Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Hidrotherapi Sebagai Upaya Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Pasien Dm Type II Dengan Pendekatan Teori Keperawatan Orem Muhammad Jhody Arwansyah; Ida Samidah; Tita Septi Handayani
JMNS Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v4i2.100

Abstract

Diabetes Millitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi normal serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relative, kurangnya insulin secara relative maupun absolut pada metabolisme karbohidrat dan lemak ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal yang menyebabkan timbulnya gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, menimbulkan gangguan multisistem dan mempunyai karakteristik hiperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat. Tujuan: untuk menerapkan teori keperawatan Dorothea E Orem pada Pasien DM type 2 dengan memberikan hidroterapi untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien. Penelitian ini juga dilakukan agar dapat diketahui apakah teori Orem dapat di Aplikasikan pada pasien DM Type 2 yang diberikan hidroterapi. Metode: metode kualitatif dengan strategi penelitian Case study research, dimana peneliti melakukan asuhan keperawatan pada dua pasien DM Type 2 dengan mengaplikasikan teori model keperawatan Dorithea Orem dan hydrotherapi. Hasil: asuhan keperawatan pada pasien DM Type 2 yang diberikan hydrotherapi dengan pendekatan teori Orem antara lain: Diagnosa dan resep, tahapan ini mencakup pengkajian, analisa, menetapkan diagnosa keperawatan dan menyusun intervensi keperawatan. Diagnosa yang ditetapkan adalah ketidakmampuan pasien dalam mengendalikan kadar gula darah. Sedangkan intervensi keperawatan yang disusun diarahkan pada bantuan untuk menurunkan kadar gula darah dengan pendekatan supportive educative. Kesimpulan: Teori Orem dapat diterapkan dan diaplikasikan dengan baik dalam perawatan berfokus pada kasus DM Type 2 yang diberikan Tindakan hydrotherapi. Saran untuk pasien dan keluarga agar tetap menjaga kesehatan baik kesehatan fisik, psikologis maupun pola makan untuk menjaga kualitas hidup.
Pelatihan Prosedur Keselamatan Bagi Pemandu Pariwisata Air Terjun Trisakti Desa Belitar Seberang Handi Rustandi; Danur Azissah R. Sojais; Ida Samidah; Jipri Suyanto; Murwati Murwati; Darmawansyah Darmawansyah
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 1 No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v1i2.2873

Abstract

Indonesia adalah negara yang mempunyai ribuan pulau dengan kekayaan alam dan keaneka ragaman budaya yang menarik dan memiliki ciri khas tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya. Indonesia memiliki obyek wisata alam yang terkenal di seluruh dunia, baik itu pantai, pegunungan, hutan wisata, air terjun, wisata goa yang potensi besar untuk menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan wisata. Tempat wisata identik dengan bersenang-senang, namun kegiatan wisata ini juga tentunya memiliki berbagai macam resiko, seperti resiko kejadian gawat atau kecelakaan yang menimpa pelaku pariwisata baik itu pekerja maupun wisatawan. Adapun kejadian gawat darurat yang dialami di tempat wisata seperti kehilangan kesadaran karena terseret arus/tenggelam, luka, patah tulang terkilir, dislokasi lutut dan sebagainya. Dalam kejadian ini pelaku pariwisata baik itu wisatawan, penyedia jasa, pendukung wisata, pemerintah, masyarakat lokal merupakan first responder yang termasuk sebagai orang awam atau masyarakat umum. Secara spontan sebagian dari mereka melakukan pertolongan terhadap korban sesuai dengan pengetahuannya (Pro Emergency, 2011). Pramuwisata adalah seseorang yang dibayar untuk menemani wisatawan dalam perjalanan mengunjungi, melihat, menyaksikan objek dan atraksi wisata yang menurut wisatawan pramuwisata adalah seseorang yang bekerja pada suatu biro perjalanan atau suatu kantor pariwisata (tourism office) yang bertugas memberikan informasi, petunjuk secara langsung kepada wisatawan sebelum dan selama perjalanan.
Pengaruh Terapi Bermain Squishy Terhadap Respon Nyeri Anak Usia Pra Sekolah Saat Pengambilan Sampel Darah Di Rumah Sakit Umum Daerah Curup Dite Ainun Purnama; Ida Samidah; Murwati Murwati
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini rentan terkena gangguan psikologis akibat kejadian yang traumatis karena sakit ataupun nyeri, salah satunya tindakan invasif, dimanan dapat menimbulkan efek nyeri karena penusukan jarum suntik pada pembuluh darah. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi bermain squishy terhadap respon nyeri anak usia pra sekolah saat pengambilan sampel darah di Rumah Sakit Umum Daerah Curup Tahun 2022Metode dalam penelitian ini bersifat kuantitatif, menggunakan jenis quasy eksperiment dengan pendekatan pre-post test with control group design. Sampel dalam penelitian berjumlah 32 responden yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan uji statistik Uji Man Whitney Test.Hasil penelitian ini didapatkan nilai mean nyeri pada kelompok intervensi 3,75 dengan SD 1,612  dan kelompok kontrol 6,00 dengan SD 1,633. Didapatkan mean rank kelompok kontrol 21,88 dan intervensi 11,12. Hasil uji statistic Man Whitney Test didapat nilai ρ value = 0,001 α = 0,05, artinya ada perbedaan respon nyeri pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada anak usia pra sekolah saat pengambilan sampel darah di Rumah Sakit Umum Daerah Curup Tahun 2022.Penelitian ini bermanfaat bagi pasien anak pra sekolah salah sau metode teknik bermain squishy dapat menurunkan nyeri pada pasien dengan tindakan invasif. Saran dalam penelitian ini adalah kepada pelayanan kesehatan untuk menggunakan terapi bermain squishy.Kata Kunci :Anak Pra Sekolah, Nyeri, SquishyEarly childhood is susceptible to psychological disorders due to traumatic events due to pain or pain, one of which is invasive procedures, which can cause painful effects due to needle sticks in blood vessels. The purpose of this study was to determine the effect of squishy play therapy on the pain response of pre-school children when taking blood samples at the Curup Regional General Hospital in 2022.The method in this study is quantitative, using a quasi-experimental type with a pre-post test approach with control group design. The sample in this study amounted to 32 respondents who were selected according to the inclusion and exclusion criteria. This study uses the Man Whitney Test statistical test.The results of this study showed that the mean value of pain in the intervention group was 3.75 with an SD of 1.612 and the control group was 6.00 with an SD of 1.633. The mean rank of the control group was 21.88 and the intervention group was 11.12. The results of the Man Whitney Test statistic test obtained a value of value = 0.001 = 0.05, meaning that there was a difference in pain response in the control group and the intervention group in pre-school age children when taking blood samples at the Curup Regional General Hospital in 2022.This study is useful for preschool children, one of the methods of playing squishy techniques can reduce pain in patients with invasive procedures. Suggestions in this study are for health services to use squishy play therapy.Keywords :Preschool Children, Pain, Squishy.
Pengaruh Roleplay Pendidikan Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Terhadap Pengetahuan Pemandu Parawisata Di Desa Blitar Sebrang Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2022 Handi Rustandi; Danur Azissah Roesliana Sofais; Ida Samidah; Murwati Murwati; Jipri Suyanto; Darmawansyah Darmawansyah
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v2i1.2961

Abstract

Background. The provision of first aid must be done quickly and accurately by using the facilities and infrastructure available at the scene. A first aid action that is done properly will reduce disability or suffering and even save the victim from death, but if the first aid action is not carried out properly it can even worsen the accident and even cause death, a tour guide must be able to provide security and safety to every tourist who visits. Health education is all activities to provide and improve the knowledge, attitudes, practices of individuals, groups or communities in maintaining and improving their own health. Purpose of this study was to determine the effect of Health Education Roleplay on First Aid in Accidents (P3K) on the Knowledge of Tourist Guides in Blitar Sebrang Village, Rejang Lebong Regency. Methods This research is analytical research with Pre Experimental Design (The One Group Pre-Test-Post Test Design). The sampling technique used stratified random sampling. The number of respondents is 35 people. Results of statistical tests before and after the intervention of health education about first aid in accidents (P3K) on the knowledge of tour guides showed a significant effect with the P-Value = 0.000 less than 0.05. Conclusion There is an Influence of Health Education Roleplay on First Aid in Accidents (P3K) on Knowledge of Tourist Guides in Blitar Sebrang Village, Rejang Lebong Regency.
Edukasi Dan Pemeriksaan Penyakit Kusta Dan Frambusia Di RT 27 Dusun Besar Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Kecil Ida Samidah; Murwati Murwati; Danur Azissah R. Sojais; Jipri Suyanto; Emi Pebriani; Sulastri Sulastri; Wemi Royana; Elpina Elpina
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i1.2872

Abstract

Leprosy (morbus hansen) is a chronic chronic infectious disease caused by Mycobacterium leprae (M.leprae) which attacks almost all organs of the body, especially the peripheral nerves and skin and other organs such as the oral mucosa, upper respiratory tract, reticuloendothelial system, eyes. , muscles and bones except the central nervous system. Yaws is a chronic infectious disease caused by Treponema pallidum subspecies pertenue which occurs in the tropics, especially in densely populated areas, low socio-economic, and poor hygiene). Measurement activities with the theme Education and Examination of Leprosy and Yaws in Rt 27 Dusun Besar Working Area of the Jembatan Kecil Health Center with the aim of increasing knowledge and early detection of Leprosy and Yaws. The community service activities that have been carried out are considered very important so that the community can recognize and detect leprosy and yaws early and get treatment immediately. Community service participants were able to briefly explain leprosy and yaws. The community service participants were enthusiastic about the activities carried out to increase knowledge in the form of education about leprosy and yaws. The participants were very happy to participate in the examination of leprosy and yaws
Hubungan Status Gizi Dan Praktik 3M Dengan Kejadian DBD Di Kota Bengkulu Tahun 2022 Putri Ramayani; Ida Samidah; Fiya Diniarti; Jipri Suyanto
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v1i2.120

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) or Dengue Haemorrhagic Fever (DHF), commonly called Dengue Haemorrhagic Fever (DHF), is a disease caused by the dengue virus, which is transmitted by Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. The World Health Organization (WHO) states that the number of reported cases of dengue fever has increased more than eightfold over the last four years, from 505,000 cases in 2013 to 4.2 million in 2019. Based on data from the Ministry of Health for 2020, cases of dengue hemorrhagic fever (DHF) in Indonesia reached 71,700 cases. According to data from the Bengkulu Provincial Health Office, the incidence of DHF in Bengkulu Province is relatively high, with morbidity and mortality rates above the national target. There were 1,261 cases of DHF that occurred in Bengkulu Province in 2020 (Bengkulu Provincial Health Office, 2020). This research is a quantitative descriptive analytic research with a case-control design, namely an analytic observation research conducted by comparing the case group and the control group based on their exposure status (retrospective). This design moves from the effect (illness) to the cause (exposure). aims to determine whether there is a relationship between nutritional status and 3M practises and the incidence of DHF. The results of this study show that there is a relationship between nutritional status and the incidence of DHF in Bengkulu City in 2022, and there is a relationship between 3M practises and the incidence of DHF in Bengkulu City in 2022.
Hubungan Pendapatan Orang Tua dengan Kejadian Stunting di Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau Winda Lestari; Ida Samidah; Fiya Diniarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.62 KB)

Abstract

Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis pada balita yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear. Salah satu penyebab tidak langsung dari masalah stunting adalah pendapatan ekonomi keluarga yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pendapatan orang tua dengan stunting pada anak usia 4 sampai 5 tahun di Kota Lubuklinggau. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 17955 anak dan sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu 390 anak. Pengukuran jumlah sampel tersebut disesuaikan dengan derajat kesalahan 5%. Kemudian pengambilan sampel tersebut berdasarkan dari kriteria umur anak yaitu 4-5 tahun dan orang tua bersedia anaknya menjadi responden. Hasil dari penelitian ini adalah nilai R hitung yang diperoleh ialah 0,696. Hal ini berarti nilai R hitung lebih besar dari nilai R tabel 0,098. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara pendapatan orang tua dengan stunting pada anak usia 4 sampai 5 tahun di Kota Lubuklinggau.
HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN KE POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HULU PALIK TAHUN 2022 SHERLY APRILIANI; IDA SAMIDAH; DIYAH TEPI RAHMAWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4100

Abstract

Badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) pada tahun 2018 memperkirakan terdapat 51 juta balita mengalami masalah gizi. Kematian balita akibat masalah gizi sebesar 2,8 juta jiwa. Tujuan penelitian adalah untuk mentetahui hubungan frekuensi kunjungan ke posyandu dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Hulu Palik Tahun 2022. Metode dalam penelitian ini bersifat kuantitatif, menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian berjumlah 91 responden yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar dari responden 67 (73,6%) yang aktif mengikuti posyandu serta responden 64 (73,3%) dengan status gizi normal. Hasil uji statistik di dapatkan nilai p value 0,001 artinya ada hubungan frekuensi kunjungan ke posyandu dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Hulu Palik Tahun 2022. Peneliti menyarankan kepada orang tua balita untuk lebih aktif dalam kunjungan posyandu sehingga dapat meningkatkan status gizi balita.
Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Pesisir Desa Kungkai Baru Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Ida Samidah; Murwati Murwati; Sulastri Sulastri; Emi Pebriani
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v2i2.4596

Abstract

raya yang sangat padat saja, tapi juga di daerah Pesisir sering terjadi. Saat mengunjungi obyek wisata, tentu diharapkan akan menambah pengalaman yang menyenangkan bagi para pengunjung. Pengelola wisata juga harus bertanggung jawab atas kecelakaan yang terjadi di obyek wisata yang dikelola. Tujuan dari pelatihan masyarakat ini adalah untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi pengelola dalam rangka menyediakan atau meningkatkan dan mengembangkan sarana keselamatan publik yang telah ada agar dapat melaksanakan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan di tempat wisata sehingga membentuk persepsi pengunjung yang nantinya akan berpengaruh pada peningkatan jumlah pengunjung wisata di Desa Kungkai Baru.
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Di Rs. Ummi Kota Bengkulu Sulastri Sulastri; Ida Samidah; Murwati Murwati
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v4i2.332

Abstract

Seksio sesarea adalah sebuah bentuk proses melahirkan anak dengan melakukan sebuah irisan pembedahan yang menembus dinding abdomen. Nyeri adalah suatu gangguan yang tidak menyenangkan dan terlokalisasi yang disebabkan oleh luka insisi. Terapi music merupakan salah satu teknik distraksi yang digunakan untuk mengalihkan sensasi yang tidak menyenangkan oleh seseorang misalnya nyeri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi music terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien posto perasi di RS. Ummi Kota Bengkulu. Desain penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group pre-post test design, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 pasien, Dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling dan alat ukur yang digunakan adalah NRS (Numeric Rating Scale). Analisa data menggunakan Uji Paired t test dengan derajat signifikansi α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dipercaya dapat meningkatkan pengeluaran hormon endorphin. Endorfin merupakan ejektor dari rasa rileks dan ketenangan yang timbul, midbrain mengeluarakan Gama AminoButyric Acid (GABA) yang berfungsi menghambat hantaran implus listrik dari satu neuron ke nueron lainnya oleh neurontransmiter didalam sinaps. Midbrain mengeluarkan enkepalin dan beta endorfin dan zat tersebut dapat menimbulkan efek analgesik yang akhirnya mengeliminasi neurotransmitter rasa nyeri pada pusat persepsi dan interpretasi sensorik somatic di otak sehingga efek yang bisa muncul adalah nyeri berkurang. Sebelum dilakukan terapi musik rata-rata tingkat nyeri 6,25. Setelah dilakukan terapi music tingkat nyeri menjadi 4,68. Hasil analisa dari penelitian ini didapatkan bahwa nilai P value= 0,001 (p < α 0,05) yang mempunyai makna terdapat pengaruh pemberian terapi music terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post operasi di RS. Ummi Kota Bengkulu. Dengan demikian diharapkan untuk dapat menerapkan terapi music untuk mengurangi tingkat nyeri di Instansi Rumah Sakit
Co-Authors ', Darmawansyah ,, mirawati ., Mirawati Achmad Hidayat, Acep Agus Ramon Agus Ramon, Agus Agyathien, Meychania Ajid Thohir Amin, Muhammad All Aprianti, Delta Astuti, Arni Afni Berlian Kando Sianipar Bintang Agustina Pratiwi Danur Azissah Roesliana Sofais Darmawansyah Darmawansyah Desi Lastari Deswita Deswita Deswita, Yuhelmi diniarti, fiya Dite Ainun Purnama DIYAH TEPI Diyah Tepi Rahmawati Dwi Putra, Raditya Echi Rianchi Elpina Elpina Emi kosvianti1, 2 , Emy Susanti3 , Windhu Purnomo4, Agung Suhadi5 Emi Pebriani febriyanti febriyanti Habibi, Julius Handayani, Tita Septi Henni Febriawati Hidayat, Asep Achmad Hidayat, Yance Hilinti, Yatri Husin, Hasan Indra Iswari Iswari, Indra Jipri Suyanto Lestari, Merry lestari, winda LINDA MAYANG SARI IRIANI Liviana, Nanik Maharani, Fera Sepi Handaryanti mariyati, desi Metasari, Des Mirawati Mirawati Muhammad Jhody Arwansyah Murwati Murwati Murwati Murwati Murwati Ngoc, Vu Thi Nursalim, Danni Prasetio, Bangun Pribadi, Syofiah Putri Ramayani Putri, Yesi Rahmawati, Diyah Tepi Ramlis, Ravika REZA ALVIONITA Riani, Ayut RS, Danur Azissah Rustandi, Handi Rustandi, Handi SARI, LEZI YOVITA Sella, Sabrina SHERLY APRILIANI Sianipar, Berlian Kando Siti Aminah Situmorang, Ronalen Sofais, Danur Azissah Roesliana Sri Ekawati Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Supendi, Usman Surahman, Feri Susanti, Vivi Suyanto, Jipri Therina, Meri Wemi Royana Wijaya, M. Aldo Winda Lestari Winda Lestari Wulan Angraini Wulandari Wulandari Wulandari, Retno Ajeng Yanuarti, Riska YENTI FEBRIANTI yuhasri, erwin Yulianti, Syami Yusran Fauzi Zulaikha Agustinawati