Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN BEBAN (BURDEN OF CARE) CAREGIVER KELUARGA MERAWAT ODGJ: Overview of Family Caregiver Burden of Care Caring for People with Mental Health Disorder Slametiningsih; Septiawardani, Rani; Yunitri, Ninik; Nurjanah, Siti; Kurnati, Nana; Wildan
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1848

Abstract

Pendahuluan: Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan masalah kesehatan berdampak pada perilaku, perasaan dan kognitif, sehingga akan berpengaruh pada kualitas hidup individu, keluarga, dan masyarakat. Keluarga sebagai care giver utama dalam merawat ODGJ dapat menimbulkan beban yang berdampak pada kesehatan fisik maupun mental keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran beban (burden of care) caregiver keluarga merawat ODGJ. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian jumlahnya secara keseluruhan 3000 adalah caregiver keluarga ODGJ di RS Islam Jiwa Klender, Jakarta Timur. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Burden of Care Scale. Hasil: Hasil penelitian caregiver dengan beban: minimal 12%, ringan 27%, sedang  35% dan berat 25%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, diperlukan upaya untuk mengurangi beban caregiver keluarga merawat ODGJ. Upaya tersebut dapat dilakukan peningkatan pengetahuan, keterampilan dalam merawat ODGJ, dan meningkatkan pelayanan Kesehatan dan dukungan sosial
Pengaruh Cognitive Behaviour Therapy dalam Menurunkan Kinesiophobia pada Pasien Post Operasi Total Knee Replacement Agung Widiastuti; Sofiani, Yani; Yunitri, Ninik; Budiati, Dhiani
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1817

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk akan memberikan dampak terhadap masalah kesehatan, salah satunya adalah lansia yang mengalami proses penuaan yang sedang dialami. Lansia yang mengalami proses penuaan akan lebih beresiko menderita penyakit degeneratif salah satunya adalah Osteoarthritis (OA). OA kronis akan dilakukan tindakan total knee replacement dan membutuhkan rehabilitasi yang tepat. Faktor yang mempengaruhi pasien post TKR untuk mobilisasi adalah ketakutan bergerak. Dengan kondisi ini menyebabkan seseorang post operasi TKR beresiko terhadap kekakuan otot dan mempengaruhi proses penyembuhan dan aktivitas setiap hari sehingga peneliti ingin mengetahui pengaruh cognitive behaviour therapy dalam menurunkan kinesiophobia pada pasien post operasi total knee replacement. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan pendekatan pre test dan post test with control group. Dengan total sampel 15 responden untuk kelompok intervensi dan 15 responden untuk kelompok kontrol,  Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner tampa scale for kinesiophobia dengan nilai validitas 0,79 dan nilai reliabilitas 0,9 kemudian analisis data dilakukan dengan menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki nilai p-value 0,001 yang diartikan terdapat hubungan yang signifikan pada kelompok intervensi.
Metode Penelitian Eksperimental Yunitri, Ninik; Janitra, Fitria Endah; Kustanti, Christina Yeni; Nur Aini; Tiara Octary; Melati Fajarini; Hidayat Arifin; Putri, Alifiani Rahmi; Dluha Maf’ula; Yani Sofiani
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i2.453

Abstract

Praktik berbasis bukti dalam pengembangan ilmu kesehatan, menekankan perlunya penelitian berkelanjutan untuk memberikan dasar intervensi kesehatan terbaik. Keputusan klinis harus didasarkan pada bukti, bukan kebiasaan atau pendekatan tradisional, dan integrasi bukti dengan pengalaman klinis serta nilai-nilai pasien dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan luaran klinik. Metode penelitian eksperimental dianggap sebagai standar baku karena bersifat objektif dan presisi dalam menjawab hipotesis sebab-akibat, dengan fokus pada pengaruh variabel bebas terhadap luaran yang diukur dan pengendalian variabel pengganggu. Saat ini terdapat variasi terminologi dalam metode penelitian kesehatan. Perbedaan istilah ini dapat menimbulkan kebingungan dalam memahami metodologi penelitian sehingga pemahaman perbedaan terminologi dalam metode penelitian eksperimental menjadi langkah awal dan penting. Telaah literatur ini memberikan penjelasan komprehensif terkait penelitian eksperimental untuk mendukung pengembangan pelayanan kesehatan.
ORIENTASI SEKSUAL NARAPIDANA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Nursana, Vina Septia; Yunitri, Ninik; Slametiningsih, S
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v2i1.1-6

Abstract

Lembaga pemasyarakatan dapat menjadi lingkungan patologis yang menyebabkan berbagai masalah psikologis bagi narapidana. Perubahan orientasi seksual menjadi salah satu fenomena yang sering dialami oleh narapidana dikarenakan faktor lingkungan sosial yang mengharuskan narapidana hidup dengan sesama jenis dalam kurun waktu lama. Penyimpangan orientasi seksual pada narapidana masih belum banyak dieksplorasi akibat minimnya penelitian terkait topik ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat fenomena penyimpangan orientasi seksual pada narapidana di Lembaga pemasyarakatan. Menggunakan metode penelitian deskripsi analitik, sebanyak 287 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong dipilih secara acak untuk disurvei terkait orientasi seksualnya berdasarkan Kinsey scale test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar narapidana memiliki orientasi seksual heteroseksual namun hanya kebetulan menjadi homoseksual 178 (62%) dan eksklusif heteroseksual 94 (32.8%). Setiap penambahan satu tahun masa tahanan akan meningkatkan peluang narapidana mengalami perubahan orientasi seksual. Perlu adanya intervensi lanjut untuk membantu narapidana dengan masalah penyimpangan perilaku seksual.
Hubungan Stigma yang Dirasakan dengan Depresi pada Pasien HIV/AIDS di RS Islam Jakarta Cempaka Putih Lestari, Sabrina Ayu; Yunitri, Ninik; Hazrina, Fira Awanis; Kamil, Abdu Rahim
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i1.17-21

Abstract

Depresi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sering terjadi dan dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk stigma terkait HIV. Stigma yang dialami ODHA menghambat akses ke layanan kesehatan dan mengarah pada kepatuhan pengobatan yang buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stigma yang dirasakan dengan depresi pada pasien HIV/AIDS di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross- sectional, dengan teknik sampel purposive sampling, dan sampel sebanyak 90 responden. Hasil uji bivariat menggunakan pearson product moment yaitu koefisien korelasi sebesar 0,286 dengan p-value 0,006. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan sedang dan positif antara stigma yang dirasakan dengan depresi pada pasien HIV/AIDS, artinya semakin berat stigma yang dirasakan maka berbanding lurus dengan semakin tinggi depresi pada pasien HIV/AIDS. Diharapkan petugas kesehatan dapat menurunkan faktor pembentuk stigma yang dirasakan yaitu kekhawatiran pengungkapan status HIV. Ketika faktor tersebut diturunkan, diharapkan dapat menurunkan stigma yang dirasakan oleh ODHA, serta dapat menurunkan kejadian depresi. 
PENGARUH TERAPI SYUKUR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN TERINFEKSI HIV Rahayu, Esti Kusuma; Azzam, Rohman; Yunitri, Ninik; Rayasari, Fitrian; Astuti, Widia; Ulina, Barita; Maemun, Siti
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i2.1585

Abstract

Background: Quality of life remains an important concern for people living with HIV/AIDS (PLHIV). The challenges experienced have a major impact on their well-being, including psychological aspects. This study aims to evaluate the effectiveness of gratitude therapy on the quality of life of PLHIV. Methods: This study is a pre-experiment with a total of 30 subjects at RSPI Prof. Dr Sulianti Saroso. The sample selection method is purposive sampling with inclusion criteria of adult ODHIV (age >18 years) and actively visiting RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso to take antiretroviral (ARV) drugs every month, while the exclusion criteria are pregnant women. Subjects will undergo gratitude therapy for six weeks. Gratitude therapy was measured with gratitude inventory instrument and quality of life with WHOQOL-HIV BREF instrument. Significant changes in average quality of life scores before and after gratitude therapy with Wilcoxon test. Results: The majority of participants were male (70%) with a median (IQR) age of 39.6 (26-52) years. After subjects received gratitude therapy, there was a significant improvement in quality of life, with a mean difference of 4.00 (95% CI: 3.00-5.65; SE 0.693; p-value <0.001) and an effect size measured by biserial rank correlation of 1.00. Conclusion: The findings of this study indicate that gratitude therapy has a significant and positive impact on improving the quality of life of PLWHA. Gratitude is a necessity in fostering a positive outlook on life. Gratitude therapy can be a standardised form of service in hospitals. Future research with qualitative studies to determine the magnitude of its effect on the psychology of PLHIV.
VIRAL LOAD AND OPPORTUNISTIC INFECTION AS THE INDICATOR OF QUALITY-OF-LIFE PEOPLE WITH HIV/AIDS Yuliaty, Rina; Rohman; Rayasari, Fitrian; Kurniasih, Dian Noviati; Aini, Nur; Shahroh, Yuni; Rusli, Adria; Maemun, Siti; Saadulloh, Dadang; Yunitri, Ninik
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 13 No 2 (2024): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v13i2.690

Abstract

Background: Human immunodeficiency virus (HIV) is a significant concern in the field of global health. However, studies on the relationship between viral load, opportunistic infections, and quality-of-life among them are limited. Objectives: This study aims to determine the relationship between viral load count, the presence of opportunistic infection, and the quality-of-life among people living with HIV. Methods: A cross-sectional study was used involving 35 respondents recruited through convenience sampling. The quality-of-life of individuals living with HIV was assessed using the World Health Organization Quality-of-Life instrument for HIV. Statistical analysis using descriptive statistics, including mean, standard deviation, and proportion, and bivariate analysis with p-value<0.05. Results: Of the 35 participants, the majority were male (57.1%), with a mean age of 41.63 (9.09), and had a low education level (51.4%). The mean quality-of-life score was 86.88 (12.27), with a mean duration of ARV treatment of 7.23 years (5.36), undetectable viral load (68.6%), living with opportunistic infections (80%), and with tuberculosis being the most common (52.63%). There was a significant correlation between viral load and overall quality-of-life (p-value 0.04). Conclusion: The results of viral load testing and the identification of opportunistic infections can serve as indicators to assess the quality-of-life among people living with HIV. The outcomes of this study have practical implications for enhancing healthcare services in clinical settings. This information can guide the implementation of targeted interventions to strengthen social relationships and these individuals' environmental quality-of-life.
The Effectiveness of Sleep Hygiene on Sleep Quality in Patients with Congestive Heart Failure: A Randomized Controlled Trial Study Lofa, Priyo Hadi Prasetiyo; Yunitri, Ninik; Rayasari, Fitrian; Azzam, Rohman; Kurniasih, Dian Noviati
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1119

Abstract

Good sleep quality in congestive heart failure (CHF) patients helps repair heart muscle cells. Sleep hygiene is one of the non-pharmacological interventions to overcome sleep disorders. This study aims to determine the effectiveness of sleep hygiene on sleep quality in CHF patients. A Randomized Controlled Trial (RCT) with two groups was taken using probability sampling with block random sampling method. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and sleep habits using the Sleep Hygiene Index (SHI). Outputs were measured based on the change in the mean between the measurement time using the paired t-test and the difference in the mean between groups using the independent t-test. A total of 30 respondents were involved in this study. The intervention group showed a significant improvement in sleep quality after sleep hygiene therapy with a mean difference (MD) of 4.20 (SE=0.70; p-value=<0.01). Sleep quality between the two groups showed a significantly greater difference in the intervention group than in the control group (MD=-2.13, SE=1.00, p-value=0.04, effect size (Cohens'd)=-0.77). Sleep hygiene is a non-pharmacological intervention that effectively improves sleep quality in patients with CHF.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Terapi Antiretroviral Pada Orang Dengan HIV Khamid, Abdul; Azzam, Rohman; Yunitri, Ninik; Rayasari, Fitrian; Astuti, Widya; Rusli, Adria; Maemun, S.KM, M.Epid, Siti
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.201

Abstract

Latar belakang: Laju kasus HIV/AIDS di Indonesia dari laporan 34 provinsi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Kumulatif kasus HIV sampai dengan Maret 2023 sebanyak 377.650 orang, sedangkan kasus AIDS sebanyak 145.037 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan terapi ARV. Metode: Penelitian observasional dengan desain potong lintang dengan jumlah sampel sebesar 37 partisipan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah dukungan keluarga dimensi informasional, instrumental, emosional, dan penghargaan. Variable dependentnya kepatuhan terapi ARV. Hasil: Rata-rata usia responden 42,8 tahun, sebagian besar laki-laki (81,1%), berpendidikan SMA (68,5%), menikah (70,3%), memiliki komorbid (67,6%), dan berada pada stadium dua (56,8%) dengan cara penularan Non IDU (83,8%). Analisis lanjut membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dimensi dukungan keluarga dan kepatuhan pasien HIV (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien HIV. Kepatuhan terhadap terapi ARV juga dipengaruhi oleh sosial demografi, fasilitas kesehatan, karakteristik pengobatan, penyakit, teman, dan Kelompok Dukungan Sebaya, serta faktor internal dalam diri Orang Dengan HIV AIDS (ODHIV), yaitu motivasi diri untuk tetap hidup dan melakukan aktifitas yang baik.
Effect of combined ankle exercise and self foot massage on ankle-brachial index and diabetic peripheral neuropathy symptoms Rias, Yohanes Andy; Sofiani, Yani; Yunitri, Ninik; Rayasari, Fitrian; Hernani, Eny
Riset Informasi Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v13i2.908

Abstract

Background: Buerger Allen Exercise (BAE) and Self-Thai Foot Massage (STFM) are strongly recommended ameliorating Diabetes Peripheral Neuropathy (DPN) symptoms. Nevertheless, there is lack of evidence on the combination of both on alleviating DPN symptoms and Ankle-Brachial Index (ABI). Aims: This study aimed to examine the combination effect of BAE and STFM on symptoms of diabetic peripheral neuropathy and ABI among individuals with DPN. Methods: The research design used an experimental one-group with pre-test and post-test design. In total, 36 eligible individuals with DPN with a seven-day received combination of BAE and STFM implementing ankle exercise and foot massage. DPN scores were measured using the Michigan Screening Instrument (MNSI) questionnaire and foot perfusion was measured using the ABI. An analysis of the research data was conducted using the Paired t-test and effect size with Cohen’s d with a significance threshold of p >0.05. Results: There are a significant finding combination of BAE and STFM on MNSI subjective (mean diff=-2.78, p=>.001, d=0.71), MNSI objective (mean diff=-1.60, p=>.001, d=0.38), ABI left (mean diff= 0.01, p=>.001, d=0.51), and ABI right (mean diff=0.07, p=>.001, d=0.59). Conclusion: The finding of this study indicates that a combination of BAE and STFM is a feasible alternative therapy for ABI and MNSI in patients with DPN.
Co-Authors Abdu Rahim Kamil Abdul Khamid, Abdul Ade Fitriani, Ade Adria Rusli, Adria Agung Widiastuti Agung, Rizki Nugraha Agung, Rizky Nugraha Agustina, Elis Nurhayati Ahmad Zubairi Anitha, Anitha Arsianti, Lyana Azzam, Rohman Baridwan, Syamikar Budiati, Dhiani Chairunnisa, Dea Christina Yeni Kustanti Dadang Saadulloh Dedi Supriadi Desvita, Eva Desy Anggraini Dewi Anggraini Dian Noviati Kuriasih Diana Tati Haryati Dluha Maf’ula Dwisusanti, Oktina Eka Kristina Asi Erna Rochmawati, Erna Fatma, Hindri Royiah Fauzi Ashra Firdaus, Nuzula Haryanti, Noviana Hazrina, Fira Awanis Hendra Hendra Henny Dwi Susanti Herlina, Lily Hernani, Eny Hidayat Arifin Hidayat Arifin Ikaningtyas, Nurlia Ima Sukmawati, Ima Janitra, Fitria Endah Jumaiyah, Wati Kamil, Abdu Rahim Kurnati, Nana kurniasari, septi Kurniasih, Dian Noviati Kustanti, Christina Yeni Kusumawaty, Jajuk Latipah, Siti Lestari, Sabrina Ayu Lilis Lismayanti Lily Herlina Herlina Lily Herlinah Lofa, Priyo Hadi Prasetiyo Maemun, S.KM, M.Epid, Siti Maemun, Siti Mamang, Aisah Mei Rianita Elfrida Sinaga Melati Fajarini Melati, Nimsi Mulyadi, Egi Mulyatsih, MG Enny Novianti, Dian Noviati, Elis Nugraha, Rizki Agung Nur Aini NUR AINI Nuraenah Nuraenah Nuraenah Nuraenah Nuraenah, Nuraenah Nurhayani, Yani Nurhayati, Elis Nurrahman, Aris Nursana, Vina Septia Prasetya, Ganjar Kundi Putri, Alifiani Rahmi Rahayu, Esti Kusuma Rahayu, Yuyun Rahmasari, Ikrima Rani Septiawantari Rayasari, Fitrian Rayasari, Fitriyan Rikawati, Rintan Rina Yuliaty, Rina Rinawati Rinawati Rita Sari Rohani Rohani Rohman Rohman Azzam Rohman Rohman Rosmiati Rosmiati Rudi Kurniawan Saadulloh, Dadang Saharuddin Sakinah, Sri Salsabila, Sephia Saputra, M. Khalid Fredy Septiawantari, Rani Septiawardani, Rani Shahroh, Yuni Silistyorini, Cahyo Ismawati Siti Nurjanah Slametiningsih Slametiningsih, S Slametiningsih, Slametiningsih SRI ATUN sri murtini . Sri Yulianti Srinayanti, Yanti Sukmawati, Lina Sulistyorini, Cahyo Ismawati Suryati Suryati Syamsul Anwar, Syamsul Tallulembang, Abdi Tampubolon, Briefman Tiara Octary Ulina, Barita Wahyudin, M. Didin Waluyo, Endrian Mulyadi Justitia Widia Astuti Widia Astuti A W widya astuti Wildan Yani Sofiani Yohanes Andy Rias Zainab Zainab