Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian MSG Dan Media Tanam Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) Sukanti, Sukanti; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7392

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian MSG dan penggunaan media tanam terhadap pertumbuhan cabai rawit. Rancangan penelitian dilaksanakan menggunakan metode percobaan yang dilakukan di dalam polybag dalam rancangan lingkungan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan.- Faktor yang pertama yaitu dengan media tanam: M0:Tanah + Pasir dengan perbandingan 2:1 M1: Tanah + sekam dengan perbandingan 2:1 M2: Tanah + Pasir + sekam dengan perbandingan 2:1:1- Faktor yang kedua dengan menambahkan MSG takaran dosis yaitu: P1: 0 gr MSG P3: 4 gr MSG P2: 2 gr MSG P4: 6 gr MSG. Adapun parameter yang digunakan yaitu mengukur tinggi tanaman, jumlah cabang, indeks luas daun laju pertumbuhan relatif dan sarapan hara. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah penggunaan media tanam dan pemberian MSG berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dengan taraf terbaik M1: tanah dan sekam.Pemberian MSG dengan takaran (P2 = 2 gram) memberikan pengaruh sangat nyata pada 2 MST dengan rerata 10,75 cm, dan pada 4 MST dengan rerata 23,96 cm dan pada parameter jumlah cabang dengan taraf terbaik yaitu M1: tanah dan sekam, pemberian MSG pada 2 MST dengan takaran (P4 = 6 gram) memberikan pengaruh sangat nyata dengan rerata 2,44 cabang, dan pada 4 MST dengan takaran (P2 = 2 gram) memberikan pengaruh sangat nyata dengan rerata 5,77 cabang.  Artinya, penggunaan media tanam dan pemberian MSG berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.).
PENGARUH PEMBERIAN SEKAM BAKAR PADI DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa var. crispa) PADA SISTEM WALL PLANTER BAG Fanadillah, Yurike; Idris, M; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8414

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak pupuk  kandang kambing dan sekam padi yang harus diberikan pada tanaman selada merah  yang ditanam dengan sistem wall planter bag dan berapa banyak bahan organik yang harus diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan  eksperimen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, Non Faktorial, yaitu dosis (P0 = kontrol ; P1 = sekam 0,5 kg + pukan kambing 125 gr ; P2 = sekam 1 kg + pukan kambing 250 gr ; P3 = sekam 1,5 kg + pukan kambing 375 gr. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memberikan hasil yang signifikan pada setiap parameter penelitian, dan dosis P3adalah dosis yang paling efektif menurut temuan penelitian.
Etnobotani Tumbuhan Obat Di Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara Hidayani, Sri; Idris, Muhammad; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7553

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat yang terdapat di Desa Wonosari, mengetahui jenis penyakit yang dapat disembuhkan menggunakan tumbuhan obat, mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat, mengetahui kegunaan lain dari tumbuhan obat yang dimanfaatkan, mengetahui nilai Index Of Cultural Significance (ICS) tumbuhan obat di Desa Wonosari. Jenis penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Objek penelitian adalah tumbuhan obat yang digunakan masyarakat Desa Wonosari, subjek dari penelitian ini adalah tokoh masyarakat yang mengetahui mengenai tumbuhan obat dan beberapa masyarakat Desa Wonosari. Dari hasil penelitian di dapatkan 28 jenis tumbuhan obat yang tergolong dalam 22 famili. Terdapat 3 jenis penggolongan penyakit yang menggunakan tumbuhan obat sebagai bahan pengobatan yang paling banyak yaitu, penyakit tidak menular  68%. Terdapat 5 bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan untuk diramu adalah daun sebesar 43%. Terdapat 6 cara pengolahan tumbuhan obat, yang lebih banyak dilakukan dengan cara ditumbuk yaitu sebanyak 43%. Terdapat 2 kegunaan lain dari tumbuhan obat, yang paling banyak dimanfaatkan yaitu sebagai makanan tambahan 65%. Terdapat nilai ICS yang sering dipakai oleh masyarakat Desa Wonosari yaitu tumbuhan Curcuma domestica Val. memiliki nilai sebesar 90, hal ini menunjukkan bahwa jenis tumbuhan yang ada di Desa Wonosari punya nilai kepentingan tinggi.Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Desa Wonosari.
Struktur Dan Komposisi Tumbuhan Araceae Di Kawasan Hutan Sibayak II Sumatera Utara Hasibuan, Telni Rusmi Tantri; Hutasuhut, Melfa Aisyah; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8477

Abstract

Araceae merupakan salah satu famili tumbuhan yang mengandung talas yang bercirikan memiliki batang lembab dan bunga kompleks yang tersusun atas spathe yang menutupi tongkolnya (spadix). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan Araceae yang terdapat di Hutan Sibayak II Sumatera Utara, serta indeks keanekaragaman tumbuhan Araceae dan keunggulan yang ditawarkan tumbuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuadran dan setiap plot berukuran 5 x 5 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tumbuhan Araceae yang ditemukan terdiri dari 17 jenis yaitu: Homolomena pendula (Blume) Bakh.f., Anadendrum microstachyum (de Vriese Miq.) Backer Alderw., Rhapihidophora korthalshii Schott, Epipremnum pinnatum (L.) Engl., Rhapihidophora montana (Blume) Schott, Colacasia esculenta (L.) Schott, Amydrium humile Schott, Homolomena humilis (Jack) Hook.f., Scindapsus hederaceus Miq., Schismatoglottis trivittata Hallier, Arisaema filiforme (Reinw.) Blume, Schismatoglottis calyptra (Roxb.) Zoll. Moritzi, Alocasia macrorrhizoz (L.) G.DON, Schismatoglottis wallichii Hook.f., Xanthosoma robustum Schott, Alocasia longiloba Miq., Amorphophallus beccarii Engl., Meskipun tumbuhan anggota famili Araceae ini dimanfaatkan sebagai tanaman hias, komponen pangan, dan tanaman obat, namun keanekaragaman famili Araceae di Kawasan Hutan Sibayak II termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa anggota famili tumbuhan Araceae bersifat tangguh. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem beroperasi dalam kondisi yang agak seimbang. Indeks keanekaragaman tumbuhan pada famili Araceae sebesar 2,37.
ETNOBOTANI TANAMAN OBAT DI DESA DAMULI PEKAN KECAMATAN KUALUH SELATAN KABUPATEN LABUHANBATU UTARA Syafira, Haiyu Asy; Idris, M.; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7513

Abstract

Etnobotani merupakan suatu ilmu mengenai tentang hubungan lingkungan alamnya seperti tumbuhan obat dengan masyarakat lokal. Tumbuhan Obat adalah tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk obat penyembuh penyakit secara alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat, pemanfaatan tumbuhan obat, dan nilai ICS pada tumbuhan obat di Desa Damuli Pekan. Metode penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif serta teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari wawancara responden 30 orang didapatkan 18 tanaman obat yang masih digunakan masyarakat Desa Damuli Pekan, yaitu Ciplukan, Daun Beling, Kumis Kucing, Nanas, Jambu Biji, Daun Bakung, Daun Jarak, Kunyit, Daun Senggani, Manggis, Nangka Belanda/Sirsak, Daun Pandan Wangi, Rimbang, Belimbing, Sirih, Temulawak, Jahe Merah dan Lidah Buaya. Pemanfaatan tumbuhan obat di Desa Damuli Pekan Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara digunakan sebagai obat penyembuh penyakit, yaitu : Kolesterol, Ginjal, Masuk Angin, Darah Tinggi, Gatal-gatal / Cacar Air, Paru-paru, Diare, Demam Berdarah, Luka luar, yaitu : Tersayat, dan Terkena Cangkul, Obat Terkilir, Penyakit Dalam, Menghentikan Pendarahan Luka Luar, Gula Kering, Gula Basah, Lambung, Menormalkan Gula Darah, Obat Mata, Keputihan, Melancarkan Darah, dan Menyuburkan Rambut Kepala. Tumbuhan Ciplukan merupakan tumbuhan paling banyak manfaatnya digunakan sebagai obat klosterol, gula basah, masuk angin, darah tinggi, dan gatal-gatal. Nilai Index of Cultural Significanse (ICS) dari tumbuhan obat yang tertinggi terdapat 2 famili yang berbeda dan spesies yang berbeda yaitu famili Piperaceae tumbuhan Sirih (Piper betle L.) dengan nilai 72 dan famili Solanaceae Ciplukan (Physalis angulata L.) dengan nilai 63.
Pengaruh Ekstrak Daun Samarinda (Carissa carandas Linn) Terhadap Histopatologi Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus L) Hiperkolesterolemia Lestari, Sri Murni Ayu; Febriani, Husnarika; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8179

Abstract

Hiperkolesterolemia  adalah gangguan metabolisme yang disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Samarinda (Carissa carandas Linn) merupakan tanaman herbal yang sering dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional karena memiliki senyawa aktif flavonoid yang berguna sebagai antioksidan dalam menetralkan dan melindungi jaringan dari kerusakan akibat radikal bebas serta mampu mengatasi kerusakan sel akibat pengingkatan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun samarinda terhadap histopatologi hepar tikus putih hiperkolesterolemia. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan tikus sebagai hewan coba yang dibagi menjadi 6 kelompok dengan 4 ulangan yaitu: kontrol normal, kontrol negatif, kontrol simvastatin, P1 : 750 mg/kg BB, P2 : 1000 mg/kg BB dan P3 : 1.250 mg/kg BB. Pembuatan preparat histologi hepar tikus menggunakan metode paraffin dengan pewarnaan hematoksilin-eosisn (HE). Analisis data menggunakan ANOVA one-way dan uji Duncan. Hasil data skoring histopatologi berupa  kerusakan sel hepar pada SPSS 23 didapatkan adanya perbedaan yang signifikan (P 0,05). Kesimpulan dari penilitian ini yaitu ekstrak daun samarinda (Carissa carandas Linn) berpengaruh dalam perbaikan histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus L).
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF SELADA MERAH (Lactuca sativa var. crispa) YANG DIBERI AB MIX PADA SISTEM HIDROPONIK SUMBU (WICK SYSTEM Simanjuntak, Putri Dea Firsta; Rahmadina, Rahmadina; Idris, M
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3651

Abstract

Selada merah (Lactuca sativa var. crispa) merupakan tumbuhan vegetatif dengan kandungan antosianin sebagai sumber antioksidan dan vitamin. Penggunaan hidroponik sumbu (wick system) sebagai alternatif budidaya selada merah ditentukan oleh jenis media asal pembenihan dan konsentrasi nutrisi AB Mix yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis media dan pengaruh konsentrasi AB Mix terbaik serta interaksi kombinasi perlakuan jenis media dan konsentrasi nutrisi terhadap pertumbuhan vegetatif selada merah. Metode yang digunakan ialah sistem hidroponik sumbu. Parameter pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kadar klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis media dan perlakuan konsentrasi nutrisi AB Mix berpengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan. Konsentrasi terbaik adalah 1200 ppm AB Mix, sedangkan jenis media terbaik ialah rockwool. Kombinasi perlakuan media tanam rockwool dan konsentrasi AB Mix 1200 ppm menunjukkan kombinasi perlakuan terbaik pada parameter tinggi tanaman (10,93 cm), jumlah daun (11,00), luas daun (5,07 cm2), dan kadar klorofil (6,39). Kata Kunci: Hidroponik, Konsentrasi, Selada Merah
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Dari Kombinasi Limbah Bonggol Pisang Dan Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) Secara Hidroponik Sumbu (Wick System) Mawarni, Devi; Rahmadina, Rahmadina; Idris, M
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3672

Abstract

Sawi pagoda adalah jenis tanaman yang berasal dari tiongkok yang lebih dikenal dengan nama lain ta ke chai dan merupakan salah satu jenis tanaman sawi yang mengandung banyak nutrisi, serat, vitamin, mneral dan antioksidan yang berfungsi sebagai pencegah kanker. Salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan sawi pagoda yaitu dengan cara hidroponik dan pemberian pupuk. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli-oktober 2023. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial yang terdiri dari satu factor dengan tiga kali ulangan. Faktor yang berpengaruh yaitu pupuk organic air yang terdiri dari 3 konsentrasi (100 ml, 200 ml dan 300 ml). Parameter pengamatan pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan luas daun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair dari kombinasi limbah bonggol pisang dan rebung bambu berpengaruh signifikat terhadap pertumbuhan tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.) dengan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan luas daun. . Konsentrasi pupuk organik cair terbaik adalah 200 ml. Kata Kunci: Hidroponik, Sawi pagoda, Pupuk organik cair
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA TADRIS BIOLOGI 2 UINSU TERHADAP MATERI KONSEP DASAR BIOLOGI SEL Rahmadina, Rahmadina; Hasyifa, Najwa; Anggraini, Rima; Rahma, Nadia; Wahyuni, Risdah; Hasanah, Nurul Fizah; Khairani, Dwi
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 9, No 2 (2024): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v9i2.195–200

Abstract

 Penelitian ini berujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana pemahaman mahasiswa Tadris Biologi 2 UINSU terhadap materi tersebut, serta untuk mengidentifikasi pendekatan pembelajaran yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep dasar sel dan organel sel. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi. Penelitian ini menggunakan dau metode pengumpulan, yaitu kuis dan kelompok, Subjeknya menggunakan Dosen, Mahasiswa, serta sarana dan prasarana, Objek penelitian ini ialah Univesitas Negeri Sumatera Utara. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan pemahaman terhadap mahasiswa pada saat perkuliaahan berlangsung hampir seluruhnya mahasiswa menjawab pertanyaan dengan benar, dan mahasiswa lebih banyak memahami materi konsep biologi sel dikarenakan mungkin masih terlalu basic, namun ditemukan adanya kesulitan mahasiswa pada materi struktur dan fungsi organel sel. Mahasiswa sulit menjawab dengan cara cepat, namun hasil jawaban mereka tidak ada yang salah. Hal tersebut membuktikan bahwa hasil pemahaman mahasiswa tadris biologi 2 mampu dan paham mengenai materi konsep dasar serta struktur,fungsi organel sel.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI PADA MATERI KOMUNIKASI ANTAR SEL Rahmadina, Rahmadina; Utami, Elifia Dwi; Saputri, Widia Azhari; Chaniago, Yuyun Amalia; Lubis, M Azhar; Hasibuan, Dinda Lestari
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 9, No 2 (2024): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v9i2.201–205

Abstract

Siswa yang mempunyai pemahaman konsep yang baik dapat memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan berbagai permasalahan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pemahaman mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap mata kuliah biologi sel. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif, hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman konsep siswa berada pada kategori rendah. Indikator pemahaman tertinggi terdapat pada konsep cell juction dengan persentase sebesar 70%, sedangkan indikator terendah terdapat pada pemahaman struktur perlekatan sel dengan persentase hanya sebesar 5% pada kelas sampel. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya pemahaman konsep ini antara lain kesulitan dalam memahami soal-soal yang diberikan, perbedaan kemampuan akademik, rumitnya materi mengenai komunikasi antar sel, lemahnya daya ingat, dan kurang optimalnya proses pembelajaran.
Co-Authors Adriani, Khairunisa Ahmad Abdullah Aina, Nurul Alfi, Rizky Afifah Alfiani Sekar Melati Alfira, Della Alifio, Haziq Almurdi Almurdi Anggraini, Gusnia Anggraini, Tri Vanesa Anggreini, Fany Anisa Aprilia Anriani, Epa Aprilia, Tiara Arifal, Muh Arifin, Abin Riyan Arya, M. Ashari, Maya Asir, Alhafidz Atun, Silvi Audi, Fanya Audina, Nida Ayu Puspita Azhari, Raisa Azzahra, Andi Mutiara Baehaqi Br Tarigan, Rindi Atika Chairiah, Nabila Putri Chaniago, Yuyun Amalia Chatarina Umbul Wahyuni Damanik, Alfina Sukma Hayati Dwi Anggraini Dwitya Elvira, Dwitya Efrida Efrida Elen Agustina Faisal, Agung Fanadillah, Yurike Fatih, Muhammad Imam Fatmawati Fatmawati Febriansyah Febriansyah Fitri, Nadia Ginung Pratidina Hafizah, Ummi Haholongan, Rutinias Harahap, Jihan Nur Alifia Harahap, Uswatun Hasanah Hardiansyah, Elan Hariani, Widia Hasanah, Nurul Fizah Hasibuan, Dinda Lestari Hasibuan, Linda Mayanti Hasibuan, Telni Rusmi Tantri Hasriana, Eli Hasyifa, Najwa Herawati, Putri Amelia Herman, Deddy Herry Sutarto Ladjang Hidayani, Sri Husnarika Febriani, Husnarika Hutagalung, Prycila Anggi Prasetia Hutasuhut, Melfa Aisyah Ikraami , Reksa Dzul Ilmi, Lu’lu’ Irda Nila Selvia Jannah, Nuri Julianti, Amanda Jupani, Indah Amelia Khairani, Aulia A'yun Khairani, Dwi Khairuna Khairuna Kholilawati, Nelly Kusumapradja, Rokiah Leni Widiarti, Leni Lestari, Anggie Septia Lestari, Sri Murni Ayu Lubis, Annisa Lubis, M Azhar Lubis, Wisuda Pramarta M. Idris Manalu, Kartika Marbella, Nayla Putri Mardiah, Ros Masniladevi, Masniladevi Maurito, Nurul Mawarni, Devi Mayasari, Ulfayani Mindayani, Mindayani Muhammad Aji Nugroho Muhammad Idris Munthe, Yuli Agustinah Nasution, Aulia Mahira Nasution, Rahmadani Nauva Adila Nelvia, Repi Nisa, Dea Fahrum Nugroho, Muhammad Agung Nur, Hammed Nurfazila, Nurfazila Nurhazizah, Refina Prayogi Prayogi Pulungan, Adrian Azhari Puspita, Delawanti Puspita, Siti Neni Putri, Annisyah Tri R. Septian Angga Saputra RAHAYU, WIDYA Rahma, Fazira Rahmadhina, Jestiana Al Kayrani Rahman, Febrian Batara Aditya Raihanah Abiyah Julia Lavenita Rasyida, Wan Ridha Reflina Reflina Rezi, Datuk Fahrul Ridha, M Sa'id Rima Anggraini, Rima Rizky Yulion Rosa, Siti Rosmadani, Wiwid Rubiyah, Rubiyah Russilawati, Russilawati Ruwaida, Salma Salim, Diaz Sya’bania Salsabila, Nazwa Saman Abdurrahman Samsinar Samsinar Sapar Sapar Saputri, Widia Azhari Sari, Leli Mustika Sari, Wanti Puspita Sativa, Selvi Oriza Septika Rudiamon Shafa Salsabila, Qothrunnada Sifa, Nurharija Awaliah Simanjuntak, Putri Dea Firsta Sinaga, Anjelita Siregar, Rivahni Situmorang, Vickasyah Ramadani Sukanti Sukanti Sundari, Lia Syafira, Haiyu Asy Syafi’i, Muhammad Tarigan, Natasya Tegar Wibisono, Apra tiara dewi Tirta, Maura Najwa Noor Raina Tiwi, Dinda Dian Tri Suci Handayani Triyudha, Garibaldi Utami, Elifia Dwi Wahyuni, Risdah Wirdani, Hidayah Yuliani, Anisa Dwi Zahra, Fitri Az Zahratul Idami Zahro, Adinda Husna Fatia