Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Persepsi Guru PAUD terhadap Penggunaan Media Digital dalam Pembelajaran: Tinjauan dari Perspektif Psikologi Perkembangan Eska Hifdiyah Sahal; Mayasari
Journal of Golden Generation Education Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober 2025: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.197

Abstract

Integrasi teknologi digital ke dalam ranah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah memicu pergeseran paradigma yang mendalam dalam cara pendidik memahami proses belajar mengajar. Laporan penelitian ini menyajikan analisis komprehensif mengenai persepsi guru PAUD terhadap penggunaan media digital, dengan mengambil studi kasus di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi, Sumedang. Melalui lensa psikologi perkembangan, laporan ini mengevaluasi bagaimana alat-alat digital memengaruhi domain kognitif, sosial-emosional, dan motorik anak pada fase krusial "Masa Emas." Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, memanfaatkan teknik analisis data interaktif untuk mengeksplorasi narasi dan pengalaman nyata para pendidik di lapangan.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru-guru di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi memandang media digital sebagai instrumen ganda: sebagai katalisator motivasi dan literasi yang efektif, namun juga sebagai sumber risiko potensial terhadap perkembangan sosial dan kesehatan fisik anak. Berdasarkan perspektif sosiokultural Lev Vygotsky, media digital diidentifikasi mampu menyediakan scaffolding dalam Zone of Proximal Development (ZPD), khususnya melalui metode digital storytelling yang memperkaya kemampuan bahasa ekspresif. Namun, dari perspektif kognitif Jean Piaget, terdapat kekhawatiran mengenai kesesuaian konten digital dengan tahap pra-operasional anak yang masih membutuhkan interaksi konkret. Laporan ini juga menyoroti tantangan sistemik berupa keterbatasan literasi digital guru dan infrastruktur, serta upaya strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui platform Sumedang Simpati Academy (SSA) untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik. Kesimpulan dari laporan ini menekankan perlunya model integrasi teknologi yang seimbang, berpusat pada anak, dan didukung oleh kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua guna memastikan bahwa penggunaan media digital selaras dengan tugas-tugas perkembangan anak yang holistik.  
PENGALAMAN ADAPTASI MAHASISWA ASING DALAM MENGHADAPI CULTURE SHOCK DI UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG Putri, Dessy Zaira Safitri; Mayasari; Poerana, Ana Fitriana
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1158

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman adaptasi mahasiswa asing dalam menghadapi culture shock selama menempuh studi di Universitas Singaperbangsa Karawang. Mahasiswa asing yang datang ke Indonesia berhadapan dengan perbedaan bahasa, kebiasaan sosial, serta pola komunikasi yang memengaruhi proses penyesuaian mereka di lingkungan akademik maupun sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan fenomenologi Alfred Schutz untuk memahami bagaimana pengalaman tersebut dimaknai dan dijalani oleh para informan. Subjek penelitian terdiri dari tujuh mahasiswa asing yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan pengalaman mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan budaya baru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan interpretasi makna pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi mahasiswa asing berlangsung melalui proses memahami perbedaan budaya, menghadapi hambatan bahasa, menyesuaikan diri dengan pola interaksi lokal, serta membangun kenyamanan melalui dukungan sosial dari lingkungan kampus. Pengalaman tersebut tidak hanya membantu mereka mengatasi culture shock, tetapi juga membentuk pemahaman baru terhadap diri sendiri dan lingkungan sosial tempat mereka hidup. Temuan ini menegaskan bahwa adaptasi budaya merupakan proses pemaknaan berkelanjutan yang dipengaruhi oleh interaksi, refleksi, dan dinamika kehidupan sehari-hari.
Improvement Student Entrepreneurship Creativity through PjBL Based on Video Promotions of Jambi's Culinary Heritage in the Histoentrepreneurship Course Merci Robbi Kurniawanti; Andre Mustofa Meihan; Mayasari
Airlangga Journal of Innovation Management Vol. 6 No. 4 (2025): Airlangga Journal of Innovation Management
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ajim.v6i4.81837

Abstract

In the era of the creative economy, soft skills in entrepreneurship have become one of the requirements that must be possessed by the younger generation, especially students. Students need to be trained not only to understand the theory of entrepreneurship but also to develop practical skills relevant to the local context. This study aims to improve the entrepreneurial creativity of students in the History Education study program through promotional videos based on Jambi's culinary heritage. The research method is Classroom Action Research, carried out in three cycles, each cycle consisting of planning, implementation, observation, analysis, and reflection. It was conducted in class R003 for third-semester students taking the Histo-entrepreneurship course in the 2024/2025 academic year. The results show that the application of the PjBL model with promotional videos based on Jambi's culinary heritage in the history and entrepreneurship course can improve students' entrepreneurial creativity. Students' entrepreneurial creativity increased with each cycle. In cycle I saw a percentage of 82.1%; in cycle II, 90.68%; and in cycle III, 101.2%. This study implies that students are able to develop innovative business ideas based on local wisdom and digital technology, as well as strengthen soft skills such as creativity.