Articles
Implementasi Permainan Tradisional Engklek Pada Character Strength Wisdom Siswa Sekolah Dasar
Desi Nur Rachmawati;
Lutfi Nur;
Dindin Abdul Muiz L
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.146 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6096
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional engklek pada character strength wisdom siswa sekolah dasar di SD Negeri Cibogo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan Pre-experimental Design jenis One Group Pretest-Posttest. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV dengan jumlah siswa 25 orang. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner (angket) .Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan pretest lalu diberikan treatment berupa permainan tradisional engklek dan dilakukan posttest terdapat peningkatan yang signifikan terhadap character strength wisdom siswa. Berdasarkan analisis tersebut menunjukkan adanya pengaruh permainan tradisional engklek pada character strength wisdom siswa sekolah dasar. Kata Kunci: Permainan Tradisional Engklek,Pendidikan Karakter, Character strength
Pengembangan Alat Deteksi Fisik Pada Anak Usia 6 Tahun
Willa Laras Sekarsari;
Heri Yusuf Muslihin;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.167 KB)
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6151
Penelitian ini di latarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan, dari hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa perkembangan fisik motorik di nilai sama karena menggunakan suatu media pembelajaran dan dilihat dengan rentang umur, namun belum ada penelitian tentang deteksi dini perkembangan fisik motorik anak usia 6 tahun. Maka penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan instrumen yang sudah ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menghasilkan instrumen deteksi dini perkembangan fisik anak usia 6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, studi dokumentasi, angket dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Produk yang sudah dirancang kemudian divalidasi oleh para ahli. Rancangan produk yang dinyatakan layak oleh ahli di ujicobakan di untuk selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Produk yang telah melewati tahap seleksi di ujicoba kembali untuk mengetahui respons siswa terhadap produk. Peneliti juga melakukan uji respons dengan guru melalui wawancara. Hasil uji coba kedua dan wawancara dengan guru menunjukkan bahwa instrumen deteksi perkembangan fisik anak yang dikembangkan telah baik dan dapat menjadi solusi bagi guru dalam mendeteksi perkembangan fisik anak. Jadi produk akhir dalam penelitian ini yaitu instrumen deteksi dini perkembangan fisik anak usia 6 tahun.
Pengembangan Instrumen Penilaian Kreativitas Siswa melalui Analisis Rasch Model di Sekolah Dasar
Mila Aprilia;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah;
Rosarina Giyartini
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1199
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penerapan kreativitas dalam diri manusia di lingkungan sehari-harinya. Tujuan penelitian adalah untuk menunjukan deskripsi dari hasil analisis pengembangan instrumen penilaian kreativitas siswa Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif, serta partisipan penelitian merupakan siswa Kelas IV SDN 2 Sukapura, salah satu sekolah di kabupaten Tasikmalaya, dengan jumlah sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengembangan instrumen kreativitas sebagian besar berada pada kategori baik dengan proporsi sebesar 70%. Melalui analisis ini, diketahui bahwa tingkat kemampuan siswa lebih besar dalam menyelesaikan item pada instrumen kreativitas siswa, dibuktikan oleh hasil penelitian yang menunjukan angka item pada separation dan reliability lebih besar dibandingkan angka person pada separation dan reliability. Selain itu pengembangan instrumen kreativitas ini dapat di terima oleh seluruh responden (tidak mengalami bias gender).
Bagaimana Dasar Kebutuhan Alat Permainan Edukatif Papan Alur untuk Kemampuan Membilang Anak Usia 5-6 Tahun?
Indri Helpiani;
Edi Hendri Mulyana;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.925 KB)
|
DOI: 10.31316/jk.v6i2.3564
AbstrakPemberian rangsangan pada anak usia dini melalui pengembangan aspek-aspek dalam perkembangan anak melalui pendidikan.salah satu upaya yang dapat dilakukan dan dioptimalkan yakni kemampuan kognitif salah satunya di bidang kemampuan membilang anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni Educational Design Research (EDR) tahap analisisdan eksplorasi yakni menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara kepada guru kelompok B. Pengenalan lambang bilangan dan membilang pada anak merupakan salah satu perkembangan kognitif yang harus dikembangkan dan di optimalkan. Salah satu cara mengoptimalkan perkembangan kognitif anak yaitu memfasilitasi anak dengan alat permainan edukatif yang memiliki peran untuk memfasilitasi perkembangan anak. Alat permainan edukatif papanalur menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan membilang anak karena permainan edukatif terdapat nilai-nilai stimulus perkembangan anak.Kata Kunci: Edukatif, Membilang, Anak AbstractThe provision of stimulation to early childhood through the development of aspects of child development through education. One of the efforts that can be done and optimized is cognitive ability, one of which is in the field of the ability to count children. The method used in this study is Educational Design Research (EDR) in the analysis and exploration stages, using observation techniques and interview techniques for group B teachers. The introduction of number symbols and counting in children is one of the cognitive developments that must be developed and optimized. One way to optimize children's cognitive development is to facilitate children with educational game tools that have a role to facilitate children's development. The groove board educational game tool is one solution to optimize counting children because educational games contain stimulus values for children's development.Keywords: Educative, Counting, Children
Upaya Meningkatkan Kemampuan Anak Mengenal Konsep Bilangan Melalui Media Kantok Bilangan di TK Siti Khodijah
Hirni Aprilia Nur Inayatillah;
Edi Hendri Mulyana;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.474 KB)
|
DOI: 10.31316/jk.v6i2.3699
AbstrakPendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangn pendidikan yang membantu pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Permasalahan yang terjadi dilapangan yaitu upaya meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan melalui media kantok bilangan di TK Siti Khodijah. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan adanya media kantong bilangan anak akan mudah untuk memahami apa itu konsep bilangan karena konsep bilangan merupakan sebuah dasar bagi anak untuk mengenal sebuah dasar bagi anak untuk mengetahui yang lebih lanjut ke penguasa konsep-konsep selanjutanya yang lebih sulit. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan Mix Method atau bisa disebut penelitian campuran, dengan menggunakan metode EDR (Educational Design Research). Dalam metode ini terdapat tiga tahap yaitu tahap analisis dan eksplorasi, tahap Desain dan Kontruksi dan tahap. Evaluasi dan refleksi. Pada tahap analisis dan eksplorasi menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara kepada guru kelompok B.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Konsep Bilangan, Media Kantong Bilangan AbstractEarly childhood education is a coaching effort aimed at children from birth to the age of six which is carried out through the provision of educational stimuli that help physical and spiritual growth so that children have readiness to enter further education. The problem that occurs in the field is an effort to improve the ability of children to recognize the concept of numbers through the media of kantok numbers in Siti Khodijah Kindergarten. The purpose of this research is that with the presence of a number pocket media, children will be easy to understand what the concept of numbers is because the concept of numbers is a basis for children to get to know a basis for children to know further to master the next more difficult concepts. The type of research used by the researcher is the Mix Method approach or can be called mixed research, using the EDR (Educational Design Research) method. In this method there are three stages, namely the analysis and exploration stage, the Design and Construction stage and the . Evaluation and reflection. In the analysis and exploration stage, using observation techniques and interview techniques to group B teachers.Keywords: Early Childhood, Number Concept, Numbers Pocket Media
Penggunaan Desain Pembelajaran Market Day dalam Memfasilitasi Kemampuan Literasi Finansial Anak Usia 5-6 Tahun
Devi Indrianti;
Edi Hendri Mulyana;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.806 KB)
|
DOI: 10.31316/jk.v6i2.4002
Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi karena kurangnya desain pembelajaran yang dapat memfasilitasi kemampuan literasi finansial anak usia 5-6 tahun. Selain itu, kurangnya pemahaman guru bahwa literasi finansial penting untuk disampaikan sejak dini membuat literasi finansial ini tidak tersampaikan dengan baik kepada anak. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain pembelajaran yang menarik minat anak yaitu berupa desain pembelajaran market day. Metode penelitian yang digunakan yaitu DBR (design based research) dengan model Greivemeijer dan Cobb (2006). Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan guru , yang selanjutnya dianalisis untuk kemudian dibuat Hyphothetical Learning Trajectory. Dalam penelitian ini dilakukan 2 tahap uji coba dengan sekolah yang berbeda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah sesuai baik dari segi Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar Kerja Perserta Didik (LKPD), instrumen ketercapaian efektivitas produk sebagai perbandingan hasil pembelajaran setelah menggunakan desain pembelajaran market day dan instrument keterpakaian produk oleh guru sebagai penilai desain pembelajaran market day ini valid, praktis dan dapat digunakan untuk memfasilitasi kemampuan literasi finansial anak usia 5-6 tahun.Kata Kunci: Market Day; Literasi Finansial, Anak AbstractThis research is motivated by the lack of learning designs that can facilitate the financial literacy abilities of children aged 5-6 years. In addition, the teacher's lack of understanding that financial literacy is important to be conveyed from an early age makes this financial literacy not conveyed properly to children. This research aims to produce a learning design that attracts children's interest in the form of a market day learning design. The research method used is DBR (Design Based Research) with Greivemeijer and Cobb (2006) models. In this study, data were collected through interviews with teachers, which were then analyzed to make a hypothetical learning trajectory. In this study, two trials were conducted with different schools. The results of this study state that the learning tools developed are appropriate both in terms of the learning implementation plan (RPP), the Student Worksheet (LKPD), the instrument for achieving product effectiveness as a comparison of learning outcomes after using the market day learning design and the product usage instrument by the teacher as This market day learning design appraiser is valid, practical and can be used to facilitate the financial literacy skills of children aged 5-6 years.Keywoards: Market Day; Financial Literacy, Children
Systematic Literatur Review : Integrasi Conputational Thinking dalam Kurikulum Sekolah Dasar di Indonesia
Sofiah Nur Marifah
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 5 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v5i5.12148
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keputusan kemendikbud mengenai pembelajaran computational thinking dalam mata Pelajaran Informatika yang resmi masuk kedalam struktur kurikulum 2013 melalui Permendikbud Nomor 35, 36 dan 37 tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui integrasi pembelajaran computational thinking dalam kurikulum sekolah dasar di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan cara mengumpulkan artikel yang relevan dengan topik penelitian, hasil akhir sebanyak 11 artikel dari 481 artikel yang ditemukan. Computatioal thinking (CT) diartikan sebagai sebuah cara memahami dan menyelesaikan masalah kompleks menggunakan teknik dan konsep ilmu komputer seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan algoritma. CT dipandang banyak ahli merupakan salah satu kemampuan yang banyak menopang dimensi pendidikan abad 21. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan menggunakan artikel yang relevan serta telah melalui proses seleksi, tujuan dari penerapan CT adalah untuk menunjang kompetensi yang diperlukan di era revolusi industri 4.0 dan abad 21. Untuk mata pelajaran yang banyak digunakan dalam integrasi CT adalah matematika. Dalam proses pembelajaran, pendekatan Unplugged dan praktik latihan soal lebih dominan digunakan dalam integrasi pembelajaran CT. Sedangkan bentuk pembelajaran nya bevariasi ada yang menggunakan bebras, CS Unplugged dan STEM Family. Dan untuk kegiatan penilaian, para peneliti banyak menggunakan soal-soal pada bebras challenge.Kata Kunci: Computational Thinking, Kurikulum, Sekolah Dasar
Analisis Hambatan Belajar Peserta Didik Kelas 2 Sekolah Dasar Pada Materi Perkalian
Alief Ya Nur Latifah
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 6 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v5i6.12279
Pembelajaran matematika memiliki berbagai problematika khususnya jika dilihat dari sisi peserta didik. Salah satunya, masih banyak peserta didik di tingkat sekolah dasar yang belum dapat melakukan operasi hitung perkalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hambatan belajar yang dialami oleh peserta didik pada materi perkalian. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekaan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 17 orang terdiri dari 16 orang peserta didik kelas 2 dan satu orang guru kelas 2 dari salah satu Sekolah Dasar Swasta di Kota Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian, data dianalisis melalui tiga tahapan yaitu (1) reduksi data; (2) data display; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dari penelitian ini ditemukan empat tipe hambatan belajar diantaranya; (1) Menentukan konsep perkalian sesuai dengan langkah hitung yang benar; (2) membedakan arti perkalian dengan hasil perkalian dari bilangan yang sama; (3) melengkapi hasil kali dengan menggunakan daftar perkalian dan tabel perkalian; (4) memecahkan soal non-rutin mengenai perkalian melalui high order thinking skill. Hambatan belajar tersebut termasuk pada hambatan belajar didaktis. Jenis hambatan belajar tersebut terjadi karena kurang tepatnya guru dalam membuat atau merancang pembelajaran, atau kesalahan dari sumber/ bahan ajar yang digunakan.
PENGEMBANGAN SOAL TES COMPUTATIONAL THINKING PADA MATERI PECAHAN DI SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN RASCH MODEL
Andra Andaru
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 6 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v5i6.12280
This study aims to develop a computational thinking-based problem-solving test instrument accompanied by analysis using Rasch modeling. This research uses a design research design with the Reeves model design-based research (DBR) method. The participants of this study were class VI students of SDN 10 Regol, Garut Regency. The results of this study are in the form of computational thinking-based problem-solving test instrument products totaling 13 multiple-choice questions with four levels of difficulty, namely very easy, easy, medium, and difficult. The test instrument product has been declared feasible after validation by experts, trials and revisions twice, and the results of analysis through Rasch modeling.
PERSEPSI GURU MENGENAI PENTINGNYA KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN SOAL TES BERBASIS LITERASI DAN NUMERASI DI SEKOLAH DASAR
Utami Dewi Rahmasari
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 6 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v5i6.12345
Guru berperan penting dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Kemampuan literasi menuntut siswa mampu memahami dan menganalisis suatu informasi dan mengerti konsep yang disampaikan dalam suatu bacaan. Sedangkan kemampuan numerasi menuntut siswa dapat menerapkan konsep matematika mereka untuk digunakan dalam memecahkan permasalahan di kehidupan sehari-hari. Dengan itu, guru dituntut mampu mengembangkan soal tes literasi dan numerasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru mengenai pentingnya kemampuan guru dalam mengembangkan soal tes literasi dan numerasi di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini melibatkan dua guru kelas IV sekolah dasar yang berbeda. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara dan lembar studi dokumentasi dengan teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dari guru sudah menyadari pentingnya kemampuan mereka dalam mengembangkan soal tes literasi dan numerasi namun belum maksimal dikarenakan masih adanya kendala yaitu sulitnya menentukan tingkatan kognitifnya serta siswa masih belum terbiasa mengerjakan soal tes literasi dan numerasi. Para guru berpendapat bahwa kemampuan mereka dalam mengembangkan soal tes literasi dan numerasi di sekolah dasar masih rendah dan memerlukan adanya pelatihan khusus, sosialisasi, dan pembiasaan penerapan di sekolah.