Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : Kronologi

Yon Nasri: Pengusaha Peternakan Sapi dari Jorong Nan II Suku, Kecamatan Salimpaung (2008-2018) Maulana Yuska; Abdul Salam
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.727 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i1.109

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas tentang biografi Yon Nasri seorang pengusaha peternakan sapi dari Jorong Nan II Suku Kecamatan Salimpaung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perjalanan karir Yon Nasri sebagai pengusaha peternakan sapi dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama heuristik (mengumpulkan data), tahap kedua kritik sumber (melakukan pengujian terhadap keaslian informasi), tahap ketiga interpretasi (menafsirkan data), dan tahap keempat historiografi (penulisan). Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa perjalanan karir Yon Nasri dimulai dari “pasiduoan” ternak milik orang lain sampai pada akhirnya Yon Nasri berhasil mengembangkan usaha peternakan miliknya. Peternakan Yon Nasri juga memiliki dampak yang baik bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kata Kunci: Biografi, Peternakan, Ternak, Pengusaha
Eksistensi Grup Musik Tambur Penawar Rindu Di Desa Sungai Pegeh, Kabupaten Kerinci (1992-2020) Alola - Sentia; Abdul Salam
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.248 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i1.125

Abstract

Permasalahan yang peneliti angkat yaitu, bagaimanaeksistensi grup musik tambur Penawar Rindu di desa Sungai Pegeh, Kabupaten Kerinci (1992-2020) berdasarkan latar belakang, perkembangan, dan tanggapan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Langkah-langkahnya seperti Heuristik,Verifikasi Sumber atau Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi.1). data yang penulis dapatkan dari objek penelitian terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. 2).penulis melakukan kritik sumber dari data yang diperoleh. 3). penafsiran berkaitan dengan fakta sejarah. 4). menjelaskan hasil penelitian ke dalam sebuah karya ilmiah berupa skripsi. Hasil penelitiannya adalah,1).Grup ini berdiri sejak tahun 1992. Pada tahun 1960 telah ada grup musik tambur di Desa Sungai Pegeh tetapi sekitar tahun 80an grup tersebut sudah tidak aktif lagi. 2).Sampai sekarang grup Penawar Rindu masih aktif dan masih menerima undangan dari masyarakat untuk tampil. 3). Mengatasi perkembangan zaman, Grup Penawar Rindu hanya menjalani apa yang ada. 4) Menginginkan grup Penawar Rindu mampu bertahan agar musik tradisional tidak hilang di kalangan masyarakat terutama di golongan muda.
Eksistensi Umoh Gedua (Rumah Gedang) Dalam Pelaksanaan Kenduri Sko Di Kecamatan Pondok Tinggi Tahun 2000-2013 Tesi Novelia; Abdul Salam
Jurnal Kronologi Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.947 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i4.299

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana eksistensi umoh gedua atau rumah gedang dalam pelaksanaan kenduri sko Di Kecamatan Pondok Tinggi serta mengetahui peranan umoh gedua atau rumah gedang tersebut dalam pelaksanaan tradisi kenduri sko di Kecamatan Pondok Tinggi tahun 2000-2013. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif sejarah, oleh karena itu penelitian Eksistensi Umoh Gedua atau rumah gedang dalam pelaksanaan Kenduri sko di Kecamatan Pondok Tinggi tahun 2000-2013 ini menggunakan metode sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut :1. Heuristik, pengumpulan berbagai data dari sumber primer melalui wawancara dengan para pelaku dan sumber sekunder dari buku-buku yang relevan dan ada hubungannya dengan tulisan ini (studi literatur), 2) kritik sumber, 3) interpretasi, dan 4) historiografi. Dari pembahasan di bawah ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa Kenduri sko ini dilaksanakan oleh hampir seluruh wilayah yang ada di Kerinci termasuk Pondok Tinggi. Acara kenduri sko ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut, inti dari Kenduri sko ini adalah penobatan atau pemberian gelar adat kepada para anak jantan yang telah dipilih oleh anak batino pada suatu luhah yang telah memenuhi kriteria tertentu. Umoh gedua atau rumah Gedang ini hanya akan fungsikan pada pelasanaan kenduri sko saja yakni sebagai titik kumpul lokasi utama tempat pelaksanaan kenduri sko yang berlangsung selama 10-15 tahun sekali. Oleh karena itu istilah umoh gedua atau rumah gedang saat ini sudah sangat jarang terdengar di kalangan masyarakat, terlebih lagi bentuk fisiknya yang sudah berubah layaknya bangunan-bangunan modern pada umumnya. Kata Kunci : Eksistensi, Umoh Gedua, Kenduri Sko
Peran Panti Asuhan Aisyiyah dalam Pembentukan Kemandirian Anak (Studi Kasus: Panti Asuhan Aisyiyah Unit Putra Payakumbuh 1986-2020) Natryzia Natryzia; Abdul Salam
Jurnal Kronologi Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.522 KB) | DOI: 10.24036/jk.v3i4.303

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang Bagaimana Peran Panti Asuhan Unit Putra Aisyiyah Payakumbuh dalam Membentuk Kemandirian Anak Asuh Tahun 1986-2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peran panti asuhan Unit Putra Aisyiyah Payakumbuh dalam membentuk kemandirian anak dari tahun 1986 sampai 2020. Penelitian ini termasuk penelitian Kualitatif Sejarah, oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode Sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) Heuristik, (2) Kritik Sumber, (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Hasil dari Penelitian dapat kita ketahui bersama bahwa; Pertama: Peran Panti Asuhan Aisyiah dalam membentuk kemandirian anak tidak terlepas dari peran Muhammadiyah sebagai induk organisasi yang menauingi dan mengawasi jalannya organisasi Aisyiah, peran pengurus Panti Asuhan, peran pengasuh Panti Asuhan, dan peran masyarakat. Kedua : Program Panti Asuhan Aisyyah Unit Putra dalam membentuk kemandirian anak terbagi menjadi tiga yaitu pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan non formal. Ketiga : Masalah yang dihadapi Panti Asuhan Aisyiyah Unit Putra lebih dominan disebabkan oleh anak asuh karena kurangnya kemampuan dan kemauan anak untuk lebih maju dan berkembang. Kata Kunci: Peran, Panti Asuhan, Kemandirian
MTI Canduang: Eksistensinya Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Canduang (1998-2020) Yulia Marni; Abdul Salam
Jurnal Kronologi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.23 KB) | DOI: 10.24036/jk.v4i1.349

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan kajian sejarah tentang eksistensi MTI Canduang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Canduang. Tujuan penelitian ini perekonomian masyarakat Canduang yang dibatasi pada tahun 1998-2020. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari Heuristik, kritik, interpretasi. MTI Canduang adalah pesantren yang berada di Kecamatan Canduang Kabupaten Agam yang miliki potensi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Canduang. Keberadaan MTI Canduang tidak hanya menguntungkan bagi para santri yang belajar di MTI Canduang tapi juga menguntungkan bagi masyarakat sekitar. Adapun dampak eksistensi MTI Canduang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Canduang adalah ekonomi masyarakat meningkat, dapat menyekolahkan anak mereka sampai perguruan tinggi yang mereka inginkan, membuka lapangan pekerjaan serta dapat membangun warung. Implementasi MTI Canduang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat yaitu MTI Canduang memiliki potensi dan upaya. potensi yang dimiliki MTI Canduang yaitu lokasi, santri yang cukup banyak, adanya pembelajaran umum, adanya koperasi dan usaha yang telah dilakukan MTI Canduang yaitu perekrut tenaga kerja, pengadaan pelatihan, berjualan dan melakukan kerjasama.
BUYA H. M. YUNUS PENDIRI SMA AL-ISTIQOMAH PASAMAN BARAT TAHUN1989 - 2020 (SEBUAH BIOGRAFI) Permata Dori; Abdul Salam
Jurnal Kronologi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.951 KB) | DOI: 10.24036/jk.v4i1.360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perjalanan hidup dan kipah H. Muhammad Yunus dalam mendirikan sebuah yayasan yang bernama SMA Al-Istiqomah di Pasaman Barat. Penulis tertarik mengambil tokoh H. Muhammad Yunus untuk ditulis biografinya karena ia telah berhasil mendirikan yayasan di tengah-tengah masyarakat dan yayasannya sekarang menjadi SMA swasta unggulan yang cukup maju. Untuk itu, tahap pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan data dari sumber lisan maupun tulisan. Tahap kedua adalah kritik sumber baik itu sumber internal maupun eksternal. Selanjutnya, tahap ketiga adalah analisis dan interpretasi data. Terakhir, tahap keempat yaitu mendeskripsikan hasil penelitian dalam bentuk tulisan ilmiah yang sesuai dengan kaidah penelitian sejarah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah H. Muhammad Yunus merupakan seorang tokoh Pendididikan yang berasal dari Pasaman Barat, Simpang Ampek. Yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan ini mengusung visi melahirkan generasi penerus yang cerdas dan berakhlak, berlokasi di Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat dengan alamat Jalan Sudiman Simpang Empat Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.
DARI DARUSSUFI MENJADI TARUNA RABBANI: SEBUAH STUDI TENTANG PERKEMBANGAN SEBUAH PESANTREN (2000-2020) Sintia Yusda Putri; Abdul Salam
Jurnal Kronologi Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i2.419

Abstract

This study examines the history of an educational institution regarding the formation of a boarding school in Nagari Koto Sani and its development from Darussufi to Taruna Rabbani. This study uses the historical writing method with four stages, namely: heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The result of this research is the formation of Islamic boarding schools in Nagari Koto Sani starting from da'wah activities which were pioneered by Pourku Syekh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani. Da'wah activities are carried out by spreading to several areas by carrying out recitation activities assisted by students and friends. Da'wah activities for areas outside the city of Padang were entrusted to Buya Hendra to develop to rural areas in Nagari Koto Sani. The formation of the Islamic boarding school in Nagari Koto Sani began in 2000. The construction of the Islamic boarding school was carried out in mutual cooperation with the main funding source from the recitation congregation. The Islamic boarding school since its inception has undergone four name changes from Darussufi, Tasawuf Rabbani, Rabbani and Taruna Rabbani which were founded on waqf land. The change in the name of the Islamic boarding school does not have a definite cause, but follows the times based on the demands of the needs which then develops formal educational institutions with elementary, junior high, high school levels. Keywords: Development, Islamic Boarding School, Darussufi, Sufism Rabbani, Rabbani, Taruna Rabbani
The Abdul Muis Khattab : Strateginya Dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Kanagarian Kapujan Bayang (1951-2000) Muhammad Afandi; Abdul Salam
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.496

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Abdul Muis Khattab : Strateginya Dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Kenagarian Kapujan Bayang (1951-2000). Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana riwayat singkat hidup Abdul Muis Khattab, bagaimana strategi Abdul Muis Khattab dalam pengembangan pendidikan Islam ditengah-tengah masyarakat, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, gabungan dari penelitian lapangan (field research) dan penelitian historis (historical research) dengan menggunakan metode sejarah, dengan langkah-langkah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi kepustakaan, studi kearsipan dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan riwayat atau perjalanan hidup Abdul Muis Khattab. ia adalah seorang tokoh ulama pendidik yang lahir dan dibesarkan di Kapujan, Kanagarian Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, ia mengajar untuk mengembangkan pendidikan Islam di Kapujan dengan lembaga pendidikan yaitu surau, masjid, dan Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) yang ia dirikan.
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan: Organisasi Otonom Muhammadiyah di Sumatra Barat (2005-2014) Aqsal Guntara Hadi; Abdul Salam
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.505

Abstract

Artikel ini merupakan kajian sejarah yang membahas tentang gerakan kepanduan Hizbul Wathan sebagai organisasi otonom Muhammadiyah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerakan kepanduan Hizbul Wathan di Sumatra Barat dari awal kebangkitannya kembali sampai masa perkembangannya yang dibatasi dari tahun 2005-2014. Penelitian ini termasuk kualitatif dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian ini menggambarkan adanya dinamika perkembangan organisasi gerakan kepanduan Hizbul Wathan di Sumatra Barat setelah diaktifkannya kembali gerakan kepanduan tersebut. Gerakan kepanduan Hizbul Wathan yang merupakan organisasi ortonom Muhammadiyah menjadi gerakan yang perlu diterapkan dan dikembangkan. Pada tahun 2005-2010 merupakan masa krusial karena terdapat berbagai upaya yang dilakukan oleh kwartir wilayah dalam menggerakkan dan memperkenalkan kembali gerakan kepanduan Hizbul Wathan, seperti memberikan sosialisasi tentang Hizbul Wathan ke daerah-daerah dan ke sekolah-sekolah Muhammadiyah. Setelah diadakannya musyawarah wilayah maka Kwartir Wilayah lebih fokus dalam mengembangkan Hizbul Wathan keberbagai daerah di Sumatra Barat. Pada tahun 2014 kwartir wilayah mengadakan jambore yang diikuti oleh seluruh peserta atau sekolah di Sumatra Barat.
Pola Interaksi Sosial Warga Batak dengan Masyarakat di Kenagarian Teratak Panas dalam Mewujudkan Toleransi Sesama Umat Beragama Kec.Ranah Pesisir Kab. Pesisir Selatan (1993-2019) Erlina Br. Turnip; Abdul Salam
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.517

Abstract

penelitian ini dilatarbelakangi Kedatangan Warga Batak di Teratak Panas Balai Selasa. Kedatangan Warga Batak merupakan suatu daerah migrasi dari Sumatera Utara ke Nagari Teratak Panas dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan melalui interaksi sesama dan bertoleransi antar umat beragama meskipun adanya sebuah pertentangan terjadi antar sesama .Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah kedatangan warga Batak, perkembangan, Pertumbuhan sebuah komunitas Kristen, interaksi, toleransi dan konflik yang terjadi sesame umat beragama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarahyaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian mendeskripsikan Awal kedatangan Etnis Batak Toba di Kecamatan Ranah Pesisir berada di Kenagarian Pelangai Gadang tepatnya di Teratak Panas Balai Selasapada tahun 1993. Pada tahun tersebut hanya terdapat tiga keluarga yang bermigrasi ke daerah Kenagarian Pelangai Gadang. Perkembangan awal agama kristen di daerah Balai Selasa diiringi dengan kedatangan Warga Batak yang berasal dari wilayah Sumatera Utara. Kedatangan WargaBatak ke Balai Selasa terjadi pada tahun 1993 yang memiliki agama kristen. Identitas agama mereka tidak disampaikan kepada masyarakat setempat dengan tujuan untuk mencegahterjadinya suatu pertikaian. Interaksi antar etnik di daerah Teratak Panas Balai Selasa Ranah Pesisir telah berlangsung sejak tahun 1993 lalu seiring dengan kedatangan etnik Batak dari Sumatera Utara ke daerah ini.
Co-Authors - Irnawati Abd Adim Abd Wahid Abdiyanti, Selly Abdul Muttalib Abdul Rahman Sakka Abdul Wadood Abram Tangkemanda Agustinus Anggai Ahmad Jazuly Ahmad Jazuly Al Haq Kamal Alola - Sentia Alzena Bernadine Aminuddin Aminuddin Aminuddin Syam Amirul Haj Andi Caherul Andi Kurnia Armayanti Andi Muh Irsyam Andi Muh Rizky Andi Nur Hudayah Annisa Fathin Tridani Ansyarif Khalid Anung Sugihantono Aqsal Guntara Hadi Ardiansyah Herianto Ariansyah Putra Arsin Lukman Asmaul Husna Husna Asnita Asri Widiatsih Aswar Anas Aulia Faradita Bahri Syamsuryadi Baiq Ismiati Baso Nasrullah Bensar Pali Cecilia Febiyono Permata Sari Citrakesumasari Desilia Purnama Dewi Devintha VIrani Devintha Virani Dian Novrianti Dian Putri Amalia Djunaidi M Dachlan Djunaidi M. Dachlan Djunaidi M.Dachlan Dwi Atika Surya edi edi Edi Irawan Erlina Br. Turnip Fadhilah Firda Khaerani Fadillah Nur Fajriani Fadli Faturrahman Fadly Ta’bi Fahlia Fahruddin Fahruddin Faradiana Faradiana Fasya Yustisia Fatimah Kautsar Febrian Wahyu Wibowo Fera Geni Firastika, Firastika Fitriani Kahar Fricilia . Fricilia . Gazali Hanasia Hanasia Hanifa Sri Nuryani Hardiyanti Subair Harjoyo Harjoyo Hartini Haryanto Haryanto Hasanuddin Hasanuddin Healthy Hidayanti Healthy Hidayanty Hendrawan Tumakaka Hikmawati Sultani Husen Tolleng Irmayanti Irnawati Irnawati Ishak Ishak Ismail Badollahi Jamal Jamal Janchristo Rantemangnga Jeremiah R Jeremiah Ritto Kairul Nisa Kurniawan Putra Laksmi Trisasmita Lukman Taufik Luther Sonda M N Ichsan Magfirah Magfirah Ramadani Makmuri Makmuri Mala Nurilmala Marini Amalai Mansur Marini Amalia Mansur Mastuang Mastuang Masyadi Maulana Yuska Meri Muh Iswar Muh Zultan Muh. Iqbal Muh. Yusuf Muhajirin Muhajirin Muhammad Afandi Muhammad Dhafin Almanda Fauzan Muhammad Fachrul Muhammad Farid Fauzan Muhammad Iswar Muhammad Rifaldi MUHAMMAD YUSUF Muthia Zikrah N Aulya Putri Savira Nadiarti Nadiarti Nanda Febriani Nashbirullah Nashbirullah Natryzia Natryzia Nawassyarif Ni Ketut Sri Sulendri Nicolas Mario Gunawan Nur Idjah Hardiyanti Nurcholik Nurcholik Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurzakiah Nurzakiah Hasan Permata Dori Praumaina, Mutiara Putri Kurniasiwi Putri Rahayu, Dea R Tanopa Radhika Bagas Prabowo Rahayu Indriasari Rahilda Rahima Ranny Ayu Kurnia Ajie Ray Silva Resa Fahrisal Ridho Bayu Yefterson Ridwan Mochtar Thaha Ririh Jatmi Wikandari Riska Maya Sari Ruslan Abdul Gani Sabaria Manti Battung Safaruddin Safrullah Amir Saifuddin Sirajuddin Salsabila, Unik Hanifah Sembiring, Rinawati Seri Hartati Lubis Seyla Missy Togito Silitonga Sintia Yusda Putri Siti Hijrah Mohi Siti Nor Fatmah Sopyan Ali Rohman Sri Andriani Stevanya Britney Suci Sudirman Suhaema Suhaema SULASTRI Sulgiah Oktami Sumantri Malik Supriandi T P Syaharuddin Rasyid Syamsidar Taufik Kurniawan Mansur Tesi Novelia Theopilus Limin Tria Paramitha Maliku Ulfa Najamuddin Veni Hadju Wahyuni Nurqadriyani Bustan Uni Yobinsa T Yulia Marni Yunadi, Ahmad Yusril Masri Zakaria Zakiah Magfiratul Amik Zipora . zuhelviany zuhelviany