Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN BISNIS BAGI MAHASISWA IAKN Manalu, Megawati Tamba Tua; Sitanggang, Rejeki; Saragih, Rafika Dear; Simangunsong, Nopri Damai Yanti; Lumbantobing, Roida
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, khususnya melalui media sosial seperti TikTok, telah membawa dampak yang signifikan di Indonesia, termasuk di kalangan mahasiswa Intitut Agama Kristen Negeri Tarutung. Dalam media sosial tiktok juga banyak mahasiswa yang menggunakan media tersebut sebagai promosi maupun bisnis yang dapat menghasilkan uang bagi penggunanya. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa menggunakan TikTok sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan informasi. Mereka melihat TikTok sebagai platform yang bermanfaat dan menguntungkan karena menyediakan berbagai jenis konten video, termasuk konten edukatif, inspiratif, dan motivasional. Dalam media sosial tiktok juga banyak mahasiswa yang menggunakan media tersebut sebagai promosi maupun bisnis yang dapat menghasilkan uang bagi penggunanya.
PENGUNAAN MEDIA SOSIAL OLEH GENERASI Z : IMPLIKASI TERHADAP PERUBAHAN BUDAYA DAN NORMA SOSIAL Pangaribuan, Irmawati; Sinaga , Immaito; Panjaitan , Tiominar; Waruwu , Yunano; Lumbantobing, S.Sos, M.Pd, Roida
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i5.1484

Abstract

Teknologi informasi membawa perubahan dalam sebuah perubahan dan perkembangan dalam masyarakat. Sehingga lahirlah media sosial dan menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran budaya, norma dan etika beraneka ragam memiliki banyak sekali potensi perubahan sosial. Dari berbagi kalangan dan usia hampir semua masyarakat di Indonesia memiliki dan menggunakan medsos sebagai salah satu sarana untuk memperoleh dan menyampaikan informasi. Khususnya generasi z yang menggunakan lebih besar penggunaan media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan realitas empiris dibalik fenomena secara mendalam , terperinci dan menyeluruh. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap/eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena.
KESETARAAN GENDER Pane, Oky Oktaviani; Sihombing, Swiamanto; Simbolon, Desiyanti; Zalukhu, Djefrin; Lumbantobing, Roida
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 6 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesetaraan gender merupakan isu fundamental dalam diskursus hak asasi manusia dan pembangunan berkelanjutan. Meskipun upaya untuk mencapai kesetaraan telah mengalami kemajuan, disparitas gender masih menjadi tantangan global yang menghalangi tercapainya keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Kajian ini mengeksplorasi konsep kesetaraan gender, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketimpangan, serta mengusulkan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Kesetaraan gender merujuk pada konsep di mana perempuan dan laki-laki memiliki hak, tanggung jawab, dan peluang yang sama dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akses terhadap pendidikan, pekerjaan, kepemilikan aset, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan. Namun, realitas sosial-budaya, ekonomi, dan politik seringkali menciptakan hambatan bagi perempuan untuk menikmati hak-hak tersebut secara setara. Faktor-faktor yang memengaruhi ketimpangan gender meliputi stereotip gender, norma sosial yang patriarkal, kurangnya akses terhadap pendidikan dan peluang ekonomi, serta kekerasan berbasis gender. Stereotip gender dapat membatasi pilihan dan peluang bagi perempuan, sementara norma sosial yang mendiskriminatif memperkuat ketidaksetaraan. Akses terbatas terhadap pendidikan dan pekerjaan layak turut memperlebar kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki. Selain itu, kekerasan berbasis gender, baik fisik maupun psikologis, merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi perempuan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi komprehensif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan masyarakat itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat diambil mencakup reformasi kebijakan dan peraturan perundang-undangan untuk menjamin kesetaraan hak dan peluang, kampanye peningkatan kesadaran untuk menghapus stereotip dan norma diskriminatif, serta investasi dalam pendidikan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Pencapaian kesetaraan gender tidak hanya membawa keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan melibatkan seluruh potensi dan kontribusi perempuan secara setara, masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal dan menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif bagi semua.
Penerapan Kearifan Lokal Poda Na Lima Melalui Pelatihan Eco-Brick Di SMK Swasta Karya Tarutung, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara Lumbantobing, Roida; Sembiring, Feriel Amelia; Purba, Omta; Sitindaon, Wensdy; Aritonang, Hanna Dewi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.369

Abstract

Permasalahan sampah dari tahun ke tahun menjadikan Indonesia adalah negara dengan tingkat kecemarannya tinggi, terutama dari sampah plastik bekas yang proses terurainya begitu lama bahkan sampai ratusan tahun lamanya. Sampah-sampah plastik dapat dikurangi dengan memanfaatkan sampah tersebut menjadi barang bernilai manfaat dan juga sebagai penghias lingkungan. Pemanfaatan sampah plastik dalam pembuatan beberapa barang atau yang dikenal dengan istilah ecobrick memberikan makna kearifan lokal bagi masyarakat terkhususnya suku Batak yakni poda na lima di mana salah satunya adalah paias pakaranganmu (bersihkan lingkunganmu). Metode yang dilakukan adalah observasi dan wawancara guna eksplorasi lapangan. Tahapan kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pembukaan, pemaparan materi dan pelatihan ecobrick. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang pemanfaatan sampah plastik oleh siswa-siswi SMK Karya Tarutung dan meningkatkan ketrampilan menjadi furniture berupa kursi sofa dan meja kecil yang bermanfaat dan bernilai ekonomis..
MEMBANGUN KESADARAN GENDER MELALUI PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN Panggabean, Theresia; Lase, Susi Murni; Manalu, Febrian; Simorangkir, Joel; Lumbantobing, Roida
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 5 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada upaya membangun kesadaran gender melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan. Kesadaran gender diperlukan untuk menghilangkan stereotipe dan diskriminasi gender yang umum terjadi dalam masyarakat. Dalam konteks pendidikan, kesadaran gender dapat membantu mengurangi ketimpangan gender yang terjadi dalam realitas sosial, di mana perempuan seringkali menjadi subordinasi terhadap laki-laki. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesetaraan gender di Indonesia. Pendidikan kewarganegaraan dapat membantu siswa memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta memahami pentingnya kesetaraan gender dalam masyarakat. Kesetaraan gender dapat dicapai dengan menghapuskan perbedaan gender dalam pendidikan dan membangun perspektif yang benar tentang gender. Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan dapat membantu meningkatkan kesadaran gender dan kesetaraan gender di kalangan siswa. Kesadaran gender ini dapat membantu mengurangi diskriminasi gender dan meningkatkan kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat.
Dampak Penggunaan MediaSosial Tik Tok Bagi PolaPerilaku Remaja Di Kelurahan Rura Pasar Hutatoruan X Kecamatan Tatutung Lase, Leni Kristiani; Zebua, Agusman; Laoli, Agustri Darman; Siahaan, Betaria; Lumbantobing, Roida
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 2 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Dampak penggunaan apilikasi tiktok bagi pola perilaku remaja di kelurahan rura pasar hutatoruan x kecamatan tarutung”. dengan rumusan masalah: 1. Bagaimana remaja dalam menggunakan aplikasi Tiktok di di kelurahan rura pasar hutatoruan x kecamatan tarutung? 2.Apakah media sosial tiktok berdampak pada pola perilaku remaja di kelurahan rura pasar hutatoruan x kecamatan tarutung? 3. Bagaimana pola peilaku remaja dengan adanya media sosial tiktok khususnya di kelurahan rura pasar hutatoruan x kecamatan tarutung? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis, sumber data meliputi primer dan sekunder. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa remaja dalam menggunakan Aplikasi Tiktok untuk mengekspresikan diri, mencari hiburan dan melepas rasa bosan, serta hanya sekedar menonton video. Perilaku remaja yang bermain Tiktok ditemukan dari segi sosialnya seperti: interaksi langsung antara remaja terhadap orang tua dan masyarakat menjadi berkurang diganti dengan interaksi melalui via online bersama orang lain dan mengucapkan kata yang tidak pantas.Sedangkan dari segi religuitasnya seperti: lalai dalam melaksanakan shalat, namun disisi lain aplikasi Tiktok membuat remaja berperilaku lebih baik. Kebanyakan orang tua berpandangan bahwa aplikasi Tiktok tidak membina perilaku remaja, namun ada juga yang berpendapat bahwa aplikasi Tiktok memberikan pengaruh baik yaitu menambah wawasan keagamaan dan kreativitas remaja.
Dampak Media Sosial Terhadap Perubahan Gaya Hidup di SMP 4 Negeri Tarutung Siregar, Ista Yuliana Ria; Siregar, Suriani Marsaulina; Panggabean, Daniel; Lase, Mei Jupita; Lumbantobing, Roida
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 2 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak penggunaan media sosial terhadap perubahan gaya hidup remaja di SMP 4 Negeri Tarutung. Dengan semakin meluasnya penetrasi media sosial dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk memahami bagaimana penggunaan media sosial mempengaruhi pola perilaku dan kebiasaan remaja, terutama di lingkungan pendidikan seperti sekolah menengah pertama. Melalui pendekatan analisis kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini melibatkan survei dan wawancara terhadap siswa-siswi SMP 4 Negeri Tarutung untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang hubungan antara media sosial dan perubahan gaya hidup remaja.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan gaya hidup remaja di SMP 4 Negeri Tarutung. Terdapat pola-pola perilaku yang berkembang, termasuk perubahan dalam pola konsumsi makanan, pola tidur, aktivitas fisik, dan interaksi sosial. Pengaruh media sosial juga terlihat dalam pemahaman remaja tentang citra tubuh, gaya hidup sehat, dan norma-norma sosial.Implikasi dari temuan ini adalah perlunya perhatian lebih dalam mengenai pengelolaan dan pendidikan penggunaan media sosial di kalangan remaja. Sekolah, bersama dengan orang tua dan masyarakat, perlu mengembangkan pendekatan yang holistik untuk membantu remaja memahami dampak media sosial dan mempraktikkan gaya hidup yang seimbang dan berkelanjutan. Upaya ini dapat meliputi program pendidikan tentang literasi media, promosi gaya hidup sehat, dan pembentukan keterampilan sosial yang positif dalam menghadapi tekanan dan pengaruh dari media sosial. Dengan demikian, diharapkan remaja dapat menghadapi tantangan dan peluang yang datang dengan penggunaan media sosial dengan lebih bijaksana dan berdaya.
Analisis Dampak Media Tik Tok Pada Komunikasi Mahasiswa Sosiologi Agama di IAKN Tarutung Simbolon, Been Gentle; Pasaribu, Hartamuti; Nainggolan, Hemalia; Simbolon, Gabe Pernida; Lumbantobing, Roida
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 2 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak media tiktok pada komunikasi mahasiswa sosiologi agama di IAKN Tarutung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang dampak media TikTok terhadap komunikasi mahasiswa sosiologi agama di IAKN Tarutung. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, sebuah institusi pendidikan tinggi yang terletak di kota Tarutung,Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.Adapun hasil dari penelitian ini adalah penggunaan TikTok tidak hanya memengaruhi gaya komunikasi mereka dalam hal penggunaan emoji, meme, dan bahasa santai, tetapi juga menciptakan preferensi terhadap konten visual dan hiburan dalam komunikasi interpersonal. Implikasi dari perubahan ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana komunikasi yang efektif dan efisien tetap dapat dipertahankan dalam lingkungan yang semakin didominasi oleh media sosial. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh TikTok dan media sosial lainnya, mahasiswa dapat lebih cermat dalam mengelola interaksi sosial mereka dan mempertahankan komunikasi yang bermakna dalam era digital ini.
Peran Ganda Janda dalam Menjalankan Fungsi Keluarga di Desa Unte Mungkur III Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah Yesika Paulina Purba; Roida Lumbantobing; Elvri Teresia Simbolon; Mery Silalahi; Rusmauli Simbolon
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v2i4.125

Abstract

This research aims to determine the dual role of widows in carrying out family functions in Unte Mungkur III Village, Kolang District, Central Tapanuli Regency. This research uses qualitative research with a descriptive type in the form of written and spoken words from people and observed behavior. The aim of the research is to understand in depth the conditions regarding the role of widows in carrying out family functions. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Apart from secondary data obtained from reading sources, researchers also use direct data obtained directly from the research object. The results of this research show that the role played by a widow is carrying out her life within the family as well as carrying out family functions and taking full responsibility for her children. It can be seen that there is a shift in a family because of the dual roles played by a woman, in general women are more focused on household matters and taking care of children. However, there is a dual role of a widow who has to work every day for the survival of the family, both in earning a living and taking care of children. Researchers found that there are 7 family functions carried out by widowed women in Unte Mungkur III Village, namely: religious function, socio-cultural function, love and affection function, protection function, socialization and education function, economic function and environmental development function.
Tradisi Peciho Mata Mual Sebagai Upaya Meningkatkan Keharmonisan Keluarga Luas Bagi Masyarakat Pakpak Klasen Di Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan Febriyani Nurcahaya Tinambunan; Jupalman Welly Simbolon; Masniar Hermawati Sitorus; Elvri Teresia Simbolon; Roida Lumbantobing
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v2i4.130

Abstract

This research uses a qualitative approach and the type of research is descriptive, namely to understand the phenomenon that describes and describes an event of the peciho mata mual tradition in an effort to improve harmony in the extended family carried out in the Pakpak Klasen community in Sionom Hudon Toruan village in Parlilitan sub-district, Humbang Hasundutan district, using the collection method. data includes observation, interviews, documentation. The focus of this problem is: 1. The existence of the Peciho Mata Mual tradition in an effort to increase extended family harmony in the Pakpak Klasen community in Parlilitan sub-district, Humbang Hasundutan district. hasundutan. 2. The Peciho Mata Mual tradition is an effort to extended family harmony for the Pakpak Klasen community in Parlilitan sub-district, Humbang Hasundutan district. 3. Peciho Mata Mual has become an aspect of modern life for the Pakpak Klasen community in Parlilitan sub-district, Humbang Hasundutan district. The results of this research conclude: The existence of the Peciho Mata Mual tradition that has existed from the past and exists to this day, where the Peciho Mata Mual tradition in Sionom Hudon Toruan village, Parlilitan sub-district is carried out to increase harmony in the wider family in accordance with the stages in the Peciho Mata Mual tradition. This tradition is carried out because it is obligatory according to custom and there are problems in the family if you have not carried out this tradition, namely the connection between the bones and the berenya is almost tenuous and less harmonious, and Peciho Mata Mual has become an aspect of modern life for the Pakpak Klasen community in Sionom Hudon Toruan Village, Parlilitan District, Regency. Humbang hasundutan, because of its unique cultural heritage and traditions which are an opportunity to strengthen ties of brotherhood among families and society as a whole.
Co-Authors Ade Putera Arif Panjaitan Ade Putera Arif Panjaitan Ade Putera Arif Panjaitan Agus Tri Darman Laoli Agusman Zebua Albiner Siagian Ana Setya Sibagariang Ana Setya Sibagariang Aritonang, Hanna Dewi Binur Panjaitan Christian Hutabarat David Mandobar Devi Asna Sari Panggabean Devi Asna Sari Panggabean Devina Mendrofa Dina Serema Samosir Donny H. Zalukhu Elvri T. Simbolon Ester Gratia Siregar Febriyani Nurcahaya Tinambunan Feriel Amelia Sembiring Feriel Amelia Sembiring, Feriel Amelia Firmando, Harisan Boni Frainskoy Rio Naibaho Gita Revalina Goklas J. Manalu Goklas J. Manalu Hanna Dewi Aritonang Hanna Dewi Aritonang Harisan B. Firmando Herlina Saragih Herlita Hutagalung Hutagalung, Bambang T.J. Hutapea, Maria Nopianti Imel Febri Santi Harefa John Sihar Manurung - Jupalman Welly Simbolon Jupalman Welly Simbolon Laoli, Agustri Darman Lase, Leni Kristiani Lase, Mei Jupita Lase, Sudirman Lase, Susi Murni Limmarten Simatupang Manalu, Febrian Manalu, Megawati Tamba Tua Maringan Sinambela Maringan Sinambela Marlinawati Sitiumorang Martua Sihaloho Martua Sihaloho Martua Sihaloho Martua Sihloho Masniar Hermawati Sitorus Masniar Hernawati Sitorus Mery Silalahi Mery Silalahi Meutia Nauly Michael Sirait Munthe, Gina Yuli Sonia Nadeak, Tio R.J Nainggolan, Hemalia Nova Simbolon Oktober Tua Aritonang Pakpahan, Betty A. S. Panagitab Nababan Pane, Oky Oktaviani Pangaribuan, Irmawati Panggabean, Daniel Panggabean, Theresia Panjaitan , Tiominar Panjaitan, Ade Putera Arif Pasaribu, Hartamuti Prof. Dr. Ir Albiner Siagian M.Si Purba, Omta Putra Bancin Putra Bancin Rajagukguk, Pasu Rasi Dewinta Berutu Ratna Saragih Ratna Zebua Rusmauli Simbolon Saragih, Rafika Dear Siahaan, Betaria Sihombing, Sandra Ronauli Sihombing, Swiamanto Silaban, Priska Natalia Silaban, Rina Kesia Simangunsong, Nopri Damai Yanti Simbolon, Been Gentle Simbolon, Desiyanti Simbolon, Elvri Teresia Simbolon, Gabe Pernida Simbolon, Jupalman Welly Simbolon, Rusmauli Simorangkir, Joel Sinaga , Immaito Sinaga, Hotnida Sinambela, Maringan Siregar, Ista Yuliana Ria Siregar, Suriani Marsaulina Sitanggang, Rejeki Sitindaon, Wensdy Sitio, Robert Juni Tua Sitorus, Masniar Hernawati Sri Fajar Ayu Sudirman Lase Sudirman Lase Sudirman Lase Tarida Hutabarat Telaumbanua, Eben Haezarni Thrisia Yohana Sitohang Tindaon, Wensdy Tio R J Nadeak Tio RJ Nadeak Tiurma Berasa Warseto Freddy Sitombing Waruwu , Yunano Wediawati Simanjuntak Wensdy Sitindaon Yesi Asmita Sitohang Yesika Paulina Purba Yulia Kurnia Sari Sitepu Zalukhu, Djefrin Zebua, Agusman Zebua, Okirdayanti