Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DI HUTATORUAN VII KOMPLEK MASJID TARUTUNG KECAMATAN TARUTUNG KABUPATEN TAPANULI UTARA Simbolon, Been Gentle; Lumbantobing, Roida; Silaban, Rina Kesia; Sitorus, Masniar; Purba, Omta
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu program yang bekerja sama dengan kampus yang ada di Tapanuli UtaraInstitut Agama Kristen Negeri Tarutung (IAKN), yang bertujuan untuk mengetahuibagaimana Implementasi moderasi beragama di Tarutung, tepat nya di HutatoruanVII komplek Masjid Tarutung. Metode yang digunakan dalam studi ini adalahmetode kualitatif deskriptif, untuk memahami fenomena apa yang dialami olehsubjek penelitian secara holistik, dengan cara mendeskripsikan dengan kata-katadan bahasa, berdasarkan hasil penemuan di lapangan, Hasil penelitian menunjukkanbahwa toleransi Masyarakat Komplek Masjid sudah baik dan tidak pernah terjadikonflik Agama, dengan adanya program Moderasi Beragama ini, masyarakatsemakin dekat satu sama lain dan memiliki Organisasi, yang anggotanya terdiri daribeberapa agama yang menunjukkan kerja sama sebagai bentuk menghargai danmenjaga perbedaan. diperlukan kesinambungan program yang melibatkan berbagaipihak, seperti tokoh agama, tokoh adat, aparat pemerintah lokal, serta lembagapendidikan. Kegiatan-kegiatan yang bersifat lintas iman perlu terus didorong dandiperkuat, baik dalam bentuk forum dialog, kerja bakti, kegiatan sosial, pelatihanbersama, maupun pembinaan generasi muda agar dapat menumbuhkan kesadaransejak dini akan pentingnya hidup rukun di tengah perbedaan. Peran lembagapendidikan, baik formal maupun nonformal, juga sangat penting dalam upayamenanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Institusi pendidikan hendaknyamenjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi jugamenanamkan sikap inklusif, empati, dan keterbukaan terhadap perbedaan.
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN DISIPLIN GEREJA (RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON) SEBAGAI MEKANISME KONTROL SOSIAL DALAM MENANGANI PERILAKU MENYIMPANG: STUDI KASUS PADA JEMAAT GEREJA HKBP PANSURNAPITU Panggabean, Daniel; Lumbantobing, Roida; Panjaitan, Ade Putera Arif; Firmando, Harisan Boni; Nadeak, Tio R.J
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Disiplin Gereja (RuhutParmahanion dohot Paminsangon) Sebagai Mekanisme Kontrol Sosial DalamMenangani Perilaku Menyimpang: Studi Kasus Pada Jemaat HKBP Pansurnapitu.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, Pengumpulan datamenggunakan Teknik observasi, wawanncara dan dokumentasi. Informan dalampenelitian ini adalah Majelis Jemaat: Pendeta, Guru Huria, Diakones, Penatua),Jemaat yang dikenakan sangsi Gereja, dan Jemaat. Hasil penelitian ini adalahRuhut Parmahanion (penggembalaan) dan Paminsangon (peneguran) dalamkonteks gereja, khususnya di gereja HKBP Pansurnapitu memiliki peran pentingsebagai mekanisme kontrol sosial terhadap perilaku menyimpang. Keduanyabertujuan untuk membimbing anggota gereja kembali ke jalan yang benar, bukansekedar hukuman. Ruhut Parmahanion (penggembalaan) berfokus pada pendekatanpastoral, yaitu memberikan dukungan, bimbingan, dan nasihat kepada anggotagereja yang mengalami masalah atau penyimpangan. Tujuannya adalah untukmemulihkan mereka secara rohani dan sosial. Paminsangon (peneguran) adalahtindakan menegur secara terbuka terhadap perilaku yang dianggap menyimpang.Namun, peneguran ini dilakukan dengan kasih dan tujuan untuk membangun,bukan untuk menghakimi. Efektivitas kedua aspek ini sebagai kontrol sosial terletakpada pendekatan yang holistik, yaitu menggabungkan aspek penggembalaan danpeneguran. Ketika seseorang menghadapi masalah, pendekatan penggembalaanakan memberikan dukungan emosional dan spiritual, sementara peneguran akanmemberikan batasan yang jelas terhadap perilaku yang tidak dapat diterima
PERSEPSI MASYARAKAT BATAK TOBA TENTANG PERKAWINAN SEMARGA DI DESA POHAN TONGA KECAMATAN SIBORONG BORONG KABUPATEN TANULI UTARA Siahaan, Betaria; Sihaloho, Martua; Simbolon, Rusmauli; Simbolon, Jupalman Welly; Lumbantobing, Roida
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat Batak Toba Tentang Perkawinan Semarga(studi kasus di desa pohan tonga kecamatan siborong-borong kabupaten tapanuli utara)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana persepsi masyarakatbatak toba tentang perkawinan semarga, yang sebelumnya dianggap tabu dan tidak sesuaidengan norma adat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif denganteknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada tokoh adat, pemukamasyarakat, dan pasangan yang menikah dalam lingkup semarga. Hasil analisis yangmengungkapkan bahwa sebagian masyarakat mulai menerima bentuk perkawinan inisebagai bentuk adaptasi terhadap realitas sosial dan kebutuhan zaman, meskipun sebagiantokoh adat tetap menolak praktik tersebut karena dianggap melanggar tatanan kekerabatanBatak Toba. Transformasi ini menunjukkan perubahan nilai sosial dalam masyarakat yangberimplikasi terhadap konstruksi identitas kultural Batak di Era modern.
GOTILON FEAST AND SOCIAL IDENTITY: ACTUALIZATION AND INCULTURATION AT THE ONAN BARU RESORTS CHURCH, SAMOSIR, NORTH SUMATERA Silaban, Priska Natalia; Simbolon, Elvri Teresia; Firmando, Harisan Boni; Simbolon, Rusmauli; Lumbantobing, Roida
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v11i2.21494

Abstract

This research aims to examine how social identity is actualized during the Gotilon Feast at the HKBP Onan Baru Resort Church in Samosir Regency, North Sumatera. Gotilon Feast is understood as a space of inculturation that combines Batak Toba culture and Christian values, serving as a medium of expressing the cultural, personal, and communal identity of the Batak Toba-Protestant Christian congregation. The research employs a qualitative-descriptive approach, collecting data through interviews, and documentation,  analyzed using social identity theory, Pierre Bourdieu's habitus theory, and Habermas's public sphere. The results show that the celebration reflects strong symbolic practices such as the use of ulos, tortor, Batak music (gondang), and the giving of silua. In addition to being a Thanksgiving ritual, the celebration also reveals social dynamics, including a shift in meaning toward a symbol of prestige and social status. The study also found generational differences in perception and variation in practice between rural and urban churches. Through the lenses of social identity theory, Pierre Bourdieu's concept of habitus, and Habermas' public sphere theory, the Gotilon Festival is seen as a cultural-religious event that constructs social identity through the intersection of faith and tradition. Thus, the celebration serves as both a religious practice and a public space where cultural and spiritual negotiations occur.
KUALITAS PELAYANAN DI DEPARTEMENT FRONT OFFICE DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN TAMU DI HOTEL NIAGARA PARAPAT Hutapea, Maria Nopianti; Hutagalung, Bambang T.J.; Lumbantobing, Roida; Lase, Sudirman; Sinambela, Maringan
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan check-in tamu di department front office untuk meningkatkan kepuasan tamu. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi serta wawancara dengan jumlah informan empat belas orang. Hasil penelitian ini bahwa tamu ingin front office memberikan pelayanan yang baik kepada tamu check-in dan check-out. Sekalipun masih ditemukan kendala yang terjadi saat pelanggan atau tamu yang ingin check-in tetapi kamar tamu yang lama disiapkan oleh room attendent yang menjadikan front office kurang baik dimata tamu yang ingin menginap tetapi ada juga tamu yang merasa puas dengan pelayanan hotel dan mempunyai harapan agar pelayanan yang sudah baik di pertahankan dan yang kurang baik di perbaiki lagi
Integrating Boru Ni Raja Values into Character and Contextual Education in Silindung Simbolon, Elvri Teresia; Lumbantobing, Roida; Firmando, Harisan Boni; Panjaitan, Ade Putera Arif
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1739

Abstract

This study addresses the urgent need to strengthen character education in response to the moral degradation caused by globalization, which has weakened students’ connection to local cultural values. It specifically aims to analyze the integration of Boru Ni Raja, a Batak Toba cultural concept that honors women as symbols of family dignity and moral integrity, into character and contextual education in the Silindung region. Using a systematic literature review guided by the PRISMA framework, 42 relevant articles published between 2015 and 2025 were analyzed to identify theoretical patterns, challenges, and opportunities for cultural integration in education. The findings reveal that Boru Ni Raja embodies values of respect, responsibility, loyalty, and social solidarity that align with the goals of 21st-century character education. The study is novel because it introduces a gender-based cultural framework, a perspective rarely discussed in previous educational literature on Batak Toba local wisdom. Academically, it contributes to expanding the theory of culture-based and gender-responsive education, while practically, it provides guidance for teachers to design contextual learning rooted in local culture. The study recommends future empirical research to validate this conceptual model in schools across Silindung and to compare it with other cultural contexts in Indonesia.
Boru ni Raja: Agency and Social Transformation of Toba Batak Women in Inclusive Rural Development in Silindung, North Tapanuli Firmando, Harisan Boni; Teresia Simbolon, Elvri; Lumbantobing, Roida
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 13 No. 1 (2025): Sosiologi: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/13202563983

Abstract

This study examines how Boru ni Raja (women of royal descent) in Toba Batak society exercise agency to drive inclusive rural development in Silindung, North Tapanuli, Indonesia. Grounded in the social action theory of Max Weber and the structuration theory of Anthony Giddens, the study fills a crucial knowledge vacuum regarding how indigenous women navigate patriarchal systems through culturally embedded strategies. Using a 16-month multi-site ethnography (2023–2024), comprising 45 informants' interviews, document analysis, and participatory observation, the study reveals four key strategies: (1) leveraging cultural capital (82% efficacy), (2) building transgenerational networks (68%), (3) innovating local economies (57%), and (4) negotiating political spaces (39%). Findings demonstrate that Boru ni Raja reinterpret traditional values like Dalihan Na Tolu (kinship philosophy) and hasangapon (dignity) to legitimize leadership, resulting in a 320% increase in women’s institutional representation (2020–2023) and a 45% rise in average income. Despite resistance from male elites (60% of cases), their incremental approach transforms patrilineal structures without overt conflict, highlighting the potential of indigenous knowledge in fostering hybrid modernity. The study contributes to sociological debates on gender, development, and cultural change by theorizing subaltern agency in rigid hierarchies. Practical implications emphasize culturally sensitive empowerment programs for traditional societies.
KESETARAAN GENDER DALAM LINGKUP PENDIDIKAN DAN TATA SOSIAL Christian Hutabarat; Herlita Hutagalung; Gita Revalina; Tarida Hutabarat; Roida Lumbantobing
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i3.659

Abstract

Meskipun upaya penegakan keadilan dan kesetaraan gender terus disuarakan, nyatanya diskriminasi gender masih tetap eksis di masyarakat. Salah satu alasan yang mendasari ketidaksetaraan gender ialah masih dielu-elukannya paham partiarki yang memandang laki-laki sebagai pihak dominan dan mengesampingkan peran perempuan dalam tatanan sosial. Berangkat dari persepsi yang menganggap bahwa perempuan hanya disiapkan untuk menjadi seorang kepala dapur dalam keluarga menempatkan perempuan sebagai kaum yang termarjinalisasi dan tersubordir. Perempuan menjadi sasaran kekerasan dan pelecehan sosial yang mana dianggap sebagai kaum yang lemah dan tidak memiliki kuasa.
DESKRIPSI BORU NI RAJA MASYARAKAT BATAK TOBA KECAMATAN SIATAS BARITA KABUPATEN TAPANULI UTARA Nova Simbolon; Michael Sirait; David Mandobar; Roida Lumbantobing
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.787

Abstract

Boru ni raja adalah gelar adat yang diberikan kepada anak perempuan dari seorang raja atau pemimpin adat di masyarakat Batak Toba. Gelar ini memiliki makna dan fungsi penting dalam masyarakat Batak Toba. Boru ni raja memiliki kedudukan yang tinggi dan dihormati oleh masyarakat. Mereka juga memiliki peran penting dalam menjaga adat istiadat dan budaya Batak Toba. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji deskripsi boru ni raja di masyarakat Batak Toba Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boru ni raja di Kecamatan Siatas Barita memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dari berbagai pandangan yang berbeda. Boru ni raja di Kecamatan Siatas Barita memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan memiliki peran aktif dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, dan politik pada masa itu. Mereka juga memiliki peran penting dalam menjaga adat istiadat dan budaya Batak Toba. Status sosial perempuan dalam budaya Batak Toba ditempatkan sedemikian rupa situasi yang paradoks juga. Di satu sisi, mereka dipanggil sebagai “Boru ni Raja” (putri yang dihormati), namun sebaliknya mereka diperlakukan sebagai “hatoban” (budak). Jurnal ini berupaya menunjukkan secara kritis tempat Toba Wanita Batak dalam budaya Batak Toba. Oleh karena itu, tujuan kami adalah untuk menyajikan status sosial perempuan Batak Toba yang diwarisi secara budaya nenek moyang. Yang kami maksud dengan kritis adalah kami berusaha menyajikan hal-hal sosial secara adil status perempuan baik dari sisi negatif maupun positifnya.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT DEMOKRASI PEMUDA PADA PEMILIHAN UMUM 2024 Silaban, Priska Natalia; Sihombing, Sandra Ronauli; Munthe, Gina Yuli Sonia; Zebua, Okirdayanti; Lumbantobing, Roida
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran media sosial dalam meningkatkan semangat demokrasi pemuda selama Pemilihan Umum 2024. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana pemuda menggunakan media sosial untuk berpartisipasi dalam proses demokratis, termasuk penyebaran informasi, diskusi politik, dan mobilisasi pemilih. Temuan penelitian ini memberikan wawasan tentang dampak media sosial terhadap keterlibatan politik generasi muda dan implikasinya bagi demokrasi di masa depan. media sosial memainkan peran penting dalam memperluas jangkauan politik kepada pemuda. Melalui platform-platform seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, informasi seputar pemilihan umum.
Co-Authors Ade Putera Arif Panjaitan Ade Putera Arif Panjaitan Ade Putera Arif Panjaitan Agus Tri Darman Laoli Agusman Zebua Albiner Siagian Ana Setya Sibagariang Ana Setya Sibagariang Aritonang, Hanna Dewi Binur Panjaitan Christian Hutabarat David Mandobar Devi Asna Sari Panggabean Devi Asna Sari Panggabean Devina Mendrofa Dina Serema Samosir Donny H. Zalukhu Elvri T. Simbolon Ester Gratia Siregar Febriyani Nurcahaya Tinambunan Feriel Amelia Sembiring Feriel Amelia Sembiring, Feriel Amelia Firmando, Harisan Boni Frainskoy Rio Naibaho Gita Revalina Goklas J. Manalu Goklas J. Manalu Hanna Dewi Aritonang Hanna Dewi Aritonang Harisan B. Firmando Herlina Saragih Herlita Hutagalung Hutagalung, Bambang T.J. Hutapea, Maria Nopianti Imel Febri Santi Harefa John Sihar Manurung - Jupalman Welly Simbolon Jupalman Welly Simbolon Laoli, Agustri Darman Lase, Leni Kristiani Lase, Mei Jupita Lase, Sudirman Lase, Susi Murni Limmarten Simatupang Manalu, Febrian Manalu, Megawati Tamba Tua Maringan Sinambela Maringan Sinambela Marlinawati Sitiumorang Martua Sihaloho Martua Sihaloho Martua Sihaloho Martua Sihloho Masniar Hermawati Sitorus Masniar Hernawati Sitorus Mery Silalahi Mery Silalahi Meutia Nauly Michael Sirait Munthe, Gina Yuli Sonia Nadeak, Tio R.J Nainggolan, Hemalia Nova Simbolon Oktober Tua Aritonang Pakpahan, Betty A. S. Panagitab Nababan Pane, Oky Oktaviani Pangaribuan, Irmawati Panggabean, Daniel Panggabean, Theresia Panjaitan , Tiominar Panjaitan, Ade Putera Arif Pasaribu, Hartamuti Prof. Dr. Ir Albiner Siagian M.Si Purba, Omta Putra Bancin Putra Bancin Rajagukguk, Pasu Rasi Dewinta Berutu Ratna Saragih Ratna Zebua Rusmauli Simbolon Saragih, Rafika Dear Siahaan, Betaria Sihombing, Sandra Ronauli Sihombing, Swiamanto Silaban, Priska Natalia Silaban, Rina Kesia Simangunsong, Nopri Damai Yanti Simbolon, Been Gentle Simbolon, Desiyanti Simbolon, Elvri Teresia Simbolon, Gabe Pernida Simbolon, Jupalman Welly Simbolon, Rusmauli Simorangkir, Joel Sinaga , Immaito Sinaga, Hotnida Sinambela, Maringan Siregar, Ista Yuliana Ria Siregar, Suriani Marsaulina Sitanggang, Rejeki Sitindaon, Wensdy Sitio, Robert Juni Tua Sitorus, Masniar Hernawati Sri Fajar Ayu Sudirman Lase Sudirman Lase Sudirman Lase Tarida Hutabarat Telaumbanua, Eben Haezarni Thrisia Yohana Sitohang Tindaon, Wensdy Tio R J Nadeak Tio RJ Nadeak Tiurma Berasa Warseto Freddy Sitombing Waruwu , Yunano Wediawati Simanjuntak Wensdy Sitindaon Yesi Asmita Sitohang Yesika Paulina Purba Yulia Kurnia Sari Sitepu Zalukhu, Djefrin Zebua, Agusman Zebua, Okirdayanti