p-Index From 2021 - 2026
8.976
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGY FOR DEVELOPING STUDENTS' MULTICULTURAL COMPETENCY THROUGH RELATIONAL CULTURAL THERAPY TRAINING Lesmana, Gusman; Wastuti, Sri Ngayomi Yudha; Deliati, Deliati
JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jomsign.v8i2.73946

Abstract

This study aims to measure the effectiveness of relational cultural therapy in improving the multicultural competence of students specifically in guidance and counseling study program students as prospective BK/counselor teachers who will provide services to clients who have different cultural backgrounds. This study uses a quantitative type with a pretest-posttest group design. The subjects of this study were 40 students at FKIP UMSU who needed to receive the latest training on multicultural competence. The analysis used was product moment correlation and produced a correlation coefficient of 0.981 which concluded that rational cultural therapy training provided a significant increase in students' multicultural competence
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERJA GURU BK Elmukhtary, Qinan; Wu, Muhammad Yasdi Arzaq; Lesmana, Gusman
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i3.10404

Abstract

Kinerja guru bimbingan dan konseling implementasinya di lapangan sejauh ini belum optimal. Hal ini dilandasi oleh kurang memiliki pengetahuan, kurang memiliki keterampilan yang dimiliki guru bimbingan dan konseling dalam melakukan pendekatan terhadap peserta didik. Di sisi lain, gaya kepemimpinan kepala sekolah juga berkontribusi terhadap pola kerja guru bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Kerja Guru Bk . Unit analisis dalam penelitian ini adalah guru tetap Bimbingan dan Konseling yang berjumlah 73 orang dan bertugas di SMAN 3 Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Kerja Guru Bk.
Eksistensi Peran Bimbingan dan Konseling Dalam Regulasi Pendidikan Syaharani Panjaitan, Nayla; Luthfia Adira, Mona; Lesmana, Gusman
Edukatif Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan dan konseling (BK) memainkan peran krusial dalam sistem pendidikan di Indonesia, terutama dalam pengembangan karakter siswa dan penanganan masalah bullying. Artikel ini membahas pentingnya kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, dan orang tua dalam mengintegrasikan nilai-nilai anti-bullying serta pendidikan karakter dalam pembelajaran. Metode pembelajaran kooperatif diusulkan untuk mendorong interaksi positif antar siswa dan mengembangkan keterampilan sosial, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Selain itu, tantangan yang dihadapi dalam implementasi BK, seperti pemahaman yang kurang dari berbagai stakeholder dan rasio konselor yang belum ideal, juga diidentifikasi. Dalam konteks pandemi COVID-19, dukungan kesehatan mental siswa melalui program konseling online dan deteksi dini masalah kesehatan mental menjadi sangat penting. Artikel ini merekomendasikan evaluasi berkala terhadap program-program yang ada, pengembangan profesional untuk staf sekolah, serta kolaborasi dengan lembaga eksternal untuk menciptakan budaya sekolah yang inklusif dan supportif. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan kasus bullying dapat diminimalisir dan karakter siswa dapat berkembang dengan baik.
Pengaruh Pola Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kualitas Manajemen Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Irwanti, Risma; Situmorang, Nurhaida; Lesmana, Gusman
Imamah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian terkait pada peran kepala sekolah dan berbagai pihak di sekolah. Bimbingan dan konseling dapat berjalan lancar jika implementasi bimbingan/konseling di sekolah (guru bimbingan konseling), melibatkan kepala sekolah. Sebagai pemimpin pembelajaran kepala sekolah memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan dan pengelolaan semua pendidikan di institusi yang di pimpin. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah studi kepustakaan atau literatur review yang merupakan kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data dengan berbagai macam refrensi yang sejenis dengan pembahasan seperti artikel, buku, prosiding seminar dan jurnal. Kepala sekolah berperan penting dalam menjalankan sekolah dan memastikan bahwa semua kegiatan sekolah memerlukan persetujuan kepala sekolah. Tanggung jawab umum kepala sekolah meliputi perencanaan program, pelaksanaan program, kepemimpinan dan evaluasi, serta pengawasan sebagai tutor. Dalam hal kegiatan penyuluhan (BK), kepala sekolah mendukung dan mengatur pelaksanaan program BK.
Bimbingan Konseling Dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa: Tinjauan Literatur Hawari, Reza; Syahfitri, Ayunda; Lesmana, Gusman
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 2 (2024): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v7i2.2053

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh siswa untuk menghadapi tantangan di abad ke-21. Bimbingan konseling di sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui berbagai kegiatan dan intervensi yang dirancang secara khusus. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi, metode, dan pendekatan yang dapat digunakan oleh guru bimbingan konseling dalam upaya mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa konseling kelompok, pendekatan experiential learning, kerjasama dengan guru mata pelajaran, pelatihan keterampilan berpikir kritis, serta keterlibatan orang tua merupakan beberapa strategi yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui bimbingan konseling. Masing-masing strategi tersebut telah terbukti efektif melalui penelitian-penelitian empiris. Namun, dalam mengimplementasikan strategi-strategi tersebut, terdapat tantangan seperti kurangnya pemahaman tentang pentingnya keterampilan berpikir kritis dan terbatasnya sumber daya yang harus diatasi. Diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, serta penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi dan metode baru yang lebih efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui bimbingan konseling.
Dampak Konseling Keluarga Terhadap Dinamika Hubungan Orang Tua-Anak Di Era Digitalisasi : Studi Literatur nisa, Khairu runi; salsabila, Husna ayudia; Lesmana, Gusman
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 2 (2024): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v7i2.2089

Abstract

Pada zaman digital seperti sekarang ini, dinamika hubungan antara orang tua dan anak mengalami pergeseran signifikan akibat ketergantungan manusia terhadap teknologi. Perbedaan persepsi dan pemahaman mengenai penggunaan teknologi digital antara generasi tua dan generasi muda dapat menjadi sumber konflik dan kesalahpahaman dalam interaksi keluarga. Konseling keluarga menjadi semakin relevan untuk menjembatani kesenjangan komunikasi dan memperkokoh ikatan emosional antara orang tua dan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi dampak konseling keluarga terhadap dinamika hubungan orang tua dan anak di zaman digital melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling keluarga dapat membantu meningkatkan komunikasi yang efektif, menetapkan batasan penggunaan teknologi digital secara sehat, memperkuat ikatan emosional melalui kegiatan bersama, mengelola konflik secara konstruktif, mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, dan meningkatkan keterampilan pengasuhan yang adaptif terhadap kebutuhan di era digital. Dengan pendekatan yang holistik dan mempertimbangkan latar belakang budaya keluarga, konseling keluarga dapat membantu keluarga menavigasi tantangan di era digital dengan lebih baik dan mempertahankan dinamika hubungan yang sehat dan harmonis.
Peran Bimbingan Konseling Dalam Menangani Bullying Di Sekolah Fitri, Nabilla Hidayahtul; Harahap, Fitri Syahramadanti; Lesmana, Gusman
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 2 (2024): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v7i2.2097

Abstract

Bullying merupakan perilaku negatif yang sering terjadi di lingkungan sekolah, disebabkan oleh faktor keluarga, sekolah, dan teman sebaya. Perilaku ini berdampak buruk bagi korban, seperti trauma, ketakutan, depresi, hingga bunuh diri. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting untuk mencegah dan mengatasi kasus bullying melalui layanan informasi dan konseling individual. Layanan informasi membantu siswa memahami risiko bullying, sedangkan konseling individual membantu mengatasi masalah personal terkait bullying. Konselor juga dapat menggunakan metode seperti melibatkan orang tua, menekankan konsekuensi bullying, meningkatkan pengawasan, mengajarkan empati dan pengendalian amarah, serta menyediakan kegiatan ekstrakurikuler. Kerjasama dengan berbagai pihak seperti kepala sekolah, guru, dan orang tua juga diperlukan untuk mencegah bullying menjadi kebiasaan yang dianggap normal.
A Career Planning, Career Decisions, Career Maturity, And Career Commitment, A Descriptive Study Of The Future In Adolescents Latersia, Dara Adiba; Lesmana, Gusman; Adifiya, Alfira
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 2 (2024): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v7i2.2769

Abstract

Permasalahan yang umum terjadi pada remaja ialah kekeliruan dalam mengambil keputusan karir. Dimana persiapan mereka yang kurang dalam perencanaan karir,dan tidak adanya pengetahuan mereka dalam mengenali diri mereka sendiri. kegagalan dalam mengambil keputusan karir yang tepat adalah suatu permasalahan besar bagi diri individu, dimana ini dapat mempengaruhi kehidupan masa depan mereka. Tujuan penulisan ini untuk memberika pengetahuan bagi remaja dalam mengatasi permasalahan mereka serta memberikan layanan dengan pendektaan Trait and Factor (konseling karir) sebagai alat untuk konselor dalam membantu remaja dengan permasalahan tersebut. Dimana menggunakan metode studi deskriptif dengan penggunaan kajian pustaka. Dapat diketahui informasi yang di dapatkan sudah dari sumber-sumber yang releate. Dapat di ketahui trait and factor bisa membantu siswa dalam mengurangi kecemasan dan kekhawatiran remaja dalam menghadapi masalah mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan mereka. A common problem that occurs in teenagers is mistakes in making career decisions. Where their preparation is lacking in career planning, and their lack of knowledge in recognizing themselves. Failure to make the right career decisions is a big problem for individuals, where this can affect their future lives. The purpose of this writing is to provide knowledge for teenagers in overcoming their problems and provide services using the Trait and Factor approach (career counseling) as a tool for counselors in helping teenagers with these problems. Where using a descriptive study method with the use of literature review. It can be seen that the information obtained has come from relevant sources. It can be seen that Trait and Factor can help students reduce the anxiety and fear of teenagers in facing the problem of making the right decisions for their future.
Mereduksi Kebiasaan Prokrastinasi Melalui Self-Instruction Mandiri Ningsih Lubis, Elsa Hari; Chaniago, Aina Salsabila; Lesmana, Gusman
Khidmat Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prokrastinasi atau kebiasaan menunda-nunda suatu tugas merupakan fenomena umum yang berdampak negatif terhadap produktivitas dan kesejahteraan individu, khususnya di kalangan pelajar/mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik self-instruction dalam mengurangi penundaan. Self-Instruction merupakan suatu metode pemberian instruksi atau arahan positif pada diri sendiri, yang dapat membantu individu meningkatkan motivasi dan mengatasi hambatan internal ketika menghadapi tugas. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest yang melibatkan 20 mahasiswa sebagai subjek, yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi melakukan latihan Self-Instruction selama 7 hari dengan kalimat positif seperti “Memulai sekarang lebih baik daripada nanti” . Hasil analisis menunjukkan terdapat penurunan tingkat prokrastinasi yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Self-Instruction merupakan metode yang efektif dalam mengurangi kebiasaan menunda-nunda dan dapat diterapkan dalam konteks pendidikan untuk meningkatkan produktivitas dan disiplin individu.
Analisis Peningkatan Kestabilan Emosi Siswa Melalui Penerapan Pendekatan Rasional Emotif Behavior Therapy (REBT): Studi Kasus di SMP Negeri 30 Medan Amalia Putri, Auzha; Dwi Yoja, Astya; Lesmana, Gusman
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 Juli-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v4i2.642

Abstract

Kestabilan emosi siswa memainkan peran penting dalam proses pembelajaran dan perkembangan pribadi mereka. Emosi yang tidak stabil, seperti kecemasan, stres, dan rendahnya rasa percaya diri, dapat menghambat kemampuan siswa untuk belajar secara efektif. Salah satu pendekatan yang efektif dalam membantu siswa mengelola emosi mereka adalah Rasional Emotif Behavior Therapy (REBT). Pendekatan ini berfokus pada identifikasi dan perubahan keyakinan irasional yang menyebabkan emosi dan perilaku maladaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan REBT dalam meningkatkan kestabilan emosi siswa di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang membahas teori dasar REBT serta penerapannya dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan REBT dapat membantu siswa mengidentifikasi dan mengubah keyakinan irasional yang memengaruhi emosi mereka. Dengan demikian, siswa dapat mengelola emosi mereka dengan lebih baik, mengurangi kecemasan dan stres, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri dalam proses pembelajaran. Studi kasus di SMP Negeri 30 Medan menunjukkan bahwa konseling dengan pendekatan REBT efektif dalam mengatasi masalah penyesuaian diri siswa, yang berdampak positif pada kestabilan emosi mereka. Kesimpulannya, REBT merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kestabilan emosi siswa di lingkungan pendidikan. Penerapan REBT dapat membantu siswa mengelola emosi mereka dengan lebih baik, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi akademik mereka.
Co-Authors Adawiyah, Ardella Adifiya, Alfira Afifah, Silvia Aguslina, Aguslina Ainun Damanik, Nur Ali Amran Amalia Putri, Auzha Amara, Ratih Amelia, Fahriza Anggraina, Yunissa Aristi Anggraini, Pradana Gita Annisa Annisa Annisyah, Fitry Ardani, Nobri ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arista, Nadia Asnaini Asnaini, Asnaini Aulia, Atika Auralia, Feby Angel Azhari, Muhammad Ariq Badri, Nurmaya Bahdin Nur Tanjung br sembiring, rahlina Chairuni, Alfi Chandra Marpaung, Dicky Chaniago, Aina Salsabila Cordelia, Meisyara David Kurniawan, M Deliska Putri, Girna Dewantara, Muhammad Rafli Dini Amalia, Dini Dwi Oktavia, Putri Dwi Yoja, Astya Elmukhtary, Qinan Eni Rahayu Fadila, Raudho Farhan, Irfan Fatanah, Amrina Fitri, Nabilla Hidayahtul Handrian, Liza Harahap, Fitri Syahramadanti Harahap, Irna Tri Aulia Hartika, Rahma Sinta Dewi Hawari, Reza Husna, Fatimatul Indah Putri Sari, Indah Putri Irwanti, Risma Ismayani Jamaaluka Surea, Alam Jamaaluka Tentua, Alam Kamilah, Amelia Afra Khairunnisa, Mey Syandry Laila Laila, Laila Laily Misri, Laily Latersia, Dara Adiba Linda Linda Lubis, Fatria Lubis, Maudi Alwani Akmal Luthfia Adira, Mona M.Pd, Akrim Maisarah, Cut Muharmi, Tetty Munthe, Yuyun Safrina Cahyani mutiara mutiara Nabila, Asyifah Nazwa Nazwa, Nazwa Neva Octavia, Putri Ningsih Lubis, Elsa Hari nisa, Khairu runi Nufus Adlina, Cut Raisyah Nurjamilah, Kharisma Persadanta Surbakti, Wahyu Pradisty, Nabawi Pratiwi Siregar, Widya Priyanti, Adinda Sri Purba, Nita Widiyanti Rahmadhani, Siska Raidila, Aulia Syahrani Ramadhani, Layla Suci Riadi, Ali Akbar Ritonga, Siti Zaurah Rizkayani, Anggita S.Ag. S. Pd. M.Ag, Deliati Sabrina, Inggrit Saharani, Della Putri Salbiah Salbiah, Salbiah salsabila, Husna ayudia Sari Saragih, Nadila Anggraini Sari, Alvionita Nurmala Sembiring, Okia Sari Simatupang, Anastasya Putri Siregar, Julia Siregar, Taufik Abdullah Sitepu, Apri Yunita Br Siti Nurhaliza Situmorang, Nurhaida Suci Ramadhani, Layla Syaharani Panjaitan, Nayla Syahfanny, Dewi Syahfitri, Ayunda Syahfitri, Wardana Syahputra, Robby Ade Tri Ardiansyah, Andika Wastuti, Sri Nagyomi Yudha Wastuti, Sri Ngayomi Yudha Wu, Muhammad Yasdi Arzaq