Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN JAJANAN KAKI LIMA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE Nova Fadilla Rangkuti; Esi Emilia; Erli Mutiara; Riana Friska; Fatma Tresno Ingtyas
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 1, No 1 (2021): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.344 KB) | DOI: 10.24114/jnc.v1i1.20693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi Karakteristik sosial ekonomi keluarga (Pendidikan orang tua, Pekerjaan orang tua, Pendapatan orang tua, besar keluarga dan besar uang saku remaja). (2) Menganalisis Konsumsi Makanan Jajanan Kaki lima . (3) Menganalisis Kejadian Penyakit Diare. (4) Menganalisis Hubungan Konsumsi Makanan Jajanan Kaki Lima dengan Kejadian Penyakit Diare di MI Nurul Fadhilah Bandar Setia. Penarikan sampel dilakukan dengan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 siswa. Teknik pengumpulan data Konsumsi Makanan Jajanan Kaki Lima menggunakan angket, kejadian diare menggunakan angket yang sudah di validasi. Teknik analisis data secara deskriptif dan analisis menggunakan korelasi rank spearman. Berdasarkan hasil uji korelasi rank spearman menunjukkan terdapat Hubungan Konsumsi Makanan Jajanan Kaki Lima dengan Kejadian Penyakit Diare MI Nurul Fadilah Bandar Setia dengan taraf signifikan p= 0.00 (α 0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Konsumsi Makanan Jajanan Kaki Lima dengan kejadian penyakit Diare di MI Nurul Fadhilah Bandar Setia. 
Uji Organoleptik Dan Analisis Kandungan Gizi Cookies Subtitusi Tepung Biji Alpukat Lady Violita; Rasita Purba; Esi Emilia; Marini Damanik; Juliarti Juliarti
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 1, No 2 (2021): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.914 KB) | DOI: 10.24114/jnc.v1i2.26854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1). Menganalisis tingkat kesukaan (rasa, aroma, tekstur, dan warna) cookies dengan penambahan tepung biji alpukat sebanyak 30 persen, 50 persen, dan 70 persen; 2). Menganalisis formula terbaik pada cookies tepung biji alpukat; 3). Menganalisis kandungan gizi (kadar protein, lemak, dan karbohidrat) pada produk terbaik cookies tepung biji alpukat. Lokasi penelitian di Universitas Negeri Medan dan Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan. Subjek (panelis) penelitian ini berjumlah 25 orang. Data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan persentase penerimaan responden dari masing-masing taraf perlakuan. Untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung biji alpukat terhadap perlakuan digunakan analisis statistik Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formula terbaik pada cookies dengan substitusi tepung biji alpukat sebesar 50 persen diperoleh rerata nilai 1,2 untuk rasa, 0,3 untuk warna, 0,6 untuk tekstur, dan untuk aroma 0,3 dengan total nilai keseluruhan 2,4. Berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis diketahui bahwa terdapat perbedaan persepsi secara nyata dilihat dari tingkat kesukaan warna, aroma, rasa, dan tekstur cookies tepung biji alpukat (p=0,000). Kandungan gizi cookies dengan substitusi tepung biji alpukat 50 persen diperoleh kadar karbohidrat (53,9%),kadar protein (7,25%), karbohidrat (29,473%) sesuai dengan ketentuan SNI No. 2973-2011.Kata Kunci : Uji Organoleptik, Cookies, Tepung biji alpukat
ANALISIS KONSUMSI MAKANAN JAJANAN TERHADAP PEMENUHAN GIZI REMAJA Esi Emilia; Juliarti Juliarti; Nikmat Akmal
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 1, No 1 (2021): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.207 KB) | DOI: 10.24114/jnc.v1i1.20697

Abstract

Kecukupan gizi pada remaja tergantung dari makanan yang dikonsumsi. Makanan jajanan memberikan kontribusi gizi yang nyata terhadap pemenuhan kebutuhan gizi remaja. Tujuan penelitian untuk 1). Mengetahui gambaran konsumsi makanan dan konsumsi makanan jajanan pada remaja, 2) Menganalisis tingkat kecukupan makanan jajanan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi remaja. Desain penelitian adalah crossectional study dengan metode survey. Waktu pelaksanaan  penelitian mulai bulan Juni – November 2018 dengan lokasi Universitas Negeri Medan.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Universitas Negeri Medan. Minimal sampel yang akan diambil berdasarkan proporsi adalah 196 orang. Untuk menghindari terjadinya pengurangan sampel, maka jumlah sampel ditambah 10 persen dari jumlah sehingga jumlah sampel menjadi 216 orang. Hasil penelitian menemukan bahwa konsumsi makanan yang mengandung kalori, protein, lemak dan karbohidrat adalah berturut-turut 1706,4 kal, 71,1 gram, 56,4 gram dan 227,5 gram. Lebih separoh sampel mengalami defisit energi tingkat berat atau konsumsi mereka kurang dari 70%. Konsumsi makanan jajanan mengandung kalori, protein, lemak dan karbohidrat adalah berturut-turut 1022,1 kalori, 39,6 gram, 32,7 gram dan 141,4 gram. Tingkat kecukupan makanan jajanan terhadap konsumsi perhari untuk kalori, protein, lemak dan karbohidrat berturut-turut 59,9%; 55,7%; 58,0% dengan rata-rata sebesar 58,9%, artinya separoh lebih konsumsi sampel diperoleh dari makanan jajanan. Hal ini disebabkan sebagian besar waktu sampel dihabiskan dikampus dan diluar rumah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DENGAN POLA MAKAN SISWA KELAS X SMK SWASTA IMELDA MEDAN Nadira Elvira; Esi Emilia; Yuspa Hanum; Erli Mutiara; Frida Dinar
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 1, No 1 (2021): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.053 KB) | DOI: 10.24114/jnc.v1i1.20694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Pengetahuan Gizi Seimbang Siswa; (2) Pola Makan Siswa; (3) Hubungan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Pola Makan Siswa. Desain Penelitian ini adalah Cross Sectional. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di SMK Swasta Imelda Medan. Waktu penelitian bulan Agustus-Desember 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Sehingga sampel diperoleh sebanyak 30 siswa. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data pola makan dikumpul menggunakan FFQ (Food Frequency Quesioner). Teknik Analisis data menggunakan deskriptif data, uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan yaitu bahwa karakteristik siswa berdasarkan umur rataan 15.03 dan Sd 0.41, jenis kelamin laki-laki sebanyak 30 persen dan perempuan sebanyak 70 persen, karakteristik keluarga yaitu besar keluarga rataan 4.53 orang dan Sd 1.33, pendidikan ayah rataan 9 tahun Sd 2.52, pendidikan ibu rataan 8 tahun Sd 3.12, pekerjaan ayah bervariasi yaitu karyawan swasta, wiraswasta, PNS, TNI, Pekerjaan ibu dikategorikan yaiu ibu rumah tangga, PNS, wiraswasta. Pendapatan keluarga Rp.1.500.000-3.500.000 dengan rataan 21.05 dan Sd 1.049. Pengetahuan gizi seimbang termasuk kategori sangat baik sebesar 43.30 persen. Polamakan siswa termasuk kategori baik sebesar 56,70 persen. Hasil analisis korelasi rank spearman terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi seimbang dengan pola makan dengan nilai p = 0,000 dengan taraf signifikan 0,05. Artinya semakin tinggi pengetahuan siswa tentang gizi seimbang maka semakin baik pola makan siswa.
Kuasa Tubuh Terhadap Seksualitas Reproduksi Pada Keluarga Nelayan Di Dusun Bagan Desa Percut Sei Tuan Osi Karina Saragih; Ratih Baiduri; Esi Emilia
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2019
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.226 KB) | DOI: 10.24114/jas.v17i1.20023

Abstract

Budaya patriarki yang mendominasi pada keluarga nelayan menyebabkan kontrol patriarki terhadap seksualitas perempuan, menjadikan mereka tidak lagi memiliki otoritas atas tubuhnya sendiri. Kultur yang dibangun dengan kontrol atas seksualitas perempuan mengancam eksistensi perempuan yang dianggap sebagai liyan, sehingga menjadi akar masalah ketidakadilan gender pada keluarga tersebut. Kondisi ini menyebabkan perempuan tidak mempunyai kuasa atas tubuhnya sendiri dan timbulnya anggapan urusan biologis reproduksi merupakan urusan dan tanggung jawab perempuan namun, apabila kesetaraan gender berlaku didalam sebuah keluarga melalui komunikasi, kerjasama dan kesepakatan maka relasi yang terjalin antara suami dan istri berjalan dengan baik sehingga memungkinkan perempuan memiliki kontrol atas tubuhnya sendiri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kuasa Tubuh Terhadap Seksualitas Reproduksi Pada keluarga Nelayan Di Dusun Bagan Desa Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data melalui wawancara secara langsung dan observasi secara langsung dengan masyarakat di Dusun Bagan Desa Percut Sei Tuan.  Hasil dalam penelitian ini yaitu: Pola relasi gender pada keluarga nelayan  ada yang bersifart asimetris (tidak seimbang) dan ada pula yang seimbang. Hal ini bisa terlihat dari aktivitas yang dilakukan oleh suami maupun istri. Mengenai kajian kuasa tubuh terhadap seksualitas reproduksi, terdapat relasi kerja sama yang menyatarakan hak kuasa seks suami maupun istri. Kesetaraan tersebut meliputi hak memutuskan kapan dan bagaimana memilih alat kontrasepsi, hak bebas dari paksaan pihak lain terhadap seksualitas, hak kesehatan seksualitas. Untuk mencapai kesetaraan tersebut didapat melalui komunikasi, kerjasama dan kesepakatan. Sehingga perempuan memiliki kontrol atas tubuhnya sendiri. Namun ada pula keluarga yang kuasa tubuh terhadap seksualitas reproduksi terjadi melalui praktik budaya patriarki yang mengakibatkan seksualitas reproduksi perempuan diletakkan pada posisi inferior dan terdiskriminasi.
Mapping Physical Training Materials and Diet Management for Football Athletes Ardi Nusri; Esi Emilia; Tyas Permatasari; Yatty Destani Sandy; Caca Pratiwi; Erni Rukmana; Latifah Rahman Nurfazriah
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 7 No 3 (2022): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/juara.v7i3.2249

Abstract

The physical component and food intake are significant factors in football. The aims of this study were 1) to identify materials and media for physical exercise and diet management for soccer athletes and 2) to map physical training materials and diet management for soccer athletes. The method used is Research and Development (R&D) with the Four-D (4D) model. The population in this study were football athletes and coaches. The sample consisted of 82 athletes and football coaches from PSMS Medan. Data analysis using descriptive analysis. The results showed that 95% of the sample agreed that all physical training material needs to be known by football athletes. The material indicators are anatomy and physiology, components of the physical conditions required in soccer, energy systems, principles of soccer physical training, training volume and intensity, training stages, preparation stages, training stages, match stages, training stages, transitions, and recovery exercises as well as weight training. This study also showed that 95.3% of the sample required an assessment or assessment of nutritional data on soccer athletes, such as body measurements/anthropometrics, body composition measurements, and dietary and healthy history. The conclusion of the study is that diet management material that athletes and soccer coaches need to know is Sports Classification According to the Metabolic System, Assessment or Assessment of Nutritional Data on Soccer Athletes, Nutritional Problems in Soccer Athletes, Nutritional Interventions in Soccer Athletes; Monitoring and Evaluation of Nutrition in Football Athletes.
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan Sabrina Agustina; Rasita Purba; Esi Emilia; Erli Mutiara; Novita Sari Harahap
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 3, No 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i1.40815

Abstract

Salah satu masalah gizi signifikan yang mempengaruhi balita dan belum terselasaikan hingga kini adalah stunting. Selain menjadi masalah di Indonesia, stunting kini menjadi isu global. Pada tahun 2019, Medan menjadi salah satu daerah lokus pencegahan stunting dengan persentase 17,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Titi Papan. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross-sectional dan dilakukan pada bulan Juni - Juli 2022 di wilayah kerja Puskesmas Titi Papan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 153 balita. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel adalah random sampling dan didapat sampel sebanyak 60 balita. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dan uji regresi logistik. Berdasarkan hasil uji chi-square dapat diketahui p-value dari masing-masing variabel terhadap kejadian stunting adalah BBLR (p=0,125), pekerjaan ibu (p=0,679), pemberian ASI eksklusif (p=0,333), pendidikan ibu (p=0,004), pendapatan keluarga (p=0,026) dan pola makan (p=0,023). Sedangkan berdasarkan hasil uji regresi logistik dapat diketahui bahwa pendidikan ibu dan pendapatan keluarga memilki risiko 2 kali lipat terhadap kejadian stunting dan pola makan memiliki risiko 6 kali lipat terhadap kejadian stunting. Maka dapat disimpulkan bahwa determinan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Titi Papan adalah pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan pola makan. Faktor yang paling berpengaruh pada kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Titi Papan adalah pola makan balita.Kata kunci: Stunting, Determinan, Pendidikan, Pendapatan, Pola Makan
Hubungan Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Anak SMP yang Tinggal di Panti Asuhan Vinesya Shintauly Siahaan; Rasita Purba; Esi Emilia; Erli Mutiara; Juliarti Juliarti
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 3, No 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i1.42724

Abstract

Untuk mencapai tumbuh kembang yang ideal, seorang anak SMP atau remaja membutuhkan zat gizi yang cukup sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya, sehingga tidak ada kejadian malnutrisi. Layaknya anak SMP pada umumnya, anak SMP yang tinggal di panti asuhan juga membutuhkan zat gizi yang sama layaknya remaja pada umumnya meski tidak tinggal bersama dengan orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecukupan zat gizi makro dengan status gizi anak SMP yang tinggal di panti asuhan. Lokasi penelitian di Panti Asuhan Sendoro dan Panti Asuhan Anugrah Kasih Abadi. Waktu penelitian Mei – Juni 2022. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling sehingga jumlah sampel adalah 48 orang. Teknik pengumpulan data kecukupan zat gizi makro diambil dari persen rata-rata konsumsi zat gizi makro yang diperoleh dari food recall 3x24 jam dan data status gizi diambil dengan menggunakan hasil pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji univariate dan uji bivariate dengan metode Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil uji bivariate menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kecukupan zat gizi makro dengan status gizi anak SMP yang tinggal di panti asuhan yang ditunjukkan dengan p value = 0.002. Penting bagi lembaga sosial untuk memperhatikan dan mempertahankan status gizi warga binaannya agar warga binaan tetap sehat. Kata kunci: kecukupan zat gizi makro, remaja, status gizi
The Analisis Aktivitas Antioksidan dan Mutu pada Teh Herbal Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus BI) Naifatun Irbah; Esi Emilia; Dina Ampera; Risti Rosmiati; Nila Reswari Haryana
JURNAL GASTRONOMI INDONESIA Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Gastronomi Indonesia
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jgi.v11i1.1064

Abstract

This study aims to determine the drying temperature of keji beling leaf herbal tea which is preferred by panelists as well as its nutritional content, pottasium and antioxidant activity content. The research design used was an experimental study using a completely randomized design (CRD) method with a single factor, the drying temperature of keji beling leaf  which was carried out with 4 treatments,  P1 = 35°C, P2 = 45°C, P3 = 55°C, and P4 = 65°C which was dried for 150 minutes each using a dehydrator. The results of the study were analyzed using the Kruskal Wallis test method with the Mann-Whitney follow-up test. Determination of the best herbal tea was chosen based on the highest average value for each parameter. Based on the research results, the chosen treatment was P3 with a drying temperature of 55°C. The nutritional content of keji beling leaf herbal tea treated with a drying temperature of 55°C is potassium (21,8 mg/100 g), water content (12%), water extract content (2,92%), ash content (14,8%), water soluble ash content (0,37%), acid insoluble ash content (0,32%), ash alkalinity (63,1 ml NaOH/100 g), crude fiber (34,6%), and polyphenols (7,67%). Antioxidant activity based on the IC50 value is 106,3570 ppm.
The Effect of Wheat Flour Substitution with Sorghum Flour (Sorghum bicolor, L) on Consumers' Preference Levels for Cookies Sondang Dhea Farrah; Esi Emilia; Rasita Purba; Fatma Tresno Ingtyas; Marhamah Marhamah
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.985 KB) | DOI: 10.17509/boga.v11i1.46341

Abstract

Cookiesor pastries are food products made from flour as basic ingredients which are baked to have a water content of less than 5%. Usually the recipe for cookie products is enriched with fat and sugar and added developer ingredients. The use of wheat flour in Indonesia is still increasing, so by utilizing sorghum flour it will be able to help reduce the use of wheat and can help the government in food diversification programs. The main factor that is seen to assess the quality and quality of a product is based on the appearance of the product presented, the aroma, and the taste of the product. The purpose of this study was to analyze the level of consumer preference (color, taste, aroma, texture) through organoleptic tests. The design of this study used experimental research with the RAL method (Completely Randomized Design). Sorghum flour substitution formulation in 4 treatments, namely control (T0), 50% (T1), 70% (T2), 90% (T3). The research location is at Medan State University with 30 research subjects. Organoleptic test results data were analyzed descriptively using the percentage of consumer acceptance of each cookie formulation and continued with the one-way-Anova test and continued with the DMRT (Duncan) test. The results of this study indicate that the best formula is a substitution of 50 percent sorghum flour obtained from the mean values of 4.55 control formulations (T0), 4.34 (T1), 3.97 (T2), and 3.70 (T3). Organoleptic test results data were analyzed descriptively using the percentage of consumer acceptance of each cookie formulation and continued with the one-way-Anova test and continued with the DMRT (Duncan) test. The results of this study indicate that the best formula is a substitution of 50 percent sorghum flour obtained from the mean values of 4.55 control formulations (T0), 4.34 (T1), 3.97 (T2), and 3.70 (T3). Organoleptic test results data were analyzed descriptively using the percentage of consumer acceptance of each cookie formulation and continued with the one-way-Anova test and continued with the DMRT (Duncan) test. The results of this study indicate that the best formula is a substitution of 50 percent sorghum flour obtained from the mean values of 4.55 control formulations (T0), 4.34 (T1), 3.97 (T2), and 3.70 (T3).
Co-Authors Adikahriani Adikahriani Adikariani Adikariani Agustina, Nanda Dwi Ai Nurhayati Aini Rahayu Akbar, Salsabila Ana Rahmi Andi Andi Andini, Ni Made Putria Mutia Anjani, Nabila Ardi Nusri Ardi, Nurul Fadilah Azbi, Cinta Maulida Berutu, Rina Elvrida Caca Pratiwi Cucu Cahyana Darwin Darwin Dian Agustina Dalimunthe Dina Ampera DINA AMPERA Efendi, Hidir Erli Mutiara Erni Rukmana EVA FARIDAH Eva Faridah Fatah, Faqilah Fadiyah Fatma Tresno Ingtyas Fatma Tresno Ingtyas Firmansyah, Hardi Fitria, Laili Fransiari, Muhammad Edwin Frida Dinar Gultom, Putri Hanifa, Zulfa Nur Hanu, La Harahap, Novita Sari Harahap, Rumila Hardi Firmansyah Haryana, Nila Reswari Hutria, Wahyu Icha, Yarisya Ferika Ingtyas, Fatma Tresno Izmi Arisa Putri Lubis Juliarti Juliarti Juliarti Juliarti, Juliarti Kamal, Fairuzia Bilqis La Hanu lady violita Lady Violita Latifah Rahman Nurfazriah Lelly Fridiarty Marhamah Marhamah Marhamah Marhamah Marini Damanik Marini Damanik Melayoga, Luqiyana Melisa, Tamara Mokmin, Nur Azlina Mohamed Nadira Elvira Naifatun Irbah Nanda Dwi Gusnita Nikmat Akmal Nila Reswari Haryana Nirmala Nirmala, Nirmala Nova Fadilla Rangkuti Novrizaldi Wardana Nur Mei Sari Nuwairy Hilda, Nuwairy Onggal Sihite Osi Karina Saragih Pakpahan, Sondang P Pasca Rassy, Regania Permatasari, Tyas Pratiwi, Caca Prayogo, Wisnu Prima, Asep Purba, Edy Marjuang Purba, Nia Feronika Putri, Mita Dwi Rachmat Mulyana Rachmat Mulyana Rachsy, Ghalda Nabila Ramadhania, Cindy Rani, Cut Meuthia Rasita Purba Rasita Purba Rasita Purba Rassy, Regania Pasca Ratih Baiduri Riana Friska Riana Friska Siahaan Risti Rosmiati Sabrina Agustina Salsabila, Salsabila Sardi, Mahdalena Sarwa, Sarwa Siahaan, Riana Friska , Simamora, Cike Grenada Sriningsih Sinambela, Mentari Siti Sutanti Sondang Dhea Farrah Subuh Ardiansyah Tyas Permatasari Tyas Permatasari Vinesya Shintauly Siahaan Wardiah Wardiah Wina Dyah Puspita Sari Yatty Destani Sandy Yuspa Hanum YUSRAFIDDIN, Yusrafiddin Zainab Afifah Zulfa Nur Hanifa Zulkifli Matondang