Claim Missing Document
Check
Articles

Eksistensi Majelis Disiplin Profesi Dalam Menangani Pelanggaran Etik Dan Disiplin Kedokteran Pasca Berlakunya UU Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan Arif Rahman
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi yuridis perubahan kewenangan Majelis Disiplin Profesi (MDP) pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan terhadap pemenuhan hak atas kepastian hukum yang adil bagi tenaga medis. Fokus kajian diarahkan pada kedudukan dan kewenangan MDP dalam penegakan disiplin profesi kedokteran, khususnya terkait kewajiban rekomendasi MDP sebelum dimulainya proses hukum pidana maupun perdata, serta relevansinya dengan prinsip keadilan distributif dan perlindungan hukum preventif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan dan penguatan kewenangan MDP secara normatif memberikan kepastian hukum dan kejelasan prosedural dalam penegakan disiplin profesi medis. Kewajiban rekomendasi MDP mencerminkan penerapan keadilan distributif dengan menempatkan pemeriksaan standar profesi sebagai mekanisme awal yang proporsional, sekaligus berfungsi sebagai instrumen perlindungan hukum preventif guna mencegah kriminalisasi medis yang prematur. Pengaturan batas waktu dan fiksi hukum rekomendasi memastikan prinsip due process of law tetap terjaga bagi tenaga medis maupun pasien.
Co-Authors Afham Gulwani Afwan Adam Agnes Monika Simatupang Ahmad Javed Hassan Ahmad Suriansyah Albana Muhamad Almaniar, Siska Ana Susanti Yusman Anis Suliyani Anita Susmiati Hasibuan Anwaruddin Hisyam Arabiatul Adawiyah Ayesha Fatima Azhar Ahmad Badrun Kholid Bastian Lois Berkat Simanjuntak Cindy Getah Trisna June Claudyana Paridatul Jamilah Claudyana Zarmielin Sibuea Cukup Wibowo Dadang Krisdianto, Dadang Daffa, Daffa faisal Darwin Effendi Dewi Ayu Ratna Adi Juwita Diarespati Dita Fadillah Eja Armaz Hardi Eka Hermayani Siregar Ela Fatmawati A Id Esa Wasgita Fadia Ramadayanti Fauzia Hany Fitriana G. A. Sri Oktaryani G. Gunawan Gusmulyani Hadani Halisa Saputri br. Bangun Hamonangan Ambarita Hanif Cahyo Adi Kistoro Hassan, Ahmad Javed Hetilaniar Hulmayadi Rahman Hwang, Huang Yann I Ketut Surata I Made Ivan Prima Nugraha Ines Heidiani Ikasari Ita Purnama Jamaluddin Jelita Harahap Jhosua Hutagalung Juan Haga Jumadil Jupri Khafizah Lalu Ari Irawan Lediana Sinurat Leni Karlina M. Zulfikar Arrizky Majid Dohe, Muh.Ilham Maya NS Mega Iswati Miftahul Ihsan Missriani Mochammad Ferdian Maulana Muhamad Rafly MUHAMMAD ALI Muhammad Ichwan Muhammad Maulana Hamzah Muhammad Ricky Ardian Muhammad Rifki Muhammad Tri Muhammad Usman Khan Muhsinin Mukmina Setiya Ardinthiarni Mutiara N. Nurjanah Nana Mulyani Nanda Hidayat Neliyam Tiraeni Nelly Septiana Hutagalung Nimrot Manalu Nina Harni Dewi Nuradia Fitria Nurlailah Nurul Aini Binti Ismail Nurul Rizki Rahmadani Panisah Pujangga Abdillah, Pujangga Putri Rizky Ramadayanti Rahyuni Rahyuni Raihani Rahma RATNA PURWANTI Reyzales Setiawan Reza Pahlevi Ria Junita Tampubolon Ridho Gani Muhammad Nur Rika Ayu Azhari Rika Yuliani Rimajon Sotlikova Risna Purwanti Rokhayati Safirina Aulia Rahmi Said Malika Tridane Manu Saidatud Dariyah Santy Fitnawati WN Saut Purba Sayid Habiburrahman Sigit Maulana Ismanda Siti Masrokhah Syadana Hanifah Endrairani Syamsul Syrilus Alexander Alvaro Roja Szabyna Regytha Aura Gunawan Tanya Chynta Togu Hamonangan Triayu Rahmadiah Vanessa Septia Putri Victor Prasetya Wildansyah lubis Yayan Nuryana Yayat Supriatna Yessi Fitriani Yessi Sepriyani Yuniar Istiyani