastuti, Titik Mulat Wiguna, Hudan Ilmi Yunus, Dadang Yusuf, Muhammad Hadi