Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN HUKUM DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) MELALUI LAW STUDENT VILLAGE PROJECT (LSVP) Dirkareshza, Rianda; Suherman, Suherman; Taupiqqurrahman, Taupiqqurrahman; Agustanti, Rosalia Dika; Hulu, Samuel Arthur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.15450

Abstract

ABSTRAKLaw Student Village Project (LSVP) merupakan proyek pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen hukum dari Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Dalam proyek ini, pendampingan hukum diberikan kepada pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Puraseda untuk mengatasi masalah hukum yang dihadapi khususnya terkait dengan legalitas usaha. Tujuan LSVP adalah meningkatkan pemahaman, pemberdayaan, dan pendampingan hukum bagi UMKM. Metode yang digunakan adalah Case Based Participatory Research (CBPR) dengan kolaborasi antara mahasiswa, dosen hukum, dan pemilik UMKM dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah hukum yang terjadi di wilayah Desa Puraseda. Hasil dari pendampingan ini meliputi pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Badan Hukum Perorangan, serta peningkatan pemahaman hukum UMKM mengenai regulasi bisnis, perlindungan merek dagang, perselisihan kontrak, dan hak kekayaan intelektual. Dalam kesimpulannya, LSVP berhasil memberikan menghasilkan sertifikat NIB, akta pendirian badan hukum perorangan danpendampingan hukum yang efektif serta memberdayakan UMKM dalam menjalankan bisnis secara legal. Kata kunci: pemberdayaan hukum; usaha mikro kecil menengah; kolaborasi. ABSTRACTLaw Student Village Project (LSVP) is a community service project carried out by law students and lecturers from the Faculty of Law, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. In this project, legal assistance is provided to the owners of Usaha  Mikro Kecil Menengah (MSMEs) in Puraseda Village to overcome legal problems faced, especially related to business legality. The purpose of LSVP is to increase understanding, empowerment, and legal assistance for MSMEs. The method used is Case Based Participatory Research (CBPR) with collaboration between students, law lecturers, and MSME owners in identifying, analyzing, and solving legal problems that occur in the Puraseda Village area. The results of this assistance include registration of Business Identification Number (NIB) and Individual Legal Entity, as well as increasing MSME legal understanding regarding business regulations, trademark protection, contract disputes, and intellectual property rights. In conclusion, LSVP succeeded in producing NIB certificates, individual legal entity establishment deeds andeffective legal assistance as well as empowering MSMEs in conducting business legally. Keywords: legal counseling; intellectual property rights; complete systematic land registration.
PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL UNTUK PRODUK RUMAHAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PEREKONOMIAN PADA DESA PURASEDA Pratiwi, Dian Khoreanita; Agustanti, Rosalia Dika; Dirkareshza, Rianda; Suyanto, Heru; Desmawati, Desmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19490

Abstract

ABSTRAKTidak adanya sertifikasi halal pada produk rumahan hasil olahan masyarakat Desa Puraseda membuat daya tarik dan minat beli produk menjadi rendah. Sertifikat halal berperan penting karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi guna peningkatkan perekonomian masyarakat Desa Puraseda yang salah satunya adalah peningkatan daya saing produk dengan didapatkannya Sertifikasi Halal. Kegiatan ini menggunakan metode Metode Participatory Rural Appraisal (PRA) adalah metode partisipatif yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan memahami kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan Masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa adanya pelatihan dan pendampingan terkait pendaftaran sertifikat halal ini memberikan pengetahuan serta keterampilan guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat Desa Puraseda untuk meningkatkan perekonomian desa serta memberikan jaminan dan kenyamanan bagi konsumen. Kata kunci: produk rumahan; sertifikat halal; UMKM. ABSTRACTThe absence of halal certification for home-made food products from the people of Puraseda Village makes the attractiveness and interest in purchasing products low. Halal certificates play an important role because the majority of Indonesian people are Muslim. To overcome this problem, this activity aims to provide solutions to improve the economy of the Puraseda Village community, one of which is increasing the competitiveness of products by obtaining Halal Certification. This activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, which is a participatory method used to collect information and understand the social, economic and environmental conditions of society. The results of community service show that the training and assistance related to halal certificate registration provides knowledge and skills to provide legal certainty for the people of Puraseda Village to improve the village economy and provide guarantees and comfort for consumers. Keywords: home products; halal certificate; MSMEs.
Program UPNVJ Mengajar: Mewujudkan Akses Pendidikan Berkualitas Bagi Anak di Sekolah Masjid Terminal Indonesia Agustanti, Rosalia Dika; Sugiyono, Heru; Ridwan, Ridwan; Adyuanas, Affan; Syakur, Muhammad Zidan Asy; Arofah, Muhammad Nouval; Azzahra, Shalma; Budiman, Jodhy Farrel
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.931

Abstract

Program UPNVJ Mengajar merupakan inisiatif Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan untuk mewujudkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di Sekolah Masjid Terminal Indonesia. Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, program ini menghadirkan mahasiswa sebagai pengajar dan fasilitator dalam menyampaikan materi pendidikan dasar, pembentukan karakter, serta pengenalan nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan akses pendidikan formal yang dihadapi oleh anak-anak marginal di kawasan terminal. Antusiasme peserta didik serta keterlibatan aktif para relawan menjadi indikator keberhasilan awal program dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan inspiratif. Program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan. Sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan dampak program UPNVJ Mengajar, penting untuk mengembangkan program pendampingan jangka panjang, seperti bimbingan belajar yang dilaksanakan secara mingguan atau bulanan. Kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi peserta didik untuk terus mendapatkan akses pendidikan secara konsisten, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi-materi dasar yang telah diajarkan. Selain itu, keberadaan program pendampingan ini juga berperan penting dalam membangun hubungan yang lebih erat antara mahasiswa relawan dan anak-anak, sehingga tercipta lingkungan belajar yang suportif, berkelanjutan, dan bermakna. Kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif dari peserta didik, serta menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan minat belajar dan interaksi yang lebih hangat antara relawan dan anak-anak. Upaya ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang penyediaan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua
Implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis dalam Perlindungan Hukum Terhadap Produk Suku Cadang (Sparepart) Motor: Studi Kasus di Pasar Kebun Jeruk, Kelurahan Maphar, Jakarta Barat Panjoi, Alfrianus; Agustanti, Rosalia Dika
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 1 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i1.1952

Abstract

Penelitian berjudul “Implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dalam Perlindungan Hukum terhadap Produk Suku Cadang (Sparepart) Motor: Studi Kasus di Pasar Kebun Jeruk, Jakarta Barat” ini bertujuan untuk menilai efektivitas pelaksanaan perlindungan hukum terhadap merek suku cadang di tingkat pedagang kecil serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Masalah ini penting karena masih maraknya peredaran produk tiruan di pasar tradisional yang merugikan produsen asli dan konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris, dengan menggabungkan kajian normatif terhadap UU No. 20 Tahun 2016 dan data lapangan melalui observasi serta wawancara. Data primer diperoleh dari 40 responden (pedagang, aparat penegak hukum, dan pihak terkait), sedangkan data sekunder dari peraturan, literatur, dan jurnal. Teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka, observasi, dan wawancara mendalam, yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan implementasi UU tersebut belum efektif. Sebanyak 72,5% pedagang tidak memahami isi undang-undang, 65% tidak mengetahui sanksi hukum, dan 60% masih menjual produk tiruan. Hanya 15% yang pernah mengikuti sosialisasi, dan 17,5% pernah diperiksa aparat, menandakan lemahnya pengawasan. Namun, 70% pedagang bersedia berhenti menjual produk tiruan bila diberi pembinaan dan akses distribusi resmi. Tingkat efektivitas pelaksanaan UU hanya sekitar 34% (kategori rendah). Faktor utama penghambat adalah kurangnya edukasi, lemahnya koordinasi antarinstansi, dan tekanan ekonomi. Penelitian menegaskan perlunya pendekatan persuasif dan sinergi antara pemerintah, aparat hukum, serta pelaku usaha agar perlindungan merek berjalan optimal dan partisipatif.
LEGALITAS ABORSI YANG DILAKUKAN OLEH ANAK AKIBAT PERKOSAAN INSES Fatahaya, Shafira; Agustanti, Rosalia Dika
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 4 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v4i2.4041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai legalitas aborsi yang dilakukan oleh anak korban perkosaan inses. Merujuk pada catatan Komnas Perempuan tahun 2021 telah terjadi kasus perkosaan inses terhadap perempuan sebanyak 215 kasus dimana 15 kasus terjadi pada anak. Dari perkosaan inses tidak menutup kemungkinan terjadi kehamilan pada anak dan ketidaksiapan fisik maupun psikis membuat seorang anak memilih jalan untuk aborsi. Sehingga patut dipertanyakan tentang legalitas aborsi sebagaimana Pasal 75 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jika yang melakukan aborsi adalah anak korban perkosaan inses. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aborsi dengan indikasi perkosaan adalah legal karena adanya trauma psikologis yang diderita oleh korban dan dimungkinkan adanya indikasi kedaruratan medis akibat perkosaan inses. Aborsi dapat dilakukan pada saat usia kehamilan tidak lebih dari 6 minggu dihitung dari awal pertama haid, namun tidak menutup kemungkinan aborsi dilakukan ketika usia kandungan melebihi batas tersebut. Sehingga penegak hukum harus dapat memastikan bahwa aborsi akibat perkosaan inses tidak dapat dituntut pidana karena telah dilindungi oleh hukum. Kepastian hukum yang ada harus dapat ditegakan agar tercipta keadilan dan kemanfaatan yang menjadi tujuan dari hukum. Selain itu, diperlukan adanya suatu edukasi mengenai kesehatan reproduksi oleh ahli kesehatan agar kasus aborsi dapat diminimalisir.
Peningkatan perekonomian pelaku usaha melalui pendaftaran perseroan perorangan dalam mendukung sustainable development goals Agustanti, Rosalia Dika; Waluyo, Bambang; Ariani, Nani; Wirawan, Rio
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22580

Abstract

Abstrak Tidak adanya legalitas dalam menjalankan usaha dapat menimbulkan permasalahan. Legalitas dibutuhkan untuk menjamin bahwa seorang Pelaku Usaha menjalankan usahanya dengan penuh tanggung jawab dan telah terdaftar pada Kementerian yang membidangi UMKM. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi yang dapat meningkatkan aspek legalitas Pelaku Usaha. Kegiatan ini menggunakan metode  Participatory Rural Appraisal (PRA) adalah metode partisipatif yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan memahami kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan Masyarakat. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan dimulai dari survei mitra, identifikasi permasalahan mitra, dan dilanjutkan dengan tahap pendampingan mitra. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa adanya pendampingan terkait pendaftaran Perseroan Perorangan ini memberikan pengetahuan serta keterampilan guna memberikan kepastian hukum bagi Pelaku Usaha untuk meningkatkan perekonomian dengan bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Dengan adanya Perseroan Perorangan diharapkan mampu untuk mendorong UMKM menjadi usaha yang berdaya saing global karena dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha untuk dapat semakin maju dan berkembang secara Nasional maupun Internasional. Dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Pelaku Usaha telah terdaftar sebagai Perseroan Perorangan sebagaimana terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Beberapa kelebihan perseroan perorangan yaitu dapat bersaing dengan Perseroan Terbatas pada umumnya, cocok untuk usaha mikro dan kecil, yang masih pemula serta mau mengembangkan usaha sendiri. Selanjutnya, pelaku usaha bertindak sebagai direktur, terakhir bahwa status badan hukum diperoleh setelah mendaftarkan pernyataan pendirian secara online. Kata kunci: legalitas usaha; pelaku usaha; perseroan perorangan; UMKM. Abstract The absence of legality in running a business can cause problems. Legality is needed to guarantee that a Business Actor carries out his business with full responsibility and has been registered with the Ministry in charge of MSMEs. To overcome this problem, this Community Service activity aims to provide solutions that can improve the legality aspects of Business Actors. This activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, which is a participatory method used to collect information and understand the social, economic and environmental conditions of society. The stages of activities carried out start from partner surveys, identification of partner problems, and continue with the partner mentoring stage. The results of community service show that the assistance related to the registration of Individual Companies provides knowledge and skills to provide legal certainty for Business Actors to improve the economy by collaborating with other interested parties. With the existence of Individual Companies, it is hoped that it will be able to encourage MSMEs to become globally competitive businesses because it can increase the self-confidence of business actors to be able to progress and develop nationally and internationally. By carrying out this community service activity, the Business Actor has been registered as an Individual Company as registered with the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia. Some of the advantages of individual companies are that they can compete with Limited Liability Companies in general, are suitable for micro and small businesses, which are still beginners and want to develop their own business. Next, the business actor acts as a director, finally the legal entity status is obtained after registering the statement of establishment online. Keywords: business legality; business actors; individual companies; MSMEs.
PENINGKATAN PEREKONOMIAN PETANI GULA AREN MELALUI PENDAFTARAN BADAN USAHA MILIK DESA DALAM MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Agustanti, Rosalia Dika; Ariani, MB Nani; Wirawan, Rio
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21984

Abstract

Abstrak: Permasalahan pada mitra adalah harga gula aren yang murah, menjual ke pengepul, belum adanya strategi pemasaran yang diterapkan dalam bisnis aren, belum dimilikinya Hak atas Merek sehingga tidak ada ciri khas pada produk Aren yang dihasilkan serta Petani Gula Aren membutuhkan wadah untuk memasarkan produknya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat khususnya pada Desa Puraseda untuk dapat meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa melalui Pendaftaran Badan Usaha Milik Desa, dan hal ini dapat dimulai dari bagaimana Petani Gula Aren dalam mengolah gula semut yang baik serta bagaimana cara untuk menjual produk gula tersebut dengan harga yang kompetitif. Metode yang digunakan dengan sosialisasi dan pendampingan, untuk sosialisasi telah terlaksana dan sampai saat ini pendampingan pendaftaran BUMDesa masih dalam tahap pelaksanaan oleh tim. Mitra khususnya adalah Desa Puraseda yang dalam hal ini terdapat Perangkat Desa serta Petani Gula Aren yang berjumlah 25 (dua puluh lima) orang. Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan dalam bentuk angket dengan 2 (dua) pertanyaan, untuk itu terdapat peningkatan pengetahuan mengenai alur pendaftaran BUMDesa yang terintegrasi website bumdesa.kemendesa.go.id sebesar 48%.Abstract: The problems with partners are the cheap price of palm sugar, selling to collectors, there is no marketing strategy implemented in the palm business, they don't have brand rights so there is no distinctive characteristic of the palm sugar products they produce and palm sugar farmers need a platform to market their products. The aim of this activity is to empower the community, especially in Puraseda Village, to be able to improve the village economy, increase community efforts in managing the village's economic potential through the Registration of Village-Owned Enterprises, and this can start from how Palm Sugar Farmers process good palm sugar and how to sell these sugar products at competitive prices. The method used is socialization and mentoring, for socialization has been carried out and currently assistance for BUMDesa registration is still in the implementation stage by the team. The special partner is Puraseda Village, which in this case includes Village Officials and Palm Sugar Farmers totaling 25 (twenty five) people. Monitoring and Evaluation was carried out in the form of a questionnaire with 2 (two) questions, for this reason there was an increase in knowledge regarding the BUMDesa registration flow integrated with the bumdesa.kemendesa.go.id website by 48%.
Family conflict and digital risk as determinants of adolescent violence victimization: A cross-sectional study in Depok, Indonesia Herbawani, Chahya Kharin; Karima, Ulya Qoulan; Agustanti, Rosalia Dika; Ramadhanti, Ismaya; Fitri, Asti Elysia Rahmatul; Riyanti, Febilla Dwinanda
Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Volume 6, Issue 2, February 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diversity.v6i2.61845

Abstract

Adolescence is increasingly recognized as a period of heightened vulnerability to violence victimization due to rapid bio-psychosocial transitions; however, evidence from Indonesian urban settings remains limited in disentangling family and digital determinants. This study aimed to identify factors associated with adolescent violence in Depok City. A cross-sectional survey was conducted from July to September 2025 among adolescents aged <24 years using self-administered questionnaires distributed via social media with accidental sampling, with 84.2% of respondents female. Associations were examined using Chi-square tests and multivariate logistic regression to control for confounders. The prevalence of adolescent violence was 60.8%, with verbal violence (68.8%) and online violence (47.9%) as the most commonly reported types; perpetrators were most frequently strangers (49.0%) and peers (46.9%). High family conflict was strongly associated with violence victimization (AOR = 8.41; 95% CI: 3.74–18.90; p < 0.001), while high negative social media exposure also increased the odds (AOR = 3.41; 95% CI: 1.53–7.61; p = 0.003), and parenting style functioned as a confounding factor. These findings highlight the need for family-centered prevention emphasizing counseling, positive parenting, and structured parent–adolescent communication, alongside digital literacy to reduce online harm. Integrating islamic values, such as rahmah (compassion), sabr (self-restraint), and islah (reconciliation), may strengthen non-violent communication and emotional support within families and community or faith-based youth programs, thereby contributing to adolescent psychosocial well-being and violence prevention as a public health priority.
UPAYA PENINGKATAN PROGRAM GERAKAN ANTI KENAKALAN REMAJA DALAM MEMBANGUN GENERASI REMAJA BERKARAKTER BELA NEGARA Rosalia Dika Agustanti; Nazwa Salsabila Zahratu; Angelica Nathaniella
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38247

Abstract

Abstrak: Kenakalan remaja merupakan permasalahan yang berpotensi menghambat pembentukan karakter generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah menengah pertama. Salah satu upaya strategis untuk mencegah perilaku menyimpang adalah melalui penanaman nilai bela negara sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap nilai bela negara sebagai dasar pencegahan kenakalan remaja. Kegiatan dilaksanakan pada siswa SMP Arroyan dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, diskusi interaktif, dan pembiasaan perilaku positif yang disesuaikan dengan karakteristik usia siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan indikator pemahaman bela negara, kepatuhan terhadap aturan, perilaku positif, serta pemahaman tentang kenakalan remaja. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan, dari rata-rata 60% sebelum kegiatan menjadi 89% setelah kegiatan, atau meningkat sekitar 29%. Temuan ini menunjukkan bahwa program gerakan anti kenakalan remaja berbasis nilai bela negara efektif dalam meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif siswa. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan karakter di tingkat sekolah menengah pertama.Abstract: Juvenile delinquency is a problem that has the potential to hinder the character development of the younger generation, particularly in junior high schools. One strategy to prevent deviant behavior is through instilling the values of national defense from an early age. This activity aims to improve students' understanding and attitudes towards national defense values as a basis for preventing juvenile delinquency. The activity was carried out with 120 students from Arroyan Junior High School. The implementation method included education, interactive discussions, and positive behavioral habits tailored to the students' age characteristics. Evaluation was conducted through pre- and post-tests with indicators of understanding of national defense, compliance with regulations, positive behavior, and understanding of juvenile delinquency. The evaluation results showed a significant increase in student understanding, from an average of 60% before the activity to 89% after the activity, an increase of approximately 29%. These findings indicate that the anti-juvenile delinquency movement program based on national defense values is effective in improving students' understanding and shaping positive attitudes. Therefore, similar programs need to be implemented continuously as part of character training at the junior high school level.
Legal Resolution of Same-Sex Relationships in Indonesia Muhammad Rafi Riyadi; Rosalia Dika Agustanti
DE LEGA LATA: JURNAL ILMU HUKUM Vol 11, No 1 (2026): January-June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/dll.v11i1.27791

Abstract

This research is motivated by the social fact that same-sex relationships in Indonesia remain a sensitive issue, giving rise to tensions between moral values, religious views, and the national legal framework. Although consensual same-sex relationships between adults are not criminalized in the Criminal Code, there are regulatory ambiguities, the potential for indirect criminalization through moral norms, and the existence of several regional regulations that restrict the freedom of movement of LGBT groups. This research aims to analyze the applicable legal regulations regarding same-sex relationships and formulate a relevant legal settlement model in the Indonesian context. The issues include how the law regulates same-sex relationships in Indonesia and how the legal settlements are handled. The research uses a normative legal method with a statutory approach and a case approach utilizing secondary data. The results show that national legal regulations are still not uniform and tend to be influenced by majority moral norms, thus creating uncertainty in the protection of individual rights. Furthermore, the proposed legal settlement emphasizes the importance of regulatory harmonization, a non-discriminatory approach, and the protection of human rights as the basis for a more just settlement. This research emphasizes the need for clearer and more inclusive legal reforms to address Indonesia's evolving social dynamics.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Ade Syaifullah Fattah Adityarahman, Dimas Adyuanas, Affan Ahmad Yani Akhdan, Fariz Ridhanus Al Fath Ali Imran Nasution Alifia Michelle Aisyah Usman Amanda Putri Kurniawan Amanda, Nur Septiana Ananta, Muhammad Daffa Andriyanto Adhi Nugroho Angelica Nathaniella Ariani, MB Nani Arofah, Muhammad Nouval Asari Suci Maharani Atik Winanti Azami, Muhamad Rafi Azzahra, Shalma Baehaqi Bambang Waluyo Bambang Waluyo Barlean, Sereno Khalfan Bernadin Dwi M Budiman, Jodhy Farrel Danardono, Danardono Davilla Prawidya Azaria Debora Anggie Noviana Desmawati Desmawati Dian Khoreanita Pratiwi Diani Sadiawati Dinda Maurizka Azura Dwi Desi Yayi Tarina Eka NAM Sihombing Falevi, Yunizar Fareta Angelita Ichwana P Fatahaya, Shafira Fitri, Asti Elysia Rahmatul Ghatfhan Hanif Handar Subhandi Bakhtiar Herbawani, Chahya Kharin Herdino Fajar Gemilang Heru Sugiyono Heru Suyanto Heru Suyanto Hulu, Samuel Arthur Iwan Erar Joesoef Karunia Pangestu Kayus Kayowuan Lewoleba Kenny Sekar Arum Femia Kristina Simbolon Kristina Simbolon Kurniawati A, Rindiani Lintang Yudhantaka Lubis, Syafrina Lutfi, Khoirur Rizal Madani, Kurnia Dhita Marasabessy, Masita Maria Bernadette Nani Ariani MB Nani Ariani Mohammad Zulfahmi Mouva Putri Ramadhita Mouva Putri Ramadhita Muhammad Aby Rafdi Al Juhdi Muhammad Rafi Riyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Muthia Sakti Nada Prima Dirkareshza Nazwa Salsabila Zahratu Noer, Aleydha Patriana Noerman, Chiquita Thefirsly Novyana, Hilda Nuri Hidayati Panjoi, Alfrianus Permatasari, Elizabet Devi Raka Wicaksono Ramadhani, Dwi Aryanti Ramadhanti, Ismaya Rianda Dirkareshza Ridwan, Ridwan Rildo Rafael Bonauli Rindiani Kurniawati A Rio Wirawan Rissa Asmitha Wardoyo Riyanti, Febilla Dwinanda Samodro, Dewanto Samual Arthur Hulu Satino Satino Satino Siti Helmyati Slamet Tri Wahyudi Slamet Tri Wahyudi Suherman, Suherman Sukma, Ryan Chandra Sulastri Sulastri Supardi Supardi Suyanto, Heru Syakur, Muhammad Zidan Asy Syamsul Hadi Tasya Salsabilah Taupiq qurrahman Taupiqqurrahman Tien Fitriyah, Mas Anienda Tri Aprilidya Agri Ulya Qoulan Karima Usman, Alifia Michelle Aisyah Wardoyo, Rissa Asmitha Wirawan, Rio Wulandari, Vidia Ayu Yuliana Yuli Wahyuningsih