Claim Missing Document
Check
Articles

Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Tanpa Hak Menyimpan Dan Mempergunakan Senjata Api Rakitan Secara Ilegal (Studi Putusan Nomor: 420/Pid.Sus/ 2022/PN. Tjk) Andre Arvendo; I Ketut Seregig; Ansori
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4375

Abstract

Abstrak Kejahatan selalu tumbuh serta berkembang pada masyarakat, meskipun kita mengetahui banyak pendapat perihal faktor penyebab kejahatan pada masyarakat, satu hal pasti bahwa kejahatan merupakan sikap manusia berkembang seiring menggunakan perkembangan sosial serta teknologi. Perkembangan zaman berjalan sangat cepat, tak hanya pada dunia teknik industri serta perdagangan, namun pula pada dunia hukum. Secara statistik, total tindak pidana Indonesia dari tahun ke tahun terus semakin tinggi, salah satunya ialah tindak pidana melibatkan senjata api. Kontroversi seputar kepemilikan senjata api ilegal sebagai perbincangan hangat. Kepemilikan senjata api ilegal tak hanya dilihat menjadi pelanggaran aturan, namun juga menjadi sarana kejahatan berbahaya oleh para penjahat. Berbagai masalah penyalahgunaan senjata api, termasuk perkelahian, pertengkaran serta perampokan, semuanya tak lepas dari sirkulasi senjata api ilegal pada warga, baik Undang-Undang juga perihal pelanggaran hukum tanpa hak memakai senjata api rakitan secara melawan aturan. Menyimpan serta memakai, pada putusan nomor: 420/Pid.Sus/2022/PN.Tjk, serta pertimbangan hakim pada pelanggaran hukum tanpa hak menyimpan serta memakai senjata api rakitan secara melawan hukum, pada putusan nomor: 420/Pid .Sus/2022/PN.Tjk. Penulisan memakai metode penelitian hukum normatif serta penelitian deskriptif kualitatif. Penerapan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana tanpa hak menyimpan serta memakai senjata api rakitan secara melawan hukum sesuai dengan UU Senjata Api Darurat serta Senjata Tajam No. 12 tahun 1951. Dari keterangan saksi serta terdakwa terdapat bukti adanya alasan meringankan serta alasan memberatkan. Kata Kunci: Senjata Api, Penerapan, Pertimbangan
PENGELOLAAN ASURANSI HAJI PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH Ansori; Ghozali, Muhammad Lathoif; Yasid, Abu
Jurnal Istiqro Vol. 10 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas KH. MUkhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/istiqro.v10i2.3108

Abstract

Establishment of Hajj insurance is a modern solution for Muslims through the DSN-MUI Fatwa Number 39/DSN-MUI/X/2002. The aim is for pilgrims to find peace and protect themselves from disasters and risks during the pilgrimage and the families they leave behind. Hajj insurance uses Tabarru' (grants) and wakalah bil ujrah contracts and sharia insurance institutions acting as grant fund managers are entitled to receive ujrah/rewards for managing these funds in accordance with fair and reasonable principles based on Law No. 34 of 2014 concerning Hajj Financial Management, which is managed by the Hajj Financial Management Agency (BPKH). From the point of view of Maqoshid Al-Syariah, explaining logically and essential in its application so as to give birth to the benefit of the people. The purpose of this study is to analyze the theory of the formation of the DSN-MUI fatwa in establishing legal Istinbath which is related to the formation of haj insurance from the perspective of Maqoshid al-Syari'ah to achieve benefits for the wider community which are dharuriyat in nature including religion, soul, mind, lineage, wealth and honor. . This research method uses descriptive analytical research which aims to develop a theory about a problem, which is associated with certain scientific theories in finding problems rationally. Conclusion The implementation of the Maqashid Ai-Shariah theory provides a clear reference regarding legal sources in the formation of the DSNMUI fatwa regarding haj insurance, so that it can provide maslahah to the wider community. Maqasid al-Syariah's review of hajj insurance is not just theoretical ijtihad but also practical, from the point of view of fiqh law, it becomes a clear reference for legal sources in the formation of DSN MUI fatwa regarding haj insurance.
PARTICIPATORY LEARNING BASED ON ENTREPRENEURSHIP IN INDEPENDENT WOMEN'S GROUPS Ansori; Arianti Handayani , Farida; Hasbi Noor, Agus
Journal Of Educational Experts (JEE) Vol. 8 No. 2 (2025): JOURNAL OF EDUCATIONAL EXPERTS (JEE)
Publisher : Kopertis Region IV Jabar and Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empowering women through entrepreneurship-based education is a strategic effort to enhance the economic independence of independent women's groups. This study aims to develop a participatory learning model based on entrepreneurship to support the skill enhancement and capacity building of women’s groups at PKBM An Nur. This research employed a qualitative approach with a participatory action research (PAR) design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document studies involving participants and learning facilitators. The findings reveal that the participatory entrepreneurship-based learning model effectively increased active participation, facilitated the development of independent businesses, and strengthened social networks. The model's success lies in its collaborative approach, local relevance, and hands-on practice. This study offers a novel contribution by integrating participatory approaches with entrepreneurial concepts as an innovative solution for women's empowerment. In conclusion, this model has the potential to serve as a reference for other community education institutions in supporting women’s economic independence in the era of Society 5.0. Keywords: Participatory Learning, Entrepreneurship, Women Empowerment
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI SOSIALISASI DAN WORKSHOP KEBANGSAAN DALAM PEMBENTUKAN KESADARAN GENERASI Z: STUDI KASUS UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Fitriatun Anisya; Ansori; Ida Wahyuliana; Helmy Boemiya
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3rde380

Abstract

Pendidikan Pancasila menghadapi tantangan signifikan di era digital, khususnya dalam membentuk kesadaran Generasi Z yang cenderung pragmatis dan kritis. Penelitian ini menganalisis implementasi pendidikan Pancasila melalui kegiatan sosialisasi dan workshop kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura bekerja sama dengan Tim Mentoring Kebangsaan. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kegiatan yang melibatkan 60 siswa SMA dan 120 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan dialogis-partisipatif efektif meningkatkan kesadaran Generasi Z dalam empat indikator: pemahaman nilai-nilai Pancasila, kesadaran hukum dan konstitusional, integritas anti-korupsi, dan etika digital. Peserta menunjukkan perubahan dari pemahaman normatif menuju aplikasi kontekstual, tercermin dalam kemampuan mengidentifikasi relevansi nilai Pancasila terhadap dilema etis sehari-hari seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan kecurangan akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Pancasila berbasis experiential learning dan kolaborasi kelembagaan perguruan tinggi merupakan strategi efektif untuk internalisasi nilai kebangsaan pada Generasi Z di era digital.
REVITALISASI NILAI PANCASILA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DEGRADASI MORAL GENERASI Z MELALUI KEGIATAN SOSIALISASI PANCASILA Muchammad Haykal Fardani; Ansori; Ida Wahyuliana; Helmy Boemiya
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/4pqp5804

Abstract

Degradasi moral yang terjadi pada Generasi Z menjadi tantangan serius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan budaya digital. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman normatif terhadap nilai-nilai Pancasila dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kegiatan sosialisasi Pancasila sebagai upaya revitalisasi nilai dan pencegahan degradasi moral Generasi Z di lingkungan pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi, wawancara dengan pengelola kegiatan, serta dokumentasi pendukung. Penelitian dilaksanakan di SMAN 2 Bangkalan pada kegiatan Sosialisasi Pancasila yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi Pancasila mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar etika sosial dan konstitusional, serta mendorong tumbuhnya kesadaran hukum, integritas moral, dan kepedulian sosial. Meskipun masih ditemukan keterbatasan berupa rendahnya atensi sebagian peserta didik, munculnya respons kritis dan pertanyaan reflektif menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai Pancasila berlangsung secara bertahap dan kontekstual. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi Pancasila dapat dinilai efektif sebagai sarana pendidikan karakter yang adaptif dalam mencegah degradasi moral Generasi Z di era digital.
AKTUALISASI NILAI KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU BULLYING Nurhidayat; Ansori; Ida Wahyuliana; Helmy Boemiya
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/npnd6r51

Abstract

Penelitian ini mengkaji aktualisasi sila kedua Pancasila "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" dalam penegakan hukum terhadap pelaku Bullying di Indonesia. Fenomena Bullying telah menjadi persoalan serius yang mengancam martabat kemanusiaan, khususnya di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam perlindungan korban dan penegakan hukum terhadap pelaku Bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sila kedua Pancasila menjadi landasan filosofis yang fundamental dalam memberikan perlindungan hukum kepada korban Bullying, baik secara preventif maupun represif. Penegakan hukum terhadap pelaku Bullying telah diatur melalui berbagai instrumen hukum seperti UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak dengan mengedepankan pendekatan restorative justice yang sejalan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan Pancasila. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti minimnya pemahaman masyarakat, lemahnya koordinasi antar lembaga, dan terbatasnya infrastruktur pendukung. Diperlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek preventif, represif, dan rehabilitatif untuk mewujudkan penegakan hukum yang efektif dan humanis sesuai semangat Pancasila.
Religious Moderation as a Model for Character Education in Indonesia: A Case Study of Al-Fattah Islamic Elementary School in Sarolangun, Jambi Suparno; Sulong, Abdul Ramae; Ansori; Fahrizal; Taridi, Muhamad
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islamtransformatif.v9i2.9674

Abstract

Abstract This study investigates the implementation of religious moderation as a core strategy for character education at SDI Al-Fattah Payolebar, addressing growing concerns about declining students’ discipline and moral values. Grounded in Thomas Lickona’s theory of character education, this research offers a novel perspective by integrating daily spiritual routines, such as congregational prayers, Qur’anic recitation, and dhikr, with active teacher supervision and family involvement. Employing a qualitative-descriptive method with a case study design, and thematic analysis, data were collected through observation, interviews, and document analysis. The findings reveal that structured religious practices, when consistently reinforced by teachers and supported within the family environment, contribute significantly to the development of key moral traits, including religiosity, empathy, responsibility, and self-discipline. However, several challenges persist, particularly parental disengagement and inconsistencies in students’ behavioral internalization of these values. Theoretically, this study contributes to the discourse on moral education within Islamic educational. Practically, It offers a contextual model that may be adapted by similar educational institutions. the study concludes that collaboratively implemented religious habituation constitutes an effective approach to fostering holistic character development among students.   Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi moderasi keagamaan sebagai strategi utama dalam pendidikan karakter di SDI Al-Fattah Payolebar, sebagai respons atas kekhawatiran terhadap menurunnya disiplin dan nilai-nilai moral siswa. Berlandaskan teori pendidikan karakter Thomas Lickona, riset ini menawarkan perspektif baru dengan mengintegrasikan rutinitas spiritual harian—seperti salat berjemaah, tilawah al-Qur’an, dan zikir—dengan pengawasan guru yang aktif serta keterlibatan keluarga. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, desain studi kasus, dan analisis tematik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik keagamaan yang terstruktur dan dijalankan secara konsisten, apabila diperkuat oleh guru dan didukung oleh orang tua, mampu menumbuhkan nilai-nilai religius, empati, tanggung jawab, dan kedisiplinan pada siswa. Namun demikian, beberapa tantangan tetap ada, terutama terkait rendahnya keterlibatan orang tua dan perilaku siswa yang tidak konsisten. Secara teoretis, studi ini memperluas wacana mengenai pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dan secara praktis menawarkan model yang dapat diadaptasi oleh institusi pendidikan serupa. Kesimpulannya, pembiasaan keagamaan yang dijalankan secara kolaboratif merupakan instrumen yang efektif dalam membentuk karakter siswa secara holistik.
PENGEMBANGAN E-JOBSHEET DENGAN FLIP PDF PROFESSIONAL UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK Ansori; Alexon
DIADIK Vol 15 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diadik.v15i2.47164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan e-Jobsheet dengan Flip Pdf Professional untuk meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, evaluation). Adapun yang menjadi subjek validasi adalah tim ahli yang terdiri dari ahli media dan ahli materi sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik di SMKN 1 dan SMKN 6 Rejang Lebong dan sampel adalah peserta didik kelas XII Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMKN 1 dan SMKN 6 Rejang Lebong Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, lembar penilaian, rubrik penilaian praktek dan angket kemandirian belajar. Analisis data yang digunakan adalah uji nilai rata-rata dan uji t menggunakan SPSS versi 27. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah E-jobsheet instalasi motor listrik yang dikembangkan dapat meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar peserta didik secara signifikan
From Passive Learning to Digital Immersion: Enhancing Arabic Speaking Skills through Podcasts and Vlogs Rabiatul Hadawiyah; Ansori; Abdul Hanan Haromain
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/7r2qv870

Abstract

The growing demand for Arabic communication competence in the 21st century requires innovative approaches beyond traditional pedagogy. This study aims to analyze the potential of educational podcasts and vlogs as transformative media for developing Arabic speaking skills with synthesizes second language acquisition theory with digital media practice. Employing a qualitative descriptive approach with a library research method, data were systematically collected from academic journals, case studies, and empirical reports retrieved from databases such as Scopus Preview, DOAJ, and Google Scholar. The study integrates Krashen’s Input Hypothesis and Vygotsky’s Sociocultural Theory with the practical use of podcasts and vlogs, an area rarely explored in previous research. Findings indicate that podcasts and vlogs enhance both receptive and productive skills by providing authentic input, promoting learner motivation, and fostering self-expression in interactive contexts. They also address curriculum gaps, improve digital literacy, and align with 21st-century skill demands. However, challenges such as limited infrastructure, low teacher digital literacy, and rigid curricula remain critical barriers. It is recommended that educators integrate podcasts and vlogs into project-based learning, curriculum developers adopt flexible and communicative approaches, and policymakers strengthen digital infrastructure while supporting teacher training. Abstrak Meningkatnya permintaan akan kompetensi komunikasi bahasa Arab di abad ke-21 membutuhkan pendekatan inovatif di luar pedagogi tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi podcast dan vlog edukatif sebagai media transformatif untuk mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Arab dengan memadukan teori pemerolehan bahasa kedua dengan praktik media digital. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode riset kepustakaan, data dikumpulkan secara sistematis dari jurnal akademik, studi kasus, dan laporan empiris yang diambil dari basis data seperti Scopus Preview, DOAJ, dan Google Scholar. Penelitian ini mengintegrasikan Hipotesis Input Krashen dan Teori Sosiokultural Vygotsky dengan penggunaan praktis podcast dan vlog, suatu area yang jarang dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa podcast dan vlog meningkatkan keterampilan reseptif dan produktif dengan memberikan input autentik, mendorong motivasi pembelajar, dan mendorong ekspresi diri dalam konteks interaktif. Podcast dan vlog juga mengatasi kesenjangan kurikulum, meningkatkan literasi digital, dan selaras dengan tuntutan keterampilan abad ke-21. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital guru, dan kurikulum yang kaku tetap menjadi hambatan utama. Disarankan agar para pendidik mengintegrasikan podcast dan vlog ke dalam pembelajaran berbasis proyek, pengembang kurikulum mengadopsi pendekatan yang fleksibel dan komunikatif, dan para pembuat kebijakan memperkuat infrastruktur digital sekaligus mendukung pelatihan guru.
Analysis of the Impact of Sharia Regulations on Halal Trade in Southeast Asia Maharatna Shifa Nurizka; Mohamad Sobrun Jamil; Faizah; Badrus Sholeh; Ansori
Jurnal Lentera Insani Jurnal Lentera Insani (JLI) - Vol. 1 No. 1 (June 2025)
Publisher : Mahkota Science Publishers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65586/jli.v1i1.16

Abstract

This study aims to uncover the underlying narrative behind Sharia regulations, namely that regulations never stand alone but are always the result of a complex interplay between political, economic, religious, and social interests. Using library research and an interdisciplinary approach, this study makes a significant contribution to formulating a halal regulation model that can overcome the challenges of standard harmonisation, small business empowerment, consumer protection, and opening up opportunities for fairer regional and global cooperation. The results show that Sharia regulations in halal trade in Southeast Asia have created complex dynamics. On the one hand, these regulations offer significant potential for economic growth, innovation, and the strengthening of regional identity; on the other hand, they cause fragmentation, exclusion, and challenges to fairness in practice. To avoid being trapped in the logic of protectionism or narrow identity politics, countries in the region are required to reformulate the halal governance paradigm to be more collaborative, inclusive, and transparent, prioritising standard harmonisation and equal access for all business actors across religions and countries. Only through such constructive measures can Southeast Asia's halal industry develop into a global force that is not only economically beneficial but also promotes solidarity, justice, and exemplary social integration amid its diverse population.