Yahya ibn Adam's thoughts on public finance and taxation constitute a crucial part of classical Islamic economic thought, strongly relevant to the fiscal challenges of the modern era. In his work, Kitāb al-Kharāj, Yahya ibn Adam emphasized that state financial management must be based on the principles of justice, trustworthiness, and public welfare. Taxes, kharaj, and various forms of state levies are understood not merely as sources of revenue, but as moral instruments for maintaining a balance between the rights of the state and the welfare of the people. This study aims to examine Yahya ibn Adam's concepts of public finance and taxation and analyze their relevance in the context of the modern fiscal system. The research method used is a literature review with a descriptive-analytical approach, through a review of primary and secondary sources related to classical Islamic economic thought and contemporary fiscal policy. The results of the study indicate that Yahya ibn Adam emphasized the prohibition of oppressive taxation, the importance of transparency in state financial management, and the responsibility of the ruler to distribute wealth fairly. These principles align with modern financial governance concepts such as accountability, social justice, and protection of the vulnerable. Thus, Yahya bin Adam's thoughts are not only of historical value but can also serve as an ethical and normative framework for formulating equitable, sustainable, and welfare-oriented public finance and tax policies in the modern era. Abstrak Pemikiran Yahya bin Adam tentang keuangan publik dan perpajakan merupakan bagian penting dari khazanah pemikiran ekonomi Islam klasik yang memiliki relevansi kuat dengan tantangan fiskal di era modern. Melalui karyanya Kitāb al-Kharāj, Yahya bin Adam menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara harus berlandaskan pada prinsip keadilan, amanah, dan kemaslahatan umum. Pajak, kharaj, dan berbagai bentuk pungutan negara dipahami bukan semata-mata sebagai sumber pendapatan, melainkan sebagai instrumen moral untuk menjaga keseimbangan antara hak negara dan kesejahteraan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep keuangan publik dan perpajakan menurut Yahya bin Adam serta menganalisis relevansinya dalam konteks sistem fiskal modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui penelaahan sumber-sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan pemikiran ekonomi Islam klasik dan kebijakan fiskal kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Yahya bin Adam menekankan larangan pemungutan pajak yang bersifat zalim, pentingnya transparansi pengelolaan keuangan negara, serta tanggung jawab penguasa dalam mendistribusikan kekayaan secara adil. Prinsip-prinsip tersebut memiliki kesesuaian dengan konsep tata kelola keuangan modern seperti akuntabilitas, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap kelompok lemah. Dengan demikian, pemikiran Yahya bin Adam tidak hanya bernilai historis, tetapi juga dapat dijadikan kerangka etis dan normatif dalam merumuskan kebijakan keuangan publik dan perpajakan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di era modern.