Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : E-JURNAL LINGUISTIK

TRANSLATION OF INDONESIAN COMPLEX SENTENCES WITH CONCESSIVE CLAUSES IN THE NOVEL 9 SUMMERS 10 AUTUMNS: DARI KOTA APEL KE THE BIG APPLE Ariani, Ni Made; Putra Yadnya, Ida Bagus; Made Puspani, Ida Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.828 KB)

Abstract

ABSTRAKArtikel ini menyajikan pembahasan terjemahan konstruksi kalimat kompleks yang mengandung klausa konsesif dari bahasa Indonesia pada novel 9 Summers 10 Autumns: dari Kota Apel ke The Big Apple serta terjemahannya dalam bahasa Inggris berjudul 9 Summers 10 Autumns: from the City of Apples to The Big Apple. Pembahasan ini bertujuan untuk memahami terjemahan kalimat kompleks yang mengandung klausa konsesif pada bahasa Indonesia kedalam bahasa Inggris. Apakah kalimat kompleks ini diterjemahkan kedalam bentuk konstruksi yang sama dari bahasa sumber (BS) kedalambahasa target (BT) atau sebaliknya diterjemahkan kedalam bentuk konstruksi yang berbeda. Pembahasan artikel ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi prosedur penerjemahan yang dipergunakan dalam proses menerjemahkan konstruksi kalimat ini. Teori Sneddon (1996) dikombinasikan dengan teori Thomson dan Martinet (1986) serta Larson (1998) untuk memecahkan permasalahan pertama. Teori Vinay dan Darbelnet (padaVenuti, 2000) dipergunakan untuk menganalisis permasalahan kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat kompleks bahasa Indonesia yang mengandung klausa konsesif diterjemahkan seluruhnya kedalam bahasa Inggris dengan bentuk konstruksi yang sama, yakni konstruksi klausa konsesif. Temuan yang kedua menunjukkan bahwa literal translation, transposition, modulation, equivalence dan adaptation merupakan prosedur penerjemahan yang dipergunakan dalam proses penerjemahan ABSTRACTThis article presents an analysis on the translation of Indonesian complex sentences with concessive clauses into English found in the novel 9 Summers 10 Autumns: dari Kota Apelke The Big Apple and in its English translation entitled 9 Summers 10 Autumns: from the City of Apples to The Big Apple.The analysis is conducted in order to investigate on whether the complex sentences with concessive clauses in the Source Language (SL) are translated into similar form of concessive in the Target Language (TL) or instead into a different form.Secondly, the analysis is also conducted in order to identify what the translation procedures utilized by the translator in translating this sentence construction. Theories by Sneddon (1996) combined with the one by Thomson and Martinet (1986) and as well Larson2(1998)are applied in responding to the first question. The theory by Vinay and Darbelnet (in Venuti, 2000) is used in coping with the second problem.Findings of the research show that the Indonesian complex sentences with concessive clauses collected are translated into English through the same form, the form of concessive clauses. In terms of procedure, the finding of the research, shows that Literal translation, Transposition, Modulation, Equivalence and Adaptation are applied.
IDEOLOGY OF TRANSLATION APPLIED IN TRANSLATING BALINESE HINDU RELIGIOUS TERMS INTO ENGLISH IN THE INVISIBLE MIRROR SIWARATRI KALPA: BALINESE LITERATURE IN PERFORMANCE?SASTRA BALI DI DALAM SENI PERTUNJUKAN Dwi Kuniarsa, I Gusti Ngurah; Putra Yadnya, Ida Bagus; Pastika, I Wayan
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.342 KB)

Abstract

ABSTRAKStudi ini difokuskan pada deskripsi dan analisis terjemahan beberapa istilah keagamaan Hindu Bali ke dalam Bahasa Inggris. Pembahasan dikhususkan pada penerapan teknik dan ideologi penerjemahan. Lebih lanjut, studi ini juga mengkaji dampak pemilihan teknik dan ideologi penerjemahan terkait terhadap kualitas hasil terjemahan.Data dalam studi ini diambil dari buku berjudul The Invisible Mirror Siwaratri Kalpa: Balinese Literature in Performance?Sastra Bali di dalam Seni Pertunjukan” yang ditulis oleh Ron Jenkins and I Nyoman Catra. Lebih khusus, untuk studi ini, data diambil dari bagian naskah pewayangan. Studi ini menerapkan metode dokumentasi dan teknik pencatatan dalam mengumpulkan data. Selanjutnya analisis dilakukan dengan mengikuti alur Interactive Model dari Miles dan Huberman (1994: 10-12; dan dalam Miles, Huberman and Saldana, 2014). Adapun teori yang diterapkan dalam menganalisis permasalahan adalah teori kategori istilah budaya dari Newmark (1988), teknik penerjemahan dari Molina dan Albir (2002), dan ideologi penerjemahan dari Venuti (1995).Berdasarkan analisis, dapat dilihat bahwa penerjemah menerapkan ideologi domestikasi dalam menerjemahkan istilah keagamaan Hindu Bali. Hal ini terjadi karena penerjemahan istilah keagamaan dari Bahasa Bali ke Bahasa Inggris memiliki kompleksitas yang rumit karena melibatkan budaya dan bahasa yang tidak memiliki kedekatan dan keterkaitan. Teknik penerjemahan yang dipakai menggambarkan bahwa ada perbedaan budaya yang besar antara Bahasa Teks Sumber dan Bahasa Teks Sasaran. Dan lebih jauh lagi dapat dikatakan penerapan ideologi penerjemahan yang dilakukan berdampak positif bagi kualitas terjemahan yang dihasilkan.ABSTRACTThis study is focused on description and analysis of translation of Balinese Hindu religious terms into English. The discussion is specified on the details of techniques applied and the ideology of translation involved. Further, this study also assesses the impact of translation techniques and ideology applied on the quality of translation product.The data was taken from a book entitled “The Invisible Mirror Siwaratri Kalpa: Balinese Literature in Performance?Sastra Bali di dalam Seni Pertunjukan” written by Ron Jenkins and I Nyoman Catra. Specifically for this study, the data was taken from the script of Balinese shadow puppet. This study applied documentation method and note-taking technique in collecting the data. Further, this study made use of Interactive Model proposed by Miles and Huberman (1994: 10-12; also in Miles, Huberman and Saldana, 2014) in analyzing the collected data. The theories applied in addressing the problems are based on the categories of cultural terms by Newmark (1988), techniques of translation by Molina and Albir (2002), and ideology of translation by Venuti (1995).Based on the analysis, it can be concluded that the domestication ideology is pre-dominantly adopted. This indicates that in the process of translating the ST, the translation is oriented towards the TT readers. The translation of the terms from Balinese to English entails severe complications since it involves a condition where the languages and the cultures are disparate. The techniques of translation applied that directed dominantly towards TT readers shows that there is a great cultural difference between the SL text and TL text. The techniques and ideology adopted contribute rather positively to the quality of translation. 
Co-Authors Ade Sintya Devi Agus Made Yoga Iswara Alfia Rifatus Saida Amrin Saragih Anak Agung Putu Putra Arif Bagus Prasetyo Arif Bagus Prasetyo, Arif Bagus Aron Meko Mbete Aron Meko Mbete Aron Meko Mbete Mbete Asril Marjohan Marjohan Christina Made Dwi Utami Dwi Kuniarsa, I Gusti Ngurah Eddy Setia Fardini Sabilah Frans I Made Brata Friska Setiawati, Ida Ayu Made Gaby Kumala Dewi Santoso Hanny Hafiar Hugo Warami I Gede Putu Sudana I Gst Ngurah Kt Sulibra I Gst Ngurah Kt Sulibra, I Gst Ngurah I Gusti Agung Istri Aryani I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi I Gusti Ayu Gede Sosiowati I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri I Gusti Bagus Wahyu Nugraha Putra I Gusti Made Sutjaja I Gusti Ngurah Parthama I Ketut Artawa I Ketut Darma Laksana I Ketut Paramarta I Made Budiarsa I Made Sena Darmasetiyawan I Nengah Sudipa I Nengah Suryawan I Nyoman Aryawibawa I Nyoman Sedeng I NYOMAN SUPARWA I Wayan Mulyawan I WAYAN PASTIKA I Wayan Simpen Ida Ayu Made Friska Setiawati Ida Ayu Made Puspani Jamhari Jamhari Jaynne Ilyanora Patricia Kadek Ari Sintya Dewi Kadek Ayu Ekasani Kanisius Rambut Ketut Sudrama Ketut Widya Purnawati Kletus Erom Laksono Trisnantoro Luh Putu Laksminy Made Dody Aryawan Made Sri Satyawati Maryanti E. Mokoagouw Mirsa Umiyati Ni Kadek Sindiasti Rahanita Prativi Ni Ketut Alit Ida Setianingsih Ni Luh Ketut Mas Indrawati Ni Luh Nyoman Seri Malini Ni Luh Putu Unix Sumartini Ni Luh Putu Unix Sumartini, Ni Luh Putu Unix Ni Luh Sutjiati Beratha Ni Made Ariani Ni Made Dhanawaty Ni Made Erfiani Ni Made Soraya Meranggi NI MADE WIASTI Ni Nyoman Ayu Widyari Ni Nyoman Padmadewi Ni Nyoman Sarmi Ni Putu Diah Darmayanti Ni Wayan Suastini Ni Wayan Sukarini Putri, Putu Zalsa Swandari Putu Sutama Sang Ayu Isnu Maharani Sang Made Wahyu Rusmayana Santi Indriani, Ketut Saputra, I Gusti Ngurah Alit Dwi Sarwadi sarwadi Sulibra, I Ketut Ngurah Tatu Rija Veronika Genua Yayi Suryo Prabandari